Anda di halaman 1dari 2

TRIAGE HOSPITAL MENGGUNAKAN METODE SWISS EMERGENCY TRIAGE SCALE

Triase adalah kebutuhan gawat darurat pada pasien yang mana pasien dikelompokkan sesuai
dengan tipe dan tingkat kondisinya.

Swiss Emergency Triage Scale (STES) adalah Skala triase yang mempunyai empat tingkat,
telah digunakan oleh banyak orang di Swiss,Prancis dan belgia sejak tahun 1997. Dalam
metode STES ini terdapat kriteria skala pengukuran tanda vital.Pengukuran tanda vital
digunakan untuk mengkategorikan pasien dengan lebih baik,terutama untuk mengidentifikasi
kondisi pasien yang bisa mengancam jiwa.

Kriteria yang digunakan untuk panduan keputusan triase menggunakan STES

Kriteria klinis Nilai STES tingkat 1 Nilai STES tingkat 2 Nilai STES tingkat 3
dan 4
Glasgow Coma Scale ≤8 9 – 13 >13
Heart rate (beats/min) < 40 atau > 150 40 – 50 atau 130 - 51-129
150
Blood pressure Systolic ≥ atau ≤ 70 Systolic 181-229 atau Systolic 91-180
(mmHg) Diastolic ≥ 130 71-90 Diastolic <115
Diastolic 115-129
Shock index (HR/BP) >1 ≤1
Respiratory rate >35 atau ≤ 8 25-35 atau 9-12 13-24
(breath/min)
Cyanosis present absent
O2 saturation (%) <90 90-93 >93

Peak flow ≤ 50% predicted value >50% predicted


value
temperature <32 32-35 or > 40 35,1- 40
Blood glucose <4 atau ≥ 25 4-24,9
(mmol/l)

SETS level 1 merepresentasikan situasi yang harus dikaji dan diobati segera
SETS level 2 mewakili berpotensi hidup - situasi yang mengancam di mana penilaian dan
pengobatan harus dilakukan dalam 20 menit
SETS level 3 mewakili situasi yang penilaian dan perawatannya wajib dalam 120 menit
SETS level 4 mewakili kondisi yang tidak darurat

Contoh keluhan metode Swiss Emergency Triage Scale

Keluhan :

Cardiac arrest = 1 (tingkat)


Tachycardia = 1, 2, or 3 (tingkat)
Shortness of breath = 1, 2, or 3 (tingkat)
Confusion = 1, 2 (tingkat)
Altered consciousness = 1, 2 (tingkat)
Abdominal pain = 2, 3 (tingkat)
Urinary retention = 2, 3 (tingkat)
Dysuria = 3, 4 (tingkat)
Prescription renewal = 4 (tingkat)

Untuk mengetahui hasil, perawat harus mengidentifikasi keluhan utama dari daftar keluhan
sebelumnya (contoh : gagal jantung) dan mengukur tanda-tanda vital,setelah didapatkan tanda-
tanda vital barulah perawat bisa mengukur,pasien tersebut masuk pada STES tingkat berapa
sesuaikan hasil pengkajian dengan table diatas. Hasil yang didapatkan bisa terdapat dua atau
lebih tingkat darurat.
Keunggulan dari STES adalah hasil yang diperoleh dengan SETS lebih baik daripada
yang diperoleh dengan versi terdahulu dari skala triase yang tidak menstandardisasi tanda-
tanda vital karena kita bisa mengkategorikan pasien pada kondisi darurat atau tidak sehingga
penangangan pada pasien berjalan sesuai dengan keparahan kondisi pasien.
Kelemahannya adalah pasien tidak dikaji menurut riwayat sebelumnya.