Anda di halaman 1dari 23

Idea Nursing Journal

ANALISIS PENULISAN JURNAL

Oleh
NEDI ERNANDO

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN


UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU
LAMPUNG 2019

56
Idea Nursing Journal

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr.wb

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Analisis Jurnal yang berjudul
“PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KOPING ORANG TUA
DALAMMERAWAT ANAK DENGAN THALASEMIA DI KOTA BANDA”

ini sesuai waktu yang telah ditentukan. Shalawat serta salam tetap tercurah pada junjungan
kita Nabi Muhammad SAW, beserta sahabat dan para pengikutnya.Dalam kesempatan ini,
penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak,
baik moril maupun materil dalam proses pembuatan makalah ini.Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran ataupun kritik
yangmembangun, sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Semoga apa yang
disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua...Aamiin

Wassalamu’alaikum wr.wb

Pringsewu, Oktober 2019

Penulis

57
Idea Nursing Journal

LEMBAR KONSUL

Nama :Nedi ernando

Stase : keperawatan anak

NO Tanggal Catatan Perkembangan Paraf

58
Idea Nursing Journal

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………… ii

HALAMAN KONSUL……………………………………………………………… iii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………… iv

DAFTAR ISI………………………………………………………………………… v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………………… 1
B. Tujuan……………………………………………………………………….. 2
C. Manfaat……………………………………………………………………… 2

BAB II ANALISIS PENULISAN JURNAL

A. Analisis Penulisan………………………………………………………….... 3
B. Evidance Based Practice…………………………………………………….. 6
C. Gambaran Umum Ruangan………………………………………………… 6

BAB III KESIMPULAN & SARAN

A. Kesimpulan…………………………………………………………………... 7
B. Saran…………………………………………………………………………. 7

Daftar Pustaka

Lampiran

59
Idea Nursing Journal

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Thalasemia merupakan satu penyakit kronis yang disebabkan oleh kelainan dari gen autosom
resesif pada gen kromosom ke 16 pada alfa thalasemia dan kromosom ke 11 pada beta thalasemia
berdasarkan hukum mendel dari orang tua kepada anaknya (Muncie & Campbell, 2009). Penyakit
keturunan ini disebabkan oleh ketidakmampuan dari sumsum tulang membentuk protein yang
dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin (Potts & Mandleco, 2007).
Berdasarkan penyebarannya thalasemia banyak dialami oleh anak-anak mulai dari benua
Mediterania, Afrika dan Asia Tenggara. Prevalensi thalasemia yang terbesar di dunia adalah
negara Maladewa dengan frekuensi pembawa gen thalasemia sekitar 18% (WHO, 2011). Di
Indonesia prevalensi carrier thalasemia mencapai sekitar 3-8%, namun sampai bulan maret 2009
kasus thalasemia mengalami peningkatan sebesar 8.3% (Wahyuni, 2010). Berdasarkan
pengambilan data awal di BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh diperoleh jumlah
penderita thalasemia meningkat dari tahun 2012. Pada tahun 2012 tercatat 158 namun terjadi
peningkatan pada tahun 2013 sebanyak 200 penderita thalasemia yang melakukan perawatan di
rumah sakit, dan diperkirakan banyak kasus yang tidak terdeteksi, sehingga penyakit ini telah
menjadi penyakit yang membutuhkan penatalaksanaan medis yang serius.
Penatalaksanaan medik pada penderita thalasemia akan diberikan seumur hidup, penyakit
thalasemia sampai sekarang belum dapat disembuhkan secara total. Pengobatan yang dapat
dilakukan oleh pasien dengan melakukan transfusi darah seumur hidupnya, akibat dari tranfusi yang
berulang dapat terjadi penumpukan zat besi dalam tubuh, untuk mengeluarkan zat besi maka
diperlukan juga pemberian Kelasi besi (Weather & Clegg, 2001). Pada jenis thalasemia mayor akan
ketergantungan pada transfusi darah seumur hidup, dapat menyebabkan pembengkakan limpa dan
komplikasi pada hati, ginjal dan jantung (Potts & Mandleco, 2007).
Kompleksitas permasalahan pada penatalaksaan medik yang dilakukan seumur hidup
berdampak pada penderita thalasemia itu sendiri. Dampak yang ditimbulkan oleh penyakit
thalasemia pada anak tercermin pada perkembangan psikososial, keterlibatannya dengan teman
sebaya atau isolasi sosial, rendah diri, bahkan dapat mempengaruhi prestasi belajar. Penderita
thalasemia tidak hanya menimbulkan masalah psikologis, tetapi juga dapat menimbulkan masalah
fisik, antara lain pusing, badan lemas, muka pucat, sukar tidur, tidak ada nafsu makan, keterbatasan
aktifitas dan juga terjadi pembesaran limpa dan hati yang berdampak perut membesar (Wong et al,
2009).
Dampak pada pasien thalasemia tidak hanya saja bagi pasien itu sendiri, bahkan dapat
berdampak pada keluarganya, dimana keluarga juga mengalami dampak psikososial, emosial, beban
waktu dan tenaga untuk merawat anak untuk menjalani program pengobatan seumur hidupnya
(Wong et al, 2009b). Keluarga harus menyediakan waktu lebih banyak untuk menemani anak
menjalani pengobatan dan begitu finansial untuk biaya pengobatan anak. Sehingga keluarga juga
sangat cemas terhadap anaknya sehingga keluarga sangat overprotektif pada anak (Wong et al,
2009).
Kecemasan merupakan emosi yang dirasakan yang tidak menyenangkan sehingga dapat
menimbulkan gejala kekhawatiran dan rasa takut yang dialami keluarga (Hawari, 2009). Upaya
yang dapat dilakukan keluarga untuk mengurangi kecemasan atau stressor tergantung bagaimana
koping yang digunakan oleh keluarga tersebut. Koping merupakan berbagai macam strategi yang
digunakan oleh keluarga untuk mengatasi masalah sehari-hari. Strategi koping keluarga berfungsi
sebagai proses atau adaptasi yang vital, melalui proses dan mekanisme, sehingga keluarga dapat
menjalankan fungsi keluarga dengan baik (Stuart, 2009).
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah psikososial yang dialami
60
Idea Nursing Journal
oleh keluarga dalam merawat anak dengan thalasemia adalah psikoedukasi terhadap keluarga.
Psikoedukasi adalah suatu elemen program perawatan dengan memberikan informasi yang
edukatif melalui komunikasi yang therapeutik (Stuart & Laraia, 2005). Psikoedukasi keluarga
merupakan salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk memberikan
informasi pada keluarga untuk meningkatkan ketrampilan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang mengalami masalah psikososial, sehingga diharapkan keluarga akan mempunyai
koping yang adaptif terhadap kecemasan yang dialami oleh keluarga (Varcarolis, 2006).
Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk
memberikan informasi yang edukatif terhadap keluarga terkait masalah yang dihadapi keluarga
dalam merawat anggota keluarga dengan anak thalasemia mayor, manajemen perawatan penyakit
thalasemia, koping yang positif dan sumber komunitas dalam perawatan pasien dengan thalasemia
(Stuart, 2009). Hasil wawancara dengan Kepala Ruang Thalasemia di BLUD Rumah Sakit Umum
Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh diperoleh informasi bahwa perawat dan tenaga kesehatan tidak
pernah memberikan psikoedukasi kepada keluarga, namun apabila keluarga menanyakan informasi

B. Tujuan
1. Umum

Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Psikoedukasi


Terhadap Koping Orang Tua Dalammerawat Anak Dengan Thalasemia Di Kota
Banda
2. Khusus
a. Untuk mengetahui Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Koping Orang Tua
Dalammerawat Anak Dengan Thalasemia Di Kota Banda
b. Untuk mengetahui gejala sebelum dilakukan Pengaruh Psikoedukasi
Terhadap Koping Orang Tua Dalammerawat Anak Dengan Thalasemia Di
Kota Banda
c. Untuk mengetahui gejala sesudah dilakukan Pengaruh Psikoedukasi
Terhadap Koping Orang Tua Dalammerawat Anak Dengan Thalasemia Di
Kota Banda

C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Melatih penulis untuk bisa menganalisis hasil penelitian dan pemikiran yang
telah dilakukan dalam jurnal untuk memenuhi tugas Stase anak . Dan
memperluas wawasan penulis tentang masalah yang dikaji di dalam jurnal.

2. Bagi Akademik
a. Penelitian ini dapat menambah refrensi dalam tindakan asuhan keperawatan
dalam Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Koping Orang Tua Dalam merawat
Anak Dengan Thalasemia Di Kota Banda

61
Idea Nursing Journal

BAB II

ANALISIS PENULISAN JURNAL

A. Analisis Penulisan

Judul Jurnal : PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KOPING ORANG


TUA DALAM MERAWAT ANAK DENGAN THALASEMIA DI
KOTA BANDA
Nama Peneliti : Nurhasanah ,1

Tgl/Tahun Terbit : 4 juni 2015

NO VARIABEL Temuan/data (jurnal) Perbedaan (Gap)


JUDUL
1 Judul - 14 kata Tidak Sesuai
-Memuat tempat penelitian Sesuai
-Waktu penelitian dicantumkan Sesuai
ABSTRAK
1 Latar Belakang -Latar belakang tidak menggambarkan Tidak Sesuai
telah dilakukan penelitian
2 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sesuai
pengaruh psikoedukasi terhadap koping
orang tua dalam merawat anak dengan
thalasemia di kota banda.
3 Desain - Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Sesuai
Penelitian/metode kuantitatif dengan desain Pre- exsperiment
Design .
4 Tempat Dan Waktu -Tempat di BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin Sesuai
Penelitian - Waktu dicantumakan dalam abstrak Sesuai
5 Subyek Penelitian - Sampel ini memiliki dari 25 keluarga Sesuai
6 Hasil Penelitian - Hasil menunjukkan terdapat pengaruh Sesuai
psikoedukasi terhadap peningkatan koping
orang tua (p = 0.001). Disarankan perlu
dilakukan penelitian untuk melihat
efektifitas psikoedukasi terhadap penyakit
kronis yang lain.
7 Simpulan -kesimpulan penelitian ini membuktikan Sesuai
bahwa pemberian psikoedukasi sangat
berpengaruh terhadap peningkatan koping
orang tua dalam merawat anak dengan
thalasemia (P value =0.001). Terkait dengan
kesimpulan hasil penelitian bahwa
pemberian psikoedukasi dapat meningkatkan
koping, terdapat beberapa hal yang dapat
disarankan untuk pengembangan dari hasil
penelitian ini terhadap upaya peningkatan
62
Idea Nursing Journal
pelayanan mutu keperawatan serta
meminimalkan dampak psikologis akibat
penyakit thalasemia baik bagi penderita
maupun keluarganya.

8 Jumlah Kata -jumlah kata 113 Sesuai


9 Kata Kunci - Thalasemia, koping, psikoedukasi Sesuai
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang -Latar belakang mencakup kesesuaian Sesuai
judul
2 Rumusan Masalah -Tidak dicantumkan masalah utama dalam Tidak sesuai
bentuk kalimat Tanya dalam pendahuluan
3 Tujuan -Tidak dicantumkan tujuan penulisan Tidak sesuai
dalam pendahuluan
4 Manfaat -Tidak dicantumkan manfaat penelitian Tidak sesuai
dalam pendahuluan
5 Ruang Lingkup -Tempat: dicantumkan Sesuai
-Waktu : Tidak dicantumkan sesuai
-Subyek yang diteliti : dicantumkan sesuai
METODOLOGI PENELITIAN
1 Desain Penelitian -Jenis penelitian : kuantitatif dengan desain Sesuai
Pre- exsperiment Design
-Jenis data : digunakan Pretest-Posttest Sesuai
design
- Jenis analisis : Tidak dicantumkan Tidak Sesuai

2 Waktu dan Tempat - pengaruh psikoedukasi terhadap koping Sesuai


penelitian orang tua dalam merawat anak dengan
thalasemia di kota banda BLUD RSU Dr.
Zainoel Abidin .

Pelaksanaan dan pengumpulan data Sesuai


dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh
kolektor data seorang perawat.
Pengumpulan data dilaksanakan pada
Penelitian dilakukan di Kota Banda Aceh
pada keluarga yang mempunyai anak dengan
thalasemia. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Januari sampai dengan Juni tahun
2015.

3 Populasi dan sempel - Populasi penelitian ini adalah seluruh Sesuai


keluarga yang mempunyai anak dengan
penyakit thalasemia mayor yang
berdomisili di Kota Banda Aceh.
-Sampel : Tidak Dicantumkan Tidak Sesuai
4 Variabel Penelitian -Variabel : Tidak dicantumkan Tidak Sesuai
5 Metode - Teknik pengumpulan Sesuai
Pengambilan data data dalam penelitian ini dengan lembar
observasi Kuisyoner , prites dan post tes
6 Metode pengolahan - Dicantumkan metode pengolahan data sesuai
data pada metodologi penelitian
63
Idea Nursing Journal
7 Metode Analisa -Dicantumkan metode analisis data sesuai
Data
8 Metode Penyajian -Dicantumkan metode penyajian data sesuai
data
HASIL PENELITIAN
1 Gambaran daerah -dicantumkan gambaran daerah penelitian sesuai
tempat penelitian pada hasil penelitian.
2 Karakteristik - Tidak dicantumkan karakteristik Tidak Sesuai
Responden responden pada hasil penelitian
3 Hasil Penelitian - Hasil menunjukkan terdapat pengaruh Sesuai
psikoedukasi terhadap peningkatan koping
orang tua (p = 0.001). Disarankan perlu
dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas
psikoedukasi terhadap penyakit kronis yang
lain.

4 Pembahasan -Dalam jurnal sudah mencakup sesuai


pembahasan yang dilakukan dalam
penelitian
KESIMPULAN & SARAN
1 Kesimpulan - Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Sesuai
pemberian psikoedukasi sangat berpengaruh
terhadap peningkatan koping orang tua
dalam merawat anak dengan thalasemia (P
value =0.001). Terkait dengan kesimpulan
hasil penelitian bahwa pemberian
psikoedukasi dapat meningkatkan koping,
terdapat beberapa hal yang dapat disarankan
untuk pengembangan dari hasil penelitian ini
terhadap upaya peningkatan pelayanan mutu
keperawatan serta meminimalkan dampak
psikologis akibat penyakit thalasemia baik
bagi penderita maupun keluarganya

2 Saran - Saran Hasil penelitian ini dapat dilanjutkan Sesuai


sebagai bentuk intervensi di rumah sakit
yang dapat dijadikan sebagai pedoman
dalam penatalaksanaan gangguan psikologis
pada orang tua yang mempunyai anak
dengan thalasemia. Psikoedukasi yang
diberikan melalui modul yang telah
dirancang member dampak terhadap
peningkatan koping yang adaptif pada
keluarga yang merawat anak thalasemia,
bagi peneliti lain dapat mengaplikasikan
psikoedukasi dan modul dengan
memodifikasi untuk diterapkan pada
penyakit kronis lainnya.

3 Daftar Pustaka -Penulisan daftar pustaka sesuai Sesuai


nama,tahun,judul buku,kota terbit dan
nama penerbit.
64
Idea Nursing Journal

B. ANALISIS EVIDANCE BASE PRACTICE

P : pengaruh psikoedukasi terhadap koping orang tua dalam merawat anak dengan
thalasemia di kota banda BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin .
- Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang mempunyai anak dengan
penyakit thalasemia mayor yang berdomisili di Kota Banda Aceh.

I : Jenis penelitian : kuantitatif dengan desain Pre- exsperiment Design, Jenis data :
digunakan Pretest-Posttest design , Jenis analisis : Tidak dicantumkan

C:-

O : Hasil menunjukkan terdapat pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan koping orang tua
(p = 0.001). Disarankan perlu dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas psikoedukasi
terhadap penyakit kronis yang lain.
T : Dalam jurnal ini hanya di sebutkan tempat bulan dan tahun nya saja tanggal Penelitian
dilaksanakan pada bulan Januari - dengan Juni tahun 2015.

65
Idea Nursing Journal

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

B. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemberian psikoedukasi sangat berpengaruh terhadap
peningkatan koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia (P value =0.001). Terkait
dengan kesimpulan hasil penelitian bahwa pemberian psikoedukasi dapat meningkatkan koping,
terdapat beberapa hal yang dapat disarankan untuk pengembangan dari hasil penelitian ini
terhadap upaya peningkatan pelayanan mutu keperawatan serta meminimalkan dampak
psikologis akibat penyakit thalasemia baik bagi penderita maupun keluarganya

C. Saran

pengaruh psikoedukasi terhadap koping orang tua dalam merawat anak dengan
thalasemia di kota banda BLUD RSU Dr. Zainoel Abidin . Hasil penelitian ini dapat
dilanjutkan sebagai bentuk intervensi di rumah sakit yang dapat dijadikan sebagai pedoman
dalam penatalaksanaan gangguan psikologis pada orang tua yang mempunyai anak dengan
thalasemia. Psikoedukasi yang diberikan melalui modul yang telah dirancang member dampak
terhadap peningkatan koping yang adaptif pada keluarga yang merawat anak thalasemia, bagi
peneliti lain dapat mengaplikasikan psikoedukasi dan modul dengan memodifikasi untuk
diterapkan pada penyakit kronis lainnya.

66
Idea Nursing Journal

DAFTAR PUSTAKA

Atkin, K. & Ahmad, W.I. (1999). Family caregiving and chronic illness: How parents cope with a
child with a sickle cell disorder or thalasemia. Center for Rearch in primary care. Nuffield
Institute for Health. University of Leeds. UK.

Carwright, M.E. (2007). Psychoeducation among caregivers of children receiving mental health
services. Dissertation. Ohio ; Graduate School of The Ohio State University

Dopp, P. (2008). Single & multi family network: An integrative response to serious mental
illness. www.proquest.com.pqdauto. Diperoleh tanggal 5 Februari 2014.

Friedman, Marylin M., Bowden, V. R., & Jones, E.G. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga riset,
teori & praktik. Alih bahasa, Achir Yani S. Hamid, dkk; Editor Edisi Bahasa Indonesia, Estu
Tiar. Ed. 5. Jakarta: EGC

Hawari, D. (2009). Psikometri alat ukur (skala) kesehatan jiwa. Jakarta : FKUI

Hasanat, N.U. & Ningrum, R.P (2010). Program psikoedukasi bagi pasien Diabetes. Yogyakarta.

Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2009). Essential of paediatric nursing. St.Louis: Mosby

Kaslow, et al. (2000). The efficacy of a pilot family psychoeducational intervenstion for pediatric
sickle cell disease. Journal of Psychosocial Nursing, 36 (4), 29-32.

Lazarus R.S, Folkman S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer Publishing
Company

Marwiati. (2005). Hubungan tingkat kecemasan dengan strategi koping pada keluarga dengan anggota
keluarga yang dirawat dengan penyakit jantung. Jurnal Kesehatan Surya Medika: Yogyakarta.

Magliano, L. et al. (2006). Special section: A memorial tribute: patient fungctioning and family
burden in a controlled, real- world trial of family pschoeducation for schizophrenia.
Psychiatric Services. Arlington. www.proquest.com.pqdauto. Diperoleh 2 Februari 2014.

Mottaghipour, Y. & Bickerton. (2005). The pyramid of family care: A framework

67
Idea Nursing Journal
ISSN : 2087-2879, e-ISSN : 2580 - 2445

PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP KOPING ORANG TUA DALAM


MERAWAT ANAK DENGAN THALASEMIA DI KOTA BANDA

The Effect of Psychoeducation Parental Coping in Take Care of Children with Thalasemia
in Banda Aceh

Nurhasanah
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala
E-mail: nurhasanah_@unsyiah.ac.id

ABSTRAK
Thalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai dengan defisiensi pada kecepatan produksi rantai

globin yang spesifik dalam Hb yang dialami oleh penderita seumur hidup sehingga berdampak pada psikososial
keluarga. Prevalensi thalasemia terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh psikoedukasi terhadap koping orang tua dalam merawat anak dengan thalasemia. Penelitian ini adalah
studi kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design berupa Pretest-Posttest Design. Metode Sampel yang
digunakan Total Sampling yaitu berjumlah 20 orang tua yang mempunyai anak thalasemia di Kota Banda Aceh.
Hasil menunjukkan terdapat pengaruh psikoedukasi terhadap peningkatan koping orang tua (p = 0.001).
Disarankan perlu dilakukan penelitian untuk melihat efektifitas psikoedukasi terhadap penyakit kronis yang lain.

Kata kunci: Thalasemia, koping, psikoedukasi.

ABSTRACT
Thalassemia is inherited blood disorders characterized by the deficiency at speed production of specific globin

chain in Hb experienced by the patient for life and have psychosocial impact on the family. The prevalence of
thalassemia is increasing continually. The purpose of this research was to find out the effects of
psychoeducation parental coping in take care of children with thalassemia. This research used quantitative
study with pre-experimental design in form of pretest-posttest design. Method of sample used was total sampling
towards 20 parents who have children with thalassemia in Banda Aceh. The result showed that there was a
significant effects of psychoeducation against the parental coping improvement (p=0.001). It is strongly advised
to do more research to see the effectiveness of psychoeducation against chronic disease.

Keywords: Thalasemia, coping, psychoeducation Berdasarkan penyebarannya thalasemia


banyak dialami oleh anak-anak mulai dari
benua Mediterania, Afrika dan Asia Tenggara.
PENDAHULUAN Prevalensi thalasemia yang terbesar di dunia
Thalasemia merupakan satu penyakit
adalah negara Maladewa dengan frekuensi
kronis yang disebabkan oleh kelainan dari gen
pembawa gen thalasemia sekitar 18% (WHO,
autosom resesif pada gen kromosom ke 16
2011). Di Indonesia prevalensi carrier
pada alfa thalasemia dan kromosom ke 11
thalasemia mencapai sekitar 3-8%,
pada beta thalasemia berdasarkan hukum
mendel dari orang tua kepada anaknya
(Muncie & Campbell, 2009). Penyakit
keturunan ini disebabkan oleh
ketidakmampuan dari sumsum tulang
membentuk protein yang dibutuhkan tubuh
untuk memproduksi hemoglobin (Potts &
Mandleco, 2007).
68
Idea Nursing Journal

namun sampai bulan maret 2009 kasus


thalasemia mengalami peningkatan sebesar
8.3% (Wahyuni, 2010). Berdasarkan
pengambilan data awal di BLUD RSU Dr.
Zainoel Abidin Provinsi Aceh diperoleh
jumlah penderita thalasemia meningkat dari
tahun 2012. Pada tahun 2012 tercatat 158
namun terjadi peningkatan pada tahun 2013
sebanyak 200 penderita thalasemia yang
melakukan perawatan di rumah sakit, dan
diperkirakan banyak kasus yang tidak
terdeteksi, sehingga penyakit ini telah
menjadi penyakit yang membutuhkan
penatalaksanaan medis yang serius.
Penatalaksanaan medik pada penderita
thalasemia akan diberikan seumur hidup,
penyakit thalasemia sampai sekarang belum
dapat disembuhkan secara total. Pengobatan
yang dapat dilakukan oleh pasien dengan
melakukan transfusi darah seumur hidupnya,
akibat dari tranfusi yang berulang dapat

69
Idea Nursing Journal

terjadi penumpukan zat besi dalam tubuh,


Salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk mengeluarkan zat besi maka diperlukan
untuk mengurangi masalah psikososial yang
juga pemberian Kelasi besi (Weather &
dialami oleh keluarga dalam merawat anak
Clegg, 2001). Pada jenis thalasemia mayor
dengan thalasemia adalah psikoedukasi
akan ketergantungan pada transfusi darah
terhadap keluarga. Psikoedukasi adalah suatu
seumur hidup, dapat menyebabkan
elemen program perawatan dengan
pembengkakan limpa dan komplikasi pada
memberikan informasi yang edukatif melalui
hati, ginjal dan jantung (Potts & Mandleco,
komunikasi yang therapeutik (Stuart &
2007).
Laraia, 2005). Psikoedukasi keluarga
Kompleksitas permasalahan pada
merupakan salah satu bentuk intervensi yang
penatalaksaan medik yang dilakukan seumur
dapat dilakukan perawat untuk memberikan
hidup berdampak pada penderita thalasemia
informasi pada keluarga untuk meningkatkan
itu sendiri. Dampak yang ditimbulkan oleh
ketrampilan keluarga dalam merawat anggota
penyakit thalasemia pada anak tercermin pada
keluarga yang mengalami masalah
perkembangan psikososial, keterlibatannya
psikososial, sehingga diharapkan keluarga
dengan teman sebaya atau isolasi sosial,
akan mempunyai koping yang adaptif
rendah diri, bahkan dapat mempengaruhi
terhadap kecemasan yang dialami oleh
prestasi belajar. Penderita thalasemia tidak
keluarga (Varcarolis, 2006).
hanya menimbulkan masalah psikologis,
Psikoedukasi keluarga merupakan salah
tetapi juga dapat menimbulkan masalah fisik,
satu intervensi yang dapat dilakukan untuk
antara lain pusing, badan lemas, muka pucat,
memberikan informasi yang edukatif terhadap
sukar tidur, tidak ada nafsu makan,
keluarga terkait masalah yang dihadapi
keterbatasan aktifitas dan juga terjadi
keluarga dalam merawat anggota keluarga
pembesaran limpa dan hati yang berdampak
dengan anak thalasemia mayor, manajemen
perut membesar (Wong et al, 2009).
perawatan penyakit thalasemia, koping yang
Dampak pada pasien thalasemia tidak
positif dan sumber komunitas dalam
hanya saja bagi pasien itu sendiri, bahkan
perawatan pasien dengan thalasemia (Stuart,
dapat berdampak pada keluarganya, dimana
2009). Hasil wawancara dengan Kepala
keluarga juga mengalami dampak psikososial,
Ruang Thalasemia di BLUD Rumah Sakit
emosial, beban waktu dan tenaga untuk
Umum Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
merawat anak untuk menjalani program
diperoleh informasi bahwa perawat dan
pengobatan seumur hidupnya (Wong et al,
tenaga kesehatan tidak pernah memberikan
2009b). Keluarga harus menyediakan waktu
psikoedukasi kepada keluarga, namun apabila
lebih banyak untuk menemani anak menjalani
keluarga menanyakan informasi mengenai
pengobatan dan begitu finansial untuk biaya
thalasemia, maka perawat baru
pengobatan anak. Sehingga keluarga juga
menjelaskannya.
sangat cemas terhadap anaknya sehingga
keluarga sangat overprotektif pada anak
METODE
(Wong et al, 2009).
Desain penelitian
Kecemasan merupakan emosi yang
dirasakan yang tidak menyenangkan sehingga Penelitian ini menggunakan jenis
dapat menimbulkan gejala kekhawatiran dan penelitian kuantitatif dengan desain Pre-
rasa takut yang dialami keluarga (Hawari, exsperiment Design dengan rancangan
2009). Upaya yang dapat dilakukan keluarga penelitian yang digunakan Pretest-Posttest
untuk mengurangi kecemasan atau stressor design yang merupakan penelitian dengan
tergantung bagaimana koping yang digunakan cara memberikan pretest (pengamatan awal)
oleh keluarga tersebut. Koping merupakan terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi,
berbagai macam strategi yang digunakan oleh setelah itu diberikan intervensi, kemudian
keluarga untuk mengatasi masalah sehari-hari. dilakukan posttest (pengamatan akhir).
Strategi koping keluarga berfungsi sebagai dimana tujuan dari penelitian ini adalah untuk
proses atau adaptasi yang vital, melalui proses mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap
dan mekanisme, sehingga keluarga dapat koping orang tua dalam merawat anak dengan
menjalankan fungsi keluarga dengan baik thalasemia.
(Stuart, 2009).

70
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
Populasi dan sampel a. Pegawai Negeri
3 15
Populasi penelitian ini adalah seluruh (PNS)
keluarga yang mempunyai anak dengan b. Pengawai swasta 3 15
c. Wiraswasta 6 30
penyakit thalasemia mayor yang berdomisili
d. Ibu rumah tangga
di Kota Banda Aceh. Data awal yang (IRT)
7 35
diperoleh dari di BLUD RSU Dr. Zainoel e. Petani 1 5
Abidin terdapat 25 keluarga yang mempunyai Penghasilan keluarga
anak dengan thalasemia. 4.
perbulan
Sampel adalah sebagian dari jumlah a. Diatas UMR
dan karakteristik populasi yang diteliti 10 50
(>1.800.000)
(Sastoasmoro & Ismail, 2011). Sampel yang b. Dibawah UMR
10 50
digunakan dalam penelitian ini adalah total (<1.800.000)
sampling dimana yang yang menjadi sampel
adalah keluarga yang merawat anak
thalasemia, dari 25 keluarga yang
direncanakan sebagai responden tidak
terpenuhi karena dalam penelitian 4 keluarga
tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian
karena berbagai alasan yaitu 3 keluarga
menolak berpartisipasi, 1 keluarga
mengatakan anak yang menderita thalasemia
sudah meninggal, dan 1 keluarga lagi tidak
dapat dihubungi karena sudah pindah kekota
lain.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Kota Banda
Aceh pada keluarga yang mempunyai anak
dengan thalasemia. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun
2015.

HASIL PENELITIAN
Analisa Univariat
Karakteristik Responden

Hasil analisis statistik karakteristik


responden menggambarkan distribusi
responden berdasarkan usia, pendidikan,
pekerjaan, dan penghasilan.

Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan


Kategori Usia, Pendidikan, Pekerjaan,
Penghasilan Keluarga (N=20).

No Variabel f %
1. Usia
a. Dewasa awal 10 50
b. Dewasa
8 40
pertengahan
c. Dewasa Akhir 2 20
2 Tingkat Pendidikan
a. SD 1 5
b. SMP 3 15
c. SMA 8 40
d. Perguruan Tinggi 8 40
3. Jenis Pekerjaan
71
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
notabenenya adalah ibu rumah tangga dan
Berdasarkan tabel 1 diperoleh hasil penghasilan keluarga perbulan diatas UMR
bahwa dari 20 responden mayoritas (50%) berkisar antara 1.800.000 sampai
responden berada pada usia dewasa awal dengan 3.500.000 rupiah.
dengan frekuensi (50%) yaitu usia yang
berkisar antara 18 sampai 40 tahun, tingkat Analisa Bivariat
pendidikan berada pada kategori tinggi yaitu Hasil penelitian tentang pengaruh
pada level SMA dan penguruan tinggi psikoedukasi terhadap koping orang tua
masing-masing 40%, jenis pekerjaan dalam merawat anak dengan thalasemia di
responden yang terbanyak sebesar 35% yang Kota Banda Aceh tersaji pada tabel 2 berikut:

Tabel 2. Perbedaan Rata-rata Koping Orang Tua Sebelum dan Sesudah Dilakukan Intervensi
Psikoedukasi (n=20)

Variabel Mean Median SD D P value


Koping
1. Pre-Intervensi 103.85 104.00 7.862
10.50 0.001
2. Post-Intervensi 115.25 114.00 7.283

72
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
Berdasarkan tabel 2 diatas diperoleh
masalah, menentukan pilihan, mengevaluasi
untuk pengaruh psikoedukasi koping orang
pilihan dan memilih yang terbaik, bertindak,
tua dalam merawat anak dengan thalasemia p
dan melihat apakah ia bekerja, menghasilkan
value 0.001, hal ini menunjukkan bahwa
peningkatan kemampuan memecahkan
korelasi antara koping orang tua sebelum dan
masalah dan hasil penanggulangan lebih baik.
sesudah dilakukan intervensi.
Tanpa koping yang efektif, fungsi keluarga
Psikoedukasi adalah signifikan maka
tidak dapat dicapai secara adekuat. Studi
dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, artinya
kualitatif pada 25 keluarga yang
pemberian psikoedukasi sangat
mempunyai anak dengan thalasemia,
mempengaruhi kecemasan dan koping orang
menunjukkan bahwa semua orang tua
tua dalam merawat anak dengan thalasemia di
mengalami kecemasan dalam merawat anak
Kota Banda Aceh.
dengan thalasemia, namu mereka menerima
keadaan tersebut dan mereka harus mengatasi
PEMBAHASAN
masalah tersebut demi anak-anak mereka, dan
Koping orang tua dalam merawat anak
dukungan prefesional yang tepat dapat
dengan thalasemia sebelum dan sesudah membantu mengurangi stress dan
dilakukan intervensi psikoedukasi memfasilitasi koping dengan menawarkan
informasi dan dukungan emosional (Ahmad
Hasil penelitian diperoleh rata-rata & Atkin, 1999).
koping orang tua sebelum diberikan intervensi
psikoedukasi adalah 103.85 dan rata-rata Pengaruh psikoedukasi terhadap koping
sesudah diberikan intervensi psikoedukasi
adalah 115.25, dan sebagian dari responden orang tua dalam merawat anak dengan
menyangkal anaknya menderita thalasemia, thalasemia
koping yang digunakan responden dengan Hasil uji statistik menunjukan terdapat
meningkatkan keyakinan bahwa semua yang perbedaan yang sangat signifikan intervensi
dialami merupakan cobaan dari yang Maha psikoedukasi terhadap penurunan rata-rata
Kuasa peningkatan rata-rata koping orang tua dalam
Penelitian ini sesuai dengan penelitian merawat anak dengan thalasemia. Semua
Dopp (2008) dan Wrdaningsih (2007) yang responden dalam penelitian ini mengalami
memperlihatkan adanya pengaruh kecemasan sebelum diberikan intervensi
psikoedukasi keluarga secara bermakna dalam psikoedukasi (sesuai dengan kriteria inklusi)
menurunkan beban keluarga dalam merawat dengan skor yang bervariasi, dimana tanda
klien gangguan jiwa. Studi lain yang dan gejala kecemasan yang dirasakan oleh
dilakukan Nurbani (2009) studi kuantitatif rata-rata responden sebagian besar mengalami
terhadap 50 responden menunjukkan gejala psikologis seperti ketakutan, firasat
mekanisme koping berhubungan dengan buruk, tenang dan juga gejala somatik seperti
pengetahuan, ketrampilan sosial atau kelelahan dan sakit kepala, namun ada
komunikasi. beberapa responden yang menyangkal
Penelitian lain yang mendukung adalah anaknya menderita thalasemia, meskipun
penelitian yang dilakukan Magliano et al kecemasan yang didapatkan bervariasi, rata-
(2006) tentang efektifitas psikoedukasi rata strategi koping responden masih cukup
keluarga terhadap kepribadian dan fungsi baik dengan rata-rata koping sebelum
sosial penderita schizophrenia dan kaitanya diberikan intervensi psikoedukasi 103.85 dan
dengan kepribadian dan koping keluarga. sesudah dilakukan
Koping merupakan cara atau usaha Intervensi psikoedukasi keluarga
individu dalam menghadapi suatu kondisi ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan
yang mengancam dan perasaan yang tidak dan pemahaman keluarga tentang penyakit
menyenangkan, serta bagaimana individu yang diderita oleh anaknya, sehingga keluarga
tersebut menyelesaikan masalah yang dapat mengekspresikan beban yang dirasakan
dihadapinya (Stuart, 2009). secara psikologis dan sosial dalam merawat
Keterampilan kemampuan anak dengan thalasemia. Hal ini sesuai
memecahkan masalah merupakan intervensi dengan penelitian sebelumnya (Kaslow et al,
yang telah dikembangkan. Secara khusus, 2000) bahwa intervensi psikoedukasi
membantu orang tua untuk belajar langkah meningkatkan pengetahuan anak dan orang
pemecahan masalah yaitu, mengidentifikasi
73
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
tua. Juga hasil penelitian lain Nurbani (2009),
kondisi sosialnya dengan segala permasalahan
menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi
yang dihadapinya.
keluarga dapat menurunkan kecemasan dan
Psikoedukasi merupakan suatu
beban keluarga dalam merawat anggota
tindakan yang diberikan kepada individu atau
keluarga dengan penyakit stroke
orang tua untuk memperkuat strategi koping
Hasil penelitian lain menunjukkan
atau suatu cara khusus dalam mengatasi
bahwa psikoedukasi terdapat pengaruh pada
permasalahan psikologis yang dialami oleh
kecemasan dan koping sesuai dengan
seseorang (Mottaghipour & Bickerton, 2005).
penelitian Ahmad dan Atkin (1996) yang
Intervensi psikoedukasi dalam penelitian ini
menyatakan bahwa semua orang tua
diberikan kepada respon melalui kegiatan
mengalami kecemasan dalam merawat anak
pendidikan kesehatan tentang penyakit
dengan penyakit thalasemia, namun mereka
thalasemia, manajemen cemas dan latihan
menerima keadaan tersebut dan mereka harus
koping. Manajemen cemas yang diberikan
mengatasi permasalahan tersebut demi anak-
kepada responden berupa pemberian latihan
anak mereka. Juga hasil studi fenomenologis
nafas dalam mengatasi kecemasan yang
Nahalla dan Fitzgerald (2003) yang
dialami oleh responden sebagi dampak dalam
mengambarkan masalah yang terkait dalam
merawat anak dengan thalasemia, sedangkan
merawat anak dengan thalasemia, yaitu orang
untuk latihan koping adalah dengan cara
tua mengalami kekhawatiran sehingga
memberikan kesempatan kepada setiap
dibutuhkan peningkatan kesadaran perawat
responden untuk mengeksplorasi perasaan
dalam memenuhi kebutuhan psikologis orang
cemas serta kesempatan untuk saling tukar
tua.
pikiran dan pengalaman dengan responden
Dua riset metaanalisis yang dilakukan
yang lain. Intervensi psikoedukasi dalam
oleh Cuijpers (1999) dan Pitschel-Walz et al
penelitian ini menggunakan metode ceramah,
(2001) membuktikan bahwa intervensi
diskusi. Hal ini sejalan dengan penelitian
terhadap keluarga secara signifikan dapat
Ahmad dan Atkin (1996) bahwa dukungan
menurunkan tingkat beban keluarga. Secara
professional yang tepat dapat membantu
spesifik, intervensi dapat mengurangi
mengurangi stress dan memfasilitasi koping
pengalaman distress psikologis keluarga,
dengan memberikan informasi dan dukungan
memperbaiki fungsi keluarga dan hubungan
emosional. Penelitian lain yang dilakukan
antara pasien dengan keluarga.
Liberman dan Supratiknya, (2011),
Setiap orang tua memiliki cara dan
psikoedukasi keluarga dapat dianggap sebagai
pengembangan tugas keluarga yang berbeda,
rehabilitasi karena program tersebut
hal ini tergantung terhadap budaya yang
memberikan sesuatu untuk keluarga.
dikembangkan oleh suatu keluarga tersebut.
Pemberian informasi dirasakan oleh
Terdapat lima bentuk tugas kesehatan
peneliti lebih efektif dengan metode ceramah
keluarga diantaranya mengenal gangguan
dan diskusi secara langsung dengan individu,
perekembangan kesehatan keluarga,
karena hampir sebagian besar responden
mengambil keputusan, melakukan perawatan,
dalam penelitian ini sudah pernah mendapat
memodifikasi lingkungan untuk kesehatan
informasi tentang penyakit thalasemia baik
keluarga, dan menggunakan fasilitas
dari dokter maupun pada acara-acara ilmiah
pelayanan kesehatan. Masa krisis merupakan
atau seminar, namun sebagian besar dari
masa yang harus dilewati oleh orang tua
responden mengakui bahwa pemahaman
ketika mereka dihadapkan oleh kejadian yang
tentang penyakit thalasemia masih sangat
akan menimbulkan konflik, stress, dan
kurang, hal ini kemungkinan disebabkan oleh
tekanan dalam sebuah keluarga. Marwiati
karena penjelasan yang terlalu umum dan
(2005), menyatakan bahwa setiap keluarga
dengan bahasa yang agak sulit dipahami oleh
yang memiliki anak dengan penyakit kronik,
responden. Lukens dan Mac Farlane dalam
akan selalu mengalami permasalahan baik
Cartwrigt (2007) mengutip beberapa hasil
dalam hal finansial, sibling, perhatian orang
penelitian yang menunjukkan bahwa
tua, dan konflik antara pasangan. Adanya
intervensi psikoedukasi dapat menurunkan
tekanan dan beban psikologis yang
gejala masalah kesehatan mental, khususnya
ditanggung oleh orang tua akibat merawat
dapat menurunkan kecemasan dan depresi.
anak dengan penyakit kronis membuat
Penelitian lain yang berhubungan, yaitu
mereka harus mampu mempertahankan
Hasanat dan Ningrum (2010) mengenai

74
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
program psikoedukasi terhadap kualitas hidup Departemen Kesehatan RI. (2007). Riset
pasien diabetes, pada sampel yang berjumlah Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta:
20 pasien, program psikoedukasi diberikan Badan Penelitian dan Pengembangan.
sebanyak 4 sesi, meliputi materi edukasi,
latihan kesadaran pikiran dan perasaan terkait
dengan kondisi kesehatan pasien, Dopp, P. (2008). Single & multi family
pemberdayaan pasien melalui diskusi network: An integrative response to
kelompok. Hasil penelitiannya menujukkan
serious mental illness.
psikoedukasi membantu pengelolaan pasien
diabetes menjadi lebih baik. www.proquest.com.pqdauto. Diperoleh
tanggal 5 Februari 2014.
KESIMPULAN
Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa pemberian psikoedukasi sangat Friedman, Marylin M., Bowden, V. R., &
berpengaruh terhadap peningkatan koping Jones, E.G. (2010). Buku ajar
orang tua dalam merawat anak dengan keperawatan keluarga riset, teori &
thalasemia (P value =0.001). Terkait dengan praktik. Alih bahasa, Achir Yani S.
kesimpulan hasil penelitian bahwa pemberian Hamid, dkk; Editor Edisi Bahasa
psikoedukasi dapat meningkatkan koping,
Indonesia, Estu Tiar. Ed. 5. Jakarta:
terdapat beberapa hal yang dapat disarankan
untuk pengembangan dari hasil penelitian ini EGC
terhadap upaya peningkatan pelayanan mutu
keperawatan serta meminimalkan dampak
psikologis akibat penyakit thalasemia baik Hawari, D. (2009). Psikometri alat ukur
bagi penderita maupun keluarganya (skala) kesehatan jiwa. Jakarta : FKUI
Hasil penelitian ini dapat dilanjutkan
sebagai bentuk intervensi di rumah sakit yang
dapat dijadikan sebagai pedoman dalam Hasanat, N.U. & Ningrum, R.P (2010).
penatalaksanaan gangguan psikologis pada Program psikoedukasi bagi pasien
orang tua yang mempunyai anak dengan Diabetes. Yogyakarta.
thalasemia. Psikoedukasi yang diberikan
melalui modul yang telah dirancang member
dampak terhadap peningkatan koping yang Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2009).
adaptif pada keluarga yang merawat anak Essential of paediatric nursing.
thalasemia, bagi peneliti lain dapat St.Louis: Mosby
mengaplikasikan psikoedukasi dan modul
dengan memodifikasi untuk diterapkan pada
penyakit kronis lainnya. Kaslow, et al. (2000). The efficacy of a pilot
family psychoeducational intervenstion
DAFTAR PUSTAKA for pediatric sickle cell disease. Journal
Atkin, K. & Ahmad, W.I. (1999). Family
of Psychosocial Nursing, 36 (4), 29-32.
caregiving and chronic illness: How
parents cope with a child with a sickle
cell disorder or thalasemia. Center for Lazarus R.S, Folkman S. (1984). Stress,
Rearch in primary care. Nuffield appraisal, and coping. New York:
Institute for Health. University of Springer Publishing Company
Leeds. UK.
Marwiati. (2005). Hubungan tingkat
Carwright, M.E. (2007). Psychoeducation kecemasan dengan strategi koping pada
among caregivers of children receiving keluarga dengan anggota keluarga yang
dirawat dengan penyakit jantung.
mental health services. Dissertation.
Jurnal Kesehatan Surya Medika:
Ohio ; Graduate School of The Ohio Yogyakarta.
State University

75
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
Magliano, L. et al. (2006). Special section: A
memorial tribute: patient fungctioning
and family burden in a controlled,
real- world trial of family
pschoeducation for schizophrenia.
Psychiatric Services. Arlington.
www.proquest.com.pqdauto. Diperoleh
2 Februari 2014.

Mottaghipour, Y. & Bickerton. (2005). The


pyramid of family care: A framework

76
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
for family involvement with adult mental health services. Toronto: Prentice Hall Health.

Muncie, H. J. & Campbell, J. S. (2009). Alpha and beta thalassemia. Diakses dari
http://webscohost.com/ pada tanggal 23 Oktober 2013.

Nahalla, C. K., Fitzgerald, M., (2003). The impact of regular hospitalization of children living with
thalasemia on their parents in Sri Lanka: a Phenomenological study. Int J Nurs pract.

Nurbani. (2009). Pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap masalah psikososial ansietas dan beban
keluarga dalam merawat pasien stroke di RSUPN. Cipto Mangunkusumo. Jakarta.

Pots, N. L & Mondleco, B. L. (2007). Pediatric nursing; Caring for children and their families (2nd
ed). New York: Thomson Corporation.

Sastroasmoro, S. & Ismael, S. (2011). Dasar- dasar metodelogi penelitian klinis. Edisi 4. Jakarta:
CV. Sagung Seto.

Stuart, G.W. (2009). Principles and practice of psychiatric nursing. 9th edition. Mosby, Inc., an
affiliate of Elsevier, Inc.

Stuart, G. W. & Laraia, M. T. (2005). The principle and practice of psychiatric nursing. Edisi 8.
Elsevier Mosby. St. Louis Missouri.

77
Idea Nursing Journal Nurhasana
h
Supratiknya, A. (2011). Merancang program dan modul psikoedukasi. Edisi Revisi. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.

Vacarolis, E. M. et al. (2006). Foundation of psychiatric mental health nursing a clinical


approach. Edisi 5. Saunders Elseiver. St. Louis. Missouri.

Wahyuni, M. (2010). Perbandingan kualitas hidup anak penderita thalasemia dengan saudara
penderita thalasemia yang normal (abstrak). Universitas Sumatera.

Weather, D. J. & Clegg, J. B. 2001. The thalasemia Syndromes. 4th edition. Blackwell Scientific
Public. Oxford.

Wong, D. L., Hockenberry, M. Wilson, D., Winkelstein, M. L., & Schwartz, P. (2009a). Buku ajar
keperawatan pediatric edisi 6 volume 2. Jakarta: EGC

Wong, D. L., Hockenberry, M. Wilson, D., Winkelstein, M. L., & Schwartz, P. (2009b). Buku ajar
keperawatan pediatric edisi 6 volume 1. (Andry Hartono, Sari Kurnianingsih, & Setiawan,
Penerjemah). Jakarta: EGC.

78