Anda di halaman 1dari 2

QUIS

MATAKULIAH LOGIKA FUZZY-1

Nama : Susan Mayang Sari


NIM :
Kelas : Ilkomp-1 / Semester VII
Matakuliah : Logika Fuzzy-1

Soal :
1. Jelaskan tentang fungsi keanggotan dan himpunan pada logika fuzzy!
2. Jelaskan perbedaan fuzzy tsukamoto dan fuzzy mamdani!

Penyelesaian :

1. Himpunan fuzzy adalah pengelompokan sesuatu berdasarkan variabel bahasa (linguistik


variable), yang dinyatakan dengan fungsi keanggotaan, dalam semesta U. Keanggotaan
suatu nilai pada himpunan dinyatakan dengan derajat keanggotaan yang nilainya antara
0.0 sampai 1.0. Himpunan fuzzy didasarkan pada gagasan untuk memperluas jangkauan
fungsi karakteristik sedemikian hingga fungsi tersebut akan mencakup bilangan real pada
interval [0,1]. Nilai keanggotaannya menunjukkan bahwa suatu item tidak hanya bernilai
benar atau salah. Nilai 0 menunjukkan salah, nilai 1 menunjukkan benar, dan masih ada
nilai-nilai yang terletak antara benar dan salah.
Fungsi Keanggotaan Logika Fuzzy digunakan dalam menghitung derajat
keanggotaan suatu himpunan fuzzy. Set iap ist ilah linguist ik diasosiasikan
dengan fuzzy set, yang masing-masing memiliki fungsi keanggotaan yang telah
didefinisikan. Fungsi keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang
menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya (sering juga
disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1. Salah satu
cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melalui
pendekatan fungsi.

2. Metode Tsukamoto merupakan perluasan dari penalaran monoton. Pada metode


Tsukamoto, Setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-THEN harus dipresentasikan
dengan suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai
hasilnya, output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara
tegas (crisp) berdasarkan α-predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan
menggunakan rata-rata terbobot.
Metode Mamdani sering juga dikenal dengan nama Metode Max-Min. Menggunakan
MIN pada fungsi implikasi, dan MAX pada komposisi antar fungsi implikasi.
Diperkenalkan oleh Ebrahim Mamdani pada tahun 1975(Kusumadewi dan Purnomo
2004). Ada beberapa tahapan yang diperlukan untuk mendapatkan output, adalah
sebagai berikut :
a. Pembentukan variabel Input, himpunan fuzy dan output fuzzy Variabel input maupun
variabel output dibagi menjadi satu atau lebih himpunan fuzzy
b. Derajat keanggotaan. Menentukan derajat keanggotaan berdasarkan input dan himpunan
fuzzy
c. Aplikasi Operator fuzzy Pada tahap ini menentukan α-predikat aturan dengan fungsi
implikasi MIN dan selanjutnya menentukan nilai dari Z masing masing aturan
d. Penegasan (defuzzy) Input dari proses defuzzifikasi adalah suatu himpunan fuzzy yang
diperoleh dari komposisi aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan
merupakan suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut. Defuzzifikasi
yang digunakan adalah Metode Centroid (Composite Moment), solusi crisp
diperoleh dengan cara mengambil titik pusat (z*)daerah fuzzy.