Anda di halaman 1dari 29

PROPOSAL PRA TUGAS AKHIR

ARSITEKTUR

Taman Wisata Bukit Shafa

Disusun oleh :
Muhammad Tanzil Hidayatullah
F-221-15-076

Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik
Universitas Tadulako
Palu 2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi


sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala
berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga
saya dapat menyelesaikan Proposal ini dengan baik.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada Dosen


pengampu Mata kuliah “Pra Tugas Akhir” yang telah memberikan dukungan,
kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini
berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun
pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari proposal saya ini bebas dari kekurangan
dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar Proposal ini dapat lebih
baik lagi.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan saya ini
bermanfaat.

Palu, Desember 2018

Muhammad Tanzil Hidayatullah


Nim. F 221 15 076

Proposal Pra Tugas Akhir i


DAFTAR ISI

KATA PEBGANTAR ......................................................................................... i


DAFTRA ISI ........................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Pengertian Judul........................................................................................... 1
1.2 Latar Belakang ............................................................................................. 2
1.3 Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
1.4 Tujuan Dan Sasaran ..................................................................................... 3
1.4.1 Tujuan................................................................................................. 3
1.4.2 Sasaran ............................................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ....................................................................................... 3
1.6 Ruang Lingkup Penelitian ........................................................................... 3

BAB II-TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 4


2.1 Tinjauan Taman Wisata Bukit Shafa secara umum..................................... 4
2.1.1 Pengertian Taman ............................................................................... 4
2.1.2 Fungsi Taman ..................................................................................... 4
2.1.3 Elemen-Elemen Lanskap (Taman) ..................................................... 7
2.1.4 Unsur-Unsur Lanskap (Taman) .......................................................... 10
2.1.5 Prinsip-Prinsip Lanskap (Taman)....................................................... 11
2.1.6 Pengertian Wisata/Rekreasi................................................................ 11
2.1.7 Penjelasan Singkat Mengenai Wisata Alam....................................... 12
2.1.8 Taman Wisata Alam ........................................................................... 14
2.1.9 Pengertian Bukit ................................................................................. 15
2.2 Studi Presedent Taman Wisata Bukit Shafa................................................. 16

BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................... 22


3.1 Batasan Masalah........................................................................................... 22
3.2 Lokasi Penelitian ......................................................................................... 22
3.3 Metode Penelitian......................................................................................... 23
3.4 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 23
3.5 Teknik Analisis Data .................................................................................... 24

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 25

Proposal Pra Tugas Akhir ii


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Judul

Judul : Taman Wisata Bukit Shafa


Sebagai langkah awal untuk memahami judul Proposal ini, dan untuk
menghindari kesalahpahaman, maka penulis merasa perlu untuk menjelaskan
beberapa kata yang menjadi judul Proposal ini. Adapun judul Proposal yang
dimaksudkan adalah :

Taman : kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya


(tempat bersenang-senang).

Wisata : bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan,


bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya.

Bukit : tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada tempat


sekelilingnya, lebih rendah daripada gunung.

Shafa : Shafa adalah salah satu nama sebuah bukit yang berada di
daerah palu.

Makna yang di peroleh dari judul tersebut adalah suatu wadah atau tempat
untuk bepergian dan juga bersenang-senang. yaitu suatu ruang terbuka yang
dirancang untuk tujuan rekreasional yang didominasi oleh unsur alam dan buatan
yang terletak di Kawasan perbukitan.

Proposal Pra Tugas Akhir 1


1.2 Latar Belakang
Objek taman wisata merupakan tempat dimana kita dapat menemukan
kesinambungan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup.
Dengan berwisata kita dapat menghilangkan sedikit kejenuhan setelah melakukan
berbagai aktivitas yang berat. Tempat-tempat wisata merupakan tempat yang
paling ramai dikunjungi masyarakat, sehingga tempat wisata merupakan solusi
yang baik untuk meningkatkan jumlah pendapatan masyarakat.
Kota Palu merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk yang sangat
banyak, selain masyarakat lokal, juga terdapat banyak masyarakat pendatang dari
berbagai daerah luar. Dari perhitungan masyarakat yang ada di kota palu saat ini,
sebagian besar cenderung lebih menginginkan akan hal wisata, keramaian dan
juga tempat perkumpulan, terlebih lagi apa yang baru saja terjadi pada tanggal 28
september 2018 yaitu bencana alam (gempa, Tsunami dan Likuifaksi) yang
menghantam jajaran tanah palu dan sekitarnya, hal tersebut guna untuk
memberikan rasa senang-senang, refreshing, trauma healing dan lain hal
sebagainya.
Potensi Wisata yang ada pada daerah palu merupakan potensi yang cukup
baik. Salah satunya adalah pada Kawasan perbukitan.
Berdasarkan kenyataan dan begitu berharganya kekayaan alam tersebut, maka
perlu dilakukan identifikasi potensi wisata yang ada di Kawasan perbukitan
tersebut, sehingga dapat diketahui potensi mana yang belum dikembangkan,
sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan pengelola dalam rangka
perencanaan obyek wisata taman di perbukitan. Hal ini menarik penulis untuk
memilih judul “Taman Wisata Bukit Shafa”

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan fokus latar belakang di atas, maka di dapatkan rumusan
masalah, yaitu Bagaimana mendesain suatu taman wisata pada Kawasan
perbukitan kota Palu.

Proposal Pra Tugas Akhir 2


1.4 Tujuan Dan Sasaran
1.4.1 Tujuan
Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan konsep dan desain Taman
wisata pada kawasan bukit shafa pada daerah Palu.

1.4.2 Sasaran
Sasaran atau hasil yang ingin di capai pada penelitian ini adalah tersusunnya
konsep dan desain Taman Wisata Bukit Shafa pada daerah Palu.

1.5 Manfaat Penelitian


1) Dapat di jadikan sebagai acuan dalam perencanaan desain Taman Wisata
khususnya pada Kawasan perbukitan Kota Palu.
2) Sebagai tambahan wawasan ilmu pengetahuan dan kontirbusi bagi
pengembangan ilmu Arsitektur, guna menjadi inspirasi penelitian
lanjutan.

1.6 Ruang Lingkup Penelitian


Membahas hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, seperti
aspek fungsional, teknis, kinerja, kontekstual dan arsitektural. Sedangkan
informasi dan data permasalahan di luar bidang arsitektur yang melatar
belakangi, mendasari dan berkaitan dengan faktor-faktor perencanaan sebagai
informasi pendukung, antara lain mengenai tinjauan Taman Wisata Bukit.

Proposal Pra Tugas Akhir 3


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Taman Wisata Bukit Shafa Secara Umum


2.1.1 Pengertian Taman
Taman adalah sebuah tempat yang terencana atau sengaja di
rencanakan di buat oleh manusia, biasanya di luar ruangan, dibuat untuk
menampilkan keindahan dari berbagai tanaman dan bentuk alami. Taman
dapat dibagi dalam taman alami dan taman buatan. Taman yang sering
dijumpai adalah taman rumah tinggal, taman lingkungan, taman bermain,
taman rekreasi dan taman botani. Taman berasal dari kata Gard yang berarti
menjaga dan Eden yang berarti kesenangan, jadi bisa diartikan bahwa taman
adalah sebuah tempat yang digunakan untuk kesenangan yang dijaga
keberadaannya.

Menurut Poerwadarminta (1991), taman adalah sebuah "kebun" yang


ditanami dengan bunga-bunga sebagainya (tempat bersenang-senang)
Tempat yang menyenangkan dan sebagainya”. Secara etimologis kata
"taman" (garden-Ing) berasal dari bahasa Ibrani gan dan oden atau eden.
Gan memiliki arti melindungi atau mempertahankan, menyatakan secara tak
langsung hal pemagaran atau lahan berpagar, tepatnya suatu kawasan yang
memiliki batas-batas fisik. Oden atau edenberarti kesenangan atau
kegembiraan. Jadi dalam bahasa Inggris, perkataan garden memiliki makna
gabungan dari kedua kata tersebut yang berarti sebidang lahan dengan batas
tertentu yang digunakan untuk suatu kesenangan atau kegembiraan.

2.1.2 Fungsi Taman

Pada dasarnya fungsi pengadaan taman di wilayah perkotaan adalah


fungsi rekreatif, penigkatan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan,
membentuk karakter dan identitas serta moralitas wilayah kota. Fungsi-
fungsi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan beberapa pendektan

Proposal Pra Tugas Akhir 4


perencanaan. Dengan adanya pendekatan perencanaan akan mempermudah
dalam melakukan pengembangan kawasan yang bersifat rekreatif dan sehat
serta bermoral namun juga dapat membetuk karakter dan kawasan yang
lebih memiliki identitas sehingga pada akhirnya akan didapatkan kualitas
lingkungan hidup yang lebih baik.

Selain itu taman kota juga mepunyai fungsi lain yaitu dapat,menambah
keindahan visual perkotaan dan diharapkan mampu berperan sebagai wadah
ataupun tempat berkumpul yang dapat berfungsi sebagai: fungsi social yaitu
sebagai tempat sosialisasi bagi masyarakat perotaan dari segala umur, fungsi
keseimbangan agar lingkungan dapat terjaga kelestariannya, fungsi
keindahan memberi nilai estetik visual untuk dinikmati pengunjungnya,
fungsi ekologis agar lingkungan tetap lestari dan fungsi edukatif yaitu
sebagai sarana untuk menambah pengetahuan akan vegetasi. Sandariasi
taman tergantung kondisi kota itu sendiri seperti topografi, luas kota, jumlah
penduduk, kebiasaan social masyarakat dan kebijakan pemerintah setempat
(Simond, 1984:107).

Taman kota (garden city) merupakan cita-cita yang tertanam dibenak


masyarakat kota dari berbagai enerasi untuk menciptakan kota yang
nyaman, bersih dan aman. Dalam hal ini dibatasi bahwa taman kota adalah
fasilitas kota yang dibuat berfungsi sebagai sarana rekreasi, berolahraga,
bersosialisasi dan penambahan keindahan visual wajah kota (elemen etetik
kota). Fungsi taman kota adalah sebagai berikut (Simond, 1984:113):

1) Arsitektur, fungsi ini bias ditentukan dengan melihat taman kota


sebagai wajah kota. Taman kota berfungsi sebagai penambah
keindahan visual wajah kota.
2) Sosial, fungsi taman kota sebagai masyrakat kota untuk bersosialisasi.
3) Ekonomi, fungsi taman kota sebagai tempat untuk kegiatan ekonomi.
Hal ini dapat dilihat dengan adanya kegiatan ekonomi di dalam taman.
4) Ekologis, Fungsi taman kota seagai ruang untuk kepentingan
kelestarian ekologi/lingkungan.

Proposal Pra Tugas Akhir 5


Adapun fungsi taman kota berdasarkan hasil penelitian mengenai
“Perancangan Situs Informasi Taman Tematik di Kota Bandung” oleh Nur
halimatussadyah, UNIKOM, 2014 yakni sebagai berikut:

1) Fungsi untuk Kesehatan

Untuk fungsi ini taman dianalogikan dengan paru-paru manusia


bagi sebuahlingkungan. Tanaman pada taman tersebut pada siang hari
melangsungkan prosessimbiose mutualistis dengan manusia. Proses
pernafasan menusia diperlukan bagiproses asimilasi pada tanaman,
begitu pula sebaliknya.

2) Fungsi Untuk Keindahan

Taman yang ditata dengan baik dan dirancang dengan tepat dapat
memberikankesan asri, tenang, nyaman dan menyejukkan. Hal ini
diperlukan manusia(terutama di kota-kota besar) sebagai kompensasi dari
kesibukan kerja sehari hari, untuk menggairahkan semangat baru bagi
kegiatan selanjutnya.

3) Taman sebagai Daya Tarik

Taman yang ditata di lingkungan sebuah bangunan dengan


penataan yang menarikakan merupakan daya tarik dan ciri khas dari
bangunan tersebut.

4) Taman sebagai Penunjuk Arah

Penempatan tanaman tertentu pada taman sedemikian rupa dapat


menjadipenunjuk arah dan dapat mengarahkan gerak kegiatan di sebuah
lingkungansemisal deretan pohon palem raja di kiri kanan jalan di
lingkungan pabrik,deretan cemara lilin di kiri kanan jalan masuk
(entrance) bangunan.

5) Taman sebagai Penyaring Debu

Bagi pabrik, kilang minyak atau sektor industri lain yang


mempunyaikontribusi pada pencemaran udara dari cerobong asapnya,

Proposal Pra Tugas Akhir 6


pohon-pohon tinggidapat membantu memperkecil polusi di luar
lingkungan.

6) Taman sebagai Peredam Suara

Taman juga berfungsi sebagai peredam suara, baik dalam


lingkungan ke luaratau sebaliknya dapat dibantu dengan menggunakan
bukitan kecil yang ditanamidengan tanaman semak atau perdu sehingga
getaran suara dapat diredam secaraalamiah.

7) Taman sebagai Peneduh

Penataan taman dengan menggunakan pohon-pohon rindang akan


bermanfaatsebagai peneduh untuk areal terbuka seperti tempat parkir,
koridor tempatrekreasi, tempat istirahat dan sebagainya.

8) Taman sebagai Pelestari Ekosistem

Dengan hadirnya taman di sekitar bangunan yang terdiri dari


berbagai tanamandan pepohonan akan mengundang serangga atau burung
sebagai penyebar bibit,penyilang jenis tanaman, penyerbuk dan
sebagainya yang akan berperan sebagaipelestari lingkungan.

9) Taman sebagai Pencegah Erosi

Materi taman berupa tanaman, terutama tanaman penutup tanah


seperti rerumputan dapat mencegah pengikisan tanah atau erosi.

2.1.3 Elemen-Elemen Lansekap (Taman)

Secara umum Booth (1988) mengkategorikan elemen-elemen


lansekap tersebut kedalam 6 (enam) elemen dasar, yaitu :

1) Landform – bentukan lahan yang merupakan elemen sangat penting


sebagai tempat dimana elemen-elemen lainnya ditempatkan.

2) Tanaman – semua jenis tanamana yang dibudidayakan ataupun alami


dari penutup tanah sampai pohon, memerlukan pertimbangan khusus
dalam peletakkan menyesuaikan pertumbuhannya.

Proposal Pra Tugas Akhir 7


3) Bangunan – elemen lansekap yang membangun dan membatsi ruang
luar, mempengaruhi pemandangan, memodifikasi iklim mikro, dan
mempengaruhi organisasi fungsional lansekap.

4) Site structure – elemen-elemen yang dibangun dalam lansekap tertentu


seperti ramp, pagar, pergola, gazebo, kursi, dan lain sebagainya

5) Pavement – perkerasan merupakan elemen lanskap untuk


mengakomodasi penggunaan yang intensif di atas permukaan tanah.

6) Air – elemen yang bergerak, menghasilkan suara, dan bersifat reflektif

Menurut Ashihara (1996) perancangan taman perlu dilakukan


pemilahan dan penataan secara detail elemen-elemennya agar taman dapat
berfungsi maksimal dan estetis. Elemen taman diklasifikasikan menjadi 3
kategori, yaitu :

1) berdasarkan jenis dasar elemen, alami dan non alami (buatan)

2) berdasarkan kesan yang ditimbulkan, elemen lunak atau soft material


(tanaman, air, satwa) dan elemen keras atau hard material (paving,
pagar, patung, pergola, bangku taman, kolam, dan lampu taman)

3) berdasarkan kemungkinan perubahan, elemen mayor (sulit diubah)


seperti sungai, gunung, pantai, suhu, kelembaban, radiasi matahari,
angin, petir dan elemen minor (dapat diubah) seperti sungai kecil,
bukit kecil, tanaman dan buatan manusia.

2.1.3.1. Elemen Lunak (Softscape)

Menurut (Hakim, 2012) elemen atau material lansekap


digolongkan menjadi dua jenis yaitu softscape dan hardscape.
Softscape adalah istilah yang digunakan untuk unsur-unsur material
yang berasal dari alam. Elemen softscape merupakan elemen yang
dominan, terdiri dari tanaman atau pepohonan dan air. Tanaman tidak
hanya mengandung nilai estetis saja, tetapi untuk meningkatkan
kualitas lingkungan (Hakim, 2012). Fungsi tanaman dapat
dikategorikan sebagai berikut :

1) Kontrol pandangan (visual control)

Menahan silau yang berasal dari sinar matahari, lampu,


pantulan sinar dari perkerasan, kontrol pandangan terhadap
ruang luar, membatasi ruang, membentuk kesan privasi,
menghalangi pandangan dari hal-hal yang tidak menyenangkan.

Proposal Pra Tugas Akhir 8


2) Pembatas Fisik (physical barriers)

Mengendalikan pergerakan manusia dan hewan, sebagai


penghalang dan mengarahkan pergerakan manusia dan hewan

3) Pengendali iklim (climate control)

Membantu menciptakan kenyamanan manusia yang


berhubungan dengan suhu, radiasi sinar matahari, suara, aroma,
mengendalikan kelembaban, serta menahan, menyerap dan
mengalirkan angin

4) Pencegah erosi (erosion control)

Akar tanaman dapat mengikat tanah, menahan air hujan yang


berlebihan

5) Habitat hewan (wildlife habitats)

Membantu kelestarian hewan sebagai sumber makanan dan


tempat berlindung

6) Nilai estetis (aesthetic values)

Menambah kualitas lingkungan, menciptakan pemandangan


yang menarik, membantu meningkatkan kualitas lingkungan.
Nilai estetis diperoleh dari perpaduan antara :

1. Warna (batang, daun, dan bunga)

2. Bentuk (batang, percabangan, tajuk)

3. Tekstur

4. Skala

5. Komposisi tanaman

2.1.3.2 Elemen Keras (Hardscape)

Hardscape adalah unsur-unsur material buatan atau elemen


selain vegetasi yang dimaksudkan adalah benda-benda pembentuk
taman, terdiri dari bangunan, gazebo, kursi taman, kolam ikan, pagar,
pergola, air mancur, lampu taman, batu, kayu, dan lain sebagainya.
Hardscape berfungsi sebagai :

Proposal Pra Tugas Akhir 9


1) Penambah suasana untuk meningkatkan nilai-nilai estetika atau
keindahan

2) Dapat membangkitkan jiwa seni seseorang

3) Sebagai tempat untuk meningkatkan rasa nyaman, aman, dan


nikmat

4) Menambah pengetahuan

5) Tempat rekreasi

Material keras dapat dibagi dalam 5 (lima) kelompok besar, yaitu :

1) Material keras alami (organic materials) yaitu kayu

2) Material keras alami dari potensi geologi (inorganic materials


used in their natural state) yaitu batu-batuan, pasir, dan batu bata

3) Material keras buatan bahan metal (inorganic materials used in


highly modified state) yaitu aluminium, besi, perunggu, tembaga
dan baja

4) Material keras buatan sintetis atau tiruan (synthetic materials)


yaitu bahan plastik atau fiberglas

5) Material keras buatan kombinasi (composite materials) seperti


beton dan plywood

2.1.4. Unsur-Unsur Desain Lansekap (Taman)

Aspek yang perlu diperhatikan dalam desain lansekap yaitu fungsi dan
estetika. Aspek fungsi memberikan penekanan pada kegunaan atau
kemanfaatan dari benda atau elemen yang dirancang, sedangkan aspek
estetika ditekankan pada usaha untuk menghasilkan suatu nilai keindahan
visual. Unsur-unsur keindahan visual diperoleh melalui garis, bentuk, warna
dan tekstur. Menurut (Hakim, 2012) setiap karya desain harus memenuhi
kriteria unsur-unsur komposisi yang terdiri dari :

1) Garis – tanda aktual atau tersirat, jalan, massa atau tepi, di mana
panjang dominan seperti border tanaman, sirkulasi, tanaman pengarah
dan lain sebagainya.

2) Bentuk – massa bentuk, merupakan unsur yang memiliki variasi


banyak yaitu, bentuk lingkaran, bola, piramida, heksagonal, dan lain
sebagainya.

Proposal Pra Tugas Akhir 10


3) ekstur – struktur dan kondisi permukaan bahan material (kasar, halus)

4) Kesan – derajat terang atau gelap warna tertentu

5) Warna – menentukan psikologi ruang yang dirancang

2.1.5. Prinsip-Prinsip Desain Lansekap (Taman)

Prinsip desain adalah dasar dari terwujudnya suatu rancangan atau


rekayasa bentuk. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah keseimbangan,
irama dan pengulangan, penekanan, kesederhanaan, kontras, proporsi, ruang
dan kesatuan (Hakim, 2012).

1) Keseimbangan – perasaan sama berat, perhatian atau daya tarik dari


berbagai komponen atau unsur dalam komposisi sebagai saran
mencapai kesatuan. Bentuk-bentuk keseimbangan yaitu, bentuk
simetris (bersifat kaku, agung, impresif dan formal), bentuk
asimetris (memberikan kesan gerak dan bersifat santai), dan bentuk
memusat (kesan gerakan memusat ke satu titik)

2) Irama dan pengulangan – tindakan pengulangan suatu komponen


atau unsur secara teratur atau tidak teratur sehingga menghasikan
irama berulang.

3) Penekanan dan aksentuasi – penempatan titik poin pada satu tapak


dengan tema visual pemersatu sebagai pusat perhatian.

4) Kesederhanaan – penghapusan semua konponen atau unsur lansekap


yang tidak penting yang tidak memberi kontribusi terhadap esensi
dari komposisi rancangan keseluruhan.

5) Kontras – perbedaan antara komponen atau unsur lansekap dapat


memberi daya tarik visual

6) Proporsi – hubungan anatara ukuran luas tapak, jenis kegiatan, dan


jumlah elemen lansekap

7) Space atau ruang – jarak interval atau terukur antara objek atau
bentuk (dua dimensi atau tiga dimensi)

8) Kesatuan – komposisi dari hubungan antara seluruh bagian individu

2.1.6 Pengertian Wisata/rekresi


Rekreasi (rekreasi), dari bahasa Latin, re-creare, yang secara harfiah
berarti 'membuat ulang', adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran

Proposal Pra Tugas Akhir 11


kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang
dilakukan seseorang selain pekerjaan. Berdasarkan peninjauan secara
terminologi keilmuan, “REKREASI" berasal dari dua kata dasar yaitu RE
dan KREASI, secara keseluruhan berarti kembali menggunakan daya piker
manusia untuk mencapai kesenangan, kepuasan melalui aktifitas kegiatan.
Pengertian rekreasi tersebut memberikan suatu syarat dan Batasan yang
terdiri dari:

1) kegiatan rekreasi terjadi pada waktu luang.

2) kegiatan rekreasi bersifat sementara.

3) dalam melakukan kegiatan rekreasi tidak terdapat unsur paksaan.

2.1.7 Penjelasan Singkat Mengenai Wisata Alam

Rekreasi Alam atau wisata alam merupakan salah satu bagian dari
kebutuhan hidup manusia yang khas dipenuhi untuk memberikan
keseimbangan, keserasian, ketenangan dan kegairahan hidup, serta dimana
rekreasi alam atau wisata alam adalah salah satu bentuk pemanfaatan
sumberdaya alam yang berlandaskan atas prinsip kelestarian alam.

Prof. Salah Wahab (1998) mengemukakan bahwa definisi pariwisata


adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar, yang
mendapatkan pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dari daerah
lain untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam
dan berbeda-beda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh
pekerjaan tetap. Pariwisata adalah salah satu jenis industry biasa, maupun
menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam menyediakan
lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup dan menstimulasi
sektor-sektor produksi lainnya. Selanjutnya sebagai sektor yang kompleks.
Pariwisata terdiri dari tiga unsur yaitu:

1) Manusia yang melakukan aktivitas

2) Ruang tempat melakukan perjalanan

3) Waktu

Proposal Pra Tugas Akhir 12


Dari definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa pariwisata adalah
kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan
secara sukarela serta bersifat sementara, pengisi waktu luang, pelepas lelah,
kebosanan dan kepenatan, dan sebagai kebutuhan pemenuh fungsi sosial
(fungsi social), hal ini dilakukan tanpa ada unsur paksa untuk kegiatan
berkelompok serta rekreasi aktifuntuk menikmati obyek dan daya tarik
wisata.

2.1.7.1 Kriteria Objek Wisata

Objek dan daya tarik wisata adalah suatu bentukan dan fasilitas
yang berhubungan, dapat menarik minat wisatawan atau pengunjung
untuk datang ke suatu daerah atau tempat tertentu. Daya tarik yang
tidak atau belum dikembangkan merupakan sumber daya potensial
dan belum dapat disebut sebagai daya tarik wisata, sampai adanya
suatu jenis pengembangan tertentu. Objek dan daya tarik Wisata
menurut Yoeti (1997:165) di bagi menjadi 3 macam, yaitu:

2.1.7.2. Objek Wisata Alam

Objek wisata alam adalah sumber daya alam yang berpotensi


serta memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam keadaan alami
maupun setelah ada usaha budidaya. Potensi objek wisata alam dapat
dibagi menjadi empat kawasan, yaitu:

1) Flora dan fauna.


2) Keunikan dan kekhasan ekosistem, misalnya ekosistem pantai
dan ekosistem hutan bakau
3) Gejala alam, misalnya kawah, sumber air panas, air terjun dan
danau.
4) Budidaya sumber daya alam seperti: sawah, perkebunan,
peternakan, dan perikanan.

Proposal Pra Tugas Akhir 13


2.1.8 Taman Wisata Alam
2.1.8.1. Pengertian Taman Wisata Alam
Pengertian taman wisata alam menurut UU No.5 Tahun 1990
tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem adalah
kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk
pariwisata dan rekreasi alam. Sedangkan menurut De Alfarian (Joko
Untoro dan Paulus), taman wisata alam adalah hutan wisata yang
memiliki keindahan alam, baik keindahan flora, fauna, maupun alam
itu sendiri yang mempunyai corak khas untuk dimanfaatkan untuk
kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Adapun kriteria-kriteria untuk
penunjukan dan penetapan sebagai kawasan taman wisata alam, yaitu:
1) Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau
ekosistem gejala alam serta formasi geologi yang menarik.
2) Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian fungsi
potensi dan daya atarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan
rekreasi alam.
3) Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya
pengembangan pariwisata alam.

2.1.8.2. Fungsi Taman Wisata Alam Taman wisata alam memiliki


fungsi antara lain:
1) Fungsi pelestarian Taman wisata alam berfungsi melindungi
sistem penyangga kehidupan bagi daerah sekitar kawasan TWA.
2) Fungsi akademis Taman wisata alam berfungsi sebagai tempat
pendidikan alam dan pengembangan ilmu pengetahuan.
3) Fungsi pariwisata Taman wisata alam berfungsi sebagai tujuan
wisata dan rekreasi alam yang didukung oleh keindahan alam
dan ekosistem kawasan itu sendiri.

Proposal Pra Tugas Akhir 14


2.1.8.3 Macam-macam Taman Wisata Alam
1) Taman wisata alam (Ekowisata), dapat digolongkan lagi
menjadi :
1. Taman wisata alam darat
2. Taman wisata alam bahari/laut
3. Taman wisata alam danau
4. Taman wisata alam sungai
2) Taman wisata religius/ziarah
3) Taman wisata budaya/sejarah
4) Taman wisata buatan

2.1.8.4. Manfaat Taman Wisata Alam Taman Wisata Alam memiliki


manfaat antara lain:
1) Pariwisata alam dan rekreasi
2) Penelitian dan pengembangan
3) Pendidikan
4) Kegiatan Penunjang Budaya

2.1.9 Pengertian Bukit


Bukit adalah tanah yang lebih tinggi dari wilayah sekitarnya. Bukit
umumnya memiliki ketinggian beberapa ratus meter, lebih tinggi dari tanah
disekelilingnya, namun lebih rendah dari pegunungan.

Bukit dan perbukitan dapat terbentuk akibat aktifitas tekntonik dari


lempeng bumi. Ketika dua lempeng bertambrakan, di dekat pertemuan
kedua lempeng tersebut akan mengalami lipatan, sehingga menimbulkan
naiknya permukaan tanah. Kenaikan ini membuat terbentuknya perbukitan.
Bukit yang berjajar biasanya mempunyai ketinggian antara 200 sampai 500
meter di atas permukaan laut. Karena itulah, bukitan juga disebut dengan
dataran tinggi

(Sumber ; https://brainly.co.id/tugas/495580)

Proposal Pra Tugas Akhir 15


2.2 Studi Presedent Taman Wisata Bukit Shafa
2.2.1 Tempat Wisata, Taman Bukit Daun Tuban

Gambar 2.1 Taman Bukit daun


Sumber ; https://travelingyuk.com/taman-bukit-daun-tuban/113519/

Tempat wisata taman “Bukit Daun” di Desa Sumberarum, Kecamatan


Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini populer di kalangan wisatawan.
Lokasinya 18 kilometer dari Kota Tuban.

Gambar 2.2 Fasilitas pada Bukit daun


Sumber ; https://travelingyuk.com/taman-bukit-daun-tuban/113519/

Sebelum menjadi destinasi wisata, tempat ini merupakan tambang


kapur. Setelah pertambangan ini tidak aktif, lahan tersebut dirubah menjadi
hutan hijau. Saat Ini Taman Bukit Daun menjadi wilayah arboretrum di
ketinggian Kota Tuban. Lahan seluas 1.000 meter persegi tersebut saat ini
menjadi ruang terbuka hijau.

Dalam lahan seluas 1.000 meter persegi ini, dapat ditemukan berbagai
tanaman langka. Seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, bahkan kurma.

Proposal Pra Tugas Akhir 16


Selain tanaman langka, pengunjung juga dapat menemukan tanaman-
tanaman herbal. Karena itu tak jarang tempat ini juga menjadi tempat riset
dan wisata edukasi.

Gambar 2.3 Kawasan pada Bukit Daun


Sumber ; https://travelingyuk.com/taman-bukit-daun-tuban/113519/

Selain memiliki berbagai macam tanaman langka, tempat ini juga


menjadi habitat untuk berbagai spesies burung endemik. Beberapa di
antaranya adalah prenjak padi (Prinia inornata), tekukur (Streptopelia
chinensis), cucak kutilang (Pyicnonotus aurigaster), cipoh kacat (Aegithina
tiphia), dan takur ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala).

(Sumber ; https://travelingyuk.com/taman-bukit-daun-tuban/113519/)

2.2.2 The Ranch Mega Mendung, Wisata Bogor Rasa Belanda

Gambar 2.4 Rumah ala Belanda The Runch


Sumber ; https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/

Proposal Pra Tugas Akhir 17


Jawa Barat adalah surganya wisata alam. Provinsi yang satu ini
memang kaya akan daerah-daerah yang masih asri dan keindahannya yang
terjaga. Tak heran jika jalanan menuju kota-kota Jabar seperti Bandung dan
Bogor selalu padat, apalagi di akhir minggu.
Nama The Ranch akan mengingatkanmu pada salah satu wisata
Bandung yang berlokasi di Lembang. Ternyata, kini sudah ada cabangnya di
Bogor, The Ranch Mega Mendung yang ada di Kota Hujan ini akan lebih
lengkap dari pada pendahulunya.

Gambar 2.5 Kawasan The Runch


Sumber ; https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/

Gambar 2.6 Bangunan Indah The Runch


Sumber ; https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/

Proposal Pra Tugas Akhir 18


Ada beberapa bangunan yang bertema belanda pada Kawasan taman,
selain itu, juga terdapat banyak rerumputan serta bunga-bunga yang indah
yang membuat pwngunjung pada taman ini merasa betah.

Gambar 2.7 Pondok-pondok The Runch


Sumber ; https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/

Terdapat pondok-pondok yang berjejer di sekitar taman, guna untuk


memberikan kenyamanan untuk pengunjung dapat beristirahat.
(Sumber ; https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/)

2.2.3 Taman Langit Gunung Banyak

Lokasi: Gunung Banyak, Jl. Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur

Gambar 2.8 Perbukitan Kawasan taman


Sumber ; https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-asik/

Proposal Pra Tugas Akhir 19


Malang merupakan daerah yang terkenal akan keindahan alamnya.
Selalu saja ada tempat wisata baru yang menyedot banyak wisatawan untuk
datang. Mulai dari pantai, bukit, hingga wahana bermain yang sangat
lengkap ada di Malang. Kampung warna Jodipan pun jadi primadona wisata
di Malang yang akhirnya diikuti oleh kampung-kampung lainnya. Bisa
dikatakan, Malang adalah surga wisata di Jawa Timur.

Gambar 2.9 Patung kayu taman langit gunung banyak


Sumber ; https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-asik/

Di kawasan wisata Batu hadir satu lagi destinasi wisata hits yang cocok
banget buat generasi millenial. Taman Langit Gunung Banyak namanya,
sebuah destinasi yang menyediakan berbagai spot foto yang
instagrammable.

Gambar 2.10 Patung kayu taman langit gunung banyak


Sumber ; https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-asik

Proposal Pra Tugas Akhir 20


Seperti namanya, Taman Langit, berada di sini pengunjung seolah
diajak untuk menghabiskan waktu bersantai maupun berfoto ria dengan latar
belakang awan berarak, langit biru, dan hamparan pepohonan hijau dalam
suasana yang sejuk.

Gambar 2.11 Pondok & spot foto sarang burung pada langit gunung banyak
Sumber ; https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-asik/

Terdapat beberapa bangunan dan juga tempat yang bisa di fungsikan sebagai
tempat beristirahat.

(Sumber ; https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-
asik/)

Proposal Pra Tugas Akhir 21


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Batasan Masalah


Pembahasan Batasan Masalah dalam penelitian ini bertujuan untuk
membatasi pembahasan pada pokok permasalahan penelitian saja. Ruang lingkup
menentukan konsep utama dari permasalahan sehingga masalah-masalah dalam
penelitian dapat dimengerti dengan mudah dan baik.
Batasan Masalah penelitian sangat penting dalam mendekatkan pada pokok
permasalahan yang akan dibahas. Hal ini agar tidak terjadi kerancuan ataupun
kesimpangsiuran dalam menginterpretasikan hasil penelitian. Ruang lingkup
penelitian dimaksudkan sebagai penegasan mengenai batasan-batasan objek.
Ruang lingkup dalam penelitian ini yaitu perancangan taman wisata bukit
shafa pada kota palu. Mengingat peneliti merupakan mahasiswa jurusan arsitektur,
dalam hal ini peneliti lebih memfokuskan diri dalam hal taman wisata sebagai
program perancangan.

3.2 Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan sekitaran Bukit shafa kecamatan
mantikulore kota palu.

Proposal Pra Tugas Akhir 22


Gambar 3.1 Kecamatan mantikulore kota palu
sumber ; RTRW kota palu 2015
Bukit shafa merupakan wilayah kecamatan Mantikulore yang berada pada
Kawasan perbukitan dengan lahan yang luas. Berada pada sebelah Barat Tugu
Perdamaian dan sebelah Timur jika dari Universitas Tadulako.

3.3 Metode Penelitian


Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan
tertentu. Penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari
fakta dan prinsip-prinsip suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan
sesuatu (Kirk, dan Miller, 1986)
Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk
meningkatkan pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Metode penelitian yang dilakukan ialah penelitian metode deskriptif
kualitatif yaitu menghasilkan data berupa gambaran situasi mengenai objek yang
diamati peneliti.

3.4 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu:

1) Teknik Observasi

Teknik observasi yaitu dengan melaksanakan survey langsung berupa

pengamatan lapangan terhadap kawasan termaksud dokumentasi untuk

mendapatkan data visual akan kondisi dari lokasi penelitian.

2) Teknik Wawancara

Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan pihak lain yang sebagai

informan yaitu para masyrakat . Pada teknik wawancara ini terjadi

komunikasi tanya jawab baik lisan maupun tulisan.

Proposal Pra Tugas Akhir 23


3) Studi Pustaka

Dalam studi pustaka, peneliti mempelajari data melalui sumber dokumenter

(laporan penelitian, buku ilmiah, dan lain-lain).

3.5 Teknik Analisis Data


Untuk mencapai tujuan dan sasaran penelitian, data-data yang diperoleh dari

hasil observasi dan wawancara dijadikan dalam bentuk tabulasi. Masalah-masalah

yang telah dirumuskan akan dianalisis secara kualitatif sebagai berikut:

1) Sebagai awal, diberikan gambaran umum (diskripsi) berupa uraian

identifikasi kondisi fisik dan non fisik (data primer dan sekunder),

karakteristik yang terdapat dilokasi penelitian kemudian diklasifikasikan

dan disajikan dalam bentuk tabel (tabulasi). Sehingga dapat memberikan

gambaran kebutuhan terhadap penataan yang sesuai dengan kebudayaan

masyrakat setempat dalam mendesain taman wisata bukit shafa dikota palu.

2) Studi literatur berupa identifikasi norma-norma perancangan desain Taman

Wisata Perbukitan dikota palu. Demikian juga untuk kondisi potensi fisik

alami.

3) Gambar atau sketsa dapat disajikan jika dianggap lebih membantu dalam

menganalisis.

Proposal Pra Tugas Akhir 24


DAFTAR PUSTAKA

 Rubai. 2014. Perancangan Taman Wisata Budaya Dan Seni Madura


Bangkalan Di Kabupaten Bangkalan Tema (Extending Tradition. Skripsi.
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG.

 Sendy Aristiana Supriatna. 2017. Identifikasi Faktor-Faktor Yang


Berpengaruh Terhadap Daya Tarik Kunjungan Masyarakat
Pada Taman Tematik Di Kota Bandung. Skripsi. UNIVERSITAS PASUNDAN

 JANICE VENESIA TAMARA. 2017. RUMAH SAKIT KANKER DI SLEMAN


Penekanan Pengolahan Tata Lansekap Dengan Prinsip Healing Garden.
Skripsi. UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

 https://brainly.co.id/tugas/495580

 Theodorus A, D, O. 2016. Museum Situs Gunung Gamping Eosen Sebagai


Revitalisasi Kawasan Cagar Alam Dan Taman Wisata Alam Gunung Gamping,
Ambarketawang, Sleman. Skripsi. UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

 Christian Wijaya. 2009. Taman Wisata Arung Jeram Di Sungai Elo


Magelang skripsi.UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

 https://travelingyuk.com/taman-bukit-daun-tuban/113519/

 https://travelingyuk.com/the-ranch-mega-mendung/57134/

Proposal Pra Tugas Akhir 25


 https://indonesia.tripcanvas.co/id/malang/tempat-wisata-anak-asik/

Proposal Pra Tugas Akhir 26