Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pada tanggal 24 Mei 2018 telah dilaksanakan kegiatan PBL tentang

Pembentukan Kelompok Keluarga Peduli TB (KKP-TB) dalam Rangka

Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas

Banjarmasin Indah, Banjarmasin di Aula Puskesmas Banjarmasin Indah, dilakukan

melalui penyuluhan dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Dari pretest dan

post-test didapatkan peningkatan nilai pengetahuan responden yang terdiri atas

pasien TB dan keluarga dari pasein TB dari 62,00 pada pretest dan posttest 83,50.

Hasil uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk menunjukan nilai p<0,05,

yang artinya data tidak terdistribusi normal. Uji statistik dilanjutkan dengan uji

statistik data berpasangan dengan uji nonparametrik Wilcoxon. Hasil yang

didapatkan pada tabel 4.4 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan secara

statistik pada pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan yakni

p<0.05 (p=0,000). Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan terdapat perbedaan

pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah penyuluhan.

28
B. SARAN

1. Bagi Puskesmas

 Memaksimalkan media informasi dan komunikasi dalam setiap

kegiatan penyuluhan dan pelatihan dan promosi kesehatan agar

informasi tersebut dapat tersampaikan pada seluruh penderita TB

dan keluarga penderita TB.

 Meningkatkan penyuluhan mengenai TB dan pentingnya peran

keluarga dalam keberhasilakn pengobatan TB.

 Memberikan perhatian khusus terhadap pengedukasian efek

samping OAT dan tindakan yang harus diambil terhadap pasien

yang akan memulai pengobatan TB.

 Mengadakan edukasi berkala terhadap pasien TB dan anggota

keluarga TB.

2. Bagi Dinas Kesehatan

 Metode penyuluhan dan pelatihan pada PBL ini dapat diterapkan

untuk puskesmas lainnya.

 Melakukan pemeriksaan sputum SPS pada anggota keluarga yang

memiliki riwayat salah satu anggotanya terkena TB.

3. Bagi Pelaksana

Melakukan evaluasi berkala agar capaian KKP-TB di wilaya Puskesmas

Banjarmasin Indah dapat meningkat, dan kegagalan konversi BTA setelah

pengobatan TB dapat teratasi

29