Anda di halaman 1dari 13

Keperawatan Anak, Poliklinik Mother and Child

Minggu : I

ANALISA TINDAKAN

Oleh :

Sumitarianti Bahris
R014182046

Preseptor Klinik Preseptor Institusi

( ) ( Nur Fadhilah, S.Kep.Ns.,MN)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2018
ANALISA TINDAKAN

(17 Juni 2019)

1. Tindakan Yang Dikerjakan


Tindakan yang dilakukan adalah pengkajian Denver Development Screening Test
(DDST). Pengkajian dilakukan pada tanggal 17 Juni 2019. DDST dilakukan pada An. A
umur 5 ahun 6 bulan 4 hari (Tanggal lahir : 21-09-2013). Tes DDST dilakukan pada saat
penkajian di ruangan tumbuh kembang (kamar 1).

2. Justifikasi tindakan yang dikerjakan


Penilaian DDST dilakukan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada
anak baik dari segi personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar.

3. Teori Singkat Tindakan


Denvert Developmental Screening Test II (DDST II) adalah sebuah metode
pengkajian yang digunakan secara luas untuk menilai kemajuan perkembangan anak usia
0-6 Tahun. Tes ini dikembangkan oleh William K. Frankenburg. DDST menampilkan
tugas perkembangan tertentu (Nugroho, 2009). Yang di ukur dalam DDST II adalah sektor
Personal-Psikososial, Motorik halus-Adaptif, Sekotr Bahasa, dan Sektor Motorik Kasar.
Menurut Nugroho (2009), manfaat DDST II antara lain :
a. Menilai tingkat perkembangan anak sesuai dengan usianya
b. Menilai tingkat perkembangan anak yang tampak sehat
c. Menilai tingkat perkembangan anak yang tidak menunjukkan gejala, kemungkinan
adanya kelainan perkembangan.
d. Memantau anak yang beresiko mengalami kelainan perkembangan.

Setelah diukur menggunakan Formulir DDST II, hasil kemudian diinterpretasi


dengan memberi skor pada setiap item, menilai setiap item kemudian dinilai secara
keseluruhan. Untuk penilaian mengenai DDST II dapat menggunakan penilaian yang
terdapat pada buku Petunjuk Praktis DDST (Nugroho, 2009).

4. Hasil Tindakan
Penilaian DDST II pada An. S :
An. S lahir pada tanggal 21 September 2013. Tanggal pemeriksaan 17 Juni 2019.

Tanggal pemeriksaan 2019 – 6 – 17


Tanggal lahir 2013– 9 – 21
5 - 8 - 26 (4 tahun 8 bulan 26 hari)
Interpretasi:
a. Personal sosial
Item yang dilalui oleh garis usia pada sektor personal sosial terdapat 4 item, hasilnya:
- Mengambil makanan (50%)=P
- Gosok gigi tanpa bantuan (0%)=F
- Bermain ular tangga/kartu(50%)=F
- Berpakaian tanpa bantuan(50%)=P

b. Motorik Halus
Item yang dilalui oleh garis usia pada sektor motorik halus terdapat 4 item, hasilnya:
- Memilih garis yang lebih panjang(50-75%)=No
- Mencontoh . (50-75%)=P
- Menggambar orang 3 bagian(50%)=No
- Mencontoh O (75-90%)=P

c. Bahasa
Item yang dilalui oleh garis usia pada sektor bahasa terdapat 9 item, hasilnya:
- Berlawanan 2 (<25%)=F
- Mengetahui 3 kata sifat(75%-90%)=No
- Menyebut 4 warna(75%)=F
- Mengerti 4 kata depan(75%-90%)=P
- Bicara semua dimengerti(90%)=F
- Mengetahui 4 kegiatan(90%)=No
- Kegunaan 3 benda(90%)=No
- Menghitung 1 kubus(90%)=P

d. Motorik Kasar
Item yang dilalui oleh garis usia pada sektor motorik kasar terdapat 4 item, hasilnya:
- Berdiri 1 kaki 5 detik(25%)=P
- Berdiri 1 kaki 4 detik(50%)=P
- Berdiri 1 kaki 3 detik(75%)=P
- Melompat dengan 1 kaki(75%)=P
Kesimpulan : Normal

5. Analisa Tindakan
Tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori yang ada. Tindakan dilakukan
terbatas karena anak mulai tidak kooperatif saat dilakukan pengkajian DDST. Selain itu,
anak tersebut terlalu aktif dengan akitivitasnya sendiri. Pengkajian dilakukan dengan
melibatkan ayah untuk sebagai pemberi laporan yang di percaya.
6. Hambatan
Pengkajian DDST hanya dilakukan pada bagian grafik dan beberapa pertanyaan
saja dan ada beberapa pertayaan yang harus diperagakan namun tidak dilakukan karena
anak mulai tidak kooperatif. Pengkajian dihentikan.

7. Kesimpulan dan Saran


Dalam melakukan pengkajian DDST perlu diperhatikan kondisi ruangan anak dan
kooperatif anak selama dikaji.
ANALISA TINDAKAN

(18 Juni 2019)

1. Tindakan Yang Dikerjakan


Tindakan yang dikerjakan adalah Antropometri (penimbangan berat badan).
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 Juni 2019. Penimbangan berat badan dilakukan
pada An.M dengan menggunakan timbangan berat badan digital.
2. Justifikasi tindakan yang dikerjakan
Penimbangan berat badan dilakukan untuk mengetahui berat badan bayi sebelum
dilakukan pengkajian dan imunisasi.
3. Teori Singkat Tindakan
Kriteria utama untuk menentukan status gizi pada adalah dengan menggunakan
indeks antropometri. Salah satu indikator antropometrik adalah berat badan. Dalam
keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan
kebutuhan zat gizi terjamin, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur.
Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat
badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lambat dari keadaan normal. Penentuan berat
badan dilakukan dengan cara menimbang. Berat badan merupakan salah satu parameter
yang menggambarkan massa tubuh (Kemenkes RI, 2010).
4. Hasil Tindakan
Setelah dilakukan pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital,
didapatkan hasil berat badan bayi yaitu 6.2 Kg
5. Analisa Tindakan
Tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori yang ada. Tindakan mengukur
berat badan harus dilakukan setiap kali kunjungan ke poli anak jika durasi kunjungan
sebelumya lebih dari 1 minggu dan pada pasien baru. Penimbangan tersebut harus benar-
benar teliti dan akurat.
6. Hambatan
Hambatan yang didapatkan dalam pengukuran yakni jika bayi menggunakakan
pakaian yang terlalu tebal dan memakai popok yang berisi karena hal tersebut dapat
mempengaruhi hasil dari pengukuran berat badan.
7. Kesimpulan dan Saran
Untuk mengukur berat badan sebaiknya menggunakan alat pengukur yang tepat dan
akurat serta melihat kondisi bayi. Pakaian dan popok yang bayi gunakan harus dilepaskan
saat mengukur berat badan untuk menghindari bias dalam hasil pengukuran.
ANALISA TINDAKAN

(20 Juni 2019)

1. Tindakan Yang Dikerjakan


Tindakan yang dilakukan adalah penilaian status gizi. Penilaian dilakukan pada
tanggal 20 Juni 2019. Tindakan dilakukan adalah dengan mengukur tinggi badan, berat
badan. Penilaian ini dilakukan pada An. A berjenis kelamin perempuan dengan usia 4 tahun
1 bulan 5 hari (Tanggal lahir : 15-5-2015).

2. Justifikasi tindakan yang dikerjakan


Penilaian status gizi dilakukan pada anak untuk melihat apakah anak termasuk
pendek atau tinggi, gizi kurang atau gizi buruk, sangat kurus atau obesitas.

3. Teori Singkat Tindakan


Untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan anak maka perlu dilakukan
pengukuran status gizi. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam
bentuk variabel tertentu. Penilaian status gizi yang dapat dilakukan adalah secara langsung
dan tidak langsung. Untuk penilaian yang dapat dilakukan dilapangan adalah penilaian
status gizi secara langsung yakni menggunakan Antropometeri, klinis, biokimia, dan
biofisik (Alhamda & Sriani, 2014).
Pada antropometri dapat menggunakan kategori yang digunakan sebagai standar
antropometrik penilaian status gizi anak. Status gizi anak dikategorikan berdasarkan
(Kemenkes RI, 2010). :
a. Gizi kurang dan Gizi buruk adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Berat
badan menurut umur (BB/U).
b. Pendek dan Sangat pendek adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Tinggu
badan menurut umur (TB/U) atau Panjang badan menurut umur (PB/U)
c. Sangat kurus, kurus, normal dan gemuk adalah status giziz yang didasarakan pada
indeks masa tubh menurut umur (IMT/U).

4. Hasil Tindakan
Tindakan penialaian status gizi anak dilakukan dengan mengukur Tinggi badan dan
berat badan. Dari hasil pengukuran didapati hasil TB: 94 cm dan BB :10,5 Kg.
Status Gizi Anak An.A menggunakan Standar Kemenkes RI 2010 adalah sebagai
berikut :
a. Perbandingan BB menurut U (Pada anak perempuan)
BB : 10.5 Kg
U : 4 tahun 1 bulan 5 hari (49 Bulan)
Didapatkan Z Score : <-3
Dengan kesimpulan Gizi Buruk

b. Perbandingan TB menurut U (Pada anak perempuan)


TB : 94 cm
U : 4 tahun 1 bulan 5 hari (49 Bulan)
Didapatkan Z Score : -3 sampai dengan <-2
Dengan kesimpulan Pendek
Dengan kesimpulan Gemuk
c. Perbandingan IMT menurut Umur (Pada anak Perempuan)
IMT : 11,98 kg/m2
U : 4 tahun 1 bulan 5 hari (49 Bulan)
Didapatkan Z Score : -3 sampai dengan <-2
Dengan kesimpulan Kurus

5. Analisa Tindakan
Tindakan mengukur berat badan sudah sesuai dengan teori yang ada. Tindakan
mengukur berat badan dilakukan sekali sebulan atau ada pasien baru untuk memantau
pertumbuhan dan perkembangan anak.

6. Hambatan
Tidak ada hambatan dalam pengukuran karna pasiennya kooperatif.

7. Kesimpulan dan Saran


Petugas kesehatan dalam melakukan penimbangan berat badan sebaiknya
memperhatikan alat tepat pada angka Nol agar hasil semakin akurat.
ANALISA TINDAKAN

(17 Juni 2019)

1. Tindakan yang dikerjakan


Tindakan yang dilakukan adalah pemberian imunisasi BCG. Dilakukan pada
tanggal 17 Juni 2019. Penilaian ini dilakukan pada By. Ny H berjenis kelamin perempuan
dengan usia 1 bulan 29 hari (Tanggal lahir : 18-4-2019).

2. Justifikasi tindakan yang dikerjakan


Imunisasi BCG adalah vaksin yang diberikan pada bayi 0-11 bulan yang
bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap TBC (Tuberculosa).

3. Teori Singkat Tindakan

Vaksin untuk tuberkulosis (TB) dikenal dengan BCG (bacille Calmette-Guérin).


Vaksin BCG mengandung bentuk lemah bakteri (kuman) yang menyebabkan TB. Karena
bakteri ini dilemahkan, bakteri ini tidak menyebabkan TB dalam diri orang yang sehat,
sebaliknya berguna untuk membentuk perlindungan (imunitas) terhadap TB. BCG
bekerja paling efektif pada bayi dan anak-anak kecil. Selain itu, sangat efektif dalam
mencegah bentuk TB yang parah, termasuk meningitis TB dengan perlindungan yang
70% lebih kuat.
Sebelum vaksinasi, orang dewasa dan anak-anak yang berumur lebih dari 6 bulan
akan diberikan tes kulit tuberkulin (terkadang disebut tes Mantoux). Jika hasil tesnya
ternyata positif, hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut telah memiliki kekebalan
tubuh terhadap TB. Jika demikian, vaksinasi BCG tidak dianjurkan karena tidak akan
memberikan manfaat apa pun, bahkan ada kemungkinan efek samping yang lebih besar.
Vaksinasi BCG diberikan melalui injeksi sedikit vaksin ke dalam lapisan kulit pertama di
lengan kiri bagian atas.
Setelah vaksinasi BCG, biasanya daerah yang disuntik akan menjadi kemerahan
dan/atau muncul benjolan kecil, diikuti dengan bisul kecil (luka terbuka) selama beberapa
minggu kemudian. Bisul ini biasanya berukuran kurang dari satu sentimeter dan bisa
bertahan mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelum penyembuhan bekas
luka yang datar dan kecil (WHO,2012)

Petunjuk setelah pengobatan


a. Daerah yang divaksin harus dijaga agar tetap bersih dan kering.
b. Hanya gunakan air yang bersih dan hangat untuk membersihkan daerah tersebut saat
dibutuhkan.
c. Jangan menggunakan antiseptik, krim, atau salep.
d. Jangan menggunakan plester langsung di atas daerah yang divaksin. Jika harus
diperban, perban haruslah kering dan perekat plester menempel di sepanjang dua sisi
perban, sehingga udara masih dapat mengalir.

Adapun Efek samping vaksinasi BCG jarang terjadi. Demam sementara dan
pembengkakan kelenjar di ketiak atauleher biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan
khusus apa pun.

4. Hasil Tindakan
By. Ny. H telah diberikan vaksinasi BCG 0,5 mg pada lengan atas kanan.

5. Analisa Tindakan
Tindakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur disertai dengan edukasi perawatan
dirumahnya. Namun pada pelaksanaan pemakaian sarung tangan terlupakan.

6. Hambatan
Hambatan yang didapatkan adalah bayinya rewel, bergerak-gerak dan menangis
saat proses imunisasi sehingga jarum pertama meleset.

7. Kesimpulan dan Saran


Petugas kesehatan dalam melakukan imunisasi sebaiknya memperhatikan
keamanan diri dan pasien dengan tetap menggunakan sarung dalam proses tindakan kepada
pasien terkhusus prosedur invasif.
ANALISA TINDAKAN

(19 Juni 2019)

1. Tindakan Yang Dikerjakan


Tindakan yang dikerjakan adalah Antropometri (penimbangan berat badan dan
tinggi badan). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2019. Penimbangan berat badan
dilakukan pada An.A dengan menggunakan timbangan berat badan digital.
2. Justifikasi tindakan yang dikrjakan
Penimbangan berat badan dilakukan untuk mengetahui berat badan bayi sebelum
dilakukan pengkajian untuk melihat perkembangan anak.
3. Teori Singkat Tindakan
Antropometri berasal dari kata antrhropos dan metros. Anthropos artinya tubuh dan
metros atrinya ukuran. Antropometri berarti ukuran dari tubuh. Metode antropometri
adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan satuts gisi manusia
(Djiwonto.2010)
Kriteria utama untuk menentukan status gizi pada adalah dengan menggunakan
indeks antropometri. Salah satu indikator antropometrik adalah berat badan. Dalam
keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan
kebutuhan zat gizi terjamin, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur.
Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat
badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lambat dari keadaan normal. Penentuan berat
badan dilakukan dengan cara menimbang. Berat badan merupakan salah satu parameter
yang menggambarkan massa tubuh (Kemenkes RI, 2010).

4. Hasil Tindakan
Setelah dilakukan pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital,
didapatkan hasil berat badan anak yaitu 10.5 Kg dan tinggi badan 94 cm.
5. Analisa Tindakan
Tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan teori yang ada. Tindakan mengukur
berat badan harus dilakukan setiap kali kunjungan ke poli anak jika durasi kunjungan
sebelumya lebih dari 1 bulan dan pada pasien baru. Penimbangan tersebut harus benar-
benar teliti dan akurat.
6. Hambatan
Tidak ada hambatan dalam pengukuran ini karna pasien kooperatif dalam
pemeriksaan.
8. Kesimpulan dan Saran
Petugas kesehatan dalam melakukan penimbangan berat badan sebaiknya
memperhatikan hal-hal yang kemungkinan dapat menyebabkan hasil yang bias. Seperti
penggunaan pakaian pasien yang terlalu tebal, posisi berdiri yg kuranang tegak dll.
DAFTAR PUSTAKA

Alhamda, S., & Sriani, Y. (2014). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Jakarta:
Deepublish.

Djitowiyono, Sugeng.(2010). Asuhan keperawatan nenonatus dan anak. Yogyakarta: Nuha


Medika.

Kemenkes RI. (2011). Standar Antropomerti Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Direktorat
Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Nugroho, H. W. (2009). Denvert Developmental Screening Test: Petunjuk Praktis. Jakarta: EGC.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (2012) Lembar informasi. Tingkat reaksi vaksin yang diamati
Vaksin Bacille Calmette-Guerin.