Anda di halaman 1dari 4

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

( SPESIFIKASI TEKNIS )
REHABILITASI LAPANGAN FUTSAL KEL. BOTTO KEC. LALABATA

Pasal 1
Informasi Umum Pelaksanaan Pekerjaan

1. Dalam pelaksanaan pekerjaan fisik kontraktor diwajibkan bekeria sama dengan


pengguna barang/jasa, pengawas lapangan, konsultan perencana sebagai pengawas
berkala dan pengendali teknis dari Dinas Teknis terkait.
2. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan tidak diperkenankan mengadakan perubahan
konstruksi ataupun perubahan gambar tanpa persetujuan pengguna barang/jasa dan
konsultan perencana.
3. Semua perubahan gambar ataupun perubahan konstruksi harus diusulkan terlebih
dahulu sebelum pelaksanaan dan dibuat berita acara bersama.

Pasal 2
Pekerjaan Persiapan

1. Gudang
a. Gudang material harus baik, sehingga bahan-bahan yang disimpan dan
akandipergunakan tidak rusak karena hujan, panas dan lain-lain,
b. Gudang disediakan sendiri oleh penyedia barang/jasa dengan biaya sendiri.
e. Lokasi gudang harus disetujui pengguna barang/jasa.

2. Papan Nama Pekerjaan


a. Penyedia. barang/jasa. Wajib membuat papan nama pekerjaan sesuai ketentuan
yang berlaku dengan persetujuan pengguna barang/jasa.
b. Papan nama dipasang pada tempat yang jelas dan mudah dibaca.

3. Listrik dan Air Kerja

Penyediaan listrik dan air kerja untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan menjadi
tanggungjawab penyedia barang/jasa.

4. Alat-alat kerja/alat-alat bantu

Penyedia barang/jasa harus menyediakan alat-alat kerja sendiri untuk kesempurnaan


pelaksanaan pekerjaan, misalnya beton molen, vibrator dan alat-alat lainnya yang
dinyatakan perlu oleh pengguna barang/jasa.
5. Helm, sarung tangan dan P3K

Penyedia barang/jasa diwajibkan menyedlakan perlengkapan safety untuk memenuhi


persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Helm, sarung dan kotak P3K termasuk
isinya menurut persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Kotak P3K dipasang pada
tempat yang strategis dan mudah dicari.

Pasal 3
PEKERJAAN BETON LANTAI BERTULANG

1. Untukpelaksanaanpekerjaanbetonbertulangberlakuketentuan-ketentuandansyarat-syarat
yang berlaku.

2. Ukuran-ukuran semua bagian konstruksi beton bertulang diberikan selengkap mungkin


didalam gambar-gambar dan dijadikan patokan dalam perhitungan penawaran.

3. Pelaksanaan Pembuatan Beton.


1. Campuran untuk beton menggunakan mutu beton K - 250
2. Kekentalan (konsistensi) adukan harus sesuai dengan nilai-nilai slump yang terletak
dalam batas-batas yang ditunjukkan dalam tabel ; 4.4.1. PBI 1971. Penyimpangan dari
ketentuan-ketentuan tersebut hanya diperkenankan setelah mendapatkan persetujuan
tertulis dari Direksi Pekerjaan.

4. Pekerjaan Mengaduk
1. Pengadukan beton harus dilakukan dengan mesin pengaduk dengan daya aduk yang
seimbang besarnya dengan bagian pekerjaan yang akan dicor. Jenis dan daya aduk
dari mesin pengaduk yang akan digunakan harus terlebih dahulu mendapatkan
persetujuan Direksi Pekerjaan.
2. Waktu pengadukan minimum 2 menit setelah seluruh bahan yang diperlukan masuk ke
dalam mesin pengaduk.

5. Pengecoran dan Pemadatan.


1. Tidak ada satu bagian pekerjaan yang dapat dicor tanpa persetujuan dan pengamatan
Direksi Pekerjaan Lapangan.
2. Bila mana pengecoran dari salah satu bagian harus diputuskan maka tempatnya harus
terletak pada siar pelaksanaan yang ditentukan oleh Pengawas Ahli. Sebelum
pekerjaan yang diputuskan itu dilanjutkan, maka permukaan yang mengeras itu harus
dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang memperlambat
pengerasan
3. Selama pengecoran berlangsung, adukan beton harus dipadatkan dengan
mempergunakan alat penggetar listrik. Alat tersebut sudah berada ditempat pekerjaan
sebelum pekerjaan pengecoran dimulai, dan dalam keadaan dapat bekerja dengan
baik. Cara-cara penggunaan alat penggetar harus memenuhi syarat-syarat yang tertera
dalam pasal 64 ayat a, PBI 1971.

6. Pembesian :

a. Prinsip pembesian menggunakan besi wiremesh dengan diameter 6 (M-6).

b. Secaraprinsip, pemasangan wiremesh ini tidak jauh berbeda dengan pemasangan besi
beton yang dipakai untuk tulangan plate. Namun wiremesh memiliki kelebihan yaitu
penggunaannya lebih praktis karena bentuknya sudah teranyam. Anda hanya perlu
mengukur wiremesh tersebut sesuai dengan luas bidang yang telah diperhitungkan
dengan matang, lalu potong sesuai ukuran tersebut. Tetapi jika ukuran luasannya
ternyata masih kurang, Anda cukup menambahkan wiremesh dengan overlap kurang
lebih 15 cm.

c. Dalam pemasangan wiremesh, Anda harus benar-benar memperhatikan diameter


wiremesh yang akan dipasang dengan kebutuhannya. Jangan sampai ukuran diameter
tersebut tidak tepat walaupun hanya berselisih 1 mm saja. Ini dikarenakan tingkat
kekuatan wiremesh akan jauh berbeda bila ukurannya tidak sesuai dengan
perencanaan. Hindari juga menggunakan wiremesh yang sudah berkarat.

Pasal 4
PEKERJAAN PENGECATAN (EPOXY)
BAHAN :
1. Bagian ini meliputi pengadaan tenaga, bahan cat (kecuali ditentukan lain) dan
peralatan untuk melaksanakan pekerjaan ini termasuk alat-alat bantunya dan alat
angkutnya (bila diperlukan), ketempat pekerjaan seperti yang tercantum dalam
gambar, uraian dan syarat teknis ini dan perjanjian kerja.
2. Semua pengecatan harus mendapat garansi tertulis (kartu garansi) dari pabrikan. Cat
yang digunakan adalah merk TANAL Type Sportcoat TFS-1000WB.
3. Penentuan warna mengikuti gambar dan atau ditentukan kemudian sesuai
kesepakatan direksi.
4. Semua pekerjaan pengecatan harus mendapat garansi dari pabrik.

PELAKSANAAN :
1. Sebelum dikerjakan, semua bahan harus ditunjukkan kepada Pengawas beserta
ketentuan/persyaratan jaminan pabrik untuk mendapatkan persetujuannya. Bahan
yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
2. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian, bahan pengganti harus
disetujui oleh Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor.
3. Untuk pekerjaan cat di daerah terbuka, jangan dilakukan dalam keadaan cuaca
lembab dan hujan atau keadaan angin berdebu, yang akan mengurangi kualitas
pengecatan dalam keadaan terlindung dari basah dan lembab ataupun debu.
4. Permukaan bahan yang akan dicat harus benar-benar sudah dipersiapkan untuk
pengecatan, sesuai persyaratan pabrik cat dan bahan yang bersangkutan. Permukaan
yang akan dicat harus benar-benar kering, bersih dari debu, lemak/minyak dan noda-
noda yang melekat.
5. Setiap pengecatan yang akan dimulai pada suatu bidang, harus mendapat persetujuan
dari Pengawas. Sebelum memulai pengecatan, Kontraktor wajib melakukan percobaan
untuk disetujui Pengawas.
6. Kontraktor tidak diperkenankan memulai suatu pekerjaan di suatu tempat bila ada
kelainan/perbedaan di tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
7. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dan lain-lainnya, maka Kontraktor
harus segera melaporkannya kepada Pengawas .
8. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti kerusakan yang terjadi selama
masa pelaksanaan dan masa garansi, atas beban biaya Kontraktor, selama kerusakan
bukan disebabkan oleh tindakan PemberiTugas dan atau sesuai teknis pelaksanaan dari
pabrikTanal.

Teknis :

1. Lakukan pengecatan dengan cara terbaik, yang sesuai dengan prosedur dan teknik
pengecatan Tanal. Dilakukan kecuali spesifikasi lain. Jadi urutan pengecatan,
penggunaan lapisan-lapisan dasar dan tebal lapisan penutup minimal sama dengan
persyaratan pabrik. Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran atau
ada bekas - bekas yang menunjukkan tanda-tanda sapuan atau semprotan dan roller.
2. Kesiapan dinding dalam aplikasi cat harus didasarkan pada evaluasi pabrik cat yang
dipilih atau ditunjuk.
3. Sapukan semua dasar dengan cat dasar memakai kuas. Penyemprotan hanya diijinkan
dilakukan bila disetujui Pengawas.
4. Pengecatan kembali dilakukan bila ada cat dasar atau cat akhir yang kurang menutupi,
atau lepas. Pengulangan pengecatan dilakukan sebagaimana ditunjukkan oleh
Pengawas, serta harus mengikuti petunjuk dan spesifikasi yang dikeluarkan pabrik
yang bersangkutan.
5. Kerapian pekerjaan cat ini dituntut untuk tidak mengotori dan menggangu pekerjaan
finishing lain, atau pekerjaan lain yang sudah terpasang. Pekerjaan yang tidak
sempurna diulang dan diperbaiki atas tanggungan Kontraktor.