Anda di halaman 1dari 3

UJIAN CHARTERED ACCOUNTANT PERIODE III JULI 2019

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN


ESAI
1. Produksi celana. Anggaran 50.000 celana, aktual 52.000 karna ada kelebihan permintaan.
Anggaran 2 meter kain per celana, anggaran buruh 3 jam per celana. Harga bahan baku
aktual Rp 10.000 per meter. Upah buruh aktual Rp 4.000 per jam.
Aktual Anggaran flesksibel Anggaran standard
Biaya bahan baku 1.144.000.000 1.040.000.000 1.010.000.000
Biaya buruh langsung 613.600.000 608.400.000 585.000.000

Tentukan:
a. Varians harga bahan baku
b. Varians bahan baku
c. Varians upah buruh langsung
d. Varians biaya buruh langsung
e. Apakah keputusan yang diambil perusahaan telah tepat. Jelaskan.

2. Perusahaan kopi memiliki divisi perkebunan dan divisi gerai kopi.


Divisi perkebunan memiliki kapasitas produksi 100.000, dengan biaya untuk tiap 1 kg
kopi sebagai berikut:
 Biaya bahan baku langsung Rp 45.000
 Biaya tenaga kerja langsung Rp 25.000
 Biaya overhead variabel Rp 15.000
 Biaya tetap Rp 12.000
Divisi perkebunan menjual 90.000 kg kopi ke pasar seharga Rp 100.000 per kg, sisanya
dijual ke divisi gerai kopi seharga Rp 95.000.
Divisi gerai kopi menjual 1.000.000 cangkir kopi seharga Rp 1.500 per cangkir, 1 kg kopi
dapat digunakan untuk 100 cangkir kopi. Biaya untuk tiap 100 cangkir kopi:
 Biaya bahan baku kopi Rp 95.000
 Biaya variabel lain Rp 15.000
 Biaya tetap Rp 10.000

Tentukan:
a. Laba kotor tiap divisi.
b. Ada pemasok lain yang menawarkan menjual kopi ke divisi gerai kopi seharga Rp 93.000
per kg dengan kualitas yang sama. Tentukan harga transfer minimal dan maksimal yang
dapat diterima tiap divisi.
c. Apabila divisi gerai kopi mengajukan harga baru Rp 90.000 per kg kepada divisi
perkebunan, jelaskan 1). Dampak pada divisi perkebunan. 2). Dampak pada divisi gerai
kopi. 3). Dampak terhadap perusahaan secara keseluruhan.
d. Ulangi pertanyaan poin c apabila divisi perkebunan menolak harga baru yang
ditawarkan divisi gerai kopi.

STUDI KASUS
Berikut ini beberapa tujuan strategik (strategic objectives) perusahaan penerbangan.
1. Kesiapan sumber daya manusia.
2. Pelatihan pegawai yang efektif.
3. Jarak waktu yang singkat antara landing dan take off.
4. Pilihan rute yang banyak.
5. Agen penjualan tiket yang tepat.
6. Peningkatan penjualan tiket.
7. Kenaikan dividen pemegang saham.
8. Pemeliharaan pesawat yang efektif.
9. Usia pesawat di bawah lima tahun.
10. Kepemimpinan yang mampu menerapkan strategi perusahaan.
11. Terbentuknya budaya perusahaan.
12. Sistem informasi yang mudah diakses.
13. Penggunaan biaya yang efisien.
14. Pilihan jam penerbangan yang banyak.
15. Ketepatan waktu keberangkatan.
16. Harga yang bersaing.
17. .
18. .

Buatlah:
1. Peta strategi (strategic maps) perusahaan penerbangan tersebut.
2. Pilihlah sepuluh tujuan strategi di atas dan tentukan tolok ukur (key performance
indicator) untuk tujuan strategi tersbeut.
SISTE INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
ESAI
1. Sebutkan dan jelaskan Corrective Control COBIT 5.6.
2. Apa kepanjangan dari STRIDE, sistem yang dikembangkan Microsoft untuk mendeteksi
ancaman. Jelaskan bagaimana STRIDE membantu mengatasi ancaman.
3. Jelaskan siklus produksi, ancaman, dan rekomendasi.

STUDI KASUS
Perusahaan factory outlet, mempunyai beberapa outlet di Bandung, Medan, Surabaya. Serta
mensuplai grosir pakaian di kota besar. Tiap outlet mempunyai beberapa pegawai yang terdiri dari
manajer outlet, asisten manajer outlet dan karyawan bagian pemasaran. Karyawan bagian
pemasaran digaji harian dengan tambahan komisi untuk setiap penjualan.
Karyawan pemasaran absen sendiri setiap hari. Karyawan pemasaran mengarahkan
pelnggan ke penjualan, lalu ke gudang dan mengurus pengiriman. Otorisasi penjualan kredit dan
penagihan oleh karyawan pemasaran. Penjualan diinput ke mesin kasir. Asisten manajer outlet
melakukan rekonsiliasi struk penjualan dengan output penjualan dari mesin kasir, serta membuat
laporan harian, dicek oleh manajer outlet. Setiap hari form setoran bank dibuat dan diotorisasi oleh
manajer outlet. Semua uang disetor ke bank, disisakan 15 juta untuk kebutuhan harian yang
mendesak. Semua beban listrik, gaji pegawai dan biaya yang besar dibayar oleh kantor pusat.
Setiap akhir minggu setor laporan ke kantor pusat beserta daftar rinci barang yang diterima
dan dikembalikan serta permintaan barang baru untuk minggu berikutnya. Laporan laba rugi dibuat
bulanan oleh asisten manajer outlet, diperiksa oleh manajer outlet, dikirim ke kantor pusat,
diperiksa oleh bagian akuntansi kantor pusat. Manajer outlet diberi kebebasan untuk membeli
barang dari produsen lain apabila yakin produk tersebut akan meningkatkan penjualan outlet.
Auditor internal mengadakan inspeksi mendadak ke tiap outlet setiap tiga bulan sekali. Rata-
rata outlet dikunjungi sebanyak tiga kali dalam setahun.
Pertanyaan:
1. Apa ancaman yang mungkin timbul, apakah sistem pengendalian internal perusahaan
mampu mengatasi ancaman tersebut.
2. Apakah sikap perusahaan telah tepat terhadap ancaman tersebut.
3. Berikan rekomendasi.