Anda di halaman 1dari 15

BAB II

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BARA-BARAYA

Puskemas Bara-baraya merupakan salah satu puskesmas penyedia fasilitas Rawat Inap
dan merupakan satu dari tiga puskesmas yang berada di wilayah Kecamatan Makassar Kota
Makassar. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Makassar, yaitu di KelurahanBara-baraya
tepatnya di jalan Abu Bakar Lambogo No. 141 Makassar. Dipimpin oleh dr. Fauziah Dachlan
Saleh, M.Kes. Wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya yang mencakup 6 Kelurahan dari 14
Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Makassar. Luas wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya
secara keseluruhan adalah 0,98 km2 atau sekitar 43,5 % dari luas Kecamatan Makassar yang
seluruhnya seluas 2,25 km2. Wilayah kerja Puskesmas Bara-baraya terdiri atas enam
kelurahan yaitu :
1. Kelurahan Bara-baraya
2. Kelurahan Bara-baraya Utara
3. Kelurahan Bara-baraya Timur
4. Kelurahan Bara-baraya Selatan
5. Kelurahan Lariangbangi
6. Kelurahan Barana
Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah timur : Kelurahan Tamamaung.
b. Sebelah utara : Kelurahan Kelurahan Maccini.
c. Sebelah selatan : Kelurahan Rappocini.
d. Sebelah barat : Kelurahan Maradekaya dan Pisang Utara.

Wilayah kerja Puskesmas Bara-Baraya terdiri dari sejumlah RW dan RT sebagai berikut :

Tabel 2.1 Luas Wilayah Kerja dan Jumlah RW, RT Puskesmas Bara-Baraya 2018
No Kelurahan Luas Wilayah (km2) RW RT
1 Bara-baraya 0,16 5 32
2 Bara – baraya utara 0,11 5 19
3 Bara – baraya timur 0.15 5 28
4 Bara – baraya selatan 0,14 4 26
5 Lariangbangi 0,20 4 29
6 Barana 0,22 4 32
Jumlah 0,98 27 166
Puskesmas Bara-baraya memberikan pelayanan kepada pasien rawat inap dengan total
pegawai berjumlah 40 orang dengan luas wilayah kerja Kelurahan Pampang 0,98 km2,
dengan 27 RW dan 166 RT serta jumlah penduduk 36.953 orang. Kelurahan Bara-baraya
dengan luas wilayah 0,16km2, 5 RW dan 32 RT. Kelurahan Bara – baraya utara dengan luas
wilayah 0,11 km2, 5 RW dan 19 RT. Kelurahan Bara – baraya timur dengan luas wilayah
0.15 km2, 5 RW dan 28 RT. Kelurahan Bara – baraya selatan dengan luas wilayah 0,14 km2,
4 RW dan 26 RT. Kelurahan Lariangbangi dengan luas wilayah 0,20 km2, 4 RW dan 29 RT.
Kelurahan Barana dengan luas wilayah 0,22 km2, 4 RW dan 32 RT.

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas


Keterangan:
1. Keadaan Demografi
2. Luas wilayah : 0,98 km2
3. Jumlah KK : 9.484 KK
4. Jumlah penduduk : 36.953 orang
5. Jumlah ORW/ORT:
a. ORW : 27
b. ORT : 166
A. Susunan Organisasi Puskesmas Bara-Baraya
Pelaksanaan fungsi dan tugas masing-masing tenaga disusun dalam Organisasi sebagai
berikut :
Kepala Puskesmas : dr. Fauziah Dachlan Saleh, M.Kes
 Kepala Tata Usaha : Muhtar Rajab, S.Kep, Ns
- Bagian Keuangan : Sadariah S. ST
- Bag. Umum dan Kepegawaian : H. Muh. Hidayat
Nurliah
- Bag. Perlengkapan : Beni Ricardo S.Si, Apt
Muh. Tahir
 Jaringan Pelayanan Puskesmas
- Unit Pustu : Wa Fatima, S.ST
- Unit Puskel : Efsuarna, AMK

 Unit Pelayanan Teknis Fungsional Puskesmas


- Unit Kesehatan Masyarakat
1. P2M : Mulyani K, S.Kep, Ns
Yuliana Anwar
Asriani S.ST
Ismasari A. S.Kep, Ns
Naomi Tarima
Ma’mur S.kep
2. Kesehatan Lingkungan : Skolastika ALN, AmdKl
3. Promosi Kesehatan : Hj. Jalla, S.Si
4. Perkesmas/Jiwa : Yuliana Anwar
5. Kesehatan Ibu dan Anak : St. Radiah S.ST
Hj. Harabiah, S.ST
Sadariah, S.ST
6. Kesehatan Usila : Vonny R, SKM
7. Gizi : Hj. St. Saenab, AMG
Hj. I Murna, AMG
8. UKS/UKGS : Yuliana B, SKM, S.Kep, Ns
9. Keluarga Berencana : Wa Fatma, S.ST
10. Kesehatan Mata : Paskalina Irainingsih, AMK
11. Kesehatan Kerja : Hj. Jaliah, S.Si
12. Kesehatan Gigi & Mulut : drg. Hj. Andi Emmiwaty
Ani Sri Mulyani
13. Pembinaan KesTra : Rosmini Ladona
14. Kesehatan Olah Raga : Efsuarna AMK
- Unit Kesehatan Perorangan Rawat Inap
1. Umum : dr. Juniarsih
Yuliana B. SKM, S.Kep, Ns
Paskalima AMK
Ridwan S.Kep
Diana Alham, S.kep, Ns
Afrianti DP. S.Kep, Ns
Rosmini Ladona
2. Persalinan : dr. Dahlia
Nurhaedah Amd. Keb
Asriani S.SIT
Mila Amelia, Amd. Keb
Erni Amd. Keb
Sri Ninsi Tamsi Amd.Keb

- Unit Kesehatan Perorangan Rawat Jalan


1. Poli Umum : dr. Dahlia
Naomi Tarima
Yuliana Anwar
Ma’mur S.Kep
Ismasari A. S.Kep, Ns
2. Poli Gigi : drg. Mangatur
Iin Mardiana, A.Md, KG
3. Poli Lansia : Vonny Robert, SKM
4. Loket Kartu : Ridwan, SE
Hayani
Fitri Alkadar
5. Laboratorium : Andi Tenri Ummu, S.ST
6. Apotik : Ika Puspita, S.Si, Apt
Beny R, S.Si, Apt
3. IGD/24 Jam : dr. Juniarsih
Yuliana B. SKM, S.Kep, Ns
Paskalima AMK
Ridwan S.Kep
Diana Alham, S.kep, Ns
Afrianti DP. S.Kep, Ns
Rosmini Ladona
Efsuarna AMK
B. Keadaan Lingkungan
Puskesmas Bara-baraya terletak di daerah perkembangan kota dengan lingkungan
pemukiman yang padat. Terdapat beberapa daerah yang masih kumuh terutama daerah
pinggiran. Sebagian wilayahnya merupakan datarn rendah, sehingga memungkin
terjadinya banjir.

C. Visi dan Misi


1. Visi:
Menjadi puskesmas yang mampu memberi pelayanan yang bermutu menuju Makassar
sehat dan nyaman.
2. Misi:
 Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam pelaksanaan pelayanan
kesehatan secara berkelanjutan.
 Meningkatkan sistem informasi dan manajemen puskesmas.
 Mengembangkan kemitraan.
 Meningkatkan upaya kemandirian masyarakat.

D. Tata Nilai
1. Keikhlasan
2. Sikap (Attitude)
3. Profesionalisme
4. Komitmen
5. Inisiatif dan inovatif
E. Motto
PRIMA : Peduli, Ramah, Ikhlas, Mutu, Amanah

F. Jenis-Jenis Pelayanan
1. UKM Essensial
a. Promosi Kesehatan
b. Pelayanan kesehatan ibu dan anak/KB
c. Kesehatan Lingkungan
d. Gizi
e. Keperawatan Kesehatan Masyarakat
f. Penanggulangan Kesehatan Penyakit :
- Imunisasi
- Penyakit tidak menular
- ISPA
- Tifoid
- Malaria
- TB/Kusta
- Diare
- Kecacingan
- Rabies
- Surveilens
- HIV/AIDS
- DBD

2. UKM Pengembangan
a. Kesehatan Jiwa
b. Kesehatan Gigi Masyarakat
c. Kesehatan Tradisional
d. Kesehatan Olahraga
e. Kesehatan Lansia
f. Kesehatan Kerja
g. Kesehatan Indera
3. UKP (Upaya Kesehatan Perorangan)
a. Pemeriksaan umum, Lansia, dan Anak
b. Pemeriksaan Gigi dan Mulut
c. Pemeriksaan KIA/KB
d. Layanan ruang tindakan UGD
e. Pelayanan Gizi
f. Pemeriksaan Laboratorium
g. Pelayanan Kefarmasian
h. Pelayanan Telemedicine (USG dan EKG)
i. Pemeriksaan IVA
j. Pelayanan HOMECARE CENTER

G. Upaya Kesehatan
a. Ketenagaan
Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Bara-baraya adalah 40 orang
masing-masing yang dirincikan sebagai berikut:
No Jenis Jumlah
1. Dokter Umum 3 orang
2. Dokter Gigi 1 orang
3. Penyelanggara Keperawatan 13 orang
4. Penyelenggara Kebidanan 10 orang
5. Apoteker 1 orang
6. Asisten Apoteker 1 orang
7. Tata Usaha 1 orang
8. Penyelenggara Gizi 2 orang
9. Pelaksanaan Laboratorium 1 orang
10. Pelaksana sanitasi 1 orang
11. Rekam Medik 1 orang
12. Admin Kesehatan 4 orang
13. Perawat Gigi 1 orang
Jumlah 40 orang

Puskesmas Bara-baraya adalah Puskesmas Plus yang merupakan puskesmas


yang melayani selama 24 jam (Rawat Inap), maka tenaga perawat merupakan tenaga
terbanyak dengan jumlah 13 orang dan juga tenaga bidan sebanyak 10 orang.
b. Pelaksanaan Kegiatan
i. Poliklinik (Health Care and Effective Communication With Patients)
Merupakan pelayanan yang bersifat pribadi (Private Goods) dalam bentuk rawat
jalan dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit,
yang terdiri dari :
- Poli umum
- Poli anak dan remaja
- Poli lansia
- Poli gigi dan mulut
ii. Kamar Obat
Setelah pasien mendapatkan resep obat dari dokter, pasien dapat langsung
mengambil obat di kamar obat/apotek.
iii. Pelayanan Imunisasi
Kegiatan imunisasi di Puskesmas melayani balita, ibu hamil, dan wanita yang
ingin menikah (Imunisasi Tetanus Toksoid).
iv. Keluarga Berencana (KB)
Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk konseling dan cara penggunaan bermacam-
macam alat kontrasepsi yang tersedia di Puskesmas.
v. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Kegiatan ini berupa pelayanan kesehatan yang ditujukan pada ibu hamil
(Antenatal Care) berupa penimbangan BB, Pengukuran TB, LLA, dan
Pemeriksaan Leopold.
vi. Perawatan Umum
Terdapat kamar perawatan rawat inap, setiap pasien difollow up secara rutin setiap
hari oleh dokter umum yang bertugas dan dibantu oleh perawat.

vii. Perawatan Persalinan


Jika seorang ibu hamil melahirkan di puskesmas, disediakan perawatan persalinan
untuk dipantau perkembangannya.
viii. Laboratorium
Fasilitas laboratorium yang tersedia adalah, Pemeriksaan Darah Rutin (Hb,
Leukosit, LED, Hematokrit, Trombosit), DDR, Widal, GDS, Urin rutin, Plano
Test.
ix. Puskesmas Keliling
Kegiatan Puskesmas keliling ini, dirangkaikan dengan kegiatan posyandu,
imunisasi, pengobatan gratis. Pasien yang datang berupa balita, anak-anak, ibu
hamil, dan lansia.
x. Penyuluhan (Promosi Kesehatan)
Penyuluhan kesehatan dilakukan dibeberapa Sekolah yang berada di wilayah kerja
Puskesmas, serta di Posyandu.
xi. Ruang Tindakan UGD
Selama 24 jam Puskesmas Bara-baraya membuka pelayan UGD, yang melayani
kasus emergency yang trauma maupun yang non trauma ataupun non emergency.
xii. Telemedicine
Pelayan yang berbasis internet dengan fasilitas USG dan EKG.
xiii. Ruang TB dan Kusta
xiv. Ruang Konseling
4. Riwayat Penyakit Keluarga :
Pasien menyangkal adanya penyakit yang sama dalam keluarga.
5. Riwayat Haid
 Menarche : 12 tahun
 Siklus Haid : 30 hari
 Jumlah :2-3 kali ganti pembalut/hari
 Lamanya : 4-5 hari
 HPHT : 05-09-2017
 HTP : 17-06-2018
6. Riwayat Pengobatan :
Pasien belum pernah mengonsumsi obat – obatan apapun sebelumnya.
7. Riwayat Alergi:
Pasien menyangkal adanya alergi obat ataupun makanan.
8. Riwayat Kontrasepsi:
Implant
9. Riwayat Obstetri
HPHT : 05-09-2017
HTP : 17-06-2018
G1 : 2014/aterm/PPN/bidan/2700 gram/perempuan/hidup
G2 : Kehamilan sekarang.

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
- Keadaan Umum : Pasien tampak lemas
- Kesadaran : Compos mentis (GCS E4M6V5)

2. Tanda – Tanda Vital


- Tekanan Darah : 100/70 mmHg
- Nadi : 86x/menit, reguler
- Pernapasan : 23x/menit
- Suhu : 36,8oC
3. Status Generalis :
- Kulit : Cloasma gravidarum (-)
- Mata : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterik
- Gigi/Mulut : Exoriasi lidah (-) Caries (-)
- Thoraks : Mammae tegang, Pernafasan vesikuler, BJ I-II murni,
murmur (-)
- Abdomen : Membuncit, Hepar dan Lien sulit dinilai
- Ekstremitas : edema (-)

4. Status Obsetrik:
a. Pemeriksaan luar
 Leopold 1 : 36 cm
 Leopold 2 :Kesan punggung kiri
 Leopold 3 : Presentase kepala
 Leopold 4 : Bergerak Dalam panggul (BDP)
 DJJ : (+) 140x/menit
 His : 3 x 10 menit (25-30 detik)
 TBJ : ±2500 gram
b. Pemeriksaan Dalam
 Inspekulo : Tidak dilakukan
 Vaginal Toucher :
- 02/06/2018 pukul 01.00 WITA
Vulva/Vagina TAK/TAK, portio tebal , Ø 3 cm, ketuban (+),
bagian terendah Janin kepala, pelepasan lendir (+), darah (+).
- 02/06/2018 pukul 08.00 WITA
Vulva/Vagina TAK/TAK, portio tebal , Ø 7 cm, ketuban (+), posisi
UUK kiri, bagian terendah Janin kepala, Hodge I, pelepasan lendir
(+), darah (+).
- 02/06/2018 pukul 010.00 WITA
Vulva/Vagina TAK/TAK, portio tebal , Ø 10 cm, ketuban (+), posisi
UUK kiri, bagian terendah Janin kepala, pelepasan lendir (+), darah
(+).
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG (Tanggal 7/3/2018)
Kesan : Gravid tunggal hidup letak kepala, CA cukup, GA 29 w 6d, EFW 1243
gram, EDD 3-6-2018, AFI 2,69, DJJ 136 x/menit, FL 5,31, Jenis Kelamin Laki-
laki.

E. DIAGNOSIS
a. Diagnosis Kehamilan
G2P1A0 Gravid aterm + inpartu kala I fase aktif
b. Diagnosis Persalinan
Post partum + Kala II Lama

F. PENATALAKSANAAN
1. Di Ruang bersalin :
- Pada pukul 10.00 WITA pembukaan sudah lengkap, setelah 1 jam
pimpin persalinan, tidak mengalami kemajuan serta his melemah,
keadaan ibu cukup baik dan DJJ 140 x/menit. Ibu diistirahatkan dan
selanjutnya dilakukan pemasangan infus RL drips oxytosin ½ ampul 4
tpm naikkan 4 tpm setiap 30 menit hingga his adekuat.
- 30 menit setelah pemasangan infus, his 3x 10 menit (20-25 detik), his
masih pendek dan belum ada kemajuan sehingga tetesan infus dinaikkan
menjadi 8 tpm dan terus memberikan dukungan pada ibu.
- Setelah istirahat, ibu kembali dipimpin untuk mengedan, his mulai
membaik 3x 10 menit ( 30-45 detik) ,DJJ 142 x/menit. Pada Pukul 12.30
WITA ( 2,5 jam setelah pembukaan lengkap) lahirlah bayi perempuan
segera menangis spontan dengan BB 2500 gram PB 48 cm.
2. Di kamar rawat inap
- SF tab 1x1
- Vit B Com 1x1

G. PROGNOSIS
- Ad vitam : dubia ad bonam
- Ad fungctionam : dubia ad bonam
- Ad sanationam : dubia ad bonam
yang dipengaruhi oleh 5 P (Power, Passanger, Passage, Position, Psychologyc). Dari data
yang didapatkan pada pasien ini maka ditegakkan diagnosisnya adalah persalinan kala II
lama.

Penatalaksanaan pada pasien di ruang bersalin yang pertama memperbaiki keadaan


umum pasien. Pada pukul 10.00 WITA pembukaan sudah lengkap, setelah 1 jam pimpin
persalinan, tidak mengalami kemajuan serta his melemah, keadaan ibu cukup baik dan DJJ
140 x/menit. Ibu diistirahatkan dan selanjutnya dilakukan pemasangan infus RL drips
oxytosin ½ ampul 4 tpm naikkan 4 tpm setiap 30 menit hingga his adekuat. 30 menit setelah
pemasangan infus, his 3x 10 menit (20-25 detik), his masih pendek dan belum ada kemajuan
sehingga tetesan infus dinaikkan menjadi 8 tpm dan terus memberikan dukungan pada ibu.
Setelah istirahat, ibu kembali dipimpin untuk mengedan, his mulai membaik 3x 10 menit (
30-45 detik) ,DJJ 142 x/menit. Pada Pukul 12.30 WITA ( 2,5 jam setelah pembukaan
lengkap) lahirlah bayi perempuan segera menangis spontan dengan BB 2500 gram PB 48 cm.

Perkembangan post partum pasien ini, palsenta lahir spontan lengkap ( 10 menit),
perdarahan ± 250 cc. 2 jam setelah persalinan, kondisi pasien KU : baik, febris (-), TD 120/80
mmHg, TFU setinggi pusat, lochia rubra. Pasien kemudian dipindahkan ke ruangan dan
diberi terapi oral SF1x1 tablet dan Vitamin B Com 1x1 tablet.
melaksanakan praktik kebidanan di komunitas tentang deteksi dini faktor risiko pada ibu
hamil dan melahirkan serta melaksanakan rujukan yang paling tepat, sehingga persalinan
dapat dicegah.

4.Bagi Institusi Pendidikan


Bagi institusi pendidikan diharapkan ikut mengupayakan pengembangan kemampuan dan
keterampilan ilmu kebidanan khususnya tentang persalinan lama baik factor-faktor
penyebabnya maupun komplikasi-komplikasi akibat persalinan lama.

5.Bagi Pasien
- Melakukan aktivitas fisik rumah tangga dan olahraga ringan selama kehamilan.
Diketahui bahwa cara wanita memanfaatkan tubuhnya dalam aktifitas sehari-sehari
(seperti mengepel, menyapu, berjalan kaki), dianggap memegang pengaruh penting
sebelum, selama, dan setelah persalinan. Sedangkan aktivitas olahraga selain berguna
untuk kebugaran tubuh, juga dapat menciptakan perasaan nyaman, mengurangi stress,
memperbaiki modd, dan membuat tidur menjadi lelap sehingga ibu hamil mempunyai
cadangan energy saat persalinan tiba.
- Mengonsumsi makanan yang bergizi sehingga energi cukup untuk persiapan persalinan.
- Rajin melakukan pemeriksaan kehamilan dan USG.

6.Bagi Keluarga Pasien


- Memberi dukungan kepada pasien dan sebisa mungkin menemani pasien selama hamil
dan proses persalinan.
- keluarga juga perlu mengetahui perkembangan selama kehamilan agar risiko terulangnya
kejadian persalinan lama bias dicegah.