Anda di halaman 1dari 12

Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No.

1, Juni 2019: 46-57

PERAN BIOTEKNOLOGI
DALAM PEMBUATAN PUPUK HAYATI
Putu Sriwahyuni1, Putu Parmila1
email: sri.wahyuni@unipas.ac.id
1
Staf edukatif Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti Singaraja
Jl. Bisma, No 22, Singaraja 81116, Bali, Indonesia

Abstract. The progress of biotechnology not only facilitates the process of inoculation and
preparation of biological fertilizer formulations but also makes it easier to identify and
characterize the types of microorganisms that show high effectiveness as biological fertilizers.
Selected collection of microorganisms increases the effectiveness of certain nutrient tethering and
facilitates its supply to plants. Making biofertilizers can be done simply by taking soil that has
been turned into biofertilizers, for example, legin in peanut plants, then applied to new crop land
for planting legumes or with sophisticated technology to identify, isolate certain superior
microorganisms and make a formulation a mixture of various types of microorganisms that are
able to produce nutrients directly or indirectly for plant growth. Various studies have shown that
biological fertilizer is beneficial in improving soil fertility, improving soil health, spurring plant
growth and production. However, the use of biological fertilizers by farmers is still far behind
compared to non-biological fertilizers. Therefore, research, development, and innovation of
biological fertilizer products need to be carried out continuously.
Keywords: biofertilizer, microbial fertilizer, biotechnology, soil fertility
Abstrak. Kemajuan bioteknologi tidak hanya memudahkan dalam proses inokulasi dan
penyusunan formulasi pupuk hayati, tetapi juga memudahkan dalam identifikasi dan karakterisasi
jenis-jenis mikroorganisme yang menunjukkan efektivitas tinggi sebagai pupuk hayati. Kumpulan
mikroorganisme terpilih meningkatkan efektivitas penambatan hara tertentu dan memfasilitasi
penyediaannya bagi tanaman. Pembuatan pupuk hayati dapat dilakukan secara sederhana hanya
dengan mengambil tanah yang pernah dipalikasikan pupuk hayati, misalnya legin pada tanaman
kacang tanah, kemudian diaplikasikan pada lahan pertanaman baru untuk pertanaman kacang-
kacangan atau dengan teknologi canggih untuk mengidentifikasi, mengisolasi mikroorganisme
unggulan tertentu dan membuat suatu formulasi campuran berbagai jenis mikroorganisme yang
mampu menghasilkan nutrisi secara langsung ataupun tidak langsung untuk pertumbuhan tanaman.
Berbagai penelitian menunjukkan, pupuk hayati bermanfaat dalam memperbaiki kesuburan tanah,
meningkatkan kesehatan tanah, memacu pertumbuhan dan produksi tanaman . Namun demikian,
penggunaan pupuk hayati oleh petani masih tertinggal jauh dibandingkan pupuk non hayati. Oleh
karena itu, penelitian, pengembangan, dan inovasi produk pupuk hayati perlu terus dilakukan.
Kata kunci : biofertilizer, microbial fertilizer, bioteknologi, kesuburan tanah

PENDAHULUAN tingginya tingkat pendidikan dan


Sektor pertanian memiliki kesadaran akan kesehatan.
andil dan tanggungjawab yang besar Perubahan cara bercocok
dalam penyediaan pangan yang tanam dari cara tradisional ke cara
cukup bagi penduduk. Tantangan modern yang diterapkan pada masa
sektor ini kedepan akan semakin revolusi hijau berhasil meningkatkan
berat karena tidak hanya dituntut produksi pertanian secara
mampu menyediakan bahan pangan spektakuler. Penggunaan bibit
yang cukup secara kuantitas, namun unggul, perluasan daerah irigasi,
memenuhi persyaratan mutu dan penerapan mekanisasi pertanian,
kesehatan yang standarnya terus penggunaan pupuk dan pestisida
meningkat. Peningkatan standar sintetis mampu mendongkrak
mutu antara lain disebabkan oleh produksi pertanian menjadi berlipat-
peningkatan daya beli masyarakat lipat. Beberapa Negara, termasuk
yang dibarengi dengan semakin Indonesia yang sebelumnya
46
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

merupakan pengimpor beras berhasil dan penyusunan formulasi pupuk


berswasembada beras. hayati, tetapi juga memudahkan
Khusus untuk penggunaan dalam identifikasi dan karakterisasi
pupuk, secara prinsip dilakukan jenis-jenis mikroorganisme yang
karena kebutuhan hara tanaman tidak menunjukkan efektivitas tinggi
lagi mampu dipenuhi dari sebagai pupuk hayati. Bagaimana
ketersediaan unsur hara di alam. Hal peran bioteknologi dalam proses
ini dilakukan untuk menyuplai hara pembuatan pupuk hayati akan
yang dibutuhkan tanaman selama dibahas lebih lanjut dalam makalah
pertumbuhannya serta memperbaiki ini. Telaah pustaka dilakukan untuk
sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, mengumpulkan fakta-fakta bahwa
sehingga tanaman dapat tumbuh dan bioteknologi telah memberikan andil
berproduksi dengan baik. yang besar dalam pembuatan pupuk
Teknologi yang juga terus hayati.
dikembangkan dan disempurnakan
adalah pupuk hayati. Pupuk hayati Konsepsi Pupuk Hayati
telah sejak lama dikenal dan Pupuk hayati merupakan
digunakan oleh petani di beberapa istilah yang relatif baru dikenal di
Negara. Pupuk hayati pertama yang bidang pertanian, meskipun substansi
dikomersialkan adalah rhizobia. yang dimaksud dalam pupuk hayati
Inokulan ini dipasarkan dengan nama telah dikenal dan diterapkan sejak
Nitragin. Macdonald, 1989 lama di bidang pertanian. Misalnya,
melaporkan, pada periode tahun penggunaan inokulan Rhizobium
1930-an dan 1940-an, Uni Sovyet sudah dilakukan lebih dari 100 tahun
telah menanam berbagai jenis yang lalu.
tanaman yang diinokulasi dengan Secara konseptual terdapat
Azotobacter. Bakteri ini beragam makna pupuk hayati.
diformulasikan dengan berbagai cara Menurut Rao (1982), pemakaian
dan disebut sebagai pupuk bakteri istilah inokulan mikroba lebih tepat
Azotobakterin. Pupuk bakteri lain dibanding pupuk hayati. Lebih lanjut
yang juga telah digunakan secara Rao mendefinisikan pupuk hayati
luas di Eropa Timur adalah sebagai preparasi yang mengandung
fosfobakterin yang mengandung sel-sel dari strain-strain efektif
bakteri Bacillus megaterium. Mulai mikroba penambat nitrogen, pelarut
tahun 1970-an, penggunaan pupuk fosfat atau selulolitik yang
hayati kembali serius dilakukan. digunakan pada biji, tanah atau
Perhatian pertama kali ditujukan tempat pengomposan dengan tujuan
pada penggunaan rhizobia yaitu meningkatkan jumlah mikroba
prosuk pupuk hayati yang tersebut dan mempercepat proses
mengandung bakteri penambat mikrobial tertentu untuk menambah
nitrogen. banyak ketersediaan hara dalam
Saat ini, teknologi produksi bentuk tersedia yang dapat
pupuk hayati telah berkembang diasimilasi tanaman.
semakin maju sejalan dengan Pupuk hayati, menurut FNCA
perkembangan penelitian dibidang Biofertilizer Project Group (2006)
biologi molekuler. Kemajuan merupakan substansi yang
bioteknologi tidak hanya mengandung mikroorganisme hidup
memudahkan dalam proses inokulasi yang mengkolonisasi rizosfir atau

47
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

bagian dalam tanaman dan memacu mendefinisikan pupuk hayati sebagai


pertumbuhan dengan jalan inokulan berbahan aktif organisme
meningkatkan pasokan ketersediaan hidup yang berfungsi untuk
hara primer dan/atau stimulus menambat hara tertentu atau
pertumbuhan tanaman target, bila memfasilitasi tersedianya hara dalam
dipakai pada benih, permukaan tanah bagi tanaman. Memfasilitasi
tanaman, atau tanah. Mereka hanya tersedianya hara ini dapat
membatasi istilah pupuk hayati pada berlangsung melalui peningkatan
mikroba. Simanungkalit et al. (2006) akses tanaman terhadap hara
memberikan konsep pupuk hayati misalnya oleh cendawan mikoriza
tidak hanya sebatas melibatkan arbuskuler, pelarutan oleh mikroba
mikroba tetapi juga melibatkan pelarut fosfat, maupun perombakan
makrofauna seperti cacing tanah. oleh fungi, aktinomiset atau cacing
Bila inokulan hanya mengandung tanah. Penyediaan hara ini
pupuk hayati mikroba, inokulan berlangsung melalui hubungan
tersebut dapat juga disebut pupuk simbiotis atau nonsimbiotis.
mikroba (microbial fertilizer). Secara
tegas Simanungkalit et al. (2006)

Identifikasi dan karakterisasi Mikroorganisme


Secara : morfologi, biokimia, molekuler, dll.

Isolasi, pemurnian dan perbanyakan

Seleksi Mikroorganisme Unggulan

Isolasi, penyusunan formulasi dan pengujian lapang

Tidak Efektif Efektif

Stop Perbanyakan Masal

Pengemasan

Aplikasi di lapangan

Gambar 1. Alur proses pembuatan pupuk hayati

Proses Pembuatan Pupuk Hayati yang cukup pesat sejalan dengan


dan Peran Bioteknologi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan
Proses Pembuatannya teknologi di bidang biologi,
statistika, kimia dan ilmu terkait
Teknologi pembuatan pupuk lainnya. Pembuatan pupuk hayati
hayati menunjukkan perkembangan dapat dilakukan secara sederhana

48
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

hanya dengan mengambil tanah yang menghasilkan efek kinerjanya yang


pernah dipalikasikan pupuk hayati, optimal.
misalnya legin pada tanaman kacang Bentuk-bentuk inokulan
tanah, kemudian diaplikasikan pada pupuk mikroba yang biasa digunakan
lahan pertanaman baru untuk adalah biakan agar, biakan cair,
pertanaman kacang-kacangan atau biakan kering, biakan kering beku,
dengan teknologi canggih untuk dan tepung. Inokulan yang
mengidentifikasi, mengisolasi digunakan secara luas di lapangan
mikroorganisme unggulan tertentu adalah yang berbentuk biakan cair
dan membuat suatu formulasi dan tepung. Untuk memudahkan
campuran berbagai jenis aplikasi dilapangan diperlukan bahan
mikroorganisme yang mampu pembawa (carrier). Sebagai bahan
menghasilkan nutrisi secara langsung pembawa inokulan tepung, dapat
ataupun tidak langsung untuk digunakan bahan organik seperti
pertumbuhan tanaman. gambut, arang, sekam, dan kompos.
Secara ringkas proses Untuk bahan pembawa anorganik
pembuatan pupuk hayati adalah digunakan bentonit, vermikulit, atau
seperti diagram pada Gambar 1. zeolit.
Pada diagram di atas terlihat Mikroorganisme dalam
bahwa, kunci sukses pembuatan pupuk hayati yang digunakan dalam
pupuk hayati terletak pada bentuk inokulan dapat mengandung
kemampuan identifikasi dan hanya satu strain tertentu atau
karakterisasi mikroorganisme monostrain tetapi dapat pula
unggulan dan komtibel jika mengandung lebih dari satu strain
diformulasikan sebagai pupuk hayati. atau multistrain. Strain-strain pada
Dengan kemajuan dibidang inokulan multistrain dapat berasal
bioteknologi, identifikasi dan dari satu kelompok inokulasi silang
karakterisasi dapat dilakukan hingga (cross-inoculation) atau lebih. Pada
ke tingkat molekuler sehingga mulanya hanya dikenal inokulan
akurasi informasi yang diperoleh yang hanya mengandung satu
terjamin. Sebagaimana diketahui, kelompok fungsional mikroba
kajian pada tingkat molekuler (pupuk hayati tunggal), tetapi
menyebabkan bias data dan perkembangan teknologi inokulan
informasi dari pengamatan secara telah memungkinkan memproduksi
fenotipa dapat dihindari karena inokulan yang mengandung lebih
pengaruh lingkungan sangat kecil. dari satu kelompok fungsional
Jenis yang terindentifikasi dapat mikroba. Inokulan-inokulan
dibuktikan keunggulannya secara komersial saat ini mengandung lebih
meyakinkan. dari suatu spesies atau lebih dari satu
Dengan bioteknologi juga kelompok fungsional mikroba.
dapat diketahui hubungan Karena itu Simanungkalit dan
kekerabatan masing-masing jenis Saraswati (1993) memperkenalkan
yang ditemukan dan tingkat istilah pupuk hayati majemuk untuk
kompatibilitas berbagai jenis pertama kali bagi pupuk hayati yang
mikroorganisme yang ada sehingga mengandung lebih dari satu
bila dikombinasikan dalam suatu kelompok fungsional.
formulasi tertentu akan Terdapat beberapa jenis
mikroba yang berpotensi untuk

49
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

digunakan sebagai pupuk hayati. Satu spesies baru berhasil


Bakteri tersebut antara lain diisolasi dari tanah yang
Actinoplanes, Agrobacterium, terkontaminasi minyak oleh peneliti
Alcaligens, Amorphosporangium, Taiwan yang menggunakan nutrisi
Arthrobacter, Azospirillum, agar. Spesies tersebut diberi nama A.
Azotobacter, Bacillus, Burkholderia, rugosum. Pada tahun 2009, dua
Cellulomonas, Enterobacter, spesies baru berhasil ditemukan lagi,
Erwinia, Flavobacterium, yaitu A. palatum dan A. picis. A.
Gluconacetobacter, Microbacterium, palatum diisolasi dari tanah di China
Micromonospora, Pseudomonas, dan A. picis di Taiwan. Terakhir,
Rhizobia, Serratia, Streptomyces, spesies baru A. thiophilum diisolasi
Xanthomonas. Bakteri ini hidup baik dari Rusia. Walaupun spesies ini
di daerah sekitar perakaran tanaman memiliki hubungan yang erat dengan
(rhizosfer), sehingga sering juga spesies Azospirillum lainnya, tetapi
disebut sebagai rhizobakteri (Aeron spesies ini mampu tumbuh sebagai
et al., 2011). Berikut contoh miksotropik pada kondisi yang
beberapa mikroorganisme yang mikroaerobik.
banyak digunakan dalam berbagai Menurut Eckert et al. (2001)
formulasi pupuk hayati dan cara isolasi Azospirillum spp. dapat
pembuatannya. dilakukan dengan cara sebagai
berikut. Akar tanaman tertentu dan
Azospirillum tanah rhizosfer diambil dari lapangan
Azospirillum adalah bakteri di mana tanaman tersebut telah
yang hidup di daerah perakaran tumbuh lama di sana. Akar-akar
tanaman. Bakteri ini berkembang tanaman dicuci dengan air steril dan
biak terutama pada daerah kemudian digerus dalam larutan
perpanjangan akar dan pangkal bulu sukrosa 4% dengan menggunakan
akar. Sumber energi yang mereka mortar dan pastel. Wadah kecil
sukai adalah asam organik seperti (sekitar 10 ml) yang mengandung 5
malat, suksinat, laktat, dan piruvat ml medium NFb semi-solid bebas
(Hanafiah et al., 2009). nitrogen diinokulasi dengan larutan
berseri dari gerusan akar atau
Genus Azospirillum suspensi tanah rhizosfer.
Azospirillum adalah bakteri Komposisi medium NFb
gram negatif, termasuk dalam adalah sebagai berikut (L-1): malat
phylum alphaproteobacteria. Bakteri (5,0 g), K2HPO4 (0,5 g),
ini hidup pada lingkungan dan MgSO4.7H2O (0,2 g), NaCl (0,1 g),
tanaman yang beraneka ragam, tidak CaCl2.2H2) (0,02 g), bromothymol
hanya tanaman agronomi yang blue 0,5% dalam KOH 0,2 M (2
penting, seperti sereal, tebu, rumput, mL), larutan vitamin filter steril (1
tetapi juga pada tanaman lain seperti mL), larutan hara mikro filter steril
kopi, buah-buahan dan bunga- (2 mL), 1,64 % larutan FeEDTA (4
bungaan. Azospirillum adalah mL), KOH (4,5 g). Keasaman (pH)
bakteri aerobik kemoorganotrop non- disesuaikan menjadi 6,5 dan 1,8 gL-1
fermentatif, vibroid dan agar ditambahkan.
memproduksi fitohormon, terutama Larutan vitamin (dalam 100
auksin (Reis et al., 2011). mL) mengandung biotin (10 mg) dan
pyridoxol-HCl (20 mg) dilarutkan

50
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

pada 100 ⁰C dalam water bath. alami, yaitu fiksasi nitrogen


Larutan hara mikro terdiri dari atmosfer, menjadikan fosfor bahan
bahan-bahan sebagai berikut (L- yang terlarut, dan merangsang
1):CuSO4.5H2O (40 mg), pertumbuhan tanaman melalui
ZnSO4.7H2O (0,12 g), H2BO3 (1,4 sintesis zat-zat yang mendukung
g), Na2MO4.2H2O (1,0 g), pertumbuhan tanaman.
MnSO4.H2O (1,175 g. Mikroorganisme dalam pupuk
Setelah inkubasi 3 – 5 hari mikrobiologis mengembalikan siklus
pada suhu 30 ⁰C, satu lup kultur nutrisi alami tanah dan membentuk
ditransfer ke dalam medium semi- material organik tanah. Melalui
solid segar. Pemurnian lebih lanjut penggunaan pupuk mikrobiologis,
dilakukan pada NFb (diberi tanaman yang sehat dapat
suplemen 50 mg ekstrak ragi per ditumbuhkan sambil meningkatkan
liter) dan medium DYGS setengah keberlanjutan dan kesehatan tanah.
konsentrasi pada media agar. Kultur Secara prinsip, mekanisme kerja
ini dipelihara pada medium DYGS pupuk hayati dalam meningkatkan
setengah konsentrasi yang produktivitas tanaman sebagai
mengandung bahan-bahan sebagai berikut.
berikut (L-1): glukosa (1,0 g), malat 1. Mengikat Nitrogen (N) yang
(1,0 g), ekstrak ragi (2,0 g), pepton melimpah di udara (74%),
(1,5 g), MgSO4.7H2O (0,5 g), L- sehingga N tersedia bagi
asam glutamat (1,5 g) dan pH tanaman.
disesuaikan menjadi 6,0. 2. Mengikat Pospor (P) dan
Kalium (K) yang banyak
Mekanisme Kerja Pupuk Hayati terdapat di tanah, sehingga P dan
Petani menggunakan pupuk K tersedia bagi tanaman.
mikroba dengan harapan dapat 3. Mengeluarkan zat Pengatur
meningkatkan hasil dan mutu Tumbuh (Z.P.T) yang
tanaman pada tingkat biaya yang diperlukan untuk pertumbuhan
rendah melalui penghematan tenaga tanaman.
kerja dan pupuk kimia. Namun, 4. Menguraikan sisa-sisa limbah
sering dijumpai bahwa pupuk organik tanah untuk dijadikan
mikroba yang dijual tidak sumber nutrisi tanaman.
menunjukan sifat mikrobiologis, 5. Mengendalikan penyakit
artinya mikroorganisme yang tanaman karena berisi
terdapat dalam produk tersebut tidak mikroorganisme antagonis
dapat diidentifikasi dan terhadap tanaman.
komposisinya tidak sesuai dengan Sejumlah bakteri penyedia
yang tertera pada label kemasan. hara yang hidup pada rhizosfir akar
Banyak produk tersebut diiklankan (rhizobakteri) disebut sebagai
seolah-olah dapat menyelesaikan rhizobakteri pemacu tanaman (plant
semua masalah yang dihadapi petani. growthpromoting rhizobacteria atau
Pupuk mikrobiologis PGPR). Kelompok ini mempunyai
bukanlah pupuk biasa yang secara peranan ganda, yaitu menambat N2,
langsung meningkatkan kesuburan menghasilkan hormon tumbuh
tanah dengan menambahkan nutrisi (seperti IAA, giberelin, sitokinin,
ke dalam tanah. Pupuk mikrobiologis etilen, dan lain-lain), menekan
menambahkan nutrisi melalui proses penyakit tanaman asal tanah dengan

51
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

memproduksi siderofor glukanase, tanah dan hasil tanaman aman bagi


kitinase dan sianida, dan melarutkan kesehatan manusia. Beberapa
P dan hara lainnya. Sebenarnya tidak keunggulan umum penggunaan
hanya kelompok ini yang memiliki pupuk hayati dalam kegiatan
peranan ganda tetapi juga kelompok budidaya tanaman adalah sebagai
mikroba lain seperti cendawan berikut.
mikoriza. Cendawan ini selain dapat 1. Meyuburkan tanah
meningkatkan serapan hara, juga Pupuk hayati mengandung
dapat meningkatkan ketahanan mikroorganisme yang dapat
tanaman terhadap penyakit terbawa mendegradasi bahan organik
tanah, meningkatkan toleransi sehingga mampu menyediakan
tanaman terhadap kekeringan, unsur hara yang dapat diserap
menstabilkan agregat tanah, dan tanaman dan menghasilkan
sebagainya, tetapi berdasarkan hasil- enzim alami dan vitamin yang
hasil penelitian yang ada peranan bermanfaat untuk meningkatkan
sebagai penyedia hara lebih kesuburan tanah.
menonjol daripada peranan-peranan 2. Meningkatkan aktivitas
lain. Pertanyaan yang mungkin mikroorganisme tanah
timbul ialah apakah multifungsi Pupuk hayati mengandung
suatu mikroba tertentu apabila mikroorganisme lokal
digunakan sebagai inokulan dapat (indegenous) unggul. Setiap
terjadi secara bersamaan. aplikasi pupuk hayati akan
meningkatkan populasi dan
Penggunaan Pupuk Hayati dalam aktivitas mikroorganisme yang
Pertanian menguntunhka di dalam tanah.
Pada prisipnya, kesuburan Mikroorganisme aktif yang
tanah lokal merupakan kunci terkandung dalam pupuk hayati
keberhasilan sistem pertanian, baik mampu memasok Nitrogen
kesuburan fisik, kimia maupun untuk tanaman, melarutkan
biologi. Bila kesuburan tanah telah senyawa Phosfat (P) dan
baik, maka akan tercipkan kondisi melepaskan senyawa Kalium
lingkungan sekitar tanaman yang (K) dari ikatan koloid tanah,
baik pula. Hara makro dan mikro mengurai residu kimia dan
tersedia secara cukup, serta aktivitas mengikat logam berat,
jasad renik dalam menjaga menghasilkan zat pemacu
kesuburan tanah berlangsung dengan tumbuh alami (Giberellin,
baik. Sitokinin, Asam Indol Asestat),
menghasilkan asam amino,
Peran Pupuk Hayati dalam enzim alami dan vitamin serta
Peningkatan Produktivitas menghasilkan zat patogen
Tanaman sebagai pestisida hayati.
Pupuk hayati memiliki Mikroorganime yang
peran penting dalam memperbaiki ditambahkan dalam tanah dapat
kesuburan tanah, dapat membantu proses penggemburan
meningkatkan kesehatan tanah, tanah dan mengubah zat menjadi
memacu pertumbuhan tanaman dan bentuk yang dapat diserap oleh
meningkatkan produksi tanaman. tanaman.
Selain itu, residu pupuk hayati pada

52
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

Penggunaan pupuk hayati dapat 6. Meningkatkan daya tahan


meningkatkan simbiosis tanaman
mutualisme antara tanaman dan Kandungan hormon tumbuh
mikroorganisme yang alami dalam pupuk hayati dapat
menguntungkan. Semakin sering meningkatkan daya tahan
mengaplikasikan pupuk hayati tanaman terhadap serangan
ke tanah menyebabkan tanah penyakit dan hama. Kehadiran
makin subur dan menyebabkan jamur Trichoderma dan
pemupukan menjadi hemat. Aspergillus mampu mengatasi
3. Meningkatkan daya serap tanah beberapa jenis serangga hama
terhadap air dan patogen penyebab busuk
Penggunaan pupuk hayati secara akar.
tepat akan menyebabkan tanah 7. Menghasilkan produk sehat dan
menjadi gembur. Tanah yang ramah lingkungan
gembur akan memiliki pori-pori Pupuk hayati diproduksi
lebih banyak guna menyalur dan menggunakan bahan baku alami
menyimpan air tanah untuk yang diproses secara modern
kebutuhan tanaman. Pada saat sehingga tidak meninggalkan
musim kemarau, tanah mampu residu kimia pada tanaman dan
menyediakan air. Sementara aman untuk dikonsumsi. Produk
pada musim hujan, tanah mampu yang dihasilkan dari lahan yang
menahan air sehingga resiko diaplikasikan dengan pupuk
erosi dan banjir dapat dikurangi. hayati lebih sehat, enak dan
4. Menyediakan hara mineral bagi segar karena bebas residu kimia
tanaman dan tidak berbahaya buat
Pupuk hayati mengandung unsur dikonsumsi. Aplikasi pupuk
hara alami berimbang yang hayati secara kontinu tidak
dibutuhkan oleh mikroba tanah menimbulkan pencemaran
dan tanaman. Pupuk hayati lingkungan dan aman buat
mengandung mikroorganisme petani yang
unggul yang memiliki mengaplikasikannya.
kemampuan untuk mengubah 8. Menghemat Biaya
unsur hara yang tidak dapat Penggunaan pupuk dan
diserap tanaman menjadi unsur pestisida kimia pada lahan
hara yang tersedia untuk pertanian bukan saja
tanaman. menyebabkan kerusakan pada
5. Meningkatkan kualitas dan tanah, tapi dapat menambah
kuantitas produksi pertanian beban produksi, karena
Penggunaan pupuk hayati mahalnya pupuk dan pestisida
dengan segala kemampuan dan kimia. Penggunaan pupuk hayati
kelebihan yang dimiliki oleh dan memadukannya dengan
mikroorganisme yang pupuk dasar kompos/ pupuk
dikandungnya dapat organik membuat biaya yang
meningkatkan kualitas dan dikeluarkan petani lebih kecil.
kuantitas produksi tanaman Penggunaan pupuk hayati dapat
pertanian sekaligus menghemat mengurangi bahkan meng-
biaya produksi. hilangkan penggunaan pupuk
kimia (Urea, NPK, TSP dan

53
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

lain-lain). Pada aplikasi tersebut penyediaan unsur hara bagi


pertanian organik, pupuk kimia tanaman akan meningkat.
tidak digunakan sama sekali, Penggunaan pupuk hayati
sehingga dapat menghemat pernah terdata dengan baik beberapa
biaya. Di samping itu waktu, yaitu ketika pupuk hayati
penggunaan pestisida kimia (inokulan rhizobia) merupakan salah
harus ditiadakan, sehingga satu komponen paket produksi untuk
beban petani untuk pengadaan proyek intensifikasi kedelai
pupuk dan pestisida kimia dapat pemerintah. Pemerintah mengadakan
dikurangi hingga 100%. kontrak pesanan inokulan untuk
Secara umum penggunaan seluruh areal intensifikasi kedelai.
pupuk hayati mempunyai 2 (dua) Karena adanya sistem kontrak ini
fungsi, yaitu: beberapa pabrik inokulan berdiri
a) Soil Regenarator yaitu karena dengan sistem ini produksi
Pembangkit kembali kehidupan inokulan mereka terjamin
tanah atau memulihkan daya pembelinya.
dukung lahan. Sebayang dan Sihombing
b) Feeding the soil that feed the (1987) menyatakan, pada periode
plant, yaitu memberikan 1983-1986, inokulan (legin)
makanan pada tanah selanjutnya sebanyak 68.034,67 kg telah
tanah akan memberi makanan digunakan untuk menginokulasi
pada tanaman. Pemberian unsure tanaman kedelai seluas 453.564 ha
hara terjadi secara alngsung dari pada 25 provinsi di Indonesia.
aktivitas sismbiosa antara Kemudian menurut saraswati et al.
mikroorganisme tertentu dengan (1998), jenis inokulan lain yaitu
tanaman atau secara langsung berupa pupuk hayati majemuk
dari produk turunan yang Rhizoplus sebanyak 41.348,75 kg
dihasilkan oleh mikroorganisme digunakan untuk menginokulasi
tersebut. 330.790 ha kedelai di 26 provinsi
pada musim tanam 1997/1998.
Peran Pupuk Hayati dalam Perkembangan penggunaan
Peningkatan Produktivitas inokulan Legin tiap tahun sejak
Tanaman tahun 1981-1995 tidak menunjukkan
Pada dasarnya pupuk hayati tendensi meningkat. Pencanangan
berbeda dengan pupuk anorganik, Go Organic 2010 oleh Departemen
seperti Urea, SP 36, atau MOP Pertanian diharapkan akan
sehingga dalam aplikasinya tidak menunjang perkembangan pupuk
dapat menggantikan seluruh hara organik dan hayati di Indonesia.
yang dibutuhkan tanaman. Produk Selain itu juga mulai
tersebut memiliki bahan aktif yang dilaksanakannya sistem pertanaman
mampu menghasilkan senyawa yang padi SRI oleh para petani mendorong
berperan dalam proses pelarutan hara mulai dproduksinya kompos in situ
dalam tanah. Fungsi senyawa oleh para petani.
tersebut yaitu membantu penyediaan Pupuk hayati adalah mikrobia
hara dari udara dan mematahkan yang diberikan ke dalam tanah untuk
ikatan-ikatan yang menyebabkan meningkatkan pengambilan hara oleh
unsur hara tertentu tidak tersedia tanaman dari dalam tanah atau udara.
bagi tanaman. Melalui mekanisme Umumnya digunakan mikrobia yang

54
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

mampu hidup bersama (simbiosis) karenanya, pupuk N anorganik inilah


dengan tanaman inangnya. yang paling banyak disalahgunakan.
Keuntungan diperoleh oleh kedua
pihak, tanaman inang mendapatkan Mekanisme Azospirillum dalam
tambahan unsur hara yang Meningkatkan Pertumbuhan
diperlukan, sedangkan mikrobia Tanaman
mendapatkan bahan organik untuk Mekanisme pertama yang
aktivitas dan pertumbuhannya. diusulkan terhadap pemacuan
Mikrobia yang digunakan pertumbuhan tanaman oleh
sebagai pupuk hayati (biofertilizer) Azospirillum hampir sepenuhnya
dapat diberikan langsung ke dalam terkait dengan status nitrogen dalam
tanah, disertakan dalam pupuk tanaman, melalui fiksasi biologi atau
organik atau disalutkan pada benih aktivitas enzim reduktase nitrat.
yang akan ditanam. Penggunaan Akan tetapi, mekanisme ini
yang menonjol dewasa ini adalah kenyataannya kurang berarti dari sisi
mikrobia penambat N, dan mikrobia agronomi dari yang pernah
untuk meningkatkan ketersedian P diharapkan. Dengan demikian,
dalam tanah. mekanisme lain telah dipelajari dan
Produktivitas pertanian saat diusulkan untuk genus mikroba ini,
ini sebagian besar didukung oleh antara lain produksi siderophore,
penggunaan bahan kimia yang pelarutan fosfat, biokontrol
intensif. Sayangnya, penggunaan fitopatogen, dan proteksi tanaman
bahan kimia ini tidak dilakukan terhadap cekaman, seperti salinitas
dengan bijaksana.Pestisida tanah, atau senyawa beracun.
digunakan tanpa aturan dan pupuk Namun demikian, salah satu
anorganik digunakan secara mekanisme yang paling penting
berlebihan. Akibatnya, lingkungan adalah kemampuan Azospirillum
menjadi rusak. Banyak ekosistem di menghasilkan fitohormon dan ZPT
sekitar daerah pertanian telah lainnya. Salah satu mekanisme utama
menjadi mati akibat terjadinya yang diusulkan untuk menjelaskan
ketidakseimbangan pada rantai “hipotesis aditif” adalah terkait
makanan. Pada suatu titik, bila tidak dengan kemampuan Azospirillum sp.
ada perubahan paradigma, maka menghasilkan senyawa-senyawa
produk pertanian akan bermasalah, seperti fitohormon. Telah dikenal
kuantitas dan mutunya akan terus bahwa sekitar 80% bakteri yang
semakin menurun. diisolasi dari rhizosfer tanaman
Dewasa ini pupuk anorganik mampu memproduksi senyawa IAA.
menjadi andalan utama dalam Kemudian, diusulkan bahwa
mempertahankan dan meningkatkan Azospirillum sp. dapat memacu
produktivitas pertanian.Namun, pertumbuhan tanaman melalui
penggunaannya sudah sangat ekskresi fitohormon. Saat ini, kita
berlebihan dari yang sebenarnya tahu bahwa bakteri ini mampu
diperlukan oleh tanaman. Dari menghasilkan senyawa-senyawa
seluruh jenis pupuk anorganik yang kimia seperti auksin, sitokinin,
digunakan sebagai input pada giberelin, etilen, dan ZPT lainnya
pertanian, maka pupuk nitrogen (N) seperti ABA, poliamin (spermidin,
merupakan yang paling banyak dan spermin, dan cadaverin) dan nitrat
intensif digunakan petani. Oleh oksida.

55
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

Aplikasi Azospirillum Di Bidang brasilense dipilih sebagai inokulan.


Pertanian Di Amerika Serikat, satu produk
Aplikasi Azosprillum yang disebut Azo-GreenTM, yang
dibidang pertanian masih sangat diproduksi oleh perusahaan yang
terbatas. Di banyak Negara aplikasi bernama Genesis Turfs Forages,
Azospirillum masih dalam skala direkomendasikan diberikan pada
kecil .Namun demikian, di beberapa benih untuk meningkatkan
negara di Amerika Latin, perkecambahan, sistem akar, tahan
Azospirillum telah mulai digunakan kekeringan, dan kesehatan tanaman.
secara komersial dan dalam skala Di Italia, Jerman, dan Belgia, produk
yang luas. lain yang mengandung campuran A.
Inokulum Azospirillum brasilense (strain Cd) dan A.
generasi pertama dalam skala kecil lipoferum (strain Br17)
diintroduksi secara perlahan kepada diformulasikan dalam campuran
pasar pertanian.Faktor utama yang vermikulit atau formula larutan.
menghalangi introduksi Azospirillum Nama komersialnya adalah Zea-
dalam skala besar adalah hasil yang NitTM dan diproduksi oleh
tidak konsisten dan tidak dapat Heligenetics dan mereka
diprediksi. Kelemahan ini telah merekomendasikan pengurangan 30
diketahui sejak awal dari aplikasi – 40 % pupuk N bagi tanaman. Di
Azospirillum dan menyurutkan minat Prancis, AzoGreenTM lain
dari pengguna komersial.Dua puluh digunakan pada jagung dengan
tahun evaluasi dari data percobaan kenaikan hasil 100%.
lapangan menunjukkan bahwa 60 – Walaupun keuntungan dari
70 % dari seluruh percobaan berhasil inokulasi dengan Azospirillum sp.
dengan peningkatan hasil yang nyata, telah dijelaskan panjang lebar, upaya
berkisar antara 5 sampai 30%.Faktor untuk mengisolasi strain baru dan
keberhasilan utama adalah aplikasi mengevaluasi karakteristik terhadap
sel hidup secara hati-hati dan pemacu pertumbuhan tanaman dalam
perawatan percobaan dengan lingkungan yang alami haruslah terus
benar.Sel-sel bakteri haruslah dilakukan untuk mendukung
diambil dari fase eksponen, bukan penggunaannya di bidang pertanian
dari inokulum pada fase sebagai inokulan atau pupuk hayati.
stasioner.Walaupun, inokulasi
lapangan belum menjadi area utama PENUTUP
dari penelitian Azospirillum saat ini, Kemajuan di bidang
beberapa percobaan lapangan dan bioteknologi menyebabkan
rumah kaca akhir-akhir ini, identifikasi dan karakterisasi
khususnya pada sereal, sekali lagi mikroorganisme unggulan, hubungan
menunjukkan potensial yang kekerabatan dan tingkat komtibel
menjanjikan. mikroorganisme dapat dilakukan
Teknologi ini juga secara molekuler sehingga diperoleh
didasarkan pada produk Rhizobium informasi yang lebih akurat. Produk
yang diaplikasikan pada
mikroorganisme yang terformulasi
penyelubung benih dalam campuran dapat terdiridari beragam jenis
dengan peat atau menggunakan mikroorganisme yang kompetibel
bermacam formulasi larutan yang sehingga memberikan pupuk hayati
berbeda.Pada mulanya, hanya A. yang lebih optimal. Pupuk hayati
56
Agro Bali (Agricultural Journal) Vol. 2 No. 1, Juni 2019: 46-57

memiliki peran penting dalam Soybean Research and


memperbaiki kesuburan tanah, dapat Development in Indonesia.
meningkatkan kesehatan tanah, CGPRT Centre, Bogor.
memacu pertumbuhan tanaman dan Simanungkalit, R.D.M and R.
meningkatkan produksi tanaman. Saraswati 1993. Application
Residu pupuk hayati pada tanah dan of biotechnology on
hasil tanaman aman bagi kesehatan biofertilizer production in
manusia. Indonesia. pp. 45-57. In S.
Manuwoto, S. Sularso, and K.
DAFTAR PUSTAKA Syamsu (Eds.). Proc. Seminar
on Biotechnology:
FNCA Biofertilizer Project Group.
Sustainable Agriculture and
2006. Biofertilizer Manual.
Alternative Solution for Food
Forum for Nuclear
Crisis. PAU-Bioteknologi
Cooperation in Asia (FNCA).
IPB, Bogor.
Japan Atomic Industrial
Simanungkalit, R.D.M., D. A.
Forum, Tokyo.
Suriadikarta, R. Saraswati, D.
Macdonald, 1989. An overview of
Setyorini dan W. Hartatik.
crop inoculation, p. 1-9. In
2006. Pupuk Organik dan
R.Campbell and R.M.
Pupuk Hayati. Balai Besar
Macdonald (Eds.). Microbial
Litbeng Sumberdaya Lahan
Inoculation of Crop Plants.
Pertanian, Badan Penelitian
IRL Press, Oxford.
dan Pengembangan Pertanian.
Sebayang, K. dan D.A. Sihombing
Subba Rao, N.S. 1982. Biofertilizer
1987. The technology impact
in Agriculture. Oxford and
on soybean yield in
IBH Publishing Co., New
Indonesia. pp. 37-48. In
Delhi.
J.W.T. Bottema, F. Dauphin,
and G. Gijsbers (Eds.).

57

Anda mungkin juga menyukai