Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS BSCORN

BESERTA LANGKAH-LANGKAH PEMBEDAHAN

1. Nama Pasien : Tn. S


2. Umur / Tgl Lahir : 59 tahun
3. No. Rekam Medis : 0139XXX
4. Alamat : Semarang
5. Diagnosa Medis : Nefrolitiasis Sinistra
6. Tindakan Operatif : Nefrolitotomy Sinistra
7. Waktu dan tindakan :
23 Desember 2019 Jam Mulai : 10.00 WIB Jam Selesai : 11.30 WIB

8. Jenis Anestesi : General Anastesi


9. Peran Praktikan : Instrumen dengan pendampingan
10. Posisi Pasien : Sim
11. Persiapan Alat/Bahan Habis Pakai (BHP)
a. Anestesi :
 Propofol 1 ampul  Suction
 Fentanyl 1 ampul  OPA (oropharyngeal
 Sulfas Atropin 0,25 mg Airway)
 Tramadol 1 ampul  Spuit 3 cc – 1
 Ondancentron 4 mg  Spuit 5 cc – 1
 Laringoscope No.3  Spuit 10 cc – 1
 Endotrakeal Tube (ET) ID  Handscon bersih
6,5  Elektrode 3
 Gas Valve Mask  Canule Oksigen
 Plester
b. Bedah :
 Infus set  Water steril 500cc
 Set ginjal  Povidon iodin 10% 150cc
 Handscon No 6,5/7/7,5  Bisturi No 15
 Kasa steril 30  Spuit 50cc
 Plester  Chromic tajam no.1
 Alkohol 70% 10cc  Chromic tumpul no.1
 Couter  PGA no. 2.0
 Ground pad  Tranfusi set
 Silk 2.0  NaCl 0,9% 2000ml
 Plain no 1  Cateter 3w No 24
 Monofilamen absorable  Urine bag
4.0  Spuit 10cc
 Cateter Tip

12. Langkah – langkah tindakan yang dilakukan

NO TINDAKAN YANG DILAKUKAN ALAT/BAHAN YANG


DIGUNAKAN
1. Perawat sirkuler melakukan serah terima
pasien dengan perawat ruangan di ruang
transit IBS kemudian cek identitas pasien,
tanyakan riwayat penyakit maupun alergi,
memindahkan pasien ke brankar.
2. Lakukan sign in
3. Perawat sirkuler membawa pasien masuk ke
kamar operasi dan memindahkan pasien ke
meja operasi.
4. Perawat sirkuler memposisikan pasien
membantu anestesi memasang pulse
oximeter, spignomanometer, dan tiang infus.
5. Setelah dilakukan general anastesi, perawat Set bedah ginjal dan set linen,
sirkuler memposisikan pasien sim kemudian ground pad serta bahan habis pakai
menyiapkan alat dan memasang ground pad
6. Melakukan scrubbing bedah, gowning, Sikat, spon, clorhxidine 4% air
gloving mengalir, jas operasi steril, sarung
tangan steril
7. Operator melakukan desinfeksi pada lapangan Kassa, sponge holding forcep, kom,
operasi dengan larutan povidon iodine. povidone iodine 10%, alkohol 70%
a. Isi kom dengan povidon iodine 10%
b. Siapkan 2 kasa steril yang telah diklem
dengan sponge holding forcep
c. Lakukan desinfeksi area operasi.
8. Operator dan asisten mempersempit area 3 duk besar, 2 duk kecil, 4 duk
operasi dengan duk steril. Duk I kearah klem
kaudal, duk II kearah kearah cranial, duk III
ke arah samping kanan kiri area operasi, jepit
kedua sisi dengan klem, duk IV melapisi linen
sebelumnya dengan arah kaudal
9. Lakukan time out
10. Perawat instrumen memberikan pinset Bisturi no.15 (1), scapel no 5 (1),
cirurgis, scapel no 5 dan bisturi no. 15 yang bengkok (1), pinset cirurgis (2)
telah terpasang kepada dokter operator
menggunakan bengkok, kemudian
memberikan pinset cirurgis kepada asisten 1.
Dokter operator akan menginsisi kulit pasien
dari arah atas ke bawah daerah umbilikal.
11. Selanjutnya perawat instrumen memberikan Couter (1), darmkas (1), hak gigi 4
couter dan pinset cirurgis kepada dokter (2), pinset cirurgis (1)
operator untuk menginsisi lemak sampai
fasia. Berikan hak gigi 4 kepada asisten 1 dan
2 untuk membuka lapang daerah operasi,
bersamaan dengan itu berikan asisten 1
darmkas untuk mengedeep perdarahan.
12. Setelah itu perawat instrument memberikan Metzenbeum (1)
gunting jaringan kepada dokter operator
untuk menggunting sebagian fasia dan otot
sampai ginjal terlihat.
13. Ginjal terlihat, perawat instrument Rightangel (1), arteri klem panjang
memberikan rightangel ujung kecil kepada (1), couter (1)
dokter operator untuk memisahkan lemak
perirenal dan pararenal. Berikan arteri klem
panjang kepada dokter operator dan couter
untuk menghentikan perdarahan jika terjadi
14. Setelah ginjal terpisah dari lemak yang Ovarium klem (2)
melindungi ginjal, perawat instrument
memberikan ovarium klem kapada dokter
operator untuk menjepit lemak di sekitar
ginjal dan untuk mengangkatnya sedikit.
15. Perawat instrument memberikan spuit 10 cc Spuit 10 cc (1)
kepada dokter operator untuk mengecek batu
dalam ginjal.
16. Perawat instrument memberikan scapel no 5 Scapel no 5 (1), bisturi no 15 (1),
yang telah terpasang bisturi no 15 bengkok (1)
menggunakan bengkok dan pinset anatomis
kepada dokter operator untuk menginsisi
ginjal.
17. Selanjutnya berikan stone tang kepada dokter Stonetang (1), com kecil (1), water
operator untuk mengambil batu, sekaligus steril 50 cc
membawa kom kecil berisi water steril untuk
tempat batu setelah diambil.
18. Dokter operator akan mencari batu ginjal
secara menyeluruh menggunakan tangan.
19. Perawat instrument memberikan water steril Water steril 200 cc, kassa lipat (2),
kepada dokter operator untuk mencuci area kocher (1).
operasi. Selanjutnya berikan gombyok untuk
membersikan ginjal yang sudah di bersihkan.
20. Setelah dipastikan batu sudah terambil semua. Chromik atraumatik no 1 tumpul
Perawat instrument memberikan pinset (1), Chromik atraumatik no 1 tajam
anatomis dan benang atraumatik chromik no 1 (2), nalfuder (1), gunting benang
tumpul menggunakan nalfuder kepada dokter (1), arteri klem (1), pinset anatomis
operator untuk menjahit ginjal, dilanjutkan (1)
benang atraumatik chromik no 1 tajam,
berikan arteri klem panjang kepada asisten 1
untuk menggantung jahitan. Setelah jahitan
selesai berikan gunting benang kepada asisten
operator.
21. Setelah ginjal selesai dijahit dan area operasi Arteri klem panjang (1), bisturi no
dipastikan bersih, tidak mengalami 15 (1), scapel no 5 (1), bengkok (1),
perdarahan berikan arteri klem panjang infus set (1), nalfuder (1), jahitan
kepada operator dan scapel no 5 yang silk 2.0 (1), gunting benang (1).
terpasang bisturi no 15 menggunakan
bengkok untuk melakukan inisi pembuatan
lubang drainase, kemudian berikan infuset
yang telah dilubangi kepada asisten 1 untuk
dimasukan kedalam arteri klem panjang.
Setelah infuset masuk, berikan benang
atraumatik silk no 2.0 menggunakan nalfuder
kepada dokter operator untuk memfiksasi
drain, dilanjutkan berikan gunting benang
kepada asisten 1.

22. - Melakukan perhitungan instrument dan Instrument, kassa dan bahan habis
bahan habis pakai yang digunakan pakai lengkap
Nama Pre intr (+) post
barang
Instrument 75 75 - 75
Kassa 30 30 - 30
Jarum 4 4 - 4
- Perdarahan kurang lebih 500 cc

23. Perawat instrument memberikan benang PGA atraumatik no 2 (1), nalfuder


atraumatik PGA no 2 menggunakan nalfuder (1), gunting benang (1), pinset
dan pinset cirurgis kepada dokter operator cirurgis (1)
untuk menjahit otot dan fasia, selanjutnya
berikan gunting benang kepada asisten 1
24. Setelah otot dan fasia terjahit perawat Plain no 1, jarum tapper (1),
instrumen memberikan jarum tapper dan nalfuder (1), pinset cirurgis (1)
benang plain no 1 menggunakan nalfuder dan
pinset cirurgis untuk menjahit lemak.
25. Lemak telah terjahit, perawat instrument Benang atraumatik monofilamen
memberikan benang atraumatik monofilamen absorable no. 4.0 (1), nalfuder (1),
absorable no. 4.0 menggunakan nalfuder dan gunting benang (1), kassa
pinset cirurgis kepada dokter operator,
memberikan gunting benang kepada asisten 1
dan kassa untuk deep kepada asisten 2.
26. Asisten 1 membersihkan area luka dari dalam Kassa, povidon iodine, water steril
keluar menggunakan kasa basah, kemudian
bekas jahitan diberikan povidon iodion
dengan menggunakan kasa dari arah dalam
keluar. Setelah itu tutup luka menggunakan
kasa dan hepafik.
27. Asisten operator 1 dan 2 membuka drapping. Duk klem (6)
28. Rapikan alat dan bersihkan instrumen
29. Lepaskan jas oprasi dan sarung tangan
30. Cuci tangan Sesuai prosedur dengan
chlorhexidine 4% di bawah air
mengalir
31. Dokumentasikan
32. Rapikan pasien, persiapkan brankart untuk
memindahkan pasien ke RR.
33. Tim anestesi akan melepaskan pulseoxymetri,
bedside monitor, spignomanometer, infus,
dan elektrode.
34. Tim operasi melepaskan gaun operasi,
handscoon secara berurutan dilanjutkan cuci
tangan prosedural menggunakan
chlorehexidine dan dikeringkan.
35. Perawat sirkuler memindahkan pasien ke
ruang recovery, memasang oksigen canul
3liter/menit, bedside monitor dan memasang
insfus pada standart infus.
36. Perawat RR memantau keadaan pasien dan
menghitung aldrette score >8, maka pasien
bisa dipindah ke ruangan rawat inap.
37. Perawat RR melakukan serah terima pasien
dengan perawat ruangan. Perawat
memastikan keamanan pasien dan tingkat
kesadaran pasien saat memindahkan pasien ke
bed ruangan.

Peserta BSCORN Pembimbing Klinik

Li’ana Fatimahtul Fitriah Arif Rusdiana, AMK.