Anda di halaman 1dari 11

Cerita Rakyat Cina : Cara Menimbang

Seekor Gajah

Cerita Rakyat Cina Cara Menimbang Seekor Gajah

Dahulu kala, seorang kaisar di negeri Cina mendapatkan hadiah yang sangat besar dari
negeri India. Bagaimana tidak besar, hadiah itu berupa seekor gajah. Kala itu, tidak ada
seorang pun di Cina yang pernah melihat binatang sebesar itu.

"Hmmm, aku penasaran berapa berat binatang ini?" kata kaisar sambil mengelus-ngelus
janggut dan memerhatikan gajah.

"Yang Mulia, mohon maaf. Aku tidak tahu bagaimana cara menimbang binatang besar
itu?" kata pembantu kaisar.

"Kita tidak punya timbangan yang cukup besar untuk menimbang gajah," katanya
kembali.
Advertisements
Kaisar lalu memerintahkannya untuk mencari orang yang mampu menimbang berat
gajah. Tapi, tidak ada satu orang pun yang tahu cara menimbang gajah. Tiba-tiba, putra
kaisar yang baru berumur delapan tahun berkata, "Ayah, aku tahu bagaimana cara
menimbang gajah."
Kaisar dan semua orang di istana tersenyum mendengar keberanian putra mahkota
mengungkapkan pendapatnya.

"Oh ya? Bagaimana kau bisa? Kau masih kecil, anakku. Tapi, baiklah. Apa
pendapatmu? Bagaimana cara menimbang gajah itu?" kata kaisar.

Putra mahkota meminta agar gajah dinaikkan ke atas sebuah perahu. Lalu, ia menyuruh
pelaut untuk menandai batas air di badan perahu saat dinaiki gajah.

Setelah itu, gajah diturunkan lagi dari perahu. Kemudian, putra mahkota meminta agar
perahu diisi batu bata sampai batas air di badan perahu sama dengan batas air saat
gajah dinaikkan perahu.

Setelah itu, batu bata dibawa ke pinggir danau dan ditimbang sedikit demi sedikit. Maka,
berat gajah pun bisa diketahui. Kaisar dan semua orang kagum oleh kecerdasan putra
mahkota.
Advertisements
Pesan Moral dari Cerita Rakyat Cina : Cara Menimbang Seekor Gajah adalah
jadilah anak yang cerdas dan pakailah akalmu menyelesaikan persoalan. Lalu,
bagimana caramu agar menjadi anak yang cerdas? Ya, tentu saja dengan banyak
belajar dan membaca.

Dongeng Cina : Gadis Kecil Yang Menjadi Kepala


Keluarga
Dongeng Cina Gadis Kecil Yang Menjadi Kepala Keluarga

Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang terdiri atas seorang bapak, tiga orang putra,
dan tiga orang menantu perempuan. Ketiga menantu itu sering meminta pulang ke
rumah orangtua mereka. Sang bapak lama-lama kesal oleh sikap menantu-menantunya
itu. Akhirnya, ia memberikan syarat yang sulit kepada ketiga menantunya.

"Kalian boleh pulang, tapi harus menjalankan syarat ini. Menantu pertama harus
membawa api yang dibungkus kertas. Menantu kedua harus membawa angin di dalam
kertas. Menantu ketiga harus membawa musik di dalam angin," kata sang bapak.

"Jika tidak bisa membawa hadiah-hadiah itu, kalian tidak boleh kembali lagi," katanya
lagi.

Ketiga menantu itu pun pergi ke rumah orangtuanya masing-masing. Setelah seminggu
berada di rumah masing-masing, mereka kemudian mengadakan pertemuan di suatu
tempat untuk pulang bersama-sama. Tidak satu pun di antara mereka bertiga yang bisa
mendapatkan hadiah yang diminta mertua mereka. Tapi, mereka tetap memberanikan
diri pulang.
Di perjalanan, mereka bertemu dengan seorang gadis kecil yang menunggang kerbau.
la bertanya kepada tiga menantu itu apa yang mengganggu pikiran mereka. Ketiga
menantu menceritakan keinginan mertua mereka.

Gadis itu tertawa, "Aku tahu hadiah apa saja yang kalian harus bawa?"

"Hah, bagaimana bisa? Kau hanya anak kecil," kata salah seorang menantu.
Advertisements
Gadis itu memberitahu bahwa hadiah yang harus dibawa menantu pertama, api
dibungkus kertas adalah lentera kertas. Hadiah yang harus dibawa menantu kedua,
angin dalam kertas adalah kipas kertas. "Saat kipas digoyangkan akan muncul angin,"
kata gadis itu.

Hadiah ketiga, musik di dalam angin adalah sepasang Ionceng. "Jika lonceng digoyang,
akan muncul musik yang indah," kata si gadis.

Ketiga menantu kembali ke rumah mertuanya dan memberikan hadiah mereka. Sang
mertua heran bagaimana ketiga menantunya bisa begitu cerdas. Ketiga menantu itu
menceritakan tentang gadis kecil yang menunggang kerbau.

Sang mertua segera mencari anak gadis itu dan mengangkatnya jadi anak. la juga
mengangkat gadis kecil yang cerdas itu menjadi kepala keluarga di rumahnya.

Pesan Moral dari adalah Jadilah anak yang cerdik dan banyak-banyaklah belajar
serta membaca. Kemudian, jangan remehkan orang lain. Mungkin saja ia lebih pintar
dari kamu

Cerita Rakyat Kongo : Seorang Anak Yang Berhasil


Memperdayai Setan
Cerita Rakyat Kongo Seorang Anak Yang Berhasil Memperdayai Setan

Suatu ketika, petani memeriksa tanaman singkong di ladangnya.Tapi, tanaman


singkongnya telah dirusak binatang hutan.

Petani pun membuat lubang perangkap untuk menangkap binatang yang merusak
tanaman singkongnya. Tiba-tiba, setan yang berwajah seram datang. "Aku akan
membantumu menggali perangkap dan kita berbagi binatang yang terjebak," kata setan.
Lalu, petani yang ketakutan tidak bisa menoIaknya.

"Semua binatang jantan yang masuk perangkap, jadi milikmu. Lalu, binatang betina
yang masuk perangkap, jadi milikku," kata setan mengatur.

Ternyata, setiap hari hanya binatang jantan yang masuk perangkap. Semuanya jadi
milik petani. "Tentu saja selalu binatang jantan yang masuk perangkap karena binatang
jantanlah yang mencari makanan," pikir petani sambil tertawa puas.

Kini, petani punya banyak persediaan daging. Tapi, ia dan keluarganya tetap butuh
singkong sebagai makanan pokok. "Aku akan ke Iadang. Barangkali masih ada
singkong tersisa. Kau jagalah anak kita," kata istri petani.

Lama menunggu, petani pun menyusul ke Iadang bersama anaknya. Mereka melihat
setan di ladang.

"Akhirnya ada binatang betina yang masuk perangkap," kata setan sambil tertawa.
Petani kaget melihat istrinya berada dalam lubang perangkap. "Dia manusia, bukan
binatang," katanya.

Tapi, setan tidak mau peduli. "Dia binatang betina. Dia milikku," kata setan.

Petani mulai takut kehilangan istrinya. Tiba-tiba, anak petani berkata, "Biarkanlah setan
mengambil haknya, Ayah!"

"Ah, kau anak yang bijaksana," kata setan sambil masuk ke dalam lubang perangkap
hendak mengambil istri petani.

Saat setan masuk lubang perangkap, si anak kembali berkata. "Lihat, Ayah! Ada
binatang jantan di dalam perangkap," kata anak petani sambil menunjuk setan.

Setan kebingungan. Menurut perjanjian yang la buat, semua binatang jantan jadi milik
petani. la tidak mau jadi budak petani. Akhirnya, ia setuju untuk melepaskan istri petani
asal petani juga membebaskannya.

Cerita Rakyat Cina : Cara Menimbang


Seekor Gajah

Cerita Rakyat Cina Cara Menimbang Seekor Gajah


Dahulu kala, seorang kaisar di negeri Cina mendapatkan hadiah yang sangat besar dari
negeri India. Bagaimana tidak besar, hadiah itu berupa seekor gajah. Kala itu, tidak ada
seorang pun di Cina yang pernah melihat binatang sebesar itu.

"Hmmm, aku penasaran berapa berat binatang ini?" kata kaisar sambil mengelus-ngelus
janggut dan memerhatikan gajah.

"Yang Mulia, mohon maaf. Aku tidak tahu bagaimana cara menimbang binatang besar
itu?" kata pembantu kaisar.

"Kita tidak punya timbangan yang cukup besar untuk menimbang gajah," katanya
kembali.
Advertisements
Kaisar lalu memerintahkannya untuk mencari orang yang mampu menimbang berat
gajah. Tapi, tidak ada satu orang pun yang tahu cara menimbang gajah. Tiba-tiba, putra
kaisar yang baru berumur delapan tahun berkata, "Ayah, aku tahu bagaimana cara
menimbang gajah."

Kaisar dan semua orang di istana tersenyum mendengar keberanian putra mahkota
mengungkapkan pendapatnya.

"Oh ya? Bagaimana kau bisa? Kau masih kecil, anakku. Tapi, baiklah. Apa
pendapatmu? Bagaimana cara menimbang gajah itu?" kata kaisar.

Putra mahkota meminta agar gajah dinaikkan ke atas sebuah perahu. Lalu, ia menyuruh
pelaut untuk menandai batas air di badan perahu saat dinaiki gajah.

Setelah itu, gajah diturunkan lagi dari perahu. Kemudian, putra mahkota meminta agar
perahu diisi batu bata sampai batas air di badan perahu sama dengan batas air saat
gajah dinaikkan perahu.

Setelah itu, batu bata dibawa ke pinggir danau dan ditimbang sedikit demi sedikit. Maka,
berat gajah pun bisa diketahui. Kaisar dan semua orang kagum oleh kecerdasan putra
mahkota.
Advertisements
Pesan Moral dari Cerita Rakyat Cina : Cara Menimbang Seekor Gajah adalah
jadilah anak yang cerdas dan pakailah akalmu menyelesaikan persoalan. Lalu,
bagimana caramu agar menjadi anak yang cerdas? Ya, tentu saja dengan banyak
belajar dan membaca.
Dongeng Cina : Gadis Kecil Yang Menjadi Kepala
Keluarga

Dongeng Cina Gadis Kecil Yang Menjadi Kepala Keluarga

Dahulu kala, ada sebuah keluarga yang terdiri atas seorang bapak, tiga orang putra,
dan tiga orang menantu perempuan. Ketiga menantu itu sering meminta pulang ke
rumah orangtua mereka. Sang bapak lama-lama kesal oleh sikap menantu-menantunya
itu. Akhirnya, ia memberikan syarat yang sulit kepada ketiga menantunya.

"Kalian boleh pulang, tapi harus menjalankan syarat ini. Menantu pertama harus
membawa api yang dibungkus kertas. Menantu kedua harus membawa angin di dalam
kertas. Menantu ketiga harus membawa musik di dalam angin," kata sang bapak.

"Jika tidak bisa membawa hadiah-hadiah itu, kalian tidak boleh kembali lagi," katanya
lagi.

Ketiga menantu itu pun pergi ke rumah orangtuanya masing-masing. Setelah seminggu
berada di rumah masing-masing, mereka kemudian mengadakan pertemuan di suatu
tempat untuk pulang bersama-sama. Tidak satu pun di antara mereka bertiga yang bisa
mendapatkan hadiah yang diminta mertua mereka. Tapi, mereka tetap memberanikan
diri pulang.
Di perjalanan, mereka bertemu dengan seorang gadis kecil yang menunggang kerbau.
la bertanya kepada tiga menantu itu apa yang mengganggu pikiran mereka. Ketiga
menantu menceritakan keinginan mertua mereka.

Gadis itu tertawa, "Aku tahu hadiah apa saja yang kalian harus bawa?"

"Hah, bagaimana bisa? Kau hanya anak kecil," kata salah seorang menantu.
Advertisements
Gadis itu memberitahu bahwa hadiah yang harus dibawa menantu pertama, api
dibungkus kertas adalah lentera kertas. Hadiah yang harus dibawa menantu kedua,
angin dalam kertas adalah kipas kertas. "Saat kipas digoyangkan akan muncul angin,"
kata gadis itu.

Hadiah ketiga, musik di dalam angin adalah sepasang Ionceng. "Jika lonceng digoyang,
akan muncul musik yang indah," kata si gadis.

Ketiga menantu kembali ke rumah mertuanya dan memberikan hadiah mereka. Sang
mertua heran bagaimana ketiga menantunya bisa begitu cerdas. Ketiga menantu itu
menceritakan tentang gadis kecil yang menunggang kerbau.

Sang mertua segera mencari anak gadis itu dan mengangkatnya jadi anak. la juga
mengangkat gadis kecil yang cerdas itu menjadi kepala keluarga di rumahnya.

Pesan Moral dari adalah Jadilah anak yang cerdik dan banyak-banyaklah belajar
serta membaca. Kemudian, jangan remehkan orang lain. Mungkin saja ia lebih pintar
dari kamu

Cerita Rakyat Kongo : Seorang Anak Yang Berhasil


Memperdayai Setan
Cerita Rakyat Kongo Seorang Anak Yang Berhasil Memperdayai Setan

Suatu ketika, petani memeriksa tanaman singkong di ladangnya.Tapi, tanaman


singkongnya telah dirusak binatang hutan.

Petani pun membuat lubang perangkap untuk menangkap binatang yang merusak
tanaman singkongnya. Tiba-tiba, setan yang berwajah seram datang. "Aku akan
membantumu menggali perangkap dan kita berbagi binatang yang terjebak," kata setan.
Lalu, petani yang ketakutan tidak bisa menoIaknya.

"Semua binatang jantan yang masuk perangkap, jadi milikmu. Lalu, binatang betina
yang masuk perangkap, jadi milikku," kata setan mengatur.

Ternyata, setiap hari hanya binatang jantan yang masuk perangkap. Semuanya jadi
milik petani. "Tentu saja selalu binatang jantan yang masuk perangkap karena binatang
jantanlah yang mencari makanan," pikir petani sambil tertawa puas.

Kini, petani punya banyak persediaan daging. Tapi, ia dan keluarganya tetap butuh
singkong sebagai makanan pokok. "Aku akan ke Iadang. Barangkali masih ada
singkong tersisa. Kau jagalah anak kita," kata istri petani.

Lama menunggu, petani pun menyusul ke Iadang bersama anaknya. Mereka melihat
setan di ladang.

"Akhirnya ada binatang betina yang masuk perangkap," kata setan sambil tertawa.
Petani kaget melihat istrinya berada dalam lubang perangkap. "Dia manusia, bukan
binatang," katanya.

Tapi, setan tidak mau peduli. "Dia binatang betina. Dia milikku," kata setan.

Petani mulai takut kehilangan istrinya. Tiba-tiba, anak petani berkata, "Biarkanlah setan
mengambil haknya, Ayah!"

"Ah, kau anak yang bijaksana," kata setan sambil masuk ke dalam lubang perangkap
hendak mengambil istri petani.

Saat setan masuk lubang perangkap, si anak kembali berkata. "Lihat, Ayah! Ada
binatang jantan di dalam perangkap," kata anak petani sambil menunjuk setan.

Setan kebingungan. Menurut perjanjian yang la buat, semua binatang jantan jadi milik
petani. la tidak mau jadi budak petani. Akhirnya, ia setuju untuk melepaskan istri petani
asal petani juga membebaskannya.