Anda di halaman 1dari 44

Pengantar

Menurut perkiraan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO),
2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.1
Sekitar 2,4 juta (86,3 persen) dari kematian ini dikarenakan penyakit akibat kerja, sementara lebih
dari 380.000 (13,7 persen) dikarenakan kecelakaan kerja. Setiap tahun, ada hampir seribu kali
lebih banyak kecelakaan kerja non-fatal dibandingkan kecelakaan kerja fatal. Kecelakaan non-
fatal diperkirakan dialami 374 juta pekerja setiap tahun, dan banyak dari kecelakaan ini memiliki
konsekuensi yang serius terhadap kapasitas penghasilan para pekerja (Hämäläinen et al., 2017).
Pekerja muda memiliki tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dibandingkan pekerja dewasa.
Menurut data Eropa baru-baru ini, insiden kecelakaan non-fatal di tempat kerja lebih dari
40 persen lebih tinggi di antara pekerja muda berusia antara 18 dan 24 tahun dibandingkan
pekerja dewasa (EU-OSHA, 2007). Di Amerika Serikat, risiko yang dihadapi pekerja muda berusia
antara 15 dan 24 tahun untuk mengalami kecelakaan kerja non-fatal adalah dua kali lebih tinggi
dibandingkan pekerja yang berusia 25 tahun ke atas (CDC, 2010).
Sebaliknya, berdasarkan pandangan di atas, statistik menunjukkan bahwa kejadian penyakit
akibat kerja lebih rendah di kalangan pekerja muda dibandingkan di kalangan pekerja yang
lebih tua. Ini bukan karena pekerja muda memiliki ketahanan yang lebih besar terhadap penyakit
akibat kerja. Pekerja muda sebenarnya lebih rentan terhadap penyakit akibat kerja karena mereka
masih berkembang, baik secara fisik maupun mental, dan mengakibatkan mereka lebih rentan
terhadap bahaya dari bahan kimia dan zat berbahaya lainnya. Insiden penyakit akibat kerja yang
lebih rendah di kalangan pekerja muda kemungkinan besar dikarenakan penyakit akibat kerja
seringkali muncul hanya setelah terjadinya paparan kumulatif dan/atau periode laten. Selain itu,
sulit untuk mendapatkan data akurat tentang penyakit akibat kerja, dan terutama data tentang
penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh paparan bahaya di tempat kerja selama masa muda
(EU-OSHA, 2007).
Selain menyebabkan penderitaan manusia yang tak terhitung, kecelakaan dan penyakit akibat
kerja mengakibatkan biaya ekonomi yang signifikan, dengan perkiraan kerugian tahunan sebesar
3,94 persen dari PDB global (ILO, 2017c). Biaya untuk masyarakat pekerja muda yang terluka
parah dan mengalami gangguan jangka panjang dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya bagi
masyarakat pekerja dewasa yang mengalami cedera serupa. Konsekuensi dari cedera akibat kerja
lebih serius ketika cedera ini terjadi di awal kehidupan seorang pekerja muda. Seorang pekerja
muda dengan gangguan jangka panjang dapat berhenti menjadi anggota masyarakat yang aktif
dan tidak memanfaatkan pendidikan serta pelatihan yang telah mereka terima.

1. Pada 1987, Komite Bersama ILO/WHO mengenai Kesehatan Kerja menyarankan agar istilah “penyakit akibat kerja” digunakan
untuk menggambarkan tidak hanya penyakit akibat kerja yang sudah diakui, tapi juga kelainan yang disebabkan oleh lingkungan
dan tugas pekerjaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai metodologi yang dipergunakan untuk menghasilkan perkiraan global
dan kriteria untuk inklusi penyakit akibat kerja, dipersilahkan untuk merujuk Perkiraan Global Kecelakaan dan Penyakit Akibat
Kerja 2017 (Hämäläinen et al., 2017).

7
Banyak negara melakukan investasi signifikan dalam pekerjaan, pendidikan, pelatihan,
pengembangan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda. Sangat penting
untuk memasukkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam program-program ini. Untuk itu,
perlu untuk memahami dan mengatasi faktor risiko keselamatan dan kesehatan yang dihadapi
para pekerja muda antara usia 15 dan 24 tahun. Pekerja muda di bawah usia 18 tahun diakui
dalam hukum dan kebijakan sebagai kelompok rentan dan diberikan perlindungan khusus di
bawah standar pekerja anak dan larangan kerja berbahaya, tetapi mereka yang berusia antara 18
dan 24 tahun tidak menerima pengakuan hukum atau tingkat perlindungan di tempat kerja yang
setara, meskipun risiko cedera mereka terus meningkat.
ILO memiliki komitmen jangka panjang untuk mempromosikan pekerjaan yang layak dan
kondisi kerja yang aman dan sehat bagi semua pekerja, di sepanjang kehidupan kerja mereka.
Ini menekankan pentingnya meningkatkan K3 bagi pekerja muda, baik untuk mempromosikan
pekerjaan layak bagi kaum muda dan berkontribusi dalam upaya yang bertujuan memerangi
pekerjaan berbahaya untuk anak.2 Dari 151,6 juta anak yang bekerja sebagai pekerja anak secara
global, hampir setengahnya (72,5 juta) terlibat dalam pekerjaan yang berbahaya. Sekitar 24
persen (lebih dari 37 juta) berusia antara 15 dan 17 tahun (ILO, 2017b). Mengambil langkah serius
untuk menangani K3 bagi pekerja muda memiliki dua manfaat: meningkatkan kesehatan dan
keselamatan pekerja muda dan mengurangi jumlah anak yang terlibat dalam pekerjaan yang
berbahaya untuk anak.

2 Bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, sesuai dengan definisi Konvensi ILO No. 182, termasuk “pekerjaan yang sifat dan
kondisinya, dapat membahayakan kesehatan, keselamatan dan moral anak-anak.”

8
Apa tujuan dari Laporan Singkat ILO ini?
ILO telah menyiapkan laporan singkat ini untuk Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja
se-Dunia 2018, yang bertujuan untuk mempromosikan generasi yang aman dan sehat.
Tujuan dari laporan singkat ini adalah mendeskripsikan risiko K3 yang dihadapi pekerja
muda dan mendorong wacana global tentang perlunya meningkatkan keselamatan dan
kesehatan mereka. Laporan singkat ini menganalisis faktor-faktor yang meningkatkan
risiko terkait pekerjaan yang dihadapi para pekerja muda dan menjelaskan langkah-
langkah hukum, kebijakan dan praktis untuk perbaikan.

Untuk membangun generasi pekerja yang aman dan sehat, persiapan harus dimulai sejak dini,
yang dimulai dengan kesadaran orangtua dan masyarakat. Agar kaum muda menyadari risiko
dan mampu memperjuangkan dirinya sendiri, pendidikan tentang bahaya dan risiko kerja, serta
hak-hak kerja, perlu dimulai di sekolah dan dilanjutkan melalui pelatihan kejuruan dan program
pemagangan. Pengusaha, termasuk perusahaan formal dan informal, dan bisnis keluarga,
membutuhkan panduan tentang faktor-faktor risiko yang dihadapi pekerja muda serta penugasan
dan kondisi kerja yang sesuai dengan usia. Terakhir, dukungan dan perwakilan oleh organisasi
pekerja, seiring orang muda memasuki dunia kerja, sangat penting jika pekerja muda dapat
menggunakan hak mereka dan menyuarakan apa yang menjadi persoalan mereka.
Meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja muda akan berkontribusi pada pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) No. 8 tentang pekerjaan yang layak dan pertumbuhan
ekonomi. Ini akan membantu pencapaian Sasaran 8.8 tentang lingkungan kerja yang aman dan
sehat bagi semua pekerja pada 2030, dan Sasaran 8.7 untuk mengakhiri semua bentuk pekerjaan
untuk anak pada 2025. Mencapai sasaran-sasaran ini mengharuskan otoritas publik, pengusaha,
pekerja dan organisasi mereka, serta pemangku kepentingan utama lainnya untuk saling
berkolaborasi dalam menciptakan budaya pencegahan yang berfokus pada keselamatan dan
kesehatan generasi berikutnya dari angkatan kerja global.

9
What do we
Apa yang kamimean by
maksud
“young
dengan workers”?
“pekerja muda”?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk • Pekerja muda di atas usia minimum kerja
tujuan statistik, mendefinisikan “kaum muda” tetapi di bawah usia 18 tahun.
sebagai orang yang berusia antara 15 dan 24
tahun. Kelompok ini mewakili lebih dari 15 Para pekerja ini dianggap “anak-anak”
The United
persen tenaga Nations
kerja(UN), for yang
dunia, statistical purposes, de-
mencapai meskipun
Young workersmereka dapat
exhibit varied secara
levels sah
of cognitive,
fines “youth” as persons between the ages of 15 and psychosocial
melakukan and physical development.
pekerjaan According
tertentu. Mereka
sekitar 541 juta orang (ILO, 2016b) . Istilah
24. This group represents more than 15 per cent of tokerap
international standards, age 18 is the
dilindungi oleh pembatasan khusus dividing line
“kaum muda”
the world’s kerap
labour mengacu
force, accountingpada orang-
for approximate- between childhood and adulthood. Consequently,
orang yang berada pada usia di mana mereka terkait dengan jenis pekerjaan yang mungkin
ly 541 million people (ILO, 2016b). The term “youth” young workers fall into two major groups:
often referswajib
mengakhiri to persons whodan
belajar are memulai
at the age where they mereka lakukan, bahaya yang mungkin
are ending compulsory education and embarking on mengenai mereka serta jam kerja yang
pengalaman kerja pertama
their first work experience.
mereka. • mereka
Youngjalani.
workers aboveini
Pembatasan the
dimaksudkan
Para pekerja muda mengalami banyak minimum
untuk melindungiagekesehatan
of employment but
dan keselamatan
Young workers experience manytransisi
challenges in making
tantangan dalam melakukan dari
the transition from school to work and in finding stable under the
anak-anak danage of 18. risiko mereka
mengurangi
sekolah ke pekerjaan
work where dan dalam
they are protected from mencari
harm and which mengalami kecelakaan dan penyakit akibat
pekerjaan yang stabil di mana mereka
pays a decent wage. They start their working lives These workers
kerja. are considered
Pembatasan “children” even where
ini memperhitungkan
by entering
dilindungi thebahaya
dari world of dan
workmendapatkan
in different ways, for they may legally perform
pertumbuhan pesatcertain
anak,jobs.
tahap They are often
tumbuh-
example, protected by specific restrictions with respect to
upah yang as:layak. Mereka memulai kehidupan kembang, kurangnya pengalaman dan
the types of work that they may do, the hazards to
kerja dengan memasuki dunia kerja melalui besarnya
which kerentanan
they may be exposedterhadap
and the hourseksploitasi
that they
• Students
berbagai cara yang who work misalnya,
berbeda, in their spare may work.(IPEC,
These 2009).
restrictions are intended to protect
seperti:time (before or after children’s health and safety and reduce
• their
Pekerja muda
risk of berusia
suffering antara 18
occupational
school
• Siswa yang hours
bekerjaand during
di waktu luang daninjury and disease. They take into ac-
24 tahun.
count children’s rapid growth, stage of
weekends and holidays)
mereka (sebelum atau sesudah
Paradevelopment,
pekerja inilack of experience
dianggap dewasa and dan
jam sekolah dan selama akhir
• Students who take up greater vulnerability to exploitation
dilindungi oleh undang-undang dan
pekan dan hari libur); (IPEC, 2009).
job experience place- peraturan umum tentang pekerjaan
• Siswa yang mengambil dan kondisi kerja yang berlaku untuk
ments (apprenticeships, • Young
penempatan pengalaman kerja semua pekerjaworkers between
dewasa. Kendati belum
internships)
(magang dibayar, magang tidak ages of 18 and
berpengalaman, masih 24.
mengalami
•dibayar);
Young persons who pertumbuhan dan rentan terhadap
These workers are considered adults and are covered
have
• Kaum completed
muda yang telahor withdrawn
menyelesaikan bahaya kerja, mereka tidak lagi menikmati
by the general laws and regulations on employ-
perlindungan pekerja anak, termasuk
from
atau compulsory
mengundurkan dirieducation and
dari wajib belajar ment and working conditions
larangan kerja berbahaya
applicable
atau
to all adult
ketentuan
dan memulai kehidupan kerja mereka; workers. Despite their relative lack of job experi-
are starting their work life ence, their dalam
khusus continuing mental and
peraturan K3.physical develop-
Karenanya,
• Kaum muda yang bekerja untuk
• Young persons who work for ment, and their vulnerability to workplace
mereka secara legal dapat dipekerjakan harm, they
perusahaan keluarga (dibayar atau tidak often no longer enjoy the protection of child labour
familydan
enterprises (paid or unpaid) di hampir semua jenis pekerjaan tanpa
dibayar); restrictions, including hazardous work prohibitions
orpembatasan mengenai
special provisions within OSH tugas dan jam
regulations. Con-kerja
• •Pengusaha
Young employers and young
muda dan wirausaha muda. yang berlaku
sequently, they maybagi pekerja
be legally muda in
employed yang
almostberusia
self-employed workers. any job without
di atas the benefit
usia minimumof restrictions regarding
kerja namun di
Pekerja muda menunjukkan berbagai tasks andbawah
hours that
usiaapply to young workers who are
18 tahun.
tingkat perkembangan kognitif, above the minimum age of employment but under
psikososial dan fisik. Menurut the age of 18.
standar internasional, usia 18 tahun
merupakan garis pemisah antara masa
kanak-kanak dan dewasa. Alhasil,
pekerja muda termasuk ke dalam dua
kelompok besar:

10
10
Faktor-faktor yang
mengancam keselamatan
dan kesehatan pekerja muda
Pekerja muda merupakan kelompok pekerja yang heterogen dan banyak faktor yang
mempengaruhi risiko kecelakaan dan penyakit di tempat kerja yang mereka hadapi. Ini termasuk
tahap perkembangan fisik, psikososial dan emosional; tingkat pendidikan; keterampilan kerja;
dan pengalaman kerja. Sementara peningkatan risiko K3 pada pekerja muda kerap dikaitkan
dengan faktor-faktor individual di atas, budaya tempat kerja juga berperan dalam menghambat
kemampuan atau kesiapan mereka mengungkapkan masalah K3, atau sebaliknya menyediakan
lingkungan yang mendorong hasil kesehatan yang lebih baik bagi pekerja muda. Para pekerja
muda kerap tidak menyadari hak-hak mereka sebagai pekerja dan tanggung jawab K3 mereka
sebagai pengusaha muda, dan kemungkinan sangat enggan melaporkan risiko K3. Pekerja
muda juga tidak memiliki daya tawar yang mungkin dimiliki pekerja yang lebih berpengalaman.
Ini dapat menyebabkan mereka bersedia menerima tugas berbahaya, kondisi kerja buruk atau
kondisi rentan lainnya. Kehadiran mereka di sektor ekonomi yang berbahaya dan paparan
terhadap bahaya yang ditemukan di sektor-sektor ini semakin meningkatkan risiko mendapatkan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

11
Faktor risiko yang khusus
untuk pekerja muda
Berbagai faktor risiko yang khusus bagi Perhatian khusus perlu diberikan pada
pekerja muda meningkatkan kemungkinan paparan pekerja muda terhadap pestisida,
mereka menderita kerugian dari bahaya neurotoksin, disruptor endokrin, alergen
di tempat kerja. Faktor-faktor risiko ini atau karsinogen. Ini terutama berlaku dalam
dapat melekat pada usia mereka (misalnya, kasus pekerja remaja, yang tubuhnya masih
tahap perkembangan fisik, psikososial dan berkembang di tingkat sel. Selain itu, tempat
emosional) atau dipengaruhi usia mereka kerja, alat-alat, mesin dan perlengkapan
(misalnya, kurangnya keterampilan, minim biasanya dirancang untuk orang dewasa dan
pengalaman dan tingkat pendidikan yang dapat membebankan tuntutan yang lebih
rendah). tinggi pada tubuh remaja (IPEC, 2011).
Tahap perkembangan fisik. Pekerja muda, Tahap perkembangan psikososial dan
dan terutama remaja, berisiko lebih tinggi emosional. Pekerja muda cenderung
mengalami kecelakaan dan penyakit kurang mampu membedakan konsekuensi
mengingat tubuh mereka (termasuk otak tindakan mereka dan menilai risiko yang
mereka)3 masih berkembang. Sistem terkait dengan berbagai situasi, dan
reproduksi dan fungsi otak mereka sangat lebih rentan terhadap tekanan sosial dan
rentan terhadap bahaya yang mengganggu motivasi, termasuk keinginan untuk menjadi
organ yang terkait. bagian, dianggap menarik dan mencapai
kemandirian. Sifat-sifat ini memengaruhi
Selain itu, terkait dengan remaja, tingkat pengambilan keputusan mereka dan dapat
pernapasan dan metabolisme yang lebih mengakibatkan pengambilan risiko. Sifat-
tinggi per unit berat badan menyebabkan sifat ini pun dapat membuat pekerja muda
tubuh mereka menyerap lebih banyak racun enggan membicarakan kesulitan mengenai
dan mengalami lebih banyak reaksi ekstrem pekerjaan mereka atau kondisi fisik dan
terhadap efek racun ini. psikologis yang berbahaya (Parlemen Eropa,
2011). Namun, harus diingat bahwa perilaku
3 Lobus frontal merupakan wilayah otak yang paling akhir selama masa muda (dan sepanjang masa
berkembang dan mereka baru sepenuhnya berkembang hidup) dipengaruhi oleh berbagai faktor yang
saat pertengahan duapuluhan. Prefrontal korteks, yang
terletak bagian depan, mengoordinasikan proses kognitif
saling berinteraksi, termasuk perkembangan
dan fungsi eksekutif yang lebih kompleks (keterampilan otak, pengalaman, pengasuhan, status sosial
yang dibutuhkan untuk perilaku yang berorientasi tujuan
termasuk perencanaan, respons inhibisi, ingatan dan
perhatian) (Johnson et al., 2009).

12
ekonomi, budaya, kesejahteraan psikologis, (EU-OSHA et al., 2017). Kesadaran tentang
hubungan sosial dan interaksi, dan seterusnya keselamatan di tempat kerja tampaknya
(Johnson dkk., 2009). dipengaruhi secara positif oleh pendidikan.
Pekerja dengan tingkat pendidikan yang
Keterampilan kerja dan pengalaman lebih tinggi memiliki pemahaman yang lebih
kerja. Pekerja muda kerap kekurangan baik tentang keselamatan, sangat mematuhi
keterampilan dan pengalaman yang mereka prosedur keselamatan dan mengalami lebih
butuhkan untuk pekerjaan yang ditugaskan sedikit kecelakaan dibandingkan pekerja
kepada mereka, termasuk pemahaman dengan pendidikan yang kurang (Gyekye &
tentang bahaya dan risiko keselamatan dan Salminen, 2009).
kesehatan yang terkait dengan pekerjaan
tersebut. Risiko kecelakaan pekerja adalah Faktor-faktor lintas sektoral lainnya yang
empat kali lebih besar selama bulan pertama mempengaruhi risiko K3 bagi pekerja
dalam pekerjaan baru dibandingkan setelah muda. Sejumlah faktor dipadukan dengan
12 bulan di tempat kerja, dan risiko cedera usia dapat meningkatkan risiko kecelakaan
pekerja muda di bulan pertama dalam dan penyakit di tempat kerja bagi pekerja
pekerjaan lebih tinggi dibandingkan pekerja muda. Ini termasuk gender, disabilitas
yang lebih tua (Smith & Breslin, 2013). dan status migrasi. Anak laki-laki muda
lebih cenderung terlibat dalam pekerjaan
Tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan berbahaya dan mengalami lebih banyak
pekerja muda tampaknya memainkan peran kecelakaan kerja dibandingkan perempuan
penting dalam transisi mereka ke dalam muda, tetapi angka yang relevan mungkin
pekerjaan yang stabil dan layak. Tingkat bias karena perempuan muda lebih
pendidikan dan pelatihan yang lebih tinggi, cenderung bekerja di pekerjaan informal,
serta pengalaman bekerja sambil belajar kerapkali sebagai pekerja keluarga tidak
cenderung membuat transisi ke pasar kerja berbayar, dan ini membuat mereka “ tidak
menjadi lebih mudah. Orang muda dengan terlihat” dan, akibatnya, cenderung tidak
tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih ditampilkan dalam statistik resmi (ILO, 2016b).
jarang menekuni pekerjaan informal. (ILO, Penyandang disabilitas muda cenderung
2017a). Pekerja dengan tingkat pendidikan lebih berisiko terkait pengeksklusian, isolasi,
rendah cenderung bertahan di pekerjaan intimidasi dan pelecehan, dan mereka juga
yang sama meski kondisi kerjanya buruk

Risiko K3 pekerja muda • Karakteristik pekerja muda: misalnya,


tingkat kematangan fisik, kognitif dan
di negara-negara Nordik emosional yang bervariasi; relatif tidak
berpengalaman; perilaku menantang
risiko yang sering melibatkan tingkat
Laporan yang berjudul “Risiko risiko tinggi; kurangnya keterampilan,
keselamatan dan kesehatan pelatihan dan kesadaran serta persepsi
kerja pekerja muda di negara- risiko K3; karakteristik sosial dan
negara Nordik” (Kines et al., interpersonal; dan berada dalam masa
2013) menawarkan wawasan transisi antara sekolah dan kerja, serta
masa remaja dan dewasa.
penting yang memungkinkan
kita untuk memahami dan • Sifat pekerjaan: misalnya, kerja
lebih dapat mencegah risiko berjadwal; pekerjaan paruh waktu; dan
K3 bagi pekerja muda berusia pekerjaan jangka pendek, musiman dan
sesuai kebutuhan (on-call).
antara 15 dan 24 tahun
di negara-negara Nordik. • Karakteristik tempat kerja: misalnya,
Laporan ini menganalisis langkah-langkah K3 yang diambil,
empat kategori utama yang termasuk pelatihan dan pengawasan K3,
berkontribusi terhadap budaya K3 dan manajemen K3.
peningkatan risiko K3 bagi • Karakteristik kerja: misalnya, kerja yang
pekerja muda: memaparkan faktor-faktor risiko fisik,
kimia, biologis, mekanik dan psikososial.

13
cenderung memiliki kesempatan pendidikan mengalami kesulitan mematuhi peraturan
dan ekonomi yang lebih sedikit (UNICEF, dan prosedur keselamatan dan kesehatan
2013). Pekerja migran memiliki tingkat kerja, atau mereka mungkin salah memahami
kecelakaan kerja yang terbilang tertinggi peringatan dan informasi tentang label
dibandingkan kelompok mana pun. wadah kimia. Sikap dan perilaku budaya,
status pekerjaan (sebagian besar pekerja
Mereka yang berusia di bawah 30 tahun migran berada dalam pekerjaan berbahaya
mewakili sekitar 70 persen arus migrasi dan musiman) serta kebutuhan mereka
internasional,4 seluruh dunia (ILO, 2004). untuk memprioritaskan pendapatan di
Hambatan bahasa dapat meningkatkan atas pertimbangan lain dapat mencegah
risiko pekerja migran terkena kecelakaan dan pekerja migran meningkatkan perhatian
penyakit akibat kerja. Jika pekerja migran mereka terhadap masalah keselamatan dan
tidak memahami bahasa lisan atau tulisan kesehatan (EU-OSHA, 2013a).
dari negara tuan rumah, mereka mungkin

4 Pada 2015, lebih dari 51 juta pekerja migran internasional


berusia antara 15 dan 29 tahun (UNDESA , 2015).

14
15
Bahaya pekerjaan yang sering
terpapar pada pekerja muda
Istilah “bahaya” dan “risiko” terkadang perkembangan fisik dan psikologis, sangat
digunakan secara bergantian, kendati sulit untuk menentukan batas-batas yang
sebenarnya memiliki arti yang berbeda. dapat ditoleransi oleh tubuh dan pikiran
“Bahaya” adalah segala sesuatu yang mereka. Kurangnya pengetahuan tentang
berpotensi menimbulkan bahaya (misalnya, dampak bahaya kerja pada kesehatan pekerja
debu, bahan kimia, kebisingan, bekerja di muda membuat penentuan batas ini sangat
ketinggian, penanganan manual, mesin yang sulit.
tidak terjaga perawatannya, jam kerja yang
panjang atau tak terduga, dan sebagainya). Berbagai jenis bahaya dapat ditemui di setiap
Sementara “risiko” adalah kombinasi tempat kerja, dengan berbagai konsekuensi
dari (a) kemungkinan bahwa peristiwa untuk keselamatan dan kesehatan pekerja.
berbahaya tersebut akan terjadi dan (b) Berikut ini adalah jenis bahaya fisik dan
tingkat keparahan bahaya yang dapat terjadi, psikososial yang sangat mengancam pekerja
termasuk konsekuensi jangka panjang. muda karena meningkatnya risiko paparan
Misalnya, operator alat berat memiliki risiko pekerja muda dan faktor risiko unik yang
cedera serius dan mungkin fatal jika terus- mereka hadapi.
menerus menggunakan mesin yang terawat, Bahaya keselamatan berpotensi
dan pekerja yang sering mengangkat dan menyebabkan cedera langsung (seperti luka
menangani benda berat atau besar berisiko bakar, keseleo, luka, memar, patah tulang,
menderita gangguan otot dan tulang, seperti cedera dalam, trauma kepala, dan kesulitan
nyeri punggung. bernafas) jika tidak ada langkah-langkah
Pencegahan bahaya bagi pekerja pengendalian risiko. Bahaya keselamatan
mensyaratkan bahwa bahaya kerja termasuk, misalnya, bekerja di ketinggian;
diidentifikasi dan risiko dinilai, dan bahwa menggunakan mesin, peralatan atau alat
langkah-langkah pengendalian risiko yang yang berbahaya; mengemudi, berkuda atau
tepat diadopsi melalui sistem manajemen K3 bekerja di dekat kendaraan; membangun
yang komprehensif.5 parit; berjalan di permukaan licin dan lantai
yang tidak rapi; dan bekerja dengan atau
Identifikasi bahaya adalah langkah pertama dekat dengan bahan atau zat yang mudah
dalam proses. Hal ini mengharuskan terbakar atau eksplosif. Pekerja muda
pengusaha, dengan partisipasi aktif mungkin sangat rentan terhadap bahaya
pekerja, mengidentifikasi zat dan situasi keselamatan karena terbatasnya pengalaman
berbahaya yang dapat merugikan pekerja, kerja, buruknya pelatihan keterampilan,
dan menentukan pekerja mana yang kurangnya informasi atau instruksi tentang
mungkin terpapar pada setiap bahaya. bahaya dan prosedur keselamatan; dan
Sistem manajemen K3 harus memberikan kurangnya pengawasan (IPEC dll., 2002).
pertimbangan khusus kepada pekerja
yang memiliki faktor risiko unik, seperti
pekerja muda. Fokus identifikasi bahaya 5 Menurut Pedoman ILO tentang Sistem Manajemen
harus pada hubungan antara pekerja, tugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (dikenal sebagai
ILO-OSH 2001), tindakan pencegahan dan perlindungan
kerja, kondisi kerja, organisasi kerja dan harus dilaksanakan dalam urutan prioritas berikut: (i)
lingkungan kerja. Bagi orang dewasa, batasan menghilangkan bahaya; (ii) mengendalikan risiko pada
standar dapat membantu mengidentifikasi sumber (melalui penggunaan pengendalian rekayasa atau
tindakan organisasional); (iii) meminimalkan risiko dengan
situasi berbahaya. Karena pekerja muda, merancang sistem kerja yang aman (termasuk tindakan
dan khususnya remaja, masih mengalami administratif yang diambil untuk pengendalian risiko);
dan (iv) apabila risiko residual tidak dapat dikendalikan
dengan tindakan kolektif, perusahaan harus menyediakan
alat pelindung diri (APD) yang sesuai tanpa biaya dan
mengambil tindakan untuk memastikan penggunaan dan
pemeliharaannya. (ILO, 2001).

16
Bahaya fisik termasuk paparan berbagai Bahaya kimia termasuk gas, debu, asap,
agen fisik yang berbeda yang dapat uap dan cairan. Bahan kimia digunakan di
berbahaya bagi kesehatan, seperti sebagian besar tempat kerja, dan di semua
kebisingan, getaran, jenis pencahayaan sektor. Misalnya, pestisida dan pupuk
tertentu,Biological hazards
suhu ekstrim (baik includepanas
exposuredan
to bacteria, ditemukan
Ergonomic hazards diinclude
pertanian;
carryingcat
heavy dan pelarut di
loads;
parasites, viruses, and dangerous
dingin) dan radiasi (termasuk paparan radiasi animals, insects fast or repetitive movements; and poorly
bidang manufaktur; asbes, silika, pengencer/ designed
and plants. They can result in many different types machines, equipment and work processes that cause
ultraviolet dari matahari dan dari pengelasan).
of disease, such as skin, intestinal and respiratory
tiner, perekat dan asap las dalam konstruksi;
workers to adopt awkward positions. Musculoskel-
Pekerja yang terpapar
diseases. Biologicalradiasi UVcommon
hazards are ketikain sectors of dan
etal agen(MSDs)
disorders pembersih di sektor
such as back jasa. Efek
pain; tendinitis,
mereka muda memiliki peningkatan ofrisiko
the economy in which large numbers young people herniated discs and carpal tunnel syndrome
racun suatu zat tergantung pada dosis are
work, such as agriculture (contact with animals), food typical outcomes of exposure to ergonomic hazards.
terkena kanker kulit selama masa dewasa
processing and restaurants (handling food), health
dan durasi paparan, dan faktor-faktor lain
Adolescents carrying heavy loads are at higher risk of
akibat paparan jangka
care (contact panjang
with people, blood(karena
and other bodily yangdamage
skeletal berkontribusi,
and impairedseperti sensitivitas
growth because their dan
paparan fluids) and garbage/waste
dimulai pada usia dini). management.
Pekerja bodies are still growing
karakteristik and developing.
individu (misalnya, Furthermore,
jenis kelamin
work methods; tools and equipment are typically de-
muda juga lebih rentaninclude
Chemical hazards dibandingkan pekerja
gases, dusts, fumes, va- danfor
signed usia).
adults, Paparan bahaya
meaning that kimia ketika
young workers whose
dewasa mengalami
pours and liquids. gangguan
Chemicals arependengaran
used in most work- muda
bodies are dapat menyebabkan
not yet fully developed are atkerusakan
higher risk serius
places, and in yang
karena kebisingan all sectors. For example,Batas
berlebihan. pesticides of pada
fatigue,sistem
injury andreproduksi
MSDs (IPEC etdan al., 2002).
keseimbangan
and fertilisers are found in agriculture; paints and
paparan solvents
kebisingan yang ditetapkan
in manufacturing; asbestos, silica, thinners, hormonal (Gerry, 2005).
untuk orang dewasa
adhesives, tidak fumes
and welding memadai untuk and
in construction;
cleaning agents in the service sector. The toxic effects
perlindungan pekerja muda (Forastieri, 2002). Bahaya ergonomi termasuk membawa
of a substance depend on the dose and duration of beban berat; gerakan cepat atau berulang;
Pekerja muda menghadapi
exposure, paparanfactors,
and on other contributing signifikan
such as
terhadapindividual
kebisingansensitivity and berlebihan
yang characteristics (e.g.,
karenagender dan mesin, peralatan dan proses kerja yang
pekerjaanand age). Exposure to chemical hazards when young
mereka di sektor jasa, manufaktur dirancang dengan buruk yang menyebabkan
can cause serious harm to reproductive systems and
dan konstruksi. pekerja harus mengambil posisi yang
hormonal balance (Gerry, 2005).
canggung. Kelainan otot dan tulang (MSD)
Bahaya biologis termasuk paparan bakteri, seperti nyeri punggung; radang tendon,
parasit, virus serta hewan berbahaya, herniated disc dan sindrom carpal tunnel
serangga dan tumbuhan. Mereka dapat merupakan akibat dari paparan bahaya
mengakibatkan berbagai jenis penyakit, ergonomis. Remaja yang membawa beban 15
seperti penyakit kulit, usus dan pernafasan. berat berisiko tinggi mengalami kerusakan
Bahaya biologis umum terjadi di sektor tulang dan gangguan pertumbuhan karena
ekonomi di mana banyak orang muda tubuh mereka masih bertumbuhkembang.
bekerja, seperti pertanian (kontak dengan Selanjutnya, metode kerja; alat dan peralatan
hewan), pengolahan makanan dan restoran biasanya dirancang untuk orang dewasa,
(penanganan makanan), perawatan kesehatan yang artinya pekerja muda yang tubuhnya
(kontak dengan orang, darah dan cairan belum sepenuhnya berkembang memiliki
tubuh lainnya) serta pengelolaan sampah/ risiko lebih tinggi terhadap kelelahan, cedera,
limbah. dan MSD (IPEC dll., 2002).

17
a n g khusus untuk p
o y eke
isik rja
r r mu
o Keterampilan
da
kt b a ngan n p e n g
ker
j a
em d a alaman

F a p p erk sial
so
ha siko siona
l
ker
j a
Ta p mo Tin
ne g
da ka
t
an

pe
ng

n di
a

dik
fis mb

an
e
rk
ik
pe
ap
Tah

Fak sektoral
lint
as
tor-f
Baha

aktor
ya Keselamatan

ig
P s i a ya
kolo
Bah
Ba h
aya
Fis
ki

i
m

o no
rg
Ba y aE
ha ha
ya Ba
B

ud
iolo
a

gi
Ba
ha
Bahaya Kimia
m
ya erja
pe e k
ke a p
rjaa d
n ya pa
ng sering terpapar

18
Bahaya psikologi adalah hasil dari rancangan Tidak adanya kejelasan mengenai tugas-
dan manajemen kerja serta konteks sosial tugas yang harus dilakukan, dan keterbatasan
dan organisasinya, yang semuanya dapat peran pekerja dalam hasil pekerjaan,
menyebabkan bahaya psikologis atau fisik. dikombinasikan dengan faktor-faktor lain,
Respons umum terhadap bahaya psikososial dapat mengakibatkan rendahnya motivasi
adalah stres. Stres terkait pekerjaan dapat di tempat kerja dan kepuasan kerja yang
menyebabkan gangguan sesaat, kesalahan rendah.
penilaian, atau kegagalan dalam kinerja
aktivitas normal, meningkatkan risiko Pekerja muda tampaknya lebih rentan
kecelakaan di tempat kerja. Ini dapat terhadap kekerasan dan pelecehan di
berkontribusi pada perkembangan gangguan tempat kerja, termasuk perhatian seksual
mental (kelelahan dan depresi) dan masalah yang tidak diinginkan karena kombinasi
fisik lainnya (penyakit kardiovaskular dan berbagai faktor termasuk jenis pekerjaan,
MSD), serta perilaku pengendalian diri negatif bentuk pekerjaan dan rendahnya daya
(penyalahgunaan alkohol atau merokok). tawar. Intimidasi terhadap pekerja
Akibatnya, stres menghasilkan kemerosotan muda menjadi masalah yang mendapat
kesejahteraan dan kualitas hidup pekerja perhatian besar.6 Ini merupakan faktor yang
(ILO, 2016a). Karena orang muda terus berkontribusi terhadap berkembangnya
berkembang menjadi usia pertengahan dua penyakit kardiovaskular, depresi, kelelahan,
puluhan, secara mental, emosional dan sosial, kecemasan, kegelisahan, kurangnya kepuasan
paparan mereka terhadap bahaya psikososial kerja dan berkurangnya kesejahteraan.
dapat sangat berbahaya. Lingkungan kerja yang stres dan kurang
terorganisir serta kepemimpinan yang buruk
Bahaya psikososial biasanya dibagi menjadi menciptakan iklim kerja yang negatif, yang
dua kelompok utama: juga meningkatkan risiko perundungan.
Keseimbangan kerja-hidup yang buruk juga
• Konten pekerjaan: kondisi kerja, misalnya, umum terjadi di kalangan pekerja muda, yang
desain tugas; beban kerja dan kecepatan sebagian diakibatkan kecenderungan mereka
kerja; jadwal kerja. menerima kerja berjadwal (shift), pekerjaan
• Konteks kerja: organisasi kerja dan musiman, kerja akhir pekan dan lembur (Kines
hubungan kerja termasuk, misalnya, et al., 2013).
budaya organisasi (budaya yang ada di
sekitar isu keselamatan), kepemimpinan
6 Menurut penelitian Nordik yang berjudul “Risiko
dan gaya manajemen, peran dalam keselamatan dan kesehatan kerja pekerja muda di
organisasi, peluang untuk pengembangan negara-negara Nordik”, tiga masalah telah menjadi fokus
karir, kekuatan dan kendali dalam perhatian dalam beberapa tahun terakhir: perundungan,
kesejahteraan, dan “kemampuan kerja”. Kemampuan
pengambilan keputusan, keseimbangan kerja mengacu pada keseimbangan antara sumber
kehidupan kerja; dan hubungan daya pekerja individu dan manajemen dan tuntutan
tempat kerja. Kesejahteraan dipengaruhi oleh faktor
interpersonal di tempat kerja (termasuk fisik, psikologis, organisasi dan psikososial, serta oleh
kekerasan di tempat kerja dan pelecehan). perubahan dalam masyarakat dan teknologi (Kines dll,
2013).

19
Pekerja muda di sektor
ekonomi berbahaya
Pekerja muda cenderung memiliki terlibat dalam bentuk pekerjaan yang tidak
keterampilan, pengalaman kerja dan daya standar,7 di mana sifat pekerjaannya kurang
tawar yang terbatas sehingga peluang stabil dan kurang terlindungi. Mereka
mereka pun kerap terbatas pada pekerjaan yang terlibat dalam pekerjaan sementara
tingkat pemula dan pekerjaan yang tidak cenderung memiliki akses terbatas terhadap
diinginkan karena berupah rendah, jam pelatihan dan pengembangan keterampilan
kerja berlebihan, kerja rentan dan bahaya. karena pekerjaan mereka hanya jangka
Situasi ini diperparah dengan tingkat pendek, dan mereka biasanya kurang
pengangguran muda yang saat ini tiga kali mendapat informasi tentang bahaya dan
lebih besar dibandingkan orang dewasa risiko di tempat kerja (EU-OSHA, 2007).
(ILO, 2018). Selain itu, sejumlah besar orang Mereka cenderung harus sering berganti
muda bekerja di perekonomian informal pekerjaan, dan akibatnya jarang memiliki
(78,7 persen pekerja berusia antara 15 dan waktu atau kesempatan untuk terbiasa
29), di mana mereka lebih rentan terhadap dengan aturan K3 sebelum mereka sudah
kecelakaan dan penyakit akibat kerja harus pindah dan beradaptasi lagi.
mengingat pekerjaan di sektor perekonomian
informal cenderung memberikan paparan
bahaya kerja yang signifikan bagi para
pekerjanya dengan perlindungan sosial yang
terbatas (ILO, 2017a). Dibandingkan pekerja
7 ILO mendefinisikan pekerjaan non-standar dalam empat
dewasa, pekerja muda lebih cenderung kategori pekerjaan: (a) Pekerjaan temporer (sebagai
lawan dari pekerjaan terbuka); (b) Pekerjaan paruh
waktu dan panggilan (sebagai lawan kerja penuh waktu);
(c) Hubungan kerja multi-pihak (sebagai lawan dari
hubungan langsung, bawahan dengan pengguna akhir);
(d) Pekerjaan terselubung/bergantung pada wirausaha
(bukan bagian dari hubungan kerja).

20
Kondisi kerja informal, tidak besar pekerja berketerampilan karena banyak tugas konstruksi
stabil dan bentuk kerja yang rendah. (ILO, 2017a). bersifat sangat berbahaya.
tidak standar ini berada di Sebagai contoh, pekerja
semua sektor ekonomi yang Manufaktur. Sejumlah besar terkadang menggunakan mesin
tercantum di bawah ini dan pekerja muda yang beralih ke dan material yang berbahaya,
meningkatkan kerentanan pasar kerja dipekerjakan di bekerja di ketinggian dan
pekerja muda. bidang manufaktur. Kendati terpapar zat berbahaya
terjadi penurunan dalam termasuk lingkungan kerja yang
Pertanian. Di seluruh dunia, persentase pangsa kerja di berdebu. Tingginya tingkat
49,3 persen remaja berusia bidang manufaktur di banyak kecelakaan dan penyakit
antara 15 dan 17 tahun terlibat kawasan, sektor ini masih akibat kerja juga dipengaruhi
dalam pekerjaan berbahaya mempekerjakan sejumlah karakteristik tertentu dari
dan sedang bekerja di bidang besar pekerja muda (misalnya, sektor konstruksi, seperti
pertanian (ILO, 2017b). pekerja muda mencapai 9,7 tingginya proporsi perusahaan
Pertanian dianggap sebagai persen dari semua pekerja di kecil dan rantai kontrak yang
salah satu sektor paling bidang manufaktur di Afrika semakin panjang; tempat kerja
berbahaya bagi pekerja dari dan 20,7 persen di Eropa Timur dengan multi pengusaha;
segala usia. Pekerja pertanian dan Tengah serta Asia Barat) tingginya angka keluar-masuk
memiliki tingkat kecelakaan (ILO, 2017a). Di banyak negara pekerja (turnover) dan besarnya
dan penyakit akibat kerja maju, manufaktur merupakan penggunaan pekerja yang
yang tinggi, karena mereka sektor dengan proporsi tidak berpengalaman, musiman
dihadapkan pada berbagai kecelakaan kerja tertinggi yang dan migran.
bahaya, termasuk bekerja melibatkan pekerja muda.
dengan mesin, kendaraan, Sektor manufaktur mencakup Penambangan dan galian.
peralatan dan hewan; berbagai industri, di antaranya Beban berat dan canggung,
kebisingan dan getaran yang adalah industri mobil, industri pekerjaan berat, struktur
berlebihan; tergelincir, limbung tekstil dan pakaian, industri bawah tanah yang tidak
dan jatuh dari ketinggian; elektronik, industri kimia, stabil, peralatan berat, debu
kebutuhan untuk mengangkat industri metalurgi, industri dan bahan kimia beracun
beban berat dan melakukan makanan dan industri barang serta paparan terhadap
pekerjaan berulang dan konsumsi. Industri-industri panas dan dingin yang
pekerjaan yang membutuhkan ini menghadirkan banyak ekstrem membuat industri
posisi canggung yang bahaya keselamatan dan ini berbahaya bagi semua
menghasilkan MSD; paparan kesehatan bagi para pekerja, pekerja, namun khususnya bagi
debu dan zat organik lainnya, seperti penggunaan bahan pekerja muda. Bekerja dalam
bahan kimia, dan agen/zat kimia, mesin, kendaraan dan industri ini dapat berbahaya
infektif; dan kondisi kerja peralatan listrik serta bahaya secara psikologis, mengingat
lainnya yang berkarakteristik fisik, seperti ventilasi yang tidak penambangan sering terjadi
lingkungan pedesaan, seperti memadai, tingkat kebisingan di daerah terpencil di mana
paparan matahari, suhu yang tinggi, suhu yang tinggi hukum, sekolah dan layanan
ekstrim dan cuaca buruk. dan pencahayaan yang buruk. sosial sangat terbatas, dan di
Kendati pekerjaan di bidang mana dukungan keluarga dan
pertanian dilakukan secara Konstruksi. Sektor ini menarik masyarakat mungkin tidak ada
turun-menurun baik bagi semakin banyak pekerja muda (IPEC, 2011). Untuk alasan ini,
pekerja muda maupun pekerja di kawasan yang sedang penambangan dan penggalian
yang lebih tua, pertanian tetap berkembang dan baru muncul secara umum dianggap
menjadi sumber pekerjaan (Afrika, Asia dan Pasifik, sebagai bentuk pekerjaan
utama kaum muda di daerah- Amerika Latin dan Karibia) (ILO, untuk anak yang berbahaya
daerah berkembang di seluruh 2017a). Banyak negara telah sehingga anak-anak dilarang
dunia. Di negara-negara melarang mempekerjakan bekerja di sektor ini hingga
maju, pertanian banyak anak-anak di lokasi konstruksi, mereka berusia 18 tahun.
menggunakan mesin dan namun pekerjaan yang
mempekerjakan relatif sedikit berbahaya untuk anak di sektor Jasa. Sektor jasa, yang
orang; sedangkan di negara- konstruksi tetap meluas (IPEC, mencakup subsektor layanan
negara berkembang, sebagian 2011). Konstruksi memiliki salah penjamuan (hospitality),
besar masih menggunakan satu tingkat kecelakaan dan kesehatan dan sosial,
teknologi rendah dan penyakit akibat kerja tertinggi mempekerjakan semakin
mempekerjakan sejumlah di semua industri, terutama banyak pekerja muda di
seluruh dunia (ILO, 2017a).

21
Karakteristik utama dari sektor bar dan kasino); konsumsi umum yang dihadapi pekerja
ini adalah interaksi yang sering alkohol; serta kekerasan fisik rumah tangga adalah jam
dengan pelanggan, klien dan pelecehan (Kines dkk., kerja yang panjang dan isolasi.
dan pasien. Karakteristik ini 2013). Selain itu, mereka relatif “tidak
meningkatkan kemungkinan terlihat”, sebuah persoalan
pekerja terkena bahaya Layanan kesehatan dan yang menjadi perhatian pihak.
psikososial, termasuk sosial. Jumlah pekerjaan di Pekerjaan rumah tangga kerap
pelecehan verbal, ancaman, subsektor layanan kesehatan melibatkan beban berat,
perilaku yang mempermalukan, dan sosial telah meningkat paparan terhadap api dan
intimidasi dan perundungan, di seluruh dunia, dan pekerja kompor panas, penanganan
pelecehan, kekerasan fisik dan muda banyak terlibat dalam bahan kimia rumah tangga
perhatian seksual yang tidak pekerjaan ini. Subsektor ini dan penggunaan pisau tajam
diinginkan. Masalah kesehatan tumbuh di negara maju dan (IPEC, 2013). Para perempuan
mental dan MSD adalah salah berkembang (ILO, 2017a). muda dan migran yang bekerja
satu penyebab paling umum Petugas kesehatan sering sebagai pekerja rumah tangga
ketidakhadiran dari pekerjaan terpapar bahaya ergonomis umumnya sangat rentan
di sektor ini. dan psikososial, termasuk terhadap kekerasan dan
kekerasan di tempat kerja. pelecehan, yang diakibatkan
Penjamuan. Subsektor Mereka juga terkena bahaya kurangnya mekanisme
perhotelan, yang merupakan fisik, mekanis dan kimia, serta pelaporan, terbatasnya
bagian dari sektor jasa, juga bahaya biologis, termasuk perlindungan hukum dan sifat
mempekerjakan semakin darah, cairan tubuh, dan terisolasi dari pekerjaan. Para
banyak pekerja muda. kontaminasi udara yang dapat pekerja rumah tangga muda
Pekerja muda di sektor ini menyebabkan mereka terkena kerap harus meninggalkan
melakukan pekerjaan yang penyakit menular. peluang pendidikan, yang
menuntut pekerjaan secara menempatkan mereka pada
fisik dan psikologis, seringkali Pekerjaan Rumah Tangga.
Sebagian besar anak muda risiko bahaya yang lebih besar.
dengan tugas yang monoton
dan berulang dan tidak dipekerjakan dalam pekerjaan
memerlukan kreativitas atau rumah tangga dan pekerjaan
inisiatif. Bahaya dan risiko keluarga tanpa bayaran,
umum yang mungkin mereka terutama di negara-negara
hadapi termasuk berdiri dalam berkembang (ILO, 2016b).
jangka waktu lama; membawa Pekerjaan rumah tangga
beban berat; penggunaan masih terus dinilai rendah dan
mesin dan alat yang diatur secara buruk sehingga
berbahaya; risiko luka bakar, pekerja rumah tangga masih
alergi dan infeksi; pencahayaan harus bekerja berlebihan,
yang buruk (misalnya, di klub, berupah rendah dan tidak
terlindungi. Bahaya paling

22
23
Standar Perburuhan
Internasional yang melindungi
keselamatan dan kesehatan
pekerja muda

24
Standar K3 yang melindungi
pekerja muda

Hak atas keselamatan dan kesehatan di Komitmen ILO untuk mempromosikan


tempat kerja, diakui untuk semua pekerja, pekerjaan yang layak, aman dan sehat terlihat
termasuk pekerja muda dan dewasa. dalam pengembangan dan pembuatan lebih
Konstitusi ILO (1919) menetapkan prinsip dari 40 standar ketenagakerjaan internasional
bahwa semua pekerja harus dilindungi dari yang secara khusus menangani K3. Standar
penyakit dan kecelakaan yang timbul dari utama ILO tentang K3 menetapkan prinsip-
pekerjaan mereka. Prinsip ini ditegaskan prinsip penting yang memandu kebijakan,
kembali dalam Deklarasi Philadelphia (1944) sistem dan program K3 di tingkat nasional
dan deklarasi lain yang dibuat sesudahnya di dan perusahaan.
berbagai forum.8

STANDAR ILO Utama tentang K3


• Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 1981 (No. 155) dan Rekomendasi
(No. 164) yang menyertainya telah menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk kebijakan
dan strategi tingkat nasional dan perusahaan yang ditujukan untuk mempromosikan
keselamatan dan kesehatan kerja serta memperbaiki kondisi kerja. Konvensi juga
mendefinisikan tanggung jawab pengusaha, hak pekerja dan perwakilan mereka, dan
persyaratan mengenai informasi, pendidikan dan pelatihan. Protokol 2002 (No.155)
menggabungkan ketentuan khusus untuk pencatatan dan notifikasi kecelakaan dan
penyakit di tempat kerja.
• Konvensi Pelayanan Kesehatan Kerja, 1985 (No. 161) dan Rekomendasi (No. 171)
yang menyertainya menetapkan dibentuknya pelayanan kesehatan kerja di tingkat
perusahaan, yang bertanggungjawab untuk memberikan saran kepada pengusaha,
pekerja dan perwakilan mereka di perusahaan tentang pemeliharaan lingkungan kerja
yang aman dan sehat.
• Kerangka Promosi untuk Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 2006
(No. 187) dan Rekomendasi (No. 197) yang menyertainya mempromosikan budaya
pencegahan keselamatan dan kesehatan melalui pembuatan dan penerapan kebijakan
nasional, sistem dan program K3. Menurut Rekomendasi No. 197, sistem nasional harus
menerapkan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi semua pekerja, khususnya
pekerja di sektor-sektor berisiko tinggi dan kelompok-kelompok pekerja rentan seperti
pekerja ekonomi informal, pekerja migran dan muda. Rekomendasi tersebut juga
mempromosikan penggunaan pendekatan peka-jender ketika merancang sistem
nasional, sehingga memberikan perlindungan bagi perempuan dan laki-laki.

8 Deklarasi Seoul tentang Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja (2008), misalnya, menyatakan bahwa hak atas lingkungan
kerja yang aman dan sehat harus diakui sebagai hak asasi manusia yang mendasar, dan bukan hanya sebagai hak kerja.

25
Sementara Konvensi K3 ILO menyediakan • Konvensi Pemeriksaan Kesehatan
perlindungan bagi semua pekerja dari terhadap Orang Muda (Industri),
kecelakaan dan penyakit akibat kerja, 1946 (No. 77), Konvensi Pemeriksaan
sejumlah konvensi dan rekomendasi Kesehatan terhadap Orang Muda
menetapkan langkah-langkah perlindungan (Pekerjaan Non-Industri), 1946
khusus bagi pekerja muda. Daftar berikut (No. 78) dan Konvensi Pemeriksaan
memberikan beberapa contoh. Kesehatan terhadap Orang Muda
(Pekerjaan Bawah Tanah), 1965 (No.
• Konvensi Keselamatan dan Kesehatan 124) mengharuskan adanya pemeriksaan
di Pertanian, 2001 (No. 184) memiliki kesehatan pra-kerja bagi anak-anak dan
bagian tentang pekerja muda dan remaja di bawah usia 18 tahun guna
pekerjaan berbahaya, dan menyatakan memastikan kesesuaian/kebugaran
dalam Pasal 16 bahwa usia minimum untuk mereka atas pekerjaan yang dimaksud,
bekerja di sektor pertanian, mengingat dan mewajibkan adanya pemantauan
sifat atau keadaan pekerjaannya yang kesehatan hingga pekerja mencapai
dapat membahayakan keselamatan dan usia 18 tahun. Persyaratan diperpanjang
kesehatan orang muda, tidak kurang dari hingga usia 21 tahun untuk pekerjaan
18 tahun (pengecualian dapat diizinkan yang melibatkan risiko kesehatan yang
untuk usia 16 tahun dengan persyaratan tinggi. Lebih lanjut, Rekomendasi
ketat).9 Rekomendasi (No. 192) yang Pemeriksaan Kesehatan terhadap Orang
menyertainya menetapkan adopsi Muda, 1946 (No. 79), mengakui bahwa
tindakan pemantauan kesehatan bagi perlindungan masih diperlukan di atas
pekerja muda (Para. 4.3). usia 18 tahun seperti pada kebanyakan
• Rekomendasi Konstruksi, 1988 kasus mengingat tahap perkembangan
(No. 175) menetapkan usia minimum remaja tidak berakhir pada usia 18 tahun
(sebagaimana ditentukan oleh undang- (Paragraf 7).10
undang atau peraturan nasional) untuk • Rekomendasi Fasilitas Kesejahteraan,
pengemudi dan operator alat angkat 1956 (No. 102), Paragraf 16 (1)
(Para. 29). menyatakan bahwa semua pekerja,
• Rekomendasi Asbestos, 1986 (No. 172) khususnya perempuan dan pekerja muda,
mengharuskan adanya perhatian khusus dalam melakukan pekerjaan mereka
pada pekerjaan yang dilakukan orang- diberi kesempatan untuk duduk tanpa
orang muda yang berusia kurang dari 18 merugikan pekerjaan mereka sehingga
tahun dalam kegiatan yang melibatkan kursi harus disediakan dan dipelihara
risiko paparan terhadap asbes (Para. 1.3) untuk digunakan.

• Rekomendasi untuk Kondisi Kerja Konvensi ILO lainnya menyediakan


Orang Muda (Pekerjaan Bawah Tanah), perlindungan terhadap keselamatan,
1965 (No. 125) menyerukan adopsi kesehatan dan kesejahteraan orang muda.
tindakan yang dirancang untuk menjaga Ketentuan-ketentuan ini harus ditemukan
kehidupan dan kesehatan orang muda dalam instrumen tentang pengawasan
yang dipekerjakan atau bekerja di tenaga kerja, jam kerja, istirahat mingguan,
tambang bawah tanah. cuti dibayar dan kerja malam. Juga terdapat
ketentuan khusus lebih lanjut untuk pekerja
muda di konvensi perlindungan pelaut muda
dan konvensi tentang perikanan dan kerja
pelabuhan.

10 Menurut Rekomendasi Pemeriksaan Kesehatan terhadap


9 Pasal 16 (3) menyatakan bahwa undang-undang atau Orang Muda, 1946 (No. 79), sangat disarankan untuk
peraturan nasional atau otoritas yang berwenang dapat, memperpanjang batas usia bagi pemeriksaan medis wajib
setelah berkonsultasi dengan organisasi perwakilan untuk setidaknya hingga usia 21 tahun bagi semua pekerja
pengusaha dan pekerja terkait, mengesahkan tugas muda yang dipekerjakan di industri atau pekerjaan non-
pekerjaan yang disebutkan dalam paragraf tersebut industri. Perluasan ini harus berlaku untuk, tetapi tidak
sejak usia 16 tahun dengan syarat yang sesuai dengan terbatas pada, semua pekerjaan pertambangan, semua
memberikan pelatihan sebelumnya dan keselamatan dan pekerjaan di rumah sakit, dan pekerjaan hiburan publik
kesehatan pekerja muda sepenuhnya dilindungi. seperti menari dan akrobat.

26
Standar dasar yang berkaitan
dengan penghapusan pekerja anak

Seorang pekerja muda di bawah usia 18 pekerjaan ini dianggap sebagai prioritas
tahun masih dianggap sebagai anak-anak mendesak untuk tindakan nasional dan
dan dilindungi oleh peraturan pekerja internasional. Konvensi ini mewajibkan
anak (IPEC, 2011). Sebagian besar negara, otoritas nasional yang berwenang,
dipandu oleh standar ILO, telah mengadopsi berkonsultasi dengan organisasi pengusaha
undang-undang dan pekerja, membuat
untuk melarang daftar kerja yang
atau menempatkan Berkat upaya global terpadu untuk berbahaya, dan bahwa
pembatasan berat dalam membuat
pada perekrutan anak
menghapuskan pekerjaan berbahaya daftar jenis pekerjaan
dan pekerja anak. untuk anak, jumlah anak usia 15 berbahaya, mereka
hingga 17 tahun dalam pekerjaan mempertimbangkan
Konvensi Usia jenis pekerjaan
berbahaya menurun dari 47,5 juta
Minimum, 1973 (No. berbahaya yang
138) menentukan pada 2012 menjadi 37,15 juta pada
dirujuk dalam
usia minimum untuk 2016. Namun, 42 persen remaja Rekomendasi Terkait
bekerja di berbagai berusia antara 15 dan 17 tahun Bentuk-bentuk
jenis pekerjaan dan di yang bekerja masih terlibat dalam Pekerjaan Terburuk
negara-negara yang untuk Anak (No. 190).
menunjukkan tingkat pekerjaan berbahaya pada 2016,
Ini termasuk:
pembangunan yang yang merupakan sekitar 25 persen
berbeda. Pasal 3 dari dari semua anak yang terlibat dalam • pekerjaan yang
Konvensi No. 138 pekerja anak. (ILO, 2017b). membuat anak-anak
menetapkan bahwa terpapar kekerasan
usia minimum untuk fisik, emosional atau
semua jenis pekerjaan seksual;
atau pekerjaan yang berdasarkan sifat atau
keadaannya jika dilaksanakan kemungkinan • pekerjaan yang terjadi di bawah tanah, di
akan membahayakan kesehatan, keselamatan bawah air, di ketinggian yang berbahaya
atau moral orang muda tidak boleh kurang atau di ruang tertutup;
dari 18 tahun; Pasal ini memasukkan • bekerja dengan mesin, perlengkapan, dan
beberapa pengecualian. Namun, Konvensi peralatan berbahaya, atau pekerjaan yang
No. 138 tidak membahas perlunya melibatkan penanganan manual atau
peningkatan perlindungan pekerja berusia 18 pengangkutan muatan berat;
tahun ke atas.
• bekerja di lingkungan yang tidak sehat,
Konvensi Bentuk-bentuk Pekerjaan yang dapat, misalnya, memaparkan
Terburuk untuk Anak, 1999 (No.182) anak-anak terhadap bahan, agen/zat atau
termasuk pekerjaan berbahaya sebagai proses yang berbahaya, atau suhu, tingkat
salah satu dari empat bentuk pekerjaan kebisingan atau getaran yang merusak
terburuk untuk anak,11 di mana penghapusan kesehatan mereka; dan
• bekerja di bawah kondisi yang sangat
11 Pasal 3 Konvensi No. 182 mendefinisikan bentuk-bentuk sulit, seperti bekerja berjam-jam atau
pekerjaan terburuk untuk anak dan termasuk di bawah
sub-paragraf (d) pekerjaan yang, karena sifat atau keadaan pada malam hari, atau bekerja yang tidak
di mana pekerjaan itu dilakukan, kemungkinan akan memungkinkan untuk pulang ke rumah
membahayakan kesehatan, keselamatan atau moral
anak-anak. Jenis pekerjaan yang mengacu pada Pasal 3
setiap hari.
(d) harus ditentukan oleh undang-undang atau peraturan
nasional atau oleh otoritas setelah berkonsultasi dengan
organisasi pengusaha dan pekerja terkait, dengan
mempertimbangkan standar internasional yang relevan.

27
Kerangka kerja untuk
aksi nasional dan regional
mengenai K3 bagi pekerja
muda

Tujuan meningkatkan K3 bagi pekerja muda hanya dapat dicapai melalui upaya terpadu dari
banyak aktor yang berbeda, termasuk lembaga pemerintah, pengusaha dan pekerja dan
organisasi mereka, masyarakat sipil, dan yang lebih penting, kaum muda dan organisasi mereka.
Tanggapan yang efektif terhadap tantangan meningkatkan K3 bagi pekerja muda harus, oleh
karena itu, terfokus pada setidaknya lima bidang utama:

28
ulan M
me enge
mp
gu ner
ap mba
p en ka
ik
i
ta n ng
ba da ke pe
bi

ka tura
ja r

n
pe
ka

da n da
em

ni
n
M

ekerja
as
Mempe

a p a s it
dan p

d an p
tah,
un k
rkua

ng merin
ene

ang
t ad

ha
litia

u sa
e
b
vo

p
em
n
k

M
as

pe
i

M en la m
garusutamakan K3 da
pendidikan

• Memperbaiki pengumpulan dan analisis pekerja dan organisasi mereka untuk


data dan informasi tentang K3 dan memenuhi kebutuhan K3 pekerja muda;
pekerja muda;
• Mengintegrasikan K3 ke dalam
• Mengembangkan, memperbarui dan pendidikan umum dan program pelatihan
menerapkan hukum, peraturan, kebijakan, kejuruan sehingga dapat membangun
dan pedoman untuk lebih melindungi generasi pekerja yang lebih aman dan
keselamatan dan kesehatan pekerja lebih sehat; dan
muda;
• Memperkuat advokasi, kesadaran dan
• Meningkatkan kapasitas yang bertujuan penelitian tentang kerentanan pekerja
membantu pemerintah, pengusaha, muda terhadap bahaya dan risiko K3.

Tindakan ILO terfokus pada K3 untuk Pekerja Muda


Pada 2015, ILO meluncurkan program peningkatan kinerja di empat bidang
unggulan K3 berjudul “Keselamatan strategis: (1) Data dan Informasi K3; (2)
dan Kesehatan Kerja - Aksi Global untuk Hukum dan Kebijakan K3; (3) Kapasitas
Pencegahan (OSH GAP)” dengan tujuan K3; dan (4) Pengetahuan dan Kesadaran
mengurangi insiden kematian, cedera, dan K3.
penyakit terkait kerja dan mempromosikan
• Proyek Youth4OSH menargetkan
budaya pencegahan. Dua dari proyek awal
pekerja muda dan pengusaha muda
dalam OSH GAP menargetkan peningkatan
yang terlibat dalam rantai pasokan
K3 untuk pekerja muda.
global di Indonesia, Myanmar,
• Proyek SafeYouth@Work (didanai Filipina dan Vietnam. Proyek ini
Departemen Tenaga Kerja AS) bertujuan melibatkan pengembangan dan
untuk meningkatkan kondisi kerja bagi pengujian berbagai alat dan strategi
pekerja muda melalui peningkatan untuk meningkatkan kesadaran akan
kapasitas nasional, dan bertujuan keselamatan di tempat kerja dan
mempromosikan budaya keselamatan menghasilkan permintaan publik yang
dan kesehatan pencegahan yang lebih kuat untuk meningkatkan sistem
berkelanjutan. Hal ini didasarkan pada K3 nasional.

29
Memperbaiki pengumpulan dan
analisis data dan informasi tentang
K3 dan pekerja muda
Pengembangan sistem K3 yang efektif dengan pekerja tersebut. Data juga dapat
di tingkat nasional dan perusahaan mendorong permintaan terhadap kebijakan
membutuhkan data yang dapat diandalkan dan program yang sangat dibutuhkan,
tentang keselamatan dan kesehatan kerja. seperti program yang mengintegrasikan
Kesulitan dalam mengumpulkan data K3 K3 ke dalma pendidikan dan pelatihan
yang akurat, sebanding dan tepat waktu keterampilan, atau program yang bertujuan
akan mengganggu analisis ruang lingkup, untuk menentukan kebutuhan pekerja muda
sifat, penyebab dan dampak kecelakaan seraya mengembangkan sistem manajemen
serta penyakit akibat kerja. Upaya untuk K3 tempat kerja.
memperbaiki kondisi K3 di tingkat nasional
dan perusahaan dapat salah sasaran atau Pada Hari Keselamatan dan Kesehatan
salah diterapkan jika data yang tepat waktu, Kerja se-Dunia tahun 2017, ILO menyoroti
akurat dan komprehensif tidak tersedia. kebutuhan mendesak untuk meningkatkan
Akibatnya, pengumpulan dan analisis pengumpulan dan analisis data K3 nasional.
data yang efektif sangat penting untuk Perangkat (Toolkit) ILO memuat sumber
mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, daya dan informasi yang berguna yang
sektor berbahaya dan kelompok pekerja yang menegaskan kebutuhan data K3 dan
rentan. mendukung negara-negara anggota
dalam upaya mereka mengoptimalkan
Data juga penting untuk pengembangan pengumpulan dan penggunaan data K3.
langkah-langkah pencegahan yang relevan
dan efektif. Data yang baik tentang K3 Pemerintah bertanggungjawab untuk
menetapkan dasar bukti untuk menetapkan mengembangkan dan menerapkan sistem
prioritas dan mengukur kemajuan. Ini menjadi nasional terkait notifikasi dan pencatatan
sangat penting dalam mengembangkan dan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
menerapkan kebijakan, strategi dan program Sistem yang efektif harus menyediakan data
yang menangani kerentanan pekerja muda yang tepat waktu, komprehensif dan dapat
terhadap risiko K3. Data K3 yang dapat diandalkan tentang insiden kecelakaan
diandalkan tentang pekerja muda juga dan penyakit akibat kerja. Sistem ini harus
penting untuk mengembangkan langkah- mencakup semua sektor, perusahaan
langkah pencegahan yang disesuaikan dan pekerja, tanpa memandang status
kerjanya. Pekerja muda kerap terlibat dalam

Sistem Data K3 Nasional khusus untuk notifikasi kecelakaan dan


penyakit akibat kerja oleh pengusaha,
lembaga asuransi, layanan kesehatan kerja,
Langkah pertama dalam mengembangkan rumah sakit, penyedia layanan kesehatan
sistem pemberitahuan dan pelaporan lainnya dan entitas lain yang mengumpulkan
nasional adalah penilaian semua data K3 data tersebut. Di banyak negara, beberapa
yang relevan, yang seringkali disimpan di sektor ekonomi tidak memiliki sistem
berbagai Otoritas K3 nasional, kesehatan notifikasi dan pencatatan, dan tidak semua
dan asuransi sosial. Pemerintah juga harus pengusaha dan pekerja dimasukkan ke
menetapkan dan menerapkan prosedur dalam sistem tersebut.

30
pekerjaan informal dan pekerjaan temporer, Pekerja dapat memberikan informasi
dua kategori ini sering tidak dicakup oleh tentang status kesehatan individu dan rekan
notifikasi dan sistem pencatatan nasional. kerja mereka. Pekerja memiliki banyak
Juga dikecualikan di banyak negara adalah keuntungan dari program yang sukses dan
sektor-sektor seperti layanan domestik mereka yang paling dirugikan jika program
dan sektor pertanian yang mempekerjakan ini gagal. Mereka juga cenderung lebih
sejumlah besar pekerja muda. Dengan tahu tentang potensi bahaya yang terkait
menggunakan data yang dihasilkan dari dengan pekerjaan mereka. Informasi pekerja,
sistem notifikasi dan pencatatan nasional oleh karena itu, sering berfungsi sebagai
tersebut, pemerintah harus secara teratur sistem peringatan dini yang memungkinkan
memublikasikan statistik nasional yang dipilah pengusaha untuk mengambil tindakan
berdasarkan umur, jenis kelamin, status perbaikan sebelum kondisi tempat kerja
migrasi dan sektor; mengembangkan strategi yang berbahaya mengakibatkan pekerja
dan tindakan pencegahan K3; dan merancang mengalami kecelakaan atau penyakit yang
skema kompensasi pekerja yang tepat dan dapat dicatat.
efektif.
Pekerja muda, terutama, harus didorong
Pengusaha bertanggungjawab untuk untuk berpartisipasi dalam pelaporan
mencatat kecelakaan dan penyakit kecelakaan di tempat kerja termasuk insiden
akibat kerja dan menginformasikan pihak dan insiden yang nyaris terjadi di tempat
berwenang. Pengusaha yang gagal mematuhi kerja. Tanpa dorongan dan kepastian, para
persyaratan pencatatan ini harus diberikan pekerja muda kerap enggan berbicara
sanksi yang tepat, karena ketidakpatuhan tentang kecelakaan di tempat kerja
mereka merusak fungsi sistem K3 nasional karena takut pengusaha akan melakukan
secara keseluruhan. Pemerintah dan hal yang merugikan mereka. Persepsi ini
organisasi pengusaha harus memastikan membahayakan kontribusi penting yang
bahwa pengusaha memiliki akses atas dapat mereka lakukan terhadap tindakan K3.
panduan yang jelas tentang cara memenuhi Semua pekerja harus memahami pentingnya
persyaratan penting ini, dan untuk pelatihan. melaporkan kecelakaan dan penyakit
Pedoman ini harus memberikan panduan akibat kerja kepada pengusaha dan dapat
yang berkaitan dengan tingkat perusahaan, melakukannya tanpa harus menghadapi
sektoral dan nasional. tindakan disipliner.

EC-ULAT: Sebuah kerja serta memberikan tanggapan


langsung terhadap pertanyaan melalui
Sistem Pelaporan sistem inovatif yang memungkinkan tidak
hanya pengusaha, tetapi juga pekerja dan
Kecelakaan Kerja di masyarakat, untuk melaporkan kecelakaan
yang mereka saksikan. Setiap orang
Filipina didorong untuk melaporkan kecelakaan
kerja dengan menggunakan halaman situs
Di Wilayah VI Filipina (Visayas Barat), ec-ulat.me atau mengirimkan pesan singkat
Departemen Tenaga Kerja dan ke nomor telepon yang dibuat khusus
Ketenagakerjaan (DOLE) dan Komisi untuk tujuan ini. Ketika laporan kecelakaan
Kompensasi Karyawan (ECC) melakukan uji kerja diajukan, petugas regional ECC
coba “EC-Ulat: sebuah Sistem Pelaporan memvalidasi laporan dengan DOLE dan
Kecelakaan Kerja”. Tujuan dari sistem Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja
pelaporan ini adalah meningkatkan (OSHC) dan mengambil tindakan yang
notifikasi dan pencatatan kecelakaan tepat.

31
Membuat, memperbarui dan
menerapkan hukum, peraturan,
kebijakan, dan pedoman untuk
lebih melindungi keselamatan dan
kesehatan pekerja muda
Konvensi ILO No. 187 menyerukan kepada budaya pencegahan keselamatan dan
pemerintah, berkonsultasi dengan organisasi kesehatan nasional yang mencakup informasi,
pengusaha dan pekerja, untuk merumuskan konsultasi dan pelatihan. Area prioritas untuk
kebijakan nasional dalam mempromosikan tindakan harus diidentifikasi dan ditangani
prinsip-prinsip K3 dasar. Kebijakan tersebut ketika membuat kebijakan tersebut. Perhatian
harus menyediakan penilaian risiko atau yang cermat harus diberikan kepada pekerja
bahaya pekerjaan, memerangi risiko atau yang berisiko tinggi, seperti pekerja muda.
bahaya di tempat kerja, dan pengembangan

Strategi SPANYOL dan kesehatan bagi pekerja muda dan


identifikasi serta pertukaran praktik-praktik
dalam K3 untuk 2015- yang baik (INSHT, 2015). Untuk mendukung
strategi ini, Konfederasi Pengusaha
2020 Navarra (Confederación de Empresarios de
Navarra/CEN) membuat sebuah panduan
Strategi Spanyol dalam K3 untuk 2015- untuk membantu pengusaha dengan
2020 mengakui bahwa tingkat kecelakaan manajemen K3 dan pencegahan risiko
kerja di kalangan pekerja muda lebih tinggi bagi semua pekerja muda di usaha kecil
dibandingkan pekerja lain. Strategi Spanyol dan menengah. Panduan ini menjelaskan
memprioritaskan promosi keselamatan persyaratan khusus bagi pekerja di bawah
usia 18 tahun (CEN, 2015).

Hukum dan peraturan harus mencerminkan terlibat dalam pekerja anak masuk dalam
standar internasional untuk meningkatkan kategori ini. Salah satu cara untuk mencapai
K3 dan menghapuskan pekerja anak. Hampir tujuan menghapuskan pekerjaan berbahaya
semua negara anggota ILO telah meratifikasi dan melindungi kesehatan, keselamatan
Konvensi No. 182, yang mengharuskan dan moral anak adalah menetapkan
mereka “mengambil tindakan segera dan sistem K3 tingkat nasional dan perusahaan
efektif untuk memastikan pelarangan dan yang berfungsi dengan baik. Negara-
penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan negara Anggota telah berkomitmen untuk
terburuk untuk anak sebagai masalah yang mengidentifikasi jenis pekerjaan yang tidak
mendesak” (Pasal 1). Konvensi ini memuat dapat dilakukan anak-anak di bawah usia 18
empat bentuk pekerjaan terburuk untuk harus karena kemungkinan sifat atau keadaan
anak. Butir keempat dalam daftar ini adalah pekerjaan tersebut akan membahayakan
“pekerjaan yang, berdasarkan sifat atau kesehatan, keselamatan atau moral mereka.
keadaan di mana pekerjaan dilakukan, Identifikasi jenis pekerjaan ini menghasilkan
kemungkinan akan membahayakan daftar bentuk-bentuk pekerjaan yang
kesehatan, keselamatan atau moral anak- berbahaya untuk anak.
anak.” Sebagian besar anak-anak yang

32
Database NATLEX ILO tentang Perhatian terhadap keselamatan dan
ketenagakerjaan nasional, jaminan sosial dan kesehatan pekerja muda seharusnya tidak
undang-undang hak asasi manusia terkait terbatas pada orang muda di bawah usia 18
yang belum lama ini menambahkan kategori tahun; ini harus diperluas ke semua pekerja
pencarian untuk “pekerjaan untuk anak yang muda. Ini juga harus dinyatakan dalam
berbahaya”.12 Ini memungkinkan pengguna hukum, peraturan dan kebijakan nasional
dengan cepat menemukan standar nasional yang membahas faktor-faktor risiko yang
di bidang ini dan referensi hukum terkait. menyebabkan pekerja muda menderita
kerugian dari bahaya di tempat kerja.13

Instrumen Keselamatan melakukan penilaian pekerjaan sebelum


memperkenalkan anak-anak dan remaja
Dan Kesehatan Kerja ke tempat kerja; menentukan sifat, derajat
dan durasi paparan terhadap risiko; dan
Masyarakat Andean mengadopsi langkah-langkah pencegahan
yang diperlukan untuk mengatasi risiko di
(2004) tempat kerja. Pengusaha harus memberikan
pemeriksaan kesehatan sebelum dan
Instrumen Keselamatan dan Kesehatan sesudah bekerja, serta secara berkala, untuk
Kerja Masyarakat Andean melarang anak-anak yang bekerja dan remaja. Ketika
mempekerjakan anak-anak dan remaja pekerja muda berusia di atas 18 tahun
untuk pekerjaan yang melibatkan kegiatan tetapi di bawah usia 21 tahun melakukan
yang tidak sehat atau berbahaya yang pekerjaan yang dianggap tidak sehat atau
dapat mempengaruhi perkembangan berbahaya, pemeriksaan kesehatan tahunan
fisik dan mental mereka. Perundang- harus dilakukan hingga pekerja mencapai
undangan nasional setiap Negara anggota usia 21 tahun. Spesialis kesehatan kerja
harus menetapkan usia minimum untuk harus melakukan pemeriksaan tersebut dan
bekerja dalam pekerjaan seperti di atas; hasilnya harus diberikan kepada orangtua
seharusnya tidak kurang dari 18 tahun. atau wali dari pekerja muda (Comunidad
Instrumen ini mengharuskan pengusaha Andina, 2004).

ILO Konvensi No. 155 mensyaratkan pelatihan awal pekerja baru. Konvensi juga
bahwa pengusaha menyediakan pekerja dan mensyaratkan bahwa negara-negara yang
perwakilan mereka pelatihan K3 yang sesuai. meratifikasi harus mengadopsi langkah-
Banyak negara memasukkan persyaratan langkah untuk mempromosikan inklusi
pelatihan dalam undang-undang K3 mereka, pendidikan K3 di semua tingkat pendidikan
seringkali dengan persyaratan khusus untuk dan pelatihan, termasuk pendidikan tinggi.

13 ILO telah mengembangkan Proses Tripartit untuk


Menentukan Pekerjaan Berbahaya untuk Anak untuk
membantu Negara anggota mengatur dan memfasilitasi
Konsultasi Tripartit yang akan menghasilkan daftar
pekerjaan berbahaya untuk anak yang baru atau yang
direvisi untuk negara tersebut. Panduan ini memberikan
petunjuk tentang bagaimana merencanakan dan
12 NATLEX mencakup lebih dari 88.000 catatan yang melaksanakan proses tersebut sehingga konsultasi tripartit
mencakup 196 negara dan lebih dari 160 wilayah dan dilaksanakan sesuai dengan Konvensi No. 138 dan No.
subdivisi. Catatan ini menyediakan teks lengkap atau 182. Ini juga menyediakan akses praktis dan mudah atas
abstrak dari undang-undang dan informasi kutipan, bahan rujukan yang akan membantu anggota tripartit dari
diindeks berdasarkan klasifikasi subyek. konsultasi dalam pertimbangan mereka.
33
UU Oklahoma otoritas negara untuk ketenagakerjaan
dan pendidikan menyediakan pelatihan
“Mengarusutamakan K3 keselamatan kerja di sekolah bagi siswa
di kelas 7 hingga 12 (yaitu, 12 hingga 18
Ke Dalam Pendidikan” tahun siswa). Negara Bagian Texas baru-
baru ini mengeluarkan undang-undang
Di Amerika Serikat, Oklahoma adalah serupa dan dua negara bagian lainnya,
negara pertama yang mengesahkan California dan Arkansas, saat ini sedang
sebuah UU “mengarusutamakan K3 ke mempertimbangkan undang-undang yang
dalam pendidikan” (2015) yang meminta mencontoh undang-undang Oklahoma
tersebut.

Peraturan K3 harus melindungi kesehatan fisik Pengawasan ketenagakerjaan memiliki peran


dan mental semua pekerja, termasuk banyak penting untuk dimainkan dalam melindungi
anak muda yang bekerja di perekonomian keselamatan dan kesehatan pekerja muda.
informal. Memperluas perlindungan hukum Fungsi pengawasan ketenagakerjaan
K3 untuk mencakup pekerja di perekonomian meliputi penegakan hukum dan peraturan
informal menjadi cara penting untuk K3; penyediaan informasi teknis dan saran
melindungi para pekerja muda, seperti tentang kepatuhan, bagi pengusaha
juga strategi untuk mempromosikan transisi dan pekerja; dan identifikasi cacat atau
dari pekerjaan informal ke formal. Ketika pelanggaran yang tidak secara khusus
membahas tantangan yang disajikan oleh dicakup oleh undang-undang yang ada.
perekonomian informal, Negara-negara Inisiatif oleh inspektorat ketenagakerjaan
anggota dan mitra sosial dapat dipandu oleh yang menargetkan pekerja anak dan
Rekomendasi untuk Transisi dari Ekonomi keselamatan dan kesehatan pekerja muda
Informal ke Ekonomi Formal (No. 204) ILO, dalam pekerjaan dan sektor yang sangat
yang diadopsi pada 2015. berbahaya dapat sangat efektif dalam
meningkatkan kesehatan dan keselamatan
pekerja muda.

Razia Pengawasan Tujuan dari razia ini adalah untuk:


• memastikan bahwa pemberi kerja
Ketenagakerjaan di menginformasikan pekerja baru dan
muda tentang bahaya di tempat kerja.
Ontario (Kanada)
• meningkatkan kesadaran di antara para
pekerja baru dan muda tentang hak-hak
Antara Juli dan September 2016, Pengawas
dan tanggung jawab K3 mereka.
Ketenagakerjaan di Ontario melakukan
“razia penegakan” di sektor industri, • mendorong pengusaha untuk
dengan fokus pada pekerja muda antara mengidentifikasi dan mengendalikan
usia 14 dan 24 tahun dan pekerja baru yang bahaya, terutama yang mempengaruhi
telah bekerja selama kurang dari enam pekerja muda.
bulan (Kementerian Keternagakerjaan
• mengatasi dan memperbaiki
Ontario, 2016).
ketidakpatuhan terhadap undang-
undang dan peraturan K3.

34
Tanggung jawab akhir untuk mematuhi K3 dibentuk dan perwakilan K3 pekerja
undang-undang dan peraturan K3 terletak ditunjuk. Pengusaha harus memastikan
pada pemberi kerja. Ini adalah tugas bahwa faktor risiko khusus untuk pekerja
mereka untuk menjaga keselamatan dan muda diakui dan ditangani oleh sistem dan
kesehatan pekerja mereka. Banyak kerangka praktik manajemen tersebut. Pekerja muda
kerja hukum K3 mengharuskan pengusaha juga harus secara khusus dimasukkan dalam
mengadopsi sistem dan praktik manajemen mekanisme konsultasi dan kerjasama pekerja
K3 yang mencakup kegiatan yang ditujukan dalam K3.
untuk pencegahan, seperti penilaian dan
pengendalian risiko, pelatihan dan informasi Pemerintah dan lembaga nasional lainnya,
untuk pekerja, pemantauan kesehatan seperti organisasi pengusaha dan pekerja,
pekerja, perencanaan kedaruratan, investigasi harus membuat alat dan panduan untuk
kecelakaan, dan pencatatan dan notifikasi mempromosikan kepatuhan terhadap
kecelakaan dan penyakit di tempat kerja. persyaratan K3, memperbaiki kondisi kerja
Banyak negara juga telah memperkenalkan dan mencegah risiko di tempat kerja. Alat-
undang-undang yang mengharuskan komite alat ini harus mencakup fokus khusus pada
kebutuhan pekerja muda.

Panduan Praktik Terbaik menjelaskan apa yang harus dikatakan


pemberi kerja kepada pekerja
untuk Kerja Adil (Fair muda di awal hubungan kerja,
menekankan pentingnya kesehatan
Work) Australia dan keselamatan bagi pekerja muda,
dan menggarisbawahi pentingnya
Di Australia, Ombudsman Kerja memastikan bahwa tidak ada intimidasi
Adil (Ombudsman Fair Work) telah di tempat kerja (Fair Work Ombudsman,
menghasilkan dua panduan yang 2013);
menjelaskan praktik terbaik terkait dengan • Panduan untuk pekerja muda
pekerja muda: berfokus pada hak-hak pekerja muda,
• Panduan perusahaan untuk hak dan tanggung jawab di tempat
mempekerjakan pekerja muda kerja, dengan bagian khusus di K3
(Ombudsman Fair Work, 2017).

ILO juga telah membuat pedoman yang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
bertujuan membantu pengusaha dan Kerja (ILO-OSH 2001), misalnya berisi saran
pekerja melindungi remaja dari pekerjaan untuk lembaga nasional, pengusaha, pekerja
yang berbahaya untuk anak. Ini termasuk dan organisasi masing-masing, tentang cara
Buku Pegangan Pengusaha dan Pekerja menetapkan, menerapkan dan meningkatkan
tentang Pekerjaan Anak Berbahaya (2011) sistem manajemen K3 untuk mengurangi
dan Kerja selamat untuk Kaum Muda kecelakaan dan penyakit kerja bagi semua
(2009). Publikasi ILO lainnya memberikan pekerja.14
panduan yang lebih umum tentang cara
mempromosikan K3 untuk semua pekerja.
Publikasi berjudul Panduan tentang Sistem

14 ILO telah membuat alat yang praktis dan mudah


digunakan untuk penilaian dan manajemen risiko. Ini
termasuk A 5-Langkah panduan untuk pengusaha, pekerja
dan perwakilan mereka tentang melakukan penilaian risiko
di tempat kerja, dan Paket pelatihan tentang penilaian
dan manajemen risiko di tempat kerja untuk usaha kecil
dan menengah.

35
Peningkatan kapasitas
Capacity building aimedyang
at
bertujuan membantu pemerintah,
helping governments, employers,
workers and
pengusaha, their organizations
pekerja dan organisasi
address the OSH needs of young
mereka memenuhi
workerskebutuhan K3
pekerja muda
Sustainable progress on OSH for young workers all workers. Employers’ organizations have a critical role
requires more than just better data and laws and to play in helping their members acquire adequate skills
Kemajuan yang berkelanjutan
policies that address the needs terkait K3workers. It
of young andmuda dan
understand thedimasukkan
importance of riskke dalam pelatihan
management.
bagi pekerjarequires
muda membutuhkan
that lebih
all tripartite constituents and interested berkala dan berkelanjutan bagi semua
stakeholders participate in capacity building. Collaboration with workers is necessary for the elimina-
dari sekedar data dan undang-undang dan tionpekerja. Organisasi
of hazards, for the minimizingpengusaha memiliki
of risks and for the
kebijakan yang lebih
To fulfil baik
their duty yang workers’
to protect menjawab safety and peran penting untuk dimainkan dalam
improvement of working conditions. The collaboration
health, employers should, at minimum, be familiar should be with workers’ OSH representatives and OSH
kebutuhan para
with thepekerja
process ofmuda. Diperlukan
risk management and they should membantu
joint committees. In anggotanya
order to adequately mendapatkan
represent
partisipasi semua
be strongly konstituen
encouraged totripartit
implementdanOSH manage- keterampilan
young yang memadai
workers, OSH representatives need to be dan memahami
aware
ment systems that are tailored to their workplaces. of the risk factors that young workers face and they
pemangku kepentingan
They should identify dalam peningkatan
workplace hazards, assess the pentingnya
should manajemen
be provided with information and risiko.
guidance on
kapasitas. risks, account for specific worker vulnerabilities, iden- how to address the OSH vulnerabilities of young work-
tify situations of hazardous child labour and adopt ef- ers.Kolaborasi denganrecognize
Trade Unions increasingly pekerja the diperlukan
importance untuk
fective prevention and risk control measures. Findings of having young workers as members and the impor-
Untuk memenuhi tugas mereka dalam
from workplace risk assessments should be incorpo-
menghilangkan bahaya, meminimalkan
tance of involving them in the organization of campaigns
risiko
melindungi rated
keselamatan danforkesehatan
into OSH training all new and young work- anddan peningkatan
actions to promote their kondisi kerja.
rights at work, Kolaborasi
but consid-
ers and included in periodic and ongoing training for erable work remains to be done.
pekerja, pengusaha harus, minimal, ini harus dilakukan dengan perwakilan K3
terbiasa dengan proses manajemen risiko pekerja dan komite gabungan K3. Agar dapat
dan mereka harus sangat didorong untuk mewakili pekerja muda secara memadai,
menerapkan sistem manajemen K3 yang perwakilan K3 harus sadar akan faktor-faktor
disesuaikan
32
dengan tempat kerja mereka. risiko yang dihadapi para pekerja muda
Mereka harus mengidentifikasi bahaya di dan mereka harus diberikan informasi serta
tempat kerja, menilai risiko, menjelaskan panduan tentang cara mengatasi kerentanan
kerentanan pekerja tertentu, mengidentifikasi K3 pekerja muda. Serikat pekerja semakin
situasi pekerja anak yang berbahaya dan menyadari pentingnya memiliki pekerja muda
mengadopsi langkah-langkah pencegahan sebagai anggota dan pentingnya melibatkan
serta pengendalian risiko yang efektif. mereka dalam organisasi kampanye dan
Temuan-temuan dari penilaian risiko di tindakan untuk mempromosikan hak-hak
tempat kerja harus dimasukkan ke dalam mereka di tempat kerja, namun masih banyak
pelatihan K3 bagi semua pekerja baru dan pekerjaan yang harus dilakukan.

36
Pedoman Kongres peserta pelatihan lainnya lingkungan kerja
yang aman dan sehat, serta dukungan
Serikat Pekerja Wilayah dan bimbingan yang memadai. Buku
pedoman ini merekomendasikan sejumlah
Kerajaan Inggris pendekatan yang dapat diambil, seperti
mendorong pekerja muda dan peserta
Tentang Pemagangan magang untuk bergabung dengan serikat
pekerja; menjadikan isu pekerja muda
bagian dari agenda komite K3; memastikan
Di Inggris, Kongres Serikat Pekerja pekerja muda dilindungi dengan cara yang
(TUC) dan Dewan Pembelajaran dan sesuai hukum; memeriksa pekerja muda
Keterampilan (LSC) telah menghasilkan memiliki pendidikan yang diperlukan di
buku pegangan berjudul Pemagangan: K3, dapat mengakses pelatihan K3 yang
Panduan singkat untuk perwakilan berkelanjutan dan memiliki pengawasan
keselamatan serikat pekerja yang yang memadai; serta memastikan bahwa
memberi saran kepada perwakilan K3 perwakilan K3 dikonsultasikan mengenai
tentang bagaimana memastikan pemberi perekrutan dan penempatan pekerja muda
kerja menyediakan peserta magang dan (LSC & TUC, 2005).

Pemerintah, organisasi pengusaha dan serikat melalui berbagai saluran untuk meningkatkan
pekerja harus memainkan peran penting keterampilan dan pengetahuan pekerja
dalam mewujudkan K3 di perekonomian informal dan pedesaan mengenai K3
informal dan pedesaan, yang keduanya (termasuk pekerja muda). Karena ada
mempekerjakan sejumlah besar pekerja banyak anak perempuan yang bekerja di
muda dan pekerja anak, dan di mana kondisi sektor-sektor ini, pendekatan gender harus
kerja yang berbahaya sering ditemukan. diadopsi untuk memastikan bahwa anak-anak
Pelatihan dan informasi harus disediakan perempuan ini termasuk dalam pelatihan dan
inisiatif peningkatan kesadaran.

Manual Serikat Pekerja 2014, GAWU, bersama dengan Program


Internasional ILO tentang Penghapusan
Pertanian Umum Ghana Pekerja Anak (IPEC), menyusun manual
yang berjudul Menghapuskan Pekerjaan
Untuk Komunitas Cocoa Anak berbahaya dan Risiko Keselamatan,
Kesehatan dan Lingkungan - Manual
untuk Agen Perubahan dalam Komunitas
Serikat Pekerja Pertanian Umum Kakao di Ghana. Paket pelatihan yang
(GAWU) adalah organisasi pekerja dapat langsung digunakan ini ditujukan
petani dan pekerja pertanian terbesar bagi para petani dan mencakup diskusi
di Ghana. Keanggotaannya meluas ke tentang kerentanan anak-anak dan remaja
pekerja pertanian upah dan non-upah terhadap dampak pekerjaan berbahaya
di perusahaan formal dan masyarakat dalam pertanian kakao (IPEC & GAWU,
pedesaan, termasuk pekerja muda. Pada 2014).

37
Mengintegrasikan K3 ke dalam
pendidikan umum dan program
pelatihan kejuruan untuk
membangun generasi pekerja yang
lebih selamat dan lebih sehat
Kemajuan berkelanjutan menuju budaya konten pendidikan, tetapi juga pada tempat
pencegahan di tempat kerja memerlukan di mana pengajaran itu dilakukan. Murid
fokus pada pengembangan kapasitas bagi dan siswa muda dipanggil untuk memainkan
pekerja muda, yang mungkin termotivasi peran aktif dalam aspek yang berhubungan
untuk berkontribusi pada pengembangan dengan kesehatan dan keselamatan
langkah-langkah pencegahan. lingkungan sekolah mereka, sebagai bagian
dari pembelajaran mereka.
Mengintegrasikan keselamatan dan
kesehatan kerja ke dalam pendidikan umum Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan
dan kejuruan adalah cara yang sangat oleh Lembaga Penelitian dan Keselamatan
efektif untuk membangun kesadaran, Nasional Perancis untuk Pencegahan
pengetahuan dan keterampilan K3 di Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
kalangan pekerja muda dan pengusaha (INRS) menemukan bahwa untuk pekerja
muda. Karena generasi muda adalah masa muda yang menerima pengajaran K3
depan setiap masyarakat, dan penggerak di sekolah, tingkat kecelakaan kerja 50
perubahan budaya yang penting, informasi persen lebih rendah dibandingkan pekerja
dasar K3 harus diintegrasikan ke dalam muda yang tidak menerima (INRS, 2018).
kurikulum sekolah, pelatihan teknis dan Pendidikan K3 yang efektif memungkinkan
program pendidikan yang dikembangkan kaum muda untuk mengadopsi sikap
oleh organisasi masyarakat sipil. Ini akan dan perilaku yang berorientasi pada
membantu memastikan bahwa kaum muda pencegahan; mengembangkan keterampilan
sadar akan perlunya melindungi keselamatan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk
dan kesehatan mereka, dan bahwa mereka mengidentifikasi bahaya dan risiko; dan
sadar akan hak mereka untuk melakukannya. mengembangkan solusi K3 yang efektif,
terlepas apakah anak-anak muda ini di
Di beberapa negara, pendidikan dasar sekolah, bekerja atau berkontribusi terhadap
tentang pencegahan risiko dimasukkan ke masyarakat. Ada banyak contoh inisiatif
dalam kurikulum sekolah dasar. Di negara yang sangat baik yang mengintegrasikan
lainnya, para ahli sedang mengembangkan K3 ke dalam kurikulum sekolah, dan ini
pendekatan yang berfokus tidak hanya pada harus dilengkapi dengan penelitian yang
membahas dampak dan keefektifannya.

38
Contoh-Contoh Kegiatan-kegiatan yang digambarkan di
dalamnya menyoroti bahaya dan strategi
Alat Pendidikan dan pencegahan dari berbagai tempat kerja
di mana kaum muda dipekerjakan. Baru-
Pelatihan untuk Remaja baru ini, telah ditambahkan alat penilaian
yang mengukur pemahaman siswa tentang
ILO Convention No. 155 requires that employers new employees. The Convention also requires that
provide workers
keselamatan dan kesehatan di tempat
Pusat Kesehatan danand their representatives
Keselamatan Kerja with ap- ratifying states adopt measures to promote the inclu-
propriate training on OSH. Many countries include sionkerja,
of OSHdan siswa
education at allmenerima lencana
levels of education and digital
(CCOHS) Kanada, mengembangkan Alat
training requirements in their OSH legislation, often training,
jika including
merekahigher education.
lulus.
PengajaranwithKeselamatan
specific requirements+forKesehatan
the initial training of

untuk memberikan dukungan kepada Kemitraan California untuk Kesehatan dan


guru yang mendidik siswa mereka tentang Keselamatan Pekerja Muda menyatukan
bagaimana tetap sehat dan aman ketika lembaga pemerintah dan organisasi tingkat
memasukiThe Oklahoma “Mainstreaming (2015) requiring state labour and education authori-
dunia kerja. Isinya terutama tiesnegara
to providebagian
workplace yang mewakili
safety training pendidik,
in schools
OSH into Education”
ditujukan untuk siswa sekolah menengah Law for students in grades 7 through 12 (namely, 12 to
pengusaha,
18-year-old students).orangtua, pelatih
The State of Texas kerja dan
recently
dan sekunder, tetapi dapat dengan mudah pemangku
passed a similar law kepentingan lainnya.
and two additional states, Cali- Kemitraan
In the United States, Oklahoma was the first state to fornia and Arkansas, are currently considering legisla-
disesuaikan
passsehingga dapat
a “mainstreaming OSHberfungsi
into education” jugalaw ini telah mengembangkan strategi untuk
tion modelled on the Oklahoma’s law.
bagi khalayak yang lebih muda. melindungi kaum muda di tempat kerja.
Proyek-proyeknya termasuk Pusat Sumber
Lembaga Nasional Keselamatan dan
Daya Pekerja Muda di California, yang
Kesehatan Kerja (NIOSH) AS merancang
menyediakan informasi, pelatihan, materi
Youth@Work—Bicara
OSH legislation should Keselamatan
protect the physicaluntuk
and Labour inspection has a critical role to play in protect-
ingpendidikan,
the safety and healthbantuan teknis Labour
of young workers. dan rujukan
mengajar mental health of all workers, including the many
anak-anak muda dasar-dasar
young people working in the informal economy. inspectorate functions includemendidik
the enforcement of
untuk membantu kaum muda,
K3 denganExpanding
cara yang menyenangkan
OSH legal protections to cover workers in OSH laws and regulations; the provision of technical
the informal economy is an important way to protect pengusaha dan masyarakat
information and advice on compliance, for employ- tentang K3
dan menarik. Kurikulum gratis ini telah
young workers, as are strategies to promote the ers dan
and workers; and the identification of defects
perlindungan pekerja muda. Situsnya,
disesuaikan untuk
transition setiap
from informalnegara bagian diWhen
to formal employment. or abuses not specifically covered by existing laws.
addressing the challenges presented by the informal Youngworkers.org,
Initiatives by labour inspectorates memasukkan
targeting child informasi
Amerika Serikat sehingga konsisten dengan
economy, member States and social partners can be labour and the safety and health of young workers in
untuk remaja, orangtua, guru, pengajar
aturan danguided
peraturan
by the ILOpekerja anak
Transition from thesendiri.
Informal to very hazardous jobs and sectors can be very effective
the Formal Economy Recommendation (No. 204), pekerjaan
in enhancing danand
the health pengusaha.
safety of young workers.
adopted in 2015.

39
Pendekatan “Sekolah • aktif melibatkan staf dan murid dalam
manajemen keselamatan sekolah;
Menyeluruh” Uni Eropa • melatih dan melibatkan guru dalam
manajemen K3 di sekolah mereka,
Di Uni Eropa (UE), upaya telah dilakukan meningkatkan pemahaman mereka
untuk mengintegrasikan pendidikan K3 tentang K3 dan mengembangkan
ke dalam pendidikan umum. Misalnya, keterampilan praktis mereka. Ini
Strategi K3 Masyarakat Eropa 2002– membuat mereka lebih mampu
2006 memasukkan pendidikan tentang memberikan pendidikan resiko kepada
keselamatan dan kesehatan, seperti halnya murid;
strategi 2007–2012. Kerangka Kerja Strategi • mengembangkan pemahaman siswa
K3 Uni Eropa 2014–2020 menyatakan bahwa tentang K3 dan pentingnya K3 melalui
peningkatan kesadaran tentang K3 dimulai penggunaan contoh-contoh;
di sekolah.
• melibatkan siswa dalam mengidentifkasi
Laporan lembaga Eropa untuk Keselamatan bahaya dan mengusulkan solusi,
dan Kesehatan di Tempat Kerja (EU- mengembangkan keterampilan mereka
OSHA) yang berjudul Mengarusutamakan dan memberi mereka rasa kepemilikan
keselamatan dan kesehatan kerja ke berkenaan dengan aturan keselamatan
dalam pendidikan. Praktik yang baik di sekolah mereka;
sekolah dan pendidikan kejuruan (2004) • mengintegrasikan pendidikan risiko dan
memberikan ikhtisar komprehensif tentang keselamatan dan kesehatan sekolah
contoh praktik yang baik dari seluruh Eropa ke dalam semua kegiatan dan sistem
dan menguraikan langkah-langkah menuju sekolah, sehingga mereka menjadi
strategi sistematis yang bertujuan untuk bagian dari kehidupan sekolah dan
mengintegrasikan pendidikan K3 ke dalam bukan sekedar tambahan.
pendidikan di tingkat Eropa. Laporan
EU-OSHA yang berjudul Keselamatan EU-OSHA dan Konsorsium Napo telah
dan kesehatan kerja dan pendidikan: bekerja sama untuk menghasilkan
Pendekatan sekolah menyeluruh (2013), serangkaian perangkat pendidikan K3
menjelaskan pendekatan ini dan berisi bagi para guru, berjudul Napo untuk
beberapa studi kasus. guru. Perangkat ini bertujuan untuk
memperkenalkan topik kesehatan dan
Pendekatan “sekolah menyeluruh” untuk keselamatan kepada anak-anak sekolah
K3: dasar dengan cara yang edukatif
• menggabungkan pendidikan risiko dan namun menyenangkan dan imajinatif,
manajemen keselamatan dan kesehatan menggunakan film pendek Napo dan
di sekolah, baik untuk siswa maupun kegiatan kreatif.
staf; Pendidikan dan Pelatihan Keselamatan
• menyatukan pendidikan risiko, dan Kesehatan Kerja (ENETOSH)
pendidikan kesehatan, manajemen Jaringan Eropa menawarkan landasan
keselamatan dan konsep sekolah yang daring untuk berbagi pengetahuan
sehat’; tentang isu-isu mengenai pendidikan
dan pelatihan dalam K3. Tujuannya

40
adalah mengarusutamakan K3 ke dalam hal ini di situsnya. ENETOSH juga memiliki
pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan buletin tahunan yang berfokus pada topik.
gagasan bahwa keselamatan dan kesehatan
merupakan bagian tak terpisahkan dari Pada 2015, Program ERASMUS + dari Uni
pembelajaran sepanjang hayat, kerja Eropa (bekerja sama dengan ENETOSH
ENETOSH mencakup semua bidang dan EU-OSHA) meluncurkan Proyek MIND
pendidikan (mulai dari taman kanak- SAFETY – SAFETY MATTERS! untuk
kanak hingga sekolah menengah atas; menyediakan pendekatan pembelajaran
pendidikan dan pelatihan kejuruan awal; kolaboratif dan inklusif tentang K3. Proyek
pendidikan tinggi; dan pelatihan kejuruan ini bertujuan untuk membantu para guru
lanjutan). ENETOSH bekerja sama dengan dan remaja mengembangkan keterampilan
anggotanya untuk mengumpulkan dan dan pengetahuan mereka terkait dengan
menilai contoh praktik yang baik dan alat K3, dan ini termasuk landasan daring,
untuk pendidikan dan pelatihan di K3 (lihat panduan pengguna, dan materi lainnya.
contoh dan alat praktik yang baik) dan Mitra dari lima negara (Republik Ceko,
ENETOSH menyediakan informasi tentang Belanda, Portugal, Rumania dan Spanyol)
berpartisipasi dalam proyek ini.

41
Memperkuat advokasi,
kesadaran dan penelitian tentang
kerentanan pekerja muda
terhadap bahaya dan risiko K3
Dukungan yang berkelanjutan untuk wilayah penelitian K3. Lebih dari 20 persen
melakukan dan menyebarluaskan penelitian menganggap pekerja muda sebagai prioritas
K3 bagi pekerja muda sangat penting. tinggi untuk penelitian K3 (ILO, yang akan
Semakin banyak lembaga dan institusi K3 datang). Penelitian kesehatan cenderung
yang mempelajari pekerja muda. Menurut berkonsentrasi pada anak-anak kecil
survei ILO 2017 terhadap 78 badan, lembaga, dibandingkan remaja, di negara-negara maju
pusat penelitian dan universitas K3, 62,8 dibandingkan negara-negara berkembang,
persen menganggap pekerja muda sebagai dan di sekolah-sekolah dan kehidupan sosial
dibandingkan di tempat kerja.

Topik yang disarankan untuk penelitian masa depan


Pekerja muda dalam transisi dan risiko K3: Menganalisis hubungan antara peningkatan
risiko K3 dan “menjadi muda,” dengan mempertimbangkan fakta bahwa banyak anak muda
berada dalam transisi dari sekolah ke tempat kerja dan dari pemuda ke dewasa.
Sebuah pendekatan multi-dimensi dan komprehensif: Menjajaki cara-cara untuk
mengatasi pendekatan tradisional satu dimensi yang berfokus pada karakteristik pekerja
muda saja dan mempertimbangkan cara-cara di mana faktor-faktor yang berbeda saling
bekerja sama untuk berkontribusi pada kerentanan pekerja muda yang meningkat terhadap
risiko K3. Misalnya, memeriksa karakteristik khusus orang muda dan juga kondisi kerja,
organisasi kerja dan karakteristik tempat kerja.
Masalah sosial, emosional dan motivasi: Memeriksa masalah sosial, emosional dan
motivasi dalam konteks kerja tertentu, karena ini mungkin memiliki pengaruh signifikan
terhadap perilaku pekerja muda dan kesediaan mereka untuk berbicara tentang isu-isu
K3. Isu-isu tersebut mungkin termasuk tekanan dan dukungan teman sebaya, norma dan
nilai tempat kerja, budaya K3 dan gaya manajemen. Lebih banyak penelitian diperlukan
untuk memajukan pemahaman tentang hubungan antara usia dan budaya keselamatan dan
konsekuensi untuk keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja muda.
Pelatihan dan pengawasan K3: Investigasi dampak dari (a) cara-cara berkualitas tinggi dan
efektif memperkenalkan K3; (b) pelatihan dan pengawasan K3 pekerja muda; dan (c) strategi
untuk memastikan bahwa pelatihan dan pengawasan K3 dilakukan, khususnya dalam bentuk
pekerjaan yang tidak standar.
Menyesuaikan sistem manajemen K3 dengan pekerja muda: Memeriksa cara-cara di
mana sistem manajemen dan penilaian risiko OSH dapat ditingkatkan untuk memasukkan
faktor-faktor risiko spesifik yang dihadapi para pekerja muda.

42
Kampanye peningkatan kesadaran K3 dan sensitif tentang hak dan kerentanan pekerja
penggunaan pengalaman dunia nyata saat muda. Kampanye ini dapat diselenggarakan
mengajar pekerja muda tentang K3 adalah oleh pemerintah atau lembaga nasional,
Awareness-raising campaigns on OSH, and the use of OSH awareness campaigns can be greatly enhanced
cara efektif untuk menyebarkan informasi organisasi pengusaha, serikat pekerja,
real-world experiences when teaching young workers and expanded through the involvement and sup-
penting dan are
about OSH membuat
effectivepekerja, orangtua, essen-
ways of disseminating asosiasi
port pemuda,
of the news media LSM, danmedia
and social organisasi
platforms.
pengusaha, sekolah dan komunitas menjadi
tial information and of sensitizing workers, parents, masyarakat sipil lainnya.
Journalists need to be made aware of issues relating
employers, schools, and communities about young to OSH and young workers, and provided with the in-
workers’ rights and vulnerabilities. These campaigns formation and skills needed to report on these issues.
can be organized by governments or national institu- Real time reporting on stories about OSH and young
Kampanye K3 untuk
tions, employers’ organizations, trade unions, youth
associations, NGOs, and other civil society organiza-
Pekerja Muda dalam
workers will help to disseminate knowledge and
increase awareness and public demand for improve-
Remaja di Hongkong
tions. Serikat Pekerja
ments in workplace safety and health.

Dewan Keselamatan dan Kesehatan Konfederasi Serikat Pekerja Internasional


OSH
Kerja Campaign
Hongkong for Teenagers
meluncurkan Kampanye in Young Workers
(ITUC) mengakui within mengatur
pentingnya Trade
Hong Kong
Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja
untuk mempromosikan K3 di antara para
Unions
dan memberdayakan para pekerja muda
di dalam gerakan serikat pekerja. ITUC
remaja ketika mereka mengambil pekerjaan telah berusaha untuk lebih mencerminkan
The Hong Kong Occupational Safety and Health The International Trade Union Confederation (ITUC)
paruh
Councilwaktu atau
launched thepekerjaan musim panas.
Youth Occupational Safety kebutuhan dan harapan pekerja muda
recognizes the importance of organizing and empow-
Kampanye ini mencakup
and Health Promotional serangkaian
Campaign to promote OSH dalam kebijakan dan kegiatannya, dan untuk
ering young workers within the trade union move-
among teenagers
kegiatan, sepertiwhen they take up
pembagian part-timeK3,
informasi jobs tujuan
ment. ITUC ini,
hasmengadopsi Agenda
sought to better Ekonomi
reflect the needs
or summer jobs. The seminar
pengorganisasian campaign danincludes a series of
penayangan anddan Politik untuk
expectations Pekerja
of young Muda
workers pada 2017.
in its policies
activities, radio
program such asyang
the distribution
menekankan of OSH informa- and activities,
Sebagai and fordari
bagian this purpose,
Agendaitini,
adopted
anggotathe
tion kits, the organizing of seminars and the airing Economic and Political Agenda for Young Workers
pentingnya K3 bagithat
of radio programmes para pekerja
stress muda. of
the importance serikat pekerja muda berkomitmen untuk
in 2017. As part of this Agenda, young trade union
Sebagai bagian dari kampanye, “Kekuatan
OSH for young workers. As part of the campaign, the mengatur berbagai kegiatan, termasuk
members committed to organizing various activities,
“Teen power
Remaja 2017–18
2017–18 GIF Design
Kompetisi Competition”
Desain GIF” was kampanye
including yang that
campaigns membahas masalah
address issues khusus
specific to
organized with the aim
diselenggarakan of involving
dengan tujuanstudents in the
melibatkan untuk
young pekerja
workers muda
(ITUC, (ITUC, 2017).
2017).
dissemination of OSH messages
siswa dalam penyebaran pesan K3 yang that would appeal to
young people (Hong Kong OSHC, 2017). TheThe Victorian
Victorian Trades
Trades Hall Council
Hall Council in Australia recently
akan menarik bagi kaum muda (OSHC
created a Young Workers Centre with the aim of
di Australia baru-baru ini membuat
Hong Kong, 2017). organizing young workers and empowering them
Pusat Pekerja Muda dengan tujuan
with the knowledge and skills needed to fight for
mengorganisir para pekerja muda
safe and secure jobs. The Young Workers Centre also
dan memberdayakan
provides mereka
a space for young people to dengan
connect with
pengetahuan
others dan keterampilan
who have experienced problematic yang
situations
in dibutuhkan
the workplace.dalam berjuang untuk
pekerjaan yang aman dan terjamin. Pusat
Pekerja Muda juga menyediakan ruang
bagi kaum muda untuk terhubung dengan
orang lain yang telah mengalami situasi
bermasalah di tempat kerja.

43
37
Partisipasi pemuda dalam
Youth participation
penciptaan budaya in
the creation of an
pencegahan K3OSH
culture of prevention
Di mana ada budaya pencegahan, ada penghormatan terhadap hak atas lingkungan kerja
yang aman dan sehat di semua tingkat, dan pemerintah, pengusaha, dan pekerja secara aktif
berpartisipasi dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat melalui sistem hak
yang ditetapkan, tanggung jawab dan tugas. Asas pencegahan diberikan prioritas tinggi. Ketika
Where there is a culture of prevention, there is respect for the right to a safe and healthy
membangun budaya pencegahan yang berkelanjutan terkait dengan K3, perhatian khusus harus
work environment at all levels, and governments, employers, and workers actively partici-
diberikan kepada sektor dan industri berbahaya dan bagi pekerja yang rentan, seperti pekerja
pate in securing a safe and healthy work environment through a system of defined rights,
muda yang bekerja di tempat kerja di mana risiko bahaya tinggi.
responsibilities and duties. The principle of prevention is given high priority. When build-
ing a sustainable culture of prevention with respect to OSH, special attention should be
given to hazardous sectors and industries and to vulnerable workers, such as young work-
ers employed in workplaces where the risk of harm is high.

44
38
the knowledge and means to advocate effectively on young people’s behalf. Moreo
because large numbers of young workers are involved in non-standard forms of em
ment and
Secara in informal
langsung melibatkanwork, they
pekerja aredan
muda “invisible” and deprived
organisasi mereka of bargaining
dalam pengembangan dan power a
implementasi langkah-langkah pencegahan sangat penting, karena memungkinkan kekhawatiran
effective representation. Their relative lack of power and voice contributes to the un
mereka untuk dibahas selama diskusi tentang cara menciptakan generasi pekerja yang aman dan
nate situation
sehat. whereby
Masyarakat young K3
sipil dan lembaga workers a group
tradisional dan mitraare overlooked
sosial mereka seringin the OSH legal and
kekurangan
framework, and also overlooked during the design of OSH training and
pengetahuan dan sarana untuk melakukan advokasi secara efektif atas nama anak muda. awareness c
Selain
itu, karena sejumlah besar pekerja muda terlibat dalam bentuk pekerjaan yang tidak standar
paigns, andpekerjaan
dan dalam when research priorities
informal, mereka are determined.
“tidak terlihat” Public
dan tidak memiliki dayainstitutions
tawar dan must be pre
to support young
perwakilan yang people
efektif. in their
Kurangnya efforts
kekuatan to determine
dan suara their future
mereka berkontribusi by providing
pada situasi yang them
tidak menguntungkan di mana para pekerja muda,
resources and opportunities to be actively engaged. sebagai suatu kelompok, diabaikan dalam
kerangka kerja hukum dan kebijakan K3, dan juga diabaikan selama perancangan pelatihan K3
dan kampanye kesadaran, serta saat penentuan prioritas penelitian. Lembaga publik harus siap
mendukung kaum muda dalam upaya mereka untuk menentukan masa depan dengan memberi
mereka sumber daya dan peluang untuk terlibat secara aktif.

Safe Youth @ Work Action Plan Infinalize order to bring together the input received
theini
SafeYouth@Work
menuntun pada Action Plan, a D
Rencana Aksi Safe lainnya. Pertukaran
Committee
pengembangan comprised
kerangka of OSH experts, repre
kerja untuk
Youth2017,
In September @ Work
the ILO organized the SafeY- tindakantives of employers
beberapa tahun ke and
depan,workers,
dan and five You
pionsdasar
membentuk
outh@Work Congress, in collaboration with the Minis- wasdari
convened
RencanainAksi
February 2018. The D
2017, ILO It was part of the ILO’s Committee has now developed the SafeYout
try ofPada
Manpower of Singapore. SafeYouth@Work.
September
SafeYouth@Work
menyelenggarakanproject and took
Kongres place during the
SafeYouth@ Setelah Action
KongresPlan,
Duniathe purpose of which is to guide
tersebut,
XXI World
Work, Congress
bekerja sama on dengan
Safety and Member
Health at Work,serangkaian
Kementerian forumStates and constituents in their effo
konsultasi
Ketenagakerjaan Singapura. Ini merupakan
held in Singapore. The SafeYouth@Work Congressdiselenggarakan improve dengan
the safety and health of young work
tujuan
bagian dari proyek SafeYouth@Work
brought together 125 young workers, employers, ILO membahasAction
dan Plan identifies
memvalidasi key actors who are ess
Rencana
dan berlangsung selama Kongres Dunia for the achievement of sustainable reduction
unionists and students, to create a global networkAksi. of Forum-forum ini berlangsung
XXI untuk Keselamatan dan Kesehatan selama Konferensi Internasional A
youngKerja,
OSHyangchampions.
diadakan Young people
di Singapura. were invited to number of young worker affected by occupa
Kongres + A ILOaccidents
(Dusseldorf, Oktober 2017);
and diseases, including governmen
shareSafeYouth@Work
their opinions about the obstacles
mengumpulkan 125 to safety selama
and Konferensi Global IV tentang
healthpekerja
that young
muda, employers
workers face and
pengusaha, workers’ o
to propose their
serikat pekerja zations, yo
own solutions for
dan mahasiswa people and
untuk
promoting safety organizatio
menciptakan members o
and health in the
jaringan global
workplace. They society com
dari para
had the opportuni-
penggiat muda
to improvi
ty to discuss
K3. Kaumthese
muda The Action
issuesdiundang
and interact identifies t
with international
untuk berbagi that must b
OSH pendapat
experts, to bring ab
mereka tentang
government repre- changes in
hambatan
sentatives, employ- for young
keselamatan across five
ers’ and workers’
dan kesehatan
organizations, areas: rese
yang dihadapi
non-governmental
para pekerja muda dan mengusulkan solusi education,
Pemberantasan Pekerja Anak yang
organizations and other
mereka sendiri untuk civil pliance,
society organizations.Berkelanjutan
mempromosikan advocacy,
(Buenos Aires, and networks. For each of
November
The exchange
keselamatan leddan
to kesehatan
the development
di tempatof a frame-2017); danareas,
selamatheKonsultasi
Action Plan seeks to guide prioriti
Sub-Regional
work kerja.
for action
Mereka formemiliki
the next few years,untuk
kesempatan and forms the promote
Asia tentang Rencanainnovation. These efforts are intend
Aksi SafeYouth@
membahas isu-isu ini dan berinteraksi
basis of the SafeYouth@Work Action Plan. Work engage
(Jakarta, young
Januari people
2018). and connect them wit
dengan para ahli K3 internasional, broader OSH community. They are also inten
perwakilan pemerintah, organisasi Untuk menyatukan masukan yang
After pengusaha
the World danCongress, a series of consultative diterima
fo- secure the commitment that all key actors ha
dan menyelesaikan Rencana
pekerja, organisasi non-
rums pemerintah
were organized with themasyarakat
dan organisasi goal of discussing
sipil Kerja SafeYouth@Work,ofPanitia
and achievement a safer and healthier future f
validating the Action Plan. These forums took place workers, and to assist them with creating a g
during the A+A ILO International Conference (Dussel- tion of safe and healthy workers.
dorf, October 2017); during the IV Global Conference 45
on the Sustained Eradication of Child Labour (Buenos The ILO is launching the SafeYouth@Work Ac
Penyusun yang terdiri dari para ahli K3, membawa perubahan K3 bagi kaum
perwakilan pengusaha dan pekerja, muda di lima bidang penting: penelitian,
dan lima Penggiat K3 Muda dibentuk pendidikan, kepatuhan, advokasi dan
pada Februari 2018. Komite Penyusun jaringan. Untuk masing-masing bidang ini,
tersebut telah mengembangkan Rencana Rencana Aksi berusaha memandu prioritas
Aksi SafeYouth@ Work, yang bertujuan dan mempromosikan inovasi. Upaya-
memandu Negara-negara Anggota ILO upaya ini dimaksudkan untuk melibatkan
dan para konstituen dalam meningkatkan kaum muda dan menghubungkan mereka
keselamatan dan kesehatan pekerja muda. dengan komunitas K3 yang lebih luas.
Rencana Aksi mengidentifikasi aktor- Ini juga dimaksudkan untuk menjamin
aktor kunci yang penting untuk mencapai komitmen yang dimiliki oleh semua pelaku
penurunan jumlah pekerja muda yang utama untuk mencapai masa depan yang
terkena dampak kecelakaan dan penyakit lebih aman dan sehat bagi pekerja muda,
akibat kerja secara berkelanjutan, termasuk dan untuk membantu mereka menciptakan
pemerintah, organisasi pengusaha dan generasi pekerja yang aman dan sehat.
pekerja, pemuda dan organisasi mereka
serta anggota masyarakat sipil yang Proyek SafeYouth@Work ILO meluncurkan
berkomitmen untuk meningkatkan K3. Rencana Aksi SafeYouth@Work sebagai
Rencana Aksi mengidentifikasi langkah- bagian dari kampanye Hari Keselamatan
langkah yang harus diambil untuk dan Kesehatan se-Dunia 2018.

46
Daftar Pustaka
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, CDC. (2010). “Kecelakaan Kerja dan
Kematian Di Antara Pekerja Muda: Amerika Serikat, 1998-2007” dalam Laporan
Mingguan Morbiditas dan Mortalitas (MMWR), vol. 59, No. 15, hal. 449-455, April
2010.
Confederacion de Empresarios de Navarra, CEN. (2015). Guía: Gestión de la prevención
de riesgos laborales de los trabajadores más jóvenes. CEN.
Comunidad Andina. (2004). Keputusan 584. Instrumento Andino de Seguridad y Salud
en el Trabajo.
Badan Eropa untuk Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja, EU-OSHA. (2004).
Mengarusutamakan keselamatan dan kesehatan kerja ke dalam pendidikan: praktik
yang baik di sekolah dan pendidikan kejuruan. Luksemburg: Kantor untuk Publikasi
Resmi Komunitas Eropa.
–––. (2007). K3 dalam angka: Pekerja muda - Fakta dan angka. Laporan observatorium
risiko Eropa. Luksemburg: Kantor untuk Publikasi Resmi Masyarakat Eropa.
–––. (2013a). Keanekaragaman budaya dalam Kepemimpinan K3 dan Partisipasi Pekerja.
Luksemburg: Kantor untuk Publikasi Resmi Masyarakat Eropa.
–––. (2013b). Keselamatan dan kesehatan kerja dan pendidikan: pendekatan sekolah
menyeluruh. Luksemburg: Kantor untuk Publikasi Resmi Masyarakat Eropa.
–––; Cedefop; Eurofound; & EIGE. (2017). Laporan bersama tentang Menuju pekerjaan
yang ramah usia di Eropa: perspektif kehidupan di tempat kerja dan penuaan dari
Lembaga UE. Luksemburg: Kantor Publikasi Uni Eropa.
Parlemen Eropa, Direktorat Jenderal Kebijakan Internal. (2011). Risiko kesehatan dan
keselamatan kerja untuk pekerja yang paling rentan. Bruxelles.
Ombudsman Kerja yang Adil. (2013). Panduan Praktik Terbaik. Panduan perusahaan
untuk mempekerjakan pekerja muda. Persemakmuran Australia.
–––. (2017). Panduan Praktik Terbaik. Panduan untuk pekerja muda. Persemakmuran
Australia.
Forastieri, V. (2002). Anak-anak di tempat kerja: Risiko kesehatan dan keselamatan (edisi
ke-2). Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
Gerry, E. (2005). “Pengantar Topik” di Newsletter GOHNET. Topik: Pekerja anak &
remaja, Edisi 9, Musim Panas 2005.
Gyekye, S. A .; & Salminen, S. (2009, Januari). “Status pendidikan dan iklim keselamatan
organisasi: Apakah pencapaian pendidikan mempengaruhi persepsi pekerja tentang
keselamatan di tempat kerja?” dalam Ilmu Keamanan, vol. 47, No. 1, hal. 20-28,
Januari 2009.
Hämäläinen, P .; Takala, J .; & Boon Kiat, T. (2017). Perkiraan Global Kecelakaan Kerja
dan Penyakit yang Berhubungan dengan Kerja 2017. Kongres Dunia XXI tentang
Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja. Singapura: Lembaga Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
Hong Kong Occupational Safety & Health Council, OSHC. (2017). “Kampanye Promosi
Keselamatan dan Kesehatan Pemuda” [Online]. Tersedia di: http://www.oshc.org.hk/
eng/main/awards_campaigns/ [Diakses 06 Februari 2018].

47
Institut Nasional de Recherche et de Sécurité, INR. (2018). “Synthèse étude INRS
Accidentologie des jeunes travailleurs. Recevoir un enseignement en santé et
sécurité au travail réduit le risque d’accidents du travail chez les moins de 25 ans.”
INR.
Instituto Nacional de Seguridad e Higiene en el Trabajo, INSHT. (2015). Estrategia
Española de Seguridad y Salud en el Trabajo 2015-2020. Madrid: Servicio de
Ediciones y Publicaciones del INSHT.
Organisasi Perburuhan Internasional, ILO. (2001). Panduan tentang sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja (ILO-OSH 2001). Jenewa: Kantor Perburuhan
Internasional.
–––. (2004). Menuju kesepakatan yang adil untuk pekerja migran dalam ekonomi global,
Laporan VI, Item keenam dalam agenda. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (2011). Buku pegangan pengusaha dan pekerja tentang pekerjaan anak yang
berbahaya. Jenewa: Kantor Tenaga Kerja Internasional, Biro Kegiatan Pengusaha,
Biro Kegiatan Pekerja.
–––. (2013). 10 Kunci untuk Praktik K3 Sensitif Gender - Panduan untuk Pengarusutamaan
Gender dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jenewa: Kantor Perburuhan
Internasional.
–––. (2016a). Stres di tempat kerja: Tantangan kolektif. Jenewa: Kantor Perburuhan
Internasional.
–––. (2016b). Dunia Ketenagakerjaan dan Outlook Sosial 2016: Tren untuk pemuda.
Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (2017a). Tren Pekerjaan Global untuk Pemuda 2017: Jalan menuju masa depan kerja
yang lebih baik. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (2017b). Perkiraan global pekerja anak: Hasil dan tren, 2012-2016. Jenewa: Kantor
Perburuhan Internasional.
–––. (2017c). “Keselamatan dan kesehatan di tempat kerja” [Online]. Tersedia di: http://
www.ilo.org/global/topics/safety-and-health-at-work/lang--en/index.htm. [Diakses 06
Februari 2018].
–––. (2018). Prospek Sosial Ketenagakerjaan Dunia: Tren 2018. Ringkasan Eksekutif.
Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (segera terbit). Laporan Teknis tentang Badan, Lembaga dan organisasi
pengetahuan K3. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
Program Internasional tentang Penghapusan Pekerja Anak, IPEC. (2009). Kit untuk Kerja
Selamat bagi kaum muda. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (2011). Anak-anak dalam pekerjaan yang berbahaya: Apa yang kita ketahui, apa
yang perlu kita lakukan. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
–––. (2013). Mengakhiri pekerja anak dalam pekerjaan rumah tangga dan melindungi
pekerja muda dari pekerjaan yang kasar
–––; Serikat Pekerja Pertanian Umum Ghana, GAWU. (2014). Menghilangkan pekerjaan
anak yang berbahaya dan Risiko Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan -
Panduan untuk agen perubahan dalam masyarakat kakao di Ghana. Jenewa: Kantor
Perburuhan Internasional.

48
–––; Program InFocus untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan,
SafeWork; & Asosiasi Internasional Pengawasan Ketenagakerjaan, IALI. (2002).
Memerangi pekerjaan anak. Buku panduan untuk pengawas ketenagakerjaan.
Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
Konfederasi Serikat Pekerja Internasional, ITUC. (2017). Agenda Ekonomi dan Politik
untuk Pekerja Muda.
Johnson, S.B .; Blum, R.W .; & Giedd, J.N. (2009). “Kebijakan, Kematangan Remaja dan
Otak: Janji dan Kesalahan Penelitian Neurosains di Kesehatan Remaja” di J Adolesc
Health, vol. 45, tidak. 2, hal 216-221, September 2009.
Kines, P .; Framke, E .; Salmi, A .; & Bengtsen, E. (2013). Risiko keselamatan dan
kesehatan kerja pekerja muda di negara-negara Nordik. Kopenhagen: Dewan
Menteri Nordik.
Learning and Skills Council, LSC; & Kongres Serikat Pekerja, TUC. (2005). Pemagangan:
Panduan singkat untuk perwakilan keselamatan serikat pekerja. Coventry: LSC.
O’Higgins, N. (2017). Meningkatnya tantangan ketenagakerjaan muda: Bukti baru
tentang isu-isu kebijakan utama. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
Kementerian Tenaga Kerja Ontario. (2016). “Hasil: Razia Pekerja Baru dan Muda 2016”
[Online]. Tersedia di: https://www.labour.gov.on.ca/english/hs/sawo/blitzes/blitz_
report79.php. [Diakses 06 Februari 2018].
Shehu, E .; & Nilsson, B. (2014). Pekerjaan informal di kalangan pemuda: Bukti dari 20
survei transisi sekolah-ke-kerja. Jenewa: Kantor Perburuhan Internasional.
Smith, P .; & Breslin, C. (2013). “Tinjauan Penelitian tentang Bagaimana Risiko
Kecelakaan Berbasis Kerja Tersebar ke Pekerjaan-pekerjaan kaum muda di Kanada”
dalam rangkaian acara Kesehatan dan Keselamatan Pekerja Muda AS dan rangkaian
Simposium Kanada. NIOSH.
Tucker, S .; Diekrager, D .; Turner, N .; & Kelloway, E. (2014). “Kecelakaan terkait pekerjaan
yang tidak dilaporkan di kalangan pekerja muda: prevalensi, perbedaan gender, dan
penjelasan untuk kurangnya pelaporan” dalam Journal of Safety Research, vol. 50,
hal. 67-73, September 2014.
Lembaga Dana untuk Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF. (2013). Negara
Anak-Anak Dunia: Anak-anak penyandang cacat. New York: UNICEF.
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, Divisi
Kependudukan, UNDESA. (2015). Tren dalam stok migran internasional: Revisi 2015.
New York.

49
Pekerja muda berusia antara 15-24 tahun mencapai lebih dari 15 persen
angkatan kerja dunia dan wilayah-wilayah tertentu, mengalami lebih dari 40
persen tingkat cedera kerja non-fatal dibandingkan pekerja dewasa berusia
25 tahun ke atas.
Berbagai faktor-faktor risiko yang sangat spesifik bagi pekerja muda
meningkatkan kemungkinan mereka mengalami cedera akibat berbagai
bahaya di tempat kerja. Faktor-faktor risiko ini dapat dikarenakan usia
mereka (misalnya, tahap perkembangan fisik, psikososial dan emosional)
atau dipengaruhi oleh usia mereka (misalnya, tingkat keterampilan,
pengalaman, pendidikan).
Pekerja muda kerap tidak menyadari hak-hak mereka sebagai pekerja serta
tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai pengusaha
muda, dan mereka pun enggan untuk mengungkapkan risiko-risiko K3.
Kehadiran pekerja muda yang kuat dalam sektor perekonomian yang
berbahaya dan paparan mereka terhadap bahaya yang ditemukan di sektor
ini dapat semakin meningkatkan risiko akan kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.
ILO mempersiapkan laporan singkat ini sejalan dengan Hari Keselamatan
dan Kesehatan Kerja se-Dunia 2018, yang bertujuan mempromosikan
generasi pekerja yang aman dan sehat. Tujuan dari laporan singkat ini adalah
memaparkan secara jelas risiko-risiko K3 yang dihadapi pekerja muda dan
mendorong percakapan global mengenai kebutuhan untuk meningkatkan
keselamatan dan kesehatan mereka. Laporan ini menjelaskan langkah-
langkah hukum, kebijakan dan praktis untuk perbaikan.

International Labour Organization


Kantor Jakarta
Menara Thamrin Lantai 22
Jl. M.H. Thamrin Kav. 3
Jakarta 10250
Indonesia
Telp: +62 21 391 3112
Faks: +62 21 310 0766
Email: jakarta@ilo.org
www.ilo.org/jakarta

50