Anda di halaman 1dari 9

ATOM BERELEKTRON BANYAK

(Rangkuman Fisika Modern)

Dosen Pengampu:
Drs. I Dewa Putu Nyeneng, M.Sc.
Drs. I Wayan Distrik, M.Si.

Oleh Kelompok 1:
Asia Anis Lasia 1613022055
I Putu Yogi S. P 16130220
Karina Wijaya 16530220
Kurniawan S. 1613022047
Vina Aprilia Ashra 1613022001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang atas rahmat dan hidayahnya penyusun
dapat menyelesaikan rangkuman tentang “Atom Berelektron Baynyak”. Penulisan
rangkuman ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika Modern yang
diberikan oleh pembimbing. Tak lupa penyusun menyampaikan ucapan terima
kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dalam penulisan rangkuman ini penyusun menyadari masih banyak kekurangan


baik pada teknis penulisan maupun materi yang telah penyusun cantumkan,
mengingat akan kemampuan yang penyusun miliki. Untuk itu, kritik dan saran
dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah
ini. Semoga keberhasilan berpihak pada penyusun semua. Terima kasih.

Bandarlampung, 02 Juni 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii

ATOM BERELEKTRON BANYAK:


A. Spin Elektron ..................................................................................................... 1
B. Kopling Spin Orbit ........................................................................................... 2
C. Prinsip Eksklusi ................................................................................................. 3
D. Fungsi Gelombang Simetrik dan Antisimetrik ................................................. 4
E. Konfigurasi Elektron ........................................................................................ 5
F. Tabel periodik ................................................................................................... 6
G. Momentum Sudut Total ................................................................................... 7
H. Kopling LS ....................................................................................................... 8
I. Kopling jj ........................................................................................................... 8
J. Spektrum Satu-Elektron .................................................................................... 8
K. Spektrum Dua-Elektron..................................................................................... 8
L. Spektrum Sinar X. ............................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA
MATERI BAB VII
ATOM BERELKTRO BANYAK

Atom merupakan bagian terkecil dari sebuah elemen yang di pisah secara
fisika. Inti Atom terdiri atas proton yang bermuatan positif , dan neutron
yang bermuatan netral ( kecuali pada inti atom hydrogen -1 yang tidak
memiliki neutron. Electron-elektron pada sebuah atom terkait pada inti
atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom yang dapat berkaitan
dan membentuk sebuah molekul.

A. SPIN ELEKTRON
Teori atom yang sudah dijelaskan tidak dapat menjelaskan beberapa hal,
seperti banyak garis spectrum yang sebenarnya terdiri dari dua (2) garis
terpisah (struktur halus), misalnya transisi antara n=3 dan n=2 pada deret
balmer dari atom hydrogen
- Ramalan teoritis →garis tunggal : ⋋= 6563 𝐴
- Kenyataan → 2 garis berjarak 1,4 A
Efek yang ditampilkan kecil, namun jelas menunjukkan kegagalan dari teori
itu. Kegagalan lain dari teori mekanika kuantum sederhana pada atom
terjadi.

→ Efek Zeeman Normal (nomalous Zeeman effect).


- Pada efek Zeeman normal, sebuah garis spectrum terpisah menjadi
tiga komponen
- Benar benar teramati dalam beberapa unsur (3 komponen garis
spectrum terpisah), tetapi seringkali tidak teramati3, melainkan
teramati 4, 6 atau lebih.

→ Efek Zeeman tidak normal ( anomalus Zeeman effect),

Diatas merupakan Efek Zeeman tidak normal ( anomalus Zeeman effect),


yanag dimana untuk menjelaskan struktur halus ini, SA Goutsmit dan GE
Uhlenbeck, mengusulakan bahwa electron mempunyai spin (momentum
sudut intrinsic) → bola bermuatan negative (-) yang berputar terhadap
sumbunya. Pada medan magnet, rotasi sumb hanya memiliki 2
kemungkinan orientasi

Arah
Medan
Magnet

Momen
Magnet

Pada Spin elektron berperilaku sama seperti momentum sudut orbital


Momentum sudut spin memiliki rumus
𝑆 = √𝑠(𝑠 + 1),
1
𝑆=
2
1 1 √3
→𝑆 = √2 (2 + 1) ℎ, ℎ = ℎ
2
Komponen momentum sudut spin & momen magnetic memiliki
rumus :
1 1
Bilangan kuantum spin (+2 dan − 2)

𝑆𝑧 = 𝑀𝑠
1
→ 𝑆𝑧 = ± ℎ
2

(momentum sudut spin)


𝑒
𝜇𝑠 = − 𝑠
𝑚

(momen magnetic spin )


𝑒ℎ
𝜇𝑠𝑧 = ±
2𝑚

(komponen z momen magnetic spin)

Bilangan kuantum spin ini berhubungan dengan postulat Wolfgang pauli


(1900-1958) yang menyata-kan bahwa suatu elektron didalam atom tidak boleh
memiliki 4 bilangan kuantum (𝑛, 𝑙, 𝑚𝑙 , 𝑚𝑠 )yang sama. Elektron dalam orbital
yang sama akan dapat memiliki nilai n, l, dan m yang sama, sehingga untuk
nilai bilangan kuatum yang keempat yaitu bilangan kuantum spin tidak boleh
sama. Karena hanya ada 2 nilai 𝑚𝑠 maka satu orbital maksimal hanya bisa diisi
oleh dua elektron dengan dua arah putaran yang berlawanan.
Eksperimen Stern-Gerlach

Kuantisasi ruang ditunjukkan oleh eksperimen O. Stern dan W. Gerlach


Seberkas atom (perak) dilewat kan kedalam suatu daerah yang didalamnya
terdapat medan magnet tak homogenya Atom-atom dengan arah momen dipol
magnet berlawanan menderita gaya dalam 2 arah berlawanan.

Skema Experian S tern-Gerlach

Prediksi teoritis :

- Jumlah titik pada layar adalah jumlah nilai 𝑚1 yang berbeda, yaitu 2𝑙 +
1 Karena l = 0,1,2,3……→ maka jumlah titik pada layar : 1,3,5,7……
Hasil Percobaan :
- l=1→ 4 titik
- l=0 → 2 titik : untuk l=0 L=0 Tidak ada momen magnet (ternyata atom
masih mempunyai momen magnet)
1
- 2l +1=2l =2 (tdk mungkin, karena persamaan Schrodinger

membatasi l = 0, 1, 2………(n-1).
- Pemecahan dilema ini memerlukan pengenalan momentum
sudut spin Hal ini dapat dijelaskan melalui interaksi magnetik
antara momentum sudut spin danorbit elektron atom (Kopling
Spin-Orbit)
B. KOPLING SPIN-ORBIT

- Electron mengelilingi inti atom, dilihat dari kerangka acuan inti (a)
- Dari kerangka acun electron, inti mengelilingi electron (b)
Medan magnet yang dihasilkan inti atom bereaksi terhadap momen magnet
spin electron dengan energy magnetic U.
𝑈(𝜃) = −𝜇. 𝐵
→ 𝑈(𝜃) = −𝜇 cos 𝜃𝐵 = −𝜇𝑠𝑧 𝐵
𝑒ℎ
𝑈(𝜃) = ± 𝐵 = ±𝜇𝐵 𝐵
2𝑚
Jadi energy bergeser kebawah dan keatas, sebesar energy tersebut maka
mirip dengan efek zeemen, tetapi dengan B yang dihasilkan oleh gerak inti.
Sedangkan untuk lingkaran berjari-jari r yang dialiri arus I, medan magnet B
pada pusat lingkaran.
𝜇𝑜 𝑖 𝜇0 𝑒 𝑒
𝐵= = →𝑖=
2𝑟 2𝑟 𝑇 𝑇
𝜇0 𝑒𝑣 2𝜋𝑟
𝐵= →𝑇=
2𝑟 2𝜋𝑟 𝑣

C. PRINSIP EKSKLUSI
Dalam konfigurasi normal sebuah atom hidrogen, elektron berada dalam
keadaan kuantum terendah. Bagaimanakah konfigurasi normal atom
yang lebih kompleks? Apakah semua 92 elektron dalam atom
uranium dalam keadaan kuantum yang sama yang bisa dibayangkan,
barangkali, sebagai partikel-partikel yang berdesakdesak. pada orbit
Bohr tunggal, bersarna-sama mengelilingi inti? Banyak bukti-bukti yang
menunjukkan bahwa hipotesis seperti itu tidak mungkin terjacli.
Salah-satu contoh ialah perbedaan besar prilaku kimiawi yang
ditunjukkan oleh unsur tertentu yang struktur atomiknya hanya berbeda
satu elektron saja : misalnya, unsur bernomor atomik 9, 10, dan 11
berturut-turut adalah gas halogen fluorine, gas muba neon dan logam
alkali natrium. Karena struktur elektron sebuah atom mengendalikan
interaksi dengan atom lain, sulit bagi kits untuk mengerti mengapa
sifat kimiawi unsur harus berubah secara mendadak dengan
berubahriya bilangan atomik hila seluruh elektron atom itu ada dalam
keadaan kuantum yang sama.

Dalam tahun 1925, Wolfgang Pauli menemukan prinsip pokok yang


mengatur konfigurasi elektronik atom yang memiliki lebih dari satu
elektron. Prinsip eksklusinya (larangannya) menyatakan , bahwa
tidak terdapat dua elektron dalam sebuah atom yang dapat berada
dalam keadaan kuantum yang sama. Masing-masing elektron dalam
sebuah atom harus memiliki kumpulan bilangan kuantum n, 1, ml, m,
yang berbeda.

Pauli menemukan prinsip eksklusi ketika mempelajari spektrum


atomik. Dapat menemukan berbagai keadaan sebuah atom dari
spektrumnya, dan bilangan kuantum keadaan ini dapat dicari. Dalam
spektrum setiap unsur selain hidrogen, tidak terdapat sejumlah garis.
garis ini bersesuaian dengan transisi dari dan ke keadaan yang
memiliki kombinasi bilangan kuantum tertentu.