Anda di halaman 1dari 7

APPENDISITIS AKUT (3B)

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS TTD Dr. Syilvia Dewi Anwar
LUBUK
Nip.197603272008012003
BEGALUNG

1.Pengertian Apendisitis akut adalah radang yang timbul secara mendadak


pada apendik, merupakan salah satu kasus akut abdomen
yang paling sering ditemui, dan jika tidak ditangani segera
dapat menyebabkan perforasi.
2.Tujuan Sebagai acuan petugas dalam penatalaksanaan pasien
appendicitis akut
3.Kebijakan SK kepala Puskesmas Lubuk Begalung Nomor : 063/SK-
UKP/I/2017 Tentang Pemberian Layanan Klinis
4.Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer.
5.Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
Nyeri perut kanan bawah, mula-mula daerah epigastrium
kemudian menjalar ke Mc Burney. Apa bila telah terjadi
inflamasi (>6 jam) penderita dapat menunjukkan letak nyeri
karena bersifat somatik.

Gejala Klinis
1. Muntah (rangsangan viseral) akibat aktivasi nervus
vagus.
2. Anoreksia, nausea dan vomitus yang timbul beberapa
jam sesudahnya, merupakan kelanjutan dari rasa nyeri
yang timbul saat permulaan.
3. Disuria juga timbul apabila peradangan apendiks dekat
dengan vesika urinaria.
4. Obstipasi sebelum datangnya rasa nyeri dan beberapa
penderita mengalami diare, timbul biasanya pada letak
apendiks pelvikal yang merangsang daerah rektum.
5. Gejala lain adalah demam yang tidak terlalu tinggi, yaitu

suhu antara 37,50C - 38,50C tetapi bila suhu lebih


tinggi, diduga telah terjadi perforasi.
6. Variasi lokasi anatomi apendiks akan menjelaskan
keluhan nyeri somatik yang beragam. Sebagai contoh
apendiks yang panjang dengan ujung yang mengalami
inflamasi di kuadran kiri bawah akan menyebabkan
nyeri di daerah tersebut, apendiks retrosekal akan
menyebabkan nyeri flank atau punggung, apendiks
pelvikal akan menyebabkan nyeri pada supra pubik dan
apendiks retroileal bisa menyebabkan nyeri testikuler,
mungkin karena iritasi pada arteri spermatika dan
ureter.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana


(Objective)
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
1. Penderita berjalan membungkuk sambil memegangi
perutnya yang sakit
2. Kembung bila terjadi perforasi
3. Penonjolan perut kanan bawah terlihat pada
appendikuler abses.
Palpasi
1. Terdapat nyeri tekan Mc Burney
2. Adanya rebound tenderness (nyeri lepas tekan)
3. Adanya defans muscular
4. Rovsing sign positif
5. Psoas sign positif
6. Obturator Sign positif

Perkusi
Nyeri ketok (+)

Auskultasi
Peristaltik normal, peristaltik tidak ada pada illeus paralitik
karena peritonitis generalisata akibat appendisitis perforata.

Colok dubur
Nyeri tekan pada jam 9-12

Tanda Peritonitis umum (perforasi) :


1. Nyeri seluruh abdomen
2. Pekak hati hilang
3. Bising usus hilang

Apendiks yang mengalami gangren atau perforasi lebih sering


terjadi dengan gejala-gejala sebagai berikut:
1. Gejala progresif dengan durasi lebih dari 36 jam

2. Demam tinggi lebih dari 38,5oC


3. Lekositosis (AL lebih dari 14.000)
4. Dehidrasi dan asidosis
5. Distensi
6. Menghilangnya bising usus
7. Nyeri tekan kuadran kanan bawah
8. Rebound tenderness sign
9. Rovsing sign
10.Nyeri tekan seluruh lapangan abdominal
Penegakan Diagnostik (Assessment)
Diagnosis Klinis
Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik masih merupakan
dasar diagnosis apendisitis akut.

Diagnosis Banding
1. Kolesistitis akut
2. Divertikel Mackelli
3. Enteritis regional
4. Pankreatitis
5. Batu ureter
6. Cystitis
7. Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
8. Salpingitis akut

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
Pasien yang telah terdiagnosis apendisitis akut harus segera
dirujuk kelayanan sekunder untuk dilakukan operasi cito.

Penatalaksanaan di pelayanan kesehatan primer sebelum


dirujuk:

1. Bed rest total posisi fowler (anti Trandelenburg)


2. Pasien dengan dugaan apendisitis sebaiknya tidak
diberikan apapun melalui mulut.
3. Penderita perlu cairan intravena untuk mengoreksi jika
ada dehidrasi.

Komplikasi
1. Perforasi apendiks
2. Peritonitis umum
3. Sepsis
Kriteria Rujukan
Pasien yang telah terdiagnosis harus dirujuk ke layanan
sekunder untuk dilakukan operasi cito.

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam tetapi bergantung
tatalaksana dan kondisi pasien.

6. Unit terkait 1. Labor


2. Apotek
3. BP Umum,Lansia, KIA ibu & Anak
4. Rekam Medis
7. Bagan Alir
Melakukan Melakukanpe
Anamne
Pemeriksaan meriksaan
sa
Fisik penunjang

Menegakkan
diagnosa klinis

Menegakkan
diagnosa banding

Menegakkan
komplikasi

Melakukan Melakukan terapi

konselling dan tindakan

dan edukasi
8. Rekaman Historis Perubahan

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan