Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

MULTIMETER 1

NAMA PRAKTIKUM : Mengukur Tegangan (Vab) dan Hambatan (Ohm)


Menggunakan Multimeter
REKAN KERJA : 1. Afif Rio Syaputra (1803332062)
2. Ainun Safriyani (1803332004)
3. Arvianto Rizky P (1803332033)

KELAS/KELOMPOK : Telekomunikasi 1-A


TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 13 dan 20 September 2018
TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 23 September 2018

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

1
DAFTAR ISI

Daftar isi ................................................................... 2

Tujuan ................................................................... 3

Dasar Teori ................................................................... 3 - 5

Alat-Alat yang dipergunakan ................................................................... 5

Langkah Percobaan ................................................................... 5 - 6

Data Hasil Percobaan ................................................................... 6 - 7

Analisa dan Pembahasan ................................................................... 7 - 10

Kesimpulan ................................................................... 10

Daftar Pustaka ................................................................... 11

2
I. Tujuan percobaan :

- Menjelaskan karakteristik dan penggunaan multimeter non elektrolis

(multimeteranalog) dan multimeter elektronis digital (multimeter digital)

- Menggunakan multimeter dengan benar

II. Dasar Teori :

Alat-alat yang mengukur tegangan, arus listrik, dan hambatan disebut voltmeter,
amperemeter, dan ohmmeter. Umumnya ketiga alat ini sudah menyatu dalam
sebuah multimeter yang dapat dipilih kegunaannya dari satu ke lainnya.
Multimeter merupakan suatu piranti elektronik yang digunakan untuk mengukur
besaran-besaran listrik. Besaran-besaran ini biasanya berupa arus searah (IDC),
tegangan searah (VDC), tegangan bolak-balik (VAC) dan hambatan (R).

Multimeter mempunyai saklar pemilih fungsi, yaitu untuk :

- Arus Searah ( DC mA )
- Tegangan Searah ( V.DC )
- Tegangan Bolak-Balik ( V.AC )
- Tahanan ( Ohm )

Multimeter Analog
Multimeter Analog atau Multimeter Jarum adalah alat pengkur besaran listrik
yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang
kita ukur dengan probe. Analog tidak dii gunakan untuk mengukur secara detail
suatu besaran nilai komponen tetapi kebanyakan hanya di gunakan untuk baik
atau jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga di gunakan untuk
memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan
rangkaian blok yang ada.

3
Bagian – Bagian Multimeter Analog :

- Sekrup pengatur Kedudukan Jarum Penunjuk


- Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero
- Saklar pemilih
- Lubang kutub
- Saklar pemilih polaritas
- Kotak meter
- Jarum penunjuk meter
- Skala

Multimeter Digital

Berbeda dengan Multimeter Analog, Multimeter Digital memiliki tampilan yang


lebih sederhana, agar lebih mudah digunakan jika dibandingkan dengan
Multimeter Analog. Multimeter Digital juga disebut DMM (Digital Multi Meter),
atau bahkan DVOM (Digital Volt Ohm Meter). Multimeter Digital tidak
menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk nilai, namun menggunakan LCD
(Liquid Crystal Display) sebagai penunjuk hasil pengukurannya. Ditinjau dari
jenis pemilihan jangkanya, ada dua jenis Multimeter Digital, yaitu Manual Range,
dan Auto Range. Jenis Manual Range jangkah ukur dipilih melalui saklar selector
secara manual, sedangkan pada jenis Auto Range jangkah ukur akan
menyesuaikan secara otomatis sesuai dengan besaran yang diukur.

Bagian – Bagian Multimeter Digital :

- Hasil Output Pengukuran


- Tombol On/Off
- Soket Pengukuran Kapasitor
- Soket Pengukuran Transistor
- Skala Selektor
- Soket Pengukuran Temperatur
- Soket Kabel Probe Tester

4
Fungsi Multimeter :
- Mengukur Nilai Hambatan
- Mengukur Nilai Dioda
- Mengukur Nilai Transistor
- Mengukur Tegangan AC

III. Alat yang dipergunakan :

 1 buah multimeter SANWA (analog)1 buah multimeter digital


 1 buah generator sinyal
 1 buah sumber tegangan DC
 Bermacam-macam harga ( 47Ω ; 200KΩ ; 4,7KΩ ;1KΩ ; 10KΩ ; 1MΩ)
 1 buah protoboard
 Kabel-kabel penghubung

IV. Prosedur melakukan percobaan :


1. Buatlah rangkaian seperti gambar 1
a. Buatlah tegangan v sebesar 6 volt
b. Ukurlah tegangan Vab dengan multimeter non elekronis Catat batas
ukur yang dipakai dan hasil pembacaan meter saudara pada Tabel 1
c. Ukurlah tegangan Vab dengan mutimeter elektronis. Catat batas ukur
yang dipakai dan hasil pembacaan saudara pada Tabel 1.
2. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 2
a. Buatlah tegangan bolak balik sinusoida v=6 volt elf (dengan generator
sinyal ) dengan frekuensi f= 100 Hz
b. Ukurlah tegangan Vab dengan multimeter non lelektronis
c. Ulangi langkah c untuk multimeter digital
d. Ulangi langkah a sd d untuk frekuensi : f=1 Khz, 10 Khz, dan 40 Khz.
e. Catat semua hasil pengukuran saudara pada Tabel 1

5
3. Mengukur Resistansi (tahanan)
a. Ukurlah harga tahanan beberapa resistor yang diberikan dengan
multimeter non elektronis. Catat hasil pengukuran pada Tabel 2.
b. Ulangi langkah a dengan menggunakan multimeter elektronis. Catat
hasil pengukuran pada Tabel 3.

V. Data hasil percobaan :

Tabel 1 Hasil Percobaan mengukur Tegangan Keluaran ( Vab)


Menggunakan Sumber Searah dan Sumber Bolak-balik
V Dihitung DiukurDemgan Diukur demgan
Analog multimeter digital
V = 6 Volt DC 1,05 Ω 1Ω 1,031 Ω

Tabel 2 Mengukur Harga Tahanan menggunakan Multimeter Analog


(Multimeter Non Elektronik)
Nillai R Harga Tertulis Batas Ukur Penunjukkan Harga
(Kode Warna) Yang di pakai Tahanan (ohm)
R1 = 10 K Coklat (1), Hitam X 100 109
(0), Jingga (103),
Emas (5 %)
R2 = 4,7 K Kuning (4), Ungu X 1K 4,9
(7), Merah (102) ,
Toleransi (5%)
R3 = 47 Kuning (4) , Ungu X 10 1,4
(7), Hitam (100) ,
Emas (5 %)
R3 = 1M Coklat (1) , Hitam X 10K 160
(0) , Hijau (105) ,
Emas (5%)

6
Tabel 3 Mengukur Harga Tahanan Menggunakan Multimeter Digital
Nilai R Harga Tertulis Batas Ukur Penunjukkan Harga
(Kode Warna) Yang di pakai Tahanan (ohm)
R1 = 10 K Coklat (1), Hitam 10
(0), Jingga (103),
Emas (5 %)
R2 = 4,7 K Kuning (4), Ungu 4,7
(7), Merah (102) ,
Toleransi (5%)
R3 = 47 Kuning (4) , Ungu 47,1
(7), Hitam (100) ,
Emas (5 %)
R4 = 1M Coklat (1) , Hitam 1002
(0) , Hijau (105) ,
Emas (5%)

VI. Analisa dan Pembahasan

Analisa :

Tabel 1 : Menggunakan sumber searah (DC) dan arus bolak-balik (AC)

V = 6 Volt DC

Dihitung :

Vab = V R2

1000
= x6
4700+1000

1000
= x 6 = 1,05
5700

7
Diukur dengan multimeter analog :

1
HR = x1 = 0,1
10

Diukur dengan multimeter digital = 1,031

Tabel 2 : Mengukur Hambatan Menggunakan Multimeter Analog

Resistor 1 ( Coklat, Hitam, Jingga, Emas )

R1 : 109 x 100 = 10.900

Resistor 2 ( Kuning, Ungu, Merah, Emas )

R2 : 4,9 x 1.000 = 4.900

Resistor 3 ( Kuning, Ungu, Hitam, Emas )

R3 : 1,4 x 10 = 14

Resistor 4 ( Coklat, Hitam, Hijau, Emas )

R4 : 160 x 10.000 = 1.600.000

Tabel 3 : Mengukur Hambatan Menggunakan Multimeter Digital

Resistor 1 ( Coklat, Hitam, Jingga, Emas )

R1 : 10.000

Resistor 2 ( Kuning, Ungu, Merah, Emas )

R2 : 4.700

Resistor 3 ( Kuning, Ungu, Hitam, Emas )

R3 : 47,1

Resistor 4 ( Coklat, Hitam, Hijau, Emas )

R4 : 1.002.000

8
Pembahasan :

Pada percobaan praktikum kali ini, kami mencoba menggunakan


multimeter digital dan multimeter analog. Dengan tujuan praktikum menentukan
Tegangan ( Sumber arus searah/DC ) dan Hambatan.

Langkah awal yang dilakukan yaitu menentukan terlebih dahulu besar


hambatan yang terdapat di resistor yang akan kami gunakan, sesuai dengan warna
resistor pertama yaitu coklat, hitam, jingga, emas sehingga hambatan yang didapat
10.000Ω, resistor kedua yaitu kuning, ungu, merah, emas sehingga hambatan yang
didapat 4.700Ω, resistor ketiga yaitu kuning, ungu, hitam, emas sehingga
hambatan yang didapat 47Ω, dan resistor keempat yaitu coklat, hitam, hijau, emas
sehingga hambatan yang didapat 1.000.000Ω.

a. Menentukan Hambatan menggunakan multimeter analog


Secara teori hambatan pada resistor bisa dilihat pada tabel data hasil
percobaan, namun secara praktikumnya nilai hambatan yang terdapat pada
resistor berbeda dengan nilai hambatan secara teori, contohnya pada
resistor pertama secara teori nilai hambatannya yaitu 10.000Ω, namun
secara praktikumnya dihitung menggunakan multimeter analog nilai
hambatannya yaitu 10.900Ω
b. Menentukan Hambatan menggunakan multimeter digital
Nilai yang terlihat pada multimeter digital pun berbeda dengan nilai yang
terlihat pada multimeter analog, contohnya pada resistor kedua secara teori
4.700Ω, secara nilai multimeter analog nilai hambatan yang terlihat yaitu
4.900Ω, namun pada saat dihitung menggunakan multimeter digital nilai
hambatannya yaitu 4.700Ω

9
c. Menentukan Tegangan Vab pada sumber arus DC
Langkah pertama kita harus menyambungkan Power Supply pada
multimeter analog untuk menentukan tegangan DC.
Sesuai data pada data hasil percobaan voltase yang kami gunakan
pada Power Supply yaitu 6 Volt. Hasil yang terlihat pada multimeter
analog saat kami hubungkan yaitu 1 dan hasil yang terlihat pada
multimeter digital saat kami hubungkan yaitu 1,031 dan juga hasil secara
teori/perhitungan menggunakan rumus yaitu 1,05.
Dengan demikian persentase kesalahan yang terjadi pada
multimeter analog dengan hasil teori/perhitungan rumus yaitu 4,8% dan
persentase kesalahan yang terjadi pada multimeter digital dengan hasil
teori/perhitungan rumus yaitu 3%

VII. Kesimpulan

1. Multimeter dapat di operasikan dengan sakelar banyak posisi, meter dapat di ubah
menjadi Ampmeter, Voltmeter dan Ohmmeter secara cepat dan mudah.
2. Multimeter digital adalah multimeter yang menunjukan hasil penilaianya dengan
digit atau angka.
3. Hasil pengukuran sama dengan nilai pada multimeter di kurangi dengan nilai
kalibrassi.
4. Perbedaan multimeter digital dan analog terletak pada cara penggunaanya.
5. Multimeter analog biasanya di gunakan untuk mengetahui baik atau tidaknya
suatu komponen di karenakan apabila mengukur nilai suatu komponen,
multimeter analog kurang akurat dalam hasil pengukurannya.
6. Kalibrasi adalah cara yang di lakuakan untuk mengembalikan kedudukan jarum
pada kedudukan nol.

10
VIII. Daftar Pustaka

http://materi4fisika.blogspot.com/2015/05/laporan-praktikum-percobaan-
multimeter.html
http://13121002elektronikadasarbsi.blogspot.com/2013/03/pengertiafungsi-
multimeter-analog-dan.html
https://steemit.com/utopian-io/@qurba/menggunakan-multitester-digital-sebagai-volt-
meter-untuk-memperbaiki-handphone
Rafsyam, Yenniwarti . 2012 . “DIKTAT LABORATORIUM DASAR
PENGUKURAN ELEKTRONIKA” , DEPOK

11