Anda di halaman 1dari 5

27

BAB III

KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

3.1 Kerangka Pemikiran

Tujuan umum pembelajaran kimia adalah memperoleh pemahaman yang

telah lama perihal fakta, kemampuan mengenal dan memecahkan masalah,

mempunyai keterampilan dalam penggunaan laboratorium, serta mempunyai

sikap ilmiah yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran kimia tidak terlepas dari dua komponen pembelajaran yang saling

berkaitan yaitu proses belajar dan proses mengajar. Dengan demikian,

pembelajaran kimia seharusnya mengutamakan keterlibatan peserta didik secara

optimal sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Salah satu faktor eksternal yang memiliki keterkaitan terhadap hasil

belajar peserta didik adalah strategi atau model pembelajaran. Starategi

pembelajaran yang diterapkan guru dalam proses belajar mengajar akan

memberikan pengaruh pada aktifitas belajar siswa. Sejumlah peneliti juga

mealporkan bahwa Faktor proses belajar mengajar atau metode/strategi mengajar

berpangaruh pada prestasi belajar siswa (Tai, et al., 2006; Leopold & Edgar,

2008; Kalender & Berberoglu, 2009). Menurut Ausubel, seperti dikutip oleh

Dahar (2001), terdapat dua cara secara umum dalam penyemapaian materi keapda

siswa. Pertama, materi didesain oleh guru sedemikian rupa sehingga pengetahuan

konsep, teori dan prinsip yang menjadi tujuan pembelajaran ditemukan sendiri

oleh siswa. Kedua, siswa menerima langsung pengetahuan konsep, generalisasi,

dan teori yang menjadi tujuan pembelajaran. Kedua metode ini diduga akan

27
28

memebrikan dampak yang berbeda pada tingkat pemahaman siswa apda materi

pelajaran dan kemampuan berpikir mereka, seperti keamampuan pemecahan

masalah

Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Kendari memiliki peserta didik yang

sangat heterogen dari tinjauan suku, agama, profesi orang tua, dan kemampuan

akademik peserta didik itu sendiri. Perbedaan ini mendorong guru untuk

menciptakan suasana belajar yang mampu bekerja sama, dan mampu

mengkomunikasikannya dan memilih model pembelajaran yang disesuaikan

dengan materi ajar.

Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Kendari merupakan sekolah dengan

fasilitas sarana dan prasarana yang cukup memadai namun kegiatan pembelajaran

yang memanfaatkan fasilitas tersebut belum maksimal dilaksanakan sehingga

masih memerlukan kreativitas guru dalam memahamkan materi pelajaran. Dari

analisis karakteristik peserta didik, materi ajar, dan media/sumber belajar serta

didukung oleh hasil-hasil penelitian terkait hasil belajar kognitif dan keterampilan

pemecahan masalah maka dipilih dua model pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 guru harus mampu

menerapkan pendekatan saintifik dengan tahapan kegiatan mengamati, menanya,

mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Model

pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik diantaranya dalah adalah

pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan model pembelajran inkuiri terbimbing

(PIT). Pembelajaran berbasis masalah (PBM) yaitu suatu model pembelajaran

yang melibatkan keaktifan peserta didik dalam menganalisis dan memecahkan


29

masalah melalui tahapan-tahapan ilmiah sehingga peserta didik dapat mempelajari

pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki

keterampilan untuk memecahkan masalah. Sedangkan model pembelajaran inkuiri

terbimbing merupakan model pembelajaran dimana guru melibatkan peserta didik

dalam melakukan penyeldidikan dengan memberikan pertanyaan bermakna

kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat mencapai arah yang benar

dalam proses ilmiah.

Berdasarkan uraian singkat di atas, diduga kuat bahwa kedua model

tersebut dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik. Pengaruh model

pembelajaran dalam penerapannya pada materi reaksi redoks dilihat dari

keberhasilan peserta didik yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar

kognitif dan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Adapun alur

penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1.


30

Muncul masalah dalam pembelajaran:

1) Guru msih kesulitan menyesuaikan sintak dalam model


pembelajaran yang direkomendasikan Kurikumlum 2013
2) penilaian hanya pada aspek kognitif saja

Solusi dan Inovasi: Studi Literatur: Solusi dan Inovasi:


Penerapan Model Model Pembelajaran, Materi Reaksi Penerapan Model
Pembelajaran Berbasis Rediks, HBK, KPM, Penelitian Pembelajaran Inkuiri
Masalah
Terdahulu Terbimbing

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pengembangan Instrumen


1) Silabus 1) Tes HBK Reaksi Redoks
2) RPP 2) Tes Keterampilan Pemecahan Masalah
3) LKS (KPM)

Kelas Eksperien 1 Kelas KEsperien 2


Tes Awal
(Kelas X MIA 2) (Kelas X MIA 3)

Pelaksanaan Eksperien: Pelaksanaan Eksperien:


Proses Pembelajaran Menggunakan Proses Pembelajaran Menggunakan
Model Pembelajaran Berbasis Masalah Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Tes Akhir
Peserta Didik

Data, Pengolahan, dan


Analisis Data

Pembahasan Hasil Penelitian

Pengambilan Keputusan:
Pengaruh Model Pembelajaran
Gambar 3.1 Alur Penelitian
31

3.2 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian terori, hasil penelitian yang relevan dan kerangka

berpikir yang telah dikemukakan di atas, maka hipotesis penelitian ini berdasarkan

rumusan masalah dirumuskan sebagai berikut.

Hipotesis I

Hipotesis statistik:

H0 : γ1 γ2 = 0; dan H1 : γ1 γ2 ≠ 0

Dengan:

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran


terhadap hasil belajar kognitif peserta didik.
H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran
terhadap hasil belajar kognitif peserta didik.
γ : Koefisien pengaruh.

Hipotesis II

Hipotesis statistik:

H0 : γ1 γ2 = 0; dan H1 : γ1 γ2 ≠ 0

Dengan:

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran


terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik.
H1 : Ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran
terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik.
γ : Koefisien pengaruh.