Anda di halaman 1dari 4

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

Asuhan Keperawatan Maternitas Pada Ibu Post Partum Dengan Pemberian


Pendidikan Kesehatan Masase Fundus Uteri di Ruang Dewi Kunthi
RSUD K.R.M.T Wongsonegoro

Lestari Astuti Pai


G3A019001

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Post partum merupakan suatu periode dalam minggu-minggu pertama setelah
kelahiran. Lamanya “periode” ini tidak pasti, sebagian besar menganggapnya antara 4
sampai 6 minggu. Walaupun merupakan masa yang relative tidak komplek
dibandingkan dengan kehamilan, nifas ditandai oleh banyaknya perubahan fisiologi.
Beberapa dari perubahan tersebut mungkin hanya sedikit menganggu ibu, walaupun
komplikasi serius juga sering terjadi (Cunningham, F, et al, 2013).
Involusi adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil
dengan berat sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat
kontraksi otot-otot polos uterus. Involusi disebabkan oleh kontraksi dan retraksi
serabut otot uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil maka akan menyebabkan
sub involusi. Gejala dari sub involusi meliputi lochea menetap/merah segar,
penurunan fundus uteri lambat, tonus uteri lembek, tidak ada perasaan mules pada ibu
nifas akibatnya terjadi pendarahan. Perdarahan pasca persalinan adalah kehilangan
darah lebih dari 500 ml melalui jalan lahir yang terjadi selama atau setelah persalinan
kala III. Perkirakan kehilangan darah biasanya tidak sebanyak yang sebenarnya,
kadang-kadang hanya setengah dari yang sebenarnya (Anggraini, 2010)
Pada ibu nifas involusi uterus merupakan proses yang sangat penting karena
itu memerlukan perawatan yang khusus, bantuan dan pengawasan demi pulihnya
kesehatan seperti seblum hamil proses involusi uterus disertai dengan penurunan
Tinggi Fundus Uteri (TFU) pada hari pertama, TFU di atas simfisis pubis atau sekitar
12 cm. proses ini terus berlangsung dengan penurunan TFU 1 cm setiap harinya,
sehingga pada hari ke-7 TFU berkisar 5 cm dan pada hari ke-10 TFU tidak terba di
sinfisis pubis (Bahiyatun, 2009, hlm.60).
Berdasarkan Survey kesehatan daerah tahun 2015 kematian ibu maternal di
Kota Semarang sebanyak 35 kasus dari 27.334 jumlah kelahiran hidup atau sekitar
128.05 per 100.000 KH. Kematian ibu tertinggi adalah karena eklampsia (34%),
penyebab lainnya adalah karena perdarahan (28%), disebabkan karena penyakit
sebesar (26%) dan lain-lain sebesar 12% dengan kondisi saat meninggal paling banyak
pada masa nifas yaitu 74,29% diikuti waktu hamil (17,14%).
Pendarahan yang massif berasal dari tempat implantasi plasenta, robekan pada
jalan lahir dan jaringan sekitarnya merupakan salah satu penyebab kematian ibu
disamping perdarahan karena hamil ektopik dan abortus. Perdarahan yang menetes
perlahan-lahan tetapi terus-menerus ini juga berbahaya. Perdarahan merupakan salah
satu kematian ibu dalam masa perinatal yaitu sekitar 5-15% dari seluruh persalinan.
Penyebab terbanyak dari perdarahan post partum tersebut yaitu 50-60% karena
kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus.
Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi proses terjadinya involusi
uteri, diantaranya mobilisasi dini, pengosongan kandung kemih, laktasi dan masase
fundus uteri (Nababan, 2011). Masase uterus merupakan tindakan nonfarmakologi
yang dilakukan untuk mempertahankan kontraksi uterus tetap baik sehingga dapat
mencegah terjadinya perdarahan. Masase dilakukan dengan meletakkan tangan
diabdomen bagian bawah ibu dan merangsang uterus dengan pijatan yang teratur
untuk merangsang kontraksi uterus (Hofmeyr, 2013). Kontraksi uterus juga
merupakan bagian dari involusi uterus yang dapat mempengaruhi tinggi fundus uteri .
Masase fundus uteri dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga dan pasien itu
sendiri setelah mendapatkan penjelasan atau pendidikan kesehatan mengenai masase
fundus uteri.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam karya tulis ini
adalah asuhan keperawatan pada pasien post partum spontan dengan pemberian
pendidikan kesehatan masase fundus uteri di ruang dewi kunti rsud k.r.m.t
wongsonegoro kota semarang?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Karya ilmiah ini bertujuan untuk menambah wawasan dengan menggunakan
media video untuk mengurangi tinggi fundus uteri pada ibu post partum di ruang
Dewi Kunthi RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang.
2. Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi pengetahuan ibu setelah dan sebelum diberikan pendidikan
kesehatan
2. Mengidentifikasi penurunan tinggi fundus uteri
3. Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan kesehatan masase fundus uteri
terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum di ruang Dewi
Kunthi RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang.

D. Manfaat
1. Bagi Tenaga Kesehatan
Hasil karya ilmiah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan
peneliti maupun tenaga kesehatan yang berada di ruang Dewi Kunthi RSUD
K.R.M.T Wongsonegoro mengenai masase fundus uteri yang bisa di lakukan oleh
pasien secara mandiri dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui media
video pada ibu post partum.
2. Bagi Ibu Post Partum
Ibu hamil dapat menerapkan dan melakukan secara mandiri masase tanpa
bantuan tenaga medis