Anda di halaman 1dari 2

Etika Bisnis

Bab 1
Bisnis yang Beretika (kelompok 3)

Oleh : 1. Lora Doliska ( 28391 / 17 )


2. Galang Alam M ( 28784 / 21 )
3. Prista Rivedino P ( 28791 / 22 )
Refleksi 1.1
Perilaku ‘ingin cepat kaya’ semakin mewabah di kalangan masyarakat. Banyaknya kasus penipuan
dalam bisnis, bahkan yang mengatasnamakan ibadah seperti First Travel menunjukkan bahwa
masyarakat semakin tergiur untuk memperoleh uang dengan cepat tanpa peduli prosesnya. Menurut
Saudara, bagaimanakah cara yang tepat untuk menyikapi perilaku ini?
Jawab : aristoteles mengembangkan teori etika yang dikenal dengan sebagai nilai-nilai keutamaan
yang mencakup keberanian, kesederhanaan, dan kehati-hatian yang seharusnya dimiliki oleh setiap
orang, baik sebagai pengusaha maupun pekerja, yang mana jika kita mengaitkan teori tersebut dengan
refleksi diatas maka, prilaku ‘ingin cepat kaya’ yang mewabah dikalangan masyarakat ataupun
perusahaan sangat bertentangan dengan sifat kesederhanaan dan keadilan. Kita sebagai manusia yang
seharusnya memiliki sifat-sifat utama dalam sebuah karakter, maka dalam menyikapi kasus diatas
kelompok kami berpendapat sangat tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh First Travel.
Refleksi 1.2
Ketatnya persaingan dalam bisnis memaksa perusahaan untuk selalu efisien, baik dari sisa biaya
maupun prosesnya. Salah satu tindakan efisiensi adalah memindahkan beban kerja dari karyawan ke
alat, mesin, atau perangkat lunak aplikasi komputer. Akibatnya, banyak buruh di-PHK seperti yang
terjadi di pabrik-pabrik rokok, atau lapangan kerja yang semakin menyempit akibat intensitas aplikasi
sistem informasi di perusahaan. Menurut saudara, bagaimanakah generasi muda meyikapi hal ini?
Jawab : menurut kelompok kami, dilihat dari sisi perusahaan, memindahkan beban kerja dari
karyawan ke alat, mesin, atau perangkat lunak aplikasi komputer dapat meningkatkan efisiensi dan
akan mengurangi biaya gaji, sedangkan dilihat dari sisi karyawan hal tersebut akan sangat merugikan
karena mereka akan kehilangan pekerjaan, jika kita mengkaitkan dengan teori utilitarianisme yang
menjelaskan tentang pengambilan keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak. Ia menjadi sebuah
metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat tentang tindakan atau kebijaksanaan yang akan
dilakukan. Dalam wujud pertama ini, etika utilitarianisme dipakai untuk perencanaan, untuk mengatur
sasaran dan target yang hendak dicapai.