Anda di halaman 1dari 19

TUGAS PLKH PERDATA

LEGAL MEMORANDUM

PERJANJIAN KREDIT ANTARA BANK BNI CABANG PURWOKERTO DENGAN

AHMAD DAROJI

Oleh:
Nama : Anak Agung Ketut Naraindra Sandyasa
NIM : E1A016076
Kelas :B

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS HUKUM
PURWOKERTO
2019
1. JUDUL (HEADING)

MEMORANDUM HUKUM

Kepada : Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Purwokerto

Dari : Anak Agung Ketut Naraindra Sandyasa


Perihal : Wanprestasi Perjanjian Kredit antara Ahmad Daroji dan BNI Cabang

Purwokerto

Para Pihak : Bank Negara Indonesia Cabang Purwokerto ( Kreditur)

Ahmad Daroji (Debitur)

Tanggal : Rabu,16 Oktober 2019

2. KASUS POSISI (BRIEF CASE)


Ahmad Daroji mengajukan kredit ke BNI Cabang Purwokerto, untuk usaha

bangunan. Pada tanggal 24 September 2007 dilakukan perjanjian kredit, dan BNI

meminjamkan uang sebesar Rp. 150.000.000.,00 kepada Ahmad Daroji dengan jangka

waktu pelunasan satu tahun, terhitung dari tanggal 24 September 2007 sampai denfan

23 September 2008. Dengan perjanjian kredit tersebut Ahmad Daroji menjaminkan 2

kavling beserta bangunan toko yang ada diatasnya yang akan dibeli Ahmad Daroji dan

telah disetujui BNI. Akhirnya dengan uang pinjaman dan uang pribadi Ahmad Daroji

membeli dua kavling milik Darmanto yang terletak di Jalan Manggis 25,26

Purwokerto, di belakang klinik bersalin milik Pemerintah Daerah (PEMDA), dengan

rincian sebagai berikut:


1) Tanah seluas 50 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senialai Rp.

75.000.000.,00
2) Tanah seluas 100 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senilai Rp.

100.000.000.,00

Kedua kavling tersebut kemudian diikat dengan Sertifikat Hak Tanggungan.

Ketika jangka waktu berakhir Ahmad Daroji belum dapat mengembalikan utangnya,

sebagai jalan keluar BNI bersedia memberikan kredit kedua sebesar Rp. 200.000.000.,

waktu pelunasan satu tahun yaitu 24 September 2008 sampai dengan 23 September

2009 yang langsung dipotong Rp. 150.000.000.,00 beserta bunga 1,5% setiap bulan,
untuk melunasi kredit yang pertama. Dari perjanjian kredit kedua juga diletakkan

Sertifikat Hak Tanggungan.

Ketika perjanjian kerdit kedua berakhir Ahmad Daroji belum juga dapat melunasi

hutangnya, dengan mengingat nilai kedua tanah dan bangunan yang ada di pihak BNI

masih memberikan kelonggaran waktu pelunasan dengan memperpanjang kredit satu

tahun berikutnya yaitu sampai dengan 23 September 2010.

Berdasarkan rencana tata ruang Pemerintah Daerah ternyata tanah milik

Ahmad Daroji termasuk kawasan pengembangan rumah sakit, yang selanjutnya pada

tanggal 17 Mei 2010, panitia pengadaan tanah beserta aparat Pemerintah Daerah

memberikan ganti rugi sebesar Rp. 200.000.000., kepada Ahmad Daroji, dan panitia

pengadan tanah kesulitan menemukan Ahmad Daroji, sehingga uang ganti rugi

tersebut dititipkan ke Pengadilan Negeri. Mengetahui uang ganti rugi di titipkan di

Pengadilan Negeri Ahmad Daroji menghubungi BNI dan menyatakan bahwa tanah

dan bangunan dibeaskan dan berubah dalam bentuk uang. Ahmad Daroji pun

menyatakan pula kepada BNI bahwa uang yang dititipkan itu adalah pelunasan

hutangnya, dan sejak saat itu Ahmad Daroji tidak mau membayar hutangnya dan

minta BNI mengeluarkan surat pelunasan hutang.

3. LEGAL QUESTION

Dengan adanya kasus posisi yang diuraikan diatas dapat ditemukan perumusan

masalah hukum (Legal Question) sebagai berikut:

1. Apakah sah perjanjian kredit yang dilakukan oleh Ahmad Daroji dengan Bank

BNI?
2. Apakah sah objek yang dijadikan jaminan dalam perjanjian kredit tersebut?
3. Apakah Bank BNI dapat memberikan pinjaman kredit kedua kepada Ahmad

Daroji?
4. Apakah Pemda (Pemerintah Daerah) dapat membeli tanah yang sudah diletakan

dengan hak tanggungan?


5. Apakah uang ganti rugi dari Panitia Pengadaan Tanah Bisa dititipkan di

Pengadilan?
6. Apakah dengan Ahmad daroji tidak membayar hutangnya yang didasarkan atas

pemikiran bahwa tanah yang dijadikan objek jaminan telah diberikan ganti rugi

dapat dikatakan sebagai Wanprestasi?


7. Bagaimana kedudukan dari pemegang hak tanggungan jika tanahnya bisa dibeli

oleh negara?
8. Apakah Uang Ganti Rugi yang dititipkan di pengadilan Dapat Dijadikan

Sebagai Pelunasan Utang?


9. Dapatkah kreditur menuntut pelunasan hutang pokok beserta bunganya kepada

debitur meskipun jaminan hak tanggungannya hapus?


4. RINGKASAN JAWABAN (BRIEF ANSWER)
1. Perjanjian Kredit yang dilakukan antara Ahmad Daroji dan BNI adalah sah, dengan

alasan Perjanjian Kredit tersebut telah memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian

yang terdapat dalam pasal 1320 KUHPperdata.


2. Objek yang dijadikan sebagai barang jaminan tersebut sah, walaupun objek yang

dijadikan jaminan tersebut merupakan objek atau harta benda yang baru akan ada.
3. Bank BNI bisa memberikan pinjaman kredit kedua kepada Ahmad Daroji, karena

sebagai upaya perbaikan yang dilakukan Bank dalam kegiatan perkreditan terhadap

debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.


4. Iya, Pemerintah Daerah dapat membeli tanah sudah diletakan hak tanggungan

dengan dasar bahwa tanah tersebut akan digunakan demi kepentingan umum.
5. Panitia pengadaan tanah dapat menitipkan uang ganti rugi tanah milik ahmad daroji

kepada Pengadilan Negeri.


6. Iya, perbuatan yang dilakukan Ahmad Daroji merupakan Wanprestasi.
7. Kedudukan dari pemegang hak tanggungan akan hilang dan tidak dapat digunakan

sebagai dasar untuk melakukan eksekusi.


8. Tidak bisa, karena pembayaran harus dilakukan ditempat yang ditetapkan dalam

perjanjian dalam hal ini yaitu tempat yang dapat dijadikan pembayaran yaitu di

Bank BNI.
9. Iya dapat, karena belum terjadi pelunasan pembayaran utang pokok maupun bunga

oleh Ahmad Daroji


5. LEGAL AUDIT
1. Apakah sah perjanjian kredit yang dilakukan oleh Ahmad Daroji dengan Bank

BNI?
A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
1. Pasal 1320:

“ Supaya terjadi perjanjian yang sah,perlu dipenuhi empat syarat:

1.Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;

2.Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;

3.Suatu hal tertentu;

4.Suatu sebab yang halal.”

Pasal ini relevan menjadi dasar hukum sahnya perjanjian kredit antara Bank

BNI dengan Ahmad Daroji.

2. Pasal 1321

“Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan,

atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan.”

Pasal ini relevan menjadi dasar hukum sahnya perjanjian kredit antara Bank

BNI dengan Ahmad Daroji.

3. Pasal 1338

“Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang


bagi mereka yang membuatnya.
Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua
belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang
dinyatakan cukup untuk itu.

Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

Pasal ini relevan untuk digunakan sebagai dasar hukum bahwa Bank BNI
Cabang Purwokerto punya wewenang atau tidak dalam perjanjian.

2. Apakah sah objek yang dijadikan jaminan dalam perjanjian kredit tersebut?
A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
1. Pasal 1131
“Segala kebendaan siberutang, baik yang bergerak maupun yang tak

bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari,

menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan.”


Pasal ini relevan untuk menentukan sah atau tidaknya tanah yang akan

dibeli oleh Ahmad Daroji diletakan hak tanggungan sebagai objek jaminan.
B. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas

Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah


1. Pasal 4 ayat 1 dan ayat 2
“(1) Hak atas tanah yang dapat dibebani Hak Tanggungan adalah:
a. Hak Milik;
b. Hak Guna Usaha;
c. Hak Guna Bangunan.
(2) Selain hak-hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Hak

Pakai atas tanah Negara yang menurut ketentuan yang berlaku wajib

didaftar dan menurut sifatnya dapat dipindahtangankan dapat juga di-

bebani HakTanggungan.”
Pasal ini relevan dengan objek yag dibebankan dengan hak tanggungan

dalam perjanjian antara Bank BNI Cabang Purwokerto dengan Ahmad

Daroji.
3. Apakah Bank BNI dapat memberikan pinjaman kredit kedua kepada Ahmad

Daroji?
A. Kitab Undang-Undang Hukum perdata
1. Pasal 1413
“Ada tiga macam jalan untuk pembaruan utang:
1. Bila seorang debitur membuat suatu perikatan utang baru untuk

kepentingan kreditur yang menggantikan utang lama, yang dihapuskan

karenanya;
2. Bila seorang debitur banu ditunjuk untuk menggantikan debitur lama,

yang oleh kreditur dibebaskan dan perikatannya;


3. Bila sebagai akibat suatu persetujuan baru seorang kreditur baru

ditunjuk untuk menggantikan kreditur lama, yang terhadapnya debitur

dibebaskan dan perikatannya.”


Pasal ini relevann untuk menentukan sahnya perpanjangan kredit yang

dilakukan oleh Bank BNI dengan Ahmad Daroji.


B. Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-

Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.


1. Pasal 8
“(1) Dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip

Syariah, Bank Umum wajib mempunyai keyakinan berdasarkan

analisis yang mendalam atas iktikad dan kemampuan serta

kesanggupan Nasabah Debitur untuk melunasi utangnya atau

mengembalikan pembiayaan dimaksud sesuai dengan yang

diperjanjikan.
(2) Bank Umum wajib memiliki dan menerapkan pedoman perkreditan

dan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan

ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.”


4. Apakah Pemda (Pemerintah Daerah) dapat membeli tanah yang sudah diletakan

dengan hak tanggungan?


A. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan-Peraturan

Dasar Pokok Agraria.


1. Pasal 18
“Untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan bangsa dan Negara

serta kepentingan bersama dari rakyat, hak-hak atas tanah dapat dicabut,

dengan memberi ganti kerugian yang layak dan menurut cara yang diatur

dengan Undang-undang.”
Pasal Relevan dengan pembelian tanah yang dilakukan oleh Pemerintah

Daerah terhadap tanak yang telah dibebani hak tanggungan


B. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaaan Tanah Bagi

Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.


1. Pasal 42
“(1) Dalam hal Pihak yang Berhak menolak bentuk danl atau besamya

Ganti Kerugian berdasarkan hasil musyawarah sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 37, atau putusan pengadilan negeri/Mahkamah

Agung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Ganti Kerugian

dititipkan di pengadilan negeri setempat.


(2) Penitipan Ganti Kerugian selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

juga dilakukan terhadap:


a. Pihak yang Berhak menerima Ganti Kerugian tidak diketahui

keberadaannya; atau
b. Objek Pengadaan Tanah yang akan diberikan Ganti Kerugian:
1. sedang menjadi objek perkara di pengadilan;
2. masih dipersengketakan kepemilikannya;
3. diletakkan sita oleh pejabat yang berwenang; atau
4. menjadi jaminan di bank.”
Pasal ini relevan untuk digunakan sebagai dasar Pemerintah daerah

memberikan ganti rugi terhadap tanah yang telah diletakan hak tanggungan.
5. Apakah uang ganti rugi dari Panitia Pengadaan Tanah Bisa dititipkan di

Pengadilan?
A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
1. Pasal 1404
“Jika berpiutang menolak pembayaran, maka di berutang dapat melakukan

penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya, dan, jika si berpiutang

menolaknya, menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan.


Penawaran yang sedemikian, diikuti dengan penitipan, membebaskan si

berutang, dan berlaku baginya sebagai pembayaran, asal penawaran itu

telah dilakukan dengan cara menurut undang-undang, sedangkan apa yang

dititipkan secara itu tetap atas tanggungan si berpiutang.”


Pasal ini relevan untuk digunakan dalam menentukan penitipan uanng ganti

rugi yang dilakukan oleh Pemda kepada Ahmad Daroji.


B. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaaan Tanah Bagi

Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.


1. Pasal 42
“(1) Dalam hal Pihak yang Berhak menolak bentuk dan atau besamya

Ganti Kerugian berdasarkan hasil musyawarah sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 37, atau putusan pengadilan negeri/Mahkamah

Agung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, Ganti Kerugian

dititipkan di pengadilan negeri setempat.


(2) Penitipan Ganti Kerugian selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

juga dilakukan terhadap:


a. Pihak yang Berhak menerima Ganti Kerugian tidak diketahui

keberadaannya; atau
b. Objek Pengadaan Tanah yang akan diberikan Ganti Kerugian:
1. sedang menjadi objek perkara di pengadilan;
2. masih dipersengketakan kepemilikannya;
3. diletakkan sita oleh pejabat yang berwenang; atau
4. menjadi jaminan di bank.”
Pasal ini relevan digunakan untuk menentukan sahnya uang ganti kerugian

yang diberikan oleh Pemda kepada Ahmad Daroji.


6. Apakah dengan Ahmad daroji tidak membayar hutangnya yang didasarkan atas

pemikiran bahwa tanah yang dijadikan objek jaminan telah diberikan ganti rugi

dapat dikatakan sebagai Wanprestasi?


A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
1. Pasal 1243
“Penggantian biaya,rugi, dan bunga karena tak dipenuhi nya suatu

perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah

dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika

sesuatu yang harus diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang

telah dilampaukannya.”
Pasal ini relevan digunakan untuk menentukan perbuatan Ahmad Daroji

yang tidak melaksanakan pembayaran bunga adalah wanprestasi.

2. Pasal 1238
“Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan

sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya

sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai

dengan lewatnya waktu yang ditentukan.”


Pasal ini relevan untuk menentukan perbuatan Ahmad Daroji adalah

wanprestasi
3. Pasal 1267
“Pihak yang terhadapnya perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih;

memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetujuan, jika hal itu masih

dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan

penggantian biaya, kerugian dan bunga.”


Pasal ini relevan bagi Bank BNI untuk melakukan pembatalan perjanjian

dengan disertai pembayaran bungan serta penggantian biaya.


7. Bagaimana kedudukan dari pemegang hak tanggungan jika tanahnya bisa dibeli

oleh negara?
A. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaaan Tanah Bagi

Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.


1. Pasal 43
“Pada saat pelaksanaan pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan Hak

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) huruf a telah dilaksanakan

atau pemberian Ganti Kerugian sudah dititipkan di pengadilan negeri

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1), kepemilikan atau Hak

Atas Tanah dari Pihak yang Berhak menjadi hapus dan alat bukti haknya

dinyatakan tidak berlaku dan tanahnya inenjadi tanah yang dikuasai

langsung oleh negara.”


Pasal ini relevan untuk menentukan kedudukan Bank BNI sebagai

pemegang hak tanggungan atas objek jaminan.


8. Apakah Uang Ganti Rugi yang dititipkan di pengadilan dapat dijadikan sebagai

pelunasan utang beserta bunganya?


A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
1. Pasal 1393
“ Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam

perjanjian; jika dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat, maka

pembayaran yang mengenai suatu barang yang sudah ditentukan, harus

terjadi di tempat dimana barang berada sewaktu perjanjiannya dibuat.”


Pasal ini relevan untuk menentukan sah atau tidaknya pembayaran

pelunasan utang yang dititipkan di Pengadilan Negeri.


2. Pasal 1397
“Seorang yang mempunyai utang dengan bunga, tanpa izin kreditur, tak

dapat melakukan pembayaran untuk pelunasan uang pokok lebih dahulu

dengan menunda pembayaran bunganya. Pembayaran yang dilakukan

untuk uang pokok dan bunga, tetapi tidak cukup untuk melunasi seluruh

utang, digunakan terlebih dahulu untuk melunasi bunga.”


Pasal ini relevan untuk menentukan apakah besaran uang yang dtitipkan di

pengadilan sebesar Rp.200.000.000 dapat digunakan sebagai pelunasan

seluruh utang utang pokok debitur beserta bunganya.


9. Dapatkah kreditur menuntut pelunasan hutang pokok beserta bunganya kepada

debitur meskipun jaminan hak tanggungannya hapus?


A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
1. Pasal 1131
“Semua kebendaan si berutang, baik yang bergerak maupun yang tidak

bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada di kemudian

hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan.”


Pasal ini relevan digunakan untuk dasar Bank BNI dapat menentut

pelunasan hutang beserta bunganya kepada Ahmad Daroji meskipun hak

tanggungan yang dimiliki oleh Bank BNI telah hapus dan tidak berlaku.
2. Pasal 1397
6. LEGAL OPINION
1. Apakah sah perjanjian kredit yang dilakukan oleh Ahmad Daroji dengan Bank

BNI?
Untuk memberikan jawaban atas permasalahan ini didasarkan atas pasal 1320

KuhPerdata utnuk lebih jelasnya akan diterangkan sebagai berikut:


1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
Kata sepakat didalam perjanjian pada dasarnya adalah para pihak yang

membuat perjanjian harus sepakat atau setuju mengenai hal-hal pokok atau

materi yang diperjanjikan, dimana kesepakatan itu harus dicapai dengan

tanpa ada paksaan, penipuan atau kekhilafan. Dalam perjanjian kredit antara

Bank BNI dengan Ahmad daroji telah sepakat untuk melakukan perjanjian

peminjaman uang dengan objek jaminan berupa 2 bidang tanah. Sepakat

dalam perjanjian kredit ini tidak didasarkan atas paksaan dan penipuan oleh

karena itu unsur sepakat telah terpenuhi.


2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
Mengenai syarat cakap kualifikasinnya terdapat didalam pasal 1330

KuhPerdata yang dapat kita ambil dengan penafsiran secara argumentum a

contrario, sebagai berikut:


1. orangnya telah dewasa
2. orangnya tidak ditaruh dibawah pengampuan
3.orang-orang bukan prempuan dalam pernikahan
Dari kualifikasi syarat cakap maka dalam perjanjian kredit kasus ini

mengenai syarat cakap telah terpenuhi.


3. Suatu hal tertentu;
Syarat sahnya perjanjian yang ketiga adalah dalam membuat perjanjian, apa

yang diperjanjikan (objek perikatannnya) harus jelas. Pasal 1333 KuhPerdata

ayat 1 menyatakan bahwa suatu perjanjian harus mempunyai pokok suatu

benda (zaak) yang paling sedikit dapat ditentukan jenisnya. Suatu perjanjian

harus memiliki suatu pokok persoalan.Oleh karena itu, objek perjanjian tidak

hanya berupa benda, tetapi juga bisa berupa jasa. Suatu perjanjian haruslah

mengenai suatu hal tertentu (centainty of terms), berarti bahwa apa yang

diperjanjiakan, yakni hak dan kewajiban kedua belah pihak. Dalam hal ini

yang diperjanjikan adalah pinjam meminjam uang dengan objek jaminan

berupa 2 bidang tanah, oleh karena itu syarat ini telah terpenuhi.
4. Suatu sebab yang halal.”
Syarat sahnya perjanjian yang keempat adalah tidak boleh memperjanjikan

sesuatu yang dilarang undang-undang atau yang bertentangan dengan hukum,

nilai-nilai kesopanan ataupun ketertiban umum. Dalam kasus ini yang di

perjanjian adalah meminjamkan sejumlah uang oleh karena itu berdasarkan

undang-undang perbankan serta KuhPerdata maka perjanjian mengenai hal

ini di bolehkan, oleh karena itu syarat keempat ini telah terpenuhi.
Selain pasal 1320 mengenai syarat sahnya perjanjian juga didasarkan atas pasal

1321 yang pada intinya perjanjian tidak boleh dikarenakan suatu kekhilafan dan

dalam perjanjian kredit antara Bank BNI dengan Ahmad Daroji tidak terdapat

kekhilafan. Jika kedua pasal yang menjadi syarat sahnya suatu perjanjian telah

terpenuhi maka berdasarkan pasal 1338 KuhPerdata perjanjian tersebut akan berlaku

sebagai undang-undang bagi para pihak atau kita kena dengan asas pacta sun

servanda oleh karena itu antara Ban BNI dengan Ahmad daroji harus mentaati dan

mematuhi perjanjian.
Sehingga berdasarkan penjelasan diatas perjanjian antara Bank BNI dengan

Ahmad Daroji telah sah dan berlaku sebagai undang-undnag bagi para pihak.
2. Apakah sah objek yang dijadikan jaminan dalam perjanjian kredit tersebut?
Dalam hal ini perlu diuraikan terlebih dahulu mengenai apa saja yang dapat

dijadikan jaminan, untuk menjawab hal tersebut terdapat dalam ketentuan pasal 1131

KuhPerdata yang disebut juga sebagai bentuk jaminan umum, dalam pasal tersebut

juga disebutkan bahwa barang yang akan ada dikemudian hari menjadi tanggungan

untuk segala perikatan perseorangan. Mengenai benda yang dijadikan jaminan utang,

maka kita akan membicarakan mengenai jaminan kebendaan. Jaminan kebendaan ada 4

(empat) yaitu:
1. Gadai yang diatur dalam Pasal 1150 sampai dengan Pasal 1160 KUHPer;
2. Fidusia yang diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang

Jaminan Fidusia (“UU Fidusia”) serta peraturan-peraturan pelaksananya;


3. Hak Tanggungan yang diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996

tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan


Dengan Tanah (“UU Hak Tanggungan”) serta peraturan-peraturan

pelaksananya;
4. Hipotik Kapal yang diatur dalam Pasal 1162 sampai dengan Pasal 1232

KUHPer serta Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (“UU

Pelayaran”), serta peraturan-peraturan pelaksananya;


5. Resi Gudang yang diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 2006 tentang

Sistem Resi Gudang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.

9 Tahun 2011 (“UU Resi Gudang”) serta peraturan-peraturan pelaksananya.


Berikaitan dengan permasalahan ini yang menjadi objek jaminan kebendaan

adalah hak tanggungan, berdasarkan pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor

4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang

Berkaitan Dengan Tanah maka hak atas tanah yang dapat dibebani hak tanggugan

adalah hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan.


Dalam permasalahan ini yang menjadi dibebabani hak tanggungan adalah

kepemilikan tanah dengan hak atas tanah berupa hak milik, sehingga objek tanah yang

dibebani hak tanggungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang

Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaian Dengan Tanah

telah sah.
3. Apakah Bank BNI dapat memberikan pinjaman kredit kedua kepada Ahmad

Daroji?
Berangkat dari asas kebebasan berkontrak maka permasalahan ini dapat terjawab

bahwa para pihak dapat dengan bebas untuk menentukan apa yang diperjanjikan oleh

mereka asal tidak bertentangan dengan undang-undang. Untuk melihat ketentuan

mengenai hal ini terdapat dalam pasal 1413 KuhPerdata yang disebut novasi atau

pembaharuan utang dimana diperbolehkan jika debitur untuk memperbaharui utang

atas kehendak para pihak selain itu berdasarkan pasal 8 Undang-Undang Nomor 10

tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

Perbankan dimungkinkan bank selaku kreditur untuk memberikan kredit dengan


menilai kemampuan debitur, hal intu sejalan dengan apa yang terjadi dalam kasus ini

bahwa Bank BNI selaku kreditur melakukan pembaharuan utang dengan

mempertimbangkan nilai yang menjadi objek jaminan berupa 2 bidang tanah tersebut

memiliki nilai yang menjanjikan, hal tersebut merupakan manifestasi perbuatan bank

dalam melihat kemampuan debitur dalam membirkan kredit.


Dengan demikian maka perpanjangan kredit dengan didasarkan atas nilai yang

menjadi objek jaminan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.


4. Apakah Pemda (Pemerintah Daerah) dapat membeli tanah yang sudah diletakan

dengan hak tanggungan?


Berdasarkan pasal 18 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan-

Peraturan Dasar Pokok Agraria hak-hak atas tanah dapat dicabut demi untuk

kepentingan umum dengan pemberian ganti kerugian yang layak, ketentuan dalam

UUPA (Undang-Undang Pokok Agria) merupakan umbrella act mengenai peraturan

peraturan perundang-undangan tentang agraria lainya, salah satu turunan dari UUPA

adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaaan Tanah Bagi

Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, berkaitan dengan permasalahan mengenai

pembelian tanah oleh pemda diatur dalam pasal 42 yang pada intinya adalah negara

dalam hal ini pemda dapat mencabut hak hak atas tanah dengan menitipkan uang ganti

rugi ke Pengadilan Negeri jika tanah tersebut telah dijaminkan ke bank, dari ketentuan

tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa negara dalm hal ini Pemerintah Daerah dapat

mencabut hak hak atas tanah yang sudah dibebani hak tanggungan.
5. Apakah uang ganti rugi dari Panitia Pengadaan Tanah Bisa dititipkan di

Pengadilan?
Dalam KuhPerdata penitipan pembayaran dapat dilakukan kepada Pengadilan

Negeri hal tersebut disebut consignatie pengaturan hal tersebut terdapat dalam pasal

1404, dengan dilakukannya consignatie di panitera pengadilan, maka akan

membebaskan si berutang dari perikatan dan berlakulah sebagai pembayaran asalkan

tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Hal yang sama juga diatur
didalam pasal 42 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 yang mengatur mengenai

apabila pemegang hak atas tanah menolak mengenai besaran aau bentuk dari ganti

kerugian dan atau karena orangnya dianggap tidak tahu keberadaanya maka ganti

kerugian dapat dititipkan di Pengandilan Negeri.


Dengan demikian dalam permasalahan ini penitipan uang ganti kerugian yang

dilakukan oleh panitia pengadaan tanah tidak bertentangan dengan undang-undang.


6. Apakah dengan Ahmad daroji tidak membayar hutangnya yang didasarkan atas

pemikiran bahwa tanah yang dijadikan objek jaminan telah diberikan ganti rugi

dapat dikatakan sebagai Wanprestasi?


Berdasarkan pasal 1238 KuhPerdata wanprestasi dapat terjadi dengan dua

kemungkinan, yaitu pertama, dalam hal ditetapkan suatu waktu di dalam

perjanjian, tapi dengan lewatnya waktu tersebut (jatuh tempo) debitur belum juga

melaksanakan kewajibannya. Kedua, dalam hal tidak ditentukan suatu waktu tertentu,

lalu kreditur sudah memberitahukan kepada debitur untuk melaksanakan kewajiban

atau prestasinya tapi kreditur tetap juga tidak melaksanakannya kewajibanya kepada

kreditur. Jika salah satu hal mengenai kelalaiannya diatas terpenuhi maka berdsarkan

pasal 1243 KuhPerdata si berutang diwajibkan untuk melakukan pembayaran biaya,

rugi, dan bunga. Apabila siberutang tetpa tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana

diatur didalam pasal 1243 KuhPerdata maka si berpituang dapat memaksa untuk

memenuhi persetujuan atau melakukan pembatalan persetujuan diikuti dengan

penggantian biaya, rugi, dan bunga.


Dalam permasalahan ini menurut pandangan hukum penulis pihak Ahmad Daroji

belum dikatakan wanprestasi yang didasarkan atas pasal 1238, dengan alasan bahwa

dalam posita kasus dijelaskan sebagai berikut: perjanjian kredit kedua yang dilakukan

pada tanggal 24 September 2008 pihak bank memberikan jangka waktu pelunasan

sampai dengan 23 September 2009, namun Ahmad Daroji juga tidak melunasi utang-

utangnya, karena mengingat nilai tanggungan berupa 2 bidang tanah maka pihak bank
memberikan kelonggaran waktu sampai dengan 23 September 2010, pada tanggal 17

Mei 2010 pihak Pemda menitipkan ganti rugi atas tanah yang dicabut haknya oleh

karena itu Ahmad Daroji menyuruh pihak bank untuk mengambil uang ganti rugi

tersebut sebagai pelunasan utang-utangnya. Dari posita kasus tersebut dapat

disimpulkan bahwa waktu pelunasan utang Ahmad Daroji belum jatuh tempo

sebagaimana yang telah diuraikan dalam pasal 1238 KuhPerdata. Sehingga mengenai

ketentuan dalam pasal 1243 dan pasal 1267 tidak dapat digunakan.
7. Bagaimana kedudukan dari pemegang hak tanggungan jika tanahnya bisa dibeli

oleh negara?
Untuk menjawab permasalahan ini dapat menggunakan ketentuan Undang-

Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk

Kepentingan Umum khususnya pasal 43 yang pada intinya menyatakan dengan

adanya consignatie kepemilikan atau hak atas tanah dari yang berhak akan menjadi

hapus dan alat bukti haknya menjadi tidak berlaku dan tanahnya akan menjadi tanah

yang dikuasai langsung oleh negara, artinya dengan adanya consignatie maka telah

sahnya pelepasan dari pihak yang berhak keapada negara.


Dengan demikian dalam permasalahan ini kedudukan dari bank sebagai

pemegang hak tanggungan telah hapus yang menyebabkan Bank BNI menjadi

kreditur konkuren.
8. Apakah Uang Ganti Rugi yang dititipkan di pengadilan dapat dijadikan sebagai

pelunasan utang beserta bunganya?


Pembayaran memiliki dua arti pertama pembayaran dalam arti sempit adalah

pelunasan utang oleh debitor kepada kreditor. Pembayaran seperti ini dilakukan dalam

bentuk uang atau barang. Kedua, pembayaran dalam arti yuridis teknis tidak hanya

dalam bentuk uang atau barang, tetapi juga dalam bentuk jasa, seperti jasa dokter

bedah, tukang cukur, atau guru privat.


Berdasrkan pasal 1393 KuhPerdata tempat pembayaran dilakukan di tempat yang

telah ditetapkan dalam perjanjian, antara kreditur dan debitur. Akan tetapi, apabila kedua
belah pihak tidak menentukan secara tegas tempat pembayaran, maka pembayaran dapat

dilakukan di:
1. Tempat barang berada sewaktu perjanjian dibuat;
2. Tempat tinggal kreditur, dengan syarat kreditur harus secara terus-menerus

berdiam dan bertempat tinggal di tempat tersebut; dan


3. Tempat tinggal debitur.
Tempat pembayaran itu bersifat fakultatif, artinya bahwa pihak debitur dan

kreditur dapat memilih salah satu dari tiga tempat itu untuk melakukan pembayaran

utang.
Selain itu besaran uang yang ditipkan sebagai pelunasan utang Ahmad Daroji
sebesar Rp.200.000.000 tidaklah cukup untuk membayar seluruh utang-utang Ahmad
Daroji beserta bunganya sebesar 1,5% setiap bulannya. Hal itu didasarkan atas pasal
1397 KuhPerdata yang pada intinya menyatakan bahwa bila pada diri debitur terdapat
kesulitan untuk membayar utang-utang pokok beserta bunganya maka pembayaran
terebih dahulu dilakukan terhadap bunganya. Oleh karena itu dalam permasalahan ini
uang yang ditipkan di Pengadilan Negeri hanya digunakan sebegai pembayaran bunga
terlebih dahulu dan sisanya digunakan untuk membayar utang-utang pokok Ahmad
Daroji.
Dengan demikian pembayaran pelunasan utang yang dilakukan Ahmad Daroji

dengan menyuruh pihak Bank mengambil pelunasan utang di Pengadilan Negeri tidak

termasuk dalam pembayaran utang dikarenakan tempat pembayaran yan dilakaukan

tidak sah dan juga pembayaran utang-utang pokok beserta bunganya yang dilakukan

Ahmad Daroji masih terdapat kekurangan, oleh karena itu maka Ahmad Daroji belum

melakukan pelunasan utang-utangnya baik pokok beserta bunganya kepada bank BNI.
9. Dapatkah kreditur menuntut pelunasan hutang pokok beserta bunganya kepada

debitur meskipun jaminan hak tanggungannya hapus?


Untuk menjawab permasalahan ini dapat didasarkan atas pasal 1131 KuhPerdata,

dengan hilangnya atau hapusnya hak tanggungan yang dimiliki oleh kreditur tidak

menyebabkan hilangnya hak hak kreditur dikarenakan menurut pasal 1131

KuhPerdata barang baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang sudah

ada maupun yang baru akan ada di kemudian hari digunakan sebagai tanggungan
debitur untuk melaksanakan perikatanya, oleh karena itu dengan belum diluanasinya

pembayaran sebagaimana yang telah dijelaskan dalam poin 8 maka Bank BNI Cabang

Purwokerto dapat menuntut Ahmad Daroji melaksanakan kewajibannya atau

melakukan pembatalan perjanjian diikuti dengan penggantian biaya,rugi dan bunga.


7. KESIMPULAN
Perjanjian kredit yang dibuat oleh Bank BNI Cabang Purwokerto dengan Ahmad Daroji

sah secara hukum oleh karena itu perjanjian tersebut berlaku sebagai undang-undang bagi

para pihak dan menimbulkan hak serta kewajiban di masing-masing pihak, begitu juga

dengan objek jaminan berupa dua bidang tanah tersebut telah sah. Termasuk juga

perpanjangan kredit kedua yang dilakukan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Pencabutan hak hak atas tanah yang telah dibebani hak tanggungan yang dilakukan

oleh Pemerintah Daerah juga tidak bertentangan dengan hukum, oleh karena itu kedudukan

Bank BNI Cabang Purwokerto yang sebelumnya adalah kreditur preferen berubah menjadi

kreditur konkuren, namun hal tersebut tidak mengurangi hak-hak Bank BNI Cabang

Purwokerto untuk menuntu haknya, karena pembayaran yang dilakukan oleh Ahmad Daroji

yang menyuruh Bank BNI mengambil pelunasan utangnya di Pengadilan Negeri tidaklah sah

sebagai pembayaran utang menurut hukum dan juga jumlah daari nominal uang tersebut

tidaklah cukup untuk membayar utang pokok Ahmad Daroji beserta bunganya.
Oleh karena itu maka Bank BNI Cabang Purwokerto masih dapat memaksa dan

menuntut secara hukum perbuatan yang dilakukan oleh Ahmad Daroji untuk melaksanakan

kewajibannya membayar utang-utang pokok beserta bunganya.