Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

DECISION MAKING ( PENGAMBILAN KEPUTUSAN)

OLEH :

DWI LAKSITA NALURITA ( 1902112639)


MEGA KHARISMA

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
2019/2020
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur yang tiada hentinya bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah menolong
hamba-Nya menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dalam rangka untuk menyelesaikan
tugas kuliah pada mata kuliah pengantar manajemen dengan materi “ Decision Making”.
Dalam penyusunan makalah ini tentu saja kami telah berusaha dengan semaksimal
mungkin menyelesaikan makalah ini dengan baik. Namun kami yang hanya sebagai manusia
biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, kami memohon maaf apabila
sekiranya dalam makalah ini terdapat kesalahan, baik dari segi penulisan, bahasa ataupun materi.
Mohon beri kami kritik dan saran yang membangun.
Kami juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang terkait yang telah membantu
kami dalam proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi yang
membacanya. Terima kasih
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
1.2.RUMUSAN MASALAH
1.3.TUJUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Decision Making
2.2. Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan
2.3. Fase Pengambilan Keputusan
2.4. Teknik Pengambillan Keputusan
2.5. Proses Pengambilan Keputusan
2.6. Jenis- Jenis Pnegambilan Keputusan
2.7. Gaya Pengambilan Keputusan
2.8. Fungsi dan Tujuan Pengambilan Keputuan
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Setiap perusahaan maupun instansi pemerintahan tidak akan pernah luput dari masalah.
Terutama masalah yang berhubungan dengan pengelolaan manajemen. Jika ditinjau dari
kehidupan sehari-hari terjadinya masalah bisa disebabkan dari pihak internal maupun pihak
eksternal. Banyak pihak yang menganggap bahwa masalah yang datangnya dari pihak
eksternal lebih berbahaya sehingga di prioritaskan untuk segera diselesaikan, sedangkan
masalah yang datangnya dari dalam (internal) tidak terlalu berbahaya. Inilah suatu pandangan
yang salah dan bisa menyebabkan kehancuran dari sebuah perusahaan / instansi /organisasi.
Karena masalah yang harus kita waspadai dan harus segera kita selesaikan adalah masalah
yang datangnya dari internal. Kita lihat saja partai politik sekarang banyak yang pecah karena
disebabkan masalah di dalam internalnya, perusahaan banyak yang bangkrut karena masalah
yang datangnya dari dalam(internal).

Banyak yang mengatakan pemecahan masalah adalah aktivitas terpenting yang dilakukan
seorang manajer merupakan suatu gambaran yang terlalu disederhanakan. Pekerjaan dalam
menyelesaikan / memecahkan masalah jauh lebih rumit daripada hanya sekedar pemecahan
masalah saja. Aktivitas-aktivitas lain, seperti komunikasi, juga sama pentingnya. Akan tetapi,
aman jika dikatakan bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu aktivitas utama yang
sering kali menentukan berhasil atau tidaknya karier manajemen.
1.2.RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu Decision Making?
2. Bagaimana fase pengambilan keputusan?
3. Bagaimana teknik pengambilan keputusan?
4. Bagaimana cara pengambilan keputusan?
5. Apa saja bentuk-bentuk pengambilan keputusan?
1.3.TUJUAN
1. Untuk menyelesaikan tugas pengantar manajemen
2. Agar dapat mengetahui tentang pengambilan keputusan
3. Supaya dapat mengetahui tentang proses, cara, dan bentuk dari pengambilan
keputusan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Decision Making


Pengambilan Keputusan atau Decision making yaitu proses pemikiran dalam pemilihan
beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai-nilai atau tujuan individu
untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi masa depan. Pengambilan keputusan
(desicion making) dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau
kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternative yang
tersedia.. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keputusaan
dibuat untuk mecapai tujuan melalui pelaksanaan dan tindakan. melakukan penilaian dan
menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan
pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan
dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama,
menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.
Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli,
diantaranya adalah :
 G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai
pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
 Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh
kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk
pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
 Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan
adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari
perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan,
suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
 P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu
masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan
tindakan.
2.2. Dasar-Dasar Pengambilan Keputusan
Menurut Terry (Syamsi, 2000: 16), keputusan yang diambil oleh seseorang umumnya didasarkan
pada hal-hal berikut:
1. Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih subyektif, yang mudah
dipengaruhi oleh saran, pengaruh eksternal, dan faktor psikologis lainnya. Pengambilan
keputusan berbasis intuisi membutuhkan waktu singkat untuk masalah dengan dampak
terbatas.
2. Pengalaman
Keputusan berdasarkan pengalaman sangat berguna untuk pengetahuan praktis.
Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa latar belakang masalah dan
bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memfasilitasi penyelesaian
masalah.
3. Fakta
Keputusan berdasarkan beberapa fakta, data maupun informasi sehingga membuat
keputusan yang bagus dan solid, tetapi untuk mendapatkan informasi yang cukup sangat
sulit.
4. Wewenang
Keputusan yang didasarkan pada otoritas belaka akan menyebabkan sifat-sifat rutin dan
berhubungan dengan praktik-praktik diktator. Keputusan berdasarkan otoritas kadang-
kadang oleh pembuat keputusan sering melewati masalah yang harus diselesaikan benar-
benar menjadi kabur atau tidak jelas.
5. Rasional
Keputusan rasional terkait dengan kegunaan. Masalah yang dihadapi adalah masalah yang
membutuhkan solusi rasional. Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional
lebih objektif.
2.3. Fase Pengambilan Keputusan
1. Aktivitas intelegensia ; Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan
dipilih atau tidak.
2. Aktivitas desain ; Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktivitas intelegensia untuk
mencapai tujuan.
Aktivitas desain meliputi :
- menemukan cara-cara/metode
- mengembangkan metode
- menganalisa tindakan yang dilakukan
3. Aktivitas pemilihan ; Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan
yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.
Dari tiga aktivitas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah:
a. Mengidentifikasi masalah utama
b. Menyusun alternatif
c. Menganalisis alternatif
d. Mengambil keputusan yang terbaik
2.4. Teknik Pengambilan Keputusan
1. Operational Research/Riset Operasi ; Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan
pemecahan persoalan.
2. Linier Programming ; Riset dengan rumus matematis.
3. Gaming War Game ; Teori penentuan strategi.
4. Probability ; Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak
normal.

2.5. Proses Pengambilan Keputusan


Menurut Kotler (2000: 223), tahap-tahap proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah. Dalam hal ini, diharapkan dapat mengidentifikasi masalah yang ada
dalam suatu situasi.
2. Pengumpulan dan analisa data. Pembuat keputusan diharapkan dapat mengumpulkan
dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
3. Membuat alternatif kebijakan. Setelah masalah ditentukan dengan benar dan diatur
dengan baik, perlu dipikirkan cara untuk menyelesaikannya.
4. Pemilihan salah satu alternatif terbaik. Pilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat
untuk menyelesaikan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan atau
rekomendasi yang cermat. Dalam memilih alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena
ini menentukan alternatif yang digunakan akan berhasil atau sebaliknya.
5. Implementasi keputusan. Dalam mengimplementasikan suatu keputusan itu berarti
bahwa seorang pembuat keputusan harus dapat menerima dampak positif atau negatif.
Ketika menerima dampak negatif, pemimpin juga harus memiliki alternatif lain.
6. Memantau dan mengevaluasi hasil implementasi. Setelah keputusan dijalankan,
seseorang harus bisa mengukur dampak dari keputusan yang telah dibuat.

Menurut G. R. Terry :

1. Merumuskan problem yang dihadapi


2. Menganalisa problem tersebut
3. Menetapkan sejumlah alternatif
4. Mengevaluasi alternatif
5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
Menurut Peter Drucer :
1. Menetapkan masalah
2. Manganalisa masalah
3. Mengembangkan alternatif
4. Mengambil keputusan yang tepat
5. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif.

2.6. Jenis-Jenis Pengambilan Keputusan

1. Keputusan Terperogram (Program Decision)

Keputusan yang Diprogram atau Program Keputusan adalah keputusan yang dibuat pada kondisi
atau hal-hal yang rutin dan sering terjadi menggunakan prosedur operasi standar atau biasanya
dikenal sebagai SOP (Prosedur Operasi Standar). Program decision cukup efektif dalam
menangani masalah sehari-hari di organisasi seperti permintaan cuti karyawan, permintaan
pembelian peralatan kantor, dan permintaan lembur karyawan. Setelah keputusan dibuat,
program menentukan proses atau prosedur yang harus diikuti ketika situasi yang sama berulang.
Aturan, prosedur, dan kebijakan yang dibuat untuk menangani masalah rutin biasanya ditetapkan
sebagai Standar Perusahaan. Keputusan terprogram yaitu keputusan yang dibuat menurut
kebiasaan, aturan atau prosedur yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang. contoh: penetapan
gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan jenjang kepegawaian dan
sebagainya.

2. Keputusan Tidak Terperogram (Non-Programed Decision)

Keputusan yang Tidak Diprogram atau Tidak Diprogram adalah keputusan yang diambil atas
masalah yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan Non-Program tidak
terstruktur dan tidak memiliki prosedur standar seperti dalam Program Keputusan. Karena masalah
yang belum pernah terjadi sebelumnya, diperlukan penilaian dan kreativitas dalam membuat
keputusan. Keputusan tidak terprogram yaitu keputusan yang dibuat karena terjadinya masalah
masalah khusus atau tidak biasanya.contoh: pengalokasian sumber daya - sumber daya
organisasi,penjualan yang merosot tajam, pemakaian teknologi yang termodern,dan lain
sebagainya.Herbert A. Simon mengemukakan teknik-teknik tradisional dan modern dalam
pembuatan keputusan yang terprogram dan tidak terprogram.
Teknik pembuatan keputusan tradisional dan modern

Tipe-tipe keputusan Teknik-teknik pembuatan keputusan


Tradisional Modern
Diprogram: 1. Kebiasaan 1. Teknik-teknik riset
Keputusan-keputusan rutin2. Kegiatan rutin:prosedur- operasi:analisa matematik
dan berulang- prosedur pengoperasian model-model simulasi
ulang.organisasi standar computer
mengembangkan proses- 3. Struktur organisasi 2. Pengolahan data elektronik
prose khusus bagi pengharapan umum system
penangannya. tujuan saluran-saluran
informasi yang disusun
dengan baik
Tidak diprogram: 1. kebijaksanaan instuisi dan Teknik pemecahan masalah
Keputusan-keputusan sekali kreatifitas yang diterapkan pada:
pakai,kebijaksanaaan 2. coba-coba a. Latihan membuat
disusun tidak 3. seleksi dan latihan para keputusan
sehat.ditangani dengan pelaksana b. Penyusunan program-
proses pemecahan masalah program computer
umum “heutistic”
2.7. Gaya Pengambilan Keputusan
Gaya pengambilan keputusan adalah bagaimana seseorang melakukan intepretasi, merespon dan
juga cara seseorang bereaksi kepada situasi yang dihadapinya.

Menurut Kuzgun, terdapat empat gaya pengambilan keputusan, antara lain:

1. Rational (Rasional)
Gaya pengambilan keputusan ini ditandai dengan strategi yang sistematis dan berencana dengan
orientasi masa depan yang jelas.

2. Intuitive (Intuisi)
Gaya pengambilan keputusan ini ditandai dengan ketergantuan terhadap pengalaman batin,
fantasi dan kecenderungan untuk mengambil keputusan dengan cepat tanpa banyak
pertimbangan atau pengumpulan informasi.

3. Dependent (Dependen)
Gaya pengambilan keputusan ini, menolak tanggung jawab terhadap pilihan mereka dan
melibatkan tanggung jawab kepada orang lain. Dengan bahasa lain, gaya ini cenderung pada
keputusan orang lain yang mereka anggap sebagai figur otoritas seperti orang tua, keluarga dan
teman.

4. Indecisiveness (Keraguan)
Gaya pengambilan keputusan ini lebih mengarah kepada menghindari situasi pengambilan
keputusan atau tanggung jawab terhadap orang lain.

Berikut ini merupakan 7 gaya decision making yang dicetuskan oleh Jeffrey Shinaberger

1.Penalaran Kolektif (Collective Reasoning)

Orang dengan gaya penalaran kolektif atau collective reasoning suka mengumpulkan berbagai
opini sebelum memutuskan. Orang ini akan membutuhkan konsensus kelompok serta meminta
panduan orang sebelum melangkah. Decision maker tipe seperti ini adalah orang yang sangat
mempercayai demokrasi dan senang sekali melakukan voting.

2.Memutuskan berdasarkan Data (Data driven)

Setiap keputusan yang diambil oleh data driven decision maker harus berdasarkan data, alasan,
dan hasil penelitian, terutama angka-angka. Mereka akan melakukan penelitian, mengatur, dan
mempertimbangkan segala sesuatu sebelum melangkah maju. Semakin banyak informasi yang
dikumpulkan, maka kemungkinan mendapatkan hasil yang diharapkan semakin besar.

3.Reaksi Insting (Gut Reaction)

Decision maker jenis ini akan bergantung kepada perasaan untuk membuat keputusan cepat.
Mereka tidak takut mengambil risiko akan dan melangkah dengan percaya diri. Keputusan yang
diambil biasanya bersifat emosional, berdasarkan insting, dan sulit diprediksi. Fokus mereka
berada pada saat ini.

4.Pendekatan Daftar / Membuat Daftar (List Approach)

Decision maker dengan tipe list approach hanya melangkah setelah mempertimbangkan prospek
dan konsekuensi dari setiap keputusan secara sistematis. Daftar penelitian yang telah mereka
lakukan akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dan menginspirasi mereka untuk
melakukan perencanaan bagi masa depan.

Setiap keputusan akan dimulai dengan selembar kertas dan sebuah garis yang digambar dari atas
ke bawah sebelum membuat daftar prospek dan konsekuensi. Mereka dapat melihat dari segala
aspek dan tidak akan memilih sebelum mempertimbangkan setiap pilihan yang ada.

5.Pimpinan Spiritual (Spiritually Guided)

Pendekatan diri kepada Tuhan atau kepercayaan spiritual dan mendengarkan “ suara” dengan
kesiapan hati adalah proses yang dijalani oleh decision maker yang dipimpin secara spiritual.
Kegiatan spiritual seperti doa, menyendiri, dan ziarah adalah metode kunci mereka dalam
membuat keputusan. Sebelum membuat sebuah keputusan besar, mereka akan pergi menjauhkan
diri dari orang lain atau pekerjaan selama beberapa waktu untuk berdoa atau meditasi demi
meminta pencerahan bagaimana harus melangkah. Mereka tidak akan melangkah lebih jauh
sebelum mendapat pencerahan ats masalah yang diinginkan.

6.Menghidupi Cerita (Story living)

Story Living Decision Maker membuat keputusan berdasarkan cerita yang dapat mereka
sampaikan di kemudian hari. Mereka ingin pergi ke tempat-tempat baru, mencoba hal yang tidak
mungkin dan memberitahukannya pada dunia. Bagi mereka, liburan yang menarik adalah
mendaki gunung Kilimanjaro hari ini dengan tiga sahabat yang baru ditemui kemarin di Twitter.
Mereka adalah tipe orang yang dapat bertahan semalaman untuk terus bercakap.

7.Pasif dan Ragu-Ragu (Passive Undecided)

Orang dengan mental pasif dan ragu-ragu senang untuk melangkah ke depan dengan keputusan
apapun selama bukan mereka yang memutuskannya. Mereka menghindari konflik dengan
memilih untuk mengikuti orang lain. Bagi mereka keputusan orang lain adalah yang terbaik
dalam situasi apapun.

2.7. Faktor Pengambilan Keputusan

Syamsi menyatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi pengaruh dalam pengambilan
keputusan, antara lain:
 Keadaan internal
 Tersedianya informasi dibutuhkan
 Kondisi ekstrem

Kepribadian dan kecakapan pengambilan keputusan

2.8. Fungsi dan tujuan pengambilan keputusan

1. Fungdi pengambilan keputusan


Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah mempunyai
fungsi antara lain:
a. Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah baik secara
individual maupun secara kelompok, baik secara lnstitusional maupun secara organisasional.
b. Sesuatu yang bersifat futuristic, artinya menyangkut dengan hari depan/masa yang akan
dating, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
2. Tujuan Pengambilan Keputusan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untuk mencapai
tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan
tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan
dalam melaksanakan kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan
organisasi. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.
BAB III
PENUTU

KESIMPULAN
Keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan.
Harus diketahui telebih dahulu masalahnya dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan
pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada. Proses
pengambilan keputusan hendaknya di awali dengan jenis keputusan yang akan diambil, setelah
kita mengetahui jenisnya barulah kita tentukan langkah pengambilan keputusan yang meliputi
proses identifikasi, penetapan parameter, alternatif, kriteria serta mengevaluasi hasilnya atau
disebut tahap implementasi. Sehingga pada akhirnya terciptalah sebuah keputusan yang adil dan
menguntungkan kedua belah pihak. Jika manajemen organisasi seperti itu seharusnya tidak ada
lagi penyelewengan kekuasaan dalam pengambilan keputusan.
DAFTAR PUSTAKA

http://syafriyandika.blogspot.com/2012/04/jenis-fungsi-dan-tujuan-pengambilan.html
http://mywritten24.blogspot.com/2017/05/makalah-pengambilan-keputusan.html
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/06/pengertian-pengambilan-keputusan-dasar-gaya-
faktor-proses.html
https://www.jurnal.id/id/blog/7-gaya-decisions-making/
https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-pengambilan-keputusan-decision-making-jenis-
keputusan/
http://andripahudin.blogspot.com/2016/06/makalah-pengambilan-keputusan.html
https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2018/09/dasar-dasar-pengambilan-keputusan.html

Anda mungkin juga menyukai