Anda di halaman 1dari 4

Teknologi Pangan Fakultas Teknik Unpas

Ujian tengah semester 2018


Matakuliah : Analisis Pangan
Dosen : Asep Rahmat., MT.
Tanggal : 7 November 2018
Waktu : 120 menit
Sifat : Open book

Soal

1. a. Sebutkan hal penting dalam menentukan analisis pangan.


Pengetahuan tentang analisis pangan menjadi lebih penting dengan adanya
perkembangan yang pesat dalam teknologi pangan. Dengan teknologi pangan,
bahan pangan dapat diproses, dimodifikasi, diperbaiki, dimanipulasi menjadi
suatu produk yang sering sifat-sifatnya sudah berubah sama sekali dari
aslinya. Dengan analisis pangan diharapkan setiap perkembangan ini dapat
diikuti sehingga produk-produk yang dihasilkan tersebut tetap dapat dipantau
segi keamanannya bagi konsumen di samping segi mutu yang sangat mempengaruhi
perdagangannya. Analisis pangan menghasilkan data-data yang sangat
dibutuhkan untuk mendukung suatu keputusan dalam menentukan mutu pangan
ataupun tingkat keamanannya. Oleh karena itu, analisis harus dilakukan
dengan baik agar data yang diperoleh mempunyai ketepatan dan ketelitian yang
tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu data-data
yang diperoleh harus dilaporkan sesuai dengan kaidah yang ada agar tidak
menimbulkan kesalahan dalam menginterpretasikannya.

b. Apa fungsi alat desikator?


desikator digunakan untuk pengujian kadar air, tempat penyimpanan bahan atau zat kimia
bebas air serta tempat pengering.

 Apabila sampel masih berada dalam kondisi suhu tinggi, sebaiknya desikator jangan
ditutup terlebih dahulu. hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya uap- uap air
yang berlebihan.
 Lalu tutup kembali dengan cara yang sama dengan cara membukanya yaitu
dengan menggeser tutup desikator ke samping.
 Perhatikan apakah bahan pengering tersebut masih bisa digunakan atau tidak.
 Jika silika gel sudah mengalami perubahan warna dari aslinya (jenuh dengan air),
keringkan dengan menggunakan oven pada suhu 105 derajat selama beberapa jam, atau
ganti dengan silika gel yang baru jika perlu.

c. Apa yang dimaksud bobot konstan KMI?


Bobot konstan yang dimaksud adalah dua kali penimbangan berturut-turut berbeda tidak lebih
dari 0,5 mg tiap gram sisa yang ditimbang (Anonim, 2007).

2. Data penimbangan analisis kadar air


Berat cawan kosong (g) Berat cawan + sampel (g) Berat cawan + Sampel kering (g)
1. = 24,2101 26,1454 1. = 26,0446
2. = 24,2092 2. = 26,0393
3. = 24,2091 3. = 26,0394
4. = 24,2090 4. = 26,0292
Hitung kadar air berdasarkan wet basis dan dry basis!
2 cwn ksng Cwn+sp cwn+sp krng
24.2101 26.1454 26.0442
24.2092 26.0393
24.2091 26.0394
24.2090 26.0292

Kadar air db (26.1454-26.0394)/(26.1454-24.2091)*100 5.474358312


Kadar air wb (26.1454-26.0394)/(26.0394-24.2091)*100 5.7914

3. Ditimbang 4,122 g sampel bahan pangan lalu direaksikan dengan asetil klorida (CH3COCl),
hasil reaksi air dalam sampel dengan asetil klorida kemudian dititrasi dengan larutan NaOH
Baku sampai titik akhir titrasi (TAT) dengan volume 7,25 ml. Hitung kadar air dalam sampel
tersebut? Sebutkan indikator yang digunakan dan perubahan warna yang terjadi !
Pembakuan 0,070 g H2C2O4 .2H2O setara dengan 10,10 mL NaOH.

3 Berat Oksalat 0.072


BE Oksalat 63.035
Vol.NaOH 10.2
N NaOH (0.072*1000)/(63.035*10.2) 0.111982605
0.112

V.NaOH 7.45
WS 4.126
Kadar air v x N x BE H2O/(WS X1000)x100%
(7.45*0.112*18*100)/(4.126*1000) 0.364013572

4. Berapa kadar Gula reduksi, bila 1,4040 g sampel, dilarutkan dalam 100 mL, dipipet 20 mL,
di analisis metode Luff Schoorls, titrasi dengan Lar. Na. Tiosulfat Baku memerlukan 22,00
mL. Titrasi blanko memerlukan 24,50 mL. Pembakuan Na. Tiosulfat menggunakan KIO3
0,0412g dilarutkan dalam 50 mL akuades dititrasi dengan Na. Tiosulfat memerlukan 11,00
mL BE KIO3 35,667. Tulis reaksi analisis gula metode Luff Schoorls !

4 KIO3 0.0412
Vol Tio 11
BE Tio 35.667
N Tio (0.0412*1000)/(35.667*11) 0.105011763

Pengenceran 100/20
Blako 24.5
titrasi 22
Ws 1.404
Sampel ws vol. blanko vol.sp ml Tio 0,1N g.red k. G reduksi
Sampel 1.404 24.50 22.00 2.6250 6.3000 4.4872
5. Sampel produk pangan ditimbang 4,250 g (kadar air 18,5%) dimasukkan ke dalam cawan
porselen yang beratnya 14,2150 g, dilakukan pemanasan lalu dipijarkan dalam tungku pada
suhu  600oC sampai terbentuk abu. Lalu ditimbang sampai berat cawan dan abu konstan
sebesar 14,2780 g. Hitung kadar abu (basis kering dan basah) Apa yang dimaksud bobot
konstan KMI?
5 ws 4.25 18,5% 3.46375
W.Cawan kosong 14.215
W. Cawan + Abu 14.278
Berat abu 0.063
Kadar abu 1.482352941
Vol Titrasi NaOH 5.2
Vol Titrasi blako 5.5
N.NaOH 0.112
Angka Abu 4.761904762

6. Standar Fe+3
mg/mL Fe+3 Absorbansi
0,001 0,221
0,002 0,348
0,003 0,518
0,004 0,653
0,005 0,813
0,006 0,953
Berat Sampel sama dengan No. 5 (wet basis) dilarutkan dalam 100 mL, dipipet 2,0 mL di
tambah pereaksi KSCN dan HNO3, diukur dengan spektofotometer, Absorbansinya 0,325.
Hitung persamaan regresinya ( Y = a + bx ) dan kadar Fe+3 (ppm)

6 x10¯³ Absorbansi
1 0.221
2 0.348
3 0.518
4 0.653
5 0.813
6 0.953

persamaan regresi Y=ax+b


a=0,1483
b=0,0653
Y=0.1483x+0.0653

x=y-b/a
Y 0.325
x=(0.325-0.0653)/0.1483
1.75118004
Kadar Fe Pengenceran 50x
sampel 4.25
35.73877551 ppm

Absorbansi
1.2

0.8

0.6 y = 0.1483x + 0.0653


R² = 0.999

0.4

0.2

0
0 1 2 3 4 5 6 7

Selamat bekerja.