Anda di halaman 1dari 40

SKENARIO 3

A T L E T

Di susun oleh
KELOMPOK 6
Anastasya (013 - 06 - 0007)
Astri Dwi Paramita (013 – 06 - 0009)
Baiq Dayana Hasaniah (013 – 06 – 0010)
Dina Muflihana (013 – 06 – 0014)
Muzayyanatul Hayat (013 – 06 – 0038)
Nada witaroli (013 – 06 – 0040)
Nadia Kurniatun (013 – 06 – 0041)
Nur Yuhanniz (013 – 06 – 0047)
Ririn Aryanti (013 – 06 – 0054)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM
2013
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena dengan rahmat
dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok kami dalam Skenario 3
dengan judul “ATLET”. Adapun tugas ini kami selesaikan sebagai bahan acuan bagi
mahasiswa khususaya mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
Mataram.
Tentu saja bahan-bahan yang terhimpun dalam tugas ini sepenuhnya bukan hasil kami
sendiri melainkan kami pilah, yang menurut kami atau siapa saja yang dapat dengan
mudah mempelajarinya, mendalaminya serta mensosialisasikannya, minimal
dilingkungannya.
Semoga laporan ini dapat lebih bermanfaat bagi pembaca dan orang banyak tentunya
kami sadar laporan ini masih jauh dari sempuran, oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun sangat kami harapkan untuk sempurnanya laporan ini.Terima kasih.

Mataram, 08 November 2013


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
C. TERMINOLOGI
D. RUMUSAN MASALAH

BAB II

PEMBAHASA I
1.1 anatomi kerangka tubuh manusia
1.2 fisiologi system tulang
1.3 histologi tulang

2.1 anatomi otat manusia


2.2. fisiologi pergerakan otot
2.3 histologi otot

PEMBAHASA II

LEARNING OBJECTIVE

1. Skenario
2. Terminologi
3. Rumusan Masalah

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Antropolog-antropolog telah lama tertarik pada tulang-tulang. Tulang dapat


bertahan berabad-abad dan dalam beberapa kasus selama berjuta-juta tahun.
Karena kekuatannya, tulang digunakan oleh manusia sebagai alat-alat yang
beragam, senjata, dan objek seni. Tulang memudahkan antropolg menjajaki
perkembangan manusia, baik fisik maupun kebudayaan.

Karena keistemewaan tulang untuk fungsi tertentu pada tubuh, beberapa


spesialis kedokteran bergelut dengan masalah tulang-tulang. Dua dari
spesialisasi kedokteran, kedokteran gigi dan bedah ortopedi, secara total
mengabdi dalam bidang ini. Spesialisasi kedokteran lainnya yang memiliki minat
pada tulang ialah rheumatolog (M.D yang mengkhususkan diri dalam masalah-
masalah reumakisme dan arthritis), dan radiolog yang mendasarkan banyak
keputusan diagnosis pada foto sinar –X dari struktur tulang.

Tulang-tulang juga merupakan hal yang menarik dalam bidang fisika dan
tekhnik. Mungkin sistem organ tubuh ini berhubungan langsung dengan ilmuan
fisika karena hal ini memiliki masalah-masalah tipe teknis yang berkenaan
dengan usaha statis dan dinamis yang timbul secara berdiri, berjalan, berlari,
mengangkat dan lain-lain. Alam telah memecahkan masalah ini dengan
memvarisasikan bentuk-bentuk tulang-tulang pada tengkorak dan tipe-tipe
jaringan tulang yang membentuk tulang tersebut. Dalam mengadaptasi tulang
untuk fungsi-fungsi berbeda, alam telah melakukan “kerja pendesainan” yang
lebih baik daripada insinyur-insinyur modern yang belum dapat melakukan hal
tersebut. Secara terbuka, harus ditegaskan bahwa alam telah berjuta-juta tahun
memperbaiki desain ini, sementara manusia hanya berusaha menduplikasi
fungsi dan properti tulang sebagai ganti tulang sesungguhnya.
B. TUJUAN
1. Agar mengetahui hubungan tulang dan otot saat melakukan pergerakan

2. Agar mengetahui mengapa tulang disebut alat gerak pasif, sedangkan otot aktif

3. Agar mengetahui mekanisme kerja otot

4. Agar mengetahui fungsi, jenis, letak tulang

5. Agar mengetahui sistem koordinasi otot dan tulang

6. Agar mengetahui energi apa untuk kontraksi otot

7. Agar mengetahui macam-macam otot

8. Agar mengetahui mengapa otot dapat mengalami kelelahan

C. TERMINOLOGI

1. Atlet

2. Otot

3. Tulang

4. Sistem pergerakan

5. Koordinasi

D. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana hubungan tulang dan otot saat melakukan pergerakan?

2. Mengapa tulang disebut alat gerak pasif,sedangkan otot aktif ?

3. Bagaimana mekanisme kerja otot ?

4. Jelaskan jenis-jenis tulang?

5. Jelaskan energi untuk kontraksi otot?

6. Sebutkan perbedaan macam otot?

7. Mengapa otot dapat mengalami kelelahan ?

8. Jelaskan hisologi tulang dan otot ?

9. Jelaskan vaskularisasi tulang ?


BAB II
PEMBAHASAN I

KERANGKA

1.1 ANATOMI KERANGKA TUBUH MANUSIA

Susunan sistem kerangka terdiri dari kira-


kira 206 buah yang satu sama lainnya
berhubungan. Tulang-tulang ini secara
terdiri dari:
1. Tulang kepala/tengkorak (8 buah)
2. Tulang wajah (14 buah)
3. Tulang telinga dalam (6 buah)
4. Tulang lidah (1 buah)
5. Tulang dada (25 buah)
6. Tulang belakang dan gelang panggul
(26 buah )
7. Tulang anggota gerak atas (64 buah)
8. Tulang anggota gerak bawah (62 buah)
I. Tulang kepala/tengkorak

Tersusun dari 2 bagian yaitu tengkorak otak dan tengkorak wajah.


Tulang kepala/tengkorak Terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkanoleh
sutura, yang terbagi menjadi kubah tengkorak,dasar tengkorak dan samping
tengkorak.

a. Kubah tengkorak, terdiri dari:


 Os frontal, yaitu tulang dahi
 Os Padetal, yaitu tulang ubun-ubun
 Os oksipital, yaitu tulang kepala belakang

b. Dasar tengkorak, terdiri dari:


 Os sfenoidal, terletak ditengah dasar tengkorak
 Os etmoidal, terletak sebelah depan dari os sfenoidal diantara lengkuk
mata

c. Samping tengkorak
 Bagian tulang karang (skumosa), yang membentuk rongga telinga
 Bagia tulang keras (os petrosum), yang menjorok kebagian tulang pipi
dan mempunyai taju (prosesus stiloid)
 Bagian mastoid, terdiri dari tulang yang mempunyai lubang-lubang
halus yang berisi udara
II. Tengkorak wajah

Tengkorak wajah Dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian hidung dan bagian
rahang

a. Bagian hidung
 Os lakrimalis, (tulang mata kiri kanan)
 Os nasal, yang membentuk batang hidung sebelah atas
 Os konka nasal, yaitu tulang karang hidung yang terletak dalam rongga
hidung
 Septum nasi, yaitu sekat rongga hidung
b. Bagian rahang
 Os maksilaris (tulang rahang atas)
 Di bawah Os maksilaris yang terdapat suatu taju tempat melekatnya
urat gigi (prosessus alveolaris)
 Os zigomatikum (tulang pipi kanan dan kiri)
 Os palatum (tulang langit kiri dan kanan)
 Os mandibularis (tulang rahang bawah kanan dan kiri)
 Os hioid (tulang lidah

III. TULANG DADA


Kerangka dada dibentuk oleh susunan tulang yang melindungi rongga dada yang
terdiri dari 3 bagian, yaitu tulang dada (sternum 1 buah), tulang rusuk (kosta
12 pasang) dan vertebra torakalis (12 ruas)

a. Tulang dada (sternum)


Tulang dada menjadi tonggak thorak dengan bentuk gepeng dan melebar
yang terdiri dari 3 bagian, yaitu:
 Manubrium sterni, yang merupakan bagian tulang dada sebelah atas
yang membentuk persendian dengan tulang selangka dan tulang rusuk
 Korpus sterni, bagian terbesar dari tulangdada dan membentuk
persendian dengan tulang rusuk
 Prosesus xipoid, bagian ujung dari tulang dada

b. Tulang rusuk

Banyaknya 12 pasang (24 buah kiri dan kanan) yang secara umum dibagi
menjadi 3 macam, yaitu:

a. Tulang rusuk sejati (os kosta vera), banyaknya 7 pasang


Adalah tulang rusuk yang bagian ujung depannya menempel langsung
dengan tulang dada (sternum)
b. Tulang rusuk tak sejati (os kosta spuria), banyaknya 3 pasang
Adalah tulang rusuk yang bagian ujung depannya menempel pada tulang
rusuk diatasnya dan tidak menempel pada sternum
c. Tulang rusuk melayang (os kosta fluitantes), banyaknya 2 pasang
Adalah tulang rusuk yang bagian ujung depannya menempel pada tulang
apapun dan tetap dalam keadaan melayang

IV. Vertebra torakalis (TULANG RUAS)

a. Bentuk ruas tulang belakang


Terdiri dari 12 ruas yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
 Badan ruas, merupakan bagian yang terbesar dengan bentuk tebal
dan kuat yang terletak disebelah depan
 Lengkung ruas, yang melingkari dan melindungi lubang ruas tulang
belakang

b. Bagian ruas tulang belakang


Bagian-bagian ruas tulang belakang terdiri dari :
 vertebra servicalis (tulang leher) ada 7 ruas
 vertebra torakalis (tulang punggung ) ada 12 ruas
 vertebra lumballis (tulang pinggang ) ada 5 ruas
 vertebra sakralis (tulang kelangkang) ada 5 ruas
 vertebra koksigialis (tulang ekor ) ada 4 ruas
b. Lengkung kolumna vertebralis

fungsi kolumna vertebralis sebagai penupang badan yang kokoh


sekaligus bekerja sebagai penyangga dengan perantaraan tulang rawan
cakram intervertebralis yang lengkungannya memberi fleksibilitas

V. Gelang panggul dan tulang pelvis

Gelang panggul (tulang pelvis) adalah penghubung antara badan dan


anggota bawah, yaitu tulang sacrum dan koksigeus yang bersendi satu dengan
yang lainnya pada simfisis pubis. Pelvis terbagi atas 2 bagian yaitu pelvis mayor
(rongga besar) dan pelvis minor (rongga kecil)
VI. Tulang anggota gerak atas

Tulang yang membentuk rangka lengan antara lain adalah gelang bahu
(klavikula dan scapula) humerus, ulna dan radius, karpatalia, metakarpalia dan
falangus.
1. Gelang bahu adalaha persendian yang menghubungkan lengan dengan
badan

2. Humerus (tulang pangkal lengan )


3. Ulna

4. Radius
5. Karpatalia

Terbagi dalam 8 tulang yang tersusun dalam 2 baris :


a. Bagina proksimal ( os navicular, os lunatum, os triquetrum dan os
fisiformis )

b. Bagian distal ( os multangulum, os multangulum minus, os kapitatum,


dan os hamatum )
6. Metakarpalia
Terdiri dari tulang pipa pendek, banyaknya 5 buah yang setiap batang
mempunyai 2 ujung yang bersendi dengan tulang karpatalia dan bersendi
dengan falangus atau tulang jari

7. Falangus
Terdiri dari tulang pipa pendek yang banyaknya 14 buah yang dibentuk
dalam 5 bagian tulang yang berhuungan dengan metakarpalia
perantaraaan persendian.

VII. Tulang anggota gerak bawah


Tulang ini dikaitkan dengan tubuh dengan perantaraan gelang panggul,
yang terdiri dari 31 pasang tulang koksa (tulang pangkal paha), femur (tulang
paha), tibia (tulang kering), fibula (tulang betis), patella (tempurung lutut),
tarsalia (pangkal kaki), metatarsalia (telapak kaki), falang (ruas jari kaki).
1. Os koksa (tulang pangkal paha)
Tulang ini terdiri dari os illium/tulang usus, os pubis (tulang kemaluan)
dan os iski (tulang duduk)

2. Femur (tulang paha)


3. Tibia (tulang kering)
4. fibula (tulang betis)

5. Patella (tepurung lutut)


6. Tarsalia (pangkal kaki)

7. Metatarsalia (telapak kaki)

8. Falang (ruas jari kaki)


7.2. FISIOLOGI SISTEM TULANG

I. Fungsi Tulang

Fungsi tulang secara umum adalah:


 Sebagai formasi kerangka, dengan membentuk rangka tubuh,
menentuksn bentuk dan ukuran tubuh
 Pergerakan, yaitu untuk berbagai aktivitas selama pergerakan
 Perlindungan, yaitu melindungi organ-organ yang lunak dalam tubuh
 Hematopoiesis, yaitu pembentukan sel-sel darah merah yang terjadi
pada sumsum tulang merah
 Tempat penyimpanan mineral, antara lain kalsium dan fosfor

II. Komposisi jaringan tulang

Tulang terdiri dari sel-s vv tel (osteosit, osteoblas dan osteoklas) dan
matriks ekstra selluler yang tersusun dari serat-serat kolagen organik
yang tertanam pada substansi dasar dan garam-garam anorganik tulang
seperti fosfor dan kalium.

III. Klasifikasi tulang


Klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas:
1. Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris , yang
terdiri dari diafisis dan epifisis yang berfungsi untuk menahan
berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.contoh: tualang
betis, tulang paha, tulang lengan

2. Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboidbyang


biasanya ditemukan berkelompok yang berfungsi memberikan
kekuatan dan kekompakkan pada area yang pergerakannya
terbatas. Contoh: tulang vertebra, os tarsal, os carpal.

3. Tulang pipih, yaitu tulang bentuknya gepeng memipih, tipis.


Tulang ini tersusun dari 2 buah lempengan tulang kompak dan
tulang spons. Rongga di antara kedua lempengan tulang tersebut
terisi sum-sum merah. Contohnya : os costae, os. Scapula, os
sternum, os cranium.
IV. Pembentukan tulang

Pembentukan tulang terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago).


Kartilago dihasilkan dari sel- sel mensenkima. Setelah kartilago terbentuk, bagian
dalamnya akan berongga dan terisi osteoblas. Osteoblas juga menempati jaringan
seluruhnya dan membentuk sel-sel tulang.

Sel-sel tulang dibentuk dari arah dalam ke luar atau


proses pembentukannya konsentris. Setiap satuan sel
tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf
membentuk suatu sistem yang disebut Sistem Havers.
1.3 Histologi tulang :

Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang yang dikelilingi oleh matriks
ekstraseluler. Matriks tulang terutama terdiri dari hidroksiapatit, kalsium fosfat,
dan kristal kalsium karbonat. Sel-sel tulang menghasilkan matriks, dan menjadi
terperangkap dalam matriks tulang. Sel-sel tulang lainnya memecah matriks
tulang sehingga matriks baru dapat menggantikan matriks lama.

Ada empat jenis utama dari sel-sel tulang: sel osteogenik yang terletak
di endosteum, permukaan bagian dalam dari periosteum, dan dalam kanal
Haversian. Mereka adalah sel-sel tulang yang belum matang mampu mitosis yang
menimbulkan osteoblas. Osteoblas memproduksi dan mengelilingi diri dengan
matriks tulang. Mereka biasanya hanya ditemukan pada permukaan bagian dalam
dari periosteum dan tidak mampu mitosis.

Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang mempertahankan jaringan


tulang yang ada. Mereka terhubung satu sama lain melalui canaliculi. Sebagai
osteoblas mengeluarkan matriks tulang, sel menjadi terjebak dalam kekosongan
(ruang-ruang kecil) pada saat itu mereka menjadi dikenal sebagai osteosit. Seperti
osteoblas, mereka nonmitotic.
OTOT MANSIA

2.1 ANATOMI OTOT MANUSIA


1. Letak otot – otot tubuh
a. Otot bagian kepala

b. Otot bagian leher


c. Otot bagian dada

d. Otot bagian perut


e. Otot bagian panggul

f. Otot bagian bahu dan lengan


2. Jenis-jenis otot

a. Otot lurik

Memiliki desain yang efektif


untuk pergerakan yang spontan
dan membutuhkan tenaga
besar. Otot ini mudah lelah,
yang disebabkan oleh
penumpukan asam laktat pada
sel-selnya. Pergerakan otot
lurik berasal dari sinyal motorik
yang berasal dari otak dan
bersifat sadar (bukan refleks).
Otot ini terdapat pada hampir
keseluruhan tubuh bagian luar
manusia dan hewan.

b. Otot polos

Otot yang ditemukan dalam organ


pencernaan dan pembuluh darah,
bekerja dengan pengaturan dari
sistem syaraf tak sadar atau
saraf.

polos dibentuk oleh sel-sel otot


yang terbentuk dari gelendong
dengan kedua ujung meruncing,
serta mempunyai satu inti tunggal.
c. Otot jantung

Otot yang bekerja khusus


untuk memompa darah pada
jantung ini adalah jaringan otot
yang sanggup berkontraksi
secara terus-menerustanpa
henti. Pergerakannya tidak
dipengaruhi sinyal saraf pusat.
Otot jantung dapat
dipengaruhi oleh interaksi
syaraf simpatetik atau
parasimpatetik yang
memperlambat atau
mempercepat laju denyut
jantung, namun tidak dapat
mengontrolnya secara sadar.

3. Struktur otot

Struktur mikroskopik otot


Otot merupakan sekelompok serabut – serabut otot yang tersusun rapi. Setiap
serabut otot terdiri dari atas dua jenis miofilamen,
1. Miofilame tebal, yang dibentuk oleh protein myosin.
2. Myofilamin tipis, yang dibentuk oleh protein aktin.

4. Pembagian otot
1. Menurut bentuk serabut, maka di bagi menjadi otot serabut sejujur, otot
bentuk kipas, otot bersirip.
2. Menurut jumlah kepalanya maka dibagi menjadi otot biseps, otot triseps,
dan otot quadriceps.
3. Menurut pekerjaannya maka di bagi menjadi,
a. Otot sinergis, yaitu otot yang dalam pekerjaannya bekerja secara
bersama-sama.

b. Otot antagonis, yaitu otot yang dalam pekrjaannya secara berlawanan.


c. Otot adductor, yaitu otot yang menggerakan anggota kejurusan tubuh
(mendekati) tubuh.

d. Otot abductor, yaitu otot yang bekerja menggerakan anggota menjauhi


tubuh.

e. Otot fleksi, yaitu otot yang bekerja membengkokan sendi tulang atau
meliputi sendi.
f. Otot ekstensor, yaitu otot yang bekerja meluruskan kembali sendi
tulang kepada kedudukan semula.

g. Otot pronator, yaitu dimana ulna dan radial dalam keadaan menyilang.
h. Otot endorotasi, yaitu memutar ke dalam.

i. Otot eksorotasi, yaitu memutar keluar.

j. Otot dilutes, yaitu memanjangkan otot.

k. Otot kontraks, yaitu memendekan otot.

2.2. FISIOLOGI OTOT


a. Motor unit (unit pergerakan)
Kontraksi dan relaksasi otot diatur oleh susunan syaraf pusat melalui
serabut – serabut syaraf motoriknya. Tempat lekat cabang – cabang saraf
motorik pada serabut otot (neuro-musculur junction), merupakan
penghantar kimia (neuro-transmiter) asetil kholin maupun adrenalin
untuk eksitasi serabut otot.
b. Kelelahan otot
Kelelahan otot dapat terjadi karna akibat ketidakseimbangan kebutuhan
energy (ATP) untuk aktivitas (kontraksi) otot dengan suplay O2 dan
glukosa oleh aliran darah bagi proses glikolisis aerobic di mithokondria
sel-sel otot.

Terpaksa otot menggunakan glikolisis anaerobic untuk memenuhi


tuntutan aktivitasnya dan tersisalah asam laktat yang merupakan racun
bagi otot dan timbul kelelahan.

c. Kaku jenazah
Kontraksi otot sesaat setelah orang meninggal dunia, maka serabut –
serabut masih didapati ATP, dan masih bisa meninggalkan ATP dari sisa
glukosa dan oksigen setempat sampai akhirnya sel – sel otot juga mati.

Selama masih tersedia ATP, jenazah masih lemas untuk digerakan secara
pasif, beberapa jam kemudian ATP akan habis dan terjadilah kaku
jenazah karena ikatan aktin myosis tidak dapat dilepaskan.

d. Kontraksi otot
Otot terlalu lama tidak digunakan akan mengalami penurunan tonus
(kekenyalan), otot menjadi lembek konsistensinya. Otot yang tetap
terlatih untuk pergerakan mempunyai kekenyalan yang baik, dan ukuran
yang normal (eutropi), bahkan otot yang banyak digunakan atau dilatih
dapat menjadi hipertropi (ukurannya lebih besar).

Ukuran otot akan lebih pendek dan dengan adanya persendian, titik
insert mendekat kearah origo (kontraksi isotonic).

Kontraksi otot tidak menghasilkan gerakan, tonus otot meningkat namun


ukuran otot tidak memendek.

8. HISTOLOGI OTOT

1. Fungsi Jaringan Otot


 Pergerakan
 Mempertahanlan postur tubuh
 Menstabilkan sendi
 Menghasilkan panas
2. Karakteristik khusus Otot
 Kontraktilitas
 Hanya satu kerja: untuk memendek
 Pemendekan menghasilkan tenaga menarik
 Eksitabilitas
 Serabut saraf mengakibatkan perjalanan impuls
 Ekstensibilitas
 Dengan kontraksinya akan meregangkan otot yang berlawanan
 Elastisitas
 Membalik dengan pasif setelah diregang

3. Tipe jaringan otot dan perbedaannya

Otot Rangka/lurik
 Menenempel untuk
menggerakkan rangka
 40% BB
 Serabut= sel-sel dgn
banyak inti sel
 Sel-sel jelas memiliki
lurik-lurik
 Kontraksi bersifat
disadari
 Bentuknya silinder
 Tidak bercabang
 Nukleusnya banyak
 Bentuk oval di tengah
 Tidak dipengaruhi SSO
 Bersifat volunter
Otot Jantung

 hanya pada dinding


jantung
 Selnya lurik
 Kontraksi tidak disadari
 Bentuk silinder
 Bercabang
 Nucleus 1 dan 2
 Letaknya di tengah
 Terdapat keeping
interkalare bentuk
modifikasinya (serabut
purkinje)
 Di pengaruhi sso

Otot Halus

 dinding organ-organ yang


berongga
 Tidak lurik
 Kontraksi tidak disadari
 Bentuk fusiform (kumparan)
 Nucleus 1
 Bentuk pipih di tengah
 Terdapat baian visceral
 Membentuk bagian kontaktil
 Dipengaruhi sso

Tipe serabut otot rangka


 Serabut cepat: serabut putih: besar, terutama anaerobik, cepat pegal,
kebanyakan otot rangka

 Serabut lambat : serabut merah, diameter setengah, lebih lambat 3x tapi dapat
terus menerus, aerobik, lebih banyak mitokondria, mioglobbin
PEMBAHASAN II

SKENARIO 3

ATLET

Seorang atlet lempar cakram sedang berdiskusi dengan adiknya yang seorang
mahasiswa kedokteran. Si kakak menanyakan tentang otot dan tulang pada tubuh
manusia, sistem pergerakan dan koordinasinya. Dia juga menanyakan kenapa jika
terus-terusan latihan, tangannya terasa capek, padahal latihan keras merupakan
cara agar dia bisa menjadi atlet terbaik. Kemudian si adik menjelaskan apa yang
ditanyakan sesuai yang dia pelajari sebagai mahasiswa kedokteran.

a. Terminologi :

1. Atlet

Orang yang ikut serta dalam suatu kompetisi olahraga kompetitif.

2. Otot
Sebuah jaringan dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat gerak aktif
yang dapat menggerakkan tulang.

3. Tulang
Jaringan yang kuat dan tangguh yang berfungsi sebagai alat gerak pasif dan
penopang tubuh vertebrata

4. Sistem pergerakan
Suatu komponen /elemen yang digunakan bersama untuk mencapai suatu tujuan
yang dimana adanya kerja sama antar tulang dan otot

5. Koordinasi
Kemampuan otot dalam mengontrol gerak dengan tepat agar dapat mencapai
suatu fungsi khusus.
PEMBAHASAN :

1. Bagaimana hubungan tulang dan otot saat melakukan pergerakan ?

Otot berkontraksi sehingga otot memendek,mengeras dan tengahnya


menggelembung membesar. Karena memendek maka tulang dilekati otot
tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu menggerakan
tulang kesatu arah tertentu. Agar ke posisi semula,otot harus menggadakan
relaksasi dan tulang ditarik ke posisi semula. Ada otot lain berkontraksi kerja
otot pertama. Jadi untuk menggerakan tulang dari satu posisi ke posisi lain,
kemudian kembali ke posisi semula diperlukan 2 macam otot kerja berbeda.

2. Mengapa tulang disebut alat gerak pasif, sedangkan otot aktif ?

Tulang disebut alat gerak aktif karena tulang tidak dapat melakukan
pergerakan sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menenmpel pada tulang
maka tulang pada manusia akan diam dan tidak dapat membentuk alat
pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan gerak pasif tetapi tulang
mempunyai peranan besar dalam sistem gerak manusia. Sedangkan otot
disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin
dan myosin. Sehingga pada otot menempel tulang dan bergerak dengan
otomatis tulang juga akan bergerak . dengan memiliki aktomiosin maka
mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk
memendekan serabut otot (saat kontraksi) dan memanjangkan serabut otot
(saat relaksasi).

3. Bagaimana mekanisme kerja otot?

 Potensial aksi dari saraf motorik sampai ke neuromuscular junction


(end plate) potensial end plate
 Sekresi neurotransmitter asetilkolin dari ujung saraf
 Acetylcholine gated channel di membran otot terbuka
 Ion Na masuk ke dalam serat otot potensial aksi
 Potensial aksi menyebar di sepanjang membran serat otot
 Timbul depolarisasi sampai ke retikulum sarkoplasmik ion Ca di
lepaskan ke myofibril
 Ion Ca menginisiasi proses atraksi aktin dan miosin sliding aktin dan
miosin kontraksi
 Pompa Ca mengembalikan ion Ca ke retikulum sarkoplasmatik
Kontraksi berhenti (relaksasi)

4. Jelaskan jenis-jenis tulang?

 Tulang rawan (kartilago)


Tulang rawan bersifat lentur (elastis) yang disusun oleh sel-sel tulang rawan
yang disebut kondrosit. Tulang rawan diselubungi oleh selaput yang disebut
perikordium. Tulang rawan dibedakan menjadi tulang rawan hialin,
serat(fibrosa), dan elastin.
 Tulang sejati (osteon):
Tersusun dari sel-sel tulang yang sangat kompak pada permukaannya. Sel-
sel tulang banyak mengandung matriks yang terdiri dari senyawa kalsium
dan fosfat yang mengakibatkan tulang menjadi keras.

5. Jelaskan energi untuk kontraksi otot?

Energi yang di butuhkan dalam kontraksi otot ada 3 :


1. Kreatin fosfat ( konsentrasi 5 kali ATP) berfungsi memperpanjang
kontraksi sampai 5–8 detik
2. Glikolisis, glikogen otot di rubah menjadi asam piruvat dan asam laktat
3. Metabolisme oksidatif , 95% energy yang di gunakan oleh otot untuk
kontraksi jangka panjang yang berkesinambungan berasal dari sumber ini

Jika persediaan energi habis, maka otot tidak akan berkontraksi lagi. Untuk
gerak berikutya segera dibentuk energi dari pemecahan glukosa. Fase ini
disebut fase aerob.

Secara aerob:
Glukosa (C6H12O6) + O2 6H2O + 6CO2 + 38 ATP

Otot tersimpan gula otot, yaitu glikogen. Glikogen dibongkar menjadi energi
atau ATP. Glikogen dilarutkan menjadi laktosinogen, kemudian diuraikan
menjadi glukosa dan asam susu. Glukosa akan diubah jadi energi melalui
peristiwa respirasi aerob maupun anaerob
Jika persediaan oksigen di otot telah menipis terjadi respirasi anaerob

Secara anaerob:
Glukosa (C6H12O6) + O2 Asam laktat +2 ATP
6. Sebutkan perbedaan jenis otot?

Item perbeda Otot rangka Otot polos Otot jantung


struktur Bergaris lintang Polos ada Bergaris lintang
tidak ada syncitium ada syncitium
syncitium
Persyarafan Saraf tepi Saraf otomon Saraf otonom
fungsi Volunteer involunter Involunter
letak Pada rangka Pada dinding Pada jantung
penyusun organ-
organ tubuh
bagian dalam
kontraksi Tidak ada irama Tidak ada irama Ada irama

7. Mengapa otot dapat mengalami kelelahan?


 Akibat ketidakseimbangan kebutuhan energy (ATP) untuk aktifitas
(kontraksi) otot denga suplay O2 dan glukosa oleh aliran darah bagi proses
glikolisis aerobik di mitrokondria sel-sel otot.
 Otot menggunakan glikolisis anaerobic untuk mmemenuhi tunutan
aktivitasnya dan tersisalah asam laktat yang merupakan racun bagi otot dan
timbuk kelelahan.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa otot dan tulang sangat penting bagi
kehidupan manusia.Karena tanpa adanya otot dan tulang manusia tidak akan dapat
menggerakkan semua anggota tubuhnya.Karena jaringan otot juga merupakan sekumpulan
sel-sel otot.
DAFTAR PUSTAKA

 Atlas anatomi sobbota


 Guyton & hall. Fisiologi kedokteran. Ed:11 EGC. Jakarta 2008
 Keith L.more, Anne M.R, Anatomi kliniks Dasar. Hipokrates. Jakarta
2007
 Setiadi.Anatomi & fisiologi manusia. Graha Ilmu. Jakarta 2007
 Victor P.Eroschenko. Atlas Histologi. Ed: 11 EGC. Jakarta 2002