Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA DASAR

“VISKOSITAS ZAT CAIR”

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Laboratorium Praktikum Fisika Dasar

Disusun oleh:
Kelompok 3 (A2)

Rouzatul Jannah (170140032)


Novi Astuti (170140048)
Efri Marnelisa (170140067)
Maimun (170140121)
Nurfhatin Zahra Putri (170140038)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
BUKIT INDAH
2018
ABSTRAK
Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbulkan oleh fluida yang
bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida. Besarnya gesekan ini
biasa juga disebut derajat kekentalan zat cair. Tujuan dari percoaan ini
menentukan viskositas (angka kekentalan) dari suatu zat cair dengan
menggunakan viskometer bola jatuh. Pada perobaan kali ini fluida yang di
gunakan adalah air dan minyak. Untuk percobaan menggunakan nilai fluida air,
dapat di peroleh nilai viskositas menggunakan kelereng susu dengan ketinggian
35 cm adalah 8,73 gr/cm.s, dan pada kelereng bening adalah 6,47 gr/cm.s. pada
fluida minyak dapat di peroleh nilai viskositas menggunakan kelereng susu
dengan ketinggian 35 cm adalah 18,40 gr/cm.s, dan pada kelereng bening adalah
19,89gr/cm.s. pada percobaan ini dapat disimpulkan viskositas minyak lebih
tinggi dan terbukti pada saat viskositas masing-masing fluida di hitung
menggunakan rumus bahwa viskositas minyak lebih tinggi dari pada viskositas
air. Semakin tinggi fluidanya maka semakin lama waktu yang di butuhkan bola
(kelereng) untuk bergerak dari titik T ke S.

Kata Kunci: Viskositas, kecepatan Terminal, Fluida, Zat Cair


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Judul Praktikum : Viskositas zat cair

1.2 Tanggal Praktikum : 4 Desember 2018

1.3 Pelaksana Praktikum : 1. Rouzatul Jannah NIM.170140032


2. Novi Astuti NIM.170140048
3. Efri Marnelisa NIM.170140067
4. Maimun NIM.170140121
5. Nurfhatin Zahra Putri NIM.170140138
1.4 Tujuan Praktikum : Menentukan viskositas (angka kekentalan)
dari suatu zat cair dengan menggunakan
viskometer bola jatuh.
BAB II
TUNJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Viskositas


Viskositas fluida (zat cair) adalah gesekan yang ditimbukan oleh fluida
yang bergerak atau benda padat yang bergerak di dalam fluida. Besarnya gesekan
ini biasanya juga disebut sebagai derajat kekentalan zat cair. Maka semakin besar
viskositas zat cair akan semakin sulit benda padat bergerak di dalam zat cair
tersebut. Viskositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan
kecilnya tahanan dalam fluida terhadap gesekan (Bird, 1987).
Fluida yang mempunyai viskositas rendah misalya air mempunyai tahanan
dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang
mempunyai viskositas yang lebih besar. Viskositas intrinsik merupakan analog
dari koefisien virial (dan mepunyai dimensi 1/konsentrasi). Aliran cairan datap
dikelompokkan dalam dua tipe, yaitu:
1. Aliran laminar yaitu laju aliran kecil melalui sebuah pipa dengan garis
tengah kecil.
2. Aliran turbulen yaitu laju aliran yang besar melalui pipa dengan diameter
yang lebih besar
Alat yang di pakai untuk menentukan viskositas dinamakan viscometer.
Ada beberapa jenis viscometer yaitu:
1. Viscometer Ostwald
2. Viscometer Lehman
3. Viscometer bola jatuh dari stokes

2.2 Definisi Fluida


Fluida adalah suatu zat yang bentuknya dapat berubah secara kontinyu
akibat gaya geser pada benda padat. Gaya geser menyebabkan terjadinnya
perubahan bentuk (deformasi) yang tidak berubah besarnya selama gaya yang
bekerja besarnya tetap. Akan tetapi mengalami pergerakan antara satu bagian
terhadap bagian lainnya bila ada gaya geser yang bekerja padanya, jadi dapat
dikatakan bahwa fluida tidak dapat menahan gaya geser (Hariyono,1983).

2.3 Hukum Poisiuille


Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koefisien viskositas adalah s/m2=
Pas. untuk menentukan koefisien viskositas adalah dengan s/cm2= poise (p).
Hukum Poisiuille mengatakan bahwa “cairan yang mengalir melelui saluran pipa
akan berbanding lurus dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat
empat jari-jari pipa”

2.4 Hukum Stokes dan Kecepatan Terminal


Hukum Stokes adalah tentang gerak bola dalam fluida yang kental yang
melalaui viskositas menimbulkan gaya gesek sebesar F= -Gph . rV. Hukum Stokes
adalah dasar dari viskometer bola jatuh. Kecepatan terminal adalah kecepatan
konstan yang dialami suatu objek yang jatuh bebas karena pengaruh gravitasi dan
gaya hambatan udara. Rumus Hukum Stokes dalam kecepatan konstan:
2𝑟 2 𝑔
Vm = (𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)…………………….......................(2.1)
2𝜇

Dimana:
𝜇= kerapatan (viskositas zat cair)
r= jari-jari bola
g= gravitasi
𝜌𝑏= rapat massa benda
𝜌f= rapat massa fluida

2.5 Viskometer Hoppler


Pada viskometer ini yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh
sebuah bola logam untuk melewati cairan dengan tinggi tertentu. Suatu benda
karena adanya gravitasi akan jatuh melalui medium yang berviskositas (misalnya
seperti cairan) dengan kecepatan yang semakin besar sampai mencapai kecepatan
maksimum. Kecepatan maksimum akan tercapai bila gravitasi sama dengan
frictional resistance medium (Bird, 1993).

2.6 Viskometer Cup dan Bob


Prinsip kerjanya sampel digeser dalam ruangan antara dinding luar bob
dan dinding dari cup dimana bob masuk persis di tengah-tengah. Kelemahan
viscometer ini adalah terjadinya aliran sumbat yang disebabkan gesekan yang
tinggi sepanjang keliling bagian tube sehingga menyebabkan penurunan
konsentrasi. Penurunan konsentrasi ini menyebabkan bagian tengah zat ditekan
keluar memadat. Hal ini di sebut aliran sumbat (Bird, 1993).

2.7 Viskometer Cone dan Plate


Cara pemakaiannya tepat di tengah-tengah papan, kemudian dinaikkan
hingga posisi berada di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan
bermacam kecepatan dan sampelnya digeser dalam ruang sempit antara papan
yang diam dan kemudian kerucut yang berputar. Konsep viskositas fluida, baik zat
cair maupun gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Viskositas tau kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara
molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Jadi, molekul-molekul yang
membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida tersebut mengalir.
Pada zat cair, viskositas disebabkan karena adanya kohesi (gaya tarik-menarik
antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas viskositas disebabkan oleh
tumbukan antara molekul.
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir seperti air.
Sebaliknya, fluida yang lebih kental biasanya lebih sulit mengalir seperti minyak
goreng, oli dan lainnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan menuangkan air dan
minyak di atas lantai yang permukaannya miring, pasti hasilnya air lebih cepat
mengalir dari pada minyak goreng. Tingkat kekentalan suatu fluida juga
bergantung pada suhu, semakin tinggi suhu suatu zat maka semakin berkurang
kekentalan zat cair tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi suhu gas maka semakin
kental zat gas tersebut.
2.8 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Viskositas
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu sebagai berikut:
1. Suhu
Viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Jika suhu naik maka
viskositas akan turun, dan begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan
karena adanya gerakan partikel-partikel cair yang semakin cepat apabila
suhu ditingkatkan dan menurun kekentalannya.
2. Konsentrasi larutan
Viskositas berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Suatu larutan
dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula,
karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat terlarut tiap
satuan volume. Semakin banyak partikel-partikel yang terlarut maka
gesekan antar partikel akan semakin tinggi dan viskositasnya semakinn
tinggi pula.
3. Berat molekul solut
Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul solut, karena dengan
adanya solut berat yang akan menghambat atau memberi beban yang berat
pada cairan sehingga menaikkan viskositas
4. Tekanan
Semakin tinggi tekanan suatu zat maka semakin besar viskositas suatu
cairam. Sebaliknya, semakin rendah tekanan suatu zat maka semakin kecil
viskositasnya.

2.9 Teori Viskositas Bola Jatuh


Sebuah mesin pada umumnya mempunyai beberapa elemen yang bergerak
atau berputar, misalnya poros dengan bearing. Akibat adanya benda yang berputar
tersebut maka akan menumbulkan gesekan atau gaya gesek dan akhirnya
menimbulkan kerugian gaya karena adanya gaya gesek tersebut. Maka untuk
menghindarinya diperlukan pelumasan yang berfungsi untuk melindungi mesin
dari korosi, memperkecil timbulnya panas dan pemuaian, sebagai media
pendinginan dan untuk menjaga kebersihan dari garam akibat adanya gesekan
antar logam, karena logam yang bergesekan akan menimbulkan garam.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan tentang pelumas adalah
viskositasnya (kekentalannya), sifat ini dimiliki oleh setiap zat cair. Viskositas
dari pelumas bervariasi dengan adanya perubahan temperatur dalam kenyataannya
suatu fluida umumnya akan mengalami penurunan nilai viskositas dengan adanya
kenaikan temperatur. Setelah temperatur kembali dingin, viskositas tidak kembali
seperti semula, tetapi turum sedikit demi sedikit, sehingga pada akhirnya
viskositas tidak kembali seprti semula atau tidak memenuhi syarat lagi.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat
Adapun alat-alat yang di gunakan pada percobaan ini yaitu, sebagai
berikut:
1. Tabung kaca 2 unit
2. Kelereng susu 1 unit
3. Kelereng bening 1 unit
4. Stopwatch 2 unit
5. Micrometer sekrup 1 unit
6. Penjepit 2 unit
7. Neraca digital 1 unit

3.2 Bahan-bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini sebagai berikut:
1. Air 1000 ml
2. Minyak 1000 ml

3.3 Cara kerja


Adapun cara kerja yang dilakukan pada percobaan ini yaitu sebagai
berikut:
1. Diukur jari-jari bola yang akan digunakan
2. Diperhatikan kedudukan titik T dimana bola dianggap sudah mencapai
kecepatan terminal, kemudian tentukan titik S yang berjarak h dibawah
titik T
3. Ditentukan bola dan dicatat waktu yang diperlukan bola untuk bergerak
dari T ke S
4. Ulangi langkah 3 sebanyak 3 kali
5. Ulangi untuk jarak h yang lain
6. Diulangi untuk zat cair yang lain
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Adapun hasil yang didapatkan pada saat praktikum yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Viskositas Air dengan Kelereng Susu


h T Vm Vm rata- V 𝜌f 𝜌b Viskositas
rata (cm/s)
(cm) (s) (cm/s) (cm3) (gr/cm3) (gr/cm3) (gr/cm.s)
35 0,38 92,11

35 0,37 94,59 95,57 2,30 1 2,27 8,73

35 0,35 100

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Viskositas Air dengan Kelereng Bening


h t Vm Vm rata- V 𝜌f 𝜌b Viskositas
rata (cm/s)
(cm) (s) (cm/s) (cm3) (gr/cm3) (gr/cm3) (gr/cm.s)
35 0,25 140

35 0,22 159,09 155,25 2,30 1 2,53 6,47

35 0,21 160,66

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Viskositas Minyak dengan Kelereng Susu.


h t Vm Vm rata- V 𝜌f 𝜌b Viskositas
rata (cm/s)
(cm) (s) (cm/s) (cm3) (gr/cm3) (gr/cm3) (gr/cm.s)
35 0,69 50,72

35 0,68 51,47 51,73 2,30 0,82 2,27 18,40

35 0,66 53,03
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Viskositas Minyak dengan Kelereng Bening
H t Vm Vm rata- V 𝜌f 𝜌b Viskositas
rata (gr/cm.s)
(cm) (s) (cm/s) (cm3) (gr/cm3) (gr/cm3)
(cm/s)
35 0,63 55,56

35 0,62 56,45 56,46 2,30 0,82 2,53 19,89

35 0,61 57,37

4.2 Pembahasan
Menentukan viskositas air dengan menggunakan kelereng susu, dari
percobaan yang lakukan diperoleh saat kelereng dijatuhkan yaitu Vm rata-rata
95,57 cm/s dan viskositasnya 8,73 gr/cm.s. Sedangkan untuk kelereng bening
dimana Vm rata-rata 155,25 cm/s dan viskositasnya 6,47 gr/cm.s
Menentukan viskositas minyak dengan menggunakan kelereng susu, dari
hasil yang diperoleh saat kelereng dijatuhkan yaitu Vm rata-rata 51,74 cm/s dan
viskositasnya 18,40 gr/cm.s. Sedangkan untuk kelereng bening dimana Vm rata-
rata 56,46 cm/s dan viskositasnya 19,89 gr/cm.s,
Dari hasil, kita dapat mengetahui bahwa kekentalan minyak lebih tinggi
daripada air memerlukan waktu yang lebih lambat untuk mencapai dasar
dibandingkan dengan kelereng yang dijatuhkan dalam air. Semakin berat massa
suatu benda maka waktu yang ditempuh untuk mencapai dasar tabung lebih cepat
seperti pada kelereng bening yang bermassa 5,84 gram lebih cepat mencapai dasar
dibandingkan dengan kelereng susu yang bermassa 5,23 gram.
BAB VI
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoeleh dari hasil dan pembahasan yaitu:
1. Viskositas menggunakan air untuk kelereng bening yaitu 8,73 gr/cm.s
2. Viskositas menggunakan air untuk kelereng susu yaitu 18,40gr/cm.s
3. Viskositas menggunakan miyak untuk kelereng susu yaitu 18,40 gr/cm.s
4. Viskositas menggunakan minyak untuk kelereng bening yaitu 19,89
gr/cm.s

5.2 Saran
Hendaknya kita lebih fokus untuk menentukan waktu yang diperoleh
kelereng untuk mencapai dasar tabung agar tidak terjadi kesalahan pada saat
menghitung berapa viskositasnya dan kita juga harus teliti dalam menghitung
viskositas.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2010. Fluida dan Viskositas.Yogyakarta: Esis


Alkins,p.w.1996 Kimia Fisika Untuk Universitas Jilid II Edisi IV. Jakarta:
Erlangga
Brid,tony.1987.Kimia Fisika Untuk Universitas. Jakarta: PT.Gramedia
Giancoly, douglas.c.1997. Fisika Jilid I. Jakarta: Erlangga
Respati, H.1981. Kimia Dasar Terapan Modern. Jakarta: Erlangga
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN

1. Viskositas zat cair pada air


Dik : Vm kelereng bening = 155,25 cm/s
ρf kelereng bening = 1 gr/cm3
ρb kelereng bening = 2,53 gr/cm3
r kelereng bening = 0,82 cm
Vm kelereng susu = 95,57 cm/s
ρf kelereng susu = 1 gr/cm3
ρb kelereng susu = 2,27 gr/cm3
r kelereng susu = 0,82 cm
g = 980 cm/s2

Dit: Viskositas pada air ?


Penyelesaian:
a. Kelereng bening
2r2 g
Vm = (ρb – ρf)

gr⁄ gr
2 (0,82 cm)2 .980 cm/s2 (2,53 cm − 1 ⁄cm)
155,25 cm/s = 2ɳ

155,25 cm/s = 1.317,904


155,25 cm/s . 2ɳ = 1.317,904
310,5ɳ = 1.317,904
317,904
ɳ = 310,5

ɳ = 6,47 gr/cm.s

b. Kelereng susu
2r2 g
Vm = (ρb – ρf)

gr⁄ gr
2 (0,82 cm)2 .980 cm/s2 (2,27 cm − 1 ⁄cm)
95,57 cm/s = 2ɳ

95,57 cm/s 2ɳ = 1667,76


1667,76
ɳ = = 8,73 gr/cm.s
191,14
2. Viskositas zat cair pada minyak
Dik : Vm kelereng bening = 56,46 cm/s
ρf kelereng bening = 0,82 gr/cm3
ρb kelereng bening = 2,53 gr/cm3
r kelereng bening = 0,82 cm
Vm kelereng susu = 51,74 cm/s
ρf kelereng susu = 0,82 gr/cm3
ρb kelereng susu = 2,27 gr/cm3
r kelereng susu = 0,82 cm
g = 980 cm/s2

Dit: Viskositas pada minyak?


Penyelesaian:
a. Kelereng bening
2r2 g
Vm = (ρb – ρf)

gr⁄ gr
2 (0,82 cm)2 .980 cm/s2 (2,53 cm − 0,82 ⁄cm)
56,46 cm/s =

56,46 cm/s = 1.317,904


56,46 cm/s . 2ɳ = 2.245,57
112,92 ɳ = 2.245,57
2.245,57
ɳ = 112,92

ɳ = 19,89 gr/cm.s

b. Kelereng susu
2r2 g
Vm = (ρb – ρf)

gr⁄ gr
2 (0,82 cm)2 .980 cm/s2 (2,27 cm − 0,82 ⁄cm)
51,74cm/s = 2ɳ

51,74 cm/s 2ɳ = 1904,14


103,48 ɳ = 1904,14
1904,14
ɳ = = 18,40 gr/cm.s
103,48
LAMPIRAN C
TUGAS DAN PERTANYAAN

1. Tentukan besar viskositas masing-masing zat padat yang digunakan!


2. Bandingkan dengan harga di tabel, seberapa besarkah kesesuaiannya?
3. Apakah metode ini dapat digunakan berat untuk sembarang jenis fluida?
4. Apakah manfaat mengetahui besar viskositas zat cair?

Jawab:

1. Viskositas dengan menggunakan kelereng susu adalah 8,73 gr/cm.s


viskositas air dengan menggunakan kelereng bening adalah 6,47gr/cm.s
sedangkan viskositas minyak dengan menggunakan kelereng susu dan
kelereng bening masing-masing 18,40 gr/cm.s dan 19,89 gr/cm.s
2. Diandingkan dengan harga yang di tabel harga viskositasnya tidak terlalu
besar dengan harga yang didapat.
3. Tidak
4. Manfaat mengetahui besat viskositas zat cair adalah untuk memahami
bahwa gaya gesekan yang bergerak di dalam fluida (zat cair) dipengaruhi
oleh kekentalan fluida tersebut dana pat menentukan koefisien kekentalan
zat cair dengan menggunakan Hukum Stokes.
LAMPIRAN C
PRETEST

1. Terangkan pengertian viskositas zat cair!


2. Gambarkan dan dan jelaskan arus laminar zat cair kental!
3. Jeleskan beberapa factor yang mempengeruhi kekentalan!
4. Buktikan rumus stokes!

Jawab

1. Viskositas zat cair adalah salah satu bentuk zat cair yang menentukan
besarnya pergerakan terhadap gaya gesek. Viskositas terjadi karena adanya
interaksi antara molekul-molekul antar cairan.
2. Aliran laminar adalah aliran dengan fluida yang bergerak dengan lapisan
atau dengan laminar-laminar dengan suatu lapisan meluncur dengan lancar
dalam aliran laminar viskositas berfungsi untuk meredam cenderung
terjadi gesekan relatif antara lapisan.
3. Faktor yang mempengaruhi kekentalan:
a.) Tekanan; viskositas naik dengan naiknya tekanan, viskositas gas tidak
mempengaruhi tekanan
b.) Temperatur : viskositas akan turun dengan naiknya suhu
c.) Adanya bahan tambahan seperti bahan suspense akan menaikkan
viskositas air.
d.) Ukuran dan berat molekul: viskositas akan naik dengan aniknya beraat
molekul.