Anda di halaman 1dari 9

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

“ORIF/OREF”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pendidikan Profesi Ners

Departemen Bedah

di Ruang 18 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh :

Dema Billy Lorena, S.Kep NIM 192311101004


Dhea Erlinda Ayu Risky, S.Kep NIM 192311101139
Selvi Widiariastuti, S.Kep NIM 192311101118
Vivin Riskiyana, S.Kep NIM 192311101102

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019

i
1

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahaan : ORIF/OREF


Sasaran : Pasien dan Keluarga di Ruang 18 IRNA II
Target : Pasien dan Keluarga
Waktu : 09.00-09.30 WIB ( 1 x 30 menit)
Hari/Tgl : Sabtu, 21 Desember 2019
Tempat : Ruang 18 IRNA II RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

A. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Standar Kompetensi
Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai ORIF dan OREF , kelurga dan
pasien diharapkan dapat mengerti tentang ORIF dan OREF memahami
indikasi apa saja untuk dilakukan ORIF dan OREF, audience memahami
tentang tindakan ORIF dan OREF, dan memahami keuntungan serta kerugian
ORIF dan OREF.
B. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Kompetensi dasar
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan klien mampu:
a. Menjelaskan pengertian ORIF dan OREF
b. Menjelaskan indikasi dilakukan pemasangan ORIF dan OREF
c. Menjelaskan keuntungan ORIF dan OREF
d. Menjelaskan kerugian ORIF dan OREF
C. Garis Besar Materi
Pokok Bahasan
Mengenal ORIF dan OREF
Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian ORIF dan OREF
b. Indikasi dilakukan pemasangan ORIF dan OREF
c. Keuntungan ORIF dan OREF
d. Kerugian ORIF dan OREF

D. Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : Ceramah
b. Landasan Teori : Konstruktivisme
c. Landasan Pokok :
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik
2

2. Mengajukan masalah
3. Membuat keputusan nilai personal
4. Mengidentifikasi pilihan tindakan
5. Memberi komentar
6. Menetapkan tindak lanjut

E. Media
a. Leaflet
b. LCD

H. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab : Dema Billy Lorenza, S.Kep
b. Penyaji : Selvi Widiariastuti, S.Kep
c. Moderator : Dema Billy Lorenza, S.Kep
d. Fasilitator : Vivin Riskiyana, S.Kep
e. Notulen : Dhea Erlinda Ayu Risky, S.Kep

I. Proses Kegiatan
Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
a. Memberikan salam dan Menjawab salam
memperkenalkan diri. dan mendengarkan.
b. Menjelaskan mengenai
topik yang akan Mendengarkan
disampaikan pada
Pendahuluan 5 menit
peserta.
c. Menjelaskan TIU dan
TIK serta manfaat Memperhatikan
penyuluhan bagi
keluarga
Penyajian a. Menjelaskan Memperhatikan 20 menit
pengertian ORIF DAN dan mendengarkan.
OREF

b. Menjelaskan indikasi Memperhatikan


dilakukan pemasangan dan mendengarkan
ORIF dan OREF
3

c. Menjelaskan Memperhatikan
keuntungan dari ORIF dan mendengarkan.
DAN OREF

d. Menjelaskan kerugian Memperhatikan


dari ORIF DAN OREF dan mendengarkan.

a. Memberikan Memberikan
pertanyaan kepada jawaban
audience mengenai
materi yang telah
diberikan

b. Mendiskusikan Memberikan
pertanyaan yang telah tanggapan
Penutup 5 menit
diberikan

c. Menyimpulkan materi Memperhatikan


yang diberikan dalam
pengajaran

d. Menutup pertemuan Membalas salam


dan memberikan salam

J. Evaluasi
Setelah melakukan pendidikan kesehatan, pasien dapat menjawab pertanyaan
berikut:
a) Apa itu ORIF DAN OREF?
b) Apa saja indikasi dilakukan pemasangan ORIF DAN OREF?
c) Apa saja keuntungan dari ORIF DAN OREF?
d) Apa saja kerugian dari ORIF DAN OREF?
4

K. Daftar Pustaka
Carpenito – Moyet, Lynda Juall. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan, Edisi
10, Jakarta: EGC
Mansjoer, Areif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta: FKUI.
Muttaqin, Arif, Ns, S.Kep. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien
Gangguan Muskuloskeletal,. Jakarta EGC
http://id.scribd.com/doc/76205202/27-askep-Orif-Dan-Orep
http://www.nlm.nih.gov diakses pada tanggal 17 Desember 2019

LAMPIRAN
1. Materi
2. Leaflet
5

Lampiran 1. Materi

MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian
ORIF (Open Reduction Internal Fixation) adalah suatu bentuk pembedahan
dengan pemasangan fiksasi internal pada tulang yang mengalami fraktur. ORIF
berfungsi untuk mempertahankan posisi fragmen tulang agar tetap menyatu dan
tidak terjadi pergeseran. ORIF biasanya dilakukan pada fraktur tulang panjang.

OREF (Open Reduction External Fixation) adalah reduksi terbuka dengan


fiksasi eksternal dimana prinsipnya tulang ditransfiksasikan di atas dan di bawah
fraktur, skrup atau kawat ditransfiksasi di bagian proksimal dan distal kemudian
dihubungkan satu sama lain dengan suatu batang lain. Metode ini digunakan
untuk mengobati fraktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak.

B. Tujuan
Ada beberapa tujuan dilakukannya pembedahan Orif, antara lain:
1. Memperbaiki fungsi dengan mengembalikan gerakan dan
stabilitas
2. Mengurangi nyeri.
6

3. Klien dapat melakukan ADL dengan bantuan yang minimal dan


dalam lingkup keterbatasan klien.
4. Sirkulasi yang adekuat dipertahankan pada ekstremitas yang
terkena
5. Tidak ada kerusakan kulit
Ada beberapa tujuan dilakukannya pembedahan Oref, antara lain:
1. Untuk menghilangkan rasa nyeri.Nyeri yang
timbul pada fraktur bukan karena frakturnya sendiri, namun karena terluka
jaringan disekitar tulang yang patah tersebut.
2. Untuk menghasilkan dan mempertahankan posisi
yang ideal dari fraktur.
3. Agar terjadi penyatuan tulang kembali
4. Untuk mengembalikan fungsi seperti semula

C. Indikasi
a. Indikasi ORIF
1. Fraktur yang tidak stabil dan jenis fraktur yang apabila ditangani
dengan metode terapi lain, terbukti tidak memberi hasil yang
memuaskan.
2. Fraktur leher femoralis, fraktur lengan bawah distal, dan fraktur
intraartikular disertai pergeseran.
3. Fraktur avulsi mayor yang disertai oleh gangguan signifikan pada
struktur otot tendon
4. Fraktur patologik dimana penyakit tulang dapat mencegah
penyembuhan.
5. Fraktur multiple, bila fiksasi dini mengurangi resiko komplikasi
umum dan kegagalan organ pada bagian system.
b. Indikasi OREF
1. Fraktur terbuka grade II (Seperti grade I dengan memar kulit dan
otot ) dan III (Luka sebesar 6-8 cm dengan kerusakan pembuluh
darah, syaraf otot dan kulit )
2. Fraktur terbuka yang disertai hilangnya jaringan atau tulang yang
parah.
3. Fraktur yang sangat kominutif ( remuk ) dan tidak stabil.
4. Fraktur yang disertai dengan kerusakan pembuluh darah dan saraf.
5. Fraktur pelvis yang tidak bisa diatasi dengan cara lain.
6. Fraktur yang terinfeksi di mana fiksasi internal mungkin tidak cocok.
Misal : infeksi pseudoartrosis ( sendi palsu ).
7

7. Non union yang memerlukan kompresi dan perpanjangan. Terkadang


pada fraktur tungkai bawah diabetes melitus.
D. Kontraindikasi
8. Kontraindikasi ORIF
a. Tulang osteoporotik
terlalu rapuh
menerima implan
b. Jaringan lunak
diatasnya
berkualitas buruk
c. Terdapat infeksi
d. Adanya fraktur
comminuted yang
parah yang
menghambat
rekonstruksi.
e. Pasien dengan
penurunan
kesadaran
f. Pasien dengan
fraktur yang parah
dan belum ada
penyatuan tulang
g. Pasien yang
mengalami
kelemahan
(malaise)
9. Kontraindikasi OREF
a. Open fraktur dengan soft tissue yang perlu penanganan lanjut yang lebih
baik bila dipasang single planar fiksator
b. Fraktur intra artikuler yang perlu ORIF
c. Simple fraktur (bisa dengan pemasangan plate and screw nail wire)
d. Fraktur pada anak
E. Keuntungan
a. Keuntungan ORIF
1. Mobilisasi dini tanpa fiksasi luar.
2. Ketelitian reposisi fragmen-fragmen fraktur.
3. Kesempatan untuk memeriksa pembuluh darah dan saraf di sekitarnya.
4. Stabilitas fiksasi yang cukup memadai dapat dicapai
5. Perawatan di RS yang relatif singkat pada kasus tanpa komplikasi.
8

6. Potensi untuk mempertahankan fungsi sendi yang mendekati normal


serta kekuatan otot selama perawatan fraktur.

b. Keuntungan OREF
1. Memberikan kenyamanan pada pasien
2. Meminimalkan imobilisasi
3. Mobilisasi awal dan latihan awal untuk sendi di sekitarnya sehingga

komplikasi karena imobilisasi dapat diminimalkan

F. Kerugian
a. Kerugian ORIF
1. Penggunaan stabilisasi logam interna memungkinkan kegagalan alat
itu sendiri
2. Pembedahan itu sendiri merupakan trauma pada jaringan lunak, dan
struktur yang sebelumnya tak mengalami cedera mungkin akan
terpotong atau mengalami kerusakan selama tindakan operasi.
b. Kerugian OREF
1. Infeksi di daerah pen
2. Kekakuan pembuluh darah dan saraf