Anda di halaman 1dari 3

DEPOSITO

Paper ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Perbangkan Syariah”
Dosen pengampu :

Disusun oleh : Ardi kurniawan (A10180172)


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan pada Allah SWT karena berkat rahmat, hidayah
dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Fatwa Bisnis Syariah. Semoga
sholawat serta salam senantiasa dilimpahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,
seluruh keluarganya, para sahabat, para tabi’in serta seluruh kaum muslimin. Amin.
Paper ini akan membahas mengenai Deposito. Paper ini menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti, dan dengan susunan yang mudah dipahami. Namun, kami menyadari bahwa
Paper ini masih banyak kekurangan, kami berharap kritik dan saran demi menyempurnakan
Paper ini agar menjadi lebih baik dan dapat berguna semaksimal mungkin.

Bandung , 13 oktober 2019


Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada tahun-tahun ini perbankan syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Keberadaannya telah bertebaran di seluruh Indonesia. Salah satu produk yang dikembangkan
dan ditawarkan bank syariah adalah deposito mudharabah. Deposito mudharabah
merupakan investasi nasabah kepada bank syariah, sehingga dalam akuntansinya, kedudukan
deposito tidak dicatat sbagai hutang bank, tetapi dicatat dan disebut sebagai investasi,
biasanya disebut investasi tidak terikat (mudhrabah muthlaqah).
Deposito mudharabah mengikuti prinsip-prinsip mudharabah sebagaimana tertuang dalam
hukum syariah. Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) telah
mengelurkan fatwa mengenai deposito syariah, yaitu fatwa No: 03/DSN-MUI/IV/2000,
maksud dari fatwa tersebut ialah deposito yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu
deposito yang berdasarkan perhitungan bunga. Sedangkan deposito yang dibenarkan, yaitu
deposito yang berdasarkan prinsip mudharabah dengan menggunakan system bagi hasil.
Selain itu perlu dicatat, bahwa kedudukan deposito mudharabah di bank syariah tidak
dianggap sebagai hutang bank dan piutang nasabah. Untuk lebih jelas mengenai deposito
syariah, kami akan mencoba menguraikannya dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari deposito?
2. Bagaimana prosedur dalam mengajukan deposito ?
3. Apa landasan hukum deposito ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi deposito.
2. Untuk mengetahui prosedur dalam mengajukan deposito.
3. Untuk mengetahui landasan hukum deposito.