Anda di halaman 1dari 4

Etika Bisnis

Bab 3
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Audit Kinerja Sosial
(kelompok 3)
Tugas 3

Disusun Oleh :
1. Lora Doliska ( 28391 / 17 )
2. M.Naelul Aliyafi ( 28540 / 19 )
3. Galang Alam M ( 28784 / 20 )
4. Prista Rivedino P ( 28791 / 21 )
ILUSTRASI :GENERASI SEHAT INDONESIA DARI ASTRA

Astra Internasional telah memiliki enam lini bisnis yang didukung oleh 198 anak
perusahaan dan sembilan yayasan. Salah satu jalan yang ditempuh Astra adalah
program Corporate Social Responsibility (CSR). Astra telah menjalankan kegiatan
tanggung jawab sosial sejak lebih 40 tahun, jalur yang dijelajahi dalam bidang ini
ada 4 pilar yakni pendidikan, lingkungan, income generating activities (IGA) dan
kesehatan. Sejak tahun 1974 hingga kini telah tampak dampak yang telah diberikan
di Indonesia. Dalam pilar pendidikan telah membina 14.987 sekolah. Lingkungan
telah berhasil menananam 3.567.237 pohon serta mengembangkan 17 kampung
bersih terbesar di seluruh wilayah Indonesia dalam bidang IGA telah terbina lebih
dari 853 kelompok dan 8 916 UKM dan terakhir dalam bidang kesehatan salah
satunya yaitu Astra telah mengobati 1.160.693 pasien. Dengan salah satu filosofi
”catur darma” yaitu memiliki manfaat bagi bangsa dan negara yang artinya Astra
ingin berada terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, sebuah perjalanan
penuh inspirasi dari mewujudkan sebuah mimpi sederhana menjadi perusahaan
kebanggaan bangsa ditahun 2020.

Pembahasan Ilustrasi
Menurut kelompok kami berdasarkan ilustrasi tersebut dalam teori Teleologi dengan
pendekatan utilitarianisme maka disebut etis karena program yang dilakukan oleh
Astra bermanfaat bagi banyak orang dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Dalam
teori Deontologi disebut etis karena, perusahaan Astra telah melakukan kewajiban
mereka yaitu menjalankan program CSR mereka sebagai bentuk tanggung jawab
mereka pada masyarakat dan lingkungan mereka dan di Indonesia ada Peraturan
Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan
Lingkungan Perseroan Terbatas, yang pada intinya menyatakan bahwa setiap
Perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dalam teori
Teonomi ini juga etis karena dalam berbisnis kita juga bertanggung jawab dan peduli
kepada lingkungan sekitar dengan memberi manfaat pada masyarakat dan
lingkungan sosial sekitar.

Refleksi 5.1
Sepintas terlihat bahwa banyak perusahaan di Indonesia aktif menjalankan
program atau kegiatan CSR. Namun jumlah penduduk yang miskin tidak semakin
berkurang, namun justru meningkat setiap tahunnya. Menurut Saudara, mengapa
kegiatan CSR tidak atau belum banyak berpengaruh atas peningkatan
kesejahteraan masyarakat?
Jawaban
Masih banyak perusahaan yang belum benar-benar menjalankan kegiatan CSR
secara efektif dan kebayakan perusahaan-perusahaan hanya menjalankan kegiatan
CSR dalam bentuk kegiatan kegiatan sosial semata, lebih dari itu banyak sekali
cangkupan program CSR yang mencangkup kehidupan sehari-hari yang bisa
dijalankan oleh perusahaan tetapi tidak dijalankan.
Perusahaan menganggap program CSR ini menjadi beban atau cost lebih karena
menganggarkan dana yang cukup besar dan perusahaan belum sadar bahwa CSR
Perusahaan mempunyai peran yang sangat penting baik itu bagi masyarakat
maupun bagi perusahaan itu sendiri. Menurut kelompok kami, inilah yang
menyebabkan kegiatan CSR tidak atau belum banyak berpengaruh atas
peningkatan kesejahteraan masyarakat

Refleksi 5.2
Beberapa kalangan menyatakan bahwa untuk menyukseskan program atau
kegiatan CSR dibutuhkan dana sangat besar, sehingga program atau kegiatan
tersebut hanya tepat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Menurut
Saudara, apakah pendapat tersebut benar? Bagaimana peran UMKM (usaha mikro,
kecil, dan menengah) pada program atau kegitan CSR?
Jawaban
Menurut kelompok kami, kalangan yang menyatakan bahwa untuk menyukseskan
program atau kegiatan CSR dibutuhkan dana sangat besar, sehingga program atau
kegiatan tersebut hanya tepat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar adalah
pendapat yang tidak benar. Karena menyukseskan kegiatan CSR dapat dilakukan
dengan cara-cara sederhana yang tidak menimbulkan dana yang besar tetapi
bermanfaat bagi masyarakat. Cotohnnya PT. Pertamina yang melakukan program
MTQ ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Quran bagi
anak--anak karyawan Indofood dan masyarakat di sekitar area perkebunan,
melakukan peningkatan infrastruktur di wilayah sekitar unit operasi PT. Pertamina
di Indonesia, dan PT. Danone melakukan program air bersih.
CSR menjadi suatu kewajiban dengan adanya peraturan yang bermuat
dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab
Sosial Dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Sehingga CSR bukanlah anggapan
sebagai "beban" melainkan kewajiban tentang tanggung jawab sosial dan
anggaplah CSR sebagai "peluang" dalam memperoleh citra positif dari masyarakat
dan peluang untuk mendukung pembangunan sosial-ekonomi yang dapat
memberikan sedikit perubahan kepada negara walau hanya di kawasan sekitar.
UMKM tumbuh pesat belakangan ini. UMKM berdasarkan data BPS tahun 2011
mencapai jumlah 55.2 juta unit usaha yang berarti 99.99% dari jumlah unit usaha.
Usaha Besar hanya berjumlah 4.952 unit usaha atau hanya 0,01%.
UMKM di Indonesia mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 101,72 juta orang
dari jumlah angkatan kerja kita. Dan UMKM memberikan kontribusi sebesar
57,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). UMKM Indonesia menjadi
andalan pemerintah kita untuk pertumbuhan ekonomi bangsa. Indonesia lebih
berbangga lagi dengan semakin banyak UMKM yang peduli terhadap keadaan
ekonomi, sosial dan lingkungan di sekitarnya. Mereka dengan kemampuan yang
terbatas mampu dan mau berbagi untuk sesama menunjukan kepeduliannya.
Banyak UMKM di Komunitas Tangan di Atas (TDA) telah melakukan CSR
walaupun dalam tahap kecil dan sederhana serta masih melakukannya sebagai
individu, belum dijalankan sebagai entitas bisnis. Namun hal ini perlu diacungi
jempol, mereka yang masih kecil usahanya sudah mempunyai peran tanggung
jawab sosial yang tinggi.