Anda di halaman 1dari 28

Tugas Kelompok Dosen Pengampu

Penganggaran Perusahaan Eni Noviarni, SE.


M.Si. Ak.CA

“ANGGARAN PENJUALAN”

Disusun Oleh:

Hilma Dwi Ramadhani 11770323336

Reski Amri 11770313313

Siti Rahmadanti 11773200310

Virell Saxena Shakti 11770313279

Jurusan S1 Akuntansi (5-B)

Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

T.A 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah yang berjudul “Anggaran
Penjualan”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Penganggaran Perusahaan.


Selesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak
yang mendukung penuh pembuatan makalah ini sehingga bisa terselesaikan dengan
baik.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah yang kami buat ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Pekanbaru, 17 September
2019

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................... i

Daftar isi....................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ....................................................................................................1


B. Rumusan Masalah ...............................................................................................1
C. Tujuan Penulisan .................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Anggaran Perusahaan ............................................................................................


B. Anggaran Penjualan Lebih dari Satu Bulan .............................................................
C. Memperkirakan Penjualan .....................................................................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi ini anggaran merupakan elemen penting dalam sistem pengendalian
manajemen, karena anggaran adalah sebagai alat perencanaan (planning), dan pengendalian
(control) jangka pendek yang efektif dalam organisasi (Anthony & Govindarajah 2005).
Perencanaan dan pengendalian anggaran yang baik akan membuat perusahaan bersaing dalam
persaingan dunia usaha yang dirasakan saat ini. Disamping itu anggaran tidak hanya sebagai alat
perencanaan keuangan dan pengendalian, tetapi juga sebagai koordinasi, komunikasi dan
evaluasi kerja dan motivasi serta sebagai alat untuk mendelegasikan wewenang atasan kepada
bawahan.

Anggaran digunakan oleh manajer tingkat atas sebagai suatu alat untuk dapat menjelaskan
tujuan-tujuan organisasi ke dimensi kuantitatif dari waktu, serta mengkomunikasikannya kepada
manajer-manajer tingkat bawah sebagai rencana kerja jangka panjang maupun jangka pendek.
Sasaran anggaran dapat dicapai melalui pelaksanaan serangkaian aktivitas yang telah ditetapkan
sebelumnya dalam bentuk anggaran (Amrul dan Nasir, 2002). Anggaran adalah salah salah satu
bentuk perencanaan yang diperlukan oleh perusahaan. Dengan demikian kompleks permasalahan
yang ada akan setiap kegiatan harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang baik. Sehingga
dalam makalah ini penulis mendeskripsikan beberapa hal yang penting mengenai anggaran
perusahaan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana menyusun anggaran penjualan?
2. Bagaimana memperkirakan penjualan tentang kuantitas yang akan dijual sekaligus
harganya dengan menggunakan metode:
a. Rata-rata bergerak.
b. Trend moment.

1
c. Regresi.
d. Analisis industri

C. Tujuan penulisan
1. Mengetahui cara- cara melakukan penaksiran penjualan dengan metode trend moment
dan metode trend least square.
2. Mengetahui bentuk anggaran penjualan.
3. Mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran
penjualan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

Perusahaan umumnya memulai proses penyusunan anggaran induk dengan menyusun


anggaran penjualan, karena anggaran penjualan akan memengaruhi penyusunan anggaran
produksi, anggaran biaya produksi, anggaran beban operasi, proforma laba rugi, anggaran laba,
dan proforma neraca.
Namun demikian, perusahaan terkadang memulai penyusunan anggaran induk dengan
membuat anggaran produksi terlebih dahulu karena adanya keterbatasan dalam kemampuan
finansial perusahaan (Adisaputro dan Asri, 1996). Jadi, dalam hal ini, jumlah unit yang akan
dijual ditentukan oleh kondisi keuangan perusahaan yang ada untuk membeli bahan baku,
membayar gaji tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.
Anggaran penjualan menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang jadi yang akan
dijual oleh perusahaan dan harga jual yang diharapkan diperoleh untuk periode anggaran
mendatang.
Jumlah barang jadi yang ingin dijual akan menentukan jumlah barang jadi yang harus
diproduksi. Pada akhirnya, jumlah barang jadi yang harus diproduksi akan menentukan bahan
baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu,
penting sekali untuk dapat memperkirakan jumlah barang jadi yang akan dijual secara akurat
dalam periode anggaran mendatang karena akan memengaruhi penyusunan anggaran-anggaran
lain yang ada dalam anggaran induk.
Di bawah ini disajikan format anggaran penjualan yang dapat digunakan oleh perusahaan.

Table 2.1 Format Anggaran Penjualan


PT ……
Anggaran Penjualan untuk Bulan yang Berakhir pada ……
Produk A Produk B Total
Penjualan barang jadi dalam unit
Dikalikan harga jual
Penjualan barang jadi

3
Keterangan:
Penjualan barang jadi dalam unit adalah perkiraan penjualan barang jadi (dalam unit) perusahaan
untuk periode anggaran mendatang.
Harga jual adalah harga jual yang akan dikenakan untuk setiap barang jadi yang akan dijual pada
periode anggaran mendatang.
Penjualan barang jadi (dalam rupiah) diperoleh dengan mengalikan penjualan barang jadi (dalam
unit) dengan harga jual barang jadi per unit.

Contoh 2.1
PT Furnitur Jati Indah (FJI) yang berdiri pada tahun 2000 adalah perusahaan yang
memproduksi peralatan rumah tangga yang berasal dari kayu jati. Produk andalan perusahaan
adalah seperangkat kursi tamu dan lemari dari kayu jati.
Dalam rangka penyusunan anggaran induk untuk bulan Januari 2009, PT FJI
mengumpulkan data-data tentang jumlah unit kursi tamu dan lemari yang diperkirakan akan
dijual selama tahun 2009. PT FJI juga memprediksi harga yang akan dikenakan untuk setiap
produknya yang akan dijual di tahun 2009.
Berikut ini adalah Tabel 2.2 yang menyajikan jumlah penjualan produk dalam unit dan
harga jual per unitnya selama bulan Desember 2008 lalu.

Table 2.2 Perkiraan Unit Terjual dan Harga Jualnya


Keterangan Kursi Lemari
Penjualan (dalam unit) 8.000 10.000
Harga jual per unit Rp.5.000.000 Rp.3.000.000

Untuk bulan Januari 2009, Manajemen PT FJI menargetkan kenaikan penjualan (dalam
unit) untuk kursi dan lemari masing-masing sebesar 20% dan 10%. Harga jual per unit untuk
bulan Januarai 2009 sama dengan harga jual di bulan Desember 2008.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun anggaran penjualan
PT FJI untuk bulan Januari 2009.

4
Langkah 1
Hitunglah penjualan dalam unit untuk produk kursi dan lemari untuk bulan Januarai 2009.
Penjualan dalam unit untuk bulan Januari 2009 diperoleh dengan menggunakan data-data
penjualan di bulan Desember 2008 ditambah dengan tingkat pertumbuhan penjualan yang
diharapkan di bulan Januarai 2009, atau

Penjualan bulan Januarai = Penjualan Desember × (1 + Pertumbuhan penjualan Januarai)

Jadi, penjualan (unit) untuk kursi dan lemari di bulan Januari 2009 adalah:
Kursi 8.000 × (1 + 20%) = 9.600 unit
lemari 10.000 × (1 + 10%) = 11.000 unit

Langkah 2
Hitunglah penjualan untuk seluruh produk dengan mengalikan penjualan dalam unit dengan
harga jualnya.
Penjualan (Rp) = Penjualan (unit) × Harga jual per unit

Jadi,
Penjualan (Rp) Kursi, 9.600 × Rp.5.000.000 = Rp.48.000.000.000
Penjualan (Rp) Lemari, 11.000 × Rp.3.000.000 = Rp.33.000.000.000

Langkah 3
Susunlah anggaran penjualan bulan Januari 2009 dengan memasukkan angka-angka yang
diperoleh dari langkah 2.

5
PT FJI
Anggaran Penjualan untuk Bulan yang Berakhir pada Januari 2009
Kursi Lemari Total
Penjualan barang jadi dalam
9.600 11.000
unit
Dikalikan harga jual Rp.5.000.000 Rp.3.000.000
Penjualan barang jadi Rp.48.000.000.000 Rp.33.000.000.000 Rp.81.000.000.000

Latihan 2.1 Menyusun Anggaran Penjualan


Susunlah anggaran penjualan PT FJI untuk bulan Februari 2009 dengan asumsi kenaikan
penjualan (unit) untuk kursi dan lemari sebesar 5%. Harga jual kedua produk di bulan Februari
akan naik sebesar 10%.
Jawaban:
PT FJI
Anggara Penjualan untuk Bulan yang Berakhir pada Februari 2009
Kursi Lemari Total
Penjualan barang jadi dalam unit 10.080 11.550
Dikalikan: harga jual Rp.5.500.000 Rp.3.300.000
Penjualan barang jadi Rp.55.440.000.000 Rp.38.115.000.000 Rp.93.555.000.000

ANGGARAN PENJUALAN LEBIH DARI SATU BULAN


Anggaran penjualan sering kali disusun untuk periode waktu satu bulan, enam bulan, atau
kuartal (tiga bulan). Sebagai contoh, anggaran penjualan untuk satu tahun dapat dipecah menjadi
anggaran penjualan untuk setiap kuartal atau anggaran penjualan untuk periode waktu enam
bulan dipecah menjadi anggaran penjualan setiap bulan selama enam bulan.
Berikut ini adalah contoh anggaran penjualan kuartal yang akan dipecah menjadi anggaran
penjualan per bulan.
Contoh 2.2
PT Amanah Sejahtera memproduksi sua macam tas untuk wanita, yaitu tas regular dan
eksklusif.

6
Berdasarkan informasi berikut ini, Anda diminta menyusun anggaran penjualan setiap
bulan untuk tiga bulan pertama tahun 2007.

1. Data penjualan actual tahun 2006.


Penjualan
Tahun 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif
Jumlah unit terjual 20.000 2.000
Harga jual Rp.80.000 Rp.250.000

2. Perusahaan menargetkan kenaikan penjualan untuk tiap-tiap produk sebesar 20% di tahun
2007. Harga jual untuk setiap produk akan dinaikan sebesar 20%.
3. Penjualan bulan Januari, Februari, dan Maret 2007 untuk kedua produk adalah 10%, 5%,
dan 15% dari penjualan tahun 2007.

Langkah 1
Buatlah format anggaran penjualan untuk tiga bulan pertama di tahun 2007.

PT AMANAH SEJAHTERA
Anggaran Penjualan untuk Tiga Bulan yang Berakhir pada 31 Maret 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif Total
Bulan Januari
Penjualan barang jadi (unit)
Dikalikan harga jual
Penjualan barang jadi
Bulan Februari
Penjualan barang jadi (unit)
Dikalikan harga jual
Penjualan barang jadi
Bulan Maret
Penjualan barang jadi (unit)
Dikalikan harga jual
Penjualan barang jadi
Total Penjualan Tiga Bulan

7
Langkah 2
Hitunglah jumlah unit yang direncanakan untuk dijual dan harga jual setiap produk untuk bulan
Januari, Februari, dan Maret 2007.

Tas Reguler
Penjualan (unit) tahun 2007 = 20.000 × 120% = 24.000 unit
Penjualan (unit) Januari = 24.000 × 10% = 2.400 unit
Penjualan (unit) Februari = 24.000 × 5% = 1.200 unit
Penjualan (unit) Maret = 24.000 × 15% = 3.600 unit
Harga jual tahun 2007 = Rp.80.000 × 120% = Rp.96.000

Tas eksklusif
Penjualan (unit) tahun 2007 = 2000 × 120% = 2400 unit
Penjualan (unit) Januari = 2400 × 10% = 240 unit
Penjualan (unit) Februari = 2400 × 5% = 120 unit
Penjualan (unit) Maret = Rp.250.000 × 120% = Rp.300.000

Langkah 3

Hitunglah penjualan setiap produk untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2007. Penjualan
setiap bulan per produk diperoleh dengan mengalikan unit yang dijual dengan harga jualnya.

Tas regular
Penjualan Januari = 2400 × Rp.96.000 = Rp.230.400.000
Penjualan Februari = 1200 × Rp.96.000 = Rp.115.200.000
Penjualan Maret = 3600 × Rp.96.000 = Rp.345.600.000

Tas eksklusif

Penjualan Januari = 240 × Rp.300.000 = Rp.72.000.000


Penjualan Februari = 120 × Rp.300.000 = Rp.36.000.000
Penjualan Maret = 360 × Rp.300.000 = Rp.108.000.000

8
Langkah 4

Selesaikan penyusunan anggaran penjualan dengan memasukkan data-data yang diperoleh pada
langkah 2 dan 3 ke dalam format anggaran penjualan.

PT AMANAH SEJAHTERA
Anggaran Penjualan untuk Tiga Bulan yang Berakhir pada 31 Maret 2006
Tas Reguler Tas Eksklusif Total
Bulan Januari
Penjualan barang jadi (unit) 2.400 240
Dikalikan harga jual 96.000 300.000
Penjualan barang jadi 230.400.000 72.000.000 302.400.000

Bulan Februari
Penjualan barang jadi (unit) 1.200 120
Dikalikan harga jual 96.000 300.000
Penjualan barang jadi 115.200.000 36.000.000 151.200.000

Bulan Maret
Penjualan barang jadi (unit) 3.600 360
Dikalikan harga jual 96.000 300.000
Penjualan barang jadi 345.600.000 108.000.000 453.600.000

Total Penjualan Tiga Bulan 907.200.000

MEMPERKIRAKAN PENJUALAN

Penyusunan anggaran penjualan mengharuskan perusahaan untuk memperkirakan jumlah unit


yang akan dijual dan harga jualnya untuk dalam satu periode anggaran. Terdapat beberapa
metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu
periode anggaran. Metode tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode
kualitatif dan metode kuantitatif.
Salah satu contoh penggunaan metode kuantitatif adalah mengumpulkan seluruh tenaga
penjual (salesman/salesperson) yang ada di perusahaan dan menanyakan kepada mereka tentang
target penjualan yang dapat dicapai oleh mereka di tahun depan. Setelah seluruh target
dikumpulkan, perusahaan menentukan jumlah penjualan pada tahun depan.

9
Modul ini akan membahas penggunaan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis
statistika dalam memperkirakan penjualan. Setelah itu akan dibahas pula penggunaan analisis
industri dalam menentukan jumlah perusahaan.

1. Metode rata-rata bergerak (Moving Average)

Metode rata-rata bergerak (Moving Average) menggunakan sejumlah data dari masa
lalu untuk memperoleh perkiraan hasil dimasa mendatang. Metode ini akan sangat bermanfaat
apabila kita dapat memastikan bahwa permintaan pasar (pelanggan) akan tumbuh secara stabil
dalam periode mendatang.
Rata-rata bergerak 5 periode untuk penjualan diperoleh dengan membagi total penjualan
selama 5 periode dengan 5. Sebaliknya rata-rata bergerak 3 periode untuk penjualan diperoleh
dengan membagi total penjualan selama 3 periode dengan 3.

Proyeksi dengan Metode Rata-rata Bergerak

Contoh 2.3
PT Selaras Sejati (SS) adalah perusahaan yang membuat penganan "donat spesial aneka
rasa". Manajemen PT SS selalu membuat perkiraan penjualan donat untuk bulan berikutnya
setiap tanggal 27 bulan sebelumnya.
Sebagai contoh, perkiraan penjualan bulan Desember 2008 dibuat pada tanggal 28
November 2008. Perkiraan penjualan suatu bulan diperoleh dengan mencari rata-rata penjualan
selama 3 bulan sebelumnya. Jadi, perkiraan penjualan untuk bulan Desember 2008 adalah rata-
rata penjualan bulan September, Oktober, dan November 2008.
Berikut ini adalah tabel 2.3 yang menyajikan penjualan donat untuk bulan September,
Oktober dan November 2008.

Tabel 2.3 Data penjualan bulanan

Penjualan
Bulan Rata-rata 3 bulan
(Kuantitas)

September 1000

Oktober 1200

November 1400

Desember ?

10
Langkah 1

Jumlahkan penjualan 3 bulan sebelum bulan Desember 2008, yaitu penjualan bulan September,
Oktober, dan November.

Bulan Penjualan

(Kuantitas)

September 1000

Oktober 1200

November 1400

Total penjualan 3600

Langkah 2.

Cari rata-rata penjualan 3 bulan dengan membagi total penjualan bulan September, Oktober, dan
November 2008 (lihat tabel pada Langkah 1) dengan 3.

Penjualan
Bulan
(Kuantitas)

Total penjualan 3 bulan sebelumnya 3.650

Dibagi 3 : 3

Rata-rata penjualan 3 bulan 1.200

Langkah 3.

Penjualan bulan Desember adalah rata-rata penjualan 3 bulan (September, Oktober, dan
November 2008) yaitu 1.200 unit (lihat tabel pada Langkah 2).

Latihan 2.2

Manajemen PT. Bayu Utama memprediksi penjualan tiket pesawat suatu bulan berdasarkan rata-
rata penjualan 4 bulan sebelumnya.

11
Berikut ini penjualan bulan April, Mei, Juni, dan Juli 2007.
Penjualan
Bulan
(Kuantitas)

April 8500

Mei 9000

Juni 10000

Juli 8500

Diminta :

Tentukan perkiraan penjualan tiket pesawat untuk bulan Agustus 2007!

Jawaban:

Penjualan
Bulan
(Kuantitas)
April 8.500
Mei 9.000
Juni 10.000
Juli 8.500
Total Penjualan 4 bulan 36.000
Rata-rata penjualan 4 bulan 9.000
Penjualan Agustus 9.000

2. Metode Trend Moment

Metode Trend Moment menggunakan persamaan Y = a + bx. Untuk mencari nilai a dan b,
digunakan persamaan dibawah ini.

∑ 𝑌 = 𝑛. 𝑎 + 𝑏. ∑𝑋

∑𝑋𝑌 = 𝑎. ∑𝑋 + 𝑏. ∑𝑥 2

n = adalah jumlah data yang di analisis

12
Setelah persamaan diatas diperoleh, kita dapat menggunakan metode subsitusi atau
eliminasi untuk memperoleh nilai a dan b.

Contoh 2.4

Berikut ini adalah data penjualan PT. Semesta Alam Raya dari tahun 2003 - 2008.

Tahun Penjualan dalam ribuan unit

2003 240

2004 250

2005 280

2006 290

2007 305

2008 330

PT Semesta Alam Raya ingin membuat perkiraan penjualan dalam unit untuk tahun 2009 dengan
menggunakan metode trend moment.

Langkah 1
Membentuk tabel agar memudahkan memperoleh nilai a dan b untuk membentuk persamaan Y =
a + bX.

Penjualan dalam
Tahun X XY X2
ribuan unit
2003 240
2004 250
2005 280
2006 290
2007 305
2008 330
Σ

13
Langkah 2
Penjualan setiap tahun adalah Y. Jumlahkan ke bawah seluruh data yang ada pada kolom Y.
Hasil penjumlahan ke bawah kolom Y adalah 1.695.
Penjualan dalam
Tahun X XY X2
ribuan unit
2003 240
2004 250
2005 280
2006 290
2007 305
2008 330
Σ 1.695

Langkah 3
Memberikan skor untuk mengisi kolom X. Skor untuk data pertama (tahun 2003) adalah 0, data
berikutnya (2004, 2005, 2006, 2007 dan 2008) adalah 1, 2, 3, 4, dan 5. Kemudian jumlahkan ke
bawah seluruh skor X yang ada di tabel dan akan diperoleh nilai sebesar 15 dan letakkan pada
baris Σ.

Penjualan dalam
Tahun X XY X2
ribuan unit
2003 240 0
2004 250 1
2005 280 2
2006 290 3
2007 305 4
2008 330 5
Σ 1.695 15

14
Langkah 4
Isi kolom XY dengan mengalikan data yang terdapat pada kolom Y dengan data yang terdapat
pada kolom X dalam baris untuk setiap tahunnya, kemudian jumlahkan ke bawah. Misalnya,
untuk tahun 2004, nilai XY = 250 yang diperoleh dari (Y) dikali dengan 1 (X).
Tahun Penjualan dalam X XY X2
ribuan unit
2003 240 0 0
2004 250 1 250
2005 280 2 560
2006 290 3 870
2007 305 4 1.220
2008 330 5 1.650
Σ 1.695 15 4.550

Langkah 5
Isi kolom X2 dengan menguadratkan seluruh data yang ada pada kolom X, kemudian seluruh
data dalam kolom X2 dijumlahkan ke bawah.
Penjualan dalam
Tahun X XY X2
ribuan unit
2003 240 0 0 0
2004 250 1 250 1
2005 280 2 560 4
2006 290 3 870 9
2007 305 4 1.220 16
2008 330 5 1.650 25
Σ 1.695 15 4.550 55

15
Langkah 6
Bentuk persamaan untuk memperoleh nilai a dan b dengan menggunakan data-data yang
diperoleh dari langkah 5.
∑ 𝑌 = 𝑛. 𝑎 + 𝑏. ∑𝑋

∑𝑋𝑌 = 𝑎. ∑𝑋 + 𝑏. ∑𝑥 2

1.695 = 6. 𝑎 + 𝑏.15
4.550 = 15. 𝑎 + 𝑏.55

Langkah 7
Selesaikan persamaan yang disusun pada langkah ke-6 dengan menggunakan metode eliminasi.
1.695 = 6. 𝑎 + 𝑏. 15 (x 2,5)
4.550 = 15. 𝑎 + 𝑏. 55 (x 1)
Jadi, persamaannya menjadi

4.237,5 = 15 𝑎 + 37,5 𝑏
4.550 = 15 𝑎 + 55 𝑏 –
-312,5 = -17,5 𝑏
b = 17,8571

Masukkan nilai b yang diperoleh ke persamaan 1 sehingga persamaan satu akan menjadi:

1.695 = 6 𝑎 + 267,8571

a = 237,8571 (dibutuhkan dua dibelakang koma).

Langkah 8
Membentuk persamaan Y = a + bX berdasarkan hasil yang diperoleh pada langkah 7 dan
mencari perkiraan penjualan tahun 2009.
Y = 237,8571 + 17,8571 X

16
Jadi, penjualan tahun 2009 adalah

Y = 237,8571 + 17,8571
Y = 350

3. Metode Perkiraan Asosiatif: Regresi dan Analisis Korelasi


Tidak seperti metode perkiraan time series, metode perkiraan asosiatif umumnya
mempertimbangkan beberapa variabel yang terkait dengan variabel yang diprediksi. Dalam hal
ini adalah prediksi jumlah penjualan untuk periode berikutnya. Metode ini lebih baik apabila
dibandingkan dengan metode time series yang hanya menggunakan data-data di masa lalu.
Penjualan produk dan jasa perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti biaya
pemasaran yang dikeluarkan oleh perusahaan, harga jual produk dan jasa pesaing, kualitas dari
produk pesaing, serta kondisi perekonomian tempat perusahaan berusaha. Dalam hal ini,
penjualan produk dan jasa perusahaan disebut variabel dependen (nilainya dipengaruhi oleh nilai
variabel lain). Sementara itu, variabel-variabel lainnya (beban pemasaran yang dikeluarkan
perusahaan, harga jual pesaing, kualitas dari produk pesain, dan kondisi perekonomian tempat
perusahaan berusaha) disebut variabel independen.
Ketika berusaha memprediksi penjualan produk dan jasa perusahaan, kita dapat menyusun
persamaan regresi yang menghubungkan antara penjualan produk dan jasa perusahaan (variabel
dependen) serta satu atau lebih variabel independen.

Menggunakan Analisis Regresi Sederhana untuk Membuat Perkiraan


Berikut ini adalah persamaan regresi sederhana yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai
variabel dependen berdasarkan perubahan yang terjadi pada nilai variabel independen.

Y = a + bx

Di mana Y = nilai dari variabel dependen adalah penjualan produk,


a = konstanta atau garis intercept,
b = slope atau kemiringan dari garis regresi,
x = variabel independen.
17
Contoh 2.5 persamaan regresi sederhana
PT Berjaya Selalu Ramai (BSR) memproduksi tas tas unik yang ditujukan untuk wanita
yang brusia 17-22 tahun.Selama bertahun tahun , perusahaan memiliki pengetahuna bahwa
penjualan tas tersebut sangat dipengaruhi oleh pengeluaran iklan di majalah – majalah wanita
muda terbitan ibu kota setiap tahunnya.
Berikut ini adalah table yang menyajikan pejualan dan pengeluaran iklan aktula yang
terjadi selama 2003-2008.

Table 2.4 Data pejualan dan pengeluaran iklan

Tahun Penjualan Pengeluaran Iklan

(Rp 0000) (Rp 000)


2003 1.000.000 55.000
2004 1.250.000 70.000
2005 1.375.000 83.500
2006 1.500.000 100.000
2007 1.785.000 122.500
2008 2.005.000 157.500
Data-data pada Tabel 2.4 akan digunakan untuk menyusun persamaan regresi yang
akanmelibat kan variabel-variabel seperti penjualan tas (Rp) dan pengeluaran iklan (Rp) untuk
memprediksi penjualan tas (Rp) untuk tahun 2009

Langkah 1
Tentukan variable dipenden dan independent pada Tabel 2.4. Pada contoh ini, penjualan tas
adalah variable dependen (y), sedangkan pengeluaran iklan dalah variable independent (x)
karena perubahan yang terjadi pada nilai penjualan tas ditentukan oleh besar0kecilnya
pengeluaran iklan oleh PT BSR.

18
Langkah 2
Jadi, persamaan regresinya adalah
Penjualan tas = a + b . pengeluaran iklan

Langkah 3

Gunakan metode least square untuk mencari a atau intercept dan b slope garis regresi.
Formula untuk memproleh b dalah sebagai berikut:
𝑏 = ∑𝑥𝑦 − 𝑛. 𝑥𝑦
∑𝑥 2 − 𝑛. 𝑥 2

Sementara itu, formula untuk me𝑎ncari aadalah sebagai berikut:


𝑎 = 𝑦̅ – b 𝑥̅

Langkah 4
Tabel berikut ini akan mempermudah usaha untuk memperoleh nilai a dan b .

Pengeluaran xy
Tahun Penjualan (y) 𝒙𝟐
Iklan (x)
2003 1.000.000 55.000 3.025.000 55.000.000.000
2004 1.250.000 70.000 4.900.000 87.500.000.000
2005 1.375.000 83.500 6.972.250.000 114.812.500.000
2006 1.500.000 100.000 10.000.000.000 150.000.000.000
2007 1.785.000 122.500 15.006.250.000 218.662.500.000
2008 2.005.000 157.500 24.806.250.000 315.787.500.000
∑𝑥 2 = ∑xy =
Ty = 8.915.000 ∑x = 588.500
64.709.750.000 941.762.500.000

19
941.762.500.000 – 6 ∗ 98.083,33 ∗ 1.485.833,33
b= 64.709.750.000−6∗98.083,33

b = 9,64

𝑎 = 𝑦̅ – b 𝑥̅

a = 540.477.5

Langkah 5
Persamaan regresinya adalah
Penjualan tas = 540.477 + 9,64 biaya iklan
Jika biaya iklan untuk tahun 2009 dianggarkan sebesar Rp 175.000.000 maka penjualan tas
untuk tahun 2009 sebesar:

Penjualan tas = 540.477,5 +9.64 *175.000

= Rp.2.222.477.500

4. Metode analisis industry


Perusahaan perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis dapat dikelompokkan kedalam
satu industry.Misalnya,Toyoyta Motor Company,Honda, dan Suzuki adalah perusahaan
perusahaan yang memiliki bidang usaha dalam pembuatan mobil sehingga dikelompokan dalam
indusrti otomotif.
Penjualan perusahaan sering kali dipengaruhi oleh pertumbuhn penjualan industri tempat
peerusahaan berada.Sebagai contoh,jika kondisi ekonomi memburuk, maka penjualan industry
otomotif akan turun.Turunnya penjualan ototmotif pada gilirannya akan membuat penjuakan
perusahaan yang ada didalamnya juga menurun.Oleh karena itu, pejualan perusahaan dalam
suatu periode juga dapat diperkirakan dengan meperkirakan penjualan indusrtinya.
Dibawah ini langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ingin memperkirakan penjualan
perusahaan dengan metode analisis indusrtri.

20
Contoh 2.6
Pada tahun 2005 PT A mampu menjual produknya sebesar 40.000 unit. Pada tahun yang
sama, total penjualan industry mencapai 100.000 unit. Jika penjualan industry pada tahun 2006
diperkirakan sebesar 25% dan menejemen PT A memperkirakan pangsa pasar perusahaan untik
tahun 2006 sama dengan pencapaian tahun 2005, tentukan penjualan industri dan PT A tahun
2006.

Langkah 1
Hitung pangsa pasar (market share) PT A untuk tahun 2005.Pangsa pasar perusahaan diperoleh
dengan membagi pejualan perusahaan dalam unit dengan penjualan industri pada satu periode
yang sama.Jadi, pangasa pasar PT A untuk tahun 2005 adalah:
penjualan PT A tahun 2005
Pangsa pasa PT A tahun 2005 =
penjualan industri tahun 2005

40.000
Pangsa pasa PT A tahun 2005 =
100.000

Pangsa pasa PT A tahun 2005 = 40%

Langkah 2
Tentukan perkiraan penjualan industri untuk tahun 2006.
Pejualan industry tahun 2006 = 100.000 + (1 + 25%)

= 125.000

Langkah 3
Tentukan pangsa pasar PT A untuk tahun 2006.Menajemen PT A memperkirakan pangsa pasar
untuk tahun 2006 sama dengan pencapaian tahun 2005, yaitu 40%.

Langkah 4
Penjulan PT A di taun 2006 diperoleh degan dengan mengalikan pangsa pasar PT A di tahun
2006 dengan penjualan perkiraan penjualan industri pda tahun yang sama

21
Penjualan PTA tahun 2006 = Penjualan industry 2006 × pangsa pasar PT A 2006

= 125.000 unit × 40%

= 50.000 unit

Latihan 2.3
PT Permata Semesta memprediksikan penjualan produk mainan “Abakas” setiap tahunnya
dengan menggunakan pendekatan analisis industri. Berikut ini adalah penjualan produk abakas
dan industri selama periode 2003-2007.
Penjualan PT Permata Semesta
Tahun Penjualan industri (unit)
(unit)
2003 10.000 100.000
2004 12.000 144.000
2005 15.000 150.000
2006 20.000 160.000
2007 23.000 184.000

PT Permata Semesta memprediksi penjualan industri untuk tahun 2008 akan naik sebesar 20%,
sedangkan pangsa pasar perusahaan di tahun 2008 diprediksi sebesar rata-rata pangsa pasar dari
tahun 2003-2007. Adapun harga jual produk Abakas untuk tahun 2008 adalah 10.000.

Instruksi:
Berdasarkan metode analisis industri yang telah dibahas sebelumnya:
1. Hitunglah penjualan industri untuk tahun 2008,
2. Hitunglah pangsa pasar PT Permata Semesta untuk tahun 2008,
3. Susunlah anggaran penjualan PT Pernata Semesta untuk tahun 2008.

Jawaban:
Penjualan tahun 2008 = 184.000 unit × 120%
= 220.800 unit

22
Tahun Penjualan Penjualan Pangsa Pasar
PT Permata Semesta Industri PT Permata
(unit) (unit) Semesta

2003 10.000 100.000 10%


2004 12.000 144.000 8,33%
2005 15.000 150.000 10%
2006 20.000 160.000 12,5%
2007 23.000 184.000 12,5%
Rata-rata Pangsa Pasar 2003-2007 10,66%

23
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

24
DAFTAR PUSTAKA

25