Anda di halaman 1dari 9

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Faktor Organisasi pada Analisis Kinerja Petugas Pendataan Program


Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Kota Semarang

Kawidian Putri Bayu Alam1, Septo Pawelas Arso2, Nurhasmadiar Nandini3


1
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro
2
Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Diponegoro
3
Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Diponegoro

ABSTRAK
Latar belakang: Pendataan kunjungan rumah di Kota Semarang harus selesai
pada April 2019, namun masih terdapat 17 puskesmas yang belum mencapai
100% di bulan Juni 2019. Puskesmas harus membuat strategi dalam
meningkatkan kinerja petugas untuk mengoptimalkan pendataan kunjungan
rumah dengan menerapkan faktor-faktor organisasi dalam pelaksanaan
pendataan kunjungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor
organiasi pada kinerja petugas pendataan kunjungan rumah PIS-PK di Kota
Semarang.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif
menggunakan metode in-depth interview purposive sampling. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Juni-Juli 2019. Koordinator dan Petugas PIS-PK adalah
informan utama. Informan triangulasi dalam penelitian ini yaitu kader wilayah,
kepala puskesmas, dan koordinator PIS-PK Kota Semarang. Faktor yang
dianalisis meliputi sumber daya, supervisi, kepemimpinan serta organisasi dan
desain pekerjaan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang diberikan dalam
pendataan kunjungan rumah sudah lengkap. Supevisi berupa pemberian arahan,
bimbingan, monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan telah diberikan dengan
baik. Kepala puskesmas dan koordinator PIS-PK menunjukkan kepemimpinan
yang baik dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Struktur
organisasi dan desain pekerjaan belum optimal, masih ada tumpang tindih
pembagian tugas sehingga kinerja kurang optimal.
Simpulan dan Saran: Sumberdaya, supervisi, kepemimpinan, serta struktur
organisasi dan design pekerjaan merupakan faktor organisasi yang menunjang
kualitas kinerja. Masih terdapat pembagian tugas yang tumpang tindih sehingga
kinerja petugas tidak optimal. Sebaiknya puskesmas di Kota Semarang membuat
pembagian jobdesk dan rancangan pelaksanan kegiatan agar lebih terstruktur
dan terpantau dengan baik.
Kata Kunci: faktor organisasi, pendataan kunjungan rumah, petugas pendataan.

ABSTRACT
Background: Data collection on home visit in Semarang City must be
completed in April 2019, but there are 17 health centres have not reached 100%
in June 2019. The health center must develop strategies to improve employee
performance to optimize data collection on home visit by applying organizational
factors. This study aims to analyse organizational factors on the performance of
PIS-PK employee in data collection on home visit in Semarang City
Method: This research is a qualitative research with a descriptive approach using
the method of in-depth purposive sampling. This study was conducted in June-

294
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

July 2019. The Coordinator and employee of PIS-PK is the main informant.
Triangulation informants in this study were regional cadres and head of
community health center, and the coordinator of PIS-PK in Semarang City. The
analysed factros are resources, supervision, leadership, organization structure
and work design.
Results: The results of the study indicate the the resorces provided in the data
collection on home visits were completed. Supervision in the form of giving
direction, guidance, monitoring and evaluation during the implementation is given
well. The head of community health center and the PIS-PK coordinator’s
leadership in making decisions and solving problems showed good. The
organizational structure and design of the work is not optimal, there is still
overlapping division of tasks so that performance is less than optimal.
Conclusions and Recommendation: Resources, supervision, leadership,
organizational structure and work design are factors that support the employee
performance. The performance of PIS-PK employee is not optimal because there
is still an overlapping divisions of tasks. It is better if the community health center
in Semarang City to make a division of job desk and the design of the
implementation activities to be more structured and monitored.
Keywords: organizational factors, data collection on home visits, data collection
employee.

295
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

PENDAHULUAN pelaksanaan analisis indeks


Latar Belakang keluarga sehat awal. Dalam
Kesehatan merupakan salah pendataan PIS-PK standar kinerja
satu indikator keberhasilan yang harus dilaksanakan petugas
pembangunan suatu negara. Tinggi adalah mendata kesehatan keluarga
rendahnya derajat kesehatan secara individu dengan melakukan
menggambarkan seberapa tingginya kunjungan rumah secara door to
kesejahteraan masyarakat.1 door.
Program Indonesia Sehat dengan Target Kota Semarang,
Pendekatan Keluarga menjadi upaya pendataan kunjungan rumah harus
pemerintah dalam menanggulangi selesai di bulan April 2019, namun
penyakit yang sering terjadi di kenyataannnya masih terdapat 17
tingkat keluarga..Hingga saat ini puskesmas yang belum mencapai
fokus pelaksanaan PIS-PK di Kota 100% pada rekap bulan Juni 2019.
Semarang masih dalam hal Puskesmas Ngesrep merupakan
pendataan yaitu mencakup puskesmas yang berada di
pencatatan, pelaporan dan Kecamatan Tembalang dan
intervensi awal yaitu dengan puskesmas dengan capaian tertinggi
memberikan promosi kesehatan yaitu 102%. Sedangkan Puskesmas
bersamaan dengan pendataan awal Manyaran merupakan puskemas
keluarga sehat pada tahap awal.2 yang berada Kecamatan Semarang
Menurut Mangkunegara kinerja Barat dan puskesmas dengan
merupakan hasil kerja yang dicapai capaian terendah yaitu 75%.
oleh pegawai berupa kualitas dan Pendataan kunjungan rumah
kuantitas dalam melaksanakan merupakan langkah pertama dalam
tugasnya sesuai dengan tanggung rangkaian pelalasksanaan Program
jawab yang telah diberikan. Kinerja Indonesia Sehat dengan
petugas menjadi salah satu point Pendekatan Keluarga. Jika
penting dalam memenuhi tinggi pendataan tidak selesai, maka data
redahnya capian target dalam kesehatan keluarga tidak akan
pendataan kunjungan keluarga.3 lengkap. Hal ini akan menyebabkan
Menurut Gibson et al, terdapat suatu keluarga tidak diketahui status
faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatannya, sehingga akan terjadi
kinerja seseorang diantaranyanya kesalahan dalam melakukan
adalah faktor individu, faktor intervensi lanjut.
organisasi dan faktor psikologi. Sehingga perlu dilakukan
Variabel organisasi merupakan penelitian lebih lanjut mengenai
indikator yang mempengaruhi dari faktor organisasi pada kinerja
organisasi ataupun lingkungan petugas pendataan dalam
tempat seseorang bekerja melaksanakan pendataan kunjungan
diantaranya sumberdaya, rumah Program Indonesia Sehat
kepemimpinan, imbalan, struktur dengan Pendekatan Keluarga.
organisasi dan desain pekerjaan.4
Pelaksanaan Program METODE PENELITIAN
Indonesia Sehat dengan Penelitian ini merupakan
Pendekatan Keluarga dalam penelitian kualitatif pendekatan
kegiatan pendataan dan intervensi deskriptif analitik dengan metode
awal mencakup pelaksanaan indepth interview yang dipilih
pelatihan keluarga sehat, berdasar teknik purposive sampling.
pelaksanaan persiapan PIS-PK, Penelitian dilakukan mulai dari
pelaksanaan kunjungan keluarga pertengahan bulan Juni hingga Juli
dan intervensi awal PIS-PK, hingga 2019 di Puskesmas Manyaran dan

296
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Puskemas Ngesrep Kota Semarang. terhadap kinerja tergolong sangat


Informan utama dalam penelitian ini kuat. Insentif/honor merupakan
adalah petugas pendataan salah satu bentuk kompensasi.
kunjungan rumah dan koordinator Pemberian honor kepada pegawai
PIS-PK dari Puskesmas Manyaran harus sesuai dengan kinerja yang
dan Puskesmas Ngesrep. Informan mereka hasilkan agar pegawai
triangulasi dalam penelitian ini termotivasi untuk lebih semangat
adalah kader di wilayah puskesmas lagi dalam bekerja.
dan kepala puskesmas di Supervisi dalam Pendataan
Puskesmas Manyaran dan Kunjungan Rumah
Puskesmas Ngesrep serta Supervisi merupakan salah satu
koordinator PIS-PK Kota Semarang. faktor yang mempengaruhi
Faktor yang dianalisis dalam kemampuan staf dalam memberikan
penelitian ini Faktor Organisasi pelayanan, pengawasan dan
berdasarkan pendekatan teori pembinaan dari atasan dalam
Gibson terdiri dari sumber daya, pelaksanaan pekerjaan. Pemberian
supervisi, kepemimpinan, struktur supervisi di kedua puskesmas dalam
organisasi dan desain pekerjaan. pelasksanaan pendatan kunjngan
rumah sudah baik. Pemberian
HASIL DAN PEMBAHASAN supervisi merupakan hal yang
Sumber Daya dalam Pendataan sangat penting dan berhubungan
Kunjungan Rumah dengan kinerja petugas. Hal ini
Sumber daya dalam selaras dengan penelitian yang
pelaksanaan pendataan kunjungan dilakukan oleh Nazvia Natasia
rumah berupa sarana dan prasarana bahwa terdapat hubungan antara
serta kesesuaian honor yang supervisi dengan kinerja.5
diberikan kepada petugas. Fasilitas Supervisi yang diberikan dalam
yang diberikan oleh masing-masing pelaksanaan pendataan kunjungan
puskesmas kepada petugas rumah meliputi, arahan sebelum
pendataan di Puskesmas Manyaran pendataan, bimbingan yang
dan Puskesmas Ngesrep sudah diberikan saat melaksanakan
lengkap, yaitu mencakup alat pendataan, monitoring saat
tensimeter, ATK, form prokesga, melaksanakan pendataan, evaluasi
pinkesga dan stiker. Di Puskesmas pasca pelasksanaan, dan tindak
Ngesrep terdapat fasilitas tambahan lanjut supervisi yang diberikan
berupa tablet / android, jaringan wifi kepada petugas dalam melakukan
yang kuat laptop dan komputer. Hal kunjungan rumah. Hal ini sesuai
ini bertujuan untuk memfasilitasi dengan informasi yang terdapat
petugas yang akan melakukan input pada kotak 1.
dan entry data. Fasilitas merupakan
faktor yang dapat mempengaruhi Kotak 1
kelancaran suatu pekerjaan. “Kita buatkan kisi-kisi itu tentang
Pendataan kunjungan rumah teknis, sasarannya, teknis pelaksanaan,
dibiayai BOK masing-masing waktunya, labeling nomornya, hal-hal
puskesmas dimana pebagiannya hambatan, solusi yang bisa diberikan”
tergantung kebijakan masing-masing (IU2)
puskesmas. Kesesuaian pemberian “Dijelasin aja bagaimana kondisi di
lapangannya. Dan harus bagaimana sikap
honor sangat mempengaruhi kinerja
kita ke masyarakatnya, harus sopan dan
pendataan kunjungan rumah. Hal ini ramah” (IU4)
selaras dengan penelitian yang “Dilakukan oleh koordinator lapangan
dilakukan Yeltsin Aprioke Thomas persiapan menghadapi masyarakat”
bahwa pengaruh kompensasi (IT3)

297
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Arahan yang diberikan kepada informasi yang terdapat pada kotak


petugas dirangkum dalam kisi-kisi 3.
mencakup teknis, sasarannya, teknis Kotak 3
pelaksanaan, waktu pelaksanaan, “data juga berapa yang sudah diinput.
labeling nomornya, hal-hal Jadi, bisa kelihatan wilayah mana yang
hambatan, solusi yang bisa belum didata dan sudah. (IU3)
diberikan dalam menghadapi “Dipaparin semuanya terus ngebahas
permaslaahan yang dihadapi. penyakit yang paling banyak apa, terus
Bimbingan yang diberikan intervensinya gimana” (IU4)
dilakukan secara langsung yaitu “Teknisnya di lapangan,yang turun ke
lapangan tidak harus perawat atau bidan,
dengan berkoordinasi ataupun tidak
petugas kesehatan juga” (IT3)
langsung dengan melalui WA, “...Diperbaiki di indikator-indikator
dilakukan secara insidental sesuai kinerja petugas yang belum dicapai
kebutuhan namun harus membuat melalui konsultasi. (IT5)
janji terlebih dahulu. Hasil evaluasi terhadap
Monitoring dilakukan oleh pelaksanaan pendataan kunjungan
Koordinator PIS-PK dan kepala rumah yaitu:
puskesmas yaitu melakukan 1. Semua petugas puskesmas di
pengecekan kembali terkait Puskesmas Ngesrep harus ikut
pelaksanaan kunjungan rumah pada serta melakukan turun lapangan
masyarakat apakah sudah sesuai tidak hanya perawat atau bidan
atau belum. Hal ini sesuai dengan saja.
informasi yang terdapat pada kotak 2. Masih terdapat indikator kinerja
2. dalam pelaksanaan pendatan di
Puskesmas Manyaran yang
Kotak 2
“Monitoring lewat capaian mereka. Tiap belum mencapai target dalam
turun, biasanya langusng laporan berapa. kurun waktu beberapa bulan. Hal
Nanti di lokmin juga kita paparkan” ini disebabkan karena proses
(U1) evaluasi tidak dilakukan sesuai.
“Ditanya sudah dapat berapa. Kalau Pelaksanaan tindak lanjut
nggak bisa, ditanya kenapa apakah sudah supervisi disesuaikan masalah
dicoba” (IT3) masing-masing puskesmas yang
“kadang koordinatornya yang diperoleh dari hasil evaluasi.
memberikan laporan ke saya ada kendala Kepemimpinan dalam Pendataan
apa yang ditemukan. (IT4)
Hal ini selaras dengan penelitian Kunjungan Rumah
sebelumnya yang dilakukan oleh Siti Kepemimpinan mencakup
Fitria, bahwa proses pembinaan tanggapan saat petugas mencapai
merupakan salah satu bentuk upaya target, tanggapan menerima
untuk membantu menyelesaikan kritik/saran, tanggapan saat petugas
masalah yang dihadapi pegawai. gagal mencapai target, hal yang
Pembinaan yang dilakukan dapat dipertimbangkan saat mengambil
berupa pemberian bimbingan dan keputusan, strategi meningkatkan
monitoring kepada petugas ketika kinerja petugas, serta cara
mendapatkan masalah ketika penyelesaian masalah dalam
terdapat masalah secara insidental pelaksanaan kunjungan rumah. Hal
di lapangan.6 ini sesuai dengan informasi yang
Evaluasi yang diberikan dalam terdapat pada kotak 4.
pelaskanaan kunjungan rumah Kotak 4
mencakup analisis kegiatan “ya kita bantu kalo bisa. Tapi kalau yang
pelaksanaan kunjungan rumah belum sempat, berarti kita tungguin sampe
mencakup target dan capaian yang bisa. Yang penting pas waktunya selesai, dia
diperoleh. Hal ini sesuai dengan selesai (U1)
“Biasanya kita ajak diskusi aja gitu”
(IT3)
298 “Saya tidak mau tahu. Kalau memang
targetnya besok, ya harus selesai besok.
Kalau melebihi tenggat waktu, ya nanti saya
kasih SP atau nanti kinerjanya saya turunkan.
Kalau kinerjanya turun nanti uang tunjangan
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

signifikan antara kepemimpinan


terhadap kinerja karyawan.7
Di Puskesmas Manyaran dan
Ngesrep, kepala puskemas
menyerahkan sepenuhnya kepada
koordinator PIS—PK masing-masing
kecuali jika terjadi hal yang urgent
dan tidak dapat ditangani oleh
Kepemimpinan kepala koordinator PIS-PK. Hal ini sesuai
puskesmas dan koordinator PIS-PK dengan informasi yang terdapat
dala pelaksanaan pendataan pada kotak 5.
kunjungan rumah sudah baik. Ketika Kotak 5
petugas mencapai target, mereka
“Padahalkan ini harus segera. Ta
memberikan apresiasi dengan cara
langsung hubungi si AS nya. Langusng
memberikan selamat, walaupun
dia datang ke sana dan membetulkan”
melaksanakan pendataan kunjungan
(U2)
rumah adalah suatu kewajiban
petugas. Ketika menerima “Yang penting dicoba dulu, kalau
tanggapan pun juga sudah terbuka,
sekiranya susah ya langsung kordinator
dan menjadikan kritik tersebut
ke kelurahan, baru nanti kita langsung
menjadi evaluasi diri serta evaluasi
sampaikan ke lintas sektor”
secara keseluruhan untuk
(IT3)
meningkatkan kinerjanya pada
pelaksanaan yang akan datang. Hal Masalah yang pernah terjadi di
ini juga terlihat dari cara mereka wilayah kerja Puskesmas Manyaran
memberikan tanggapan ketika adalah saat petugas melakukan
petugas gagal dalam memenuhi turun lapangan, ditemukan bapak
target, mereka tidak langung yang sudah stroke dan tidak dapat
memberikan hukuman namun bergerak, terjadi penyumbatan di
mengkonfirmasi dan menggali kateternya. Hal ini sangat berbahaya
penyebab kegagalan tersebut. sehingga petugas langsung
Namun memang, jika ternyata mengambil keputusan menelepon
kegagalan disebabkan dari kelalaian ambulan siaga secara langsung
diri sendiri maka mereka tidak segan tanpa melalui prosedur.
untuk memberikan sanksi yang Sedangkan masalah yang
tegas. pernah terjadi di Puskesmas
Kepemimpinan kepala Ngesrep yaitu para petugas
puskesmas menjadi peran penting seringkali merasa berap ketika
dalam pelaksanaan pendatan melakukan pendataan kunjungan
kunjungan keluarga. Tanggapan rumah saat dibebankan 1 orang satu
kepala puskesmas atas segala RT. Berdasarkan hal itu, dapat
kondisi sebagai penanggungjawab disimpulkan ketika mengalami
terlaksananya program ini pasti akan masalah dalam pelaksanaan
berpengaruh terhadap kinerja pendataan kunjungan rumah para
petugas. petugas dan koordinator
Beradasarkan penelitian yang diperbolehkan mengambil
dilakukan oleh Dwi Wahyu Wijayanti keputusan, dicoba dulu untuk
bahwa kepemimpinan memiliki menangani masalah sendiri.
pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. Struktur Organisasi dan Desain
Sehingga terdapat pengaruh positif Pekerjaan dalam Pendataan
Kunjungan Rumah

299
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Struktur organisasi dan desain 3. Kader bertugas mendampingi,


pekerjaan menentukan optimal atau membantu petugas misalnya
tidaknya kinerja seseorang, hal ini menempel stikerdan
mencakup kejelasan pembagian menunjukkan lokasi.
jobdesk, kejelasan komunikasi dan 4. Petugas pendataan bertugas
alur pengambilan keputusan melakukan pendataan.
pelaksanaan kunjungan rumah. Di Pembagian tugas di Puskesmas
Puskesmas Manyaran Koordinator Ngesrep jelas sehingga lebih
PIS-PK merangkap menjadi terstruktur baik dalam pemberian
koordinator lapangan juga sebagai arahan, tanggungjawab,
surveyor dan enumerator. Sehingga penyelesaian masalah, juga beban
pembagian jobdesk pelaksanaan kerja yang diterima.
pendataan PIS-PK sepenuhnya Komunikasi antar petugas
dipegang koordinator PIS-PK. Hal ini pendataan sudah baik. Dalam
mengakibatkan kinerja petugas proses pengambilan keputusan
kurang optimal karena kurangnya dilakukan secara insidental yaitu
spesifikasi dalam pembagian tugas, semua petugas diperbolehkan
kewajiban dan wewenang yang langsung menyelesaikannya
jelas. Hal ini sesuai dengan masalah secara insidental asalkan
informasi yang terdapat pada kotak terdapat komunikasi dan tidak
6. bertentangan dengan SOP serta
Kotak 6 pedoman PIS-PK. Hal ini selaras
“aku kordinasi mengenai waktu jadwal dengan penelitian oleh Aliyyah
kunjungan sih. Sama kadernya juga Fauziyah bahwa komunikasi
menentukan waktu jadwal kunjungan” merupakan unsur yang sangat
(IU4) penting meliputi komunikasi yang
“kalau kader kita menunjukan rumah ini efektif antar rekan kerja dan
siapa, yang pembagian
Spesifikasi permisi pertamatugaskali,di komunikasi dari atasan kepada
memperkenalkan...
Puskesmas Setelah
Manyaran itu nempel
adalah bawahannya. Komunikasi dilihat
stiker
sebagai berikut: (IT1) dari tolak ukurnya yaitu keterbukaan,
“Itu kan tergantung mengenai
1. Tugas kader menunjukkan dan empati, sikap mendukung dan
management yang dilakukan oleh
menginformasikan
masing-masing di grup warga.
puskesmas” (IT5) kesetaraan.8
2. Koordinator wilayah dan Hal ini juga didukung dengan
koordinator PIS-PK mengatur penelitian yang dilakukan oleh
jadwal kunjungan, pelaksanaan Yuniarti bahwa struktur organisasi
PIS-PK. berpengaruh signifikan terhadap
3. Tugas surveyor mendata dan kinerja pegawai karena sudah
melakukan intervensi awal di terdapat koordinasi aktivitas,
lapangan. Mereka memecahkan pengambilan keputusan yang dirinci
masalah bersama sama dengan dengan baik dan jelas.9
pasangan enumeratornya yang
bertanggungjawab sampai KESIMPULAN
penginputan data. Sumber daya saat ini yang
Spesifikasi pembagian tugas di sudah diberikan kepada petugas
Puskesmas Ngesrep adalah sebaga pendatan adalah ATK, tensi, form
berikut : prokesga, paket pinkesga dan honor
1. Koordinator PIS-PK Bertugas berupa uang transportasi. Bahkan
menganalisa data, membagi terdapat fasilitas tambahan dari
jadwal, serta mengkoordinir masing-masing puskesmas agar
pelaksanaan. pelaksanaan pendataan PIS-PK ini
2. Koordinator wilayah bertugas lebih optimal.
mengkondisikan lapangan

300
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Supervisi yang dilaksanakan


dalam pendataan kunjungan rumah DAFTAR PUSTAKA
selama ini sudah baik dan 1. RI KK. Profil Kesehatan
menggunakan metode dikusi tanya Indonesia 2017. 2017th ed.
jawab, pembuatan grup WA. Jakarta: Kementerian
Supervisi yang dilakukan berupa Republik Indonesia, 2018.
pemberian bimbingan, monitoring 2. RI KK. Peraturan Menteri
hingga evaluasi terhadap Kesehatan Nomor 39 Tahun
kesesuaian capaian dan target yang 2016 Tentang Pedoman
diberikan masing-masing puskesma Program Indonesia Sehat
serta pemberian informasi terkait dengan Pendekatan Keluarga.
cara pelaksanaan teknis dalam Kemesterian Kesehatan RI
kunjungan rumah. 2017; 2.
Kepemimpinan kepala 3. Lijan Poltak Sinambela.
puskesmas selama ini masih Kinerja Pegawai Teori dan
menyerahkan weenang sepenuhnya Pengukuran dan Implikasi.
pada koordinator PIS-PK untuk Cetakan Pe. Yogyakarta:
mengambil keputusan dan Graha Ilmu.
menentukan strategi. Kepemimpinan 4. Wibowo. Manajemen Kinerja.
kepala puskesmas dinilai tegas Cetakan Ke. Jakarta: PT Raja
dalam memberikan sanksi bagi Grafindo Persada, 2012.
petugas yang tidak memenuhi 5. Natasia N, Andarini S,
target. Sedangkan kepemimpinan Koeswo M. Hubungan antara
koordinator PIS-PK sudah cukup faktor motivasi dan supervisi
baik dalam menanggapi masalah dengan kinerja perawat dalam
dan mengambil keputusan, hal ini pendokumentasian discharge
terbukti koordinator PIS-PK mampu planning di RSUD Gambiran
menyelesaikan masalah yang terjadi kota Kediri. J Apl Manaj 2014;
di lapangan denga baik. 12: 723–730.
Struktur organisasi dan design 6. Fitria S. Pembinaan Kinerja
pekerjaan yang ada sudah cukup Pegawai dalam
baik, namun masih terjadi beberapa Melaksanakan Tugas Pokok
miss komunikasi antar petugas. dan Fungsi di Dinas
Pada awal pelaksanan, masih Pendidikan Kabupaten Klaten.
ditemukan beberapa tanggungjawab Universitas Negeri
yang tumpang tindih sehingga masih Yogyakarta, 2014.
kurang jelasnya pembagian tugas 7. Wijayanti DW. Pengaruh
dan wewenang yang jelas. Kepemimpinan dan Motivasi
Penelitian ini menyarankan Kerja Terhadap Kinerja
kepada puskesmas Kota Semarang Karyawan pada PT Daya
untuk koordinator wilayah untuk Anugrah Semesta Semarang.
memantau serangkaian pelaksanaan Universitas Negeri Semarang,
membuat jadwal dalam pelaksanan 2012.
kunjungan yang melibatkan seluruh 8. Fauziyyah A. Pengaruh
petugas puskesmas, membentuk Lingkungan Kerja dan
koordinator wilayah untuk menjadi Komunikasi Terhadap Kinerja
penanggungjawab serta Karyawan PT Bank Tabungan
menerapkan RPK (Rencana Negara Syariah (Persero)
Pelaksanaan Kegiatan) pada Tbk. Kantor Cabang P.
timeline pelaksanaan PIS-PK agar Univesritas Islam Negeri
sesuai target dan dapat di pantau Raden Fatah Palembang,
secara intens. 2017.

301
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

9. Yurniati. Pengaruh Analisis


Jabatan, Struktur Organisasi
dan Kompetensi Terhadap
Kinerja Pegawai Pada Badan
Perencanaan Penelitian Dan
Pembangunan Daerah
(Bappeda ) Kabupaten
Morowali. e-urnal Katalogis
2016; 4: 109–117.

302