Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS SWOT BANK MANDIRI SYARIAH

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)


 Adanya dewan pengawas  Adanya direktur
yang menjamin bahwa yang memegang
Bank Syariah tidak jabatan rangkap
melenceng dari konsep yang berbeda
ekonomi syariah. bidangnya.
 Adanya manajemen  Butuh penyesuaian
perusahaan yang terpisah dan pelatihan bagi
dari dewan pengawas karyawan baru.
maka tidak ada intervensi  Sulit mendapatkan
antara dewan pengawas SDM yang
dengan manajemen dan berkompeten
sebaliknya. dibidang ini.
 Pegawai yang bekerja  Belum meratanya
adalah pegawai yang penyebaran kantor
profesional dan bank syariah
sepenuhnya mengerti mandiri di seluruh
operasional perbankan provinsi.
syariah.  Belum adanya
 Adanya Pusat Pendidikan pelayanan produk
dan Pelatihan BSM (ATM) bersama.
(Training Centre BSM)  Image yang
mempermudah terbentuk
merencanakan berbagai dimasyarakat
program pendidikan dan adalah bank yang
pelatihan perbankan diperuntukkan
syariah. hanya untuk orang
 Beroperasi atas dasar Islam.
prinsip syariah Islam  Tidak adanya paten.
menetapkan budaya
perusahaan
dalam lima pilar yang
disingkat SIFAT
 Tersebar di 24 provinsi di
tanah air.
 Produk dan jasa yang
ditawarkan sangat
bervariasi.
 Nama syariah mandiri
sudah membentuk
persepsi yang masyarakat
adalah bank yang
menganut prinsip
ekonomi syariah .
 Dengan dukungan modal
dari PT.Bank Mandiri
sehingga tidak
mengalami kesulitan
dibidang permodalan.
 Kinerja kuangan sudah
cukup baik.
PELUANG (O) Strategi SO: Strategi WO:
 Pertumbuhan yang sangat  Menambah kantor  Menjalin kerjasama
pesat dengan cabang mandiri dengan bank-bank
pembangunan bank syariah di povinsi- lain baik itu
syariah di daerah-daerah. provinsi yang konvensional
 Peluang yang besar untuk berpotensial. maupun syari’ah
penerapan teknologi- Mempertahankan untuk
teknologi baru dengan dan meningkatkan pengembangan
perkembangan IT. variasi produk ATM link.
 Kebijakan dengan penerapan  Melakukan
Bank Indonesia terbaru teknologi-teknologi sosialisasi di
belum akan memicu bank terbaru. berbagai media
konvensional melepas  Memperkuat image tentang prinsip
unit usaha syariah di masyarakat perbankan mandiri
menjadi bank umum dengan menekankan syariah sehingga
syariah tersendiri. prinsip ekonomi dapat menarik
 Masyarakat Indonesia yang syariah. nasabah sebanyak-
mayoritas beragama islam  Meningkatkan banyaknya tidak
merupakan pasar kualitas pelayanan hanya dikalangan
potensial yang sangat kepada nasabah umat islam saja.
besar. dengan  Meningkatkan
 Tidak dikhususkan untuk menyuguhkan kualitas dan
orang Islam. pelayanan yang kuantitas sumber
 Masih sedikit pesaing. profesional oleh daya manusia yang
tenaga-tenaga yang berkompeten di
profesional pula bidang ekonomi
perbankan syariah.
 Menigkatkan
fasilitas-fasilitas
yang berbasis
teknologi sehingga
dapat memudahkan
akses bagi nasabah.
 Meningkatkan
kualitas dan
frekuensi pelatihan
BSM (Training
Centre BSM)
sehingga dapat
memenuhi
kebutuhan SDM.

ANCAMAN (T) Strategi ST: Strategi WT:


 Pesaing mempunyai  Pemanfaatan dan  Mengadakan
teknologi yang lebih pengalokasian Program-program
canggih modal dengan untuk
 Banyaknya produk yang tepat yang meningkatkan
sejenis yang menawarkan digunakan untuk kompetensi
banyak keunggulan. pengembangan karyawan syariah
 Banyaknya pilihan produk teknologi mandiri dalam
dari perbankan lain. seoptimal bidang IT
 Kekuatan nasabah untuk mungkin.  Mempererat
memilih bank cukup  Mempertahankan kerjasama dengan
tinggi. ciri khas produk penanam modal dan
 Pesaing dari dalam negeri dengan berbasis bank-bank lain.
tidak hanya terdiri dari ekonomi  Melakukan strategi
bank-bank konvensional perbankan syariah. promosi yang lebih
tapi juga bank syariah  Mengembangkan gencar disemua
yang lain. variasi produk media untuk
dengan cara meningkatkan
benchmarking. pangsa pas
 Membentuk tim
customer Care
untuk
mengembangkan
performansi bank
syariah.
 Mempertahankan
performansi
keuangan
untuk dapat
memenangkan
persaingan.

Anda mungkin juga menyukai