Anda di halaman 1dari 5

BLEFARITIS

No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS TTD Dr. Syilvia Dewi Anwar
LUBUK Nip.197603272008012003
BEGALUNG
1.Pengertian Blefaritis adalah radang pada tepi kelopak mata (margo
palpebra) yang dapat disertai terbentuknya ulkus dan dapat
melibatkan folikel rambut.
2.Tujuan Sebagai acuan petugas dalam penatalaksanaan pasien
Blefaritis
3.Kebijakan SK kepala Puskesmas Lubuk Begalung Nomor : 063/SK-
UKP/I/2017 Tentang Pemberian Layanan Klinis
4.Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.
5.Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
1. Gatal pada tepi kelopak mata
2. Rasa panas pada tepi kelopak mata
3. Merah/hiperemia pada tepi kelopak mata
4. Terbentuk sisik yang keras dan krusta terutama di
sekitar dasar bulu mata
5. Kadang disertai kerontokan bulu mata (madarosis), putih
pada bulu mata (poliosis), dan trikiasis
6. Dapat keluar sekret yang mengering selama tidur,
sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka

Faktor Risiko
1. Kelainan kulit, misalnya dermatitis seboroik
2. Higiene personal dan lingkungan yang kurang baik

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana


(Objective)
Pemeriksaan Fisik
1. Skuama atau krusta pada tepi kelopak.
2. Bulu mata rontok.
3. Dapat ditemukan tukak yang dangkal pada tepi kelopak
mata.
4. Dapat terjadi pembengkakan dan merah pada kelopak
mata.
5. Dapat terbentuk krusta yang melekat erat pada tepi
kelopak mata. Jika krusta dilepaskan, bisa terjadi
perdarahan.

Pemeriksaan Penunjang Tidak diperlukan

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis dan


pemeriksaan fisik.

Komplikasi
 Blefarokonjungtivitis
 Madarosis
 Trikiasis

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Non-medikamentosa
 Membersihkan kelopak mata dengan lidi kapas yang
dibasahi air hangat
o Membersihkan dengan sampo atau sabun
o Kompres hangat selama 5-10 menit

2. Medikamentosa
Apabila ditemukan ulkus pada kelopak mata, dapat
diberikan salep atau tetes mata antibiotik hingga gejala
menghilang.
Konseling & Edukasi

 Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga


bahwa kulit kepala, alis mata, dan tepi palpebra harus
selalu dibersihkan terutama pada pasien dengan
dermatitis seboroik.
 Memberitahu pasien dan keluarga untuk menjaga
higiene personal dan lingkungan.

KriteriaRujukan
Pasien dengan blefaritis perlu dirujuk ke layanan sekunder
(dokter spesialis mata) bila terdapat minimal satu dari kelainan
di bawah ini:

1. Tajam penglihatan menurun


2. Nyeri sedang atau berat
3. Kemerahan yang berat atau kronis
4. Terdapat keterlibatan kornea
5. Episode rekuren
6. Tidak respon terhadap terapi

6. Unit terkait 1. Labor


2. Apotek
3. BP Umum,Lansia, KIA ibu & Anak
4. Rekam Medis
7. Bagan Alir

Melakukan Melakukanpe
Anamne
Pemeriksaan meriksaan
sa
Fisik penunjang

Menegakkan
diagnosa klinis

Menegakkan
diagnosa banding

Menegakkan
komplikasi

Melakukan Melakukan terapi


konselling dan tindakan
dan edukasi

8. Rekaman Historis Perubahan

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan