Anda di halaman 1dari 24

TUGAS RESUME

Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi Pemerintah


Working Paper : Treasury Reference Model

Dosen
Muhammad Shadiq Khairi

Disusun Oleh
Shasa Nur Anggraini ( 36 ) / 1302170987

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN


TANGERANG SELATAN
TAHUN AJARAN 2019/2020
PART I
OUTLINE OF THE TREASURY REFERENCE MODEL
INTRODUCTION
Sistem perbendaharaan adalah sistem terkomputerisasi yang terintegrasi untuk mengelola
transaksi pemerintah yang mencakup pelaksanaan anggaran dan proses otorisasi; komitmen dan
pembayaran; pengelolaan kas, asset lainnya, dan liabilitas; pemeliharaan akun; dan pelaporan fiskal.
Manfaat dari sistem perbendaharaan meliputi

a) integrasi penuh data anggaran dan pelaksanaan data anggaran, sehingga memungkinkan
control keuangan yang lebih besar;
b) meningkatkan perencanaan kas dan mengetahui posisi kas pemerintah;
c) penyediaan pelaporan manajemen yang memadai di berbagai tingkat pelaksanaan anggaran;
d) peningkatan kualitas data untuk pengolahan dan pelaksanaan anggaran;
e) memberi kemudahan dalam penyusunan laporan keuangan.

Treasury Reference Model(TRM) memberikan pedoman untuk desain sistem


perbendaharaan yang ditujukan untuk dua kelompok orang yaitu Manajer tugas bank dan otoritas
dalam pemerintahan dan perancang perangkat lunak dan pemasok dari sektor swasta atau bahkan
in-house developer dari perangkat lunak perbendaharaan.

Tahap desain meliputi

a) Desain Fungsional Tingkat Tinggi membahas komponen fungsional utama yang menangani
masalah yang berkaitan dengan pekerjaan hukum dan kelembagaan;
b) Detail Fungsional Desain menampilkan arus informasi pelaksanaan, definisi anggaran
klasifikasi struktur dan bagan akun, dan persyaratan pelaporan;
c) Desain Sistem Teknis mendefinisikan karakteristik dari perangkat lunak aplikasi, perangkat
keras dan komunikasi infrastruktur;
d) Ukuran Komponen dan Persiapan Spesifikasi Pengadaan mengembangkan kriteria kinerja
kunci untuk komponen sistem informasi, seperti volume data yang akan diproses atau
diperlukan waktu respons, dan memasukkannya ke dalam spesifikasi pengadaan;
e) Komponen Pengadaan dimana semua perangkat keras, perangkat lunak, dan implementasi
layanan yang diperlukan untuk implementasi Sistem Perbendaharaan diperoleh.

Integrasi dan Implementasi Sistem meliputi

a) Software fit / gap analysis yaitu sistem dibeli sebagai terintegrasi paket aplikasi rak yang
menyediakan berbagai fungsi. Diperlukan analisis kesesuaian / kesenjangan memetakan
fungsionalitas standar.
b) Parameterisasi dan kustomisasi perangkat lunak untuk menyesuaikan paket dengan spesifik
persyaratan implementasi.
c) Manual dan prosedur pengoperasian mengembangkanan detail manual operasi dan
prosedur yang sesuai fungsional persyaratan pelaporan.
d) Manajemen perubahan dan pelatihan pengguna akhir terjadi sepanjang implementasi fase
untuk mengatasi perubahan organisasi dan aspek pelatihan dari implementasi.
e) Implementasi aplikasi (pilot dan replikasi) proyek percontohan yang bagian dari proyek yang
lebih besar diimplementasikan terlebih dahulu, untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah desain dan implementasi. Replikasi adalah implementasi dari cakupan penuh
proyek setelah pilot telah berhasil diimplementasikan (atau dimodifikasi sesuai kebutuhan).
BOX 1. SISTEM BERBASIS KOMPUTER UNTUK MANAJEMEN TREASURY

Dua karakteristik utama dari Sistem Perbendaharaan adalah

a. konsolidasi dan kompilasi cepat sejumlah besar data di seluruh set Treasury kantor di
seluruh negeri; dan
b. proses fungsionalnya berulang dan mengikuti serangkaian aturan yang ditentukan.

Sistem informasi berbasis komputer mampu memproses transaksi bisnis secara efisien,
menerapkan kontrol yang diperlukan, dan secara bersamaan mengumpulkan informasi tepat waktu
dan akurat yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem ini memungkinkan untuk
mengintegrasikan transaksi klasifikasi dan posting dengan pemrosesan transaksi. Mis. Sebagai
pembayaran dilakukan, dapat secara bersamaan diklasifikasikan dan diposting ke akun yang sesuai.
Penggunaan berbasis komputer sistem memfasilitasi otomatisasi banyak kontrol dan prosedur. Mis.
memastikan bahwa alokasi anggaran yang tepat ada sebelum membuat komitmen atau menyetujui
pembayaran. Intervensi manual diperlukan hanya dalam kasus yang membutuhkan pengecualian
pada prosedur. Dalam kasus ini sistem akan menyimpan jejak audit yang tepat sertakan detail
tentang otorisasi untuk pengecualian.

TREASURY REFERENCE MODEL : KONTEKS

Kerangka regulasi adalah kerangka peraturan keseluruhan untuk mengoperasikan berbagai


modul jaringan sistem. Kerangka regulasi harus tersedia dan sudah direviu atau dimodifikasi sebelum
digunakan untuk mendesain sistem. Kerangka regulasi terdiri dari elemen-elemen berikut :

1. Struktur Pengendalian
Kontrol dasar yang diterapkan dalam penggunaan anggaran diturunkan dari kerangka
legislatif dapat melalui undang-undang , peraturan keuangan, atau peraturan administrasi.
Berikut contoh pengendalian
a. kontrol tingkat dokumen dan transaksi untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran;
b. kontrol akses untuk memastikan bahwa hanya personel yang berwenang yang dapat
merekam, mengubah, atau melaporkan informasi;
c. kontrol sistem keseluruhan untuk memastikan bahwa sistem mewujudkan didirikan
standar pemrosesan.

Dari sudut pandang desain sistem, tujuan manajemen ekonomi makro memiliki sebuah
hubungan langsung pada definisi struktur kontrol. Aspek alokasi sumber daya manajemen
fiskal tercermin dalam desain sistem terutama melalui anggaran dan klasifikasi akun dan
pelaporan yang sesuai spesifikasi.

2. Klasifikasi Akun
Struktur kode klasifikasi standar pemerintah harus dibentuk untuk memberikan dasar yang
konsisten untuk:
1. Mengintegrasikan perencanaan, penganggaran, dan akuntansi
2. Menyusun alokasi anggaran dan biaya program dan proyek
3. Merekam data pada titik masuk di seluruh pemerintahan
4. Mengkonsolidasikan informasi keuangan pemerintah secara keseluruhan.

Struktur ini harus mengakomodasi unsur-unsur berikut: dana, program, organisasi, dan
pengeluaran unit, proyek, dan objek klasifikasi pengeluaran. Kode program harus
mengidentifikasi elemen program dan suplemen hingga unit keputusan program dasar. Kode
organisasi harus mengidentifikasi pusat anggaran dan biaya. Proyek dapat dikaitkan juga
untuk organisasi atau program, tetapi harus diklasifikasikan lebih lanjut secara terpisah dari
ini struktur dalam hal sub proyek, pekerjaan, dan fungsi.
3. Spesifikasi Laporan
Pemerintah harus menetapkan persyaratan dan tujuan pelaporan dalam dua bidang:
1. pelaporan eksternal : memberikan informasi kepada legislatif dan publik, serta negara-
negara lain, organisasi internasional, investor luar negeri dan pasar keuangan,
2. pelaporan manajemen internal : untuk pembuat kebijakan dan manajer pemerintah.

Proses fungsional akuntansi dan anggaran

Proses fungsional mencakup bidang-bidang yang saling terkait yaitu peramalan fiskal makro,
persiapan dan persetujuan anggaran; dan pelaksanaan anggaran dan manajemen kas; dan akuntansi.

1. Peramalan fiskal makro, persiapan dan persetujuan anggaran


Diawali dengan Kementrian Keuangan memberikan surat edaran anggaran pada
lembaga mengindikasikan prospek ekonomi dan parameter anggaran untuk tiap
sektoral. Kemudian sektoral merespon dengan menerbitkan proposal anggaran. Lalu
negosiasi antara pusat dengan sektoral untuk menetapkan jumlah anggaran dan
diterbitkanlah dokumen anggaran yang kemudian direviu dan disetujui oleh legislatif.
Dokumen anggaran yang telah disetujui menjadi dasar hukum dari program kerja sektor
publik yang akan dilaksanakan oleh kementerian sektoral. Terdiri dari perkiraan
pendapatan dan pinjaman yang diharapkan serta jumlah pengeluaran - dengan anggaran
dan klasifikasi akun - yang diizinkan untuk dibelanjakan pada program dan proyek yang
disetujui.
2. Pelaksanaan anggaran dan manajemen kas
Sektoral menyiapkan perkiraan kebutuhan kas untuk tahun tersebut berdasarkan
kontrak yang diketahui dan diantisipasi untuk pengeluaran rutin dan modal. Setelah
anggaran disetujui, Kemenkeu mengeluarkan dana (waran / alokasi tunai) secara berkala
ke sektoral dengan tetap memperhatikan anggaran yang disetujui, kebutuhan kas
sektoral dan ketersediaan sumber daya secara keseluruhan. Seiring tahun fiskal berjalan,
sektoral menyiapkan permintaan dana bulanan dan secara triwulanan dan menyerahkan
laporan pengeluaran dan pendapatan aktual untuk bulan / kuartal sebelumnya.
Pendapatan pajak dan bea ditransfer melalui bank lokal yang kemudian dilanjutkan ke
bank sentral. Sedangkan PNBP , biaya administrasi , penjualan produk disetor ke dana
konsolidasi.
3. Akuntansi
1. Memelihara catatan otorisasi pengeluaran pada tingkat alokasi dan pengeluaran,
2. memproses ,mencatat transaksi saat itu terjadi, menerapkan kontrol yang
diperlukan, memposting ke akun yang sesuai,
3. memelihara akun buku besar untuk memantau dan mengendalikan pengeluaran dan
penerimaan aktual terhadap anggaran, dan
4. pelaporan.

BOX 2. KERANGKA KERJA KEBIJAKAN DAN REFORMASI KELEMBAGAAN

Tindakan utama dan reformasi kebijakan yang diperlukan sebelum penerapan sistem
komputer baru untuk penganggaran dan akuntansi dirinci di bawah ini:

1. Pengembangan UU Pengelolaan Anggaran yang komprehensif;


2. Penerapan sistem klasifikasi anggaran yang konsisten dengan metodologi Statistik
Keuangan Pemerintah IMF (GFS);
3. Konsolidasi rekening bank Pemerintah ke Rekening Tunggal Perbendaharaan (TSA) di
Bank Sentral;
4. Implementasi sistem dan pengembangan peraturan terperinci dan manual
pengoperasian yang mencakup proses pelaksanaan anggaran berbasis TSA (batas
pengeluaran, alokasi kas, komitmen dan kontrol pembayaran, pemrosesan pembayaran,
akuntansi dan pelaporan);
5. Pembentukan unit manajemen kas di Perbendaharaan dan perumusan prosedur untuk
operasinya, yang akan mencakup perkiraan dan pemantauan arus kas, dan manajemen
sehari-hari distribusi dana antar unit pengeluaran dan perbendaharaan lapangan.

Sistem Buku Besar Perbendaharaan ( Treasury Ledger System )

Treasury Ledger System (TLS) digunakan untuk merujuk secara kolektif ke modul sistem yang
memberikan dukungan untuk

1. Anggaran dan kontrol waran,


2. akun hutang,
3. piutang,
4. buku besar,
5. pelaporan fiskal

Sistem pertama, berkaitan dengan menjaga data tentang otoritas pengeluaran. Sistem ini
memelihara data tentang alokasi yang dianggarkan dan disetujui (baik modal dan berulang), sumber
pembiayaan untuk program dan proyek. Sistem kedua dan ketiga digunakan untuk memproses
komitmen, pengeluaran dan transaksi penerimaan sebagaimana terjadi selama tahun berjalan. Oleh
karena itu sistem ini memelihara catatan komitmen dan pengeluaran aktual terhadap alokasi yang
dianggarkan dan perincian penerimaan.

Pengguna Treasury General Ledger System adalah

1. Perbendaharaan dan kantor regionalnya untuk fungsi akuntansi dasar dan untuk
melaksanakan implementasi anggaran , departemen anggaran untuk mendapatkan
status pengeluaran aktual dan pemantauan anggaran dan pelaporan fiskal.
2. Departemen perbendaharaan manajemen kas
3. Agen-agen lini untuk memenuhi kebutuhan informasi akuntansi dan keuangan mereka
4. Organisasi audit pemerintah untuk mengakses data transaksi keuangan untuk keperluan
audit.

BOX 3. KEMAMPUAN SISTEM BUKU BESAR PERBENDAHARAAN

Sistem ini akan memiliki kemampuan untuk membuat transaksi, mendistribusikan otoritas
(pembagian dan alokasi), mencatat semua transaksi detail yang sesuai dan mengkonsolidasikan dan
menyebarluaskan informasi seperlunya.

BOX 4. ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJEMEN FISKAL PEMERINTAH

Arsitektur sistem informasi untuk manajemen fiskal pemerintah adalah kerangka kerja yang
menunjukkan modul sistem informasi yang berbeda untuk mendukung proses fungsional GFM,
ruang lingkup, skala, dan jenis komponen sistem tertentu, dan arus informasi utama antara berbagai
modul.

Elemen utama arsitektur sistem pada gambar 2 dan dirangkum di bawah ini :

1. Sistem informasi untuk mendukung perkiraan ekonomi makro : Memperkiraan makro


fiskal dan pengembangan kerangka kerja makroekonomi
2. Sistem informasi untuk membantu penyusunan dan persetujuan anggaran menerima
rincian program dan proyek yang sedang berlangsung dari agen-agen lini,
mengkonsolidasikannya, dan menghasilkan dokumen. Setelah finalisasi anggaran oleh
cabinet, sistem ini menghasilkan estimasi anggaran yang disetujui.
3. Sistem informasi untuk pelaksanaan anggaran, akuntansi dan pelaporan fiskal :
Memelihara data otoritas pengeluaran alokasi anggaran yang disetujui, sumber
pembiayaan program dan proyek, transfer anggaran, alokasi tambahan, dan pelepasan
dana (jaminan). Mencatat komitmen dan pengeluaran actual terhadap alokasi anggaran
dan penerimaan pajak serta bukan pajak . Sistem ini adalah inti dari jaringan sistem
GFM, gudang utama data keuangan, dan berfungsi sebagai dasar sistem informasi
management keuangan (FMIS).
4. Sistem manajemen kas : Mempertahankan gambaran terkini posisi likuiditas pemerintah
dan kebutuhan kas. Mereka menerima informasi kebutuhan kas dari kementerian/unit
yang melakukan pengeluaran dan data saldo kas dari bank tempat rekening pemerintah
disimpan.
5. Sistem manajemen hutang : Sistem ini memelihara informasi tenteng pinjaman
domestic dan eksternal publik.
6. Sistem administrasi pendapatan : Kelompok sistem ini membantu pemerintah dalam
proses yang terkait dengan merumuskan kebijakan pajak dan taris serta pengumpulan
pajak dan pendapatan bukan pajak.
7. Sistem untuk membantu aspek fiskal manajemen personalia : Sistem ini membantu
proses fungsional terkait dengan manejemen dan pengendalian pelengkap dan dengan
pembayaran gaji dan pensiun.
8. Sistem pendukung audit : Sistem ini membantu lembaga audit internal dan eksternal
dalam fungsinya. Untuk melakukan fingsi audit, mereka membutuhkan akses ke basis
data yang dikelola oleh modul sistem lainnya.

Siklus Manajemen Keuangan

Terlihat pada figur 5 dibawah, siklus ini ditutup secara bertahap pada step 6/1 dalam
diagram, yang menandakan bahwa informasi dari akun bulanan atau triwulanan ditinjau sepanjang
tahun dan digunakan sebagai dasar untuk pemeriksaan ulang otorisasi anggaran. Proses kontrol
kedua dikaitkan dengan manajemen kas, ditunjukkan oleh panah terbalik dari langkah 4 ke langkah
2. di mana kendala likuiditas dapat menyebabkan treasury / MOF yang membatasi komitmen selama
periode tertentu. Panah terbalik dari langkah 5 hingga 4, yang menunjukkan koordinasi antara
manajemen kas dan utang.
Spesifikasi Perangkat Lunak Aplikasi untuk Modul Sistem Perbendaharaan

Perangkat lunak aplikasi untuk sistem Perbendaharaan perlu memiliki satu set modul yang
melakukan fungsi spesifik untuk mendukung proses fungsional. Perlu penyesuaian spesifikasi untuk
memperhitungkan persyaratan khusus negara tersebut. Secara khusus, format input dan output dari
berbagai dokumen transaksi, format data spesifik dari berbagai entitas data yang digunakan oleh
sistem dan format laporan yang diperlukan dari sistem perlu ditentukan. Jika tidak ada sistem
komersial yang memenuhi spek maka harus mengembangkan sendiri sesuai spesifikasi yang
diperlukan.

Struktur Organisasi Perbendaharaan

(a) pembayaran dari semua lembaga disalurkan melalui perbendahraan;

(b) Departemen Keuangan bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran dari Treasury
Single Account yang diadakan di Bank Sentral; Dan

(c) Bank Sentral bertanggung jawab untuk operasi perbankan swasta yang berhubungan
dengan pembayaran dan bukti pembayaran.

Struktur lembaga perbendaharaan harus mengimplementasikan model bisnis yang terdiri


dari kantor utama di pusat pemerintahan, kantor tingkat kedua di provinsi/region , dan kantor
tingkat ketiga di distrik. Tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan akses ke kantor
perbendaharaan sehingga pembayaran dapat dilakukan. Apabila infrastruktur telekomunikasi sudah
maju dan menggunakan basis komputer untuk pemrosesan pembayaran dan pengendaliannya pun
memadai maka boleh mengurangi kantor unit di distrik.

Arsitektur Teknologi

1. Proses transaksi terdistribusi dan arsitektur teknnologi


Model ini memerlukan jaringan multi-tiered dengan modul sistem yang beroperasi di
perbendaharaan pusat, masing-masing kantor regional dan distrik dan pada lini agen
dan pengeluaran tingkat unit. Fasilitas untuk pengolahan transaksi, produksi,
penyimpanan dan pengolahan data berlokasi pada setiap tingkat tersebut. Fasilitas ini
dapat berupa komputer yang berdiri sendiri, server, dan/atau LANs, terletak di titik-titik
jaringan. Fasilitas ini dihubungkan oleh jaringan luas Area (WAN). Arsitektur hanya
memerlukan fasilitas yang ada untuk mentransfer rangkuman atau data transaksi
terperinci antara jaringan dan pusat, dan ini dapat terjadi dalam mode off-line/batch.
2. Proses Transaksi Terpusat dan Arsitektur Teknologi
Perangkat lunak aplikasi utama dan database terkait berada di situs pusat, biasanya kas
pusat. Kantor Lini Kementerian, regional, dan distrik perbendaharaan, yang bertanggung
jawab untuk memproses transaksi pada sistem, dapat terhubung ke situs pusat melalui
berbagai fasilitas telekomunikasi. Ini dapat berupa sambungan telepon langsung (dial up
atau terdedikasi) melalui jaringan telekomunikasi berbasis daerah atau satelit, atau
antarmuka web melalui internet. Karena perangkat lunak aplikasi hanya terletak di situs
pusat, penyebaran perangkat lunak aplikasi dan pemeliharaan juga terpusat di situs ini,
lebih mudah dilakukan, dan lebih mudah memastikan lingkungan perangkat lunak
aplikasi seragam di seluruh jaringan.

Model Kelembagaan Alternatif untuk Pemrosesan Pengeluaran

1. Pemrosesan pengeluaran berbasis unit pengeluaran dan kementrian


Kementrian dan unit pengeluaran bertanggungjawab membuat pembayaran melalui
rekening TSA daripada melalui perbendaharaan. Bank TSA diberitahukan batasan untuk
pengeluaran oleh unit pengeluaran. Namun demikian, karena bank TSA tidak dapat
diharapkan untuk memastikan kepatuhan terhadap batasan pengeluaran oleh masing-
masing kategori ekonomi, tanggung jawab untuk kontrol pengeluaran terperinci berada
pada unit pengeluaran dan kementerian pusat.
2. Peraturan perbankan
Peraturan alternatif perbankan biasanya digunakan bila bank sentral tidak mampu
menangani volume yang besar terkait transaksi penerimaan dan pembayaran. Sehingga
mendelegasikan tanggung jawab operasi perbankan ritel ke satu atau lebih agen fiskal
seperti bank komersial resmi yang melakukan pembayaran atas nama Perbendaharaan,
menerima pendapatan pemerintah dan melakukan setoran harian ke Rekening Tunggal
Perbendaharaan (TSA) di Bank Sentral.

Pengamatan dari Standar dan Praktek Internasional

1. Bagan akun dan pengelompokan


Bagan Akun adalah sebuah kerangka pengelompokan untuk pencatatan dan
pengelompokan transaksi dan hal-hal yang terkait dengan laporan keuangan sebuah
entitas. Tingkat kerincian Bagan Akun dapat disesuaikan dengan kubutuhan operasional
dan manajerial instansi.
2. Struktur berbasis akrual
Disarankan untuk akuntansi pemerintah menggunakan Bagan Akun dengan prinsip-
prinsip akrual. Struktur yang memperbolehkan penggunaan basis kas pada pencatatan
dengan memfasilitasi adanya adopsi basis akrual pada pencatatan dan pelaporan untuk
meningkatkat manajemen keuangan, economic forecasting, dan analisis keuangan. COA
dirancang untuk memungkinkan rekonsiliasi lengkap antara saldo awal, berbagai
transaksi serta aliran ekonomi lainnya dan saldo penutup. Rekonsiliasi seperti itu tidak
mungkin ada dalam sistem basis kas.
Klasifikasi individual Bagan Akun dibagi menjadi 5 kelompok antara lain:
1. Akun Pendapatan (Revenue Accounts) menambah net worth pemerintah dan
diperoleh dari berbagai sumber sehingga revenue memiliki sistem klasifikasi
tersendiri.
2. Akun Beban (Expenditure Accounts) mengurangi net worth pemerintah. Terdapat
tujuh pengelompokan besar untuk beban : kompensasi pegawai; penggunaan
barang atau jasa; penggunaan asset tetap; beban property; subsidi; hibah; dan
bantuan sosial.
3. Akun Aset (Asset Accounts) termasuk kas, investasi, piutang, dan piutang yang
mendekati jatuh tempo.
 Akun Aset Bukan Keuangan (Non-Financial Asset Accounts) mencatat
saldo,perolehan, dan penjualan aset seperti Gedung, peralatan, JIT, dan lainlain.
 Akun Aset Keuangan (Financial Asset Accounts) mencatat saldo,perolehan, dan
penjualan aset seperti Kas, Piutang, equity holdings, dan lain-lain.
4. Akun Kewajiban (Liability Accounts) termasuk utang yang ditanggung selama operasi
dan jumlah terutang termasuk pihak yang bersangkutan.
5. Akun aliran ekonomis lainnya (Other Economic Flow Accounts) mencatat perubahan
pada nilai aset atau kewajiban sebagai akibat dari perubahan penilaian ulang
aset/kewajiban atau penghapusan aset/kewajiban.

BOX 5. PERALIHAN DARI KAS KE AKRUAL

Tahap pertama dalam penerapan bentuk akuntansi akrual di pemerintahan yaitu menyusun
COA dengan prinsip akrual. Namun, laporan konsolidasi formal dapat terus menggunakan basis kas.
Penjurnalan akun non-cash secara akrual, seperti depresiasi, yang tidak memiliki korespondensi
kategori pembayaran tidak akan diterapkan ketika COA hanya digunakan untuk akun basis kas.

Akun Anggaran dan Sistem Klasifikasi

Sistem Klasifikasi Anggaran terdiri dari lima struktur

1. Klasifikasi Dana (Fund Classification) menunjukkan dana di mana dana publik diotorisasi
(misal: general atau pendapatan, dana, dana pembangunan, dana jalan).
2. Klasifikasi Organisasi (Organization Classification) menggambarkan organisasi yang
menerima sumber daya anggaran. Misal kementrian, regional, divisi, cabang;
3. Klasifikasi Ekonomi (Economic Classification) menunjukkan rincian pendapatan
anggaran, pinjaman, dan pengeluaran;
4. Klasifikasi Fungsional (Functional Classification) menunjukkan pendapatan dan
pengeluaran berdasarkan fungsi pemerintah seperti Ketertiban Umum dan Masalah
Keselamatan, Urusan dan Pelayanan Pendidikan, Urusan dan Layanan Kesehatan, dll .;
5. Klasifikasi Program (Program Classification) menunjukkan alokasi anggaran yang
direncanakan untuk program-program tertentu (seperti pengentasan kemiskinan);
 Klasifikasi Proyek (Project Classification) mengidentifikasi kegiatan yang bertujuan
untuk mencapai tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Proyek adalah elemen
dari klasifikasi program yang lebih luas, dan banyak yang dapat dikaitkan dengan
bantuan eksternal (diidentifikasi dengan bantuan khusus pemerintah / donor fund).

FAKTOR KEBERHASILAN KRITIS UNTUK IMPLEMENTASI PROYEK

1. Komitmen Pemerintah dan Dukungan Manajemen


Komitmen pemerintah yang berkelanjutan untuk reformasi sektor publik dan untuk
memperkuat lembaga manajemen keuangan dasar merupakan faktor penentu
keberhasilan utama untuk implementasi proyek yang memuaskan.
2. Koordinasi Antar Lembaga dan Keterlibatan Pengguna dalam Desain Sistem
Membentuk komite pengarah dan kelompok kerja dengan perwakilan dari semua
pengguna utama untuk memastikan bahwa semua kebutuhan pengguna akan
dipertimbangkan selama desain sistem. input manajemen fungsional senior sangat
penting selama fase awal perencanaan dan desain proyek. Persyaratan utama untuk fase
desain adalah pengetahuan yang mendalam mengenai area fungsional dan kapasitas
manajerial untuk memastikan bahwa proyek diterima oleh pengguna.
3. Kapasitas Organisasi dan Kemampuan Teknis
Jumlah dari staf keuangan dan staf teknis dan beragam tingkat keahlian diperlukan
untuk membangun sistem yang besar. Oleh karena itu proyek pembaharuan sistem
perbendaharaan perlu menaungi kapasitasi organisasi yang bertanggung jawab dalam
pembaharuan implementasi.
4. Manajemen Perubahan
Implementasi dari jaringan sistem berbasis komputer untuk mendukung proses
perubahan membutuhkan pemahaman tidak hanya proses bisnis dan persyaratan
informasi, tapi juga sosial, kultural, dan lingkungan politik dari organisasi dan negara di
dalamnya yang mana menjadi objek implementasi (Walsham, Symons, dan Waema,
1988).
5. Perencanaan proyek resmi
Metodologi perencanaan proyek resmi harus digunakan untuk mendesain,
implementasi, dan memonitor sistem. Disarankan untuk mengimplementasi proyek
seperti ini secara bertahap sehingga mereka dapat diletakkan di suatu tempat dan di
monitor secara memadai.
6. Sistem dan administrasi data
Mekanisme koordinasi harus dibuat untuk memastikan bahwa seperangkat kebijakan
umum, prosedur, dan standar tersedia untuk mengolah data dan sistem di seluruh
pemerintah. Standar tersebut harus mencakup protokol untuk komunikasi, entri data,
editing, dan memperbaharui input layar dan format output, cadangan dan pemulihan,
keamanan, rencana cadangan, dan perencanaan pemulihan berencana dan teknis dan
dokumentasi pengguna.
7. Dukungan teknis lokal
Kehadiran vendor dibutuhkan untuk menyediakan pelatihan, dukungan teknis dan
pemeliharaan, termasuk pemenuhan garansi selama masa manfaat sistem.
PART II
DETAILED PROCESS CHARTS, PROCESS QUESTIONAIRE, FUNCTIONAL
SPECIFICATIONS & DATA ARCHITECTURE
1. Management of budget authority : 1. Apportionment and allotment

Setelah persetujuan anggaran tahunan oleh Parlemen, anggaran tersebut dimasukkan ke dalam
Sistem oleh Departemen Anggaran. Anggaran yang disetujui untuk kementerian pengeluaran
kemudian dipecah menjadi tingkat klasifikasi ekonomi yang terperinci dan dibagi berdasarkan
waktu (kuartal dan bulan) dan terdaftar dalam sistem oleh Kementerian Keuangan dan
dikomunikasikan ke kementerian pengeluaran. Kementerian belanja, pada gilirannya,
mendaftarkan anggaran terperinci untuk unit pengeluaran bawahan mereka dan
mengkomunikasikan jatah tersebut ke unit pengeluaran.

Management of budget authority : 2. warrant allocation

Lembaga-lembaga sektor menyiapkan permintaan dana berkala berdasarkan kategori ekonomi,


yang juga direkam. Dari jumlah ini kementerian mengeluarkan sub-waran untuk unit
pengeluaran mereka dan menyarankan unit belanja yang sesuai. Jumlah surat perintah dan sub
surat perintah harus berada dalam jumlah yang ditentukan dalam batas pengeluaran untuk unit
organisasi ini. Jumlah waran ditentukan berdasarkan hasil tinjauan anggaran berkala, perkiraan
pendapatan yang direvisi dan saldo kas.
Management of Budget authority : 3. Budget transfer

UU Anggaran mengizinkan untuk mengalihkan anggaran yang disetujui antara klasifikasi


organisasi dan objek. Kekurangan yang diidentifikasi oleh unit pengeluaran dalam satu atau
lebih kategori ekonomi dapat dipenuhi dari ekses Dalam kategori ekonomi lain dalam anggaran
mereka. Untuk beberapa item dan dalam ambang tertentu, unit pengeluaran mungkin memiliki
kekuatan finansial untuk melakukan transfer sendiri dan mereka akan memperbarui basis data
anggaran dalam sistem. Untuk kasus-kasus yang berada di luar kekuatan finansial mereka,
mereka akan meminta kementerian induk atau Kementerian Keuangan untuk memproses
transfer, tergantung pada jenis transfer. Jika disetujui, Kementerian / Kemenkeu akan
memproses transfer dan memperbarui basis data.

Management of budget authority : 4. Supplementary budgets

Selama tahun berjalan revisi untuk anggaran yang disetujui dapat dilakukan oleh Parlemen.
Revisi ini dilakukan sesuai dengan prosedur untuk menyelesaikan anggaran asli. Proses
mempersiapkan anggaran tambahan mencakup persiapan, perutean, dan persetujuan
permintaan untuk anggaran tambahan. Anggaran tambahan biasanya diajukan ke Parlemen
untuk disetujui pada tengah tahun.

2. Commitment and funds : 1. Pengadaan barang dan jasa ( langsung ke kantor perbendaharaan )
Unit pengeluaran memproses permintaan barang dan jasa. Setelah memverifikasi kesesuaian
pengeluaran dan ketersediaan anggaran dan batas pengeluaran, unit pengeluaran akan
memproses permintaan pengadaan sesuai dengan prosedur yang ditentukan dan menempatkan
pesanan pembelian pada vendor untuk pengadaan barang dan jasa. Vendor harus terdaftar
dalam database vendor. Unit pengeluaran kemudian akan mendaftarkan komitmen dalam
sistem dan memblokir jumlah yang sesuai dari anggaran yang tersedia dan batas pengeluaran.
Transaksi komitmen diteruskan ke kementerian induk dan kantor regional Kementerian
Keuangan-Perbendaharaan yang akan memproses pembayaran berdasarkan komitmen ini.
Commitment and funds : 1. Pengadaan barang dan jasa ( melaui spending ministries)
Commitment and funds : 2. Penciptaan posisi staf baru dan rekrutmen untuk posisi

Agen Pengeluaran menyiapkan deskripsi posisi dan meminta departemen untuk persetujuan.
Departemen meninjau dari sudut pandang persyaratan dan meneruskan permintaan kepada
Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan menyetujui setelah meninjau terhadap
ketersediaan anggaran. Setelah posisi dibuat, unit pengeluaran dapat melakukan rekrutmen ke
posisi ini dengan berkonsultasi dengan menteri. Setelah perekrutan, basis data personil dan
jumlah komitmen yang berkaitan dengan gaji bulanan dan tunjangan untuk unit pengeluaran
diperbarui.

Commitment and funds : 3. Komitment penggajian

Unit pengeluaran menghitung komitmen penggajian berdasarkan staf yang ada dan gaji serta
tunjangan resmi untuk staf. Hal ini diperiksa terhadap ketersediaan anggaran dan kemudian
disarankan ke agen Pengeluaran dan departemen Keuangan. Komitmen gaji mungkin disarankan
hanya setahun sekali berdasarkan perkiraan dan disesuaikan seperlunya selama tahun
tersebut.Perubahan akan diperlukan jika struktur upah dan tunjangan berubah, staf yang ada
dipromosikan, staf baru ditambahkan atau pengurangan staf terjadi.

3. Payment and receipts management : 1. Verifikasi barang dan jasa atas penerimaan dan
pembayaran ( melalui kantor perbendaharaan terkait )
Validasi terhadap pesanan pembelian dan verifikasi laporan penerimaan dihasilkan dan
dimasukkan ke dalam sistem. Pada tanda terima, faktur dari vendor diperiksa terhadap laporan
tanda terima, pesanan pembelian dan proses persetujuan pembayaran dimulai. Permintaan
pembayaran diperiksa dengan mengacu pada anggaran yang tersedia (batas pengeluaran,
waran) dan adanya komitmen sebelumnya. Setelah persetujuan, permintaan dikirim ke bagian
manajemen kas dan dijadwalkan untuk pembayaran. Daftar pembayaran lengkap yang diterima
dari Bank TSA (biasanya Bank Sentral) digunakan untuk rekonsiliasi catatan di Kantor
Perbendaharaan dan Unit Pengeluaran.

Payment and Receipts management : 1. Verifikasi barang dan jasa atas penerimaan dan
pembayaran ( melalui kementrian pusat )

Ini adalah perpanjangan kasus 1 dengan perbedaan bahwa unit pengeluaran tidak
berkomunikasi langsung dengan Departemen Keuangan tetapi mengirimkan verifikasi dan
transaksi pembayaran mereka ke kementerian induk yang pada gilirannya memprosesnya
melalui cabang Departemen Keuangan yang sesuai.
Payment and Receipts management : 1. Verifikasi barang dan jasa atas penerimaan dan
pembayaran: Unit pengeluaran merutekan transaksi mereka melalui departemen pengeluaran
Payment and Receipts management : 2. Pembayaran gaji

Unit Penggajian menghitung gaji pegawai dari daftar hadirnya. Memperbarui database untuk
tiga tipe perubahan. (a) Perubahan data karyawan yang berdampak kepada gaji. Termasuk
perubahan seperti promosi, penambahan tunjangan baru, dll. (b) Perubahan data umum
karyawan seperti transfer, perubahan alamat, angka akun, dll. Dan (c) Perubahan yang
berdampak pada gaji karyawan hanya saat bulan tertentu. Setelah pembaruan tersebut, Unit
Penggajian menghitung gaji. Lalu divalidasi dengan daftar posisi resmi yang ada di Unit
Penggajian. Permintaan pembayaran lalu diteruskan kepada Bendahara untuk persetujuan dan
pembayaran. Bendahara menyetujui permintaan tersebut setelah memerikasa ketersediaan
anggaran (batas belanja, jaminan) dan daftar posisi resmi. Permintaan selanjutnya dikirim
kepada bagian manajemen kas dan pesanan pembayaran dikirim ke bank TSA untuk
mendepositkan jumah yang sesuai ke akun bank karyawan. Jika karyawan tidak memiliki akun
bank, bank TSA bisa menyediakan kas kepada Unit Penggajian untuk pembayaran gaji.

Payment and Receipts Management : 3. Penerimaan

Penerimaan pemerintah dibayarkan melalui perintah pembayaran yang dikeluarkan oleh


penerima pembayaran di Banknya. Bank mentransfer pembayaran ke Rekening Tunggal
Perbendaharaan di bank sentral. Perbendaharaan memantau setoran penerimaan Pemerintah
melalui laporan harian yang diterima dari Bank. Departemen Keuangan mengimplementasikan
pengaturan pembagian pendapatan yang ada di antara pemerintah pusat dan pemerintah
daerah, dll.
4. Cash Management : 1. Perkiraan Pengeluaran dan Penghasilan, 2. Pengawasan Kas, 3. Strategi
peminjaman:

Departemen manajemen kas menerima perkiraan pengeluaran dan pendapatan dari


kementerian pengeluaran dan dari departemen manajemen utang tentang pembayaran hutang.
Agen pengumpulan pendapatan menyiapkan perkiraan pendapatan. Departemen manajemen
kas memeriksa data ini sehubungan dengan data akuntansi yang dipesan di TGL, basis data
manajemen Utang, dan saldo kas di TSA dan sub-akun komponennya. Untuk menentukan posisi
likuiditas pemerintah dan kekurangan / surplus. Sebagai dasar dari Kemenkeu menentukan
persyaratan pinjaman dan batas pengeluaran serta surat perintah untuk kementerian dan unit
belanja.
5. Debt and Aid Management : 1. Pencatatan dan servis hutang
Departemen manajemen utang menerima perjanjian pinjaman dari donor / lembaga pemberi
pinjaman dan mendaftarkan rincian pinjaman dalam sistem, termasuk jadwal pencairan dan
pembayaran hutang. Departemen manajemen debt juga mencatat komitmen terkait dengan
layanan debt. Pada saat menerima tagihan layanan utang, departemen memverifikasi kwitansi
dan pembayaran yang jatuh tempo terhadap portofolio utang dan meneruskan tagihan kepada
Departemen Keuangan untuk pembayaran. Perbendaharaan memproses permintaan
pembayaran ini dengan cara yang mirip dengan permintaan pembayaran lainnya. Sebagai
kesimpulan dari transaksi tersebut, bank pembayar mengirimkan daftar pembayaran ke kas yang
pada gilirannya mengirimkan daftar pembayaran pembayaran yang diulangi ke departemen
manajemen utang. Ini digunakan untuk tujuan rekonsiliasi.

Debt and aid management : 2. Penerimaan Pinjaman

Departemen manajemen utang / kementerian pengeluaran menerima informasi dari lembaga


donor tentang pinjaman yang diberikan kepada pemerintah. Departemen Manajemen Utang
mendaftarkan perjanjian pinjaman dan jadwal rilis tranche untuk pinjaman. Uang tersebut
disimpan oleh donor di Bank TSA. Penerimaan dicatat oleh perbendaharaan dalam buku besar.
Informasi tentang penerimaan diteruskan oleh Departemen Keuangan ke departemen
manajemen Utang yang pada gilirannya meneruskannya ke departemen / unit pengeluaran
terkait.
Debt and aid management : 3. Penerimaan hibah

Departemen manajemen hutang / kementerian pengeluaran menerima informasi dari lembaga


donor tentang hibah yang diberikan kepada pemerintah. Kementerian meneruskan perjanjian
hibah ke departemen manajemen Utang. DMD mendaftarkan perjanjian hibah dan jadwal rilis
untuk hibah, Uang disimpan oleh donor di Bank TSA. Tanda terima dicatat oleh perbendaharaan
di buku besar.Informasi tentang penerimaan diteruskan oleh Departemen Keuangan ke
departemen manajemen Utang yang pada gilirannya meneruskannya ke departemen / unit
pengeluaran terkait.
Debt and Aid Management : 4. Penerbitan sekuritas

Jika departemen manajemen kas menemukan bahwa persyaratan tunai untuk periode tertentu
lebih dari saldo kas yang tersedia di TSA dan akun terkait, ia meminta departemen manajemen
Hutang untuk menerbitkan sekuritas. Departemen manajemen utang memutuskan sifat surat
berharga yang akan diterbitkan dan memerintahkan Bank Sentral untuk menerbitkan surat
berharga yang diperlukan. Kwitansi karena penjualan penjualan sekuritas disimpan di TSA dan
bank sentral memberi nasihat kepada MOF.

Debt and Aid Management : 5. Merekam Jaminan sebagai kewajiban kontinjensi dan
memproses pembayaran terhadap Jaminan.

Departemen manajemen utang akan mendaftarkan jaminan yang diberikan oleh pemerintah. Ini
akan diperlakukan sebagai kewajiban kontinjensi. DM1 akan menerima informasi dari penerima
jaminan pada saat jaminan dimulai. Pada akhir masa jaminan, penerima manfaat akan memberi
tahu DMD tentang melikuidasi kewajiban kontinjensi. Dalam hal panggilan untuk pembayaran
terhadap jaminan penerima akan mengirim permintaan pembayaran kepada DMD yang, setelah
memverifikasi keberadaan kewajiban, akan meminta treasury untuk melakukan pembayaran.
6. Budget Review and Fiscal Reporting
Sistem Perbendaharaan digunakan untuk menghasilkan laporan fiskal berkala yang memberikan
gambaran gabungan dari semua penerimaan dan pengeluaran dan kemajuan terhadap target
anggaran. Agar laporan ini komprehensif, semua item kwitansi dan pengeluaran perlu direkam.
Bagan Akun Pemerintah adalah dasar dari proses pelaporan fiskal. Ini termasuk Dana, struktur
klasifikasi organisasi, fungsional dan ekonomi dari anggaran dan klasifikasi kelompok akun, aset
dan liabilitas. Karena kementerian lini dan agen pengeluaran menjalankan program kerja
mereka, pengeluaran dan penerimaan diposting ke GL oleh sistem perbendaharaan berdasarkan
objek anggaran. Sistem mencatat fisik pada program dan proyek. Informasi ini diteruskan ke
Kementerian Keuangan. Buku Besar Umum Perbendaharaan mencatat penerimaan dari berbagai
jenis penerimaan pajak, penerimaan pinjaman / bantuan, dan biaya pembayaran hutang. Atas
dasar data ini, Kemenkeu dapat menyiapkan laporan fiskal keseluruhan yang membandingkan
pengeluaran dan penerimaan aktual dengan perkiraan anggaran. Laporan-laporan ini
memberikan laporan status dan rekomendasi serta rencana tindakan untuk tindakan korektif
selama tahun ini. Ini dapat mencakup revisi batas pengeluaran, jumlah waran dll.

Anda mungkin juga menyukai