Anda di halaman 1dari 26

PEREKONOMIAN INDONESIA

Mengerjakan tugas dalam rangka memenuhi syarat tugas

mata kuliah Perekonomian Indonesia

oleh

Irsan Praherdy Munandar

(1552282)

Program S-1

Jurusan Manajemen

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

2019
BAB I
Halaman 14 – 15

D. Beberapa Isu Penting

Pertanyaan

1. Sistem ekonomi apa yang tepat bagi Indonesia dan faktor-faktor apa yang harus
dipertimbangkan dalam memilih suatu sistem ekonomi?
2. Indikator apa saja yang dapat digunakan untuk mengevaluasi manfaat dari suatu sistem
ekonomi yang dianut?
3. Masih relevankah Pasal 33 UUD 1945 mengenai sistem ekonomi Indonesia pada era
globalisasi dan perdagangan bebas saat ini?
4. Apakah sistem ekonomi yang dianut oleh suatu Negara/ekonomi turut menentukan
keberhasilan pembangunan ekonomi di Negara/ekonomi tersebut?
5. Apabila Presiden Soeharto waktu itu meneruskan sistem perekonomian yang dianut
oleh Presiden Soekarno, mungkinkah ekonomi Indonesia Mencapai kemajuan seperti
yang telah dicapai saat ini?
6. Dalam era globalisasi ekonomi dunia dan liberalisasi perdagangan internasional, masih
relevankah prinsip “Ttrilogi Pembangunan”?
7. Adakah kerugian dan keuntungan bagi perekonomian Indonesia dengan diterapkannya
tiga butir dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai sistem perekonomian nasional?

JAWABAN

1. Sistem ekonomi campuran dimana pemerintah & swasta bersama-sama mengelola


kegiatan perekonomian, pemerintah mengurus cabang-cabang produksi yang
menyangkut hajat hidup orang banyak, sedangkan swasta mengurus cabang-cabang
produksi yang bersifat mengejar laba. Faktor-faktor dalam memilih sistem ekonomi
dalam suatu Negara adalah berdasarkan karakterisitik, budaya, dan aspirasi masyarakat.
2. Pertumbuhan ekonomi masyarakat, pertumbuhan ekspor, pertumbuhan taraf hidup,
income per kapita, jumlah pengangguran, dsb.
3. Sebenernya masih relevan sampai saat ini, namun, pada kenyataanya penerapan Pasal
33 UUD 1945 tersebut hingga kini malah lebih mengarah kearah liberalism dengan
beberapa amandemen UUD yang ditambahkan. Yang lebih kepada melegalkan untuk
menjual atau memberikan akses untuk bangsa asing mengelola atau bahkan membeli
aset Negara kita.
4. Menurut saya sistem ekonomi yang dianut negara harus dapat menentukan
pembangunan ekonomi negara tersebut, karena sistem ekonomi direalisasikan untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban seperti membangun infrastruktur yang layak, karena
tanpa sistem ekonomi, pembangunan yang berjalan bukan merata melainkan tidak
merata karena tidak sesuai dengan sistem ekonomi yang dianut.
5. Menurut saya tidak, karena kemungkinan besar negara yang hanya akan berjalan
ditempat, sehingga ketika soeharto menggunakan sistem ekonomi lain dengan cepatnya
semuanya bergerak maju dan makmur.
6. Masih relevan, karena dalam dunia ekonomi globalisasi dan liberalismePerdagangan
internasional sangat membutuhkan prinsip Trilogi Pembangunan.
7. Keuntungaannya jelas untuk kesejahteraan yang bersifat umum pada masyarakat,
sedangkan kerugian masih ada suatu ketertutupan dimana pemerintah Indonesia
pekerjaannya belum transparan dan masih harus dijelaskan dengan praktek yang
didasarkan pada masyarakat.
BAB II
Halaman 37

E. Beberapa Isu Penting

Pertanyaan

1. Faktor-faktor utama apa yang menyebabkan kinerja perekonomian nasional pada era
orde lama begitu buruk?
2. Faktor-faktor utama apa yang membuat pemerintahan orde baru berhasil memulihkan
perekonomian nasional dari keterburukan sebagai warisan dari era orde lama?
3. Pelajaran penting apa yang bisa diambil dari membandingkan perekonomian Indonesia
pada masa Orde Lama dengan era Orde Baru?
4. Benarkah bahwa kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan IMF dalam
menanggulangi krisis 1997-1998 sebagai penyebab utama lambatnya pemulihan
perekonomian nasional dari krisis tersebut?
5. Sebutkan untung-ruginya bagi perekonomian nasional apabila Indonesia tidak menjalin
hubungan baik dengan Negara-negara Barat dan lembaga-lembaga dunia seperti IMF
dan Bank Dunia?
6. Apakah kebijakan fiskal mengurangi subsidi BBM baik bagi perekonomian Indonesia
untuk periode jangka panjang, dan apa dampaknya dalam periode jangka pendek?
7. Faktor-faktor utama apa yang menyebabkan kinerja ekonomi Indonesia pasca krisis
1997-1998 hingga saat ini belum mampu menyamai hasil prestasi dari pemerintah Orde
Baru?
8. Jelaskan efek kenaikan harga bbm terhadap ekonomi dan kemiskinan dan
pengangguran?
JAWABAN

1. -Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang
secara tidak terkendali.
-Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1946 untuk menutup
pintu perdangangan luar negeri RI.
-Kas Negara kosong.
-Eksploitasi besar besaran dimasa penjajahan.
2. -Pemilihan Sistem ekonomi campuran dalam kerangka system ekonomi
demokrasi pancasila.
-Kebijakan ekonomi diarahkan pada pembangunan disegala bidang, tercermin
dalam 8 jalur pemerataan : kebutuhan pokok, pendidikan kesehatan, pembagian
pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi wanita dan
generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan.
-Pemerintah orde baru menjalin hubungan baik dengan pihak barat, dan menjauhi
pengaruh ideology komunis.
-Indonesia kembali menjadi anggota PBB dan lembaga-lembaga dunia seperti
Bank dunia dan IMF, yang putus pada zaman Soekarno. Dengan membaiknya
kembali hubungan Indonesia dengan kedua lembaga donor internasional
tersebut, Indonesia mendapat pinjaman untuk membiayai deficit anggaran
belanja pemerintah, yang sumber dananya berasal dari pinjaman bilateral dari
sejumlah Negara barat, seperti AS, Inggris, dan Belanda.
3. Pelajaran yang bisa diambil dari memperbandingkan perekonomian di masa orde
lama dan orde baru adalah, perbedaan utama dari pemilihan sistem ekonomi yang
jelas berbeda, dimana titik balik pemulihan perekonomian Indonesia ketika penerapan
sistem ekonomi pasar bebas(demokrasi ekonomi) sehingga produksi, distribusi dan
konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Kemudian pelajaran yang
dapat kita ambil adalah dari segi bantuan Negara lain, dalam hal ini pada masa
pemerintahan orde baru, Indonesia dapat menjalin hubungan baik dengan pihak barat,
berbeda dengan pemerintahan orde lama yang sangat membenci pihak barat.
Sehingga dengan terjalinnya hubungan baik tersebut Indonesia mendapat pinjaman
dana untuk membiayai defisit anggaran belanja pemerintah yang sumber dana nya
tentu dari pinjaman bilateral sejumlah Negara barat.
4. Benar, karena desakan dari IMF sebagai konsekuensi dari bantuan keuangan
untuk membiayai proses pemulihan krisis ekonomi 1997/1998. Menyebabkan sistem
ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis. Karena sudah diketahui secara umum
bahwa setiap Negara yang menerima bantuan IMF harus melakukan apa yang disebut
‘penyesuaian struktural’ yang terdiri atas sejumlah langkah yang harus ditempuh oleh
Negara-negara penerima bantuan yang menjurus ke liberalisasi perekonomian mereka.
Langkah-langkah yang paling penting dan yang pada umumnya paling berat untuk
dilakukan karena sering menimbulkan dampak negative jangka pendek terhadap
ekonomi dan gejolak social di Negara peminjam adalah:
• Menghilangkan segala bentuk proteksi, termasuk hambatan-hambatan nontarif,
untuk meningkatkan perdagangan luar negeri dan arus investasi asing;
• Menghapuskan segala macam subsidi dan menaikan penerimaan pajak untuk
penguatan fiscal;
• Menerapkan kebijakan moneteryang sifatnya kontraktif untuk menjaga stabilitas
harga(menekan laju inflasi) dan nilai tukar mata uang nasional;
• Memprivatisasikan perusahaan-perusahaan milik Negara(BUMN) untuk
meningkatkan efisiensi ekonomi dan sekaligus mengurangi beban keuangan
pemerintah (dalam kasus Indonesia adalah APBN);
• Meningkatkan ekspor untuk meningakatkan cadanga devisa;
• Meningkatkan efisiensi birokrasi dan menyederhanakan segala macam
peraturan yang ada atau menghapuskan berbagai peraturan yang terbukti
selama itu menimbulkan distorsi pasar untuk menghilangkan ekonomi biaya
tinggi.
• Mereformasikan sektor keuangan untuk meningkatkan efisiensi di sektor
tersebut.
5. • Dampak Positif:
a. Meningkatkan Keuangan Negara; Kerja sama ekonomi antarnegara dapat
memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan.
Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman
keuangan dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan
demikian, adanya pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan
negara.
b. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi; Kerja sama ekonomi dapat
menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota.
Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan
produsen tiap negara dalam menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing
dengan negara-negara lain. Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat
regional dan internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian
negara yang bersangkutan.
c. Meningkatkan Investasi; Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi cara
menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat
menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan
pembangunan Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah
lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
d. Menambah Devisa Negara; Kerja sama ekonomi antarnegara khususnya di
bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara. Devisa diperoleh dari
kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar akan semakin banyak devisa yang
diperoleh negara, sehingga dapat memperlancar pembangunan negara.
e. Memperkuat Posisi Perdagangan; Persaingan dagang di tingkat internasional
sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan dan hambatan
perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya kerja sama ekonomi.
Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat aturan per-dagangan yang
menguntungkan negara-negara anggotanya. Dengan demikian adanya aturan
tersebut dapat memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan
perdagangan yang saling menguntungkan. Akibatnya posisi perdagangan dalam
negeri semakin kuat.
• Dampak Negatif
a. Ketergantungan dengan Negara Lain; Banyaknya pinjaman modal dari luar
negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan negara lain.
Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat menggembangkan
pembangunan yang lebih baik.
b. Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia; Sikap ketergantungan
yang semakin dalam pada negara lain, dapat menyebabkan negara lain
berpeluang melakukan campur tangan pada kebijakan-kebijakan ekonomi yang
dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil
pemerintah mendapat campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan
rakyat.
c. Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia; Alih teknologi yang timbul dari kerja sama
ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga kerja asing ke
Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia menjadi tersingkir dan
dampaknya terjadi banyaknya pengangguran.
d. Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif; Barang-barang impor yang masuk ke
Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai produk-produk
impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.
6. Salah satu penyebab turun nya subsidi BBM adalah adanya kebijakan fiskal,
karena kebijakan fiskal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan
atau pengeluaran Negara. Dari semua unsur APBN hanya pembelanjaan Negara atau
pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan
kebijakan fiskal. Dengan tidak stabil nya harga minyak dunia, pemerintah dapat
mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan
dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan
pengelolaan anggaran.
Dampak jangka pendek dari penurunan subsidi BBM ini adalah; penurunan
subsidi BBM akan menyebabkan harga BBm naik, Kenaikan harga BBM bukan saja
memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha
pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi
sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga
pokok produksi yang akhirnya akan menaikkan harga jual produk. Multiple efek dari
kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya
biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk
menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Di
lain pihak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak tersebut akan memperberat
beban hidup masyarakat yang pada akhirnya akan menurunkan daya beli masyarakat
secara keseluruhan. Turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya
semua hasil produksi banyak perusahaan sehingga secara keseluruhan akan
menurunkan penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan,
dan juga akan mengakibatkan permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja terus
turun dan berdampak langsung kepada turun nya pendapatan masyarakat. Kemudian
dengan naiknya harga secara terus menerus dan umum akan menyebabkan inflasi.
7. • Hubungan pemerintah Indonesia dengan IMF ketika pemerintahan Gus Dur tidak
baik, terutama karena masalah-masalah seperti amandemen UU no.23 tahun
1999 mengenai Bank Indonesia, penerapan otonomi daerah terutama
menyangkut kebebasan daerah untuk pinjam uang dari luar negeri, dan revisi
APBN 2001 yang tertunda pelaksanaan nya.
• Penundaan pencairan bantuan kepada pemerintah Indonesia yang diperintah
Gus dur.
• Pemerintah gus dur cenderung menyederhanakan krisis ekonomi dengan
menganggap persoalan nya hanya terbatas pada agenda masalah amandemen
UU BI.
8. –Harga Barang semakin mahal
–Daya beli masyarakat menurun
–Kemiskinan bertambah
–Pengangguran meningkat
–Usaha kecil terancam gulung tikar
BAB III
Halaman 66-67

C. Beberapa Isu Penting

Pertanyaan

1. Kenapa Indonesia sempat dijuluki calon “Macan Asia” dan bagaimana sekarang ini?
2. Kenapa teori pertumbuhan modern lebih relevan dibandingkan teori klasik dalam
menjelaskan pola perkembangan ekonomi dibanyak Negara, termasuk Negara-negara
yang miskin SDA?
3. Apa yang dimaksud dengan transformasi ekonomi dan bagaimana pengalaman
Indonesia sejak 1945?
4. Kenapa kemajuan teknologi, peningkatan pendidikan masyarakat, peningkatan
pendapatan masyarakat per kapita sering dikatakan sebagai pemicu perubahan struktur
ekonomi?
5. Dengan semakin kecilnya sumbangan pertanian terhadap pembentukan PDB dalam
proses transformasi ekonomi, apakah kemiskinan akan bertambah di Indonesia?
6. Apa yang dimaksud dengan ekonomi modern dan ekonomi tradisional?
7. Apakah dengan teori Indonesia dapat menghindar dari krisis ekonomi regional seperti
yang terjadi pada tahun 1997-1998 atau krisis ekonomi global seperti pada tahun 2008-
2009?
8. Apakah teori Arthur Lewis dan Hollis Chenery terbukti di Indonesia?

JAWABAN
1. Indonesia sempat dijuluki calon macan asia karena Indonesia mengalami suatu proses
pembangunan ekonomi yang spektakuler, paling tidak pada tingkat makro
agregat.Keberhasilan ini dianggap banyak kalangan sebagai prestasi besar dari
pemerintahan orde baru dibawah kepemimpinan presiden Soeharto. Sekarang tidak lagi
dijuluki macan asia, karena Indonesia baru bangkit atau pulih dari krisis global, tetapi
masih menjadi daya tarik dari Indonesia yaitu sumber daya alamnya.
2. Teori pertumbuhan modern lebih relevan dibandingkan teori klasik dalam menjelaskan
pola perkembangan ekonomi dibanyak negara, termasuk negara yang miskin SDA
karena kenyataan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak sepenuhnya hanya didorong
oleh akumulasi modal dan penambahan jumlah tenaga kerja, tetapi juga disebabkan
oleh peningkatan produktivitas dari kedua faktor tersebut. Faktor terpenting dari
pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan produktivitas bukan jumlah dari faktor-
faktor produksi yang digunakan dan ini mencerminkan adanya suatu progres teknologi.
3. Transformasi ekonomi adalah suatu rangkaian perubahan yang saling terkait satu
denganlainnya dalam komposisi permintaan agregat, perdagangan luar negeri (ekspor
dan impor), penawaran agregat (produksi dan penggunaan faktor-faktor produksi yang
diperlukan gunamendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan.Pengalaman Indonesia sejak Tahun 1945, keadan perekonomian
Indonesia sangat buruk, baru pada awal era pemerintahan orde baru hingga sekarang
dapat dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi indonesia cukup pesat.
Keberhasilan ini diukur dengan laju pertumbuhan PDB per tahun dan tingkat
pendapatan nasional per kapita.
4. Kemajuan teknologi, peningkatan pendidikan masyarakat, peningkatan pendapatan
perkapitasering dikatakan sebagai pemicu keberhasilan ekonomi karena faktor tersebut
diatas termasuk indikator penting yang mana jika sejumlah faktor tesebut tumbuh
dengan laju yang tinggi akan membawa dampak semakin cepatnya perubahan struktur
ekonomi.
5. Dengan semakin kecilnya sumbangan pertanian terhadap pembentukan PDB dalam
proses transformasi ekonomi, kemiskinan tidak akan bertambah di Indonesia karena
sumbangan dari sektor industri pada PDB meningkat, penjelasannya bahwa barang–
barang manufaktur memiliki elastisitas pendapatan dari permintaan positif dan lebih
besar. Kecilnya sumbangan pertanian terhdap PDB juga bisa disesabkan karena faktor
penghitungan yang kurang valid, karena beberapa sektor pertanian yang kecil mungkin
saja belum masukdalam data PDB.
6. Ekonomi modern adalah perekonomian di perkotaan dengan sektor utama industri.
Dalam ekonomi modern kualitas tenaga kerja lebih penting daripda kuantitasnya.
Kualitas tenaga kerja tidak hanya dilihat dari tingkat pendidikan tetapi juga kondisi
kesehatannya.Ekonomi tradisional adalah perekonomian di perdesaan yang didominasi
oleh sektor pertanian,karena jumlah penduduknya tinggi , maka tejadi kelebihan suplai
tenaga kerja dan tingkat hidup masyarakatnya berada pada kondisi subsistem akibat
perekonomian yang sifatnya juga subsistem.
7. Dengan teori Indonesia tidak dapat menghindari krisis ekonomi pada tahun 1997-1998
ataupun krisis global tahun 2008-2009 karena krisis ini menghantam secara global dan
tidak dapat dihindari, Indonesia juga terkena imbasnya terutama lewat penurunan
volume ekspor manufaktur untuk sejumlah barang. Namun indonesia tetap mampu
mempertahankan petumbuhan yang positif walaupun lajunya lebih rendah dari pada
yang diharapkan saa tsebelum krisis terjadi.
8. Teori Arthur Lewis dan Hollis Cheney terbukti di Indonesia karena di Indonesia terjadi
proses pembangunan ekonomi perdesaan ataupun perkotaan. Juga teori chenery
dengan teori pembangunan yang memfokuskan pada perubahan struktur dalam
tahapan proses perubahan ekonomi di negara berkembang, yang mengalami
transformasi dai pertanian tradisional(subsistem) ke sektor industri sebagai mesin
utama penggerak pertumbuhan ekonomi.
BAB IV
Halaman 115

D. Beberapa Isu Penting

Pertanyaan

1. Apakah krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1997-1998 dapat dianggap
sebagai kesalahan strategi pembangunan ekonomi pada era Orde Baru?
2. Pelajaran penting apa yang dapat diambil dari krisis 1997-1998 tersebut perihal pola
pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru, khususnya mengenai peran modal asing,
baik investasi maupun pinjaman (ULN)?
3. Kenapa dampak dari krisis ekonomi global 2008-2009 relatif kecil terhadap
perekonomian Indonesia jika dibandingkan tahun 1997-1998?
4. Apakah globalisasi ekonomi dunia dan liberalisasi perdagangan antarnegara akan
semakin memperbesar resiko krisis ekonomi seperti apa yang terjadi pada tahun 1997-
1998?
5. Dari tipe-tipe krisis ekonomi yang dibahas di dalam bab ini, tipe krisis yang mana yang
memiliki kemungkinan paling besar untuk terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun
mendatang, dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan swasta
untuk meminimalisasikan dampak negatifnya?
6. Apabila krisis ekonomi global dipicuh oleh kenaikan harga BBM di pasar internasional,
sebutkan dampak jalur-jalur transmisi dan jelaskan prosesnya terhadap perekonomian
Indonesia dalam suatu diagram!
JAWABAN

1. Ya, krisis ekonomi yang terjadi pada era 1997-1998 dipengaruhi karena adanya kesalahan
konstruksi pembangunan. Hal tersebut terjadi saat adanya depresiasi nilai tukar rupiah
yang dimana depresiasi ini terjadi disebabkan oleh dua faktor dan salah satu faktor
tersebut merupakan dari adanya kesalahan rekontruksi pembangunan ekonomi. Pada
zaman orde baru banyak sekali pihak dari swasta yang meminjam uang luar negeri secara
jangka pendek secara kredit dalam rupiah yang diberikan untuk dunia usaha dimana para
pihak swasta ini mengalokasikan uang pinjaman tersebut untuk mencipatkan gedung-
gedung pertokoan, perkantoran , apartemen , dan gedung lainnya. Pada tahun 1998,
ternyata bank-bank di Indonesia yang berhutang kepada luar negeri belum dapat
membayar hutang tersebut sehingga dengan adanya hal tersebut berdampak pada
pembangunan ekonomi.

2. Pelajaran yang dapat diperoleh dari kejadia krisis yang terjadi pada masa Orde Baru
adalah bahwa pihak dari Indonesia jangan terlalu banyak dalam menggunakan peminjam
uang ke luar negri secara jangka pendek yang dimana uangnya dilakukan untuk investasi
pada sektor-sektor yang berada dalam jangka panjang. Selain itu peminjaman yang
dilakukan pun harus bisa dilindungi dalam bentuk melakukan hedging yang berarti
mematok kurs jangka panjang untuk memperkecil resiko negative terhadap keuangan
perusahaan akibat adanya perbedaan kurs selama periode transaksi.

3. Krisis tahun 1997-1998 dengan krisis yang terjadi pada tahun 2007-2008 mengalami
dampak yang cukup berbeda dimana saat krisis 1997-1998 memiliki dampak yang lebih
hebat bagi perekonomian di Indonesia dikarenakan krisis pada tahun 1997-1998 lebih
berfokus pada kesalahan yang ada di dalam negeri yatu Indonesia sendiri sehingga
dampak yang dirasakan cukup hebat walaupun memang dampak nya pun cukup terasa
kepada negara-negara lain sedangkangan krisis tahun 2007-2008 terjadi karena adanya
goncangan eksternal. Yang kedua bahwa krisis 2007-2008 terjadi karena adanya
permintaan dari dunia disebabkan adanya pemerosotan pendapatan di sejumlah industri
maju seperti AS, UE, dan Jepang. Sedangkan krisis 1997-1998 terjadi karena krisis mata
uang rupiah yang larinya ke modal luar negeri terutama dolar AS yang disusul dengan
krisis keungan yang menjadikan krisis 1997-1998 lebih terasa parah.

4. Sebenarnya liberalisasi cukup baik untuk membuat keadaan ekonomi suatu negara lebih
baik dimana kita tahu bahwa liberalisasi ini diakibatkan oleh adanya pengaruh globalisasi
yang terjadi di segala bidang. Namun tidak dapat dipastikan apakah dengan adanya
globalisasi dan liberalisasi ini bisa membuat terjadinya krisis atau tidak. Hal tersebut
tergantung bagaimana liberalisasi ini berjalan pada level yang mana dimana negara harus
memiliki kekuatan untuk melakukan hal tersebut. Namun beberapa ahli menyebutkan
bahwa globalisi ini memiliki dampak yang kurang baik terhadap negara berkembang
seperti Indonesia tetapi hal tersebut bisa diatasi apabila negara Indonesia sendiri bisa
menghadapinya.

5. A. Krisis Produksi
Krisis ini terjadi karena adanya faktor dari dalam negeri dimana krisis ini bisa
diatasi oleh pemerintah apabila mereka bisa menghandle keadaan apabila padi
mengalami penurunan. Namun apabila terjadi sebaliknya yaitu terjadi penurunan
padi dan tidak melakukan impor untuk mengkompensasi kekurangan beras di
provinsi tersbut makan akan terjadi kelebihan permintaan dan harga pada provinsi
tersebut akan melonjak naik. Dimana jika terjadi inflasi maka pendapataan
masyarakata secara otomatis berkurang dan akan mengalami krisis.

B. Krisis Perbankan

Pada krisis ini bisa memicu juga terjadi di Indonesia dikarenakan adanya suatu hal
yang memicu krisis ini dimana kita tahu bahwa di Indonesia sering terjadi adanya
peminjaman uang di bank yang dimana bahwa krisis ini dipicu karena terjadinya
adanya peminjaman uang. Untuk itu pemerintah haru sbegerak di bidang ini untuk
bisa mengatur mengenai peminjaman uang di bank dan memberikan sarana-
sarana yang dapat di pakai oleh para masyarakat kalangan menengah kebawah
untuk menikmati program yang bisa membuat mereka dapat meminjam uang
dengan bunga bank yang tidak terlalu tinggi.

C. Krisis Nilai Tukar

Pada krisis ini pemerintah harus bisa mengendalikan keadaan ekspor impor yang
terjadi di Indonesia dikarenakan adanya kegiatan ekspor impor ini lah yang bisa
membuat terpacunya krisis nilai tukar untuk itu pemerintah harus bisa
mengontrol dan menjaga stabilitas dari kegiatan ekspor dan impor.

D. Krisis Perdagangan

Krisis perdagangan memang krisis yang cukup rentan terjadi bagi masyarakat di
Indonesia dengan komoditas padi dan petani yang cukup banyak di Indonesia
membuat keadaan krisis ini rentan terjadi karena apabila terjadi penurunan
dampaknya agak berat. Selain itu dengan adanaya penurunan dari padi itu dapat
juga membuat perdagangan ekspor juga menjadi terhambat yang dapat memicu
terjadinya krisis. Untuk itu pemerintah sendiri harus dapat mengontrol keadaan
komoditi di Indonesia agar krisis perdagangan dapat dihindari.

E. Krisis Modal

Krisis modal adalah sebuah krisis yang cukup berkompeten untuk terjadi di
Indonesia di karenakan cukup seringnya Indonesia sering melakukan pinjaman
modal ke luar negeri dengan kata lain apabila banyaknya modal yang hilang dan
investasi dari negara lain berkurang akan menyebabkan suatu krisis. Pada keadaan
seperti ini pemerintah harus membuat sebuah program dimana kita bisa
memperoleh modal sendiri dengan melakukan perdaganagan dengan
mengekspor atau manjual barang-barang komoditi Indonesia keluar negeri untuk
bisa memperoleh tambahan modal. Selain itu pemerintah harus juga bisa
membuat daya tarik dari Negara Indonesia untuk bisa menarik perhatian negara
lain agar bisa menarik minta mereka untuk investasi di dalam negeri sehingga bisa
menambahkan modal dan tentunya harus bisa menjaga konsistensi dari
pelayanan yang diberikan kepada negara penginvest.

6. Kenaikan BBM Harga Barang Naik

Pengangguran
Inflasi
Meningkat

Kemiskinan Meningkat

Dengan adanya kenaikan BBM ini maka secara otomatis akan meningkatkan
barang di pasaran dan memunculkan terjadinya inflasi. Akibat inflasi dengan maka
harga akan menjadi mahal dan pendapatan rill masyarakat berkurang dan akan
membuat pengangguran meingkat. Akibat adanya pengangguran meingkat maka
secara otomatis kemiskinan pun meningkat.
BAB V

D. Beberapa Isu Penting

1. Kenapa ekonomi Indonesia selalu dilanda krisis, termasuk yang bersumber dari luar?
2. Apakah dalam era globalisasi dan perdagangan bebas ini, akan semakin banyak krisis
ekonomi melanda Indonesia?
3. Apa yang dimaksud dengan kerentanan terhadap krisis ekonomi?
4. Dapatkah disimpulkan bahwa Indonesia bagian timur lebih rentan terhadap krisis
dibandingkan bagian Barat?
5. Apakah sekarang ini peran pemerintah daerah lebih penting dibandingkan pemerintah
pusat apabila suatu krisis ekonomi melanda Indonesia?
6. Apa yang harus dilakukan daerah agar ketahanan terhadap setiap krisis ekonomi
semakin tinggi?

Jawaban

1. Karena ketimpangan besar dalam distribusi pendapatan (kesenjangan ekonomi) dan


tingkat kemiskinan merupakan 2 masalah besar di NB, tidak terkecuali indonesia.
Dikatakan besar jika dua masalah ini berlarut-larut seperti yang dialami indonesia pada
saat ini dan apabila dibiarkan maka akan semakin parah sehingga akan menimbulkan
konsekuensi politik dan social yang sangat serius.

2. Iya, karena di asia banyak Negara yang terkena dampak krisis tersebut seperti : cina,
indonesia, walaupun derajat dari dampaknya bervariasi antar Negara tergantung pada
kondisi dan tingkat integrasi dari Negara yang bersangkutan. Dalam upaya mengurangi
pengaruh negative dari krisis ekonomi global terutama pada perdagangan bebas
memiliki banyak pengaruh terhadap masyarakat miskin untuk mencegah supaya tingkat
kemiskinan tidak bertambah, pemerintah di Negara asia-asia tersebut mengeluarkan
berbagai kebijakan yang baik berbasis pasar maupun regulasi, termasuk kebijakan
stimulus fiskal yang memiliki tujuan untuk menstimulasi pemerintah domestik.

3. Menurut Lipton dan Maxwell (1992) dijelaskan bahwa kerentanan adalah suatu proses
yang dinamis mengenai proses-proses yang berubah-rubah dari individu atau
masyarakat yang bergerak kedalam dan keluar dari kemiskinan. Dan oleh moser (1998)
dijelaskan kembali ia mengarakan bahwa, “seseorang yang rentan tidak selalu miskin,
sedangkan seseorang yang tidak miskin bisa rentan menjadi miskin apabila ada suatu
goncangan besar, misalnya, suatu krisis ekonomi yang membuat perusahaan dimana ia
bekerja mengalami kebangkrutan dan diberhentikan. Dengan definisi yang ada dan
adanya hubungan antara kerentanan dan kemiskinan seperti yang telah dibahas diatas,
tingkat kerentanan dapat dikaji dengan pendekatan- pendekatan yang berbeda.

4. Ya, karena di bagian timur miskin akan sumber daya manusia berbeda di bgian barat
yang mempunyai sumber daya manusia yang lebih tinggi karena adanya kesenjangan-
kesenjangan sosial yang bisa meminimalisir krisis yang ada pada daerah barat dengan
cara mengelola sumber daya alam yang ada di sekitar bagian barat, berbeda sekali
dengan wilayah indonesia bagian timur yang memiliki sumber daya alam melimpah
tetapi tidak bisa di kelola dengan baik, sehingga menyebabkan wilayah timur menjadi
wilayah yang diduduki masyarakat miskin yang kurang akan pendidikan.

5. Tidak, menurut saya peran pemerintah daerah dan pemerintah pusat sama-sama
penting. Kedua peran pemerintah ini jika saling bekerja sama memecahkan masalah
yang terjadi, maka krisis ekonomi yang sedang kita hadapi dapat teratasi walau hanya
sebagian kecil yang teratasi. Kita tahu bahwa Indonesia beberapa mengalami krisis
ekonomi, tetapi karena kedua pemerintah ini saling bekerja sama, hasilnya perlahan-
lahan Indonesia mulai bangkit dari krisis ekonomi.

6. Membuka lowongan pekerjaan agar tidak ada lagi yang pengangguran,karena


pengangguran sangat berpengaruh terhadap ekonomi.
Tugas Perekonomian Indonesia Bab 7
1. Perlukah intervensi pemerintah di dalam perputaran roda perekonomian Indonesia?
2. Apa peran utama dari APBN di dalam perekonomian Indonesia dan dari mana saja sumber-sumber
pembiayaannya?
3. Apa saja yang harus dilakukan agar pemerintah bisa melepaskan atau mengurangi
ketergantungannya pada ULN dalam membiayai anggarannya?
4. Kapan kebijakan fiskal bersifat ekspansif dan kapan kebijakan fiskal kontraktif diperlukan?
5. Kemungkinan dampak negatif apa saja yang bisa terjadi bagi perekonomian Indonesia apabila
jumlah ULN sudah terlalu banyak?
6. Langkah apa yang perlu diambil pemerintah lewat APBN apabila perekonomian Indonesia
mengalami suatu krisis seperti krisis keuangan Asia 1997/1998 atau krisis ekonomi global 2008-
2009?
7. Tepatkah tindakan pemerintah mengurangi subsidi BBM dan apa dampaknya pada perekonomian
Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang?

Jawaban :

1. Tidak perlu, sebab tugas pemerintah di dalam ekonomi hanyalah sebagai stabilisator, fasilitator,
stimulator dan regulator, sedangkan pelaku ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada swasta.

2. Peran utama dari APBN yaitu jika setiap perusahaan selalu menyusun anggaran pengeluaran dan
pemasukannya setiap tahun agar perusahaan bisa berkinerja dengan baik sesuai rencana tahunan,
demikian juga pemerintah, dan hal ini dapat dilihat di dalam APBN, yg dibuat setiap tahun, agar
perekonomian nasional bisa terus bergerak dengan laju pertumbuhan bukan hanya berkelanjutan
tetapi juga dengan laju akselerasi yg meningkat di satu sisi, dan untuk menjaga stabilitas ekonomi
nasional, di sisi lain.

Sumber2 pembiayaannya :

 Penerimaan perpajakan
adalah semua penerimaan negara yang terdiri atas pajak dalam negeri dan pajak perdagangan
internasional.
 Penerimaan negara bukan pajak (PNBP)
adalah semua penerimaan Pemerintah Pusat yang diterima dalam bentuk penerimaan dari
sumber daya alam, bagian Pemerintah atas laba badan usaha milik negara (BUMN),
penerimaan negara bukan pajak lainnya, serta pendapatan badan layanan umum (BLU).
 Penerimaan hibah
adalah semua penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan/atau devisa yang
dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang, jasa, dan surat berharga yang diperoleh
dari pemberi hibah yang tidak perlu dibayar kembali dan yang tidak mengikat, baik yang
berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

3. Upaya pemerintah bisa melepaskan atau mengurangi ketergantungannya pada ULN dalam
membiayai anggarannya yaitu :

1. Mengurangi atau bahkan membatasi import barang ataupun bahan pangan dari negara
lain dengan cara lebih memaksimalkan hasil sumber daya negara kita sendiri.
2. Mengurangi pemakaian dana belanja negara untuk anggaran-anggaran yang belum terlalu
penting. Seperti banyaknya proyek pemerintah yang molor dan tidak efektif, padahal telah
mengeluarkan dana yang tidak sedikit nominalnya.
3. Megurangi biaya anggaran yang kurang penting. Salah satunya mengurangi gaji anggota
DPR ,yang menurut data yang diperoleh dari Ispa dan IMF gaji anggota DPR mencapai
sampai USD 65.000/tahun dan merupakan gaji terbesar dengan peringkat ke-4 didunia.
Dengan jumlah gaji 18 kali lipat dari pendapatan perkapita rata-rata penduduk Indonesia.
Mengapa kita harus mengeluarkan biaya sebesar itu sedangkan menurut data dari BPS
pada tahun 2013 saja, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta orang
atau 11,37 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Seharusnya kita bisa memanfaatkan
dana tersebut untuk lebih bisa mensejahterakan rakyat dan untuk mengansur hutang yang
menjadi beban negara.
4. Mengurangi subsidi atau bahkan menghilangkan subsidi yang kurang penting bagi
kepentingan masyarakat banyak. Contohnya adalah menghilangkan subsidi BBM kecuali
untuk angkutan umum karena kebanyakan yang memakai BBM adalah kalangan
menengah keatas yang memiliki kendaraan pribadi.
5. Meningkatkan pendapatan negara dari penerimaan pajak, memaksimalkan hasil
penerimaan sumber daya alam, pendapatan bagian laba BUMN, pendapatan BLU, dan
hasil dari PNPB lainnya.

4. Kebijakan Fiskal merupakan tindakan yang diambil oleh Pemerintah dalam bidang perpajakan
dan anggaran belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran agregat
ekonomi. Kebijakan fiskal dapat berupa kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan fiskal kontraktif.

 Kebijakan Fiskal Ekspansif (expansionary fiscal policy)


Menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak netto. Kebijakan ini untuk
meningkatkan daya beli masyarakat . Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan pada saat
perekonomian mengalami resesi/depresi dan pengangguran yang tinggi.

 Kebijakan Fiskal Kontraktif


Menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. Kebijakan ini bertujuan untuk
menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi.
5. NB harus tetap bergantung pd PLN, terutama negara2 yg kondisi ekonomi domestiknya tidak
menggairahkan investor2 asing, sehingga sulit bagi negara2 tersebut untuk mensubstitusikan
PLN dg investasi, misalnya dlm bentuk PMA. Malah pada tahun 1997-1998 pemerintah Indonesia
terpaksa membuat utang baru dalam jumlah yg besar dari IMF untuk membiayai pemulihan
ekonomi.

6. Langkah apa yg perlu diambil pemerintah lewat APBN apabila perekonomian Indonesia
mengalami suatu krisis seperti krisis keuangan Asia 1997/1998 atau krisis ekonomi global 2008-
2009?

 Mengurangi secara bertahap pembiayaan pembangunan dengan memakai ULN, yg


merupakan selisih antara pencairan pinjaman baru dan pembayaran pokok utang.
 Membenahi mekanisme dan prosedur pelaksanaan PLN, termasuk perencanaan, proses
seleksi, pemanfaatan dan pengawasannya.
 Memanfaatkan pinjaman secara optimal sesuai dengan prioritas pembangunan dan
dilaksanakan secara transparan, efektif, dan efisien.
 Mengkaji secara menyeluruh kemampuan setiap proyek dan mempertajam prioritas
pengeluaran anggaran dengan memperkuat pengawasan yg sistematik, utamanya bagi
proyek2 yg dibiayai dari ULN.
 Meningkatkan kemampuan diplomasi dan negosiasi PLN untuk memperoleh jangka waktu
dan pola persyaratan yg memudahkan proses pencairan dan memperingan beban
pembayaran.
 Melakukan restrukturisasi ULN, termasuk permohonan pemotongan utang dan penjadwalan
kembali ULN dg para donor secara transparan dan dikonsultasikan dg DPR.

7. Tentu pengurangan subsidi BBM baik untuk perekonomian Indonesia dalam jangka panjang
karena akan mengurangi beban fiskal.
Dalam jangka pendek tentu ada dampak dari pengurangan subsidi BBM. Bisa
dipastikan dari kebijakan ini, tarik angkutan umum akan naik beriringan dengan
naiknya harga bahan bakar minyak. Jika angkutan naik harga barang-barang pokok
akan menyesuaikan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan barang
dan biaya distribusi barang. Dengan semuanya naik, tentu para karyawan akan
menuntut naik gaji, jika perusahaan menuruti permintaan karyawan, bisa dipasti
perusahaan akan menaikkan harga jual kepada konsumen. Jika ini terjadi, secara
agregat akan terjadi inflasi yang luar biasa sesuai dengan besaran naiknya BBM.
BAB VIII

C. Beberapa Isu Penting

1. Apa peran kebijakan moneter di dalam perekonomian Indonesia, dan apa bedanya
dengan kebijakan fiskal?
2. Apa instrumen - instrumen dari kebijakan moneter?
3. Perlukah pemerintah membatasi arus modal masuk jangka pendek (hot money)?
4. Perlukah kebijakan inflation targeting dari BI?
5. Apa dampak dari ketidakstabilan nilai tukar rupiah terhadap perekonomian Indonesia?
6. Kenapa Indonesia memerlukan cadangan devisa?

Jawaban

1. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah di bidang


keuangan yang berkenaan dengan jumlah uang beredar di masyarakat. Pemerintah
selalu mengusahakan adanya keseimbangan dinamis antara jumlah uang yang beredar
dengan barang dan jasa dalam masyarakat. Kebijakan moneter berkaitan dengan nilai
rupiah terhadap kurs mata uang luar negeri yang berkaitan dengan aktivitas perbankan,
investasi modal domestik dan modal asing obiligasi. Peranan kebijakan moneter adalah
menyesuaikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, mengarahkan penggunaan
uang dan kredit sehingga nilai uang negara dapat terjaga kestabilannya dan mendorong
produsen untuk meningkatkan kegiatan produksi. Perbedaan kebijakan fikal dan
kebijakan moneter diantaranya adalah kebijakan fiskal mencakup semua kebijakan yang
menyangkut anggaran belanja negara, sedangkan kebijakan moneter menyangkut
masalah uang (jumlah uang beredar dan nilai mata uang). kebijakan fiskal dapat terus
menerus mempengaruhi kebijakan moneter melalui dorongan defisit terhadap inflasi.

2. -Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)


Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual
atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah
jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun,
bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat
berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain
diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau
singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
-Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan
tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami
kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah
uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya
menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
-Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan
jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk
menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk
menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
-Imbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar
dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti
menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit
untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang
lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

3. tidak perlu, arus modal memiliki pengaruh positif terhadap pendapatan, tetapi perlu
digaris bawahi, untuk modal masuk yang sifatnya jangka pendek, penggunaannya harus
sesuai.Jangan sampai modal yang sifatnya jangka pendek digunakan dalam proyek
jangka panjang,karena apabila terjadi penarikan modal secara besar-besaran, maka
besar kemungkinan akan terulang lagi krisis keuangan seperti yang terjadi tahun 1998-
1999.

4. Kinerja implementasi Inflation Targeting oleh Bank Indonesia selama ini dapat dikatakan
kurang optimal berdasarkan kriteria pertama, capaian target yang relatif meleset
dibandingkan dengan inflasi aktual; kedua, rata-rata capaian inflasi selama periode
kebijakan tidak jauh berbeda dengan capaian sebelum kebijakan; dan ketiga,
dibandingkan dengan kinerja inflation targeting di negara lain implementasi inflation
targeting oleh Bank Indonesia relative kurang berhasil. Faktor utama yang menyebabkan
rendahnya kinerja infation targeting di Indonesia adalah kontribusi inflasi masih
didominasi dari sisi penawaran yang memang berada di luar jangkauan kebijakan
moneter Target inflasi yang ditetapkan hingga saat ini masih dalam batas kondusif bagi
pertumbuhan jangka panjang. Namun demikian usaha untuk mencapai level inflasi yang
lebih rendah harus tetap dilakukan.
5. – Dampak Positif = 1. Nilai gaji dalam Dolar AS akan meningkat, 2. Meningkatkan daya
saing produk dalam negeri di pasar international, 3. Selisih nilai tukar kurs akan lebih
tinggi bagi pengekspor Indonesia, 4. Harga Barang konsumsi impor akan sedikit naik.
- Dampak Negatif = 1. Beban Hutang Negara dan swasta akan bertambah berat, 2. Harga
bahan baku impor menjadi naik.

6. Devisa adalah uang/kas negara dalam bentuk mata uang negara lain. Negara
membutuhkanya agar dapat bisa berdagang dengan negara-negara lain atau bisa
dibilang perdagangan internasional.
Sebuah negara cenderung akan mengumpulkan mata uang negara-negara yang menjalin
kerjasama denganya, misalnya sekarang mungkin amreika. Kita butuh dolar untuk
membeli senjata dan kita mungkin butuh yen, untuk membeli sepeda motor dari jepang.
JIka kita kekurangan devisa salah satu negara, terutama negara yang mendominasi
perekonomian kita, maka akan terjadi kejadian seperti tahun 1998,krisis moneter, yaitu
dolar hilang dari peredaran pasar internasional termasuk indonesia sehingga Indonesia
kesulitan untuk membeli barang-barang dari luar negeri dan tentu saja ini
mengakibatkan kurs dolar meningkat pesat karena permintaan akan dolar cenderung
meningkat sehingga negara kesulitan mengimpor barang dari Amerika atau tepatnya
kemahalan, padahal Amerika hampir mendominasi ekonomi di Indonesia dan
ketergantungan Indonesia akan Amerika sangat tinggi.