Anda di halaman 1dari 18

P3A KARYA SEJATI

DAERAH IRIGASI WAY KATIBUNG


DESA SIDOASRI KECAMATAN CANDIPURO
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PROVINSI LAMPUNG

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kami Panjatkan Ke hadirat Alloh SWT Tuhan yang

Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-

Nya sehingga Kami dapat menyusun Profil P3A Karya Sejati

sehingga dapat Kami pergunakan sebagai bahan dalam rangka

Pertemuan Penilaian Kinerja P3A dan GP3A/IP3A Tingkat Nasional

Tahun 2013.

Kami menyadari bahwa profil ini masih jauh dari sempurna

sehingga Kami mengharapkan kritik dan saran dari peserta

lomba, para juri dan pembaca demi perbaikan dan kemajuan P3A

Karya Sejati.

Akhirnya Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang

telah membantu dalam pembuatan Profil P3A Karya Sejati dan

Kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam pembuatan profil

P3A Karya Sejati.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Adanya Undang – undang No. 7 tahun 2004 tentang sumber daya

air dan PP No.20 tahun 2006 tentang irigasi menghendaki perlu

adanya suatu wadah koordinasi dari beberapa petani pemakai air

tentang pengaturan dan pemantauan pembagian air irigasi yang

adil dan tepat sasaran.

1.2. TUJUAN PEMBENTUKAN P3A KARYA SEJATI

Sebagai wadah aspirasi aggota serta pengelolaan dan

pemeliharaan jaringan irigasi secara berdaya guna dan untuk

meningkatkan kesejahteraan anggota.

1.3. VISI DAN MISI

Visi : Terciptanya masyarakat petani yang mandiri, modern

dan sejahtera

Misi : Memperkuat kelembagaan P3A dalam upaya meningkatkan

produktifitas pertanian dan terwujudnya pertanian yang hemat

air dan ramah lingkungan.


BAB II
KELEMBAGAAN

2.1. Umum

P3A Karya Sejati berdomisili di Desa Sidoasri Kecamatan

Candipuro Kab. Lampung Selatan Provinsi Lampung.

P3A Karya Sejati berdiri tahun 1995 dengan jumlah anggota 52

Orang. Wilayah kerja P3A Karya Sejati meliputi kelompoktani

Mitra Tani dan kelompoktani Karya Sejati.

P3A Karya Sejati telah dilegalisasi oleh :

Ä Keputusan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab.Lampung

Selatan No. 521/483/37/Peral/1995

Ä KeputusanBupati Lampung Selatan Nomor: 514/BAPPEDA/HK-

LS/2007Tanggal 12 Desember 2007

Ä Memiliki Akta Nomor 46 tahun 2007 oleh Notaris SyahirulAlim, SH,

MH.

Ä MemilikiNPWP No.02.760.723.3 – 322.000

Luas Wilayah P3A Karya Sejati meliputi :

- Luas Baku : 111 Ha

- Luas Fungsi

a. Tahun 2007 : 60 Ha jumlah anggota 45 Org


b. Tahun 2010 : 75 Ha jumlah anggota 63 Org

c. Tahun 2012 s.d skrg : 111 Ha jumlah anggota 92 Org

2.2. Pengurus dan Kepengurusan

2.2.1 Organisasi

Berdasarkan AD/ART kepengurusan P3A dipilih dengan masa

jabatan selama 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali selama

3 (tiga) kali berturut – turut, jika masa jabatan telah

berakhir.

Tata cara pelaksanaan kepengurusan yang dijalankan oleh P3A

Karya Sejati berpedoman pada AD/ART yang telah dimusyawarahkan

dan dirumuskan serta disepakati oleh seluruh anggota yang

tergabung dalam P3A Karya Sejati.

2.2.2 Tugas Kepengurusan P3A Karya Sejati

Agar seluruh kegiataan dapat terlaksana dengan baik maka perlu

adanya pembagian tugas dan fungsi dalam kepengurusan P3A Karya

Sejati antara lain :

Ketua

a. Mengkoordinir seluruh kegiatan organisasi

b. Berkoordinasi dengan pemandu lapang dan pihak PU dalam


upaya melaksanakan pengelolaan jaringan irigasi
c. Menyampaikan usulan program kerja yang telah disusun oleh
pengurus dalam rapat anggota
d. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada rapat anggota

2.
Wakil Ketua

a. Membantu ketua mengkoordinir seluruh kegiatan organisasi

b. Membantu ketua berkoordinasi dengan pemandu lapang dan


pihak PU dalam upaya melaksanakan pengelolaan jaringan
irigasi
c. Membantu ketua menyusun usulan program kerja yang telah
disusun oleh pengurus dalam rapat anggota

Sekretaris

a. Melaksanakan pengurusan administrasi/kesekretariatan


b. Melaksanakan inventarisasi kekayaan milik organisasi

Bendahara

a. Menerima dan membukukan dalam buku kas umum segala


penerimaan yang berupa uang baik dari anggota maupun dari
pihak lain.
b. Mengurus dan menyimpan kekayaan P3A khususnya yang berupa
uang atau dalam bentuk lain yang diperoleh dari anggota atau
pihak lain.
c. Mengeluarkan uang kas P3A untuk keperluan organisasi sesuai

dengan persetujuan ketua.

5. Pelaksana teknis (Ulu-ulu)

a. Melakukan koordinasi dengan juru pengairan dalam


pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jaringan tersier
b. Melaksanakan OP irigasi antar wilayah blok

6. Ketua Blok

a. Pelayanan pembagian air irigasi kepada anggota

b. Penarikan iuran anggoata

2.2.3 Administrasi

Untuk mempermudah dan mewujudkan tertib adminstrasi dalam


pelaksanaan kegiatan organisasi, P3A Karya Sejati melakukan
pembukuan yang dikelompokkan berdasarkan kepentingan atau
kegunaan aktivitas yang dilakukan.
Tabel 1. Buku-buku administrasi yang dimiliki P3A Karya
Sejati
No Buku Fungsi
Mencatat penerimaan dan
1. Buku Kas Harian
pengeluaran harian.
2. Buku Daftar Anggota Mencatat jumlah kepemilikan
lahan anggota P3A Karya Sejati
3. Buku Pemasukan dari Mencatat dana yang masuk selain
sumber lain dari sumber lain
4. Buku laporan keuangan Mencatat seluruh penggunaan
keuangan
5. Buku Agenda Rapat Mencatat agenda rapat P3A Karya
Sejati
6. Buku Daftar Hadir Mencatat kehadiran anggota yang
Rapat mengikuti rapat
7. Buku Tamu Mencatat tamu yang datang ke P3A
Karya Sejati
8. Buku Inventaris Kantor Mencatat inventaris kantor P3A
Karya Sejati
9. Buku Agenda Surat Mencatat surat yang keluar dan
masuk P3A Karya Sejati

2.3. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Berdasarkan AD/ART kepengurusan dapat dipilih kembali setelah

masa jabatan selama 3 (tiga) tahum melalui musyawarah untuk

mufakat.

Pemuatan AD/ART dilakukan melalui musyawarah seluruh anggota

yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan dinas instanssi

terkait (PU dan Pertanian). Penerapan AD/ART dalam

perkumpulan petani pemakai air (P3A) Karya Sejati sudah cukup

baik dimana setiap pelanggaran diberikan sanksi sesuai dengan

kesepakatan yang tercantum dalam AD/ART. Adapun bentuk –

bentuk pelanggaran yang dikenakan sanki adalah :

1. Bagi anggota yang menunggak membayau iuran atau tidak tepat

waktu yang telah disepakati bersama dikenakan denda 50% dati

besarnya iuran,

2. Pengambilan air yang tidak sah karena bukan gilirannnya

tidak diberi air selama 2 giliran,


3. Bagi anggota yang tidak mengikuti gotong royong dan tidak

ada alasan sebelumnya, dikenakan denda sebesar Rp.3.500,-

4. Menggembala hewan (Sapi/Kerbau) dan juga memandikan hewan

dikenakan sanki berupa denda 1 zak semen,

5. Pengurus yang menyalahgunakan hasil iuran anggota untuk

keperluan pribadi atau golongan diwajibkan mengembalikan dana

selambat-lambatnya pada musim panen berikutnya dan

diberhentikan dari kepengurusan,

6. Merusak bangunan atau mejebol tanggul tersier dikenakan

denda 1 zak semen.

2.4. Strategi dan Program Kerja

Program kerjaP3K Karya Sejati disusun berdasarkan permasalahan


dan kebutuhan aktivitas kelembagaan yang berguna untuk
kesejahteraan anggota. Program kerjadijadikanacuan dasar untuk
operasional kegiatan P3A Karya Sejati meliputi bidang
kelembagaan, bidang irigasi, bidang pertanian dan bidang lain,
sebagai berikut :
1. Bidang fisik yang terdiri dari :
a. Gotong royong pembangunan talud saluran tersier
b. Gotong royong pelebaran badan tanggul saluran tanah
c. Gotong royong pembersihan lumpur di saluran air
d. Pemeliharaan jalan usaha tani

2. Bidang Non Fisik


A. Sebagai Pelaksana:
ú Sekolah Lapang Pembuatan pupuk organik
ú Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)
ú Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
ú Sekolah Lapang Iklim (SLI)
B. Sebagai Peserta:
ú Pelatihan SLPHT bagi petani di Sub Proyek Way Katibung
ú Pelatihan Pengembangan Tata Guna Air Kelompok C angkatan ke- 24
ú Pelatihan Operasional dan Pemeliharaan (OP)
ú Pelatihan Penguatan Kelembagaan, Manajemen Administrasi dan
Keuangan P3A.
ú Pelatihan Penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknis dan
Kelembagaan (PSETK)
ú Pelatihan Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI)

2.5. Bantuan Sosial yang Sudah dilaksanakan :

a. Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PIP) sepanjang 205 meter

melalui Dinas Pertanian TPH Kab.Lampung Selatan TA. 2010

b. Pengembangan metode SRI seluas 20 Ha melalui Dinas

Pertanian TPH Kab.Lampung selatan TA. 2014

BAB III
MEKANISME KERJA P3A KARYA SEJATI

3.1. Bidang Operasional Jaringan Irigasi

3.1.1. Sumber Air

Sumber air irigasi P3A Karya Sejati berasal dari Daerah

Irigasi (DI) Way Katibung.Mekanisme kerja P3A Karya Sejati di

bidang operasional antara lain:

a. Memantau keberadaan debit air yang dilakukan secara berkala

oleh ketua blok

b. Berkoordinasi dengan juru pengairan dari Dinas Pengairan

c. Mengikuti pertemuan dan rapat GP3A

d. Menyusun draft usulan tata tanam dan pola tanam

3.1.2. Jadwal Pembagian Air

Pembagian air dilakukan 2 tahun 1 kali setiap musim tanam


gadu yang di atur oleh juru pengairan DI Way Katibung.
Pembagian air ke wilayah P3A dilakukan per minggu sampai
menjelang panen.

Tabel 2. Jadwal pembagian air


No Lokasi Luas (Ha) Waktu
1 hari, 1
1. Blok I 26
malam
3 hari, 3
2. Blok II 45
malam
2 hari, 2
3. Blok III 40
malam

3.1.3. Data Keadaan Jaringan Tersier


Tabel 3. Tabel keadaan jaringan tersier
Kondisi Volume (m) Sumber
No Keterangan
Jaringan Pasangan Tanah Dana
1. Blok I 100 350 Swadaya Baik dan
terawat
2. Blok II 400 200 APBN Baik Terawat
3. Blok III 350 200 APBN Rusak Ringan

3.2. Teknis Pertanian


3.2.1. Pola Tanam
Pola tanam yang digunkan di P3A Karya Sejati berdasarkan
pembagian air yaitu tahun genap dmana P3A memperoleh
pergiliran pembagian air sedangkan tahun ganjil tidak
memdapatkan pergiliran pembagian air.

3.2.2. Budidaya Tanaman Padi


P3A Karya Sejati telah melakukan budidaya tanaman padi yang
menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu yaitu :
1. Mengggunakan benih bermutu dan berlabel
2. Menanam bibit muda (7 – 15 hari setelah sebar)
3. Menanam bibit 1-3 bibit per lubang
4. Tata tanam yang tepat (menggunakan teknik jejer legowo
2x1)
5. Pengairan berselang
6. Penggunaan bahan organik dan pemanfaatan jerami sebagai
bahan organik
7. Pemupukan berimbang
Penggunaan bagan warna daun untuk penentuan jumlah N (Urea)
8. Penyiangan dengan landak atau gasrok agar gulma dapat
dimanfaatkan sebagai bahan organik dan udara dalam tanah lebih
optimal sehingga perkembangan tanaman menjadi lebih baik
9. Pengendalian hama secara terpadu mrnggunakan prinsip PHT
yaitu : Budidaya tanaman sehat, pelestarian musuh alami,
pengamatan teratur dan petani sebagai ahli PHT.
10. Panen dan pasca panen yang tepat.

Dengan komponen teknik budidaya Pengelolaan Tanaman Terpadu


maka hasil panen yang diperoleh mencapai 8,7 – 9.6 ton/ha.

3.2.3. Budidaya Singgang


Singgang adalah tanaman padi yang tumbuh setelah tanaman padi
dipanen lalu tumbuh tunas baru. Pada keadaan tanaman yang
sehat singgang dapat dipelihara untuk menambah hasil produksi.
Perencanaan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan
sehingga tidak memberikan kesempatan bagi organisme pengganggu
tanaman berkembangbiak, tetapi justru memberikan kesempatan
kepada unsur – unsur pengendali alami untuk mampu bekerja
seoptimal mungkin.

1. Teknik Pemeliharaan Singgang Padi:


- Persiapan Singgang

Tanaman yang akan dijadikan singgang merupakan rumpun yang


berasal dari tunas tanaman padi pokok yang telah dipanen dan
disisakan batang tanaman padi setinggi 10 cm.

- Pemeliharaan Tanaman

v Pemupukan dilakukan dengan menggunakan urea sebanyak 100 kg/ha


pada umur 3 hari setelah panen tanaman pokok.

v Penggunaan PPC (Pupuk Pelengkap Cair) pada umur 5 haridan 15


hari setelah panen tanaman pokok.

v Penggunaan pestisida jika terdapat organism penggangggu tanaman


telah melampaui ambang batas ekonomi
- Panen

Ø Panen dilakukan pada saat padi telah menguning yaitu pada umur
45 – 55 hari setelah panen tanaman pokok.

Ø Hasil yang dapatdicapaipadatanamansinggangsebanyak 2.000 kg/ha


gabah kering panen.

Ø Penambahan produksi yang dicapai dari tanaman singgang sebesar


17,4 % dari produksi tanaman padi utama.

Tabel. Perbandingan pertumbuhan padi utama dan singgang.


Tanaman padi Tanaman padi
No Uraian
pokok singgang
Tinggi
1. 115 cm 70 cm
tanaman
Jumlah
2. 18 batang 12 batang
anakan
Panjang
3. 22 cm 16 cm
malai
Jumlah butir
4. 180 butir 70 butir
malai

Tabel, Analisa Usaha Tani Budidaya Singgang


BIAYA
BIAYA BUDIDAYA
PEMELIHARAAN
TANAMAN PADI
NO URAIAN SINGGANG
UTAMA
PADI
(Rp)
(Rp)
1. Tenaga Kerja 725.000 7.012.000
Sarana Produksi 190.000 2.019.700
Pajak 25.000 25.000
Jumlah 940.000 9.056.700
2. 1. Produksi
a. Singgang 2.000
kg
2.000 kg x Rp 4.600.000
2.300,-
b. Tanaman utama 26.496.000
11.520 kg
11.520 kg x
Rp 2.300,-
3 Pendapatan petani
.
a. Singgang 3.660.000
Rp 4.600.000 - Rp
940.000
b. Tanaman utama 17.439.300
Rp 26.496.000 - Rp
9.056.700

Berdasarkan analisa usaha tani, maka dengan memelihara


singgang maka petani mandapat keuntugan sekitar Rp.
3.660.000,-

3.2.4. Budidaya SRI


a. Sebelum semai benih dimasukan kedalam larutan air garam
atau pupuk ZA
b. Olah tanah sempurna ( bajak, glebeg, garu)
c. Tanam bibit satu rumpun perlubang
d. Sistem tanam Jejer legowo
e. Irigasi berselang (airi , buang, airi)

BAB IV
PEMBIAYAAN

4.1. Sumber Pendapatan


Sumber Pendapatan P3A Karya Sejati terdiri dari :
1. Iuran Anggota
Iuran anggota ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anggota
yang di adakan setiap akhir musim tanam/menjelang panen
2. Bantuan Pemerintah
P3A Karya Sejati telah memperoleh dana bantuan untuk perbaikan
saluran irigasi berupa Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PIP)
sepanjang 205 meter melalui Dinas Pertanian TPH Kab.Lampung
Selatan thn 2010 dan Pengembangan metode SRI melalui Dinas
Pertanian TPH Kab.Lampung selatan Thn 2014
3. Penjualan Benih
Penjualan benih merupakan salah satu usaha kelompok tani dalam
P3A Karya Sejati. Benih yang dijual merupakan benih hasil
penangkaran sendiri, benih yang dijual sudah diberi label
sendiri.
4.2. Mekanisme Penetapan Iuran
Penetapan iuran dilakukan melalui rapat/musyawarah anggota P3A
yang dihadiri oleh seluruh anggota, pamong desa dan petugas
penyuluh lapang yang diadakan setiap awal tanam dan akhir
musim tanam. Hasil kesepakatan ditindaklanjuti oleh P3A untuk
disampaikan kepada seluruh anggota P3A Karya Sejati.

4.3. Pengelolaan Dana


Setelah panen berdasarkan hasil kesepakatan maka ulu – ulu
dibantu oleh ketua blok (ili – ili) mengumpulkan iuran yang
telah disepakati.
Sumber dana berasal dari iuran pokok setiap anggota sebanyak
10 Kg gabah kering giling dan iuran wajib yaitu :
a. Musim Tanam I sebanyak 60 Kg gabah kering panen (GKP)
b. Musim tanam II sebanyak 80 Kg gabah kering panen (GKP)

Penggunaan dana :
a. 40 % digunakan untuk pemeliharaan,
perbaikan&pembangunansaluran&prasaranapengairanlainnya
b. 10 % digunakanuntuk
pembelianperlengkapanadm.&inventarisasi
c. 20 % digunakan untuk imbalanjasa ketua, sekretaris,
bendahara
d. 30 % digunakan imbalan jasa pelaksana teknis (ulu-ulu)
dan ketua-
ketua blok (ili-ili)

4.4. Akuntabilitas Pemanfaatan dana


Setiap kegiatan dibukukan sebagai bukti pertanggungjawaban
kepada anggota yang disampaikan dalam rapat anggota

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan

Pertanian yang hemat air, ramah lingkungan, modern dan

berkemandirian merupakan kunci untuk meningkatkan

kesejahteraan petani dan kelestarian bumi kita.


PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Laporan program Wismp Bulan Juli yaitu Kelembagaan merupakan tindak lanjut dari pendampingan
sesuai dengan Kontrak kerja yang harus dipenuhi tentang pembuatan laporan.
Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang diamanatkan dalam
Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun
2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan untuk memperkuat Kelembagaan Pengelola Irigasi (KPI).
Salah satu KPI yang perlu ditingkatkan kapasitasnya adalah organisasi Perkumpulan Petani Pemakai
Air (P3A/GP3A/IP3A) pada tingkat daerah irigasi. Penguatan dan pengembangan organisasi
P3A/GP3A/IP3A perlu didasarkan pada perencanaan yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi
setempat. Oleh karena itu diperlukan instrumen perencanaan yang dapat memberikan masukan
positif dalam rangka program penguatan dan pengembangan organisasi P3A/GP3A/IP3A menuju
kemandirian pengelolaan irigasi partisipatif Penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI), yang cukup
merupakan salah satu syarat untuk menyelenggarakan sistem irigasi yang efektif dan efisien. Hal ini
pemerintah, baik pusat maupun daerah diharuskan untuk menyediakan DPI, sedangkan P3A
mempunyai hak dan tanggungjawab mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan Iuran
Pengelolaan Irigasi (IPI) dari para anggotanya atas dasar kesepakatan. primer dan sekunder untuk
ikut berperan serta dalam pengelolaan irigasi secara lebih luas. Dengan demikian perlu ada
kesadaran dari semuanya
Pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi selama ini, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air telah dihadirkan TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) sebagai pendamping
petani menuju perubahan ke arah yang lebih baik.
Mengingat program pendampingan sangat strategis khususnya kegiatan WISMP dalam rangka
pemberdayaan organisasi P3A dan peningkatan pasrtisipasi dalam pengelolaan irigasi, maka peran
dan tanggung jawab TPM menjadi sedemikian besar dalam melaksanakan fungsinya sebagai media
pembaharu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengadaan TPM yaitu untuk menyediakan tenaga
pendamping petani yang terlatih guna membantu petani dalam mempercepat proses pemulihan
kepercayaan diri, kemampuan memberdayakan basis potensi sosial, ekonomi, teknis dan budaya
serta semangat menumbuhkembangkan partisipasi petani dalam pengelolaan irigasi.
Mengingat hal tersebut di atas, maka keberadaan TPM tentunya diharapkan mampu menjawab
tantangan kegiatan pendampingan dalam proses pemberdayaan masyarakat
petani pemakai air melalui wadah organisasi P3A. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya yang
sistimatis agar pendampingan oleh TPM untuk pemberdayaan organisasi P3A yang dapat
mengarahkan pencapaian tujuan program pendampingan dan pemberdayaan melalui kinerja TPM
yang handal dalam menjalankan peran dan fungsi tugasnya.

2. Maksud dan Tujuan


Pelaporan ini yaitu untuk memberikan gambaran secara detail tentang kegiatan pendampingan pada
Daerah Irigasi Payusuhan/Citalib dalam melaksanakan kegiatan pendampingan selama bulan Juli dan
sebagai upaya TPM untuk pemberdayaan masyarakat petani pemakai air (P3A/GP3A/) dalam
pelaksanaan kegiatan PPSIP di daerah irigasi. Sesuai dengan tujuan pendampingan yaitu :
- Memperkuat Organisasi P3A/GP3A/IP3A dalam pembentukan, Pengembangan, dan penataan
organisasi secara partisipatif dan demokratis sesuai pilihan dan kebutuhannya
- Membangun Mekanisme pengambilan keputusan secara partisipatif dalam semua aspek
pengelolaan sumber daya kelompok, termasuk penyusunan program kerja bersama
- Meningkatkan kemampuan teknis, kelembagaan dan ekonomi organisasi P3A/GP3A/IP3A serta
pengembangan badan hukum
- Meningkatkan Motivasi dan kemampuan dalam penyusunan dana pengelolaan irigasi berdasarkan
angka kebutuhan nyata Operasi jaringan irigasi
- Meningkatkan partisipasi organisasi pemakai air dalam PPSIP di jaringan primer dan sekunder
- Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader-kader pertanian di
lahan beririgasi dalam menunjang kegiatan PPSIP
- Membangun jaringan usaha atau hubungan kemitraan dengan pemerintah, pemerintah Daerah,
komiisi irigasi, kelompok pendamping lapangan (KPL)

3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah potret gambaran awal kondisi kelembagaan GP3A/P3A di Daerah
Irigasi Panyusuhan/Citalib serta proses pendampingan oleh TPM serta serta
pembentukan/penyegaran kembali organisasi GP3A/P3A yang dapat memberikan kontribusi positif
terhadap pemberdayaan dalam pembentukan organisasi P3A/GP3A dalam pengembangan dan
pengelolaan irigasi secara lebih mandiri, partisipatif dan berkelanjutan.

4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup laporan ini mencakup :
Waktu : Bulan Juli Tahun 2009
Wilayah Kerja : Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib salah satu Daerah Irigasi yang kewenangan
pengelolaannya dilaksanakan oleh Kabupaten Cianjur, yang meliputi luas areal 813 Ha yang terletak
di kecamatan Sukaluyu Cianjur
Materi : Gambaran Organisasi GP3A/P3A di D.I Cipanyusuhan/Citalib

5 URAIAN KEGIATAN
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dalam melaksanakan
kegiatan pendampingan pada bulan juli 2009 melakukan koordinasi dengan 4 Kepala Desa yaitu :
1. Kepala Desa Mekarjaya
2. Kepala Desa Sukaluyu Luas
3. Kepala Desa Cipanyusuhan
4. Kepala Desa Sukamulya
Sepakat Untuk kelembagaan GP3A/P3A di Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib perlu dibentuk
kembali karena sangat perlu adanya pembenahan, dikarenakan GP3A Mitra Cai yang telah dibentuk
tidak berjalan sedangkan P3A seakan tidak ada induk untuk mengarahkannya, maka oleh sebab itu
perlu adanya pemilihan kembali GP3A harus segera dilaksanakan.
Akhirnya Pembentukan GP3A / P3A di Daerah Irigasi Panyusuhan dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : Jum’at, 17 Juli 2009
Waktu : Jam 14.00 s.d Selesai
Tempat : Aula Desa Panyusuhan Kecamatan Sukaluyu Cianjur
Acara : Pembentukan dan Penyegaran Kembali Kepengurusan GP3A/P3A Daerah Irigasi
Panyusuhan/Citalib
Dengan system yang digunakan pemilihan langsung dengan 4 calon dari setiap desa yang
bersangkutan.
Para Calon Ketua GP3A antara lain :
1. Wawan
2. Komar
3. Ujang Supriadi
4. Entang Sukma

Dan terpilih dari ke 4 calon tersebut menjadi pengurus GP3A Walatra Sukaluyu dengan susunan
kepengurusannya sebagai berikut :
Pengurus GP3A Walatra Sukaluyu Periode 2009 s.d 2014 antara lain :

STRUKTUR ORGANISASI GP3A WALATRA SUKALUYU

Daerah Irigasi : Cipanyusuhan/Citalib


Sumber Air : Kali Cianjur
Luas Areal : 813 Ha.
Desa : Mekarjaya, Panyusuhan, Sukaluyu dan Sukamulya
Ketua : Wawan
Wakil Ketua : Komar
Sekertaris : Ujang Supriadi
Bendahara : Entang Sukma Perhasta
Unit P3A : 4 Unit
1. P3A Gemah Rimah Desa Mekarjaya
Ketua : Ukas
Sekertaris : Bah Pei
Bendahara : H. Sulaeman
Alamat : Kp. Pasar Kemis RT. 02 Rw. 01 Desa Mekarjaya
2. P3A Saluyu Desa Sukaluyu
Ketua : H. Mahdi
Sekertaris : Yuyun
Bendahara : H. Adang
Alamat : Kp. Rawa Panjang RT. 03 Rw. 06 Desa Sukaluyu

3. P3A Mekar Mulya Desa Sukamulya


Ketua : H. Hasan
Sekertaris : Tatang
Bendahara : Iskandar
Alamat : Kp. Singa Sari RT. 01 Rw. 09 Desa Sukamulya
4. P3A Repeh Rapih Desa Panyusuhan
Ketua : H. Dayat
Sekertaris : Jaka
Bendahara : Koya
Alamat : Kp. Gintung RT. 03 Rw. 05 Desa Panyusuhan

Berita Acara dan Daftar Hadir Terlampir

Untuk lebih meningkatkan kelembagaan di Daerah Irigasi Panyusuhan/Citalib dibutuhkan upaya yang
lebih nyata lagi agar terwujud sebuah lembaga/organisasi yang mandiri serta dapat berpartisipasi
aktif dalam upaya pelaksanaan pengolalaan irigasi partisipatif.

PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF SOLUSI


1. Identifikasi Masalah
Beberapa permasalahan dalam pengelolaan Daerah Irigasi Cipanyusuhan/Citalib adalah :
1. Kepengurusan GP3A/P3A baru terbentuk
2. Tidak ada nya dana BOP sehingga tidak maksimalnya pemeliharaan irigasi
3. Belum mempunyai secretariat
4. Belum mempunyai Badan Hukum
2. Alternatif Solusi.
Beberapa solusi yang dapat kita coba rencanakan adalah :
1. Memaksimalkan Kepengurusan GP3A/P3A yang baru terbentuk agar lebih aktif
2. Melakukan Koordinasi dengan instansi terkait khususnaya Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur.
3. Membuat Proposal ke Instansi Terkait
4. Adanya Badan Hukum yang memperkuat peran P3A/GP3A diajukan pada Dinas Pertanian
kabupaten Cianjur

KESIMPULAN
a. Pembentukan Kepengurusan GP3A/P3A sudah dilaksanakan salah satu bukti nyata Tugas kerja
TPM di lapangan pada bulan juli 2009
b. Adanya singkronisasi desa dengan GP3A/P3A
c. perlu diorganisir dan memberikan bantuan penyuluhan pada GP3A/P3A agar lebih terencana,
tertata dan lebih memberikan dampak bagi petani itu sendiri.
Laporan ini merupakan gambaran kerja pendampingan TPM di daerah irigasi Cipanyusuhan/Citalib
pada bulan Juli 2009 dan dalam pemberdayaan organisasi P3A/GP3A perlu adanya perubahan yang
signifikan sehingga pola organisasi yang ada bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Demikian laporan ini dibuat , semoga apa yang telah saya gambarkan diatas dapat memberikan
pengetahuan agar diketahui bahwa GP3A di daerah Irigasi Panyusuhan/ Citalib tetap ada dan
berjalan bersama GP3A seluruh kabupaten Cianjur.
https://www.scribd.com/document/366083353/Makalah-Tentang-Partisipasi-p3a