Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pompa
Pompa merupakan suatu alat yang untuk memindahkan fluida berupa
cairan dari suatu tempat ke tempat lain dengan perbedaan ketinggian atau
berlawanan dengan gaya gravitasi. Cairan yang dapat dipindahkan contonya air,
oli atau minyak pelumas, atau fluida lainnya yang tak mampu mampat. Industri-
industri banyak menggunakan pompa sebagai salah satu alat bantu yang penting
untuk proses produksi (Anis & Karwono, 2008). Sebagai contoh di PT. Indo
Bharat Rayon pada proses pembuatan serat rayon, pompa digunakan untuk
mensuplai larutan spinbath dari tangki penampungan ke mesin spinning.
Secara umum pompa diklasifikasikan menjadi 2, yaitu pompa
dinanamis/pompa sentrifugal dan pompa aksi positif (positive displacement
pump). Berikut merupakan penjelasan singkat mengenai kedua pompa tersebut
(Anis & Karwono, 2008).
1. Pompa dinamis/pompa sentrifugal
Energi ditambahkan secara kontinu untuk memindahakan kecepatan fluida
dalam
mesin sampai pada harga tertentu. Pada sisi keluaran terjadi penurunan
kecepatan
sehingga tekanan akan bertambah.
2. Pompa aksi positif (positive displacement pump)
Energi masuk secara bertahap kedalam suatu ruangan tertutup yang berisi
vacum fluida yang mengakibatkan perubahan tekanan sehingga dapat
menggerakkan fluida keluar melalui katup keluar.

2.1.1 Pompa Sentrifugal


Jenis pompa yang digunakan di PT. Indo Bharat untuk mensuplai larutan
spinbath dari tangki penampungan ke mesin spinning yaitu pompa sentrifugal.
Pompa sentrifugal adalah suatu pompa yang mengubah energi mekanis menjadi
energi hidrolis dengan cara memberikan gaya sentrifugal pada fluida yang
dipindahkan. Gaya sentrifugal ini ditimbulkan oleh sejumlah sudu yang berputar
di rumah pompa. Zat cair yang ada didalam impeller akan ikut berputar karena
dorongan sudu-sudu. Karena adanya gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari
tengah impeller akan keluar melalui saluran diantara sudu-sudu dan meninggalkan
impeller dengan kecepatan tinggi (Heizer & Render, 2009).

2.2 Parameter dalam Perhitungan Kerja Pompa


2.2.1 Persamaan Bernoulli
Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu
titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik
lain pada jalur aliran yang sama. Berikut merupakan persamaan Bernoulli untuk
menghitung kerja torak (Ws).
1 𝑃1 −𝑃2
2𝛼
(𝑣2 − 𝑣1 ) + g (𝑧2 − 𝑧1 ) + 𝜌
+ ΣF = - Ws ...........................................................(1)

Keterangan :

𝛼:

𝑣2 − 𝑣1 :

g:

𝑧2 − 𝑧1 :

𝑃1 −𝑃2 :

𝜌:

ΣF :

Ws :

2.2.3 Bilangan Reynolds (𝑵𝑹𝑬 )


Bilangan Reynolds (Re) menggambarkan ciri-ciri aliran fluida yang
didefinisikan sebagai berikut.
𝑁𝑅𝑒= 𝜌 𝑣 𝐷 ............................................................................................................(2)
𝜇

Keterangan :
μ = viskositas larutan (m2/s)
D : diameter dalam pipa (m)
𝑣 : kecepatan rata-rata aliran (m/s2)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)

Hubungan antara bilangan Reynolds dengan aliran fluida adalah sebagai berikut.
1. Bila Re < 2000 maka alirannya laminar.
2. Bila 2000 < Re < 4000 maka alirannya transisi.
3. Bila 4000 < Re maka alirannya turbulen.

2.2.4 Friction Loss


Friction Loss yaitu hilang energi karena gesekan yang dapat terjadi karena
hilang energi pada pipa lurus (Ff ), hilang energi pada belokan (hf ), hilang energi
karena kontraksi pada tangki keluaran (hc ), dan hilang energi karena ekspansi
(ℎ𝑒𝑥 ). Berikut definisi dari masing-masing hilang energi (Geankoplis, 2003).
1. Hilang energi pada pipa lurus (Ff )
v 2 ∆L
Ff = 4f
2 D
2. Hilang energi pada belokan (hf )
v2
hf = k f
2
3. Hilang energi karena kontraksi pada tangki keluaran (hc )
v2
hc = k 𝑐

4. Hilang energi karena ekspansi (ℎ𝑒𝑥 )

v2
hex = k ex
2