Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan dunia investasi tidak saja ditunjukkan oleh semakin

meningkatnya jumlah uang yang diinvestasikan ataupun oleh semakin

banyaknya jumlah investor yang berinvestasi, tetapi juga ditunjukkan oleh

semakin banyaknya alternatif instrumen investasi yang bisa dijadikan pilihan

investor dalam berinvestasi. Selain beinvestasi dengan cara memiliki secara

langsung sekuritas yang diperdagangakan di pasar, investor juga dapat

berinvestasi dengan cara membeli derivasi/turunan dari sekuritas tersebut.

Sekuritas turunan ini disebut sekuritas derivatif, salah satunya adalah opsi.

opsi adalah suatu perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller atau

writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya

hak (bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual

aset tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

Opsi saham diterbitkan oleh investor untuk dijual kepada investor

lainnya, perusahaan yang merupakan emiten dari saham yang dijadikan

patokan tersebut tidak terlibat dalam transaksi opsi tersebut.

Bentuk Sekuritas lain Derivatif lain selain opsi yang cukup banyak

dikenal investor adalah futures (kontrak berjangka). Perbedaan mendasar


1
antara karakteristik kontrak futures, dengan karakteristik yang dimiliki opsi

adalah bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak

mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kontrak tersebut, apapun

kenyataan yang terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun

merugikan). Sedangkan dalam opsi, pembeli opsi hanya mempunyai hak

(bukan kewajiban) untuk melaksanakan kontrak opsi tersebut dikemudian

hari. Jika misalnya pada saat jatuh tempo harapan investor yang membeli opsi

tidak bisa terwujud (merugikan) maka investor berhak untuk tidak melakukan

transaksi beli atau jual seperti yang telah disepakati dalam kontrak opsi dan

hanya menanggung kerugian sebesar harga premi yang telah disepakati dalam

kontrak opsi.

Jika dibandingkan dengan karakteristik keuntungan dan kerugian

dalam opsi, akan terlihat adanya perbedaan yag cukup mendasar. Hubungan

simetris antara keuntungan (kerugian) dengan perubahan harga sekuritas

dalam kasus futures diatas tidak akan berlaku dalam kasus opsi. Dari sudut

pandang pembeli opsi, kerugian yang akan ditanggung pembeli opsi hanyalah

sebesar harga premi opsi dan keuntungan yang diperoleh juga tidak sebesar

perubahan harga saham, melainkan sebesar capital gain dikurangi dengan

harga premi opsi yang telah dibayarkan. Sedangkan jika dilihat dari sudut

pandang penjual opsi, keuntungan maksimal yang bisa diperoleh hanyalah

sebesar harga premi opsi.

2
B. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi fokus permasalahan yang akan dibahas di makalah ini

dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan opsi?

2. Bagaimana Mekanisme perdagangan opsi?

3. Bagaimana Opsi Saham Di Bursa Efek Indonesia?

4. Sebutkan Karakteristik Keuntungan Dan Kerugian Opsi !

5. Bagaimana Strategi Perdagangan Opsi?

6. Bagaimana Penilaian Opsi?

7. Apa itu Kontrak berjangka (futures) ?

8. Apa sejarah dan prinsip-prinsip dalam kontrak futures?

9. Apa saja mekanisme dan fungsi kontrak futures?

10. Apa saja manfaat kontrak futures?

11. Apa dan bagaimana penilaian futures?

12. Apa dan bagaimana kontrak berjangka indeks saham?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengenal yang dimaksud dengan opsi

2. Mengetahui Mekanisme perdagangan opsi

3. Mengetahui Opsi Saham Di Bursa Efek Indonesia

3
4. Mengetahui Karakteristik Keuntungan Dan Kerugian Opsi

5. Mengetahui Strategi Perdagangan Opsi

6. Mengetahui Penilaian Opsi

7. Untuk memahami apa itu kontrak berjangka

8. Untuk memahami apa itu sejarah dan prinsip-prinsip dalam kontrak

futures

9. Untuk mengetahui apa itu mekanisme dan fungsi kontrak futures

10. Untuk memahami bagaimana penilaian futures

11. Untuk mengetahui bagaimana kontrak berjangka indeks saham

D. Manfaat

Pembuatan makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi

berbagai pihak. Terutama bagi penulis untuk menambah pengetahuan dan

pengalaman penulis, juga bagi pembaca agar dapat menambah dan

memperluas wawasannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Opsi

Opsi adalah suatu perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller atau

writer) dengan pembeli opsi (buyer) dimana penjual opsi menjamin adanya

hak (bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual

saham tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Opsi diterbitkan

oleh investor untuk dijual kepada investor lainnya, sehingga perusahaan yang

merupakan emiten dari saham yang dijadikan patokan tersebut tidak

mempunyai kepentingan dalam transaksi opsi tersebut. Emiten saham

bersangkutan tidak bertanggung jawab terhadap pembuatan, penghentian atau

pelaksanaan kontrak opsi. Dalam prakteknya, jenis sekuritas yang bisa

dijadikan patokan dalam opsi tidak hanya saham saja, tetapi bisa berbentuk

yang lainnya seperti Indeks Pasar.

Berdasarkan bentuk hak yang terjadi, opsi bisa dikelompokan menjadi

dua, yaitu opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). call option adalah

opsi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam

jumlah tertentu pada waktu dan harga yang telah ditentukan. Investor yang

membeli call option akan berharap harga saham akan naik, dan akan meraih

5
keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut. Dengan membeli opsi,

investor dapat melakukan spekulasi terhadap kenaikan harga saham tanpa

harus mempunyai saham tersebut, dan berharap bisa memperoleh keuntungan

dari kenaikan harga saham tersebut di masa datang. Artinya, jika tiba waktu

jatuh tempo, dan harga saham di pasar naik di atas harga yang disepakati

dalam kontrak opsi, maka investor yang telah memiliki call option, akan bisa

membeli saham tersebut dengan harga yang lebih murah dibanding harga

pasar (sebesar harga yang disepakati dalam kontrak opsi).

Bentuk sekuritas derivatif lainnya, yaitu put option adalah opsi yang

memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada

jumlah, waktu dan harga yang telah ditentukan. Jika kontrak put option

dilaksanakan, maka pemegang opsi akan mempunyai hak untuk menjual

saham yang telah ditentukan kepada penjual opsi, pada waktu, jumlah dan

harga yang telah ditentukan pula. Oleh karena itu investor yang membeli put

option mempunyai harapan yang berkebaikan dengan pemilik call option.

Pemegang call option akan berharap agar harga pasar saham pada saat jatuh

tempo berada di bawah harga pasar yang disepakati dalam kontrak opsi. Jika

harga pasar saham di bawah harga yang disepakati dalam kontrak, berarti

pemilik call option akan bisa menjual saham tersebut kepada penjual call

option dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar saham yang

bersangkutan.

6
4 hal penting yang perlu diperhatikan dalam kontrak opsi beli :

 Perusahaan yang sahamnya akan dibeli

 Jumlah saham yang dapat dibeli

 harga pembelian/harga penyerahan saham tersebut

 Tanggal berakhirnya hak membeli.

 Terminologi Opsi

1. Exercise (strike) Price, yaitu harga per lembar saham yang dijadikan

patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti

harga yang harus dibayar (dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh

tempo. Sedangkan bagi pemegang put option, exercise price berarti

harga yang akan diterima oleh pemilik put option dari penjual put

option.

2. Expiration date, yaitu batas waktu dimana opsi tersebut dapat

dilaksanakan. Ada dua model Expiration date yang bisa diterapkan

yaitu Model Amerika dan Model Eropa. Opsi dengan gaya Amerika

dapat dilaksanakan kapan saja sampai dengan batas waktu yang telah

ditentukan (expiration date). Sedangkan opsi gaya Eropa dilaksanakan

hanya pada saat expiration date.

3. Premi Opsi adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada

penjual opsi.

7
 Mekanisme Perdagangan Opsi

Pada perdagangan opsi ada sejenis lembaga kliring opsi (Option

Clearing Corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara

broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual opsi. Dalam

mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual call option melalui broker

yang ditunjuk menyerahkan sejumlah saham yang dijadikan patokan

kepada OCC, dan membeli opsi yang akan melaksanakan call option

membeli saham tersebut dari OCC, sehingga transaksi pelaksanaan opsi

dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi

pembeli untuk semua penjual menjadi penjual untuk setiap pembeli.

B. Opsi Saham di Bursa Efek Indonesia

Bursa efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan kontrak opsi saham

(KOS) pada tanggal 6 oktober 2004. BEI mendefinisikan opsi saham sebagai

hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli (call option) dan atau menjual

(put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (undelying stock) pada

harga (strike price) dan dalam waktu tertentu. Jadi yang diperjualbelikan pada

KOS adalah hak jual (put option) atau hak beli (call option) atas underlying

asset yang berupa saham induk atau saham acuan.

Saat ini ada empat saham perusahaan tercatat yang menjadi saham induk

untuk perdagangan KOS di BEI adalah :

8
 PT Astra internasional Tbk (ASII)

 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

 PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

 PT HM. Sampoerna Tbk (HMSP)

Harga penutupan saham induk pada hari sebelumnya digunakan sebagai

dasar penentuan strike price dalam perdagangan KOS adalah sebagai berikut:

 Untuk harga penutupan kurang dari Rp. 1.000, perubahan strike price

adalah dalam kelipatan Rp. 50.

 Untuk harga penutupan Rp. 1.001 sampai dengan Rp. 5.000,perubahan

strike price adalah dalam kelipatan Rp. 100.

 Untuk harga penutupan Rp. 5001 sampai dengan Rp. 10.000,

perubahan strike price adalah dalam kelipatan Rp. 200.

 Untuk harga penutupan lebih dari Rp. 10.000, perubahan strike price

adalah dalam kelipatan Rp. 500.

Expiration date adalah tanggal terakhir opsi dapat dilaksanakan. Option

premium adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi

baik call option maupun put option. Premium ini dihasilkan dari hasil tawar

menawar antar pembeli dan penjual opsi dalam mesin perdagangan KOS yang

diberi nama JOTS (Jakarta option trading system).

9
C. Karakteristik Keuntungan dan Kerugian Opsi

Contoh empat posisi dasar, yaitu pada pembeli call option, penjual call

option, pembeli put option, dan yang terakhir penjual put option. Pembeli call

option Karakteristik keuntungan dan kerugian call option berbeda dengan

kareteristik keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh investor jika membeli

saham. kerugian investor yang membeli call option bersifat terbatas sebesar harga

premi opsi, sedangkan jika pembeli saham, kerugian yang bisa diderita investor

bersifat tidak terbatas, sebesar selisih penurunan harga saham bersangkutan

dibanding harga saham pada awal pembelian.

Gambar 2.1 Profil kerugian atau keuntungan pembeli call option dan saham

10
Tabel 2.1 Profil kerugian atau keuntungan pembeli call option vs pembeli saham

Pada Gambar 2.1 dan Tabel 2.1 diatas tampak perbandingan (kerugian)

investor yang membeli call option atas saham XYZ (underlying asset) dan investor

yang membeli saham XYZ. Besarnya keuntungan (kerugian) yang bisa diperoleh

kedua investor tersebut tergangtung pada harga saham XYZ pada saat expiration

date. Tabel dan gambar diatas memperlihatkan bahwa investor yang membeli saham

XYZ akan memperoleh keuntungan Rp 1 untuk setiap kenaikan harga saham XYZ

sebesar Rp 1. Demikian pula dengan kerugian yang akan dialami oleh investor

tersebut, setiap penurunan harga saham sebesar Rp 1 maka investor juga akan

mengalami kerugian sebesar Rp 1. Dengan demikian, keuntungan (kerugian) untuk

membeli saham XYZ yang terbentuk di pasar. Karakteristik kerugian ini lain dengan

posisi investor yang membeli call option, yang hanya akan menderita kerugian

maksimum tetap sebesar Rp 50.

11
Penjual call option. Keuntungan kerugian penjual call option adalah

kebalikan dari profil keuntungan (kerugian) pembeli call option. profil keuntungan

penjual call option pada saat expiration date besarnya akan sama dengan kerugian

yang diderita oleh pembeli call option. Keuntungan (kerugian) yang diperoleh

pembeli dan penjual call option dijumlahkan maka hasilnya akan nol, karena

kerugian yang dialami penjual call option merupakan keuntungan bagi pembeli, oleh

karena itu perdagangan opsi sering pula disebut sebagai zero-sum game.

Gambar 2.2 Profil keuntungan (kerugian) penjual dan pembeli call option

Pembeli put option. Untuk dapat lebih melihat profil risiko dan return

pembeli put option maka dilakukan perbandingan keuntungan (kerugian) antara

pembeli put option dengan investor yang melakukan short selling terhadap saham

perusahaan. Menurut tabel 2.2 dan gambar, Secara teoritis, keuntungan maksimum

yang biasa diperoleh pembeli put option bila harga saham turun sampai dengan angka

nol, sedangkan kerugian maksimalnya adalah sebesar premi put option.


12
Gambar 2.3 Profil kerugian / keuntungan pembeli put option dan Investor

yang melakukan short selling pada saham XYZ

Tabel 2.2 Profil kerugian / keuntungan pembeli put option dan investor yang

melakukan short selling pada saham XYZ

Penjual Put Option. Keuntungan dan kerugian penjual put option, seperti

halnya penjual call option, juga merupakan sisi kebalikan dari keuntungan dan

kerugian pembeli put option. Keuntungan maksimumnya adalah harga premi opsi
13
sedangkan kerugian maksimumnya terjadi pada saat harga saham turun mencapai

angka nol. Kerugian maksimum penjual put option adalah sebesar strike price

dikurangi dengan harga premi opsi.

Gambar 2.4 Profil keuntungan (kerugian) penjual dan pembeli put option

Pengaruh Nilai Waktu Uang Dan Dividen

Seperti kita ketahui, pembeli opsi harus membayar kepada penjual opsi

sebesar harga premi opsi pada saat opsi tersebu dibeli. Dalam situasi seperti ini

dikatakan terjadi biaya kesempatan (opportunity cost), karena pembeli opsi

kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan lainya, seandainya uang untuk

membayar premi opsi tersebut di investasikan pada jenis investasi lainnya. disisi

lainnya, pihak penjual opsi juga sebenarnya juga menanggung biaya kesempatan,

karena mempunyai kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang berasal dari

penjualan opsi tersebut oleh investor lainnya.

14
D. Strategi Perdagangan Opsi

Ada banyak strategi perdagangan opsi yang bisa dilakukan investor, tetapi

strategi-strategi tersebut pada dasarnya bisa dikelompokan menjadi lima, yaitu :

strategi Naked, Hedge, Straddle, kombinasi dan spread.

1. Naked Strategy

Tidak melakukan tindakan yang berlawanan atau mengambil posisi

lain yang dapat mengurangi kerugian dengan cara memiliki saham yang

dijadikan patokan.

Tabel 2.3 Naked Strategy dan Prakiraan kondisi pasar

2. Hedge Strategy

Ada dua jenis hedge strategy yang umum dikenal yaitu :

a. Covered call writing strategy yaitu Melindungi portopolio yang

dimilki terhadap penurunan harga saham dengan cara menjual call

option terhadap saham yag telah dimiliki dalam portopolio.

15
Gambar 2.5 Keuntungan (kerugian) covered call writing strategy

Pertama, covered call writing strategy bisa digunakan untuk

mengurangi risiko terhadap penurunan nilai portofolio yang dimiliki.

Kedua, adalah profil keuntungan (kerugian) pada strategi ini sama dengan

profil keuntungan (kerugian) pada strategi menjual put option

(bandingkan Gambar 2.4 dengan gambar 2.5).

b. Protective put buying strategy yaitu melindungi portopolio yang

dimiliki terhadap risiko penurunan nilai pasar dengan cara membeli

put option terhadap saham yang ada dalam portopolio.

16
Gambar 2.6 Keuntungan (kerugian) protective put buying strategy

Dari gambar 2.6 diatas tampak bahwa dengan menggunakan strategi

protective put buying investor dapat memastikan bahwa ia minimal akan

menerima uang sebesar Rp 950 per lembar saham yang dimilikinya,

sehingga strategi tersebut bisa membatasi kerugian yang bisa dialami

investor (yaitu sebesar harga opsi)

3. Straddle strategy

Dilakukan dengan cara membeli atau menjual, baik berupa call option

yang mempunyai saham maupun put option yang mempunyai saham

patokan, expiration date dan strike price yang sama. Strategi ini dapat

dilakukan dengan 2 cara: Long Straddle, strategi yang memberikan

keuntungan jika terjadi pergerakan harga saham yang memadai, baik

untuk kenaikan harga maupun penurunan harga. Short Straddle, strategi

dengan estimasi bahwa pergerakan harga saham (bukan arah

17
pergerakannya) tidak terlalu besar atau harga saham relatif tidak

berubah.

Contoh dari straddle adalah pembelian satu put dan satu call atas

saham XYZ dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 dan tanggal kadaluarsa

satu bulan. Karena kedua option berada pada posisi beli (long position),

maka strategi ini disebut “long straddle”. Jika satu put dan satu call

dijual (short position) maka disebut “short straddle”. Tidak seperti posisi

option beli terbuka yang memberikan keuntungan jika harga saham

bergerak ke arah yang telah diantisipasi sebelumnya “long straddle”

memberikan keuntungan jika terdapat pergerakan harga yang cukup

besar kearah manapun sehingga keuntungan atas satu option akan lebih

besar dari pada biaya penetapan posisi.

Gambar 2.7 Profil keuntungan (kerugian) strategi long straddle


18
Investor yang menerapkan strategi “long straddle” harus dapat

memperkirakan tingkat perubahan harga di masa depan dan bulan pada arah

pergerakan harga. Dalam strategi “short straddle”, investor memperoleh

pendapatan komisi jika harga tidak memiliki pergerakan yang cukup untuk

menghapus komisi yang diterima untuk kedua option baik call maupun put.

4. Strategi Kombinasi

Mengkombinasikan call dan put option dengan patokan saham yang

sama, tetapi strike price dan atau expiration date masing-masing opsi tersebut

berbeda.

5. Spread Strategy

Merupakan strategi dimana pembeli sebuah kelas opsi dibiayai secara

keseluruhan oleh hasil penjualan opsi yang lain.

E. Penilaian Opsi

a. Nilai Intrinsik dan premi waktu

Nilai ekonomis jika opsi tersebut dilaksanakan call option akan

mempunyai nilai intrinsik yang positif jika harga saham lebih besar dari strike

price. Besarnya nilai intrinsik tergantung dari selisih antara harga saham yang

sebenarnya dengan harga strike price.

19
Tabel 2.4 Nilai Intrinsik sebuah Opsi

Jumlah harga opsi yang melebihi nilai intrinsiknya disebut dengan

premi waktu. Pembeli opsi berharap pada suatu saat sebelum expiration date

perubahan harga pasar saham akan meningkatkan nilai opsi. Untuk itu

pembeli opsi mau membayar lebih besar dari nilai intrinsic dari opsi itu

sendiri. Premi waktu itu dapat dihtung dengan rumus berikut ini :

Premi waktu = Harga opsi – nilai intrinsik

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi

1. Harga saham yang dijadikan patokan

2. Strike price yang ditetapkan

3. Expiration date dari opsi

4. Volatilitas harga saham yang diharapkan selama umur opsi

5. Tingkat suku bunga jangka pendek selama umur opsi

20
6. Dividen yang diharapkan diberikan oleh saham yang dijadikan patokan

dalam opsi selama umur opsi tersebut.

Tabel 2.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi

c. Model Black Scholes

Dasar asumsi model Black-Scholes : bahwa (dalam kondisi tidak ada

dividen) perubahan persentase dalam harga saham dalam periode waktu

pendek mendekati distribusi normal. Perubahan dalam periode waktu pendek

berturut-turut adalah independen. Perubahan harga saham ini mengikuti

random walk, yang berarti dalam jangka pendek berdistribusi normal.

Model Black – Scholes merupakan model penilaian call option yang

telah banyak diterima oleh masyarakat keuangan. Model Black– Scholes

menggunakan lima variabel yaitu:


21
1. Harga saham

2. Strike price

3. Expiration date

4. Tingkat bunga

5. Volatilitas harga saham

Bagaimana pengaruh kelima variable tersebut terhadap harga opsi telah

dijelaskan pada sub bab sebelumnya (lihat tabel 2.5). Rumus penilaian opsi

dengan menggunakan model Black-Scholes ini adalah :

Dalam hal ini :

C = harga call option

S = harga saham

X = Strike price

r = tingkat suku bunga bebas risiko jangka pendek

t = sisa waktu sampai dengan expiration date (dalam tahun)

s = standar deviasi harga saham

22
N(.) = fungsi densitas kumulatif dari d2 dan d1. Nilai N(.) dihasilkan dari tabel
distribusi normal .

Dari persamaan diatas, terlihat bahwa rumus Black-Scholes hanya memasukkan

lima faktor dari enam faktor yang dianggap mempengaruhi lima opsi. Faktor

kemungkinan saham memberikan dividen tidak dimasukkan dalam rumus karena

model Black-Scholes digunakan untuk opsi yang tidak memberikan dividen.

Harga opsi yang dihasilkan oleh perhitungan Model Black-Scholes adalah harga

yang fair sehingga jika harga suatu opsi berbeda dengan harga tersebut maka akan

ada kemungkinan untuk mendapatkan laba arbritase bebas risiko dengan cara

mengambil posisi yang berlawanan terhadap saham yang dijadikan patokan. Misalnya

ada sebuah call option yang diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi dari

harga yang dihasilkan oleh model Black-Scholes, maka seorang arbitrator akan

menjual call option tersebut dan kemudian membeli saham. Sebaliknya, jika harga

call option ternyata lebih rendah dari harga yang dihasilkan dari model black-scholes

maka investor akan membeli call option dan menjual sebuah saham yang dijadikan

patokan.

Proses hedging dengan melakukan perdagangan saham yang dijadikan patokan

akan memberikan kesempatan kepada investor untuk mendapatkan profit arbritase

bebas risiko. Jumlah lembar saham yang dibutuhkan sangat tergantung dari faktor-

faktor yang mempengaruhi harga opsi.

23
F. Pengertian Futures

Kontrak futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi hal–

hal berikut ini :

1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu dari penjual futures, dalam

jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu yang

ditentukan dalam kontrak.

2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau asset tertentu

kepada pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan

pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak.

Dari pengertian di atas, kontrak futures bisa didefinisikan juga sebagai suatu

kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak untuk melakukan dan menerima

penyerahan sejumlah aset/komoditi dalam jumlah, harga, dan batas waktu

tertentu. Dalam perkembangan perdagangan futures, aset atau komoditi yang bisa

diperjualbelikan tidak hanya terbatas pada komoditi pertanian atau pertambangan

saja,tetapi juga sudah mencakup aset finansial.

Dalam kontrak futures, ada beberapa terminologi penting yang perlu diperhatikan

antara lain sebagai berikut :

1. Suatu (komoditi/aset) yang disetujui kedua pihak untuk dipertukarkan disebut

dengan underlying asset.

24
2. Tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi disebut dengan settlement

date atau delivery date.

3. Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang berkepentingan

Untuk melakukan transaksi disebut dengan futures price.

4. Pihak yang menyetujui kontrak untuk membeli asset yang menjadi patokan di

kemudian hari disebut sebagai pemilik (owner) kontrak futures, atau

dikatakan mengambil posisi long futures atau long position.

5. pihak yang menyetujui kontrak untuk menjual aset patokan tersebut di

kemudian hari disebut sebagai penjual (seller) kontrak futures, atau disebut

juga berada pada posisi short futures atau short position.

G. Sejarah dan Prinsip-Prinsip dalam Kontrak Futures

Latar belakang munculnya perdagangan futures pada dasarnya bisa

dijelaskan dari teori evolusi pasar. Bentuk perdagangan pertama kali

dilakukan dengan sistem barter (pertukarang langsung). Barter akan terjadi

jika ada dua pihak yang memiliki kepentingan dan minat yang sama untuk

melakukan pertukaran barang. Sistem perdagangan seperti ini seringkali

menemui kegagalan akibat tidak adanya dukungan informasi dan transportasi

yang memungkinkan pertemuan kepentingan pihak – pihak yang ingin

melakukan barter.

25
Perkembangan lebih lanjut, seiring dengan kemajuan teknologi

produksi dan transportasi yang memungkinkan manusia untuk memproduksi

produk secara massal dan selanjutnya menukarkan produk tersebut dengan

produk lainnya, mengakibatkan munculnya pusat–pusat perdagangan sebagai

tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Seringkali, akibat kendala komunikasi dan transportasi yang belum

memadai di antara pembeli dan penjual, menyebabkan munculnya hambatan-

hambatan dalam perdagangan. Hal ini tentu saja bisa merugikan pihak

pembeli maupun penjual. Barang yang terlalu lama disimpan atau tidak laku

akan bisa menyebabkan produk yang dijual membusuk ataupun harganya

menjadi sangat rendah. Kondisi seperti ini dahulu memunculkan inisiatif di

Eropa untuk menemukan suatu mekanisme perdagangan komoditi pertanian

yang bisa mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut,

selanjutnya menemukan suatu mekanisme perdagangan dengan menggunakan

instrument yang disebut kontrak forward. Dalam kontrak forward ini, dua

belah pihak penjual dan pembeli bernegosiasi dan menandatangani kontrak

tertulis yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk memperjualbelikan

suatu komoditi dalam jumlah dan kualitas tertentu, pada tingkat harga tertentu

di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi risiko

ketidakpastian harga komoditi di masa datang. Tapi, permasalahan yang

muncul selanjutnya adalah seringnya ditemui kesulitan untuk menjual kembali

26
komoditi tersebut pada pihak yang benar-benar akan menggunakan komoditi

setelah pelunasan kontrak (banyak pembeli kontrak forward yang tidak

menggunakan komoditi tersebut untuk keperluan sendiri). Di samping itu,

belum adanya standarisasi spesifikasi asset (karena spesifikasi merupakan

produk negosiasi) selanjutnya akan memunculkan masalah likuiditas dari

kontrak forward itu sendiri.

Selanjutnya, untuk mengatasi masalah tersebut kontrak forward ini

banyak diperjualbelikan di pasar yang terorganisir sebagai bentuk sekuritas

berharga yang bisa diperjualbelikan, yang sudah memuat spesifikasi komoditi

yang sudah terstandarisasi dan terjamin mutunya. Bentuk perdagangan

kontrak forward yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan melalui

mekanisme pasar yang terorganisir ini selanjutnya menimbulkan bentuk

sekuritas derivative baru yang disebut sebagai kontrak futures.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam beberapa hal

kontrak forward dan kontrak futures memiliki kesamaan, meskipun bisa

ditarik dua perbedaan yang mendasar. Perbedaan pertama adalah bahwa

kontrak forward merupakan kontrak yang dinegosiasikan oleh kedua belah

pihak (terkadang melibatkan perantara bank investasi), dan diperjualbelikan di

pasar non-reguler. Sedangkan, kontrak futures merupakan kontrak yang

27
dilakukan oleh dua pihak (juga melibatkan broker dan lembaga kliring) yang

memuat spesifikasi yang terstandarisir pada pasar regular yang terorganisir.

Perbedaan kedua terkait dengan bagaimana memperlakukan perubahan

harga dan arus kas yang terjadi. Pada kontrak forward, nilai dan arus kas

ditentukan pada tanggal penyerahan/pelunasan kontrak. Nilai ini bisa negatif

atau positif tergantung dari selisih harga pasar komoditi tersebut pada saat

jatuh tempo dengan harga komoditi yang disepakati dalam kontrak forward.

Sedangkan, pada kontrak futures, nilai futures dan arus kas disesuaikan setiap

hari sesuai dengan perubahan harga pasar komoditi yang terjadi setiap

harinya. Perlakuan seperti ini diistilahkan marked-to-market .

a. Kontrak Forward

28
b. Kontrak Futures

Gambar 2.8 Mekanisme perdagangan kontrak forward vs kontrak futures

H. Mekanisme dan Fungsi Bursa Kontrak Futures

Perdagangan kontrak futures merupakan perkembangan dari sistem

perdagangan kontrak forward. Perdagangan kontrak futures merupakan hasil

perkembangan dari sistem perdagangan kontrak forward yang terstandarisasi

dan dilakukan pada pasar yang terorganisir. Standarisasi ini pada awalnya

bertujuan untuk meningkatkan likuiditas kontrak forward sehingga pemegang

kontrak forward menjual kembali kontrak tersebut dengan mudah. Beberapa

spesifikasi yang distandarisir dalam kontrak futures adalah jumlah, kualitas,

waktu penyerahan, tempat penyerahan, serta syarat-syarat pembayaran dan

29
prosedur dalam penyerahan komoditi yang menjadi aset patokan dalam

kontrak. Dengan demikian, komponen yang akan dinegosiasikan dalam

transaksi kontrak futures antara penjual dan pembeli adalah komponen harga.

Kemudahan tersebut akan membuat likuiditas jual/beli kontrak berjangka

menjadi semakin tinggi.

Harga dari suatu kontrak futures ditetapkan melalui persaingan terbuka

antar pelaku pasar atau anggota bursa melalui dua acara. Pertama, penetapan

harga dilakukan dengan sistem lelang terbuka di lantai bursa; cara kedua,

dengan melalui sistem perdagangan elektronik dengan menggunakan

komputer.

Semua aktivitas dalam transaski kontrak futures yang sudah

terstandarisir dilakukan dalam bursa yang teroganisir, dengan bantuan sebuah

lembaga kliring. Dengan demikian, perdagangan dalam bursa kontrak futures

akan berfungsi sebagai berikut:

1. Transfer risiko (risk transfer), Bursa kontrak futures bisa dijadikan

sarana oleh para hedger (pihak yang melakukan hedging) untuk

mengendalikan risiko harga yang melekat pada komoditas yang

menjadi patokan kepada pihak spekulator yang melakukan perhitungan

risiko untuk mendapatkan keuntungan.

30
2. Pembentukan harga (price discovery), Bursa kontrak futures bisa

dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang transparan dan terbuka

karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang terbuka. Harga

yang terbentuk nantinya juga sudah akan mencerminkan kekuatan tarik

menarik antara permintaan dan penawaran dari komoditi yang menjadi

aset patokan.

3. Stabilitas keuangan (financial stability). Para hedger yang melakukan

lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan patokan akan lebih

mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya, karena

dalam perdagangan di bursa kontrak futures, kepastian pencapaian nilai

dari aset yang akan dijual sudah dilindungi nilainya.

4. Pengawasan mutu (quality control). Spesifikasi tentang mutu aset

patokan yang tercantum secara spesifik dalam kontrak futures akan bisa

dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara fisik

dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.

5. Pengumpulan informasi yang efisien (efficient information gathering).

Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antar pelaku padar

yang ingin bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat,

mudah, dan sekaligus murah).

31
I. Manfaat Kontrak Futures

Perkembangan transaksi futures yang sangat pesat menunjukkan

betapa sekuritas derivative itu sudah menjelma menjadi alternatif investasi

yang cukup menarik dan banyak dipilih investor. Pada dasanya ada dua

motivasi utama dari para investor yang melakukan investasi dalam bentuk

transaksi kontrak futures, yang terkait dengan manfaat yang ditawarkan oleh

sekuritas ini, yaitu: pertama, sebagai sarana untuk melakukan lindung nilai

(hedging) terhadap risiko perubahan harga di masa depan; dan kedua, juga

sebagai ajang melakukan spekulasi untuk memperoleh keuntungan.

a. Futures sebagai Lindung Nilai

Salah satu manfaat utama yang bisa diberikan kontrak futures adalah

untuk melindungi nilai (hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman

risiko ketidakpastian perubahan harga di masa depan. Manfaat ini juga sejalan

dengan motivasi awal yang melatarbelakangi munculnya instrument kontrak

futures ini.

Pihak yang melakukan transaksi dalam kontrak futures untuk tujuan

lindung nilai disebut juga para hedger. Para hedger ini bisa melakukan

kegiatan perdagangan komoditi secar fisik dan juga memanfaatkan kontrak

32
futures untuk mengurangi risiko perubahan harga di masa depan. Para hedger

ini biasanya terdiri dari para produsen, maupun para pedagang komoditi.

Dalam penggunaan futures sebagai lindung nilai, investor harus

mengambil posisi yang berlawanan dengan posisis investor berrsangkutan

pada perdagangan aset secara fisik. Oleh karena itu, ada dua alternatif posisi

hedging yang bisa dilakukan investor adalah sebagai berikut:

1. Short hedge (menjual futures). Investor yang mengambil posisi ini

mempunyai komoditi atau asset yang menjadi underlying dalam kontrak

futures yang dijualnya secara fisik. Dengan menjual futures maka investor

akan terlindung dari risiko penurunan harga yang mungkin akan terjadi di

masa depan. Alternatif posisi ini biasanya dilakukan oleh para petani yang

bertujuan untuk mendapatkan kepastian harga sesuai dengan yang

diharapkannya.

2. Long hedge (membeli futures). Pada posisi ini investor tidak memiliki

komoditi atau aset yang menjadi undelying pada kontrak futures yang akan

dibelinya. Hal ini dilakukan investor yang berkeinginan untuk memiliki

komoditi atau aset tersebut di masa datang, sehingga dengan cara membeli

kontrak futures terhadap komoditi atau aset tersebut, maka investor dapat

terlindung dari risiko kenaikan harga di masa yang akan datang. Pihak yang

33
biasanya melakukan alternatif posisi hedging seperti ini adalah para eksportir

atau pemakai bahan baku untuk menjaga kontinuitas persediannya.

b. Futures sebagai Sarana Spekulasi

Manfaat utama lain yang bisa diperoleh dari transaksi kontrak futures

adalah sebagai ajang spekulasi untuk memperoleh keuntungan dari perubahan

harga yang terjadi. Pihak-pihak yang melakukan transaksi kontrak futures

untuk tujuan spekulasi sering disebut juga sebagai para spekulator. Para

spekulator ini secara sukarela menanamkan modalnya dalam transaksi kontrak

futures yang berisiko untuk memperoleh keuntungan secara cepat. Bagi

seorang spekulator salah satu cara tercepat untuk memperoleh keuntungan

adalah dengan cara membeli saham harga rendah dan menjual ketika harga

tinggi. Peran para spekulator ini tidak selamanya terkesan negatif, justru

sebaliknya dengan adanya para spekulator pasar menjadi lebih likuid. Dalam

kenyataannya, para spekulator ini memang hanya mengejar return dari

pergerakan harga di masa depan saja, sehingga mereka jarang melakukan

transaksi pada perdagangan komoditi atau aset yang menjadi underlying.

J. Arus Kas dalam Kontrak Futures

Pada saat seorang investor sudah mengambil suatu posisis pada

kontrak futures, maka investor harus menyimpan sejumlah dana minimum per

kontrak yang telah ditentukan pada lembaga kliring. Jumlah dana minimum

34
tersebut disebut dengan margin awal. Masing-masing broker bebas untuk

menentukan margin awal yang diisyaratkan, diatas batas minimum yang telah

ditetapkan lembaga kliring. Margin awal itu kemudian akan dimasukkan

dalam rekening, dan saldo dalam rerkening itu akan menunjukkan ekuitas

yang dimiliki investor. Posisi ekuitas investor akan berubah sesuai dengan

fluktuasi harga kontrak futures.

Selanjutnya, pada akhir hari perdagangan akan ditentukan settlement

price untuk kontrak future. Harga settlement tersebut berbeda dengan harga

penutupan yang telah banyak dikenal orang sebagai harga akhir sekuritas pada

saat perdagangan terakhir pada hari tersebut. Harga settlement adalah nilai

yang dianggap representatif untuk akhir hari perdagangan. Sebuah komite

dalam lembaga kliring, disebut dengan pit committee, akan melihat semua

perdagangan pada menit-menit terakhir dan mengidentifikasikan rata-rata

harga yang terjadi. Lembaga kliring kemudian menggunakan harga settlement

tersebut untuk menentukan posisi investor, sehingga keuntungan atau

kerugian akibat harga tersebut akan dengan cepat direfleksikan dalam

rekening ekuitas investor.

K. Penilaian Futures

Salah satu hal utama yang perlu dipahami dalam kontrak futures

adalah bagaimana menentukan harga futures. Dalam penentuan harga futures

35
ini, perlu memperhatikan strategi yang dipakai oleh pihak-pihak yang

melakukan transaksi kontrak futures ada tiga komponen utama yang perlu

diperhatikan dalam penentuan harga futures yang wajar dalam posisi

ekulibrium, sebagai berikut :

1. Harga asset yang menjadi patokan (underlying asset) dipasar;

2. Yield yang bisa diperoleh sampai dengan settlement date. Yield ini

biasanya dihitung dalam persentase, yang menunjukkan tingkat return

harapan dari kontrak futures pada saat settlement date.

3. Tingkat suku bunga untuk meminjam atau menabung dana sampai

dengan settlement date. Dalam periode pemegangan kontrak futures,

ada kemungkinan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi

kontrak futures meminjam sejumlah dana untuk memenuhi margin

minimal yang harus dipertahankan yang telah melewati batas

minimum, atau menabung kelebihan dana yang diperolehnya dari

maintenance margin.

Komponen-komponen di atas akan dilambangkan dengan notasi sebagai berikut:

R = suku bunga pinjaman (%)

Y = yield (%)

P = harga di pasar (Rp)

F = harga futures (Rp)

36
Investor yang melakukan transaksi kontrak futures bisa menerapkan beberapa

strategi. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan

mengkombinasikan tindakan berikut :

1. Menjual kontrak future sebesar harga F

2. Membeli aset dengan harga P

3. Meminjam sebesar P pada tingkat bunga sebesar r sampai dengan settlement

date.

Dengan strategi itu pendapatan pada saat settlement date adalah :

37
Profit yang diperoleh dari strategi tersebut akan sama dengan persamaan berikut:

Pada posisi ekuilibrium maka harga futures adalah harga dimana profit yang

diperoleh dari strategi arbritase adalah nol, sehingga :

(F+yP) – (P+rP) = 0

Dari Persamaan tersebut maka kita dapat menentukan harga futures adalah sebesar :

Dengan kata lain, pada kondisi ekuilibrium, futures prices adalah fungsi dari

harga aset di pasar, biaya pembelanjaan dan yield yang diperoleh dari investasi pada

aset.

Di samping alternatif diatas, investor juga mungkin menerapkan alternatif

strategi berikut ini :

1. Membeli kontrak futures sebesar harga F

2. Menjual aset dengan harga P

3. Menabung sebesar P pada tingkat r sampai dengan settlement date

38
Dengan strategi tersebut, pendapatan pada saat settlement date adalah :

Dengan demikian, profit yang diperoleh dari strategi tersebut akan sama

dengan persamaan berikut :

Profit = (P+rP) – (F+yP)

Pada posisi ekuilibrium maka harga futures adalah harga dimana profit yang

diperoleh dari strategi arbritase adalah nol, sehingga harga futures sama dengan

sebelumnya yaitu :

F = P + P(r-y)

Sebagai gambaran dari penjelasan diatas, berikut ini akan diberi contoh

sebuah kontrak futures dengan menggunakan underlying aset XYZ, sebagai berikut :

1. Aset XYZ dijual dipasar dengan harga Rp. 1.000,-

2. Aset XYZ akan membayar kepada pemiliknya Rp. 200,- selama setahun dan

dibayar secara triwulan, sehingga setiap tiga bulan pemilik aset XYZ akan

memperoleh Rp. 50,-

39
3. Settlement date kontrak futures tersebut adalah tiga bulan dari sekarang,

4. Tingkat suku bunga triwulan yang berlaku adalah 8% per tahun.

Dengan menggunakan asumsi-asumsi tersebut harga futures yang dianggap

fair adalah:

F= 1000 + 1000(0,02-0,05) = 990

Misalnya harga futures ditentukan sebesar Rp. 1.050,- jika investor

menggunakan alternatif strategi yang pertama, yaitu :

1. Menjual kontrak futures pada Rp. 1.050,-

2. Membeli aset XYZ dengan harga Rp. 1.000,-

3. Meminjam Rp. 1000,- pada tingkat bunga triwulan sebesar 8% per tahun

Dengan demikian, pendapatan investor pada saat settlement date adalah sebagai

berikut :

40
L. Kontrak Berjangka Indeks Saham

Kontrak berjangka indeks merupakan kontrak berjangka dengan

menggunakan variable pokok (underlying) suatu indeks saham.

Di BEI, ada empat kontrak berjangka pada indeks pasar saham, yaitu :

1. LQ futures

2. Mini LQ futures

3. DOW Futures

4. JPF Futures

a. Kontrak Berjangka Indeks di BEI

Tabel 2.6 spesifikasi kontrak berjangka indeks di BES

41
b. Keuntungan dan Kerugian Kontrak Berjangka Dengan Marked To Market

Anggap suatu pagi hari Bapak Surya memerintahkan brokernya untuk

membeli (long) 100 kontrak berjangka suatu aset dengan besar kontrak adalah

Rp. 10.000,- per kontrak. Harga tiap kontrak adalah 110. Berapakah nilai tiap

kontrak dan total nilai kontrak Bapak Surya Broker menetapkan margin awal

adalah 5 juta dan maintenance margin adalah 3 juta. Pada akhir hari

perdagangan, aset tersebut ditutup pada harga 107. Seluruh rekening adalah

marked to market.

Hitung saldo rekening Bapak Surya pada akhir hari, berapakah

keuntungan atau kerugiannya. Nilai kontrak Bapak Surya adalah Rp. 10.000 x

110 = Rp1.100.000 per kontrak. Total nilai kontrak adalah Rp1.100.000 x 100

kontrak = Rp110.000.000. Dengan harga settlement adalah 107, maka posisi

kontrak berjangka Bapak Surya ditetapkan Rp1.070.000 per kontrak, atau

total nilai posisi adalah Rp. 107.000.000,- . Maka Bapak Surya mengalami

kerugian Rp. 3.000.000. Kerugian ini mengurangi margin awal Rp5 juta

menjadi Rp3 juta dalam rekening.

Karena maintenance margin adalah Rp 3 juta, maka broker

mengeluarkan margin call yang meminta Bapak Surya untuk menaikkan

margin menjadi tingkatan semula Rp5 juta. Jika Bapak Surya tidak

menyerahkan uang untuk menaikkan marginnya, maka brokernya akan

42
menutup posisi kontraknya pada berapapun harga perdagangan yang terjadi

dipasar.

Anggap hari ini indeks DJIA adalah 11.500. Bapak Yapto

memperkirakan indeks akan turun. Dia memasang 10 kontrak jual pada harga

11.500 sehingga nilai kontraknya Rp500.000x220= Rp. 110 juta. Apabila

indeks DJIA ternyata malah naik misalnya ke 11.505, berapakah keuntungan

atau kerugian kontrak berjangka DOW futures ini?

Multiplier untuk Dow futures adalah Rp40.000. Kerugian yang

diperoleh Bapak Yapto adalah :

5poin x Rp. 40.000x10 kontrak= Rp. 2.000.000,- .

c. Indeks Arbitrage Penilaian kontrak berjangka yang telah dibahas pada seksi

sebelumnya merupakan dasar bagi strategi perdagangan yang dikenal sebagai

arbitrase indeks (index arbitrage).

Dengan menerapkan arbitrase indeks, pedagang memonitor harga

kontrak berjangka indeks dan level indeks variabel pokok untuk

mengekploitasi penyimpangan dari keseimbangannya.

Harga kontrak berjangka ini seharusnya:

F =P+P(r–y)

= 2.000 + 2.000 (0,10–0,05)

= 2.100.

43
Dengan demikian, harga kontrak berjangka adalah terlalu tinggi.

d. Lindung nilai risiko pasar saham dengan kontrak berjangka indeks

Kontrak berjangka indeks juga dapat digunakan untuk menurunkan risiko

memegang portofolio sekuritas.

Contoh: Bapak Nanda bertanggung jawab untuk mengelola sebuah

portofolio saham dengan nilai saat ini adalah Rp. 10 milyar. Untuk

melindungi portofolionya, Bapak Nanda melakukan short hedge dengan

menggunakan kontrak berjangka indeks. Banyaknya kontrak berjangka indeks

yang disyaratkan untuk secara efektif dapat melindungi nilai tergantung pada

tiga input, yaitu :

1. Nilai portofolio saham saat ini, beta portofolio saham tersebut, dan Nilai

kontrak dari kontrak berjangka indeks yang digunakan untuk melindungi.

Bapak Nanda memutuskan untuk melakukan short hedge dengan

menggunakan LQ futures dengan variabel pokok indeks LQ45 yang

digunakan Bapak Nanda untuk menghitung beta portofolionya. Dari

market info yang dikeluarkan BES, Bapak Nanda memperoleh informasi

bahwa saat ini harga LQ futures untuk kontrak berjatuh tempo tiga bulan

adalah 290. Karena kontrak LQ futures mempunyai multiplier Rp500.000

per poin indeks, maka nilai satu kontrak berjangka indeks adalah

Rp500.000 x 290 = Rp145.000.000.

44
2. Banyaknya kontrak LQ futures yang diperlukan Bapak Nanda untuk

melindungi portofolio saham adalah:

Keterangan :

bp= Beta portofolio saham

Vp =Nilai portofolio saham

Vf =Nilai satu kontrak berjangka

Apabila portofolio saham senilai Rp10 milyar yang dikelola Bapak

Nanda mempunyai beta portofolio 1,20, maka banyaknya kontrak

berjangka LQ futures yang disyaratkan adalah sdas

= ( 1,20 x Rp10milyar) / Rp. 145 juta

=82,76 » 83.

Jadi, agar dapat secara efektif melindungi nilai portofolio sahamnya,

Bapak Nanda disyaratkan untuk melakukan posisi jual (short position)

sebanyak 83 kontrak LQ futures.

45
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Opsi adalah suatu perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller atau

writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya

hak (bukan suatu kewajiban) dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual

aset tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

Opsi saham diterbitkan oleh investor untuk dijual kepada investor

lainnya, perusahaan yang merupakan emiten dari saham yang dijadikan

patokan tersebut tidak terlibat dalam transaksi opsi tersebut. opsi beli (call

option) dan opsi jual (put option). call option adalah opsi yang memberikan

hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dalam jumlah tertentu pada

waktu dan harga yang telah ditentukan. Put option adalah opsi yang

memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual saham tertentu pada

jumlah, waktu, dan harga yang telah ditentukan.

Dilihat dari cara pelaksanaan sebuah opsi maka terdapat empat gaya

yang dikenal saat ini. Ada banyak strategi perdagangan opsi yang bisa

dilakukan investor, tetapi strategi-strategi tersebut pada dasarnya bisa

46
dikelompokan menjadi lima, yaitu : strategi Naked, Hedge, Straddle,

kombinasi dan spread.

Bentuk Sekuritas lain Derivatif lain selain opsi yang cukup banyak

dikenal investor adalah futures (kontrak berjangka) perbedaan mendasar

antara kontrak berjangka dengan dengan karakteristik yang dimiliki opsi

adalah bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak

mempunyai kewajiban uantuk melaksanakan kontrak tersebut, apapun

kenyataan yang terjadi dikemudian hari menguntungkan ataupun merugikan.

Sedangkan dalam opsi, pembeli opsi hanya mempunyai hak bukan kewajiban

untuk melaksanakan kontrak opsi tersebut dikemudian hari. Jika misalnya

pada saat jatuh tempo harapan investor yang membeli opsi tidak bisa terwujud

(merugikan) maka investor berhak untuk tidak melakukan transaksi beli atau

jual seperti yang disepakati dalam kontrak opsi dan hanya menanggung

kerugian sebesar harga premi yang telah disepakati dalam kontrak opsi.

Jika dibandingkan dengan karakteristik keuntungan dan kerugian

dalam opsi, akan terlihat adanya perbedaan yag cukup mendasar. Hubungan

simetris antara keuntungan dan kerugian dengan perubahan harga sekuritas

dalam kasus futures diatas tidak akan berlaku dalam kasus opsi. Dari sudut

pandang pembeli opsi, kerugian yang akan ditanggung pembeli opsi hanyalah

sebesar harga peremi opsi, dan keuntungan yang diperoleh juga tidak sebesar

perubahan harga saham, melainkan sebesar capital gain dikurangi dengan

47
harga premi opsi yang telah dibayarkan. Sedangkan jika dilihat dari sudut

pandang penjual opsi, keuntungan maksimal yang bisa diperoleh hanyalah

sebesar harga premi opsi.

B. Saran

Dan diharapkan dalam makalah ini, semua kalangan masyarakat agar lebih

sadar akan Keuntungan dalam berinvestasi di sekuritas manapun sehingga

mampu mengalokasikan dana berlebih yang dimilikinya sehinga dapat

meningkatkan perekonomian.

48
DAFTAR PUSTAKA

Tandelilin, E. 2010. Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi. 1-th

edition.Kanisius-Yogyakarta.

49

Anda mungkin juga menyukai