Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ni Wayan Widhidewi

NIM : 0702005120
Kasus 1:
1) Identifikasi permasalahan pasien:
Pasien perempuan berumur 19 tahun, mengeluhkan gejala gangguan saluran nafas atas
berfluktuasi sejak kecil dan memburuk pada musim hujan. Gejala tersebut telah berlangsung
selama tiga bulan terakhir. Terdapat rasa gatal dan mata berair yang tidak muncul berbarengan
dengan gejala rhinitis terdahulu. Terdapat batuk non produktif, semakin parah pada malam hari.
Berdasarkan keluhan tersebut pasien kemungkinan mengalami rhinitis alergi.
2) Tentukan tujuan terapi yang spesifik:
a) Mengurangi keluhan: gejala gangguan saluran nafas atas dan gatal
b) Menekan reaksi alergi dan peradangan
3) Tentukan obat yang tepat untuk pasien:
a) D-CTM tablet 4 mg 3 x 1 selama 3 hari: untuk mengurangi gejala gatal dan sekret
Alasan: dapat mengurangi keluhan gatal pada pasien. Disamping itu juga memiliki efek
antikolinergik yang dapat menghentikan produksi sekret. Karena pada saat cuaca dingin dan
malam hari keluhan pasien semakin memburuk, sehingga membutuhkan antihistamin yang
lebih sedatif agar pasien dapat beristirahat.
b) Metilprednisolon 4 mg 3 x 1 selama 3 hari: menekan reaksi peradangan sistemik
Alasan: memperkuat dinding sel mast, sehingga sel mast tidak melepaskan mediator
peradangan.
4) Memulai Peresepan
dr. Ni Wayan Widhidewi
SIP.IDI 0702005120
Jl. Letda Made Putra 40
081805691446
Denpasar,24 Desember 2010
R/ CTM 4 mg Tab No. IX
∫3.dd.1
R/ Metilprednisolon 4 mg Tab No. IX
∫3.dd.1

Nama Pasien : Ana


Umur/BB : 19 tahun
Alamat : Jl. PB Sudirman, no. 15
5) Berikan edukasi, informasi, instruksi dan peringatan:
CTM menimbulkan rasa kantuk jadi diminum pada waktu senggang saat bekerja dan di rumah
pada saat istirahat. CTM dan metilprednisolon baik diminum setelah makan.
Jika setelah minum obat selama tiga hari kondisi pasien tidak membaik anjurkan pasien datang
kembali untuk diperikasa lebih lanjut.
6) Cek, evaluasi, monitor atau hentikan pengobatan:
Bila timbul reaksi alergi setelah minum obat hentikan pengobatan. Apabila tidak ada respon
pengobatan yang baik anjurkan untuk kembali ke dokter.
Kasus 2:
1) Identifikasi permasalahan pasien:
Wanita umur 25 tahun mengalami kelemahan, demam, dan batuk sejak tujuh hari juga
mengalami nyeri pleuritik di axilla kiri suhu 38,5 oC. Terdapat bunyi redup saat perkusi di axilla
kiri dan pada auskultasi didapat suara pernapasan bronkhial. Riwayat alergi tidak diketahui.
Kemungkinan diagnosis Pneumonia.
2) Tentukan tujuan terapi yang spesifik:
- Mengatasi infeksi saluran nafas bawah.
- Menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri.
3) Tentukan obat yang tepat untuk pasien:
Antibiotik yang dipilih sesuai untuk infeksi pernapasan bawah adalah Erythromycin
ethylsuccinate tablet 250 mg 4 x1. Efektif untuk menangani kuman S.pneumonia dengan efek
samping yang minimal.
Antipiretik dan analgesic yang sesuai adalah parasetamol tablet 500mg 3 x 1. Aman sebab
memiliki efek samping minimal dan mudah didapat.
Obat batuk mukolitik yang dipilih adalah bromhexine tablet 8mg 1 x 1, sebab dapat
mengencerkan dahak dan efek dilatasi bronkus.
4) Memulai Peresepan:
dr. Ni Wayan Widhidewi
SIP.IDI 0702005120
Jl. Letda Made Putra 40
081805691446
Denpasar,24 Desember 2010
R/ Erythromycin 250 mg Tab No. XX
∫4.dd.1
R/ parasetamol 500 mg Tab No. IX
∫3.dd.1
R/ Mucohexin Tab 8 mg No. III
∫1.dd.1

Nama Pasien : Woman


Umur/BB : 25 tahun
Alamat : Jl. PB Sudirman, no. 15
5) Berikan edukasi, informasi, instruksi dan peringatan:
Antibiotiknya diminum setiap enam jam sekali selam lima hari sampai habis. Bromhexine dapat
meningkatkan sekresi asam lambung sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah sehingga
baik diminum setelah makan. Begitu juga dengan obat-obatan yang lainnya.
6) Cek, evaluasi, monitor atau hentikan pengobatan:
Bila timbul reaksi alergi setelah minum obat hentikan pengobatan atau tidak memberi respon
yang baik anjurkan untuk kembali ke dokter.
Sambil menunggu hasil kultur dahak, tetap lanjutkan pengobatan yang telah diberikan.