Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI II

(Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Lee-White Dan Slide)

NAMA : RISTY FHANY


NIM : 18 3145 353 010
KELAS : 2018 A
KELOMPOK : IV (EMPAT)

PROGRAM STUDY DIV TEKNIK LABORATORIUM MEDIS


FAKULTAS FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN
INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR
2019
LEMBAR PENGESAHAN
Judul pratikum : Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Lee-White dan
Slide
Nim : 18 3145 353 010
Hari /Tanggal : Jumat, 21 Desember 2019
Kelompok : IV (Empat)
Rekan kerja : 1. Khusnul Hayati Hakim
2. Miftahul Rahmat
3. Putri Hedriani
4. Widi Suardi
5. Theofani Watimena
Penilaian :

Makassar, 21 November 2019

Asisten Dosen Praktikan

Kasmawati Risty Fhany


NIM :17 3145 353 048 NIM: 18 3145 353 010

Dosen Pembimbing

Arlitha Deka Yana S.Si,M.Kes


NIDN : 09 301287 02
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Darah merupakan unsur berupa cairan dalam tubuh manusia yang berperan
penting dalammekanisme kerja tubuh yang berfungsi sebagai medium atau
transportasi massal jarak jauh berbagai bahan antara sel dan lingkungan
eksternal atau antara sel – sel itu sendiri, dimana transportasi semacam itu
penting untuk memelihara homeostatis. Darah berperan dalam homeostatis
atau keseimbangan, berfungsi sebagai medium untuk membawa berbagai
bahan ke dan dari sel, menyangga perubahan pH, mengangkut kelebihan panas
ke permukaan tubuh untuk dikerluarkan, berperan penting dalam system
perubahan tubuh dan memperkecil kehilangan darah apabila terjadi kerusakan
pada pembuluh darah, (Andryanto Endro, 2011, Vo. 5, No. 2).
Hemostasis ialah suatu fungsi tubuh yang bertujuan untuk
mempertahankan keenceran darah sehingga dara tetap mengalir dalam
pembuluh darah dan menutup kerusakan dinding pembuluh darah sehingga
mengurangi kehilangan darah pada saat terjadinya kerusakan pembuluh darah
pada saat terjadinya kerusakan pembuluh darah. Hemostasis melibatkan
sistem vaskuler, sistem trombosit, sistem koagulasi, dan sistem fibrinolisis,
(Eva, 2018)
Pembekuan darah (koagulasi) adalah suatu proses kimiawi protein-protein
plasma yang berinteraksi untuk mengubah molekul-molekul plasma besar
yang larut, yaitu fibrinogen menjadi gel stabil yang tidak larutdisebut fibrin,
(Eva, 2018)
Clotting time adalah lamanya waktu yang diperlukan darah untuk
membeku secara in vitro . dalam tes ini hasilnya menjadi ukuran aktivitas
faktor-faktor pembekuan darah, trauma faktor-faktor yang membentuk
tromboplastin dan faktor yang berasal dari trombosit, (Eva, 2018).
Metode lee-white, metode ini digunakan untuk menentukan masa
pembekuan darah (koagulasi) yang diamti secara visual. Waktu koagulasi
darah normal manusia adalah 6-12 menit. Metode slide, cara ini sangat kasar
dan hanya boleh dipakai dalam keadaan darurat jika cara tabung atau cara
dengan kapiler tidak dapat dilakukan. Cara ini menggunakan darah yang yang
ditetskan pada objek glass yang kering dan bersih sebanyak 2 tetesan, (Eva,
2018).
Berdasarkan data rumah sakit umum St. Antonius Pontianak tahun 2009
didapatkan angka kejadian perdarahan post partum 1,48%, tahun 2010 angka
kejadian perdarahan post partum meningkat menjadi 2,17% dan tahun 2011
sebanyak 1,481 ibu bersalin dengan angka kejadian perdarahan sebesar
3,10%, (Wahdaniah dan Sri, 2017).
Adapun hal yang melatar belakangi dilakukannya praktikum ini yaitu agar
mahasiswa mampu mengetahui cara pemeriksaan masa pembekuan darah
dengan menggunakan metode lee-white dan metode slide.
B. Tujuan
Untuk mengetahui dan menentukan lama waktu yang dibutuhkan oleh
darah untuk membentuk bekuan atau benang-benangi fibrin.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Darah merupakan unsur berupa cairan dalam tubuh manusia yang berperan
penting dalammekanisme kerja tubuh yang berfungsi sebagai medium atau
transportasi massal jarak jauh berbagai bahan antara sel dan lingkungan eksternal
atau antara sel – sel itu sendiri, dimana transportasi semacam itu penting untuk
memelihara homeostatis. Darah berperan dalam homeostatis atau keseimbangan,
berfungsi sebagai medium untuk membawa berbagai bahan ke dan dari sel,
menyangga perubahan pH, mengangkut kelebihan panas ke permukaan tubuh
untuk dikerluarkan, berperan penting dalam system perubahan tubuh dan
memperkecil kehilangan darah apabila terjadi kerusakan pada pembuluh darah,
(Andryanto Endro, 2011, Vo. 5, No. 2).
Plasma darah merupakan komponen cairan yang mengandung berbagai
nutrisimaupun substansi penting lainnya yang diperlukan oleh tubuh manusia,
antara lai protein albumin, globulin,factor-faktor prmbrkuan darah,dan berbagai
macam elektrolit natrium, kalsium, klorida, magnesium, hormon, dan sebagainya,
(Novi, 2018).
Di dalam darah mengandung sel- sel darah serta cairan yang disebut
plasma darah yang berisi berbagai zat nutrisi maupun substansi lainnya. Sekitar
55% darah merupakan komponen cairan atau plasma sisanya yang 45% adalah
komponen sel-sel darah. Komponen sel-sel darah yang paling banyak adalah sel
darah merah atau eritrosit yang jumlahnya 41% rasio volume sel-sel darah
terhadap volume darah total disebut henotokrit (Hct). Lebih dari 99% hemotokrit
dibentuk oleh eritrosit, (Novi, dkk, 2018).
Menurut Agung, dkk tahun 2011 mengemukakan bahwa ada beberapa
fungsi dari darah yaitu:
1. Plasma darah berfungsi untuk mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh
tubuh
2. Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen
3. Membawa sisa metabolisme
4. Mengedarkan hormone
5. Menjaga suhu tubuh tetap stabil
6. Keping-keping darah berfungsi untuk menghindarkan tubuh dari infeksi
dengan jalan membekukan darah pada luka
7. Sel-sel darah putih berfungsi untuk membunuh kuman penyakit yang masuk
ke dalam tubuh.
Darah sangat penting untuk menjeaga kondisi tubuh fisiologis dalam tubuh
manusia. Fungsi utama darah yaitu membawa substansi-substansi yang
dibutuhkan oleh sel-sel dalam tubuh, antara lain oksigen, produk metbolisme,
nutrisi (Glukosa, protein, lemak, vitamin). Dan elektrolit. Darah juga berperan
penting dalam penwrusan transmisi sinyal yang membawa berbagai hormon ke
organ target, (Novi, dkk, 2018).
Trombosit berfungsi menyumbat lubang-lubang kecil pada pembuluh
darah, mula-mula sejumlah trambosit melekat ke kolagen yang terpapar dalam
dinsing pembuluh darah yang rusak. Trombosit melepaskan ADP yang
menyebabkan sejumlah besar trombosit bersatu (pembentukan “sumbat
homostatik) dan selanjutnya melepaskan lipid yang diperlukan untuk
pembentukan bekuan. Akhirnya trombosit memperkuat bekuan yang terbentuk
dengan retraksi bekuan, (Larry, 2001).
Hemostasis adalah proses penghentian pendarahan yang merupakan
mekanisme lokal tubuh untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Hemostasis
di bagi menjadi 3 tahapan yaitu konstriksi pembuluh darah, pembentukan
penyumbatan trombosit, dan koagulasi darah. Proses homestasis merupakan tahap
awal penyembuhan luka, (Abedneju, dkk, 2016).
Menurut Dewi, dkk Tahun 2017 mengemukakan bahwa proses berhentinya
darah ini terbagi atas 3 fase utama yaitu:
1. Fase Vaskuler
Ini merupakan respond yang pertama kali muncul setelah adnya trauma,
yaitu terjadinya kontraksi (menyempitnya) dari pembuluh darah di sekitar
trauma.
2. Fase Platelet
Trombosit atau platelet akan menyentuh bagan endotel yang kasar atau
rusak sehingga akan mengalami proses penempelan satu dengan lainnya.
Proses penempelan tersebut berurutan dari proses adhesi, agregasi, dan
aglutinasi sehingga terbentuklah suatu massa padat (Plug) yang menyumbat
luka tersebut.
3. Fase koagulasi
Fase koagulasi adalah massa dimana akan terbentuknya fibrin, yaitu
benang-benang atau jaring yang mengikat sel-sel darah menjadi sebuah
bekuan dan sel-sel darah tidak keluar dari pembuluhnya.
Pembekuan darah merupakan proses autokatalik dimana sejumah kecil enzim
yang terbentuk pada tiap reaksi akan menimbulkan enzim dalam jumlah besar
pada reaksi selanjutnya. Oleh karena itu perlu ada mekanisme kontrol untuk
mencegah aktifasi dan pemakaian faktor pembekuan darah secara berlebihan yaitu
melalui aliran darah, mekanisme pembersihan seluler dan inhibitor alamiah,
(Nikma, 2013).
Mekanisme pembekuan darah merupakan inteteraksi antara trombosit, plasma
dan komplek endothelium pembuluh darah. Koagulasi darah adalah proses
terpenting dari proses hemostasis dengan mengubah fibrinogen terlarut menjadi
fibrin, (Stefania, dkk, 2018).
Proses pembekuan darah dimulai dari dua jalur intrinsik yang dicetuskan
oleh adanya fase kontak dan pembentukan kompleks activator F.X. kemudian
jalur ini akan meliputi diaktifkannya F.XII, F,XI, F.IX, F.VIII, High Molecular
Weight Kininogen (HMWK), prekallikrein (PK), PF.3, dan ion kalsium. Jlur
ekstrinsik terdiri dari reaksi tunggal yaitu denga adanya ion kalsium, faktor
kallikrein, dan faktor tromboplastin jaringan oleh karena adanya pembuluh d (arah
yang luka, maka faktor VII akan teraktifasi menjadi faktor VIIa (jalur ekstrinsik),
faktor Xia, PF3, ion Ca (jalur intrinsik) akan mengaktifkan faktor X menjadi Xa,
serta melibatkan F.V, PF-3, protrombin dan fibrinogen. Rangkaian reaksi
koagulasi ini akan membentuk thrombin dan mengubah fibrinogen menjadi
benag-beng fibrin yang tidak larut. Fibrin sebagai hasil akhir dari proses
pembekuan darah akan menstabilkan sumbatan trombosit, (Nikma, 2013).
Fibrnolisis adalah proses penghancuran deposit fibrin, sehingga aliran
darah akan terbuka kembali. Sistem fibrinolisis mulai bekerja sesaat setelah
terbentuknya bekuan fibrin. Deposisi fibrin akan merangsang aktivasi
plasminogen menjadi plasmin oleh activator plasminogen. Plasmin yang terbentuk
akan memecah fibrinogen dan fibrin menjadi Fibrinogen degradation product
(FDP). Dengan proses ini fibrin yang tidak diperlukan dilarutkan sehingga
hambatan terhadap alian darah dapat dicegah, (Nikma, 2013).
Masa pembekuan atau clotting time (CT) adalah lamanya waktu yang
diperlukan darah untuk membeku. Metode yang paling banyak digunakan dan
dianggap paling baik adalah motode tabung (modifikasi lee dan white). Metode
slide lebih banyak digunakan dilaboratorium dengan alasan sampel yang
dibutuhkan lebih sedikit. Dalam tes ini hasinya menjadi ukuran aktivitas faktor-
faktor pembekuan darah, terutama faktor-faktor yang membentuk tromboplastin
dan faktor yang berasal dari trombosit. Penurunan masa pembekuan terjadi pada
penyakit thrombophlebitis, (Eva, 2017).
Pemeriksaan clotting time dengan menggunakan darah lengkap sebenarnya
satu pemeriksaan yang kasar tetapi diharapkan mampu mewakili proses
pembekuan yang terjadi di dalam tubuh secara invitro sehingga di antara
pemeriksaan yang menggunakan darah lengkap metode yang paling banyak
digunakan dan dianggap paling baik adalah metode tabung , meskupun metode
tersebut dianggap paling baik, tetapi masih banyak laboratorium yang tidak
menggunakan dan lebih memilih metode slide dengan alasan sampel yang
dibutuhkan s edikit yaitu sebanyak 2 tetes darah, prosedur pemeriksaan yang
sederhana sehingga membutuhkan waktu yang sedikit dibandingkan dengan
metode tabung yang menggunakan sampel sebanyak 4 ml darah dan prosedur
pemeriksaan yang kompleks sehingga membutuhkan waktu yang lama, (Eva,
2017).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
1. Waktu
Adapun waktu dilakukanya praktikum ini yaitu:
Hari : Jumat
Tanggal : 21 Desember 2019
Jam : 10.00 – 12.00 WITA
2. Tempat
Adapun tempat dilakukannya praktikum pemeriksaan pemeriksaan
masa pembekuan darah yaitu di Laboratorium mikrobiologi DIV
Teknologi Labratorium Medis Gedung D Universitas Megarezky Makassar.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a) Metode Lee-White
1) Tabung Reaksi
2) Tourniquet
3) Rak Tabung
4) Stopwatch
b) Metode Slide
1) Objek Glass
2) Ose Lurus
3) Stopwatch
4) Tourniquet
2. Bahan
a) Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Lee-White
1) Spoit 5cc
2) Alkohol Swab
3) Plester
4) Darah vena
b) Pemeriksaan Masa Pembekuan Daraha Metode Slide
1) Spoit 3 cc
2) Kapas Alkohol
3) Plester
4) Darah kapiler
C. Prinsip
1. Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Lee-White
Metode tabung menggunakan 4 tabung masing-masing terisis 1 ml
darah lengkap, kemudian tabung perlahan-lahan dimiringkan setiap 30
detik supaya darah bersentuhan dengan dinding tabung sekaligus melihat
sudah terjadinya gumpalan padat.
2. Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Slide
Masa pembekuan dihitung mulainya keluar darah pada ujung spoit
setelah dilakukannya penusukan sampai terjadi benang-benang fibrin pada
tetesan darah kedua objek glass.
D. Cara Kerja
1. Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Lee-White
a) Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b) Diambil darah vena sebanyak 4cc, stopwatch dinyalakan ketika tetes
darah pertama terlihat di dalam ujung spoit
c) Darah dimasukkan kedalam 4 tabung reaksi yang berisi masing-masing
1 ml darah.
d) Dimiringkan tabung setiap 30 detik dengan cara dimiringkan pada
tabung 1, 2, 3 dan 4 jangan sampai tergoyang
e) Dillakukan hal yang sama pada tabung pada tabung 2,3 dan 4 jika pada
tabung 1 darah telah membeku
f) Dihentika stopwatch ketika darah pada tabung 4 telah membeku.
g) Dihitung waktu bekuan rata-rata dari tabung ke-2, ke-3 dan ke-4, lalu
dilaporkan sebagai masa pembekuan darah.
2. Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah Metode Slide
a) Disiapkan alat dan baha yang akan digunakan
b) Diambil darah vena sebanyak 1 ml dengan menggunakan spoit 3 cc,
stopwatch dinalakan ketika darah sudah tampak pada ujung spoit
c) Diteteskan darah pada objek glass
d) Dikail darahsetiap 30 detik , sampai terbentuk gumpalan
e) Dihentikan stopwatch ketika sudah terbentuk benang fibrin
f) Dicatat waktu yang diperlukan darah membentuk benang fibrin
BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
A. Hasil

(Gambar 2 Hasil Pemeriksaan Metode Lee-White)


B. Pembahasan
Pada praktikum pemeriksaan masa pembekuan darah metode lee-white
dan slide diilaksanakan pada hari jumat 21 desember 2019 pukul 10.00 - 11.30
diLaboratorium Mikrobiologi Gedung D Universitas Megarezky Makassar.
Adapun tujuan dilakukanya praktikum ini yaitu untuk mengetahui lama waktu
yang diperlukan oleh darah sampai membentuk pemebekuan.
Pemeriksaan masa pemebekuan darah adalah salah satu tes laboratorium
yang digunakan mendiagnosa beberapa penyakit dan terbagi menjadi dua jenis
metode yaitu metode lee-white merupakan metode yang paling tua dan kurang
ketelitiannya. Tes ini mengkur waktu yang diperlukan oleh darah untuk
membeku di dalam tabung sedangkan pada metode slide merupakan metode
pemeriksaan masa pembekuan darah yang sering digunakan dalam keadaan
darurat jika cara tabung dan cara kapiler tidak dilakukan, metode ini dilakukan
dengan menggunakan slide dengan cara mengkail darah.
Adapun hal pertama yang dilakukan pada praktikum pemeriksaan masa
pembekuan darah metode tabung dan metode slide yaitu dengan menyiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan terlebih dahulu , kemudian diambil darah
vena dengan menggunakan spoit 5 cc sebanyak 4 ml dangkan untuk metode
slide diambil darah dengan menggunakan spoit 3 cc sebanyak 1ml yang
berfungsi agar diperoleh darah vena dan pada saat darah sudah nampak
mengalir diujung spoit dinyalakan stopwatch terlebih dahulu yang dimana
perlakukan ini berfungsi untuk mengetahui lamanya waktu yang diperlukan
darah untuk terbentuk bekuan lalu untuk metode tabung dimasukkan darah
kedalam masing-masing tabung reaksi yang terdiri dari 4 tabung sebanyak 1
ml, sedangkan untuk metode slide diteteskan darah pada objek glass.
Selanjutnya untuk metode tabung, dimiringkan tabung pertama setiap 30
detik yang berfungsi melihat jika sudah terjadi pembekuan pada darah lalu
setelah darah pada tabung pertama telah membeku dilanjutkan perlakukan
yang sama pada tabung kedua, ketiga, dan keempat sampai terjadi pembekuan
pada keempat tabung tersebut. Setelah itu jika pada tabung keempat sudah
terjadi pembekuan maka stopwatch dihentikan sedangkan untuk metode slide
dikail darah pada objek glass setiap 30 detik sampai terbentuk benang-benag
fibrin. Fungsi dilakukan kail pada darah agar mengetahui jika sudah terbentuk
benang-benang fibrin kemudian jika sudah terbentuk benang-benang fibrin
dihentikan stopwatch dan dilakukan pembacaan dengan menghitung lamanya
waktu yang diperlukan darah untuk terjadi pembekuan atau membentuk
benang-benang fibrin.
berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada pemeriksaan masa
pembekuan darah metode tabung pada sampel darah Ny.”T” berjenis kelamin
laki-laki dan berumur 19 tahun diperoleh hasil yaitu 14 menit dapat dikatakan
normal karena nilai rujukan wanita dari pemeriksaan masa pembekuan darah
metode lee-white adalah 9-15 menit sedangkan dengan menggunakan metode
slide diperoleh hasil masa pembekuan darah pada sampel darah Ny.”W” yaitu
4 menit dapat dikatakan normal karena nilai rujukan pemeriksaan masa
pemebekuan darah metode slide untuk wanita yaitu 2-6 menit.
Adapun beberapa faktor yang dapat memepengaruhi hasil pemeriksaan
yaitu tidak tepat waktu menyalakan stopwatch pada saat darah pertama
mengalir diujung spoit dan jumlah darah yang digunakan tidak sesuai dengan
yang telah ditentukan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada pemeriksaan masa
pembekuan darah metode tabung pada sampel darah Ny.”T” berjenis kelamin
laki-laki dan berumur 19 tahun diperoleh hasil yaitu 14 menit (normal) dan
dengan metode slide diperoleh hasil masa pembekuan darah pada sampel
darah Ny.”W” berjenis kelamin perempuan dan berumur 20 tahun yaitu 4
menit (normal).
B. Saran
Diharapkan dalam praktikum selanjutnya menggunkan metode
pemeriksaan yang lain dan diharapkan kepada praktikan untuk menggunakan
APD yang lengkap agar tehindar dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat
merugikan baik secra fisik maupun material.
DAFTAR PUSTAKA
Abedneju, dkk, Vol.4, No.2, 2016, “Evektifitas Ekstrak Daun Sendok Terhadap
(Plantogo L) Terhadap Waktu Perdarahan Pada Tikus Wistar Jantan
(Rattus Novergicus)”, Manado: Universitas Kedokteran.
Agung, dkk, 2018, “Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTS 2009 Ipa
Terpadu”, Jakarta: Erlangga.
Firani Khila N, 2018, “Mengenali Sel-Sel Darah Dan Kelainan Darah”, Malang:
UB press.
Luvriani Eva, 2017, “Perbandingan Hasil Pemeriksaan Masa Pembekuan Darah
(Clotting Time) Metode Slide Dengan Metode Tabung (Modifikasi Lee
Dan White)”, Surakarta: Universitas Setia Budi Surakarta.
Nikma, 2013, “Gambaran Prothombin Time (PT) Dan Activated Partial
Thromboplastin Time (APTT) Pada Penderita Diabetes Melitus”,
Makassar: Universitas Hasanuddin.
Stefania, dkk, 2018, “Assessment Of Prothombin Time, Activated Partial
Thromboplastin Time And Fibrinogen Concentration On Equine
Plasma Sampels Following Different Storage Conditions”, Amerika:
University America.
Waterburry Larry, 2001, “Buku Saku Hematologi”, Jakarata: EGC