Anda di halaman 1dari 5

Jawaban Diskusi 8

Nama : Nofi Irianti


Nim : 041199303
Mata Kuliah : Anggaran
Soal
1. Anggaran apa saja yang termasuk dalam anggaran keuangan, jelaskan!
2. Berikan contoh anggaran arus kas menggunakan metode langsung dan metode tidak
langsung!
3. Bagaimana menganalisis suatu investasi menggunakan NPV, Payback period, internal
rate of return, sertai contohnya!
4. Bagaimana menganalisis kinerja terhadap tiap pusat pertanggungjawaban dari perspektif
non keuangan?
Jawab
1. Berikut beberapa anggaran yang termasuk dalam anggaran keuangan, yakni sebagai
berikut :
a) Anggaran Laba
Dibuat oleh masing-masing pusat laba, adalah anggaran laba parsial pada perusahaan
besar yang memiliki lebih dari satu SBU (strategic business unit). Anggaran laba
menunjukan rencana laba dari kegiatan operasional dan menjadi dasar pengukuran
kinerja perusahaan dalam satu periode anggaran. Anggaran laba dibuat setelah seluruh
anggaran operasi (anggaran pendapatan dari pusat pendapatan dan anggaran beban
dari pusat beban) selesai disusun.
b) Anggaran Kas
Anggaran kas menunjukan jumlah aliran kas yang direncanakan akan diterima dan
dikeluarkan oleh perusahaan selama setahun ke depan. Oleh karena sifat kas yang
sangat penting bagi perusahaan, maka anggaran kas menjadi anggaran yang sangat
penting. Anggaran kas meliputi rencana penerimaan dan pengeluaran kas dari (untuk)
kegiatan operasi, kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.
c) Anggaran Neraca
Adalah perkiraan kondisi keuangan pada akhir periode anggaran. Perkiraan kondisi
keuangan dicerminkan dalam anggaran neraca. Agar dapat menyusun anggaran neraca
akhir tahun, kita membutuhkan perkiraan (anggaran) neraca awal periode. Semua
jenis anggaran disusun untuk suatu tahun anggaran tertentu sehingga penyusunannya
terjadi sebelum datangnya tahun tersebut. Oleh karena itu neraca awal aktual tahun
anggaran pun belum tersusun dan masih hanya berupa perkiraan.
d) Anggaran Laporan Arus Kas
Anggaran ini bukanlah anggaran kas seperti dibahas sebelumnya. Kalau anggaran kas
merupakan hasil dari proses penganggaran kasnya, maka anggaran laporan arus kas
merupakan laporan arus kas prediksian dengan asumsi bahwa seluruh anggaran yang
telah dibahas sebelumnya sudah terealisasi.
2. Model laporan arus kas dibawah merupakan contoh metode langsung (direct method)
sebab arus kas dari dan untuk kegiatan operasinya menyatakan arus kas masuk dari dan
arus keluar untuk setiap komponen kegiatan operasi.
Metode Langsung
PT. ShoVa
Anggaran Laporan Arus Kas Tahun 2017
Arus kas dari (untuk) kegiatan operasi

Dari pelanggan 4.775.000

Untuk pemasok bahan (1.379.000)

Untuk karyawan pabrik (1.200.000)

Untuk BOP (636.000)

Untuk admnistrasi dan umum (540.000)

Untuk pemasaran (660.000)

Untuk pemerintah (pajak atas laba) (125.000)

Arus kas dari (untuk) kegiatan investasi

Dari pelepasan aset tetap 55.000

Dari pencairan deposito 100.000

Dari bunga deposito 4.000

Untuk penempatan di deposito (200.000)

(41.000)

Arus kas dari (untuk) kegiatan pendanaan

Dari pinjaman bank 119.000

Untuk pelunasan pinjaman bank (119.000)


Untuk membayar bunga pinjaman bank (3.570)

(3.570)

Perubahan neto arus kas masuk (keluar) 190.430

(+) kas awal tahun 800.000

Kas akhir tahun 990.430

Metode tidak langsung berangkat dari laba bersih, kemudian dengan pos non-tunai seperti
depresiasi.
Metode Tidak Langsung
PT. ShoVa
Anggaran Laporan Arus Kas Tahun 2017 (dalam rupiah)
Laba bersih 948.801
(+) depresiasi 104.000
1.052.801
(-) kenaikan piutang usaha (1.225.000)
(-) kenaikan persediaan bahan baku (25.000)
(+) kenaikan utang usaha 146.000
(+)kenaikan utang pajak 281.629
(+) biaya bunga pinjaman 3.570
(-) pendapatan bunga (deposito) (4.000)
(+) rugi pelepasan aset tetap 5.000
(817.801)
Arus kas dari (untuk) kegiatan operasi 235.000
Arus kas dari (untuk) kegiatan investasi

Dari pelepasan aset tetap 55.000

Dari pencairan deposito 100.000

Dari bunga deposito 4.000

Untuk penempatan di deposito (200.000)

(41.000)
Arus kas dari (untuk) kegiatan pendanaan

Dari pinjaman bank 119.000

Untuk pelunasan pinjaman bank (119.000)


Untuk membayar bunga pinjaman bank (3.570)

(3.570)
Perubahan neto arus kas masuk (keluar) 190.430

(+) kas awal tahun 800.000

Kas akhir tahun 990.430

3. Penjelasan mengenai metode NPV, IRR, dan Payback Period


 Menganalisis analisis investasi dengan metode NPV, dihitung dengan nilai neto atas
arus kas dari pelaksanaan proyek selama masih beroperasi. Rumusnya adalah:
𝑛
𝐴𝐾𝑀𝑁𝑡
𝑁𝑃𝑉 = −𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝐴𝑤𝑎𝑙 + ∑ ( )
(1 + 𝑊𝐴𝐶𝐶)𝑡
𝑡=1
Keterangan : 𝐴𝐾𝑀𝑁𝑡 = Arus Kas Masuk Neto tahun ke t
 Metode IRR, IRR adalah tingkat keuntungan yang diperoleh dari pelaksanaan sebuah
proyek. IRR sebuah proyek bernilai 8% memiliki makna bahwa proyek tersebut
menghasilkan keuntungan sebesar 8%. IRR dihitung dengan rumus:
𝑛
𝐴𝐾𝑀𝑁𝑡
𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙 = ∑
(1 + 𝐼𝑅𝑅)𝑡
𝑡=1
Keterangan :
𝐴𝐾𝑀𝑁𝑡 = Arus Kas Masuk Neto tahun ke t.
IRR = internal rate of return, dinyatakan dalam persentase
 Metode payback period
Metode payback period sangatlah sederhana dan mengesampingkan permasalahan
nilai waktu uang. Payback period adalah lamanya periode yang dibutuhkan untuk
menutup kembali seluruh investasi awal yang dikeluarkan. Seandainya sebuah proyek
menghasilkan arus kas masuk yang sama setiap periodenya.
𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙
Payback period = 𝐴𝐾𝑀𝑁 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑖𝑘
4. Menganalisis kinerja terhadap tiap pusat pertanggungjawaban dari perspektif non
keuangan dengan melalui :
 Biaya Produksi
Agar dapat menganalisis kinerja keuangan manager pusat produksi (sebagai pusat
bjaya standar) dengan layak, kita perlu mengkaji ulang bagaimana anggaran biaya
produksi disusun. Biaya produksi dianggarkan oleh manager bagian produksi dengan
mendasarkan pada sandar-standar input untuk membuat satu satuan produk atau
output. Standar-standar itu meliputi:
a. standar kuantilas (unit) bahan baku,
b. standar biaya (harga pokok) per unit bahan baku,
c. standar jam tenaga kerja langsung (TKL),
d. standar upah per jam TKL
e. standar tarif biaya overhead pabrik (BOP) variael.
f. standar tarif BOP tetap,
g. standar jam mesin atau lainnya terkait kapasitas pabrik.
 Biaya Non-Produksi
Perusahaan yang bergerak di bidang pemanutakturan (mengubah bahan baku menjadi
produk selesai), di samping memiliki fungsi produksi, juga memiliki fungsi non-
produksi. Termasuk fungsi non-produksi, antara lain, adalah pemasaran, administrasi
dan umum, riset dan pengembangan, dan hukum. Biaya yang terjadi di Tungas-fungsi
tersebut adalah biaya non produksi.
Sumber :
Sodikin, Slamet Sugiri dan Arief Zuliyanto. 2019. Penganggaran. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.