Anda di halaman 1dari 7

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/304996497

Review: Aktivitas Farmakologis, Senyawa Aktif, dan Mekanisme Kerja Daun


Salam (Syzygium polyanthum) (Pharmacological Activity, Active Compounds,
and Mechanism of Action Bay leaf (S...

Article · November 2015

CITATIONS READS

0 11,277

2 authors, including:

Muhammad Ikhwan Rizki


Universitas Lambung Mangkurat
16 PUBLICATIONS   10 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Screening antioxidant activity for plants from Borneo Island View project

All content following this page was uploaded by Muhammad Ikhwan Rizki on 07 July 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

Review article
Review: Aktivitas Farmakologis, Senyawa Aktif, dan Mekanisme
Kerja Daun Salam (Syzygium polyanthum)

(Pharmacological Activity, Active Compounds, and Mechanism of Action Bay leaf


(Syzygium polyanthum): Review)

Muhammad Ikhwan Rizki & Ester Magdalena Hariandja

Prodi Farmasi FMIPA, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru

Corresponding email: widyakardela@gmail.com

ABSTRAK

Daun salam umumnya digunakan sebagai bahan tambahan (rempah) pada masakan. Padahal, daun
salam memiliki banyak khasiat sebagai obat yang sudah diteliti secara praklinis. Daun salam
mengandung banyak metabolit sekunder yang saling bersinergis dalam memberikan efek. Penggunaan
bahan alam sebagai obat sebaiknya berdasarkan bukti ilmiah. Review ini bertujuan untuk memberikan
informasi terkait senyawa aktif, aktivitas farmakologis, dan mekanisme kerja daun salam dalam
mengatasi berbagai penyakit. Pada review artikel ini digunakan literatur online dan offline. Literatur
online didapat dari jurnal publikasi lokal maupun internasional yang diperoleh dari penyedia jurnal di
internet. Literatur offline yang digunakan yaitu buku dan e-book. Diketahui bahwa daun salam memiliki
berbagai macam aktivitas farmakologis dalam mengatasi antihipertensi, antidiabetes, antioksidan,
antidiare, antiinflamasi, imunomodulator, antibakteri, antikanker. Senyawa aktif yang umumnya
bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi yaitu kuersetin, asam galat, asam kafeik, dan asam
fenol. Aktivitas farmakologis terjadi dengan berbagai mekanisme kerja dalam mengatasi berbagai
penyakit.

Kata Kunci: Daun salam, Syzygium polyanthum, farmakologis

PENDAHULUAN kecoklatan, bau aromatik lemah, dan rasa kelat.


Salam memiliki nama latin Syzygium Daun tunggal bertangkai pendek, panjang
polyanthum, suku Myrtaceae (FHI, 2009). Daun tangkai daun 5-10 mm. Helai daun berbentuk
salam sudah sejak zaman dahulu dikenal sebagai lonjong memanjang, panjang 7-15 cm, lebar 5-10
bumbu masakan. Namun, dalam cm, ujung dan pangkal daun meruncing (FHI,
perkembangannya, daun salam juga 2009). Daun salam merupakan salah satu spesies
dimanfaatkan sebagai bahan ramuan obat yang diuji sampai tahap uji klinik dalam usaha
tradisional. Di pulau Jawa, salam tumbuh subur mendapatkan obat golongan fitofarmaka
diatas tanah dataran rendah sampai ketinggian (Dewoto, 2007).
1400 meter di atas permukaan laut. Salam Masyarakat di Indonesia turun temurun
mempunyai pohon yang besar dan tingginya secara tradisional menggunakan bahan alam
dapat mencapai 20-25 meter (Winarto & dalam mengatasi berbagai penyakit (Elfahmi et
Karyasari, 2003). Simplisia daun salam berwarna al, 2014). Daun salam mengandung metabolit

239
P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

sekunder yang memiliki banyak aktivitas informasi terkait senyawa aktif, aktivitas
farmakologi dalam mengatasi berbagai penyakit farmakologis, dan mekanisme kerja daun salam
(Heinrich et al, 2012). Adanya efek sinergisme dalam mengatasi berbagai penyakit.
antar senyawa metabolit sekunder
METODE PENELITIAN
menyebabkan timbulnya efek farmakologi.
Pada review artikel ini digunakan
Selain itu, senyawa metabolit sekunder memiliki
literatur online dan offline. Literatur online
polivalent activity, sehingga memungkinkan
didapat dari jurnal publikasi lokal maupun
mengatasi berbagai penyakit (Bone & Mills,
internasional yang diperoleh dari penyedia
2013). Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik
jurnal di internet. Literatur offline yang
melakukan review penelitian terhadap daun
digunakan yaitu buku dan e-book.
salam. Review ini bertujuan untuk memberikan

(a) (b)
Gambar 1. (a) Daun salam segar, (b) Simplisia daun salam

HASIL DAN DISKUSI galat (Har & Ismail, 2012). Menurut


1. Kandungan Senyawa Farmakope Herbal Indonesia (2009), daun
Berdasarkan penelitian Liliwirianis et al., salam mengandung flavonoid total tidak
(2011) daun salam mengandung alkaloid, kurang dari 0,40% dihitung sebagai
saponin, steroid, fenolik, flavonoid. kuersetin.
Berdasarkan penelitian Pinatih et al., (2011) 2. Aktivitas Farmakologi
daun salam menunjukkan adanya kehadiran a. Antihipertensi
senyawa flavonoid, terpenoid dan fenolik. Ekstrak daun salam yang dilarutkan
Ekstrak metanol daun salam banyak pada pelarut air yang diujikan pada
mengandung golongan flavonoid dan fenol. mencit jantan secara in vivo mampu
Diketahui kandungan flavonoid sebesar 14,87 mereduksi rata-rata tekanan darah
mg setara kuercetin/100 g ekstrak. Hasil (Azlini et al., 2011). Penelitian lain
analisis dengan Kromatografi Cair Kinerja menyatakan kemampuan ekstrak air
Tinggi (KCKT) senyawa golongan fenol yang dan ekstrak metanol pada dosis 20-100
teridentifikasi yaitu asam kafeik dan asam mg/KgBB dalam menurunkan tekanan

240
P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

darah. Kemampuan dalam menurunkan alpa glukosidase yang berperan dalam


tekanan darah dipengaruhi dosis (dose- konversi karbohidrat menjadi glukosa
dependent). Ekstrak air memiliki (Saraswaty, 2010). Penghambatan
kemampuan yang lebih poten enzim tersebut menyebabkan glukosa
dibandingkan ekstrak metanol dengan dalam darah berkurang. Efek
onset yang lebih cepat (Ismail et al., antidiabetes dari ekstrak daun salam
2013). ditunjukkan oleh kehadiran golongan
Senyawa golongan terpenoid, fenolik flavonoid, glikosida dan squalene.
(misalnya eugenol), tanin dan flavonoid Mekanisme lain dari daun salam yaitu
bertanggungjawab terhadap efek menghambat penyerapan glukosa oleh
antihipertensi. Eugenol memiliki usus dan meningkatkan pengambilan
vasorelaksan sehingga memiliki glukosa oleh otot (Widyawati et al,
kemampuan untuk menurunkan 2015).
tekanan darah (Ameer et al., 2010; c. Antioksidan
Lahlou et al., 2004). Kemampuan daun Berdasarkan penelitian Har & Ismaiol
salam dalam menurunkan tekanan (2012), dengan uji kualitatif pada plat
darah melibatkan penghambatan KLT diketahui terdapat senyawa
reseptor beta-adrenergik dan kolinergik antioksidan aktif yang ditunjukkan
melalui produksi nitrit oksid (Ismail et sebagai warna kuning saat disemprot
al., 2013). dengan larutan DPPH. Ekstrak daun
b. Antidiabetes salam memiliki kemampuan dalam
Ekstrak daun salam memiliki khasiat menghambat radikal bebas. Pada
menurunkan kadar glukosa dalam konsentrasi 50 ppm ekstrak daun salam
darah. Hal tersebut berdasarkan mampu menghambat 82% radikal bebas
penelitian yang dilakukan pada mencit (Kusuma et al, 2011). Menurut Othman
yang diinduksi aloksan (Studiawan dan (2014), ekstrak daun salam yang diuji
Santosa, 2005). Penelitian lain juga menggunakan metode DPPH
menyatakan ekstrak daun salam yang menunjukkan adanya aktivitas
diujikan pada mencit mampu antioksidan yang baik. Hasil penelitian
menurukan kadar glukosa darah. lain menunjukkan ekstrakflavonoid
Kemampuan tersebut setara dengan daun salam menunjukkan nilai IC50
glibenklamid yang digunakan sebagai pada konsentrasi 14,84 ppm (Sulistiyani
kontrol positif (Widharna, 2010). et al., 2014).
Diduga kemampuan tersebut Pada uji dengan pereduksi Ferri (Fe)
disebabkan flavonoid yang terkandung menunjukkan bahwa daun salam
dalam daun salam. Flavonoid mampu memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa
menangkap radikal bebas yang merusak aktif dalam daun salam berperan
sel beta pankreas. Beberapa spesies sebagai donor elektron dan bisa
Syzigium diketahui memiliki bereaksi dengan radikal bebas, sehingga
kemampuan dalam menghambat enzim mengkonversikannya ke produk yang

241
P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

lebih stabil dan menghentikan reaksi peningkatan gerak peristaltik usus


berantai radikal. Dalam reduksi Ferri (hipermotilitas). Digunakan loperamid
(Fe), reduktor (antioksidan) dalam yang umun digunakan untuk mengatasi
sampel akan mengurangi ion Fe3⁺ diare sebagai kontrol positif. Senyawa
(Safriani et al., 2011; Safriani et al., golongan tanin dan flavonoid
2015). bertanggungjawab terhadap efek
Senyawa antioksidan yang larut dalam antidiare daun salam. Senyawa tanin
air yang bertanggungjawab yaitu akan meningkatkan. Tanin dapat
flavonoid dan fenolik (Othman, 2014). bekerja dengan menurunkan motilitas
Asam galat, asam kafeik, dan asam usus, mengikat protein agar terbentuk
fenolik berkontribusi utama terhadap masa, dan merusak dinding sel bakteri
kemampuan antioksidan dari ekstrak penyebab diare (Nurhalimah, 2015).
metanol daun salam (Har & Ismaiol, e. Antiinflamasi
2012). Infusa daun salam diketahui memiliki
Penelitian lain yang menguji aktivitas efek antiinflamasi. Hal tersebut
antioksidan daun salam menggunakan berdasarkan penelitian yang dilakukan
metode penghambatan malondialdehid pada tikus putih jantan. Pengujian
(MDA). Hasil penelitian tersebut dilakukan pada 6 kelompok tikus
menunjukkan kemampuan ekstrak daun dengan perlakuan berbeda. Diberikan
salam pada konsentrasi 10 ppm dalam perlakukan dengan memberikan 2 mL
menghambat peningkatan MDA hingga infusa daun salam dengann konsentrasi
menjadi 23,54%. Kemampuan tersebut 100%; 200% dan 400%. Hasil penelitian
lebih baik dibandingkan vitamin E yang menunjukkan bahwa pada konsentrasi
hanya mencapai 71,57%. Ekstrak daun 200% mampu menurunkan keadaan
salam memiliki kemampuan dalam inflamasi. Kemampuan antiinflamasi
mencegah rusaknya sel, sehingga tidak infusa daun salam dipengaruhi senyawa
terjadi peroksidasi lipid dan produksi golongan flavonoid yang terkandung di
MDA menurun (Sulistiyani et al., 2014). dalamnya (Wientarsih et al., 2007).
Pada pengujian oksidasi asam linoleik Mekanisme penghambatan inflamasi,
terbukti ekstrak daun salam mampu disebabkan kemampuan flavonoid
mencegah oksidasi sampai dengan dalam menghambat pelepasan histamin
91,43% (Perumal et al., 2012). yang merupakan salah satu mediator
d. Antidiare inflamasi. Penghambatan pelepasan
Penelitian yang dilakukan Malik dan histamin menyebabkan penurunan
Ahmad (2013) menunjukkan inflamasi.
kemampuan ekstrak etanol 70% dari f. Imunomodulator
daun salam dalam mengatasi diare. Daun salam memiliki kemampuan
Penelitian dilakukan pada mencit dalam meningkatkan sistem imun.
dengan induksi minyak jarak Pemberian ekstrak daun salam
menggunakan pendekatan diare akibat menghasilkan produksi nitrit oksid

242
P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

makrofak yang tinggi. Makrofag sebagai aureus (MRSA). Kemampuannya setara


sel fagosit mampu membunuh kuman dengan penggunaan ampisilin (Firendy,
dengan menggunakan senyawa oxygen 2014). Berdasarkan penelitian Kusuma
dependent dan senyawa oxygen et al., (2011), menggunakan metode disk
independent. Salah satu senyawa difusi menunjukkan bahwa ekstrak
oxygen dependent yang digunakan oleh daun salam memiliki aktivitas yang baik
makrofag adalah nitit oksid yang sebagai antibakteri terutama untuk
dikatalisis oleh NOS (Nitric Oxyde Salmonella thypi dan Bacillus cereus.
Syntase) (Zahara, 2006). Kemampuan daun salam sebagai
Penelitian lain menunjukkan antibakteri melalui mekanisme
kemampuan ekstrak flavonoid daun penghambatan sintesis dinding sel dan
salam dalam menekan peningkatan IgG. fungsi membran sel.
Peningkatan dosis dari 5, 10, 25, 50, dan h. Antikanker
100 ppm menunjukkan penghambatan Ekstrak flavonoid daun salam memiliki
yang linear. Terbesar penghambatan IgG kemampuan dalam mengatasi kanker.
pada 100 ppm mencapai 1,01 µg/mL Hasil pengujian ekstrak flavonoid daun
dibandingkan kontrol normal sebesar salam menunjukkan kemampuan dalam
57,19 µg/mL (Sulistiyani et al., 2014). menghambat sel kanker kolon.
g. Antibakteri Mekanisme penghambatan melalui efek
Ekstrak daun salam memiliki antiproliferasi sel kanker terutama pada
kemampuan dalam menghambat bakteri caspase 3-gene (Sulistiyani et al., 2014).
Methicillin Resistant Staphylococcus

KESIMPULAN umumnya bertanggungjawab terhadap aktivitas


Daun salam memiliki berbagai macam farmakologi yaitu kuersetin, asam galat, asam
aktivitas farmakologis dalam mengatasi kafeik, dan asam fenol. Aktivitas farmakologis
antihipertensi, antidiabetes, antioksidan, terjadi dengan berbagai mekanisme kerja dalam
antidiare, antiinflamasi, imunomodulator, mengatasi berbagai penyakit.
antibakteri, antikanker. Senyawa aktif yang

DAFTAR PUSTAKA

Ameer,O.Z., I.M. Salman, M.J.A. Siddiqui, M.F. Yam, R.N. Bone, K., and Mills, S., 2013, Principles and Practice of
Sriramaneni, A. Sadikun, Z. Ismail, A.M. Shah, dan Phytotherapy, Second Edition, Churchill Livingstone
M.Z. Asmawi. 2010. Cardiovascular activity of the n- Elsevier, New York
butanol fraction of the methanolextract of Loranthus Dewoto, H. R. 2007. Pengembangan Obat Tradisional
ferrugineus Roxb. Braz J Med Biol Res., 43(2): 186- Indonesia Menjadi Fitofarmaka. Majalah Kedokteran
194. Indonesia, 57 (7).
Azlini, I., Amrah S.S., Mohamed M., dan Mohsin S.S.J. Elfahmi., Woerdenbag, H., Kayser, O., 2014, Jamu:
2011. Hypotensive Effects Of Aqueous Extract Of Indonesian traditional herbal medicine towards
Eugenia polyantha Leaves Are Partly Mediated Via rational phytopharmacological use, Journal of Herbal
CholinergicReceptor. 16th National Conference on Medicine, 4 (2014), 51–73.
Medical and Health Sciences 2011.

243
P ro sid ing Sem ina r Na siona l & Wo rkshop “Pe rkemba ngan Te rki ni Sa in s Fa rma si & K l in i k 5” | Padang , 6 -7 No vembe r 2015

Farmakope Herbal Indonesia (FHI), 2009, Farmakope Assessment of Ziziphus mauritiana and Syzygium
Herbal Indonesia, Edisi I, Depkes RI, Jakarta. polynthum. Int. J. Pharmacol, 8(6): 535-541.
Fifendy, M. 2014. Inhibitory Power Test Of Medicinal Pinatih, G. N. I., N.T. Suryadhi, A. Santosa, dan I. K. G.
Plants Extract Against Bacterial Growth Methicillin Muliartha. 2011. Phytochemical Content and
Resistant Strains Of Staphylococcus aureus Antioxidant Activity In Tradisional Balinese Babi-
(MRSA). Proceeding Of International Conference On Guling Spices.
Research, Implementation And EducationOf Safriani, N., N. Arpi, N. M. Erfiza, dan R. A. Basyamfar.
Mathematics And Science. 2011. Antioxidant activities of curry leaves (Murayya
Har, L. W., dan I. S. Safinar. 2012. Antioxidant Activity, koeniigi) and salam leaves (Eugenia polyantha).
Total Phenolic and Total Flavonoids of Syzygium Proceeding of Annual International Conference.
polyanthum (Wight) Walp Leaves. Int. J. Med. Arom. Safriani, N., N. Arpi, dan N. M. Erfiza. 2015. Potency of
Plant., 2 (2) : 219-228. Curry (Murayya koeniigi) and Salam (Eugenia
Heinrich, M., Barnes, J., Gibbons, S., Williamson, E, 2012, polyantha) Leaves as Natural Anti-oxidant Sources.
Fundamentals of Pharmacognosy and Phytotherapy, Pakistan Journal of Nutrition., 14 (3): 131-135.
Churchill Livingstone Elsevier, New York. Saraswaty, V. 2010. Alpha Glucosidase InhibitoryActivity
Ismail, A., M. Mohamed, S. A. Sulaiman, dan W. A. N. W. From Syzigium Sp. Jurnal Teknologi Indonesia., 33
Ahmad. 2013. Autonomic Nervous System (1): 33–37.
Mediatesthe Hypotensive Effects of Aqueous and Studiawan, H., dan M. H. Santosa. 2005. Uji Aktivitas
Residual MethanolicExtracts of Syzygium Penurun Kadar Glukosa Darah Ekstrak Daun
polyanthum (Wight) Walp. var.polyanthum Leaves in Eugenia polyanthapada Mencit yang Diinduksi
Anaesthetized Rats. Evidence-Based Aloksan. Media Kedokteran Hewan., 21 (2).
Complementary and Alternative Medicine., Vol. Sulistiyani. Falah, S. Wahyuni, W. Sugahara, T.
2013. Tachibana, S. Syaefudin. 2014. Cellular Mechanism
Kusuma, I. W., H. Kuspradini, E. T. Arung,F. Aryani, Y. of the Cytotoxic Effect of Extracts from Syzygium
Min, J. Kim, Y. Kim. 2011. Biological Activity and polyanthum Leaves, American Journal of Drug
Phytochemical Analysisof Three Indonesian Discovery and Development, 4: 90-101.
Medicinal Plants, Murraya koenigii, Syzygium Widharna, R. M., Ferawati, L. Hendriati, A. Surjadhana, A.
polyanthum and Zingiberpurpurea. J Acupunct Jonosewo, dan E.C Widjajakusuma. 2010.
Meridian Stud., 4(1):75−79. Antidiabetic properties of Andrographis paniculata
Lenolo, A. A. A. 2012. Potential Antioxidative And and Eugenia polyantha Wight Leaves in Wistar Rats
Antifungal Activities From Eugenia PolyanthaWight. by Oral Glucose Tolerance Test. The Journal of
Widyariset.(15) 2. Indonesian Medicinal Plants 3(2).
Liliwirianis, N., N. L. W. Musa, W. Z. W. M. Zain, J. Widyawati, T., W. W. Purnawan, I. J. Atangwho., N. A.
Kassim, dan S. A . Karim. 2011. Preliminary Studies Yusoff, M. Ahmad, & M. Z. Asmawi. 2015. Anti-
on Phytochemical Screening of Ulam and Fruit from Diabetic Activity of Syzygium Polyanthum (Wight)
Malaysia. E- Journal of Chemistry 8 (S1). Leaf Extract, The Most Commonly Used Herb
Malik, A. & A. R. Ahmad. 2013. Antidiarrheal Activity of Among Diabetic Patients In Medan, North Sumatera,
Etanolic Extract of Bay Leaves (Syzygium Indonesia. IJPSR, 6(4): 1698-1704.
polyanthum (Wight.) Walp.). Int. Res. J. Pharm, 4(4). Wientarsih, I., M. Iskandar, dan G. H. Saputra. 2007. The
Nurhalimah, H., N. Wijayanti, T. D. Widyaningsih. 2015. Effect of Bay Leaves Infusum (Syzygium polyanthum
Efek Antidiare Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea (Wight)) on Anti Inflammation in White Rat Sprague-
indica L.) terhadap Mencit Jantan yang Diinduksi Dawley. Journal of Agriculture and Rural
Bakteri Salmonella thypimurium. Jurnal Pangan dan Development in the Tropics and Subtropis.
Agroindustri. Vol 3 (3). Winarto, W. P. dan T. Karyasari. 2003. Memanfaatkan
Othman, A., N. J. Mukhtar, N. S. Ismail, dan S. K. Chang. Bumbu Dapur untuk Mengatasi Aneka Penyakit.
2014. Phenolics, flavonoids content and antioxidant Jakarta: AgroMedia Pustaka.
activities of 4 Malaysian herbal plants.International Zahara, N. 2006. Pengaruh Ekstrak Syzygium
Food Research Journal., 21(2): 759-766. polyanthum Terhadap Produksi Nitrit Oksida (NO)
Perumal, S. Mahmud, R. Piaru, S. Cai, L. Ramanathan, S. Makrofag Pada Mencit Balb/c Yang Diinokulasi
Potential antiradical Activity and Cytotoxicity Salmonella typhimurium. Undergraduate thesis,
Faculty of Medicine.

244

View publication stats