Anda di halaman 1dari 11

“House Tree Person” Test

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Proyektif


Dosen:
Dr. Rena Latifa, Psikolog.

Disusun Oleh Kelas 6B :

M. yoga adi putra 11160700000041


Rysma Febrianti 11160700000045
Farid jamaluddin 11160700000046
Erica Putri Dwi 11160700000048
Putri Oktaviani 11160700000052
Arifa Nafisal Fida 11160700000051
Safara Chaniago 11160700000054
Citra Syafira Putri 11160700000058
Ginda Veriantari 11160700000059
Zulpha Aenisalis 11160700000060
Euit Umayya J. 11160700000067
Ramdhan Kamilin 11160700000071

Fakultas Psikologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
2018-2019
BAB I
LANDASAN TEORI

1.1 Teori dasar House Tree Person


Pencipta : John N. Buck. Dikembangkan oleh tahun 1947, direvisi tahun
1948, 1949 dan (revisi Buck & Warren) 1992. Pada prinsipnya
dikembangkan dari Goodenough Scale yang berfungsi untuk mengukur
fungsi/kematangan intelektual. Buck meyakini bahwa gambar rumah dan
pohon juga dapat memberikan informasi yang relevan mengenai
kepribadian individu. merupakan salah satu tes grafis yang berguna untuk
melengkapi tes grafis yang lain, yaitu mengetahui hubungan keluarga.
Tes HTP (House tree Person) umumnya memiliki tujuan untuk
mengukur keseluruhan pribadi. Waktu yang dipergunakan dalam tes
Psikologi HTP normalnya selama 10 menit. Berikut beberapa alasan
digunakannya tes HTP sama seperti tes DAP dan BAUM, yaitu:
 Karena ketiga objek tersebut paling dikenal oleh orang
 Hampir semua orang tak menentang diminta menggambar
House Tree Person
 Dibandingkan dengan objek lain, objek yang lebih dapat
menstimulir verbalisasi yang sifatya jujur dan bebas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tes Psikologi ini, adalah
HTP digunakan oleh para ahli jiwa untuk mendapatkan data yang cukup
signifikan yang mempunyai sifat diagnosa atau prognosa mengenai
keseluruhan pribadi individu yang bersangkutan, juga dapat mengetahui
bagaimana interaksi pribadi dengan lingkungan baik yang umum ataupun
spesifik. Menurut John Duck, HTP digunakan untuk mendapatkan data
tentang kemajuan individu yang dikenai suatu treatment. Baik HTP ataupun
tes grafis lainnya dapat disertai dengan warna dan interpretasinya mencakup
juga sesuai atau tidak sesuainya penggunaan warna terhadap objek. Yang
paling penting di interpretasi adalah orientasi individu (terhadap ruang dan
daya abstraksi).

1.2 Kelebihan dan Kekhasan House Tree Person


Kelebihan:

1. H-T-P dikatakan mencerminkan perasaan, biasanya diwakili oleh gambar


rumah.
2. Gambar pohon dikatakan juga mencerminkan emosional dan kepribadian.
3. Memerlukan sedikit waktu dan sederhana untuk mengelolanya.
4. Budaya bebas, tekniknya, tidak perlu perintah dengan bahasa yang rumit
untuk mendapatkan informasi.
5. Tes baik untuk pasien dengan pendidikan yang terbatas, kemampuan
intelektual terbatas, bagi mereka yang pemalu dan menarik diri.

Kekhasan:

1. Klien diminta untuk menggambar menggunakan kertas lembar yang


bergaris dengan sebuah pensil.
2. Meminta klien untuk menggambar rumah, pohon, dan orang, masing-
masing pada selembar kertas terpisah.
3. Pemeriksa bisa meminta pasien untuk membuat cerita tentang setiap
gambar. (Misalnya, "Ceritakan tentang rumah, pohon, dan orang”).
4. Dengan menggambar rumah itu dapat mengetahui sikap dan emosi klien
tentang hubungan keluarga.
5. Gambar pohon mencerminkan tentang "diri", tampilan "diri" di lingkungan.
6. H-T-P itu dirancang dari prinsip psikoanalitik, tetapi baru-baru beberapa
dokter menafsirkan H-T-P dengan menggunakan pendekatan humanistik
atau fenomenologis.
7. H-T-P sering digunakan dalam penelitian dan dalam aplikasi klinis
8. Teknik non verbal, lebih besar berlaku untuk anak-anak.
9. Menilai pandangan klien terhadap dirinya atau dirinya terhadap lingkungan
10. Dalam setiap gambar memiliki bagian-bagian spesifik yang berbeda-beda
dalam interpretasinya

1.3 Aspek-Aspek Yang diukur dalam House Tree Person


Aspek yang di Ungkap
- Mengukur keseluruhan aspek pribadi
- Mengetahui interaksi pribadi dengan lingkungan
- Mengetahui tingkat intelegensi
- Keperluan diagnosis/prognosis dan pekembangan kepribadian setelah diberi
treatment.

1.4 Administrasi Tes HTP


Rumah, pohon, dan manusia (HTP : House, Tree, Person) merupakan salah
satu tes grafis yang berguna untuk melengkapi tes grafis yang lain, yaitu
untuk mengetahui hubungan keluarga.
 Instruksi
 Posisi kertas : horizontal
 Klasikal: instruksi posisi kertas perlihatkan
 Subyek diminta menuliskan identitasnya di sudut kanan atas kertas :
a. Nama
b. Jenis kelamin
c. Tingkat pendidikan
d. Usia
e. Tanggal tes
 Subyek diminta untuk membalik kertas dan mendengarkan instruksi
selanjutnya dari tester
 Instruksi Tes: “Gambarlah rumah, pohon dan orang!”.
 Jika subyek menggunakan posisi kertas vertikal, biarkan saja
 Jika subyek menanyakan posisi kertas, jawab “terserah anda”.
 Waktu
 Klasikal 10 menit
 individual tidak terbatas
 Tujuan HTP : Mengukur keseluruhan pribadi
 Alasan menggunakan tes HTP
Sama dengan tes BAUM dan DAP/DAM yaitu :
 Karena ketiga obyek tersebut paling dikenal manusia
 Hampir semua orang tak menentang disuruh menggambar HTP
 Dibandingkan dengan obyek – obyek lain, obyek ini lebih dapat
menstimulir verbalisasi yang sifatnya jujur dan bebas.

1.5 Interpretasi Dasar HTP


 Nama alat tes : House Tree Person
 Tujuan : Untuk mengetahui hubungan keluarga
 HTP (house three person)
 Prinsip-prinsip interpretasi dasar:
a. Kesan umum
b. Proporsi gambar : lihat gambar secara keseluruhan, proporsional atau
tidak
c. Posisi : letak masing-masing gambar sehingga merupakan satu
rangkaian keseluruhan
d. Komposisi : bagaimana ia menempatkan diri, pakai ratio atau tidak
e. Penyelesaian : perhatikan hal yang paling selesai. Hal yang tidak selesai
digambar adalah hal yang dianggap tidak begitu penting.
f. Rumah : menggambarkan kehidupan sosial terutama mengenai
hubungan/asosiasi pada subjek dalam hubungannya dengan orang lain.
g. Pohon : menggambarkan kehiudupan vital atau peranan hidup dari
individu dalam hubungan dengan kemampuan yang dimiliki.
h. Orang : bagaimana interpersonal relationship dari individu baik bersifat
umum ataupun spesifik.
A. Kesan Umum
KESAN/DETAIL DESKRIPSI ANALISIS
Proporsi gambar Proporsi gambar Kecerdasan tergolong
cukup Baik sedang, mampu
melakukan control
emosional, dan saling
menghargai antar
keluarga
Komposisi Dominan rumah Kebutuhan kasih
saying dari ibu dan
peranan ibu yang baik
Posisi Orang berada Mencari
diantara perlindungan yang
pohon dan rumah seimbang dari ayah
dan ibu
Penyelesaian Rumah dan pohon Adanya kesamaan
terselesaikan namun peran ayah dan ibu
gambar orang belum namun belum bisa
terselesaikan memberikan peran
diri sendiri dalam
keluarga

B. Pendekatan 1
KESAN/DETAIL DESKRIPSI ANALISIS
Pohon
Proposi Besar namun tidak Ayah menunjukkan
Dominan Sikap menguasai,
namun masih lebih
dominan peran ibu
Posisi Pohon cenderung Subjek menganggap
dekat dengan pohon ayahnya memiliki
dan rumah hubungan dekat
dengan subjek dan
ibunya
Komposisi Menggunakan ratio Subjek menganggap
bahwa keseluruhan
posisi ayahnya
seimbang dan tidak
timpang dengan peran
dirinya atau ibunya
Penyelesaian Pohon belum Subjek menganggap
sempurna selesai peran ayah tidak
terlalu penting
Rumah
Proposi Besar, bagus, tertutup -Besar: subjek merasa
bahwa Ibunya bias
melakukan fungsinya
secara baik
- Bagus: Subjek
memiliki persepsi
yang positif terhadap
ibunya
-Subjek merasa
kurang adanya
penerimaan dari Ibu
Posisi - Berada di posisi - Subjek memiliki
paling atas kedekatan yang
- gambar rumah kurang jika
Cenderung menjauh dibandingkan dengan
dari gambar orang ayahnya karena
- Gambar ada subjek menggambar
hubungan yang baik orang lebih dekat
dengan keseluruhan dengan pohon
gambar daripada dengan
rumah
- Subjek menganggap
bahwa ibunya
memiliki hubungan
yang baik dengannya
dan dengan ayahnya.
Komposisi Menggunakan ratio - Subjek memiliki
kedekatan yang
kurang jika
dibandingkan dengan
ayahnya karena
subjek menggambar
orang lebih dekat
dengan pohon
daripada dengan
rumah
- Subjek menganggap
bahwa ibunya
memiliki hubungan
yang baik dengannya
dan dengan ayahnya.
Penyelesaian - Pintu digambar - Subjek menganggap
paling selesai ibunya memiliki
- Gambar sebagian acceptance baik
besar terselesaikan - Subjek menganggap
dengan sempurna peran ibu sangat
penting
Orang
Proporsi Kecil, orang - Subjek menganggap
mendekati dirinya kurang
rumah, melakukan berperan dalam
sesuatu yang tidak keluarga, kurang
ada dipercaya, kurang
hubungannya dengan diperhatikan, kurang
kegiatan rumah berharga
- Subjek merasa ada
kebutuhan terhadap
perhatian, kesatuan,
kasih sayang
- Subjek memiliki
tekanan lebih besar
pada keadaan di luar
keluarganya
Posisi - Orang cenderung - Subjek merasa
dekat dengan pohon hubungan lebih dekat
- Gambar yang ada dengan ayahnya
hubungan baik - Subjek memiliki
daya
abstraksinya baik
Komposisi Menggunakan ratio Adanya
keseimbangan
antara diri subjek
dengan ayah dan
ibunya
Penyelesaian Gambar selesai Saat subjek
kecuali bagian tangan melakukan sesuatu, ia
lebih mengutamakan
hasil akhir daripada
effort.
C. Pendekatan 2
KESAN/DETAIL DESKRIPSI ANALISIS
Rumah Besar Subjek menganggap
peranan ibu sebagai
pelindung yang baik
Orang Kecil Subjek menganggap
dirinya tidak atau
kurang berperan
dalam keluarga dan
merasa dirinya
kurang dipercaya,
kurang
diperhatikan, serta
kurang berharga
Pohon Besar namun tidak Subjek menganggap
dominan ayah menunjukkan
sikap menguasai,
namun masih lebih
dominan peran ibu
BAB II

2.1 Kesimpulan
Rumah, pohon, dan manusia (HTP : House, Tree, Person) merupakan salah
satu tes grafis yang berguna untuk melengkapi tes grafis yang lain, yaitu untuk
mengetahui hubungan keluarga. HTP digunakan oleh para ahli jiwa untuk
mendapatkan data yang cukup signifikan yang mempunyai sifat diagnosa atau
prognosa mengenai keseluruhan pribadi individu yang bersangkutan, juga dapat
mengetahui bagaimana interaksi pribadi dengan lingkungan baik yang umum
ataupun spesifik. Waktu yang dipergunakan dalam tes Psikologi HTP normalnya
selama 10 menit untuk tes yag dilakukan secara klasikal, ketika tes individual waktu
yang digunakan tidak terbatas. Administrasi yang dibutuhkan dalam pengerjaan tes
adalah kertas, pensil dan penerangan yang memadai.
Prinsip-prinsip interpretasi dasar tes yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Proporsi gambar; lihat gambar secara keseluruhan, proporsional atau
tidak. 2. Posisi; letak masing-masing gambar sehingga merupakan satu rangkaian
keseluruhan. 3. Komposisi; bagaimana ia menempatkan diri, pakai ratio atau tidak.
4. Penyelesaian : perhatikan hal yang paling selesai, hal yang tidak selesai digambar
adalah hal yang dianggap tidak begitu penting. 5. Rumah; menggambarkan
kehidupan sosial terutama mengenai hubungan atau asosiasi pada subjek dalam
hubungannya dengan orang lain. 6. Pohon; menggambarkan kehiudupan vital atau
peranan hidup dari individu dalam hubungan dengan kemampuan yang dimiliki. 7.
Orang; bagaimana interpersonal relationship dari individu baik bersifat umum
ataupun spesifik.
Daftar Pustaka

Faela Nisa, Yunita, dkk. (2007). Modul Praktikum Psikodiagnostik. Jakarta: UIN
Jakarta Press
Groth Marnath,1981. Handbook of Psychological testing, Resume : Fakultas
Psikologi Universitas Diponegoro.