Anda di halaman 1dari 31

Kinerja Perusahaan

Berdasarkan
Laporan Keuangan
(Freddy Rangkuti)

Dr saludin
PT Kuantum adalah perusahaan bergerak di bidang manufaktur
bahan kimia. Modal disetor Rp 25 juta sepuluh tahun yang lalu,
sekarang telah meningkat menjadi 225 juta. Informasi yang
diberikan oleh laporan keuangan sebagai berikut :

COGS PT Kuantum (Rp Juta)


Coast of Goods Sold
20 xx

a. Biaya bahan baku 2.67


b. Biaya tenaga kerja langusng 237
c. Penyusutan 41
d. Biaya lainnya 329
e. Jumlah (a+b+c+d) 329
f. Tambah : persediaan awal dalam proses 150
g. Jumlah (e+f) 3.427
h. Kurang : persediaan akhir dalam proses 230
i. Biaya produksi (h-h) 3.197
j. Tambah : persediaan awal barang jadi 244
k. Jumlah (i+j) 3.441
l. Kurang : Persediaan akhir barang jadi 465
m. Cost of Goods Sold (k-l) 2.978

Dr saludin
Neraca Keungan PT Kuantum (Rp Juta)
Neraca
Tahun 20xx
a. Net Worth
Share captial 225
Reserve 475
Total net worth 700

b. Borrowings
Long term 340
Othres 56
Total long term debt 395
Sgort term : bank borrowing 825
Total borrowing 1221

C. Capital employed (a+b) 1921

d. Fixed assets
Gross block 930
Kurang : depresiasi 230
Net block 700
Others 45
Total net fixed assets 743

Dr saludin
e. Current assets
Inventories :
Bahan baku 460
Bahan baku dalam proses 230
Barang jadi 465
Total persediaan (total inventory) 1155
Debtors 492
Cash & bank balance 53
Others 42
Total current assets 1742

f. Kurang : current liabilities


Trade creditors 275
Provisi 289
Total current liabilities 964

g. Net current assets (e-f) 1178


h. Net assets (d+g) 1921

1. ANALISA KINERJA KEUANGAN PT KUANTUM

Dr saludin
a. Rasio Likuiditas

- (1) Current rasio

Current rasio = current assets/current liabilities

Current liabilities sudah mempertimbangkan hutang jangka


pendek, sehingga nilainya menjadi Rp 564 + 825 = Rp 1389

Current rasio = Rp 1742 / Rp 1389

= 1,254 : 1

Analisis :

Perbandingan yang dianggap likuid adalah 2 : 1. Hasil diatas adalah


1,25 : 1 artinya komposisi hutang sudah sangat besar dbandingkan
dengan harta lancar, yaitu sebesar 79.7%. Rasio ini mengatakan
semakin besar angkanya berarti semakin besar kemampuan

Dr saludin
perusahaan membayar kewajiban kepada kreditor.

- (2) Quick ratio

Quick ratio = (current assets – inventories)/current liabilities

= (Rp 1742 – 1155)/ Rp 1389

= 587 /1289

= 0,42 : 1

Analisis :

Rasio 1 : 1 mencerminkan kondisi keuangan yang cukup baik.


Semakin besar nilai rasio semakin baik kondisi keuangan
perusahaan. Dengan kondisi rasio 0.42, kemungkinan akan
mengalami kesulitan likuiditas cukup besar. Jalan keluar adalah
mempercepat tingkat perputaran persediaan.

Dr saludin
- (3) Cash ratio

Cash ratio =(cash +Marketable securities)/ Current liability

= Rp 53/Rp 1389

= 0.038

Analisa :

Perusahaan hanya memiliki cash ratio yang sangat kecil, yaitu


0.038 atau 3,8 % dibandingkan dengan seluruh kewajiban.

- (4) Interval measure

Kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dapat diukur dengan

Interval measure = (Current assets –Inventory) / Average


dailly operating expenses

Dr saludin
Rata-rata biaya operasional setiap hari (average dailly operating
expenses) dihitung dengan cara :

Cost of Goods Sold + biaya penjualan + biaya administratif + biaya


lainnya, dikurangi penyusutan dan dibagi jumlah hari selama
setahun. Jadi :

[ Rp 2976 + Rp 340 –Rp 41]/360 = 9,097

Interval measure = {Rp 3742- Rp 1155]/9,097

= 64,53 hari

Artinya perusahaan mampu membiayai biaya operasionalnya dalam


waktu 65 hari.

- (5) Net working capital ratio

Net working capital ratio = Net working capital/Net assets

Dr saludin
= (Rp 1742 – Rp 1389)/Rp 1921

= 0,184

b. Rasio Hutang (laverage Ratio)

- (1) Total debt ratio

Debt ratio = Total debt/ (Total debt + Net worth)

= (Rp 396+ Rp 825)/ (Rp 395 +Rp 825 +Rp 701)

= Rp 1.221/Rp 1921

= 0,635

Analisa :

Debt ratio sebesar 0,635 berarti bahwa pihak ketiga telah

Dr saludin
meminjamkan uangnya sebesar 63,5% kepada perusahaan atau
dengan kata lain perusahaan telah membawa sebesar 1-0,635 =
0,36 atau sebesar 36% dari net asetnya.

- (2) Debt eguity ratio

Debt equity ratio = Total debt/Net worth

= Rp 1.221/ Rp 700

= 1,74

Analisa :

Ini berarti total hutang dimiliki perusahaan 1,74 kali dibandingkan


Equity yang dimiliki perusahaan, atau total hutang telah
memberikan kontribusi sebesar 1,74 kali dibandingkan equity

Dr saludin
- (3) Long term debt ratio

Untuk mengetahui rasio hutang dalam jangka panjang, kita


gunakan,

Long term debt ratio = Long term debt/ (Long tern debt +
Net assets)

= Rp 396/(Rp 398+Rp700)

= Rp 396/Rp 1096

= 0,36

- (4) Interest caverage ratio

Untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar bunga hasil


pinjaman

Dr saludin
Interest coverage ratio = EBIT / Interest

= Rp 304/Rp 180

= 1,09 kali

Analisa :

Ini berarti perusahaan mampu membayar bunga pinjaman dari


hampir 60% pendapatannya sebelum dipotong pajak (EBIT).
Semakin besar rasio ini semakin baik keuangan perusahaan,
sebaliknya semakin rendah rasio ini mencerminkan kegiatan
operasional tidak bekerja efisien.

c. Activity Ratio

Rasio ini disebut pula rasio perputaran karena menjelaskan


kecepatan perputaran antara penjualan dengan aset, Keseimbangan
kecepatan perputaran antara penjualan dan aset menunjukkan

Dr saludin
manajemen telah bekerja secara optimal.

- (1) Inventory turnover

Rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan telah efisien menjual


produknya.

Inventory turnover = Cost of goods sold/Average inventory

Rata-rata persedia (average inventory) dihitung dengan cara :


persediaan awal ditambah persediaan akhir lalu dibagi 2 :

Inventory turnover = Rp 2976/(Rp244 + Rp463)/2

= Rp 2976/ Rp 554,5

= 8,39 kali

Analisa :

Dr saludin
Ini berarti persediaan disimpan di dalam gudang selama 12 bulan
/8,39 = 1,43 bulan atau 360 hari/8,39 = 42,9 hari

Untuk perusahaan manufaktur, terdapat bahan baku dan barang


dalam proses,

Inventory turnover untuk bahan baku =

Penggunaan bahan baku / Rata-rata persediaan bahan baku

= Rp 2.670/(Rp 390 + Rp 460)/2

= Rp 2.670/Rp 425

= 6,28 kali

Inventory turnover untuk barang dalam proses =

Penggunaan bahan baku/Rata-rata persediaan bahan baku

Dr saludin
= Rp3.427/(Rp 150 + Rp230)/2

= Rp 3.427 /Rp 190

= 18,04 kali

Analisa :

Persediaan bahan baku berputar sebanyak 6.28 kali selama setahun


atau berada di dalam gudang selama 360/6,28 =57,3 hari,
sedangkan persediaan barang dalam proses berputar selama 18,04
kali dalam setahun atau 360/18,04 = 20 hari. Jadi persediaan
barang dalam proses berputar lebih cepat. Urutan perputaran
adalah :

- Barang dalam proses = 20 hari sekali


- Barang jadi = 43 hari sekali
- Bahan baku = 57 hari sekali

Dr saludin
Semakin cepat perputaran semakin baik perusahaan dalam
mengelola persediaan.

d. Profitability Ratio

- (1) Gross profit margin dan Net profit margin

a. Gross profit margin

Gross profit margin = (Sales- Cost of goods sold) / Sales

= (Rp 3.580 –Rp 2.976)/Rp 3.580

= Rp 604/Rp 3.580

= 0,169 atau 16,9%

Gross profit margin mencerminkan efisiensi perusahaan dalam


menghasilkan setiap unit yang diproduksi. Semakin besar angka ini

Dr saludin
semakin mampu menjual produk dengan biaya yang semakin
rendah. Ini berarti produktivitas yang tinggi atau harga jual produk
yang tinggi.

b. Net profit margin

Net profit margin = Profit after tax/ Sales

= Rp 81/ Rp 3.580

= 0,022 atau 2,2%

Semakin besar rasio ini mencerminkan manajemen telah bekerja


secara efisien dalam dalam pengelolaan produksi dan operasional
maupun penjualan. Rasio ini merupakan ukuran kemampuan
perusahaan untuk mengubah setiap rupiah yang diperoleh dari
penjualan menjadi keuntungan bersih.

Dr saludin
- (2) Operating expenses rasio

Rasio pengeluaran biaya operasional ini sangat penting untuk


mengetahui perubahan profit margin.

Operating espenses ratio= Operating espenses/ Sales

dimana operating expenses dihitung berdasarkan cost of goods


sold + pengeluaran biaya penjualan dan administrasi (selling &
administraction expenses)

Operating expenses ratio = (Rp 2976 + Rp 340)/Rp 3580

= Rp 3316/Rp3560

= 0,926 atau 92,6%

Analisa :

Dr saludin
Angka ini menunjukkan bahwa 92,6% dari total penjualan telah
dikonsumsikan untuk biaya produksi (COGS) dan biaya penjualan +
administrasi. Ini berarti pula hanya 100%-92,6% = 7,4% dari total
penjualan yang dapat dipakai untuk membayar bunga pnjaman,
pajak dan laba untuk pemilik modal.

Penyebab peningkatan rasio pengeluaran biaya operasional dapat


berupa :

- Terjadi perubahan harga jual


- Terjadi penurunan permintaan
- Terjadi perubahan biaya penjualan dan biaya administrasi
- Terjadi perubahan berbagai jenis produk yang dihasilkan dalam
kaitannya dengan gross margin masing-masing produk

- (3) Return of investment (ROI)

Instilah investment selalu mengacu pada total asset atau net asset.
Net asset = (fixed assets + current assets) – current liabilities.

Dr saludin
ROI = EBIT/Net assets

= Rp 304/Rp 1923

= 0,158 atau 15,8%

- (4) Return on equity (ROE)

ROE = Profit after tax/ Net worth

= Rp 81/ Rp 700

= 0,116 atau 11,6%

ROE harus dibandingkan dengan perusahaan lain atau rata-rata


industri untuk melihat daya tarik investasi di mana mendatang.

- (5) Earning per share (EPS)

Dr saludin
Investasi suatu perusahaan dapat dianalisis profitabilitasnya dengan
mengamati rasio EPS.

EPS = Profit after tax/ Number of common share outstanding

EPS suatu perusahaan harus dibandingkan dengan perusahaan lain


atau rata-rata industri.

- (6) Dividend per share (DPS)

DPS dihitung berdasarkan nilai pendapatan yang diberikan kepada


shareholders, kemudian dibagi dengan jumlah share outstanding.

DPS = Earning paid to shareholders/


Number of ordinary share outstanding

- (7) Dividend payout ratio

Payout ratio = Dividend per share/Earning per share

Dr saludin
- (8) Dividend & Earning yield

Dividend yield = DPS/ Market value per share

Earning yield = EPS / Market value per share

Keduanya merupakan ukuran untuk melihat return yang diterima oleh


shareholder dalam kaitannya dengan nilai pasar suatu saham

- (9) Price earning ratio (PER)

Price earning ratio = Market value per share/Earning per share

Untuk melihat kinerja emiten sebagaimana diharapkan investor, jadi


PER adalah harapan dari investor.

- (10) Evaluasi Earning power suatu perusahaan

MV/BV ratio = Market value per share/Book value per share

Dr saludin
2. Evaluasi Earning power suatu perusahaan

Kekuatan menghasilkan laba (earning power) diukur dengan


menghitung RONA (return on net assets).

RONA = EBIT/NA

EBIT/NA = (Sales/NA) x (Gross profit margin/Sales) x


(EBIT/ Groass profit margin)

Rp 304/Rp1923 = (3580/1923).(604/3580).(504/604)

0,158 = 1,864 x 0,169 x 0,503

0,158 = 0,158

RONA =0,158 atau 15,8%

Dr saludin
3. Laporan income statement (laporan laba rugi)

Variabel yang terdapat di dalam laporan laba rugi terdiri dari empat
variabel utama, yaitu :

- Penerimaan dan kegiatan operasional (operating revenue)


- Harga pokok penjualan (cost of goods sold)
- Biaya operasional (operating expenses)
- Penerimaan dan pengeluaran lain-lain ( non operating revenue
dan expenses)

Dr saludin
4. Laporan Laba Rugi

Secara garis besar, sistematika penulisan laporan laba rugi adalah


sebagai berikut :

Laporan laba rugi

a. Penerimaan dari penjualan


b. Dikurangi : harga pokok penjualan (COGS)
c. Laba kotor atau gross profit (a-b)
d. Dikurangi : biaya administrasi, biaya penjualan dan penyusutan
e. Laba usaha atau operating income (c-d)
f. EBIT (earning before interest and tax)
g. Dikurangi : interest (bunga kredit investasi dan bunga kredit modal kerja)
h. Laba sebelum pajak (f-g)
i. Pajak
j. EAT (earning after tax) (h-i)

Dr saludin
Cost of good sold (COGS)

COGS adalah biaya yang dibebankan kepada penjual untuk setiap


barang yang dijual kepada pelanggan. COGS dihitung berdasarkan
biaya-biaya berikut :

- Inventory awal
- Net cost dari barang yang dibeli
- Inventory akhir

Contoh :

- 31 Desember 2018, perusahaan memiliki barang dagangan


sebesar Rp 34.000
- Net cost setahun = Rp 166.000
- Pada akhir tahun 2018, perusahaan memiliki barang dagangan
sejumlah Rp 24.000 + Rp 166.000 = Rp 190.000 yang siap
dijual pada tahun berikutnya (awal 2019)
- Pada akhir 2019, tepatnya 31 Desember 2019 perusahaan
memiliki barang dagangan sebanyak Rp 31.000.

Dr saludin
- COGS pada tahun 2019 adalah :

Barang dagangan Rp 190.000


Sisa yang belum dijual Rp 31.000
------------
Jumlah Rp 159.000

Perincian lebih detail adalah sebagai berikut :

Dr saludin
Harga pokok produksi (COGS)

Tabel : COGS
(Rupiah)
Barang dagangan (merchandise inventory) 31 Des 2018 24000
Pembelian (purchase) Rp 167000
Dikurangi
Discount pembelian 3000
Purchase return & allowances 6000 11000
-------------
Pembelian bersih (net purchase) Rp 166000
Ditambah biaya transportasi Rp 10000
Net gross purchase 166000
------------
COGS yang siap dijual 190000
Dikurangi
Persediaan pada 31 Des2019 31000
-----------
COGS 159000

Dr saludin
5. Prosedur perhitungan persediaan barang dagangan

Untuk menghitung COGS, kita harus memiliki perhitungan


mengenai persediaan barang dagangan, yaitu :

- Perpectual inventory
- Periodic inventory

Perpectual inventory dipakai perusahaan yang menjual barang


dagangan dengan nilai produk yang sangat tinggi (mahal) seperti
mobil, mebel mewah, dan lain-lain. Caranya adalah dengan
mencatat satu per satu persediaan barang.

Periodic inventory dipakai perusahaan yang menjual barang


dagangan dengan harga relatif rendah, seperti paku, pensil dan
lain-lain. Pencatatan dilakukan secara periodik supaya ekonomis.

Perhitungan dilakukan dengan cara menghitung :

Dr saludin
- Persediaan awal (cost of goods on hand)
- Net cost of purchase pada periode tersebut
- Persediaan akhir (cost of unsold goods on hand) pada akhir
periode

Contoh :

Persediaan awal Rp 24000


Di tambah
Net cost of purchase selama periode tersebut Rp 140000
-------------------
COGS selama periode tersebut Rp 164000
Dikurangi
Persediaan akhir Rp 20000
------------------
COGS selama periode tersebut Rp 144000

Dr saludin
End of part

Dr saludin