Anda di halaman 1dari 33

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP SISWA DALAM MENCUCI

TANGAN YANG BENAR DAN SEHAT PADA SISWA SD NO. 1 PEREAN BARAT

Disusun Oleh:

KELOMPOK III

1. Ni Made Andriyani Wiasa (16C11804)

2. Ni Made Arik Pusparani (16C11810)

3. Ni Luh Heni Nuryani (16C11830)

4. I Putu Pahang Reforansa P. (16C11847)

5. Made Budi Setiawan (16C11853)

6. Ni Nyoman Sri Windari (16C11858)

7. Ni Made Yayang Anjani (16C11877)

8. Ni Putu Yumi Masyuniati (16C11879)

FAKULTAS KEPERAWATAN

PROGRA STUDI SARJANA KEPERAWATAN


INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN (ITEKES) BALI

TAHUN 2019
PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
tanpa berkat dan rahmat Nya-lah kami tidak dapat menyelesaikan makalah tentang
Korelasi Pearson Product Moment tepat pada waktu yang telah di tentukan.
Kami juga berterimakasih kepada pihak yang baik secara langsung ataupun tidak
langsung membantu kami dalam mengerjakan makalah ini. Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas yang di berikan pada mata pelajaran Biostatistik pada
semester VII di ITEKES BALI.

Penulis ini mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua


pihak yang memebantu dan menyelesaikan makalah ini, khususnya pada dosen
yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan.
Karena itu penulis meminta saran maupun kritik secara terbuka. Semoga makalah
ini bisa menjadi pedoman dan bermanfaat bagi para pembaca dan dosen penguji.
Terimakasih

Denpasar, 10 November 2019

Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................................................i
DAFTAR ISI .....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Rumusan Masalah ..........................................................................1
B. Tujuan Penelitian ............................................................................1
C. Manfaat Penelitian ..........................................................................1
BAB II KERANGKA KONSEP DAN VARIABEL PENELITIAN
A. Kerangka Konsep ...........................................................................3
B. Hipotesis Penelitian......................................................................... 4
C. Variabel Penelitian ..........................................................................5
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian ............................................................................ 8
B. Tempat dan Waktu Penelitian .........................................................9
C. Populasi, Sampel, Sampling ...........................................................9
D. Pengumpulan Data .........................................................................11
E. Rencana Analisa Data .....................................................................18
F. Etika Penelitian ..............................................................................23
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian ...............................................................................25
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................50
B. Saran ...............................................................................................50
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................51
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini


adalah “Apakah ada Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa dalam
Mencuci Tangan yang Benar dan Sehat Pada siswa SD No. 1 Perean Barat?”.

B. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Secara umum yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah
Mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa dalam
Mencuci Tangan yang Benar dan Sehat Pada siswa SD No. 1 Perean
Barat.
2. Tujuan Khusus
a. Megetahui gambaran Pengetahuan Siswa dalam Mencuci Tangan
yang Benaar dan Sehat di SN No. 1 Perean Barat.
b. Megetahui gambaran Sikap Siswa dalam Mencuci Tangan yang
Benaar dan Sehat di SN No. 1 Perean Barat.
c. Mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa dalam
Mencuci Tangan yang Benar dan Sehat Pada siswa SD No. 1
Perean Barat.
C. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Mampu meningkatkan pemahaman dari siswa terhadap sikap
mencuci tangan.
b. Mampu memberikan wawasan bagi siswa sehingga mampu
memberikan penyuluhan di lingkungan sekitar mereka.
2. Manfaat Praktis
Mampu meningkatkan kesehatan siswa dan daya tahan tubuh siswa,
melalui praktek sikap mencuci tangan yang benar dan sehat.
a. Bagi Siswa
Diharapkan dapat menjadi cerminan bagi siswa tentang pentingnya
PHBS khususnya mencuci tangan dalam upaya PHBS khususnya
mencuci tangan di sekolah sehingga dapat meningkatkan derajat
kesehatan siswa yang optimal.
b. Bagi Masyarakat
Diharapkan dapat mejadi contoh dalam menjaga prilaku PHBS
dalam lingkungan bermasyarakat.
c. Bagi Guru
Diharapkan dapat menambah wawasan guru dalammenanamkan
pendidikan PHBS pada siswa khususnya mencuci tangan.

BAB II

KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN VARIBEL PENELTIAN


A. Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu
terhadap konsep yang lainnya dari masalah yang ingin diteliti (Setiadi,
2007).

Faktor-faktor yang Komponen-komponen yang


mempengaruhi pengetahuan : mempengaruhi sikap:
1. Faktor internal 1. Komponen kognitif
1) Pendidikan 2. Komponen afektif
2) Umur 3. Komponen konatif
3) Pengalaman
2. Faktor eksternal
1) Lingkungan
2) Sosial budaya tentang
Pengetahuan Sikap tentang mencuci tngan
mencuci tanganmedia
3) Informasi yang benar yang benar dan sehat
dan sehat
massa

PHBS baik

Derajat kesehatan siswa yang


optimal

Keterangan :

: variabel yang diteliti

: variabel yang tidak diteliti

: pengaruh

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa


dalam Mencuci Tangan yang Benar dan Sehat Di SD No 1 Perean
Barat.
Berdasarkan kerangka konsep diatas dapat dijelaskan
bahwa variabel independen adalah pengetahuan tentang mencuci
tangan yang benar dan sehat, sedangkan variabel dependen adalah
sikap mencuci tangan yang benar dan sehat. Dimana variabel
independen yaitu pengetahuan tentang mencuci tangan yang benar
dan sehat di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor internal adalah pendidikan, umur, dan
pengalaman baik maupun pengalaman umum yaitu pengalaman
yang didapat dalam kesehariannya untuk mencuci tangan baik
sebelum dan sesudah melakukan aktifitas secara mandiri atau
bersama teman-temannya, dan pengalaman orang lain yaitu
pengalaman yang didapat dari pembelajaran yang di ajarkan atau
melihat cara orang lain dalam mencuci tangan. Sedangkan faktor
eksternal adalah lingkungan, sosial budaya, dan informasi media
massa. Sedangkan komponen yang mempengaruhi sikap adalah
komponen kognitif, komponen afektif dan komponen konatif.
Disini akan dihubungkan antara sikap mencuci tangan yang benar
dan sehat dengan pengetahuan tentang mencuci tangan yang benar
dan sehat, sehingga diketahui apakah ada hubungan antara sikap
tentang mencuci tangan siswa yang mengalami penurunan dengan
pengetahuan tentang mencuci tangan siswa rendah, kedua variabel
ini akan dipengaruhi PHBS siswa sehingga di dapat derajat
kesehatan siswa yang optimal.

B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara untuk penelitian yang
kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut. Setelah melalui
pembuktian dari hasil penelitian hipotesis ini dapat diketahui dengan benar
atau salah, dapat diterima atau ditolak.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ha: ada hubungan pengetahuan dengan sikap siswa dalam mencuci tangan
dengan baik dan sehat di SD No. 1 Perean Barat.
C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel penelitian
Variabel penelitian adalah karakteristik yang diamati yang
mempunyai variasi nilai dan merupakan operasionalisasi dari suatu
konsep agar dapat diteliti secara empiris atau ditentukan tingkatnya
(Setiadi, 2007:161).

a. Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi


atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen/terikat (Sugiyono, 2010: 39). Variabel independennya
adalah Pengetahuan.
b. Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau
yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Setiadi,
2007:161). Variabel dependennya adalah Sikap.

2. Definisi Operasional
Menurut Nursalam (2009: 101) Definisi Operasional Variabel adalah
mendifinisikan variable secara operasional berdasarkan karakteristik
yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan
observasi atau pengukuran secara cermat terhadap objek atau
fenomena.

Definisi operasional variabel

1. Pengetahuan
Pengetahuan adalah konsep yang dipahami siswa oleh siswa
dalam mencuci tangan sesuai dengan proses pembelajaran. Alat
ukur yang digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa
menggunakan mencuci tangan yang benar dan sehat dalam
penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Untuk data
pengetahuan menggunakan skala guttman dengan pilihan
jawaban terdiri dari ya mendapat nilai 1 dan tidak mendapatkan
nilai 0.
2. Sikap
Sikap adalah reaksi atau respons siswa terhadap mencuci
tangan yang benar dan sehat, perasaan yang menyangkut aspek
emosional dan aspek kecenderungan berperilaku dalam
mencuci tangan sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh siswa.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap siswa dalam
mencuci tangan yang benar dan sehat dalam penelitian ini
adalah menggunakan lembar kuesioner. Untuk data sikap
menggunakan skala guttman dengan pilihan jawaban berupa ya
mendapat nilai 1 dan tidak mendapat nilai 0.

3.1 Tabel Definisi Operasional.

No Variabel Definisi Cara & alat Hasil Skala


Operasional pengumpula pengukuran
n data
1 Pengetahua Pengetahuan Kuesioner a. Baik> 8 Ordinal
n adalah konsep
b. Kurang <8
yang dipahami
Dengan
oleh siswa
menggunakan
dalam
skala
mencuci
guttman
tangan sesuai
berupa :
dengan proses
pembelajaran. Ya mendapat
nilai 1

Tidak
mendapat
nilai 0
2 Sikap Sikap adalah Kuisioner a. Baik> 5 Ordinal
reaksi atau
b. Kurang <5
respons siswa
Dengan
terhadap
menggunakan
mencuci skala
tangan yang guttman
benar dan berupa:
sehat, perasaan
Ya mendapat
yang
nilai 1
menyangkut
aspek Tidak

emosional dan mendapat


aspek nilai 0
kecenderungan
berperilaku
dalam
mencuci
tangan sesuai
dengan sikap
yang dimiliki
oleh siswa.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi yang
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan korelatif antara variabel
tingkat pengetahuan dengan siswa yang terlibat dalam mencuci tangan yang
benar dan sehat di SD No 1 Perean Barat. Dalam penelitian ini juga
menggunakan desain penelitian cross-sectional yaitu suatu desain penelitian
yang dilakukan pada suatu saat atau satu periode tertentu dan pengamatan
subjek studi hanya dilakukan satu kali selama penelitian (Hidayat 2009: 49).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Pengambilan data dilakukan di SD No Perean Barat pada tanggal 19 Mei
2014. Adapun pertimbangan pemilihan lokasi penelitian ini karena SD No 1
Perean Barat merupakan SD yang masih terlihat kurang bagus di PHBS. Ini
terlihat dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan di dukung oleh
pengakuan dari para guru di SD No 1 Perean Barat. Selain itu, penelitian
yang dilakukan tentang hubungan pengetahuan dan sikap siswa dalam
mencuci tangan yang benar dan sehat pada siswa SD 1 Perean Barat belum
pernah dilakukan. Pengumpulan data dilkukan sendiri oleh peneliti dalam
waktu 1 hari.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek
yang mempunyai persamaan kuantitas dan karakteristik tertentu yang di
tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Populasi yang digunakan dalam
penelitian di adalah siswa SD No 1 Perean Barat dari kelas IV, V dan VI
yang berjumlah 110 orang, yaitu kelas IV berjumlah 41 orang, kelas V
berjumlah 35 orang dan kelas VI berjumlah 34 orang.

Populasi yang diambil pada periode penelitian ini adalah kelas IV


V dan VI masing-masing kelas diambil berdasarkan no urut absen pada
kelas IV yaitu sebanyak 19 orang siswa, kelas V sebanyak 16 orang siswa
dan kelas VI sebanyak 16 orang siswa. Jadi jumlah populasi sebanyak 51
orang.
2. Sampel Penelitian
a. Besar sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti atau
sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi
(Hidayat, 2009). Karena tidak semua siswa dari jumlah kelas IV, V,
VI yang menjadi sampel, maka jumlah sampel dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Rumus :
( Ζ . α ) 2×Ρ ( 1−Ρ )
n=
α2
( 1 . 96 )2 ×0 .5 ( 1−0. 5 )
n=
( 0 . 1 )2
n= 90
Keterangan:
n = Sampel besar
Zα=1,96 ( α = 0,05)
P = estimasi proporsi kejadian p tidak diketahui digunakan 0,5
d= tingkat presisi = 10%

Karena partisipasi kurang dari 10.000 maka perlu dilakukan


koreksi sebagai berikut:
n
n
1+
nk = N
90
nk = 90
1+
110
nk = 45
berdasarkan perhitungan, maka besar sampel keseluruhan
yang dibutuhkan adalah 45 siswa. Dari 45 siswa tersebut
dilakukan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified
random sampling, dengan menggunakan strata yang sudah
ditentukan yaitu kelas IV, V, dan VI. Kemudian pengambilan
sampel pada setiap jenjang kelas menggunakan simple random
sampling yaitu pemilihan menggunakan undian kertas kecil yang
berisikan nama dan nomer urut siswa.
Penentuan jumlah sampel pada masing-masing strata
berdasarkan pada proporsi kelas adalah:
41
Kelas IV = × 45=17
110
35
Kelas V = × 45=14
110
34
Kelas VI = × 45=14
110
b. Kriteria sampel
Menurut Nursalam (2009: 92) kriteria sampel biasanya digunakan
untuk mengurangi bias dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini,
kriteria sampel dibedakan menjadi dua antara lain sebagai berikut.
1) Kriteria Inklusi
a) Siswa kelas IV, V dan Vl di SD No 1 Perean Barat
b) Siswa kelas IV, V dan VI di SD No 1 perean Barat yang
disetujui menjadi responden dan telah menandatangani
inform consent.
c) Siswa kelas IV,V, dan VI di SD No 1 perean Barat yang hadir
pada saat pengambilan data.
d) Siswa kelas IV,V dan VI di SD No l perean Barat yang tidak
sedang terikat dengan kegiatan sekolah.
2) Kriteria eksklusi
Merupakan kriteria sampel yang tidak dapat dan tidak layak
untuk diteliti, kriterianya sebagai berikut:
a) Siswa kelas IV, V danVI di SD No1 Perean Barat, yang
menolak untuk menjadi responden.
b) Siswa kelas IV, V dan VI di SD No I Perean Barat, yang tidak
sekolah karena sakit atau izin saat penelitian dilakukan.
c) Siswa kelas IV, V dan VI di SD No 1 Perean Barat yang
sedang terikat dengan kegiatan sekolah.
Berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi pada
penelitian yang dilakukan dua orang siswa yang tidak dapat
mengikuti penelitian yang dilakukan oleh peneliti karena tidak
sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dua orang siswa ini
tidak dapat berpartisipasi dalam penelitian karena tidak hadir pada
saat penelitian dilakukan karena sakit.
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data
1. Alat pengumpulan Data
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner
yang berisi pertanyaan. Kuisioner merupakan teknik yang mendukung data
yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan atau meminta
pertanyaan kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2010).
Dalam kuesioner tersebut terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi
pengetahuan yaitu pendidikan, umur, pengalaman, lingkungan, budaya dan
informasi media masa. Dari ketujuh faktor-faktor yang mempengaruhi
pengetahuan tersebut terdapat beberapa pertanyaan dan semua pertanyaan
tersebut bersifat positif. Jenis data tergolong data primer yang bersumber
dari siswa sendiri yang dijadikan sampel. Kuisioner dibuat sendiri oleh
peneliti kemudian dilakukan content validity kepada dua orang expert
dibidang keperawatan anak dan keperawatan komunitas untuk mengoreksi
kuisioner yang sudah dibuat. Untuk data pengetahuan menggunakan skala
guttman dengan memberikan 16 pertanyaan dari seluruh data pengetahuan
dengan pilihan jawaban ya mendapat nilai 1 dan jawaban tidak mendapat
nilai 0. Sedangkan data sikap dengan menggunakan skala guttman
memberikan 10 pertanyaan dari keseluruhan data sikap dengan pilihan
jawaban ya mendapat nilai 1 dan jawaban tidak mendapat nilai 0.
Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan
cara "self report" yaitu responden mengisi sendiri lembar kuesioner.
Setelah lembar persetujuan disetujui oleh responden, peneliti menjelaskan
kepada responden tentang tujuan, manfaat dan prosedur penelitian serta
tata cara pengisian kuesioner. Setelah itu responden diminta untuk mengisi
kuesioner yang diberikan oleh peneliti.
a. Uji validitas
Uji validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur
itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoadmojo, 2010:
164). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan content
validity. Analisa terhadap kuesioner dilakukan oleh
pembimbing dan dua orang expert di bidang keperawatan anak
dan keperawatan komunitas.
b. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah penilaian hasil pemantauan atau penilaian
saat penelitian atau penilaian hidup sebelumnya di pengukuran
atau evaluasi berulang kali dalam waktu yang berlainan
(Nursalam, 2008: 104). Pada penelitian ini menggunakan uji re-
test reliabilitas. Kuesioner di sebarkan ke kumpulan orang,
setelah dilengkapi atau diisi selanjutnya kuesioner
dikumpulkan. Langkah berikutnya, kuesioner yang sama
didistribusikan kembali ke kelompok yang sama (Swarjana,
2013).
2. Teknik pengumpulkan data
a. Tahap persiapan
Adapun hal-hal yang dipersiapkan sebelum penelitian
adalah sebagai berikut:
1. Surat ijin penelitian untuk memohon ijin dilakukannya
penelitian. Penelitian menggunakan ijin yang berupa surat
yang ditanda tangani oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKES) Bali kepada Kesbanglinmas Provinsi
Bali yang tembusannya kepada Kesbanglinmas Kabupaten
Tabanan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Tabanan dan Kepala Sekolah SD Nol Perean
Barat.
2. Surat permohonan untuk menjadi responden.
3. Surat persetujuan untuk menjadi responden
4. Mempersiapkan alat yang digunakan dalam penelitian, yaitu
berisi kuesioner dan alat tulis.
b. Tahap pelaksanaan
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 Mei 2014 di
SD No l Perean Barat oleh peneliti sendiri dan dibantu oleh
seorang teman yaitu Doni Agus Setiawan. Setelah ijin
penelitian dari pihak sekolah diperoleh, dilanjutkan ke
pelaksanaan, yaitu:
1. Menentukan partisipasi siswa kelas IV, V, VI yang ada di
SD Perean Barat ditempuh 110 orang. Kemudian No 1
menentukan sampel yang berjumah 51 orang untuk
menjadi responden dengan cara mengundi menggunakan
kertas kecil. Dari masing-masing kelas di undi sebanyak
17 orang jadi terkumpul 51 orang.
2. Memberikan penjelasan kepada responden mengenai
maksud dan tujuan dari penelitian yang dilakukan. Saat
respoden sudah disetujui untuk megikuti penelitian maka
calon responden menandatangani inform consent sebagai
bukti kesediaan menerima penelitian.
3. Setelah calon responden menandatangani informed consent
penelitian kemudian memberikan kuesioner kepada
responden yang berisikan pertanyaan mengenai
pengetahuan dan sikap. Kuesioner dijawab sendiri oleh
responden dan tidak ada yang mewakili dan tanpa
perwakilan dari pihak lain. Kesempatan untuk bertanya
diberikan pada saat pengisian kuesioner yang bila tidak ada
yang dimengerti sehubungan dengan pertanyaan yang ada
dalam kuesioner. Hasil pengisian kuesioner diambil pada
hari itu juga setelah pengisian kuesioner selesai dilakukan
oleh responden, kemudian skor masing-masing jawaban
oleh peneliti.
4. Setelah lembar kuesioner terisi lengkap, peneliti
mengucapkan terima kasih kepada responden atas
partisipasi dalam penelitian.
E. Teknik Mengolah Data dan Menganalisa Data
1. Tekhnik pengelolahan data
Menurut Hidayat (2009 : 107), dalam melakukan analisa data, data
yang diperoleh terlebih dahulu harus diolah dengan tujuan mengubah data
menjadi informasi. Informasi yang digunakan untuk memproses
pengambilan keputusan, terutama dalam pengujian hipotesis. Dalam
proses pengolahan, langkah-langkah yang harus ditempuh, diantaranya:
a. Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data
yang diperoleh atau dikumpulkan. Jika ada kesalahan akan diperbaiki
secara langsung. Pada tahap editing, peneliti memeriksa kuesioner
yang sudah selesai dikerjakan oleh siswa. Data yang di dapat tersebut
di editing dan di dapatkan bahwa terdapat beberapa siswa yang masih
kurang mengisi identitas dan nomor absen.
b. Coding
Memberikan kode dan mengklasifikasikan data untuk
mempermudah pengolahan data. Kode yang diberikan diantaranya
berdasarkan variabel pengetahuan baik kode 1 dan kode buruk 2. Dan
untuk variabel kode sikap baik kode 1 dan buruk kode 2.
c. Scoring dan Tabulating
Scoring adalah memberikan penilaian terhadap item-itemyang
perlu diberikan Skor. Scoring pada penelitian ini dilakukan pada scor
pada masing-masing pernyataan yang ada pada kuesioner disesuikan
dengan pernyataan tersebut. Kemudian data dikelompokkan dan
ditabulasi sehingga diperoleh frekuensi dari masing-masing kelompok
sesuai dengan variabel independen dan dependen yang diteliti, Hal
tersebut dilakukan untuk mempermudah entry data nantinya.
d. Entry
Data yang diperoleh dari penelitian ditabulasi kemudian data di
entry dengan menggunakan program SPSS for window versi 17.0.
kemudian diperoleh hasil dari penelitian, seperti tingkat pengetahuan
dan sikap serta hubungan dari kedua variabel tersebut.
2. Teknik Analisa Data

Analisa data merupakan langkah pengelola data sesuai dengan prosedur yang
benar dan digunakan untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan siswa
kelas IV, V, VI terhadap PHBS di SD No 1 Perean Barat tahun 2014 dan untuk
memperoleh data ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan siswa kelas IV,
V, VI dengan sikap siswa terhadap PHBS.

Adapun langkah-langkah dalam analisa data adalah sebagai berikut :

a. Pemilahan data hasil penelitian a. Memisahkan lembar-lembar jawaban


dari kuesioner yang sah dan tidak sah. Kegiatan yang dilakukan antara
lain pemberian skor pada setiap lembar jawaban tiap item sehingga dapat
diketahui skor total pada setiap individu.
b. Dalam teknik scoring ini sesuai dengan jenis pernyataan yang digunakan
yaitu pernyataan positif dengan skor 0-1

Ranting Skor Positif


YA 1
TIDAK 0

c. Tekhnik Analisa Data

1. Data variabel pengetahuan diberikan skor dan penilaian serta hasil


responden yang telah diberi skor kemudian dijumlahkan dan dibandingkan
dengan jumlah skor maksimal dikalikan 1 00%, rumus yang digunakan
adalah:

N = SP X100%
SM
Keterangan :
N: Nilai
Sp: skor yang diperoleh
Sm : skor maksimal dari nilai yang didapatkan Kemudian hasi! persentase
ditafsirkan dengan skala ordinal, yaitu :
a. Baik jika nilai =>8
b. Buruk jika nilai akumulasi <8 2.

2. Sikap siswa
Sikap siswa mengambil nilai dari lembar kuesioner yang di bagikan
kepada siswa yang terdiri dari 10 pertanyaan yang berisikan tentang
komponen sikap yaitu kongnitif, afektif dan konatif. Semua pertanyaan
dalam kuesioner ini bersifat positif. Untuk data sikap menggunakan skala
gutiman dengan memberikan 10 pertanyaan dari keseluruhan data sikap
dengan pilihan jawaban berupa ya mendapat nilai 1 dan tidak mendapat
nilai 0. Sclanjutnya skor yang didapat responden secara individu
dijumlahkan dan dibandingkan dengan skor yang tertinggi dikalikan 100%
rumus yang digunakan adalah:

N = Sp X 100%
Sm

Keterangan :
N: Nilai
Sp : skor yang diperoleh
Sm : skor maksimal dari nilai yang didapatkan Kemudian hasil persentase
ditafsirkan dengan skala ordinal, yaitu :
c. Baik jika nilai =>5
d. Buruk jika nilai akumulasi <5

3. Korelasi Pearson Product Moment menggunakan SPSS for windows versi


17.0
Korelasi ini digunakan untuk menjawab semua rumusan masalah ketiga
dalam bab pendahuluan. Dengan tekhnik ini akan diperoleh data tentang
ada tidaknya Hubungan Pengetahuan dan Sikap Siswa Dalam Mencuci
Tangan yang Benar dan Sehat Pada Siswa SD No 1 Perean Barat tahun
2014. Namun sebelum dilakukan data barus didistribusi norma terlebih
dahulu. Karena persyaratan olah data dengan pearson product moment
harus berdistribusi normal, Untuk mengetahut data tersebut berdistribusi
normal atau tidak maka dilakukan uji normalitas terlebih dahulu.
Kemudian ketika data sudah nomal maka akan dilakukan ují korelasi
dengan pearson produci moment dan uji signifikansi. Penclitian ini
menggunakan tingkat signifikansi (a-0,05). Dikatakan berhubungan ketika
nilai probabilitas P value 0,05 schingga Ha diterima dan Ho ditolak.
Sebagai pembanding hasil penelitian mencari hasil nili dari thitung dan
dibandingkan dengan table (terlampir). Jika thitung >ttabel Ho ditolak
artinya ada hubungan antara pengetahuan dengn sikap siswa. Jika thitung
tabel Ho diterima artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan
sikap siswa. (Lampian 12)
3. Etika Penelitian
Proses pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan
aspek-aspek etik dalam penelitian. Dimana penelitian ini dilakukan setelah
mendapati izin dari SD No 1 peran barat dan resonden pnelitian menytakan
kesediaan untuk terlibat daam penelitian.
Beberapa pertimbangan etika yang harus diperhatikan bng responden
dalam proses ini adalah hak kebebasan dan keberhasilan responden serta
jaminan bebas dari rasa sakit baik fisik maupun psikologis.
Lembar persetujuan diberikan kepada responden yang diteliti, penelitian
menjelaskan maksud, tujuan dan prosedur yang dilakukan. Selanjutnya
penelitian menanyakan kesediaan menjadi responden. Jika responden bersedia,
maka responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan. Jika
responden menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini maka pencliti
tidak memaksa dan tetap menghormati hak responden. Untuk menjaga
kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama responden dalam
lembar pengumpulan data, tetapi dengan memberi kode pada masing-masing
lembar pengumpulan data. Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh
peneliti dan hanya kelompok data tertentu saja yang dilaporkan sebagai hasil
penelitian dan hasil penelitian hanya akan dibawa dan dijaga sepenuhnya oleh
peneliti.
BAB IV

HASIL PENELITIAN

EXAMINE VARIABLES=Pengetahuan Sikap

/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT

/COMPARE GROUPS

/STATISTICS DESCRIPTIVES

/CINTERVAL 95

/MISSING LISTWISE

/NOTOTAL.

Explore

Notes

Output Created 04-DEC-2019 14:02:46

Comments

Input Active Dataset DataSet3

Filter <none>

Weight <none>
Split File <none>

N of Rows in Working Data


45
File

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values for


dependent variables are treated as
missing.

Cases Used Statistics are based on cases with no


missing values for any dependent
variable or factor used.

Syntax EXAMINE VARIABLES=Pengetahuan


Sikap

/PLOT BOXPLOT STEMLEAF


NPPLOT

/COMPARE GROUPS

/STATISTICS DESCRIPTIVES

/CINTERVAL 95

/MISSING LISTWISE

/NOTOTAL.

Resources Processor Time 00:00:01,20

Elapsed Time 00:00:01,37

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Pengetahuan 45 100.0% 0 0.0% 45 100.0%

Sikap 45 100.0% 0 0.0% 45 100.0%

Descriptives
Statistic Std. Error

Pengetahuan Mean 9.96 .477

95% Confidence Interval for Lower Bound 8.99


Mean
Upper Bound 10.92

5% Trimmed Mean 9.89

Median 10.00

Variance 10.225

Std. Deviation 3.198

Minimum 4

Maximum 16

Range 12

Interquartile Range 6

Skewness .287 .354

Kurtosis -.887 .695

Sikap Mean 6.11 .315

95% Confidence Interval for Lower Bound 5.48


Mean
Upper Bound 6.75

5% Trimmed Mean 6.09

Median 6.00

Variance 4.465

Std. Deviation 2.113

Minimum 2

Maximum 10

Range 8

Interquartile Range 4
Skewness .241 .354

Kurtosis -.837 .695

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Pengetahuan .130 45 .056 .950 45 .052

Sikap .145 45 .019 .951 45 .057

a. Lilliefors Significance Correction

Pengetahuan
Pengetahuan Stem-and-Leaf Plot

Frequency Stem & Leaf

,00 0.

1,00 0. 4

12,00 0 . 666666777777

8,00 0 . 88888999

8,00 1 . 00000011

10,00 1 . 2222233333

3,00 1 . 455

3,00 1 . 666
Stem width: 10

Each leaf: 1 case(s)


Sikap
Sikap Stem-and-Leaf Plot

Frequency Stem & Leaf

1,00 2. 0

3,00 3 . 000

7,00 4 . 0000000

9,00 5 . 000000000

8,00 6 . 00000000

4,00 7 . 0000

5,00 8 . 00000

5,00 9 . 00000

3,00 10 . 000

Stem width: 1

Each leaf: 1 case(s)


Correlations
Notes

Output Created 04-DEC-2019 14:10:21

Comments

Input Data C:\Users\ASUS\Desktop\DATA


PEARSON.sav

Active Dataset DataSet3

Filter <none>

Weight <none>

Split File <none>

N of Rows in Working Data


45
File

Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values are


treated as missing.

Cases Used Statistics for each pair of variables are


based on all the cases with valid data
for that pair.

Syntax CORRELATIONS

/VARIABLES=Pengetahuan Sikap

/PRINT=TWOTAIL NOSIG

/MISSING=PAIRWISE.

Resources Processor Time 00:00:00,02

Elapsed Time 00:00:00,03

Correlations

Pengetahuan Sikap

Pengetahuan Pearson Correlation 1 .384**

Sig. (2-tailed) .009

N 45 45
Sikap Pearson Correlation .384** 1

Sig. (2-tailed) .009

N 45 45

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

KESIMPULAN

1. Uji Normalitas
Data yang berdistribusi normal adalah skor pengetahuan dan sikap,
data yang tidak berdistribusi normal adalah pengetahuan dengan nilai
0,052 < 0,05 dan sikap 0,057 < 0,05.

2. Uji Pearson Product-moment Correlation Coefficient


Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan hasil Ha diterima dan Ho
ditolak, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap siswa dalam
mencuci tangan yang benar dan sehat dengan nilai signifikan 0,009 >
0,05.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Hasil dari analisis data menunjukan hasil bahwa responden pada
penelitian ini memiliki pengetahuan mengenai cuci tangan yang
baik.
2. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa responden pada
penelitian ini memiliki sikap cuci tangan yang baik.
3. Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang cuci tangan
dengan sikap cuci tangan pada siswa SD.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan
oleh peneliti yaitu :
1. Bagi SD N 1 Perean Barat
Diharapkan mempertahankan dan meningkatkan
pengetahuan dan sikap siswa dalam pelaksanaan cuci tangan
atau hand hygiene.
2. Bagi Peneliti Selajutnya
Diharapkan peneliti selanjutnya yang tertarik untuk
meneliti mengenai cuci tangan pada siswa sekolah dasar untuk
meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi cucui tangan
pada siswa sekolah dasar.
DAFTAR PUSTAKA

Abraham, C., Sheeran, P. (2015). The Health Belief Model. Open University
Press.

Alfasfos, N., Darawad, M., Nofal, B., Samarkandi, O., & Abdulqader, B. (2016).
Knowledge, Attitudes, Beliefs and Perceived Risk of Acute Coronary
Syndrome among Jordanian Patients. Scientific Research Publishing.

Ali, Z. (2010). Dasar-dasar Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Promosi


Kesehatan. Jakarta: TIM.

Banharak, S., Zahrli, T., & Matsuo, H. (2018). Public Knowledge about Risk
Factors, Symptoms, and First Decision-making in Response to Symptoms
of Heart Attack among Lay People. Pacific Rim International Journal of
Nursing Research, 22(1), 18-29.

Benjamin, E. J., Virani, S. S., Callaway, C. W., Chamberlain, A. M., Chang, A. R.,
Cheng, S., ... & de Ferranti, S. D. (2018). Heart disease and stroke
statistics—2018 update: a report from the American Heart
Association. Circulation, 137(12), e394.

Benjamin, Bloom. (2011). Taksonomi Bloom. Diperoleh tanggal 9 November


2018, dari http://www.newworlddencyclopedia.org/entry.Benjamin-
_Bloom=Cognitive

Bensley, Robert J. (2008). Metode Pendidikan Kesehatan Masyarakat.


(Aprianingsih., & Hippy, N. S. I, Trans). Jakarta: EGC.

Buckley, T., McKinley, S., Gallagher, R., Dracup, K., Moser, D. K., & Aitken, L.
M. (2007). The effect of education and counselling on knowledge,
attitudes and beliefs about responses to acute myocardial infarction
symptoms. European Journal of Cardiovascular Nursing, 6(2), 105-111.

Eshah, N. F., Bond, A. E., & Froelicher, E. S. (2010). The effects of a


cardiovascular disease prevention program on knowledge and adoption of
a