Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

UJI DAYA HAMBAT INFUS DAUN KERSEN (Muntingia


calabura L) TERHADAP Staphylococcus aureus

ALFIAH RAHAYU HUSADANI

515 19 011 042

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PANCASAKTI
MAKASSAR
2019
UJI DAYA HAMBAT INFUS DAUN KERSEN (Muntingia
calabura L) TERHADAP Staphylococcus aureus

PROPOSAL

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Kesarjanaan

Program Studi Farmasi

Disusun dan diajukan oleh :

ALFIAH RAHAYU HUSADANI

515 19 011 042

Kepada

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PANCASAKTI
MAKASSAR
2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah.

Hampir segala jenis tumbuhan dapat tumbuh di wilayah negara ini. Sebagian

besar sudah dimanfaatkan sejak nenek moyang kita untuk mengobati berbagai

penyakit. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dalam penggunaannya dikenal dengan

obat.

Pemanfaatan obat tradisional dalam sistem pengobatan oleh masyarakat

Indonesia sekitar 47,9%, sisanya menggunakan obat modern. Diperkirakan, tidak

kurang dari 100.000 tempat pengobatan tradisional tersebar diseluruh Indonesia,

baik di pedesaan maupun kota-kota besar. Di beberapa daerah telah banyak petani

yang beralih menanam tanaman obat, keseriusan untuk membudidayakan tanaman

obat semakin terlihat. Indonesia sendiri sebenarnya sangat kaya akan tanaman-

tanaman obat, yaitu sekitar 940 spesies. Dari seluruh tanaman obat yang ada, yang

dibudidayakan secara serius hanya beberapa, bahkan banyak diantara masyarakat

yang belum mengenal nama, khasiat, dan bentuk tanaman obat, walaupun kadang-

kadang tanaman obat tersebut ada di sekitarnya (Oky, 2011).

Pohon Kersen merupakan tanaman jenis neotropik yaitu suatu jenis

tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman ini berasal

dari Filipina dan dilaporkan masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-19. Di

Indonesia, pohon Kersen sangat mudah tumbuh, tanpa penanaman khusus. Sampai
2

saat ini pohon Kersen hanya dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dipinggir

jalan karena daunnya yang rindah (Tri, 2013).

Di Indonesia secara tradisional buah Kersen digunakan untuk mengobati

asam urat dengan cara mengkonsumsi buah Kersen sebanyak 9 butir 3 kali sehari

dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam

urat. Rebusan daun Kersen juga memiliki khasiat anti radang dan menurunkan

panas bahkan kandungan dan rebusan daun Kersen ternyata dapat berkhasiat

sebagai pembunuh mikroba berbahaya dan dapat digunakan sebagai antiseptik

(Denny, 2012).

Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang mudah

ditemukan dimana-mana dan bersifat patogen oportunistik, berkoloni pada kulit

dan permukaan mukosa manusia. Sumber infeksi bakteri ini berasal dari lesi

terbuka maupun barang-barang yang terkena lesi tersebut, selain itu ada beberapa

tempat di rumah sakit yang beresiko tinggi dalam penyebaran bakteri ini, seperti

unit perawatan intensif, perawatan neonatus, dan ruang operasi (Fitriana, 2013).

Berdasarkan latar belakang diatas perlu dilakukan penelitian tentang “Uji

Daya Hambat Infus Daun Kersen (Muntingia calabura L) Terhadap

Staphylococcus aureus”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalahnya adalah berapa besar daya hambat infus daun Kersen

(Muntingia calabura L) terhadap Staphylococcus aureus ?


3

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan menentukan berapa besar daya hambat infus daun

Kersen (Muntingia calabura L) terhadap Staphylococcus aureus

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti sebagai wahana menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang

uji daya hambat dari daun Kersen (Muntingia calabura L)

2. Sebagai bahan referensi bagi farmasis dalam melakukan penelitian

selanjutnya

E.Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini untuk melihat pengaruh dan besar daya hambat yang dihasilkan

oleh infus daun Kersen terhadap pertumbuhan mikroorganisme Staphylococcus

aureus.
4

BAB II

METODE PENELITIAN

A. Alat Dan Bahan

1. Alat

Autoklaf, Cawan petri, Enkas/LAF, Erlenmeyer, Gelas Kimia, Gelas Ukur,

Inkubator, Jangka Sorong, Kain Kassa Steril, Lampu Spirtus, Masker, Oven,

Panci Infus, Paper Disk, Pinset, Pipet Tetes, Sendok Tanduk, Spoit, Tabung

Reaksi, Timbangan Analitik

2. Bahan

Air suling/Aquadest (1 liter), Alkohol 70%, Bakteri Staphylocaccus

aureus, Daun Kersen (Muntingia calabura L), Kertas PH Indikator, Larutan

HCL 1 %, Larutan NaCl 0, 9 %, Medium Glukosa Nutrien Agar (GNA).

B. Waktu Dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019 di

Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pancasakti Makassar.


5

C. Populasi Dan Sampel

1. Populasi

Tanaman kersen (Muntingia calabura L), yang tumbuh di daerah

Kecamatan Panakkukang Makassar, Sulawesi Selatan.

2. Sampel

Sampel yang digunakan adalah daun kersen yang segar (Muntingia

calabura L) yang diambil di daerah Kecamatan Panakkukang Makassar,

Sulawesi Selatan.

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Prosedur Kerja

a) Pengambilan Sampel

Sampel yang digunakan adalah daun Kersen yang segar, diambil dari

tanaman yang tumbuh di daerah Kecamatan Panakkukang Makassar, Sulawesi

Selatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara memetik bagian daun

dari tanaman daun Kersen (Muntingia calabura L) pada pagi hari dari jam

07.00–10.00.

b) Sterilisasi Alat

Alat-alat yang digunakan disterilkan terlebih dahulu. Alat-alat tersebut

dicuci dengan menggunakan deterjen kemudian dibilas dengan menggunakan

air bersih, setelah itu dibilas dengan menggunakan larutan alkohol 70%.

Kemudian dibersihkan dengan aquadest lalu dikeringkan diudara terbuka.

Setelah itu disterilkan dengan oven pada suhu 180° C selama 2 jam.
6

Sedangkan untuk pinset dan ose disterikan dengan cara pemijaran dengan api

langsung.

c) Pembuatan Glukosa Nutrient Agar (GNA)

Komposisi :

Glukosa 10 gram

Ekstrak khamir 5 gram

Pepton 10 gram

Natrium klorida 2,5 gram

Agar 15 gram

Air suling hingga 1.000 ml

Cara pembuatan :

Semua bahan yang digunakan ditimbang sesuai perhitungan kemudian

dilarutkan dengan air suling dan dipanaskan sehingga semua bahan larut,

diatur pH-nya sampai 7,0. Disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121°C selama

15 menit, tekanan 2 atm.

d) Pembuatan Infus Daun Kersen (Muntingia calabura L)

Untuk membuat infus dengan konsentrasi 5% b/v dtimbang simplisia daun

Kersen sebanyak 5 gram, masukkan dalam bejana infus, kemudian

ditambahkan dengan 100 ml air sebagai penyari. Panaskan hingga mencapai

suhu 90°C selama 15 menit. Serkahi setelah dingin melalui kain kasa dan

cukupkan volumenya hingga 100 ml melalui ampasnya dengan air hangat.

Untuk konsentrasi 10% b/v dan 20% b/v masing-masing ditimbang 10 gram

dan 20 gram, selanjutnya dilakukan cara seperti diatas.


7

e) Peremajaan Bakteri

Bakteri murni Staphylococcus aureus sebagai sampel uji diambil satu ose,

diinokulasi dengan cara digoreskan pada medium Glukosa Nutrient Agar

miring dan diinkubasi pada suhu 37oc selama 1x24 jam. Staphylococcus

aureus hasil peremajaan disuspensikan dengan 10 ml NaCl 0,9%.

f) Pengujian Aktivitas Infus Daun Kersen (Muntingia calabura L) terhadap

mikroorganisme Staphylococcus aureus

1) Dimasukkan medium Glukosa Nutrient Agar steril kedalam cawan petri ±

10 ml dan didiginkan hingga memadat pada Suhu sekitar 40°-50° C

2) Setelah memadat, kemudian dimasukkan suspensi biakan murni

Staphylococcus aureus sebanyak 0,1 ml menggunakan spoit dan dikocok

hingga merata

3) 3 (tiga) paper disk dicelupkan dalam infus daun Kersen untuk konsentrasi

5% b/v, 10% b/v, 20% b/v dan 1 (satu) paper disk dicelupkan dalam

aquadest (untuk kontrol) selama 15 menit

4) Diletakkan 4 paper disk secara diagonal pada permukaan medium

5) Perlakuan yang sama untuk cawan petri II dan III

6) Cawan petri kemudian diinkubasikan pada suhu 37° C selama 1x24 jam

g) Pengamatan dan Pengukuran Diameter Hambatan

Pengamatan dan Pengukuran Diameter Hambatan dilakukan dengan

menggunakan Jangka Sorong setelah diinkubasikan selama 1x24 jam.


8

h) Pengelolaan Data dan Analisa Data

Data yang telah diperoleh kemudian dikumpul dan diolah dengan

menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjutan dengan Beda

Nyata Terkecil (BNT).

i) Pembahasan Hasil

Pembahasan dilakukan berdasarkan data hasil penelitian yang telah

diperoleh.

j) Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari data hasil penelitian dan pembahasan.

E. Definisi Operasional

1. Pohon Kersen merupakan tanaman jenis neotropik yaitu suatu jenis tanaman

yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia. buah Kersen digunakan

untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah Kersen sebanyak

9 butir 3 kali sehari dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang

ditimbulkan dari penyakit asam urat. Rebusan daun Kersen juga memiliki

khasiat anti radang dan menurunkan panas bahkan kandungan dan rebusan

daun Kersen ternyata dapat berkhasiat sebagai pembunuh mikroba berbahaya

dan dapat digunakan sebagai antiseptic

2. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang mudah

ditemukan dimana-mana dan bersifat patogen oportunistik, berkoloni pada

kulit dan permukaan mukosa manusia.

3. Infus adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara menyari simplisia nabati

dengan air pada suhu 90o selama 15 menit.


9

DAFTAR PUSTAKA

Brooks.G.P, Butel J.S dan Morse S.A, 2005. Mikrobiologi Kedokteran, Penerbit
Salemba Medika, Jakarta

Denny, 2012, Jakarta. Talok Atau Kersen Buah Dengan Banyak Nama Dan
Manfaat, forum.kompas.com, diakses tanggal 5 Juni 2015

Departemen Kesehatan RI, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III, Jakarta

Djide.N.M dan Sartini, 2005. Mikrobiologi dan Parasitologi Dasar. Jurusan


Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Unhas,
Makassar

Fitriana, 2013, Surakarta, Staphylococcus aureus, Universitas Muhammadiyah


Surakarta, eprints.ums.ac.id, diakses tanggal 24 Juni 2015
Irianto, Koes, 2013. Mikrobiologi Medis (Medical Microbiology). Penerbit
Alfabeta, Bandung

M, Simatupang, 2011. Isolasi Senyawa Flavanoida Dari Kulit Batang Tumbuhan


Seri (Muntingia calabura L). Universitas Sumatera Utara,
repository.usu.ac.id, diakses tanggal 5 Juni 2015

Prasetyo, Dwi, Angga, 2014. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun
Kersen (Muntingia Calabura L). Progam Studi Pendidikan Biologi
Universitas Ahmad Dahlan, jupemasipbio.uad.ac.id, diakses tanggal 4 Juni
2015

Pratiwi, T, Sylvia, 2008. Mikrobiologi Farmasi. Penerbit Erlangga Medical


Series, Jakarta

Qoyimah, Sabrina, 2013, Staphylococcus aureus, Universitas Trunojoyo Madura,


https://www.scribd.com, diakses tanggal 27 Mei 2015

Rosandari, Tri, 2013. Bogor. Variasi Penambahan Gula Dan Lama Inkubasi Pada
Proses Fermentasi Cider Kersen (Muntingia calabura L). Program Studi
Teknologi Industri Pertanian, portal.kopertis3.or.id, diakses tanggal 4 Juni
2015

Tim penyusun, 2015. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah Akademi Farmasi
Sandi Karsa. Makassar
10

LAMPIRAN

I. Skema Kerja