Anda di halaman 1dari 5

CUTANEUS LARVA MIGRANS

No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS TTD Dr. Syilvia Dewi Anwar
LUBUK Nip.197603272008012003
BEGALUNG
1.Pengertian Cutaneus Larva Migrans (Creeping Eruption) merupakan
kelainan kulit berupa peradangan berbentuk linear atau
berkelok-kelok, menimbul dan progresif, yang disebabkan oleh
invasi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan
kucing.
2.Tujuan Sebagai acuan petugas dalam penatalaksanaan pasien
Blefaritis
3.Kebijakan SK kepala Puskesmas Lubuk Begalung Nomor : 063/SK-
UKP/I/2017 Tentang Pemberian Layanan Klinis
4.Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.
5.Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Pasien mengeluh gatal dan panas pada tempat infeksi. Pada
awal infeksi, lesi berbentuk papul yang kemudian diikuti
dengan lesi berbentuk linear atau berkelok- kelok yang terus
menjalar memanjang. Keluhan dirasakan muncul sekitar
empat hari setelah terpajan.

Faktor Risiko
Orang yang berjalan tanpa alas kaki, atau sering berkontak
dengan tanah atau pasir.
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective)

Pemeriksaan Fisik
Patognomonis
Lesi awal berupa papul eritema yang menjalar dan tersusun
linear atau berkelok- kelok meyerupai benang dengan
kecepatan 2 cm per hari.
Predileksi penyakit ini terutama pada daerah telapak kaki,
bokong, genital dan tangan.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang khusus tidak ada.

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding
Dermatofitosis, Dermatitis, Dermatosis

Komplikasi
Dapat terjadi infeksi sekunder.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
1. Memodifikasi gaya hidup dengan menggunakan alas kaki
dan sarung tangan pada saat melakukan aktifitas yang
berkontak dengan tanah, seperti berkebun dan lain-lain.
2. Terapi farmakologi dengan:
Albendazol 400 mg sekali sehari, selama 3 hari.
3. Untuk mengurangi gejala pada penderita dapat
dilakukan penyemprotan Etil
Klorida pada lokasi lesi, namun hal ini tidak membunuh
larva.
4. Bila terjadi infeksi sekunder, dapat diterapi sesuai
dengan tatalaksana pioderma.

Konseling dan Edukasi


Edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan penyakit
dengan menjaga kebersihan diri.

Kriteria Rujukan
Pasien dirujuk apabila dalam waktu 8 minggu tidak membaik
dengan terapi.

Prognosis
Prognosis umumnya bonam. Penyakit ini bersifat self-limited,
karena sebagian besar larva mati dan lesi membaik dalam 2-8
minggu, jarang hingga 2 tahun.

6. Unit terkait 1. Labor


2. Apotek
3. BP Umum,Lansia, KIA ibu & Anak
4. Rekam Medis
7. Bagan Alir

Melakukan Melakukanpe
Anamne
Pemeriksaan meriksaan
sa
Fisik penunjang

Menegakkan
diagnosa klinis

Menegakkan
diagnosa banding

Menegakkan
komplikasi

Melakukan Melakukan terapi


konselling dan tindakan
dan edukasi

8. Rekaman Historis Perubahan

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan