Anda di halaman 1dari 10

TUGAS OTK 2

EVAPORASI DAN PENGERINGAN

OLEH:

AISYAH IRSAN 061730400313


CAHYO SASMITO 061730400314
AYU SHERLINA 061730400315
DEA AYU OKTAVIA 061730400316
DIMAS TIRTAYASA RACHMAN HAKIM 061730400317
FADHILLA SHANDY 061730400318
HAFIDH SYIHAB 061730400319
LATIFAH WULANDARI 061730400320

DOSEN PENGAJAR :

Dr. Ir. H. M. Yerizam, M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala Rahmat dan Karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menganai materi yang berjudul “EVAPORASI
DAN PENGERINGAN”.

Penulis menyadari bahwa penulisan tugas ini masih belum sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan makalah
ini. Akhir kata dengan segala kerendahan hati, penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Palembang, Desember 2019

Penulis
SOAL :

1. Jelaskan perbedaan mekanisme evaporasi dengan pengeringan !


2. Bagaimana pengaruh temperatur, tekanan dan konsentrasi terhadap kedua peristiwa
tersebut !
3. Berikan contoh pabrik yang menggunakan peralatan evaporator dan dryer !

JAWABAN

1. Perbedaan mekanisme evaporasi dengan pengeringan


Perbedaan antara PENGERINGAN dan PENGUAPAN
 Pengeringan (drying) : mengurangi kadar air dalam bahan padat / semi padat.
Pengurangan air pada pengeringan lebih banyak dibanding penguapan. Media yg
digunakan bisa berupa gas, Terjadi karena perbedaan konsentrasi air dipermukaan
benda padat (jenuh) dengan udara luar (tidak jenuh) atau perbedaan tekanan antara
permukaan bahan (besar) dengan udara luar (kecil) shg terjadi perpindahan massa
dari permukaan benda ke udara.
 Penguapan (evaporasi) : pemisahan uap air dlm bentuk suatu campuran murni yg
mengandung air relatif banyak. Pengurangan air lebih kecil dibanding pengeringan.
Dipisahkan dg media pemanasan pada titik didihnya

 Mekanisme Pengeringan
- Perpindahan energi dari lingkungan untuk menguapkan air yang terdapat
di permukaan benda padat.
Perpindahan energi dari lingkungan ini dapat berlangsung secara konduksi,
konveksi , radiasi, atau kombinasi dari ketiganya. Proses ini dipengaruhi oleh
temperatur, kelembapan, laju dan arah aliran udara, bentuk fisik padatan, luas
permukaan kontak dengan udara dan tekanan. Proses ini merupakan proses
penting selama tahap awal pengeringan ketika air tidak terikat dihilangkan.
Penguapan yang terjadi pada permukaan padatan dikendalikan oleh peristiwa
difusi uap dari permukaan padatan ke lingkungan melalui lapisan film tipis
udara
- Perpindahan massa air yang terdapat di dalam benda ke permukaan
Ketika terjadi penguapan pada permukaan padatan, terjadi perbedaan
temperatur sehingga air mengalir dari bagian dalam benda padat menuju ke
permukaan benda padat. Struktur benda padat tersebut akan menentukan
mekanisme aliran internal air.
 Mekanisme Evaporasi
Evaporasi merupakan proses penambahan konsentrasi suatu zat tertentu
melalui proses perubahan molekul dari zat campurannya (zat cair menjadi molekul
uap/gas), intinya adalah evaporasi merupakan proses penguapan, perbedaannya
dengan distilasi adalah bila distilasi uapnya yang diinginkan, pada proses ini zat
yang tertinggal itulah yang diinginkan, sedangkan uapnya biasanya dibuang,
biasanya molekul yang menguap ini memiliki energi yang lemah untuk terikat
dengan cairan, sehingga dengan spontan menjadi uap karna suhu yang sudah
mencapai pada titik didih zat tersebut. Namun adapula zat yang mempunyai energi
keterikatan yang kuat antara molekul satu dengan yang lainnya, contohnya yaitu
minyak goreng, apabila zat ini diuapkan, terjadi juga proses penguapan namun
berjalan lambat.
Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1)
evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami, dan (2)
evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan
uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
Evaporasi secara alami adalah proses pertukaran melalui molekul air di
atmosfer atau peristiwa berubahnya air atau es menjadi uap di udara.Penguapan
terjadi pada tiap keadaan suhu sampai udara di permukaan tanah menjadi jenuh
dengan uap air.
Proses evaporasi terdiri dari dua peristiwa yang berlangsung :
1. Interface evaporation, yaitu transformasi air menjadi uap air di permukaan
tanah. Nilai ini tergantung dari tenaga yang tersimpan.
2. Vertikal vapour transfers, yaitu perpindahan lapisan yang kenyang dengan
uap air dari interface ke uap (atmosfer bebas).
Besar kecilnya penguapan dari permukaan air bebas dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu:
a. Kelembaban udara (semakin lembab semakin kecil penguapannya)
b. Tekanan udara
c. Kedalaman dan luas permukaan, semakin luas semakin besar penguapannya
d. Kualitas air, semakin banyak unsur kimia, biologi dan fisika, penguapan
semakin kecil.
e. kecepatan angin
f. Topografi, semakin tinggi daerah semakin dingin dan penguapan semakin
kecil
g. Sinar matahari
h. Temparatur
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan)
dengan penambahan panas (Robert B. Long, 1995). Panas dapat disuplai dengan
berbagai cara, diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi
diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu (1) pemberian panas ke
dalam cairan, (2) pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap, (3)
pemisahan uap dari cairan, dan (4) mengkondensasikan uapnya.
Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke
dalam zat cair mendidih (Warren L. Mc Cabe, 1999).
Sedangkan pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan
sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan
produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Pengeringan pada dasarnya merupakan
proses perpindahan energy yang digunakan untuk menguapkan air yang berada
dalam bahan, sehingga mencapai kadar air tertentu agar kerusakan bahan pangan
dapat diperlambat. Kelembapan udara pengering harus memenuhi syarat yaitu
sebesar 55 – 60% . Perpanjangan daya simpan terjadi karena aktivitas
mikroorganisme dan enzim menurun sebagai akibat jumlah air yang dibutuhkan
untuk aktivitasnya tidak cukup. Proses pengeringan bukan merupakan proses
sterilisasi. Produk yang sudah dikeringkan harus dijaga supaya kadar airnya tetap
rendah. Pengeringan adalah proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam
jumlah yang relative kecil dari bahan dengan menggunakan energi panas (Pinem,
2004).
Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan
sebagian besar air dari suatu bahan melalui penerapan energi panas. Pengeringan
dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi surya (pengeringan alami) dan dapat
juga dilakukan dengan menggunakan peraiatan khusus yang digerakkan dengan
tenaga listrik. Proses pengeringan bahan pangan dipengaruhi oleh luas permukaan
bahan pangan, suhu pengeringan, aliran udara, tekanan uap air dan sumber energi
yang digunakan serta jenis bahan yang akan dikeringkan. Nilai gizi makanan yang
kering akan lebih rendah jika dibandingkan dengan makanan yang segar.
Pengeringan akan menyebabkan tejadinya perubahan warna, tekstur dan aroma
bahan pangan. Pada umunmya bahan pangan yang diikeringkan akan mengalami
pencoklatan (browning) yang disebabkan oleh reaksi-reaksi non-enzimatik.
Pengeringan menyebabkan kadar air bahan pangan menjadi rendah yang juga akan
menyebabkan zat-zat yang terdapat pada bahan pangan seperti protein, lemak,
karbohidrat dan mineral akan lebih terkonsentrasi. Vitamin - vitamin yang terdapat
dalam bahan pangan yang dikeringkan akan mengalami penurunan mutu, hal ini
disebabkan karena ada berberapa vitamin yang tidak tahan terhadap suhu tinggi.
Proses pengeringan yang berlangsung pada suhu yang sangat tinggi akan
menyebabkan terjadinya case hardening, yaitu bagian permukaan bahan pangan
sudah kering sekali bahkan mengeras sedangkan bagian dalamnya masih basah
(Rosdaneli, 2008).
Hasil dari proses pengeringan adalah bahan kering yang mempunyai kadar
air setara dengan kadar air keseimbangan udara (atmosfir) normal atau setara
dengan nilai aktivitas air (aw) yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis
dan kimiawi. Pengertian proses pengeringan berbeda dengan proses penguapan
(evaporasi). Proses penguapan atau evaporasi adalah proses pemisahan uap air
dalam bentuk murni dari suatu campuran berupa larutan (cairan) yang mengandung
air dalam jumlah yang relatif banyak. Meskipun demikian ada kerugian yang
ditimbulkan selama pengeringan yaitu terjadinya perubahan sifat fisik dan kimiawi
bahan serta terjadinya penurunan mutu bahan (Astutik, 2008).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaporasi tidak sama dengan
pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair – kadang-kadang zat
cair yang sangat vuskos – dan bukan zat padat. Perbedaan lainnya adalah, pada
evaporasi cairan yang diuapkan dalam kuantitas relatif banyak, sedangkan pada
pengeringan sedikit.
Dan juga terdapat berbagai perbedaan dalam pengertian, bahan, dan kadar air yang
dikeringkan yaitu:

Pengeringan (drying) :
• mengurangi kadar air dalam bahan padat / semi padat
• Pengurangan air pada pengeringan lebih banyak dibanding penguapan
• Media yg digunakan bisa berupa gas
• Terjadi karena perbedaan konsentrasi air dipermukaan benda padat (jenuh)
dengan udara luar (tidak jenuh) atau perbedaan tekanan antara permukaan bahan
(besar) dengan udara luar (kecil) shg terjadi perpindahan massa dari permukaan
benda ke udara.

Penguapan (evaporasi) :
• pemisahan uap air dlm bentuk suatu campuran murni yg mengandung air
relatif banyak
• Pengurangan air lebih kecil dibanding pengeringan
• Dipisahkan dg media pemanasan pada titik didihnya
2. Pengaruh temperatur, tekanan dan konsentrasi terhadap proses evaporasi dan pengeringan
- Pada proses evaporasi

Pengaruh suhu dan tekanan terhadap konsentrasi

Suhu evaporasi berpengaruh pada kecepatan penguapan. Semakin tinggi


suhu evaporasi maka penguapan yang terjadi semakin cepat dan konsentrasi semain
meningkat namun penggunaan suhu yang tinggi dapat menyebabkan beberapa
bahan yang sensitiv terhadap panas mengalami kerusakan. Untuk memperkecil
resiko kerusakan tersebut maka suhu evaporasi yang digunakan harus rendah. Suhu
evaporasi dapat diturunkan dengan menurunkan tekanan evaporator.

- Pada proses pengeringan


Pengaruh suhu terhadap konsentrasi
Semakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan bahan
pangan makin cepat pemindahan panas ke dalam bahan dan makin cepat pula
penghilangan air sehingga konsentrasi air pada bahan akan semakin berkurang. Air
yang keluar dari bahan yang dikeringkan akan menjenuhkan udara sehingga
kemampuannya untuk menyingkirkan air berkurang. Jadi dengan semakin tinggi
suhu pengeringan maka proses pengeringan akan semakin cepat. Akan tetapi bila
tidak sesuai dengan bahan yang dikeringkan, akibatnya akan terjadi suatu peristiwa
yang disebut "Case Hardening", yaitu suatu keadaan dimana bagian luar bahan
sudah kering sedangkan bagian dalamnya masih basah.

Pengaruh tekanan udara


Semakin kecil tekanan udara akan semakin besar kemampuan udara untuk
mengangkut air selama pengeringan, karena dengan semakin kecilnya tekanan
berarti kerapatan udara makin berkurang sehingga uap air dapat lebih banyak
tetampung dan disingkirkan dari bahan pangan. Sebaliknya jika tekanan udara
semakin besar maka udara disekitar pengeringan akan lembab, sehingga
kemampuan menampung uap air terbatas dan menghambat proses atau laju
pengeringan.
Evaporasi ( penguapan ) sangatlah bergantung dari adanya karakteristik
lokasi sehingga dapat menyebabkan adanya faktor meteorologi yang dapat
berperan terhadap proses evaporasi yang berbeda dari tempat ke tempat lainnya.

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi adalah

• Suhu ( temperatur)

Walaupun cairan dapat ber evaporasi di bawah suhu sekalipun pada titik
didihnya. Akan tetapi, prosesnya akan lebih cepat terjadi apabila suhu di se
kelilingnya tinggi. Demikian ini dapat terjadi disebabkan adanya evaporasi yag
dapat menyerap kalor laten dari sekelilingnya. Dengan demikian, semakin tinggi
suhu yang terdapat disekelilingnya maka akan semakin banyak pula jumlah kalor
yang terserap untuk mempercepat evaporasi.

• Tekanan

Apabila semakin besar tekanan yang dialami, semakin lambat pula


evaporasi dapat terjadi. Sehingga pada tetesan air yang terdapat di gelas botol yang
terdapat udara yang dikosongkan ( tekanan udara yang berkurang ) maka semakin
akan cepat pula terjadi evaporasi.

• Sifat cairan

Cairan dengan titik didih yang terbilang rendah akan ter evaporasi lebih
cepat dibandingkaan dengan cairan yang memiliki titik didih besar

Contoh dari hal ini adalah raksa dengan titik didih 357 derajat lebih susah
terevaporasi di bandingkan dengan eter yang titik didihnya berada pada 35 derajat
celcius.
3. Evaporator digunakan pada industri gula seperti PT PN VII Pabrik Gula Cinta Manis. Alat
yang digunakan yaitu Quadrruple Effect Evaporator.

Dryer digunakan pada industri pulp seperti PT Tanjung Enim Lestari Pulp & Paper