Anda di halaman 1dari 20

DERET

INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA


KOSGORO 157

MATEMATIKA BISNIS
PENGERTIAN DERET

Deret ialah rangkaian bilangan yang tersusun secara teratur dan memenuhi
kaidah-kaidah tertentu.
Bilangan-bilangan yang merupakan unsur dan pembentuk sebuah deret
dinamakan suku.

Deret dilihat dari jumlah suku Deret dilihat dari segi


pola perubahan bilangan pada suku

Deret berhingga Deret hitung

DERET DERET Deret ukur

Deret tak terhingga Deret harmoni

18 2
DERET HITUNG (SH)

• Deret hitung ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan


penjumlahan terhadap sebuah bilangan tertentu.

• Bilangan yang membedakan suku-suku dari deret hitung ini dinamakan


pembeda, yaitu selisih antara nilai-nilai dua suku yang berurutan.

Contoh:
1) 7, 12, 17, 22, 27, 32 (pembeda = 5)
2) 93, 83, 73, 63, 53, 43 (pembeda = - 10)
3) 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 (pembeda = 2)

18 3
SUKU KE-N DARI DERET HITUNG

• Besarnya nilai suku tertentu (ke-n) dari sebuah deret hitung dapat dihitung melalui sebuah
rumus.

Sn = a +(n-1)b
a : suku pertama atau S1
b : pembeda
n : indeks suku

• Sebagai contoh, nilai suku ke-10 (S10) dari


deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 adalah
S10 = a + (n - 1)b
S10 = 7 + (10 - 1)5
S10 = 7 + 45
S10 = 52.
Suku ke-10 dari deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 adalah 52.
18 4
JUMLAH N SUKU DERET HITUNG

• Jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentu adalah jumlah nilai suku-
sukunya, sejak suku pertama (S1 atau a) sampai dengan suku ke-n (Sn) yang bersangkutan.
Menghitung jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku tertentu n, terdapat empat
bentuk rumus yang bisa digunakan
n
J n   Si
J n  2a  n - 1b
i 1 n
2 Jika Sn
J n  a  S n 
n
belum diketahui
J n  na  n - 1b
n
2
2
Contoh : Jumlah deret hitung 7, 12, 17, 22, 27, 32 sampai suku ke-10 adalah
J 10 = 10/2 (7 + S10)
J10 = 5 (7 + 52)
J10 = 295
18 5
DERET UKUR

• Deret ukur ialah deret yang perubahan suku-sukunya berdasarkan perkalian


terhadap sebuah bilangan tertentu.

• Bilangan yang membedakan suku-suku sebuah deret ukur dinamakan


pengganda, yakni merupakan hasil bagi nilai suatu suku terhadap nilai suku
di depannya.

Contoh
5, 10, 20, 40, 80,160 (pengganda = 2)
512, 256, 128, 64, 32, 16 (pengganda = 0,5)
2, 8, 32, 128, 512 (pengganda = 4)

18 6
SUKU KE-N DARI DU

• Rumus penghitungan suku tertentu dari sebuah deret ukur:


Sn = apn-1

a : suku pertama
p : pengganda
n : indeks suku

• Contoh
Nilai suku ke 10 (S10) dari deret ukur 5, 10, 20, 40, 80,160 adalah
S10 = 5 (2)10-1
S10 = 5 (512)
S10 = 2560
Suku ke 10 dari deret ukur 5, 10, 20, 40, 80,160 adalah 2560
18 7
SUKU KE-N DARI DU

Contoh :
Hitung suku ke 8 dari kedua deret ukur berikut:
• 5, 15, 45, 135, 405
• 200, 100, 50, 25

S8 = a p n-1 S8 = a p n-1
= 5 (3)8-1 = 200 (0.5) 8-1
= 5 (2187)
= 10935 = 200 (0.0078)
= 1.56

18 8
JUMLAH N SUKU DERET HITUNG

• Jumlah sebuah deret ukur sampai suku tertentu adalah jumlah nilai sukunya sejak
suku pertama sampai dengan suku ke-n yang bersangkutan.
Rumus jumlah deret ukur sampai dengan suku ke-n, yakni:
a(1  p n ) a(p n  1)
Jn  atau Jn 
1 p p -1

• Jika p<1, penggunaan rumus yang di sebelah kiri akan lebih mempermudah
perhitungan. Jika p >1, menggunakan rumus yang di sebelah kanan.

• Contoh: Jumlah n suku dari deret hitung 5, 10, 20, 40, 80, 160 adalah
5(210  1)
J10 
2 -1
5(1023)
J10   5115
1
18 9
PENERAPAN EKONOMI
1. Model Perkembangan Usaha
Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha (produksi, biaya,
pendapatan, penggunaan tenaga kerja, atau penanaman modal) bertambah secara konstan
dari satu periode ke periode berikutnya.

2. Model Bunga Majemuk


Model bunga majemuk merupakan penerapan deret ukur dalam kasus simpan-pinjam dan
kasus investasi.
Dengan model ini dapat dihitung; misalnya, besarnya pengembalian kredit di masa datang
berdasarkan tingkat bunganya. Atau sebaliknya, untuk mengukur nilai sekarang dari suatu
jumlah hasil investasi yang akan diterima di masa datang.

3. Model Pertumbuhan Penduduk


Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal
penaksiran jumlah penduduk. Sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus, penduduk
dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur.
18 10
Model Perkembangan Usaha

Contoh 1
Sebuah perusahaan jamu “roso" menghasilkan 3.000 bungkus jamu pada bulan pertama
produksinya. Dengan penambahan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas, perusahaan
mampu meningkatkan produksinya sebanyak 500 bungkus setiap bulan. Jika perkembangan
produksinya tetap, berapa bungkus jamu yang dihasilkannya pada bulan kelima? Berapa bungkus
yang telah dihasilkan sampai dengan bulan tersebut?

Diketahui: Sn = a +(n-1)b
a = 3.000 S5 = 3.000 + (5 - 1)500 = 5.000
b = 500
J 5  3.000  5.000  20.000 J n  a  S n 
n=5 5 n
2 2

Jumlah produksi pada bulan kelima adalah 5.000 bungkus, sedangkan jumlah seluruh jamu yang
dihasilkan sampai dengan bulan tersebut 20.000 bungkus.

18 11
Model Perkembangan Usaha
Contoh 2
Besarnya penerimaan PT “Cemerlang” dari hasil penjualan barangnya Rp 720 juta pada tahun kelima dan
Rp 980 juta pada tahun ketujuh. Apabila perkembangan penerimaan penjulan tersebut berpola seperti
deret hitung, berapa perkembangan penerimannya per tahun? Berapa besar penerimaan pada tahun
pertama dan pada tahun keberapa penerimaanya sebesar Rp 460 juta?

Dalam Jutaan : 𝑆7 = 980 → 𝑎 + 6𝑏 = 980


𝑆5 = 720 → a + 4b = 720

2𝑏 = 260 → 𝑏 = 130
Perkembangan penerimaan per tahun sebesar Rp 130 juta.
𝑎 + 4𝑏 = 720 → 𝑎 = 720 − 4𝑏 = 720 − 4 130 = 200

Penerimaan pada tahun pertama sebesar Rp 200 juta.


𝑆𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏 → 460 = 200 + 𝑛 − 1 130
460 = 200 + 130𝑛 − 130
390 = 130𝑛 → 𝑛 = 3
Penerimaan
18
sebesar Rp 460 juta diterima pada tahun ketiga. 12
Model Bunga Majemuk

• Jumlah di masa datang dari suatu jumlah sekarang adalah

Fn = P(1 + i)n

P : jumlah sekarang
i : tingkat bunga per tahun
n : jumlah tahun
• Nilai sekarang (present value) dari suatu jumlah uang tertentu di masa datang
adalah:
F : jumlah di masa datang 1
P  F
i : tingkat bunga per tahun 1  i n

n : jumlah tahun

18 13
Model Bunga Majemuk

Contoh 1:
Seorang nasabah meminjam uang di bank sebanyak Rp 5 juta untuk jangka waktu
3 tahun, dengan tingkat bunga 2% per tahun. Berapa jumlah seluruh uang yang
harus dikembalikannya pada saat pelunasan?
Dikteahui:
P = 5.000.000
n=3
i = 2% = 0,02

Penyelesaian:
F = P (1 + i )n
F = 5.000.000 (1 + 0,02)3
F = 5.000.000 (1,061208)
F = 5.306.040
18 14
Model Bunga Majemuk

Contoh 2 :
Tabungan seorang mahasiswa akan menjadi sebesar Rp.532.400 pada tiga tahun
yang akan datang. Jika tingkat bunga bank yang berlaku 10% per tahun, berapa
tabungan mahasiswa tersebut pada saat sekarang ini?

F = 532.400
n =3
i = 10% = 0,1
1
P
1
F P  532.400
1  i 
n 1  0.1 3

P = 400.000
Jadi besarnya tabungan sekarang adalah Rp. 400.000,00.
18 15
Model Pertumbuhan Penduduk

Pt = P1 R t-1
Dimana R=1+r

Pi : Jumlah pada tahun pertama (basis)


Pt : Jumlah pada tahun ke-t
r : Persentase pertumbuhan per tahun
t : Indeks waktu (tahun)

18 16
Model Pertumbuhan Penduduk

Contoh :
Penduduk suatu kota berjumlah 1 juta jiwa pada tahun 1991, tingkat per tumbuhannya 4% per
tahun. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2006. Jika mulai tahun 2006
pertumbuhannya menurun menjadi 2,5%, berapa jumlahnya 11 tahun kemudian ?
Pt = P1 R t-1 Dimana: R = 1 + r
P1 = 1 juta P tahun 2006 = P16 = 1 juta (1,04)15
r = 0,04 = 1 juta (1,800943)
R = 1,04 = 1.800.943 jiwa

P1= 1.800.943 P tahun 2016 = P11


r = 0,025
R = 1,025 P11 = 1.800.943 (1,025)10
P11 = 2.305.359 jiwa
18 17
Model Pertumbuhan Penduduk

Atau dengan memanfaatkan kaidah logaritma :

𝑃11 = 1.800.934(1,025)10
log 𝑃11 = log 1.800.934(1,025)10
log 𝑃11 = log 1.800.934 + 10 log 1,025
log 𝑃11 = 6,255499 + 0,107239
log 𝑃11 = 6,255499 → 𝑃11 = 2.305.359

18 18
PENUTUP

18
19
 DUMAIRY, MATEMATIKA TERAPAN UNTUK BISNIS, BPFE
 EDWARD T DOWLING, MATEMATKA UNTUK EKONOMI,
PERPUSTAKA ERLANGGA
 YOSEP BINTANG KALANGI, MATEMATIKA EKONOMI DAN
BISNIS, SALEMBA 4
 ALPHA C. CHIANG, DASAR – DASAR MATEMATIKA EKONOMI,
ERLANGGA
 https://febriyanto79.files.wordpress.com/2018/03/1-
matematika-ekonomi.pdf
 Rosulhul Sanana Presentasi Matematika

18
20

Anda mungkin juga menyukai