Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL KEGIATAN

PENYULUHAN
TBC

Disusun oleh:

dr. Elizabeth Syailendrastuti Susanti

Pembimbing:

dr. Wahyu Indah P.

PUSKESMAS BALARAJA
2019
PELAKSANAAN KEGIATAN
WAKTU KEGIATAN

Hari/Tanggal : Kamis, 2 Mei 2019


Waktu : 09.00 – 11.00 WIB
Tempat : Balai desa Saga
Topik : TBC
Target : Ibu- ibu kader

METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan terbagi menjadi tiga tahap:

1) Perkenalan dan Penggalian Pengetahuan Awal Peserta


Sesi ini dimulai dengan pemberian salam dan perkenalan diri pembicara.Pembicara
kemudian menyampaikan pengenalan awal materi sambil memberikan pertanyaan-
pertanyaan pemicu untuk menggali seberapa jauh pemahaman dan tingkat pengetahuan awal
peserta mengenai materi yang akan diberikan. Pendataan absensi juga dilakukan saat sesi
ini.

Pertanyaan- pertanyaan pemicu yang diberikan, antara lain:


a. Apa yang dimaksud dengan TBC?
b. Bagaimana penularan TBC?
c. Apa sajagejala TBC?
d. Bagaimana mencegah penularan TB?

Peserta kemudian dipersilhkan untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan pemicu dengan


bahasa sendiri kemudian pembicara melanjutkan sesi berikutnya ke materi penyuluhan.

2) Penyajian Materi
Penyajian materi dilakukan sesuai dengan materi penyuluhan yang telah terlampir. Di sela-
sela pemberian material pembicara membuka 1-2 sesi Tanya jawab bila materi yang
diberikan dirasakan belum jelas oleh peserta.

Outine pemberian materi adalah sebagai berikut:


 Definisi dan penyebab TBC
 Gejala TB
 Cara penularan TB
 Orang yang berisiko terkena TBC
 Pencegahan penularan TBC
 Diagnosis TBC
 Risiko tidak minum obat teratur
 Efek samping obat antitubrkulosis
 Pengawas Menelan Obat
3) Diskusi
a. Mengapa pada TBC sering ditemukan batuk berdahak berwarna merah?
Jawab : Gejala ini banyak ditemukan. Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus.
Batuk ini diperlukan untuk membuang produk- produk radang keluar. Sifat batuk dimulai
dari batuk kering (non-produktif) kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif
(menghasilkan sputum). Keadaan lanjut adalah berupa batuk darah karena terdapat
pembuluh darah yang pecah.
b. Sebelumnya disebutkan jika pemeriksaan pada TB salah satunya dengan pemeriksaan
dahak. Bagaimana jika anak tidak bisa mengeluarkan dahak?
Jawab: penegakan diagnosis TB yang paling utama adalah pemeriksaan bakteriologis
dengan pemeriksaan dahak. Jika dahak susah keluar maka akan diusahakan dengna
induksi sputum. Jika tetap tidak bisa diagnosis TB pada anak sesuai alur diagnosis di
gambar.
ABSENSI
LEAFLET
DOKUMENTASI