Anda di halaman 1dari 23

Pengertian Komunikasi Kesehatan

Disusun oleh:
Kelompok I

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah S.W.T. karena atas berkat
ramat serta kehendak-Nya lah kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Dalam
menyelesaikan makalah ini, banyak kesulitan yang kami hadapi.
Seperti yang kita ketahui beberapa tantangan yang dihadapi oleh tenaga medis guna
meningkatkan kinerja, salah satunya ialah peran komunikasi kesehatan untuk membangun
hubungan yang ideal antara tenaga medis dengan pasiennya. Karenanya kami mengangkat tema
“Komunikasi Kesehatan” pada makalah ini untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.

Kami menyadari, sebagai mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih
perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, makalah ini masih banyak memiliki kekurangan
dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran
yang positif agar makalah ini menjadi lebih baik dan berguna di masa yang akan datang.

Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat dan berguna bagi
para pembaca ke depannya.
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.Latar Belakang
B.Rumusan Masalah
C.Tujuan Penulisan
Bab II Isi
A.Konsep Komunikasi Kesehatan
B.Jenis-jenis Komunikasi
C.Ruang Lingkup Komunikasi Kesehatan
Komunikasi Kesehatan bagi bidang kesehatan
Dampak Komunikasi Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan
Bab III Penutup
A.Kesimpulan
B.Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu
membutuhkan sesamanya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tidak dapat dihindari
bahwa manusia harus selalu berhubungan dengan manusia lainnya. Hubungan manusia dengan
manusia lainnya, atau hubungan manusia dengan kelompok, atau hubungan kelompok dengan
kelompok inilah yang disebut sebagai interàksi sosial. Banyak pakar menilai bahwa komunikasi
adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat.
Profesor Wilbur Schramm menyebutnya bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata
kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin
masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat
mengembangkan komunikasi (Schramm; 1982).
Apa yang mendorong manusia sehingga ingin berkomunikasi dengan manusia lainnya. Teori
dasar Biologi menyebut adanya dua kebutuhan, yakni kebutuhan untük mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Harold
D. Lasswell salah seorang peletak dasar ilmu komunikasi lewat ilmu politik menyebut tiga fungsi
dasar yang menjadi penyebab, mengapa manusia perlu berkomunikasi :

 Pertama, adalah hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya. Melalui komunikasi manusia
dapat mengetahui peluang-peluang yang ada untuk dimanfaatkan, dipelihara dan menghindar
pada hal-hal yang mengancam alam sekitamya. Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui
suatu kejadian atau peristiwa. Bahkan melalui komunikasi manusia dapat mengembangkan
pengetahuannya, yakni belajar dan pengalamannya, maupun melalui informasi yang mereka
terima dari lingkungan sekitarnya.

 Kedua, adalah upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Proses kelanjutan
suatu masyarakat Sesungguhnya tergantung bagaimana masyarakat itu bisa beradaptasi dengan
lingkungannya. Penyesuaian di sini bukan saja terletak pada kemampuan manusia memberi
tanggapan terhadap gejala alam seperti banjir, gempa bumi dan musim yang mempengaruhi
perilaku manusia, tetapi juga lingkungan masyarakat tempat manusia hidup dalam tantangan.
Dalam lingkungan seperti ini diperlukan penyesuaian, agar manusia dapat hidup dalam suasana
yang harmonis.

 Ketiga, adalah upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi. Suatu masyarakat yang
ingin mempertahankan keberadaannya, maka anggota masyarakatnya dituntut untuk melakukan
pertukaran nilai, perilaku, dan peranan. Misalnya bagaimana orang tua mengajarkan tatakrama
bermasyarakat yang baik kepada anak-anaknya. Bagaimana sekolah difungsikan untuk mendidik
warga negara Bagaimana media massa menyalurkan hati nurani khalayaknya, dan bagaimana
pemerintah dengan kebijaksanaan yang dibuatnya untuk mengayomi kepentingan anggota
masyarakat yang dilayaninya.

Ketiga fungsi tersebut menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam berhubungan
dengan sesama anggota masyarakat. Profesor David K. Berlo dari Michigan State University
menyebut secara ringkas bahwa komunikasi sebagai instrumen dan interaksi sosial berguna
untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri
sendiri dalam menciptakan keseimbangan dengan masyarakat (Byrnes, 1965). Jadi komunikasi

1
jelas tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat. Ia diperlukan untuk mengatur tata krama pergaulan antar manusia,
sebab berkomunikasi dengan baik akan memberi pengaruh langsung pada struktur keseimbangan
seseorang dalam bermasyarakat, apakah ia seorang dokter, dosen, manajer, pedagang, pramugari,
pemuka agama, penyuluh lapangan, pramuniaga dan lain sebagainya. Pendek kata, sekarang ini
keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir
mereka, banyak ditentukan oleh kemampuannya berkomunikasi.

Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan
media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi
massa tersebut, yaitu sebagai alat atau saluran..

Iklan merupakan berita pesanan untuk mendorong, membujuk orang agar tertarik pada
barang yang ditawarkan. Secara garis besar iklan dibagi menjadi dua, yang pertama iklan
komersil yaitu iklan yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran suatu produk dan jasa. Yang
kedua iklan non komersil yaitu bagian dari kampanye sosial dengan tujuan mengajak,
menghimbau atau menyampaikan gagasan demi kepentingan umum. Iklan non nkomersil lebih
dikenal dengan iklan layanan masyarakat.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis kemukakan, rumusan masalah yang ingin
dungkapkan yaitu :
1. Seperti apakah konsep komunikasi kesehatan ?
2. Seperti apakah jenis – jenis komunikasi ?
3. Apa saja ruang lingkup komunikasi kesehatan ?
4. Apa dampak komunikasi kesehatan dalam pembangunan kesehatan ?
C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang penulis kemukakan, tujuan penelitian yang ingin disajikan
penulis adalah :

1. Untuk mengetahui konsep komunikasi kesehatan.


2. Untuk mengetahui jenis – jenis komunikasi.
3. Untuk mengetahui ruang lingkup komunikasi kesehatan.
4. Untuk mengetahui dampak komunikasi kesehatan.
BAB II

ISI

A. Konsep Komunikasi Kesehatan

1. Komunikasi

Istilah ‘komunikasi’ (communication) berasal dari bahasa Latin ‘communicatus’ yang artinya
berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian komunikasi menunjuk pada suatu upaya
yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan

Secara harfiah, komunikasi berasal dari Bahasa Latin: “Communis” yang berarti keadaan yang
biasa, membagi. Dengan kata lain, komunikasi adalah sutu proses di dalam upaya membangun
saling pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya
sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan
kesalahpahaman yang bisa saja terjadi. Berikut merupakan definisi komunikasi menurut
beberapa ahli :

 Effendi (1995)
Komunikasi itu sendiri bisa diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan oleh
seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat atu
prilaku baik secara langsung (lisan) maupun tak langsung (tulisan).
 Hoyland, Janis dan Kelley (1953)
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan
stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk
prilaku orang lain (khalayak).
 Barelson dan Steiner (1964)
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-
lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka
dan lain-lain.
 Louis Forsdale (1981)
Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu sehingga
dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara, dan diubah .
 Brent D. Ruben (1988)
Komunikasi dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatuaktivitas yang mempunyai
beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan.
 William J. Seller (1988)
Komunikasi adalah proses dengan nama simbol verbal dan nonverbal dikirimkan,
diterima, dan diberi arti.
 Palo Alto
Ketika dua orang sedang bersama, mereka berkomunikasi secara terus menerus karena
mereka tidak dapat berperilaku.
 Himstreet & Baty
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu
sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak - sinyal, maupun perilaku
atau tindakan.
 Bovee
Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.
 Harold D. Lasswell
Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakn apa dengan cara apa,
kepada siapa dengan efek apa.
 Theodorson
Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari
seseorang kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.
 Edwin Emery
Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang
lain.
 Delton E, Mc Farland
Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manusia.
 William Albig
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana
mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada
bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.
 Charles H. Cooley
Komuniksi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan
mengartikan simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam
waktu.
 Winnet
Komunikasi merupakan proses pengalihan suatu maksud dari sumber kepada penerima,
proses tersebut merupakan suatu seri aktivitas, rangkaian atau tahap-tahap yang
memudahkan peralihan maksud tersebut.
 Karfried Knapp
Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol
linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat
disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan
visual).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal
antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. Perubahan tingkah
laku maksudnya yaitu perubahan yang terjadi didalam diri individu mungkin dalam aspek
kognitif, afektif, ataupun psikomotor.

Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya suatu
organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan
berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat
macet atau berantakan.

2. Kesehatan

Kata dasarnya adalah sehat, yang berarti baik itu sehat jasmani maupun rohani. Jadi, kesehatan
adalah salah satu konsep yang sering digunakan namun sukar untuk dijelaskan artinya. Faktor
yang berbeda menyebabkan sukarnya mendefinisikan kesehatan,kesakitan dan penyakit
(Gochman,1988. De Clereq,1993). Setidaknya definisi kesehatan harus mengandung paling tidak
komponen biomedis, personal dan sosiokultural.

Keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, bukan hanya suatu
keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Definisi tersebut tidak hanya meliputi
tindakan yang dapat secara langsung diamati dan jelas. Tetapi juga kejadian mental dan keadaan
perasaan yang diteliti dan diukur secara tidak langsung.

3. Komunikasi Kesehatan

Komunikasi kesehatan yaitu proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui
saluran/media tertentu pada komunikan dengan tujuan untuk mendorong perilaku manusia
tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh
secara fisik, mental (rohani) dan sosial.

Komunikasi kesehatan lebih sempit daripada komunikasi manusia pada umumnya. Komunikasi
kesehatan berkaitan erat dengan bagaimana individu dalam masyarakat berupaya menjaga
kesehatannya, berurusan dengan berbagai isu yang berhubungan dengan kesehatan. Dalam
komunikasi kesehatan, fokusnya meliputi transaksi hubungan kesehatan secara spesifik,
termasuk berbagai faktor yang ikut berpengaruh terhadap transaksi yang dimaksud.

Dalam tingkat komunikasi, komunikasi kesehatan merujuk pada bidang – bidang seperti program
– program kesehatan nasional dan dunia, promosi kesehatan, dan rencana kesehatan publik.

Dalam konteks kelompok kecil, komunikasi kesehatan merujuk pada bidang – bidang seperti
rapat – rapat membahas perencanaan pengobatan, laporan staf, dan interaksi tim medis.

Dalam konteks interpersonal, komunikasi kesehatan termasuk dalam komunikasi manusia yang
secara langsung mempengaruhi profesional – profesional dan profesional dengan klien.
Komunikalevasi kesehatan dipandang sebagai bagian dari bidang – bidang ilmu yang relevan,
fokusnya lebih spesifik dalam hal pelayanan kesehatan.

B. Jenis – Jenis Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan
antara manusia atau kelompok. Jenis komunikasi terdiri dari komunikasi verbal dengan kata-kata
dan komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh.

a. Komunikasi Verbal, mencakup aspek - aspek berupa ;


 Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi
penting dalam berkomunikasi.
 Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara
dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
 Intonasi suara akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan
menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara
yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
 Humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan
catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa
mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan
satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
 Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas,
langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
 Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat
menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
b. Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non

verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non

verbal :

 Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah
cerminan suasana emosi seseorang.
 Kontak mata
Sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama
berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan
bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui
kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang
lainnya.

 Sentuhan
Bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada
komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan
emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
 Postur tubuh dan gaya berjalan
Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya.
Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat
kesehatannya.
 Suara
Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan
pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua
bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan
yang sangat jelas.
 Gerak isyarat
Gerak yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total
dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama
berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya
untuk menghilangkan stress.

Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan


individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. Menurut Potter dan Perry
(1993), komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik.
Makalah ini difokuskan pada komunikasi interpersonal yang terapeutik. Komunikasi
interpersonal adalah interaksi yang terjadi antara sedikitnya dua orang atau dalam kelompok
kecil, terutama dalam keperawatan. Komunikasi interpersonal yang sehat memungkinkan
penyelesaian masalah, berbagai ide, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan personal.

Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :

a.) Bentuk komunikasi berdasarkan medianya :

 Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata,
gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara
langsung kepada seseorang dihadapan kita
A--------àß-----------B

 Komunikasi tidak langsung


Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima
penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu
misalnya menggunakan radio, buku, dll.

Contoh : “Buanglah sampah pada tempatnya”

b.) Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

 Komunikasi massa
Komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya
tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
a) Pesan disusun dengan jelas
b) tidak rumit dan tidak bertele-tele
c) Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
d) Bentuk gambar yang baik
e) Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)
 Komunikasi kelompok
Komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung, dikenal
dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
Perawat----- ® ¬ ------Pengunjung puskesmas
 Komunikasi perorangan
Komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

Perawat----- ® ¬ ------Pasien

c.) Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

 Komunikasi satu arah


Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak
mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

A ------------------® B
 Komunikasi timbal balik
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya
komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal bali

C. Ruang Lingkup Komunikasi Kesehatan

Ruang lingkup komunikasi kesehatan meliputi pencegahan penyakit, promosi kesehatan, serta
kebijakan kesehatan.

1. Pencegahan Penyakit ( Preventif )


Dalam garis besarnya usaha-usaha kesehatan, dapat dibagi dalam 4 golongan, yaitu :
 Usaha pencegahan (usaha preventif)
 Usaha pengobatan (usaha kuratif)
 Usaha promotif
 Usaha rehabilitative

Dari keempat jenis usaha ini, usaha pencegahan penyakit mendapat tempat yang utama, karena
dengan usaha pencegahan akan diperoleh hasil yang lebih baik, serta memrlukan biaya yang
lebih murah dibandingkan dengan usaha pengobatan maupun rehabilitasi. Dapat kita mengerti
bahwa mencegah agar kaki tidak patah akan memberikan hasil yang lebih baik serta memerlukan
biaya yang lebih murah dibandingkan dengan mengobati kaki yang sudah patah ataupun
merehabilitasi kaki patah dengan kaki buatan.

Leavell dan Clark dalam bukunya “Preventive Medicine for the Doctor in his Community”,
membagi usaha pencegahan penyakit dalam 5 tingkatan yang dapat dilakukan pada masa
sebelum sakit dan pada masa sakit. Usaha-usaha pencegahan itu adalah :

 Masa sebelum sakit


 Mempertinggi nilai kesehatan (health promotion)
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya.
Beberapa usaha diantaranya :
- Penyediaan makanan sehat cukup kualitas maupun kuantitasnya.
- Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, seperti : penyediaan air rumah tangga yang
baik, perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan sebagainya.
- Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
- Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik
 Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit (spesific protection)
Usaha ini merupakan tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit tertentu.
Beberapa usaha diantaranya adalah :
- Vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit tertentu
- Isolasi penderita mpenyakit menular
- Pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat-tempat umum maupun di tempat kerja
 Pada masa sakit
 Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingakt awal, serta mengadakan

pengobatan yang tepat dan segera (early diagnosis and prompt treatment)

Tujuan utama dari usaha ini adalah :

- Pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepatnya dari seytiap jenis penyakit sehingga
tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera
- Pencegahan menular kepada orang lain, bila penyakitnya menular
- Mencegah terjadinya kecacatan yang diakibatkan suatu penyakit

Beberapa usaha diantaranya :

- Mencari penderita di dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan misalnya


pemeriksaan darah, rontgen, paru-paru dsb, serta memberikan pengobatan.
- Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit menular
(contact person) untuk diawasi agar bila penyakitnya timbul dapat diberikan segera
pengobatan dan tindakan-tindakan yang lain misalnya isolasi, desinfeksi, dsb.
- Pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar mereka dapat mengenal gejala penyakit
pada tingkat awal dan segera mencari pengobatan. Masyarakat perlu menyadari bahwa
berhasil atau tidaknya usaha pengobatan, tidak hanya tergantung pada baiknya jenis obat
serta keahlian tenaga kesehatnnya, melainkan juga tergantung pada kapan pengobatan itu
diberikan. Pengobatan yang terlambat akan menyebabkan usaha penyembuhan menjadi
lebih sulit, bahkan mungkin tidak dapat sembuh lagi misalnya pengobatan kanker
(neoplasma) yang terlambat. Kemungkinan kecacatan terjadi lebih besar penderitaan si
sakit menjadi lebih lama, biaya untuk pengobatan dan perawatan menjadi lebih besar.
 Pembatasan kecacatan dan berusaha untuk menghilangkan gangguan kemampuan
bekerja yang diakibatkan suatu penyakit (disibility limitation).

Usaha ini merupakan lanjutan dari usaha poin c, yaitu dengan pengobatan dan perawatan yang
sempurna agar penderita sembuh kembali dan tidak cacat. Bila sudah terjadi kecacatan, maka
dicegah agar kecacatan tersebut tidak bertamabah berat (dibatasi), fungsi dari alat tubuh yang
menjadi cacat ini dipertahankan semaksimal mungkin.

1. Rehabilitasi (rehabilitation)

Rehabilitasi adalah usaha untuk mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat, sehingga
dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat,
semaksimalnya sesuai dengan kemampuannya. Rehabilitasi ini terdiri atas :

a. Rehabilitasi fisik yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimalnya.
Misalnya, seorang yang karena kecelakaan, patah kakinya, perlu mendapatkan
rehabilitasi dari kaki yang patah yaitu denganmempergunakan kaki buatan yang
fungsinya sama dengan kaki yang sesungguhnya.

b. Rehabilitasi mental yaitu agar bekas penderita dapat menyusuaikan diri dalam hubungan
perorangan dan social secara memuaskan seringkali bersamaan dengan terjadinya cacat
badania muncul pula kelainan-kelaianan atau gangguan mental.untuk hal ini bekas
penderita perlu mendapatkan bimbingan kejiwaan sebelum kembali kedalam masyarakat.
c. Rehabilitasi social vokasional yaitu agar bekas penderita menempati suatu
pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimalnya sesuai
dengan kemampuan dan ketidak mampuannya.
d. Rehabilitasi aesthetis

Usaha rehabilitasi aesthetis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan, walaupun
kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan misalnya: misalnya
penggunaan mata palsu. Usaha pengembalian bekas penderita ini kedalam masyarakat,
memerlukan bantuan dan pengertian dari segenap anggota masyarakat untuk dapat mengerti dan
memahami keandaan mereka (fisik mental dan kemampuannya) sehingga memudahkan mereka
dalam proses penyesuian dirinya dalam masyarakat dalam keadan yang sekarang ini. Sikap yang
diharapkan dari warga masyarakat adalah sesuai dengan falsafah pancasila yang berdasarkan
unsure kemanusian dan keadailan social. Mereka yang direhabilitasi ini memerlukan bantuan
dari setiap warga masyarakat, bukan hanya berdasarkan belas kasian semata-mata, melainkan
juga berdasarkan hak asasinya sebagai manusia.

2. Promosi Kesehatan.

Promosi kesehatan berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu health promotion.
Sesungguhnya, penerjemahan kata health promotion atau tepatnya promotion of health kedalam
bahasa Indonesia pertama kali dilakukan ketika para ahli kesehatan masyarakat di Indonesia
menerjemahkan lima tingkatan pencegahan (five levels of prepention) dari H.R.Leavell dan E. G.
Clark dalam buku preventive medicine for the doctor in his community. Menurut leavell dan
clark (1965), dari sudut pandang kesehatan masyarakat, terdapat 5 tingkat pencegahan terhadap
penyakit, yaitu :

1) Promotion of healt,
2) Specific protection,
3) Early diagnosis and prompt treatment,
4) Limitation of disability, dan
5) Rehablitation.

Tingkat pencegahan yang pertama, yaitu promotion of healt oleh para ahli kesehatan
masyarakat di Indonesia di terjemahkan menjadi peningkatan kesehatan,bukan promosi
kesehatan.Mengapa demikian? Tidak lain karena makna yang terkandung dlam istilah promotion
of health disini adalah meningkatkan kesehatan seseorang,yaitu melalui asupan gizi
seimbang,olahraga teratur,dan lain sebagainya agar orang tersebut tetap sehat,tidak terserang
penyakit.

Namun demikian,bukan berarti bahwa peningkatan kesehatan tidak ada hubungannya dengan
promosi kesehatan. Leavell dan Clark dalam penjelasannya tengtan promotion of health
menyatakan bahwa selain melalui peningktan gizi dll,peningkatan kesehatan juga dapat di
lakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan (health education)kepada individu dan
masyarakat.

Organisasi kesehatan dunia WHO telah merumuskan suatu bentuk definisi mengenai promosi
kesehatan : “ Health promotion is the process of enabling people to increase control over, and
improve, their health. To reach a state of complete physical, mental, and social, well-being, an
individual or group must be able to identify and realize aspirations, to satisfy needs, and to
change or cope with the environment “. (Ottawa Charter,1986).

Jadi, dapat disimpulkan dari kutipan diatas bahwa Promosi Kesehatan adalah proses untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka
masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu
mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial budaya dan sebagainya).
Dalam konferensi ini ,health promotion di maknai sebagai perluasan dari healt education atau
pendidikan kesehatan.

3. Kebijakan Kesehatan
a. Definisi Kebijakan Kesehatan
Ilmu kebijakan adalah ilmu yang mengembangkan kajian tentang hubungan
antara pemerintah dan swasta, distribusi kewenangan dan tanggung jawab antar
berbagai level pemerintah, hubungan antara penyusunan kebijakan dan
pelaksanaannya, ideologi kebijakan makna reformasikesehatan. Ilmu manajemen
digunakan dalam ilmu kebijakan yaitu dalam perencanaan dan pelaksanaan
kebijakan kesehatan, teori dan konsep manajemen tidak dapat diabaikan. Apa
sistem kebijakan kesehatan itu ?
 Kebijakan (Policy)
Sejumlah keputusan yang dibuat oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang
kebijakan tertentu
 Kebijakan Publik (Public Policy)
Kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh pemerintah atau Negara
 Kebijakan Kesehatan (Health Policy)
Segala sesuatu untuk mempengaruhi faktor – faktor penentu di sektor kesehatan agar
dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat; dan bagi seorang dokter kebijakan
merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan layanan kesehatan (Walt, 1994)

Faktor Kontekstual yang Mempengaruhi Kebijakan:

- Faktor situasional: Faktor yang tidak permanen atau khusus yang dapat berdampak pada
kebijakan (contoh: kekeringan).
- Faktor struktural: bagian dari masyarakat yang relatif tidak berubah (misal: sistem
politik).
- Faktor Budaya: Faktor yang dapat berpengaruh seperti hirarki, gender, stigma terhadap
penyakit tertentu.
- Faktor Internasional atau eksogen: faktor ini menyebabkan meningkatnya
ketergantunganantar negara dan mempengaruhi kemandirian dan kerja sama internasional
dalam kesehatan.
Proses Penyusunan Kebijakan menggunakan Segitiga Kebijakan Kesehatan

Segitiga kebijakan kesehatan digunakan untuk memahami kebijakan tertentu dan menerapkan
untuk merencanakan kebijakan khusus dan dapat bersifat:

- Retrospektif (meliputi evaluasi dan monitoring kebijakan)

- Prospektif (Memberi pemikiran strategis, advokasi dan lobi kebijakan)

Komunikasi Kesehatan Bagi Bidang Kesehatan

Komunikasi Kesehatan menjadi semakin populer dalam upaya promosi kesehatan selama 20
tahun terakhir. Contoh, komunikasi kesehatan memegang peranan utama atau pengontribusi
dalam pemenuhan 219 dari 300 tujuan khusus dalam Healthy People 2010. Apabila digunakan
secara tepat, komunikasi kesehatan dapat mempengaruhi sikap, persepsi, kesadaran, pengetahuan
dan norma sosial yang kesemuanya berperan sebagai precursor dalam perubahan prilaku.
Komunikasi kesehatan sangat efektif dalam mempengaruhi perilaku karena didasarkan pada
psikologi sosial, pendidikan kesehatan, komunikasi massa, dan pemasaran untuk
mengembangkan dan menyampaikan promosi kesehatan dan pesan pencegahan – pencegahan.

Karya awal yang mempengaruhi perkembangan komunikasi kesehatan di susun oleh National
Cancer Institute (NCI) dan diberi judul Making Health Communication Programs Work: A
Planner’s Guide. Panduan ini menyatakan bahwa bidang ilmu seperti pendidikan kesehatan,
pemasaran sosial, dan komunikasi massa secara bersama mendefinisikan komunikai kesehatan.
Bukan hal luar biasa apabila mendengar pernyataan bahwa komunikasi kesehatan bahkan
merupakan nama yang lebih baik untuk profesi daripada promosi kesehatan atau pendidikan
kesehatan karena segala sesuatu yang dilakukan dalam promosi kesehatan melibatkan
komunikasi untuk kesehatan. Kenyataannya, komunikasi kesehatan telah didefinisikan secara
luas oleh Everett Rogers, seorang pelopor dalam bidang komunikasi, sebagai segala jenis
komunikasi manusia yang berhubungan dengan kesehatan.

Komunikasi kesehatan juga dapat mencerminkan bagaimana persoalan kesehatan diterima oleh
audiens tertentu. Contoh, NCI mendefinisikan komunikasi kesehatan sebagai seni dan teknik
menyampaikan informasi, mempengaruhi, dan memotivasi individu, institusi, dan publik tentang
pentingnya persoalan kesehatan. The Centers of Disease Control and Prevention (CDC)
mendefinisikan komunikasi kesehatan sebagai suatu ilmu dan sebagai penggunaan strategi
komunikasi untuk menyampaikan informasi dan mempengaruhi keputusan individu dan
masyarakat yang dapat meningkatkan kesehatan. Walau begitu, masih ada orang yang
membicarakan konsep tersebut dengan menekankan berbagai bentuk aplikasinya , termasuk
advokasi media, komunikasi resiko, pendidikan, hiburan, materi cetak, dan komunikasi
interaktif.

Ada dua perspektif utama yang diambil ketika mempertimbangkan komunikasi kesehatan
dalam praktik promosi kesehatan saat ini. Beberapa praktisi memandang komunikasi massa
sebagai proses menyeluruh yang membingkai penerapan intervensi promosi kesehatan. Praktisi
ini memandang komunikasi kesehatan sebagai strategi atau aktifitas sempit seperti publikasi
informasi atau sejenis komunikasi. Antar personal yang mungkin berlangsung antara pendidik
kesehatan dan kliennya. Kedua pemikiran itu menyebabkan komunikasi kesehatan rentan
terhadap penafsiran yang luas dan kesalahpahaman.

Jadi, komunikasi kesehatan diperlukan di bidang kesehatan karena komunikasi dalam kesehatan
merupakan kunci pencapaian peningkatan taraf atau tingkat kesehatan masyarakat. Sejauh ini
komunikasi senantiasa berkembang seiring berkembangnya dunia teknologi komunikasi.
Komunikasi yang dulunya biasa dilakukan dengan penyuluhan yang secara langsung berhadapan
dengan masyarakat dan dilakukan dengan media audio/radio sekarang lebih popular dengan
penyampaian pesan atau informasi kesehatan melalui media internet maupun media cetak dan
elektronik. Tidak hanya bernilai praktis namun mempunyai nilai ekonomis dan tampilannya
lebih menarik. Media yang berkembang tersebut sangat membantu dalam ketercapaian
komunikasi kesehatan karena tercapai atau tidaknya komunikasi kesehatan lebih dikarenakan
penggunaan media informasi yang tepat, pesan yang sistematis dan mudah dimengerti.
Dampak Komunikasi Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan

Dampak komunikasi kesehatan dalam pembangunan kesehatan yaitu sebagai berikut :

1) Komunikasi kesehatan merujuk pada bidang – bidang seperti program –


program kesehatan nasional dan dunia, promosi kesehatan, dan rencana kesehatan
publik sehingga secara tidak langsung komunikasi kesehatan ini berperan dalam
proses pembangunan kesehatan.
2) Komunikasi kesehatan mampu menumbuhkan aspirasi masyarakat dari segala
bidang kehidupannya sehingga hal ini dapat memperlancar proses pembangunan
kesehatan.
3) Komunikasi kesehatan beroperasi pada level atau konteks komunikasi antar
personal, kelompok, organisasi, publik, dan komunikasi massa sehingga proses
pembangunan kesehatan dapat dijalankan secara merata.
4) Komunikasi kesehatan mencakup variasi interaksi dalam kerja kesehatan
misalnya komunikasi dengan pasien di klinik, self help groups, mallings, hotlines,
dan kampanye media massa, dimana hal ini akan lebih mudah dalam menyusun
rencana pembangunan kesehatan yang lebih baik sesuai dengan permasalahan
kesehatan yang dialami oleh suatu masyarakat.
5) Komunikasi kesehatan merupakan pendekatan yang menekankan usaha
mengubah perilaku audiens agar mereka tanggap terhadap masalah tertentu dalam
satuan waktu tertentu yang nantinya hal ini dapat berpengaruh pada proses
pembangunan kesehatan.
6) Komunikasi kesehatan merupakan pemanfaatan media dan teknologi komunikasi
dan teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi kesehatan sehingga
dapat memudahkan rencana pembangunan kesehatan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, maka penulis menarik beberapa kesimpulan,
yakni sebagai berikut:
a. Komunikasi kesehatan yaitu proses penyampaian pesan kesehatan oleh
komunikator melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan
untuk mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan
yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani),
dan sosial.

b. Jenis – jenis komunikasi ada dua yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non
verbal.

c. Ruang lingkup komunikasi kesehatan adalah pencegahan penyakit, promosi


kesehatan, kebijakan kesehatan, dan bisnis perawatan kesehatan serta peningkatan
kualitas hidup dan kesehatan individu dalam masyarakat.

d. Dampak komunikasi kesehatan terhadap pembangunan kesehatan sebenarnya


berbanding lurus. Makin berhasil komunikasi kesehatan, maka makin berhasil
pula pembangunan kesehatan itu.

B. Saran

Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah komunikasi dalam kesehatan hendaknya
selalu mengalami perubahan seiring perubahan lingkungan dan disesuaikan dengan
keadaan masyarakat dan pelaku atau komunikator hendaknya lebih variatif dan inovatif dalam
penyampaian pesan informasi kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

Alo, Lilliweri.2008.Dasar – Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Arikunto, Dr. Suharsimi.1988.Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi.


Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Arni, Dr. Muhammad.2002. Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Anonymous.
2008. Transparansi KomunikasiKesehatan.http://sbektiistiyanto.iles.wordpress. com/2008
/02/transparansi-komkes.ppt

Jufri, Andry.2013.Makalah Komunikasi


Kesehatan.http://andryjufri.blogspot.com/2013/01 /makalah-komunikasikesehatan.html

Maulana, Arif. 2012. Pengembangan Komunikasi Kesehatan Perlu


Ditingkatkan.http://www. unpad.ac.id/2012/10/pengembangan-komunikasi-
kesehatanperluditingkatkan/

Rullyana, Gema.2012.Kenapa Manusia


Berkomunikasi?.http://gemarullyana.blogspot.com /2012/11/normal-0-false-false-falseen-
us-x-none.html