Anda di halaman 1dari 10

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KKBPK TK KABUPATEN/KOTA

I. LATAR BELAKANG

Perkembangan dan tuntutan teknologi sim data hasil pendataan keluarga untuk kepentingan sektor pembangunan
lainnya tidak hanya untuk program kb. Penyederhanaan instrumen pengumpulan data terpadu yaitu dengan satu
lembar untuk satu keluarga untuk dilakukan perekaman/pemutakhiran data ke dalam media computer, pengolahan,
perekaman,pemutakhiran, analisis, pemanfaatan dan pendayagunaan data tidak lagi sentralisasi tetapi desentralisasi
di kabupaten/kota dalam media komputer disertai program aplikasi pengolahnan datanya.

II. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
1. Mutasi Data keluarga adalah kegiatan pendataan keluarga dengan cara memperbaiki, merubah dan menambah baru
data keluarga serta individu anggota keluarga yang terhimpun dalam data basis keluarga yang mutakhir, setiap
periode waktu pendataan
2. Tersedianya data basis keluarga dan data individu anggota keluarga yang meliputi data demografi, kb, dan tahapan
ks melalui pemutakhiran data.

B. TUJUAN KHUSUS
1. tersedianya data basis keluarga dan individu anggota keluarga disetiap tingkatan
2. Tersedianya data potensi sasaran bagi operasional program kb dan ks disetiap tingkatan
3. Tersedianya data tahapan ks beserta indikatornya guna memberikan bahan dukungan intervensi

III. .SASARAN
Seluruh keluarga yang ada di setiap wilayah pendataan, khususnya keluarga yang mengalami mutasi (penambahan
keluarga baru, perbaikan, perubahan dan pembaharuan) data keluarga, meliputi data demografi, kb, tahapan ks dan
individu anggota keluarga selama kurun waktu 1 tahun terakhir/ dari periode pendataan keluarga sebelumnya.

VI. JANGKAUAN
Seluruh wilayah pendataan keluarga di tingkat rt , dusun/ rw serta wilayah administrasi tingkat desa/ kelurahan,
kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional.

IV. MAMFAAT HASIL PENDATAAN


1. Mempermudah pengumpulan data yang dilakukan kader pendataan
2. Mempermudah dan mempercepat proses perekaman pemutakhiran dan pengolahan hasil pendataan keluarga
menjadi data basis keluarga di tingkat kabupaten/kota
3. Mempercepat pengolahan data untuk lebih mudah dimanfaatkan dan didayagunakan di setiap tingkatan

V. HASIL MONOTORING PENYELENGGARAAN PENDATAAN KELUARGA (PK) TAHUN 2018

No Nama Kab/Kota Jumlah Kecamtan Jumlah KK yang Selesai Pendataan Data KET
Terdata PK

1 Aceh Selatan 18 Kecamatan 16,313 07 Januari 2019

Jumlah 16.313

JUMLAH ANGGOTA KELUARGA


NO KECAMATAN JUMLAH STATUS STATUS
BALITA ANAK REMAJA DEWASA LANSIA
KELUARGA PUS PUSMUPAR
(0 - 5 (6 - 9 (10 - 24 (25 - 59 (60 THN
TAHUN) TAHUN) TAHUN) TAHUN KE ATAS)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Kluet Utara 1,355 416 250 1,361 2,310 448 790 58
2. Kluet Selatan 2,922 895 561 2,968 5,079 1,009 1,729 111
3. Meukek 2,792 737 515 2,582 5,086 1,059 1,549 63
4. Samadua 727 242 147 596 1,340 249 396 29
5. Sawang 892 308 197 792 1,685 268 542 43
6. Tapaktuan 949 234 184 897 1,790 310 540 23
7. Trumon 803 218 200 883 1,445 219 526 40
8. Pasie Raja 815 239 168 780 1,467 255 485 36
9. Labuhan Haji Timur 654 172 128 574 1,262 173 400 19
10. Kluet Tengah 339 144 58 296 532 55 240 26
11. Kluet Timur 1,229 297 236 1,316 2,056 387 724 24
12. Bakongan Timur 35 17 4 30 49 0 33 5
13. Trumon Timur 1,776 676 437 2,431 3,048 350 1,142 122
14. Kota Bahagia 1,017 356 238 1,193 1,669 300 637 47
15. Trumon Tengah 8 2 0 10 7 0 7 0
JUMLAH 16,313 4,953 3,323 16,709 28,825 5,082 9,740 646

PASANGAN USIA SUBUR


PESERTA KB BUKAN PESERTA KB
TIDAK
INGIN INGIN
INGIN
MOW MOP IUD IMPLAN SUNTIK PIL KONDOM TRADISIONAL ANAK ANAK
ANAK
SEGERA DITUNDA
LAGI
(11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
9 0 8 7 402 24 3 0 149 85 103
23 1 24 60 814 153 7 3 326 146 172
0 0 7 14 754 39 0 0 239 235 261
0 0 4 25 183 11 0 1 68 56 48
0 0 6 4 243 6 1 0 114 59 109
1 1 10 15 159 19 3 0 78 80 174
0 3 0 1 212 97 16 0 89 72 36
1 0 0 2 237 20 4 0 129 41 51
0 0 4 0 125 21 0 1 123 64 62
1 0 18 23 99 8 7 0 61 16 7
1 1 9 25 302 60 3 1 147 111 64
0 0 0 0 8 0 0 0 19 6 0
10 0 6 2 649 40 0 0 276 48 111
4 0 2 8 353 53 1 11 95 51 59
0 0 0 0 0 0 0 0 4 3 0
50 6 98 186 4,540 551 45 17 1,917 1,073 1,257
KESERTAAN DALAM POKTAN TAHAPAN KELUARGA
SEJAHTERA

PRA
BKB BKR BKL UPPKS PIK-R/M SEJAHTERA 1 SEJAHTERA 2
SEJAHTERA

(22) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29)


257 224 85 30 141 66 261 1,028
714 589 314 300 589 165 368 2,389
561 441 227 394 418 238 424 2,130
175 202 99 211 195 42 54 631
141 137 43 171 132 262 152 478
99 117 48 121 96 54 133 762
199 174 31 17 145 131 116 556
106 51 20 35 49 79 76 660
118 82 45 44 66 31 96 527
92 17 5 16 26 103 25 211
272 317 99 34 269 51 179 999
9 0 0 24 0 6 13 16
386 83 36 8 95 71 328 1,377
208 225 74 34 217 53 230 734
2 1 0 5 0 2 1 5
3,339 2,660 1,126 1,444 2,438 1,354 2,456 12,503

Tapaktuan, 07 Januari 2019

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,

Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

Kabupaten Aceh Selatan

Drs. NURIL HADI. M.RAS YID

Pembina Utama Muda / Nip.19590529 198903 1 003


MONITORING DAN EVALUASI KAMPUNG KB TK.KAB.KOTA

Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)


Antara lain ditandai dengan adanya penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk, Penurunan tingkat fertilitas,
peningkatan kesadaran masyarakat tentang makna keluarga kecil, hal ini mencerminkan betapa besarnya peran
penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan
Edukasi (KIE) KKBPK di wilayah binaan di tingkat desa. KIE biasanya juga disebut juga dengan penyuluhan.

PKB sebagai ujung tombak program KKBPK sangat strategis perannya dalam melakukan pembinaan langsung
kepada individu, keluarga dan masyarakat di tingkat desa. Oleh karena itu para PKB/PLKB perlu menggerakkan
masyarakat dalam program KKBPK Nasional, agar mau merubah perilaku dan merima apa yang diharapkan
PKB/PLKB sesuai dengan program KKBPK. Teknik KIE/Penyuluhan bagi PKB ini dimaksud untuk
menyiapkan pesan tentang KIE/Penyuluhan, agar kegiatan KIE/Penyuluhan dapat dilaksanakan secara
profesional di tingkat Kab/Kota.

Monitoring, Evaluasi Kampung KB yang dilakukan Oleh PKB Kab.Aceh Selatan,Kahfi,S.Ag bersama
OPD KB KB Kab. Aceh Selatan / Provinsi Aceh , “Monev ini tentu sangat diperlukan agar dapat menjadi
barometer yang bisa menentukan efek signifikan dari pelaksanaan program kampung KB sebagai bentuk
kesinambungan penetapan kampung KB khususnya di Kabupaten Aceh Selatan, sehingga hasil yang
didapat sejak awal terbentuknya kampung KB bisa dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan
kedepannya.

Kehadiran kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membangun sektor lain
dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, guna membentuk keluarga lebih bahagia dan
sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Dimana kampung KB juga
merupakan wujud dari Visi Misi pembangunan Kabupaten Aceh Selatan.

Yang menjadi permasalahan kegiatan dalam Gampong KB di Aceh Selatan ,tidak ditunjangnya dengan dana
yang memadai sehingga terbatasnya partisipasi masyarakat untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan di
Gampong KB .

Mata pencaharian penduduk masih dibawah angka maksimal kebutuhan sehingga untuk melaksanakan kegiatan-
kegiatan masih sangat sulit untuk ikut serta,karena masyarakat masih sangat sibuk dalam mencari rezeki untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
Terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang mampu membantu dalam seluruh kegiatan dan mssih kurangnya
pengetahuan tentang apa dan bagaimana pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga itu.

Berdasarkan permasalahan di atas dan pemasalahan yang ada dalam masyarakat diperlukan upaya untuk
memecahkan masalah tersebut antara lain :
Memberikan pembinaan dan pemahaman kepada masyarakat. Sosialisasi tentang apa dan bagaimana yang harus
dilakukan sehubungan dengan kegiatan progran KKBPK, penyediaan dana opersional yang memadai untuk
kelancaran pelaksanaan kegiatan-kagiatan program KKBPK, memberikan sosialisasi tentang pentingnya perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS).Dengan di canangkannya Gampong KB melalui program KKBPK dapat
meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tingkat Gampong.
Demikian Laporan Monev Kampung KB ini Kami Laporkan semoga dapat memberikan kemajuan kedepannya.

Tapaktuan, 15 Maret 2019

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,

Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

Kabupaten Aceh Selatan

Drs. NURIL HADI. M.RAS YID

Pembina Utama Muda / Nip.19590529 198903 1 003


MONITORING DAN EVALUASI KAMPUNG KB TK.KAB.KOTA

Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Antara lain
ditandai dengan adanya penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk, Penurunan tingkat fertilitas, peningkatan
kesadaran masyarakat tentang makna keluarga kecil, hal ini mencerminkan betapa besarnya peran penyuluh
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
KKBPK di wilayah binaan di tingkat desa. KIE biasanya juga disebut juga dengan penyuluhan

Hingga saat ini, jumlah Kampung KB pada 2018 yang telah dicanangkan sebanyak 88 Kampung KB di 88
gampong/desa sangat tertinggal termasuk Dalam Kabupaten Aceh Selatan. Kampun KB bertujuan untuk
meningkatkan partisipasi keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lain dalam melaksanakan
program Kependudukan, keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sesuai dengan kebutuhan.

Sasaran dari Program Kampung KB adalah keluarga, pasangan usia subur (PUS), balita, remaja, dan Lansia
(lanjut usia).Sementara pelaksanaan program KKBPK yang dilakukan BKKBN, sambungnya, pembentukan dan
pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia
(BKL), dan peningkatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS).

“Program Kampung KB dari 2016 hingga 2017 sudah berjumlah 312 dan pada hari ini di Aceh Selatan 28
Kampung KB di 18 Kecamatan sangat tertinggal. Program nasional ini menjadi salah satu inovasi strategis
untuk dapat mengimplementasi kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh di lini lapangan.
Pencanangan Kampung KB ini merupakan momentum strategis dalam upaya mewujudkan masyarakat yang
lebih baik dari segi kesejahteraannya maupun kualitas.

“Diharapkan melalui Monev Kampung KB di Tngkat Kab. Aceh Selatan dapat diwujudkan keluarga yang
cerdas, berkualitas, dan berkarakter, sehingga melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah
SWT,” kata Ichwan.

Pengembangan program KKBPK yang pada akhirnya dapar meningkatkan kualitas hidup masyarakat di
pedesaan. Program Kampung KB menurutnya, tidak akan berhasil jika tidak ada kerjasama lintas sektor dengan
BKKbN. Untuk itu Pemerintah Kab/Lota Aceh Selatan berharap, kepada seluruh SKSPK terkait dan lembaga
swasta Untuk dapat membantu memberi dukungan penuh pelaksanaan Kampung KB di Aceh Selatan yang kini
telah berjumlah 28 Kampung Kb di 18 Kecamatan .

Demikian Monev Kampung KB Ini kami sampaikan semoga dapat memajukan Kampung Kb Kedepannya
terutama di Aceh Selatan.

Tapaktuan, 22 Maret 2019

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,

Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

Kabupaten Aceh Selatan

Drs. NURIL HADI. M.RAS YID

Pembina Utama Muda / Nip.19590529 198903 1 003


MONITORING DAN EVALUASI KAMPUNG KB TK.KAB.KOTA

Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Antara lain
ditandai dengan adanya penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk, Penurunan tingkat fertilitas, peningkatan
kesadaran masyarakat tentang makna keluarga kecil, hal ini mencerminkan betapa besarnya peran penyuluh
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dalam melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
KKBPK di wilayah binaan di tingkat desa. KIE biasanya juga disebut juga dengan penyuluhan

Undang-undang No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai
dasar pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana menekankan Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tidak hanya terbatas pada masalah Pembangunan Keluarga Berencana
dan Keluarga Sejahtera saja, akan tetapi juga masalah Pengendalian Penduduk. Selanjutnya dalam Undang-
undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pembagian urusan Pemerintahan Kongkuren antara Pemerintah Pusat,
Daerah Propinsi dan Daeeah Kabupaten/Kota, dimana ditegaskan bahwa ada empat sub urusan bidang
Pengendalian Penduduk dsn Keluarga Berencana yang harus dilaksanakan oleh masing-masing tingkatan
pemerintahan yaitu : 1. Sub Urusan Pengendalian Penduduk, 2. Sub Urusan Keluarga Berencana, 3. Sub Urusan
Keluarga Sejahtera, 4. Sub Urusan Standarisasi dan Sertifikasi.

Terkait dengan itu, maka BKKBN di beri mandat untuk dapat turut mensukseskan Agenda Prioritas
Pembangunan Nasional. Salah satu program prioritas itu adalah Program Pembentukan Kampung KB pada
tingkatan wilayah pemerintahan yang paling bawah, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yaitu
RW/dusun, yang pencanangannya untuk tingkat Nasional telah di laksanakan pada bulan Februari tahun 2016
oleh Presiden RI (ir. Joko Widodo) .

Selanjutanya melalui Kampung KB ini diharapkan akan mampu memunculkan berbagai inovasi strategis yang
dapat dijadikan sebagai sebuah icon untuk dapat mengimplementasikan berbagai program terutama yang terkait
dengan program KKBPK dan program lintas sektoral lainnya secaar utuh dan terpadu khususnya di wilayah
Desa Air Pinang Kec Tapaktuann Aceh Selatan

Hingga saat ini, jumlah Kampung KB pada 2018 yang telah dicanangkan sebanyak 88 Kampung KB di 88
gampong/desa sangat tertinggal termasuk Dalam Kabupaten Aceh Selatan. Kampun KB bertujuan untuk
meningkatkan partisipasi keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lain dalam melaksanakan
program Kependudukan, keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sesuai dengan kebutuhan.

Sasaran dari Program Kampung KB adalah keluarga, pasangan usia subur (PUS), balita, remaja, dan Lansia
(lanjut usia).Sementara pelaksanaan program KKBPK yang dilakukan BKKBN, sambungnya, pembentukan dan
pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia
(BKL), dan peningkatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS).

“Program Kampung KB dari 2016 hingga 2017 sudah berjumlah 312 dan pada hari ini di Aceh Selatan 88
Kampung KB di 18 Kecamatan sangat tertinggal. Program nasional ini menjadi salah satu inovasi strategis
untuk dapat mengimplementasi kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh di lini lapangan.
Pencanangan Kampung KB ini merupakan momentum strategis dalam upaya mewujudkan masyarakat yang
lebih baik dari segi kesejahteraannya maupun kualitas.

“Diharapkan melalui Monev Kampung KB di Tngkat Kab. Aceh Selatan dapat diwujudkan keluarga yang
cerdas, berkualitas, dan berkarakter, sehingga melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah
SWT,” Pengembangan program KKBPK yang pada akhirnya dapar meningkatkan kualitas hidup masyarakat di
pedesaan. Program Kampung KB menurutnya, tidak akan berhasil jika tidak ada kerjasama lintas sektor dengan
BKKbN. Untuk itu Pemerintah Kab/Lota Aceh Selatan berharap, kepada seluruh SKSPK terkait dan lembaga
swasta Untuk dapat membantu memberi dukungan penuh pelaksanaan Kampung KB di Aceh Selatan yang kini
telah berjumlah 28 Kampung Kb di 18 Kecamatan .
Demikian Monev Kampung KB Ini kami sampaikan semoga dapat memajukan Kampung Kb Kedepannya
terutama di Aceh Selatan.

Tapaktuan, 18 April 2019

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,

Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

Kabupaten Aceh Selatan

Drs. NURIL HADI. M.RAS YID

Pembina Utama Muda / Nip.19590529 198903 1 003


MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM KKBPK TK KABUPATEN/KOTA
I. LATAR BELAKANG

Perkembangan dan tuntutan teknologi sim data hasil pendataan keluarga untuk kepentingan sektor pembangunan
lainnya tidak hanya untuk program kb. Penyederhanaan instrumen pengumpulan data terpadu yaitu dengan satu
lembar untuk satu keluarga untuk dilakukan perekaman/pemutakhiran data ke dalam media computer, pengolahan,
perekaman,pemutakhiran, analisis, pemanfaatan dan pendayagunaan data tidak lagi sentralisasi tetapi desentralisasi
di kabupaten/kota dalam media komputer disertai program aplikasi pengolahnan datanya.

II. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
1. Mutasi Data keluarga adalah kegiatan pendataan keluarga dengan cara memperbaiki, merubah dan menambah baru
data keluarga serta individu anggota keluarga yang terhimpun dalam data basis keluarga yang mutakhir, setiap
periode waktu pendataan
2. Tersedianya data basis keluarga dan data individu anggota keluarga yang meliputi data demografi, kb, dan tahapan
ks melalui pemutakhiran data.

B. TUJUAN KHUSUS
1. tersedianya data basis keluarga dan individu anggota keluarga disetiap tingkatan
2. Tersedianya data potensi sasaran bagi operasional program kb dan ks disetiap tingkatan
3. Tersedianya data tahapan ks beserta indikatornya guna memberikan bahan dukungan intervensi

C. .SASARAN
Seluruh keluarga yang ada di setiap wilayah pendataan, khususnya keluarga yang mengalami mutasi (penambahan
keluarga baru, perbaikan, perubahan dan pembaharuan) data keluarga, meliputi data demografi, kb, tahapan ks dan
individu anggota keluarga selama kurun waktu 1 tahun terakhir/ dari periode pendataan keluarga sebelumnya.

III. JANGKAUAN
Seluruh wilayah pendataan keluarga di tingkat rt , dusun/ rw serta wilayah administrasi tingkat desa/ kelurahan,
kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional.

D. MAMFAAT HASIL PENDATAAN


1. Mempermudah pengumpulan data yang dilakukan kader pendataan
2. Mempermudah dan mempercepat proses perekaman pemutakhiran dan pengolahan hasil pendataan keluarga
menjadi data basis keluarga di tingkat kabupaten/kota
3. Mempercepat pengolahan data untuk lebih mudah dimanfaatkan dan didayagunakan di setiap tingkatan

4. HASIL MONOTORING PENYELENGGARAAN PENDATAAN KELUARGA (PK) TAHUN 2019

No Nama Kab/Kota Jumlah Kecamtan Jumlah KK yang Selesai UP Date KET


Terdata Pendataan Data PK

1 Aceh Selatan 18 Kecamatan 30 April 2019

Jumlah

Anda mungkin juga menyukai